link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Senin, 25 April 2011

Hostel Stadion

stadion-hostelSusah mencari penginapan murah di Skandinavia, termasuk kota Helsinki. Standar biaya hidup mereka yang tinggi mengharuskan hal tersebut. Lama kami mencari informasi tentang penginapan murah di kota, sebelum akhirnya menemukan satu penginapan ini.
Menurut standar kami menginap disini tidak bisa dikategorikan murah. namun inilah penginapan termurah yang bisa kami temukan di ibukota Finlandia ini. Itupun sudah sekitar 70 euro semalam buat sekeluarga. Jika mengingat bahwa tarif hotel kami di Malta plus sarapan tak sampai 70 euro untuk tiga malam, maka tentu saja hostel di Helsinki ini terasa sangat mahal.
Tentu saja tak bisa membandingkan standar harga setiap negara. Untuk ukuran Eropa, penginapan di manapun di Skandinavia rata-rata mahal. Di Jerman, paling murah adalah di Berlin. Di Eropa Timur pun tak bisa disamaratakan. Jika harga penginapan di Republik Ceko dan Polandia relatif murah, di Slowakia dan Slovenia jauh lebih mahal. Mungkin jumlah penginapan yang tersedia ikut mempengaruhi. Sebab di kedua negara terakhir, jumlah penginapannya tak banyak.
Stadion Hpostel mudah ditemukan. Sebab letaknya di bekas stadion Olimpiade di Helsinki. Helsinki pernah menjadi tuan rumah ajang olah raga internasional ini di tahun 1952. Awalnya kami mengira letaknya hostel ini dekat dengan stadion. Nyatanya, di terletak di bangunan stadion. Mungkin dulunya adalah penginapan atlit atau official. Yang jelas di berada di dalam kompleks stadion. Walau hanya menempati dua lantai di Pohjoinen Stadiontie 4.
Resepsionis dan lobi hostel mirip dengan penginapan-penginapan murah yang pernah kami inapi. Penerima tamunya sebagian besar adalah wanita-wanita muda. Bagian lainnya seperti kamar mandi dan interior kamar terlihat tua. Seperti tidak pernah dimodernisasi. Tak ada kamar mandi dan wc dalam di semua kamar di penginapan ini. Kamar mandi dan wc dibuat terpisah antara laki-laki dna perempuan. Ada dapur lengkap dengan peralatan makan, ruang televisi, ruang makan dan perpustakaan. Secara umum, semuanya terlihat bersih dan rapi.
Kamar kami sendiri sebenarnya diperuntukkan untuk 5 orang. Bentuknya memanjang. Pemanas terletak di dekat jendela besar dimana kami bisa melihat anak-anak berlatih sepak bola di sebuah lapangan di seberang hostel. Ada satu kulkas kecil dekat pintu masuk serta satu lemari untuk menyimpan barang-barang kami.
Meski fasilitas minim, suasana internasional di penginapan ini terasa mengesankan. Sebagian besar tamu hostel adalah anak-anak muda usia kuliah. Mereka berasal dari dalam dan luar Finlandia. Ada juga orang-orang tua walau jumlahnya minoritas. Jarang sekali ada keluarga seperti kami. Berasal dari banyak negara berbeda, sesekali kami mengobrol dalam bahasa inggris dengan mereka. Bapak jadi bisa melatih kembali bahasa inggrisnya disini. Sebagian mereka juga memilih memasak sendiri seperti kami. Makanya tak jarang kami bertemu tamu lain ketika sedang memasak di dapur, makan pagi atau malam di ruang makan, atau ketika menonton televisi bersama. Kesan kebersamaan terasa kental disini. Jadi meski penginapan murah, banyak hikmah dna pengalaman menarik bisa diperoleh dnegan menginap di sini.

Daerah Skandinavia terkenal akan kemahalannya. Terasa ketika kami mengunjungi kota-kota di sana seperti Kopenhagen dan Malmo (Swedia). Susah mencari penginapan seharga dibawah seratus euro per malam.
Karena ada tiket murah dari Lufthansa, kami berniat mengunjungi Helsinki di awal bulan Maret nanti. Sebelumnya, kami perhatikan tiket kesana paling murah mencapai 150 euro per orang dengan Finnair. Dari Lufthansa kami dapatkan harga 99 euro pp per orang.
Setelah tiket pesawat di dapat, seperti biasa kami mulai mencari informasi mengenai penginapan murah. Dari booking.com ada apartemen dengan harga hampir 300 euro untuk tiga malam. Lokasi tak terlalu jauh dari pusat kota. Namun beberapa komentar mantan tamu disana membuat hati tidak sreg untuk memilihnya. Hotel-hotel lain, bintang 2 sekalipun bertarip diatas 100 euro per malam. Terasa sangat mahal buat kami. Padahal di Brussel Agustus lalu kami mendapat hotel bintang 3 lengkap dengan sarapan dengan harga sekitar 75 euro semalam. Di Malta malah kami dapatkan hotel seharga tak sampai 30 euro semalam untuk sekeluarga.
Tak berhasil mendapatkan hotel murah, kami melirik hostel. Setelah melihat jaringan youth hostel, kami segera buka situs www.hihostel.com. Ada beberapa hostel tersedia kamar, yakni Eurohostel, Suomenlinna Hostel dan Stadion Hostel. Awalnya kami tertarik dengan Suomenlinna. Ratingnya bagus, tempatnya terlihat nyaman. Eh, ternyata lokasinya tidak ok. Dia terletak di satu pulau yang hanya bisa dicapai dengan feri. Memang ferinya termasuk transportasi umum dalam kota. Namun membayangnya bahwa kami mesti naik feri jika mau jalan-jalan ke kota. Serta saat kembali malam-malam di musim dingin selama 20 menit diatas perahu. Wah meski suka petualangan, dengan dua anak kecil kami pikir lebih baik memilih alternatif lain.
Eurohostel tak terlalu menarik. Pilihan terakhir jatuh pada Hostel Stadion. Letaknya tak jauh dari stadion olimpiade di Helsinki. Artinya juga tak terlalu jauh dari pusat kota. Harganya untuk tiga orang (Adik karena masih dibawah 4 tahun masih gratis) adalah 70,50 euro. Bakal ada potongan bagi anggota youth hostel international sebesar 2,5 euro per malam per orang. Yang artinya harga kamar kami 63 euro per malam. Masih terjangkau kantong. Kami pesan langsung dari website mereka. Dengan memasukkan data diri, tak sampai sehari kami telah dapat email balasan. Setelahnya kami harus verifikasi kartu kredit. Jika dalam 3 hari tidak verifikasi, pesanan otomatis dinyatakan batal. Semoga saja suasana disana nyaman dan menyenangkan.

Tidak ada komentar: