link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Minggu, 17 Juni 2012

Diskon hutang


Anda yang harus ambil inisiatif dengan menelpon mereka terlebih dahulu atau banknya langsung, tiap kali Anda terlambat bayar tagihan dan kemukakan alasannya. 
Sikap proaktif dan kooperatif Anda akan memberikan kesan yang baik kepada para kreditur Anda. Anda mungkin akan "dimarahi, atau dintimidasi" oleh para penagih.
Sikap kooperatif Anda minimal akan dinilai bahwa Anda benar-benar ingin menyelesaikan masalah ini. 

be well,
Dwika





KARTU KREDIT MACET
Oleh: Mike Rini
Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Yeti Herlina --- bandung
Saya menggunakan kartu kredit untuk modal usaha (bergerak di AMDK). Karena kesalahan saya akhirnya saya mengalami kerugian (2 bulanan di mana saya tidak sanggup membayar tagihan. Tapi baru satu bulanan ini saya mulai mengalami kemajuan tapi belum seberapa.
Masalahnya, saya tidak sempat menulis surat ke bank penerbit mengenai ketidakmampuan saya membayar. Dan saat ini saya dan keluarga diteror dengan debt collector.
Gimana caranya saya memberitahu ke bank kalo saya bisa membayar pada bulan ke-3 atau 4? Saat ini saya pusing mikirin... saya enggaa pernah ngalami begini & saya bekerja tiap senin s/d minggu dari jam 7.30 s/d 20.00. Saya ikut dalam mobil untuk jualan dari 1 toko ke toko lain lain. Jadi saat mereka nelpon saya dalam keadaan benar-benar capek. Dan itu membuat saya marah.
Tolongin saya yach untuk mencari pemecahaannya. Saya benar-benar membutuhkan sarannya.



Jawaban:
Halo Bu Yeti yang sedang pusing. MMudah-mudahan saran-saran saya bisa membantu Anda dari masalah kartu krediit macet ini.
Disatroni debt collector yang "ramah-ramah " adalah salah satu saja dari konsekuensi pembayaran tagihan kartu kredit yang macet. Siapakah orangnya yang punya niat untuk memacetkan hutangnya? Saya kira tidak seorangpun di dunia ini yang sengaja berbuat begitu. Apalagi perusahaan penerbit kartu kredit atau bank juga tidak pernah menginginkan kredit macet.
Kredit macet bukan cuma masalah Anda, tapi juga menjadi masalah banknya. Karena uang yang Anda pakai juga bukan uang mereka, tetapi milik para nasabahnya juga dan bank berkewajiban membayar bunga kepada para nasabahnya.
Saya sangat yakin bahwa Anda tidak pernah bermaksud menyusahkan siapapun. Baik pihak bank di mana Anda pernah menjalin hubungan baik sejak lama, maupun keluarga yang anda cintai. Latar belakang penggunaan kartu kredit pun dilakukan semata-mata untuk tujuan baik yaitu untuk menjalankan usaha. Segala usaha Anda justru patut dihargai.
Namun, berwirausaha tidak selalu untung, terkadang juga rugi. Dan mungkin sebelum Anda menemukan bisnis yang benar-benar memberikan keuntungan yang stabil untuk Anda. Anda mungkin masih akan menemukan kegagalan berikutnya. Pertanyaannya adalah apakah resiko gagal akan menyurutkan langkah Anda? Apakah Anda akan berhenti berwirausaha selamanya karena terlilit hutang saat ini? Tidak ada jalan lain selain maju terus. Selesaikanlah dengan baik apa yang sudah Anda mulai.
Untuk mengatasi tagihan kartu kredit yang macet ini kuncinya adalah negosiasi dengan pihak perusahaan penerbit kartu kredit atau banknya. Untuk itu, anad bisa melakukan tindakan-tindakan ssebagai berikut:
  1. Bersikap proaktif dalam menyelesaikan masalah hutang. Jika biasanya anda dikejar-kejar debt collector, kali ini Anda yang harus ambil inisiatif dengan menelpon mereka terlebih dahulu atau banknya langsung, tiap kali Anda terlambat bayar tagihan dan kemukakan alasannya. Sikap proaktif dan kooperatif Anda akan memberikan kesan yang baik kepada para kreditur Anda. Anda mungkin akan "dimarahi, atau dintimidasi" oleh para penagih. Bersabarlah, walaupun berat usahakanlah untuk menahan emosi. Sikap kooperatif Anda minimal akan dinilai bahwa Anda benar-benar ingin menyelesaikan masalah ini. Kenyataannya bukan Anda yang tidak mau bayar, tetapi sedikitnya pemasukan membuat tidak ada dana cukup untuk bayar cicilan.
  2. Jangan pernah membuat janji-janji pembayaran cicilan yang Anda tidak yakin bisa penuhi. Jika terpaksa, buatlah janji pembayaran 1, 2 atau 3 bulan ke depan sesuai kemampuan anda.
  3. Minta keringangan pembayaran. Dengan kondisi hutang macet total maka bank juga tidak ada pilihan lain selain membantu Anda . Mintalah agar bunga berjalan distop, sehingga saldo hutang Anda tidak bertambah besar. Mintalah agar sisa saldo hutang tersebut bisa dibayar dengan cicilan tetap dengan jangka waktu tertentu. Semakin panjang jangka waktunya maka akan semakin ringan cicilannya. Karena itu dalam menentukan besarnya cicilan tetap agar disesuaikan dengan kemampuan Anda.
  4. Jika masih memungkinkan mintalah diskon hutang Anda, baik diskon pokok maupun diskon bunga.
Semoga bermanfaat dan sukses untuk anda.
Salam,
Mike Rini

Tidak ada komentar: