link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Selasa, 01 Januari 2013

Orang yang kreatif


Kita juga pernah bertemu dengan orang yang menginterupsi dengan ide yang bagus, nyeleneh atau  malah kita anggap gila. 
Beberapa dari orang-orang ini adalah orang yang kreatif. 
Proses berpikir mereka tidak linier. 
Beberapa di antaranya bahkan punya pola pikir kuantum (cenderung acak dan melompat-lompat).
I Care About You,
Dwika






Menghadapi Interupsi
QA-Communication


Terjemahan bebas materi dari:
"Communication For Confidence"

Interupsi: Kemungkinan adalah kata yang paling dibenci dalam arena komunikasi.

Adalah sangat mudah bagi seseorang, untuk terperosok ke dalam kebiasaan menginterupsi orang lain. Pada beberapa orang, kebiasaan ini bahkan sering tidak disadari oleh pelakunya sendiri.

Pertama, Anda harus membenci sikapnya, dan bukan orangnya.

Orang yang menginterupsi, biasanya punya niat dan motivasi yang kuat. Dan tipe orangnya bisa dibagi menjadi:

1. Tahu segalanya sebagai "Kamus Berjalan";
2. Pokoknya serba tahu saja. Titik.

Mempelajari tipe-tipenya di atas, akan membantu kita memanfaatkan mereka.

Kita pasti pernah bertemu dengan orang yang hobi menginterupsi (sekalipun sebenarnya tidak perlu menginterupsi). Kita juga pernah bertemu dengan orang yang menginterupsi dengan ide yang bagus, nyeleneh atau malah kita anggap gila. Beberapa dari orang-orang ini adalah orang yang kreatif. Proses berpikir mereka tidak linier. Beberapa di antaranya bahkan punya pola pikir kuantum (cenderung acak dan melompat-lompat).

Coba Anda perhatikan, pebisnis yang sukses biasanya punya orang-orang semacam itu di sekitar mereka! Karena apa? Karena mereka bisa berpikir dengan cara yang berbeda. Mereka bisa memberi perspektif yang tidak bisa diberikan oleh orang lain. Membuang mereka, bisa jadi justru merugikan. Akan tetapi, tidak semua interupter punya kualifikasi seperti ini. Itu sebabnya, kini kita pelajari perbedaannya.

Tindakan atau perilaku menginterupsi, pada dasarnya tidak buruk. Mari kita lihat beberapa teknik yang bisa menghandle atau bahkan memanfaatkan para destroyer ini.

Penting: Gunakan penilaian situasional di sini. Lihatlah kesesuaiannya dengan situasi yang sedang dihadapi.

PELAJARI PERILAKU INTERUPSI DALAM DIRI SENDIRI
Interupsi tidak terjadi hanya dalam pembicaraan yang mengeluarkan bunyi, akan tetapi juga terjadi di dalam pikiran dan tindakan kita yang tanpa suara. Interupsi verbal amat mudah dikenali. Jika Anda ingin menuntaskan masalah ini, coba dan pahamilah semua area dalam kehidupan Anda, di mana Anda menginterupsi diri sendiri.

Beberapa objek seperti telepon yang masuk, sering menginterupsi aktivitas kita dan membuat kita uring-uringan. Kita sering menganggapnya terjadi di waktu yang tidak tepat.

KETAHUI TUJUAN INTERUPSI
Interupsi itu seperti orangnya, punya maksud, tujuan dan pesan. Sekali kita bisa mengetahui setidaknya tiga area dalam hidup kita, di mana kita menderita karena interupsi, mulailah melihat berbagai kemungkinan alasan yang menciptakannya.

Terlepas dari mekanismenya (seperti contoh telepon di atas), Anda juga bisa melakukan interupsi di dalam proses berpikir. Ini adalah sangat penting. Cara terbaik untuk me-manage-nya adalah dengan berfokus pada interupsi itu.

Alam tak sadar kita sangat protektif, dan jika "ia" merasa bahwa kita melupakan sesuatu, "ia" akan membawanya ke alam sadar. "Ia" melakukannya dengan mengirimkan sinyal, baik langsung maupun tidak langsung. Selalulah menghargai sinyal-sinyal ini. Semakin Anda menghargai mereka, akan makin berguna mereka bagi Anda.

Contoh:

Anda sedang bersiap untuk memulai kerja. Sementara itu, berulang-ulang melintas "penampakan" yang mengatakan bahwa HP Anda ketinggalan di rumah. Ia terus-menerus muncul di kepala Anda. Anda mengecek tas, dan ternyata HP itu ada di sana. Maka kemudian Anda akan mulai mengabaikan "penampakan" itu. Dalam situasi ini, hargai "penampakan" ini dan pahami bahwa ia telah terjadi.

Jika Anda membencinya, mencoba menekannya atau menjadi stress gara-gara itu, Anda sebenarnya mulai tidak mempercayai alam tak sadar Anda. Hindarilah perilaku seperti ini.

SADARLAH SAAT ANDA MENGINTERUPSI ORANG LAIN
Apa yang terjadi adalah, alam tak sadar Anda sedang mencoba mengabdi pada Anda. Atau bisa juga, "ia" adalah ego Anda yang sedang berupaya untuk unjuk gigi, dan menampilkan betapa "ia" adalah orang yang sangat penting.

Cara terbaik menghadapinya: tertawakan saja "ia" atas usahanya itu.

Tertawakan dalam hati, dan berterimakasihlah atas pesannya. Tandai pesan itu, dan sampaikan belakangan, setelah orang lain selesai bicara. Bisa jadi, memang penting bagi orang lain untuk mendengar pesan itu.

Ide dasarnya adalah, tidak memaksakan interupsi, akan tetapi menyalurkannya dengan cara yang berbeda.

MENGHADAPI ORANG LAIN YANG MENGINTERUPSI
Ada beberapa cara dalam menghadapi orang lain yang menginterupsi kita. Dan ini sangat tergantung pada situasi dan konteks yang ada.

Berhati-hatilah dalam menggunakan teknik ini.

Jika berhadapan dengan orang yang mati-matian menginterupsi, Anda bisa mengatakan secara langsung, "Maaf, bukankah Anda menginterupsi Saya?" atau "Anda menginterupsi lho!" atau "Bisa nggak, itu Anda jadikan pertanyaan, yang diajukan belakangan dan Saya jawab nanti?"

Gunakan perasaan dan penilaian yang sehat saat Anda melakukan ini.

Cara lain, buatlah ia tahu bahwa ia terlalu banyak menginterupsi dan tunjukkan saja artikel ini kepadanya. Sederhana bukan?

Dengan begitu, Anda mencapai dua sasaran sekaligus. Anda menunjukkan kepadanya bahwa Anda tahu, bahwa ia terlalu banyak menginterupsi. Bahwa Anda menaruh perhatian kepadanya dan Anda ingin menolongnya.

CARA MEMANFAATKAN INTERUPSI
Akui saja, kita semua melakukannya. Interupsi adalah alamiah. Sekali Anda bisa menerimanya, kita bisa mulai belajar tentang bagaimana menggunakan kekuatan interupsi.

Tunggu saja.

Ide atau pokok bahasan.

GUNAKAN ALAT BANTU VISUALSlide Anda bisa membantu. Judul dan sub judul di slide Anda bisa mengingatkan Anda tentang suatu ide atau pokok bahasan.
Berlatihlah membuat alat bantu visual yang baik, menarik dan membantu, tapi tidak menggantikan Anda sebagai pembicara.
I Care Abou You,
Dwika




Mengingat Bahan Bicara
Dari materi oleh:
Lenny Laskowski
QA-Communication


Ada banyak cara untuk bisa mengingat bahan bicara. Setidaknya, empat cara berikut ini adalah cara yang paling umum dilakukan oleh banyak pembicara publik. Anda pilih sendiri mau yang mana, akan tetapi ingatlah bahwa beberapa cara ternyata merupakan cara yang salah.

Anda bisa mengingat bahan bicara dengan:

- Menghafal;
- Membaca sepenuhnya;
- Menggunakan catatan;
- menggunakan alat bantu visual.

MENGHAFAL
Inilah cara yang paling buruk menurut para pakar public speaking. Mengapa? Karena dengan menghafal, Anda akan disibukkan oleh berbagai kata atau kalimat, dan bukan ide yang ada di belakangnya. Padahal, apa yang penting adalah idenya, dan bukan kata atau kalimatnya. Cara ini menjadi cara terburuk untuk mengingat bahan bicara, karena Anda akan:

- Kehilangan ide di belakang setiap kata dan kalimat;
- Kehilangan infleksi suara (penekanan kata) yang normal dan alamiah;
- Menciptakan mental block di mana audience Anda akan melihat orang yang sedang mengingat-ingat sesuatu, bukan orang yang sedang berbicara kepada mereka;
- Lupa. Ini PASTI terjadi, persoalannya hanyalah KAPAN!

MEMBACA TOTAL
Apa yang paling dibenci oleh audience Anda? Seorang pembicara yang membaca bicaranya! Mereka akan berkata, "Kalo ngebaca sih, Gua juga bisa!"

Ini juga merupakan cara yang buruk untuk mengingat bahan bicara
karena Anda akan:

- Kehilangan ide di belakang setiap kata dan kalimat;
- Kehilangan infleksi suara yang normal dan alamiah;
- Kehilangan 'pause' yang merupakan alat powerful dalam berbicara;
- Kehilangan kontak mata sebagai elemen penting dalam berbicara;
- Kehilangan 'bicara' itu sendiri, karena biasanya bahasa tulisan berbeda dari bahasa lisan.

Anda akan terjebak dalam model bahasa yang 'tinggi', rumit atau terlalu teknis. Efeknya, Anda akan kesulitan membacanya. Dan lebih parah lagi, audience Anda akan jauh lebih sulit mendengarkannya.

Apa yang Anda ciptakan, hanyalah sedikit pergerakan, sedikit energi dan sedikit daya tarik.

Anda mungkin terjebak dalam pola dan kebiasaan ini, karena tidak berani mencoba cara lain yang lebih baik. Maka tipsnya; paksakan saja!

Catatan: Memang ada saatnya Anda harus membaca. Misalnya untuk kutipan ayat hukum atau kebijakan yang resmi sifatnya. Atau, jika batasan waktu Anda memang sangat ketat.

Jika memang harus membaca, ikuti tips ini:

- Jaga infleksi suara agar tetap alamiah dan normal;
- Jaga 'pause' agar alamiah dan normal;
- Jaga agar suara Anda tetap sama dengan berbicara tanpa membaca;
- Jaga agar gesture atau bahasa tubuh Anda tetap alamiah dan normal;
- Jaga agar kontak mata Anda tetap efektif dan efisien;
- Latih dengan mengucapkannya keras-keras. Ini akan mendekatkan Anda kepada gaya bicara Anda yang alamiah;
- Saat menuliskannya, tulislah sejalan dengan bagaimana Anda akan mengucapkannya;
- Tulislah dengan dobel spasi atau lebih. Sisipkan petunjuk bahasa tubuh di bawah setiap baris;
- Jangan tulis dalam huruf besar semua, karena Anda akan lebih sulit membacanya;
- Tulislah dengan paragraf pendek;
- Jika lebih dari satu halaman, jangan pecah satu pokok pikiran ke dua halaman yang berbeda;
- Jangan gunakan klip untuk menyatukannya;
- Nomori skrip bicara Anda. Saat akan berganti halaman, cukup geser halaman yang sudah 'dibicarakan' ke samping, untuk melihat halaman berikutnya. Cara ini akan meminimalisir kesan membaca Anda;
- Geser bersamaan dengan waktu 'pause' yang tepat. Saat itu, audience Anda sedang mencerna sehingga tidak terlalu memperhatikan gerakan Anda.

MENGGUNAKAN CATATAN
Inilah cara yang paling banyak dipilih oleh para pembicara. Inilah cara pertengahan antara membaca dan berbicara. Infleksi suara yang normal dan alamiah bisa tetap dicapai. Kontak mata tetap bisa efektif dan efisien. Bahasa tubuh tetap bisa didemonstrasikan dengan enak terlihat.

Perhatikan hal ini:

- Jika catatan Anda letakkan di podium atau meja, Anda tidak bisa bergerak menjauhinya;
- Jika catatan Anda pegang di tangan, Anda tidak bisa berbahasa tubuh dengan leluasa.

Tips untuk menggunakan catatan:

- Catat informasi yang penting saja. Kutipan, statistik, daftar atau angka;
- Masukkan hanya 'pemicu' ide, paragraf atau kalimat;
- Jangan catat teks atau paragraf yang akan Anda ucapkan;
- Nomori lembar catatan Anda (ini PENTING!);
- Sesekali bergeraklah dengan normal, tidak usah takut menjauhi podium atau meja;
- Jaga agar tidak terlalu banyak membaca;
- Latihlah bicara Anda dengan memvisualisasikan sesi bicara.

MENGGUNAKAN ALAT BANTU VISUAL
Slide Anda bisa membantu. Judul dan sub judul di slide Anda bisa mengingatkan Anda tentang suatu ide atau pokok bahasan. Berlatihlah membuat alat bantu visual yang baik, menarik dan membantu, tapi tidak menggantikan Anda sebagai pembicara.

Keuntungan menggunakan alat bantu visual:

- Anda tidak perlu khawatir tentang kelanjutan bicara Anda. Apa yang akan Anda bicarakan lebih lanjut sudah ada di sana. Apa yang Anda perlukan hanyalah kalimat transisi yang baik dan mulus;
- Anda bisa bergerak dengan lebih leluasa. Pergerakan Anda akan memaksa audience mengikuti pembicaraan Anda;
- Anda bisa tetap melakukan kontak mata dengan alamiah dan normal;
- Anda tetap bisa bicara sesuai dengan track dan alur pemikiran yang telah Anda rencanakan;

Catatan: Selalulah memperkenalkan alat bantu visual Anda sebelum mulai membahas isinya.

Dari semua pilihan di atas, tidak ada yang bisa mengalahkan persiapan dan latihan. Jadi, Anda pilih yang mana?


Pakar public speaking

Rahasia terbesar para pakar public speaking:
Mereka menguasai isi bicara dari awal sampai akhir.
Untuk apapun yang mereka bicarakan, mereka sudah tahu awal, pertengahan dan akhirnya.
Sebab pembicara yang baik adalah pembicara yang bisa menggerakkan audience-nya mengambil tindakan.
I care About You,
Dwika




Menulis Bahan Bicara
Terjemahan bebas dari materi oleh:
Katie Schwartz 
QA-Communication


Sebelum Anda berbicara, Anda bisa menuliskan terlebih dahulu bahan bicara Anda. Dan dalam menuangkan isi bicara Anda ke dalam bentuk tulisan, harus ada kesesuaian antara 'hitam di atas putih' dan 'bicara sampai berbuih-buih'. Dalam faktanya, seringkali bahan bicara yang tertulis, malah membingungkan sang pembicara sendiri saat 'membaca sembari membicarakannya'.

Kesalahan itu, biasanya terjadi karena tiga hal yaitu:

- Kemampuan menulis yang kurang terlatih;
- Penguasaan topik yang tidak optimal; dan
- Kemampuan presentasi dan bicara yang kurang dikembangkan.

Semuanya saling terkait dan harus dikembangkan secara simultan. Sebab, komunikasi -- yaitu yang menjadi inti dari aktivitas berbicara Anda -- terdiri satu paket yang utuh berupa:

- Menulis;
- Membaca;
- Mendengar; dan
- Berbicara.

Tips menulis non fiksi ini bisa menyemangati Anda, "Motivasi Menulis Bagi Kaum Profesional":

http://www.indodigest.com/indonesia-special-article-47.html

GUNAKAN MATA AUDIENCE
Saat menuliskan bahan bicara, gunakanlah kacamata audience Anda. Dan apa yang Anda tulis, yang kemudian Anda sampaikan, sebisa mungkin segera melibatkan audience sejak awal Anda berbicara. Gunakan cerita, joke atau humor, statistik atau pertanyaan yang teoritis atau filosofis.

"Mengapa manusia pasti mati?"

INFORMASIKAN NILAI
Jelaskan kepada audience Anda, nilai-nilai yang bisa diambil dari sesi bicara Anda. Anda tidak boleh melupakan yang satu ini dalam berbicara, sebab itulah inti bicara Anda. Oleh sebab itu, informasi tentang nilai itu harus ikut Anda tulis. Intinya: Mengapa mereka harus mendengarkan Anda?

GUNAKAN SEDIKIT POIN
Lagi-lagi, kesesuaian bahan tertulis dan isi bicara tidak bisa meninggalkan hukum lama yang sudah baku, yaitu; gunakan sedikit poin saja. Dengan demikian, tulisan bahan bicara Anda bisa terorganisir dengan rapi, runut dan urut.

Perhatikan kerangka untuk mengorganisasi berbagai hal ini:

- Urutan waktu;
- Urutan cerita atau kisah; dan
- Urutan slide atau alat bantu visual lainnya;

BUAT REVIEW
Anda tidak bisa mereview on-the-fly, alias Anda karang begitu saja reviewnya saat sesi bicara akan berakhir. Sejak awal berbicara, Anda sudah harus tahu bagaimana nanti kesimpulannya, apa akhir dan ujungnya. Dan ini, tidak bisa diimprovisasi melainkan sudah harus dipersiapkan sebelumnya.

Inilah rahasia terbesar para pakar public speaking. Mereka menguasai isi bicara dari awal sampai akhir. Untuk apapun yang mereka bicarakan, mereka sudah tahu awal, pertengahan dan akhirnya.

Oleh karena itu, tulislah review Anda. Dan jangan lupa, tulis juga permintaan aksi Anda. Mengapa? Sebab pembicara yang baik adalah pembicara yang bisa menggerakkan audience-nya mengambil tindakan.

KUASAI TOPIKNYA
Berbicara adalah sama dengan menulis, tanpa Anda kuasai subjek atau topiknya, Anda akan kelimpungan saat berdiri di depan audience.

Muatlah ke dalam tulisan Anda, berbagai informasi pendukung yang relevan dan akurat serta sesuai dengan topik bicara Anda. Sekalipun nanti, Anda tidak akan membicarakannya. Langkah ini diperlukan, karena audience Anda bisa bergerak radikal. Berbagai pertanyaan, diskusi dan bahasan, bisa berlari kesana-kemari dengan liar. Anda harus siap. Bersiaplah dengan menuliskannya. Sewaktu-waktu, Anda mungkin akan menggunakannya.

Galilah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan diajukan audience Anda. Mereka mungkin bertanya, mungkin juga tidak. Akan tetapi, jelas Anda telah siap.

BERLATIHLAH
Ingatlah bahwa sekalipun Anda telah menuliskannya, apa yang akan Anda lakukan nanti adalah berbicara. Jadi berlatihlah. Sebab Anda akan menjadi pembicara paling membosankan di seluruh dunia, jika Anda hanya membacakan 'bicara' Anda.

Jika Anda gugup, jangan anggap diri Anda sebagai pembicara. Anggaplah diri Anda sebagai seorang guru. Ini bisa membantu.

Berlatihlah dengan tape recorder atau kamera video jika memang perlu. Dengarlah diri Anda, dan BUKAN tulisan Anda. Apakah Anda terdengar seperti pakar? Antusias? Jelas? Bisa dimengerti?

BERILAH TANDA
Jika bahan tertulis Anda, akan Anda jadikan semacam hand-out, ingat ini baik-baik:

Cantumkan informasi tentang diri atau perusahaan Anda, termasuk nomor kontak yang diperlukan untuk menghubungi Anda, di SETIAP lembar hand-out Anda. Anda tidak akan pernah tahu, lembar-lembar itu akan terbang kemana. Yang jelas, itu juga merupakan alat pemasaran Anda. Ketahuilah, sebagian besar pembicara sering melupakan hal ini.

Jadilah pembicara. Pembicara yang profesional. Profesional dalam membaca, menulis, mendengar, dan berbicara.


Anda mau berkarya

Anda tidak merasa bekerja, melainkan merasa melakukan sesuatu yang disenangi atau dicintai. 
Anda merasa sedang menghasilkan karya besar. 
Anda  bekerja adalah media bagi Anda untuk menghasilkan berbagai masterpiece.
Dengan memahami bagaimana para seniman menikmati proses berkarya itu, Anda bisa mencintai apa yang Anda  kerjakan.
I Care About You,
Dwika






Merubah Kebiasaan Menunda Dengan Bicara dan Bahasa
QA-Communication


Dengan lebih percaya diri berbicara, Anda akan lebih percaya diri dalam segala aspek kehidupan Anda. Anda akan lebih percaya diri dalam bekerja, dalam berinteraksi dengan orang lain, dalam memimpin, menjual dan berpresentasi, dalam mengambil keputusan, dalam menentukan pilihan, dalam mengeksplorasi peluang, dalam memanfaatkan kesempatan, dalam mengatasi masalah dan hambatan.

Apa artinya semua itu? Artinya, Anda akan lebih percaya diri dalam menggapai cita-cita, dalam meraih impian, dalam memenuhi target dan mencapai sasaran, dalam apapun yang Anda inginkan, dalam apapun yang Anda kerjakan.

Fakta-fakta:

1. Dengan lebih percaya diri dalam berbicara, Anda akan lebih percaya diri lagi dalam mencapai kesuksesan.
2. Dengan anggota tim yang lebih percaya diri dalam berbicara, tim Anda akan lebih percaya diri dalam mencapai kesuksesan.
3. Dengan orang-orang di dalam perusahaan yang lebih percaya diri dalam berbicara, perusahaan Anda akan makin mendekati kesuksesan!
Materi dari University of Texas at Austin Learning Center dan Chuck
Gallozzi

PENUNDAAN ADALAH KUBURAN DI MANA KESEMPATAN DIMAKAMKAN
Prokrasinasi atau procrastination, artinya penundaan atau menunda-nunda. Secara teknis, apa yang ditunda adalah "memulai" dan "menyelesaikan". Berapa banyak hal yang kita tunda setiap hari? Apapun alasan kita, menunda selagi kita bisa melakukannya sekarang, tidak lebih dan tidak kurang adalah menghambur-hamburkan peluang.

SEBAB-MUSABAB SIKAP MENUNDA
1. Kesalahan persepsi tentang hidup.

Sebagai manusia, kita tidak hanya menciptakan kata-kata. Sebaliknya, kata-kata juga membentuk persepsi kita. Ambil contoh kata "bekerja". Kata ini punya konotasi negatif. Kita seringkali tidak melihatnya sebagai berkah, melainkan sebagai beban atau hukuman. Bekerja menjadi tidak nyaman dan tidak menyenangkan, dan karena itu, ia cenderung dihindari. Itu sebabnya, kita menjadi malas.

Kita sering mengatakan "mau berangkat kerja". Bisakah Anda membayangkan kata itu diucapkan oleh Picasso, Mozart, Peter Pan, Radja, atau Ratu? Bisakah Anda membayangkan bahwa Dian Sastro mengatakan "saya mau berangkat kerja"? Sebagai seniman, mereka jelas lebih memilih kalimat "saya mau berkarya". Apa sebabnya? Sebab mereka tidak merasa bekerja, melainkan merasa melakukan sesuatu yang disenangi atau dicintainya. Mereka merasa sedang menghasilkan karya besar. Apa artinya? Artinya, bekerja adalah media bagi mereka untuk menghasilkan berbagai masterpiece.

Dengan memahami bagaimana para seniman menikmati proses berkarya itu, kita bisa mencintai apa yang kita kerjakan.

2. Merasa kewalahan.

Kita sering merasa terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan. Dalam hal ini, kita perlu mengingat bahwa sebuah perjalanan 1.000 kilometer, selalu dimulai dengan langkah pertama. Artinya, kita harus punya keberanian untuk memulai. Sebesar apapun impian Anda, jika Anda memecahnya menjadi berbagai paket kecil, maka Anda akan tetap bisa mencapainya, satu per satu.

3. Takut gagal.

Takut gagal juga bisa menciptakan penundaan. Misalnya seseorang yang bermimpi bisa menulis buku. Selama dirinya merencanakan untuk menulisnya "pada suatu hari kelak", maka ia masih mungkin mencapainya. Jika ternyata ia berhasil memulainya dan kemudian bisa menyelesaikannya, tapi ternyata tidak ada yang membeli bukunya, maka...wah.....! Akan ada kegagalan.

Benarkah akan ada kegagalan? Bagaimana bisa ia gagal jika ia terus belajar dari berbagai kesalahan?

Jangan biarkan ketakutan menghentikan Anda. David J. Schwartz mengatakan, "Untuk menghadapi ketakutan, bertindaklah. Untuk semakin takut - tunggulah, berhentilah, tundalah."

4. Sifat alamiah manusia.

Secara alamiah, kita sebagai manusia ingin menghindari sakit dan meraih kesenangan. Jika Anda melihat bekerja sebagai MENYAKITKAN dan menonton TV sebagai kesenangan, maka Anda cenderung menunda kerja dan memilih menonton TV. Jika Anda seperti ini, maka Anda termasuk "kaum sufi", alias kaum yang suka tifi.

MENGAPA HARUS SEKARANG?
SAAT INI, kita semua sedang berada di sebuah terminal transit. Keberadaan kita hanya SEMENTARA, dan kita akan melanjutkan perjalanan. Terminal itu adalah HIDUP. Jadi apalagi yang kita tunggu? Waktu untuk melakukan berbagai hal secara berbeda, saat untuk menentukan prioritas, dan terus maju menuju kesuksesan, adalah SEKARANG. Kita tidak bisa lagi menunggu lebih lama.

Tidak perlu lagi Anda memperlakukan hidup seperti hujan. Anda menunggu sampai hujan reda, kemudian baru melanjutkan perjalanan. Hidup Anda bukanlah hujan. Hidup Anda adalah WAKTU.

Pakar Manajemen Waktu Alan Lakein mengatakan, "Waktu = Hidup. Sia-siakanlah waktu Anda, maka Anda menyia-nyiakan hidup Anda. Kuasai waktu Anda, maka Anda menguasai hidup Anda."

Dan pedoman hidup Anda mengatakan, "Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh."

1. Tidak waktu untuk menunda. Yang Chu (440 ~ 360 SM) mengingatkan kita, "Seratus tahun adalah hidup yang panjang. Belum tentu satu orang dari seribu yang akan mencapainya. Dan jika seseorang bisa setua itu, waktunya masih didiskon dengan kehidupan bayi dan masa kepikunan. Kemudian dikurangi lagi dengan saat tidurnya. Dikurangi lagi dengan masa sakitnya. Dikurangi lagi dengan masa sedihnya. Dikurangi lagi dengan masa takutnya. Maka jumlah waktu senangnya, hanya akan sepuluh tahun saja. Dengan begitupun, tidak ada satu jam pun yang tidak terbebas dari kekhawatiran."

Austin Dobs: "Time goes by, katamu? Ah tidak. Waktu tetap di tempatnya. Kitalah yang pergi."

2. Lebih cepat kita bertindak, lebih cepat kita belajar dari pengalaman, melakukan perbaikan, dan mendapatkan hasilnya. Ingatlah bahwa berbagai hal, akan kita lakukan lebih lama daripada yang kita bayangkan. Dan lagi, kita mungkin belum akan benar di saat pertama. Kita tidak bisa memilih hari dan waktu di mana kita akan sukses. Tapi kita bisa memilih untuk melakukannya SEKARANG. Sekaranglah saatnya untuk merealisasikan bagian awal dari sukses kita.

3. Sekalipun segala sesuatu menuntut waktu lebih lama dari yang kita bayangkan, semua itu juga lebih mudah DILAKUKAN daripada dibayangkan. Keuntungan manusiawi ini akan hilang menguap jika kita terus menunda. Saat kita menunda, jumlah tugas akan bertambah, waktu yang tersisa akan menyusut. Saat kita ingin mewadahi segala tugas di gayung kecil waktu kita, kualitas upaya kita akan menurun drastis, dan risiko melakukan kesalahan akan menjadi lebih besar.

Ikhwan Sopa mengatakan, "Segala hal lebih berat di kepala daripada di pundak."
Aidh Al-Qarni (pengarang "Don't Be Sad" - "La Tahzan") mengatakan,"Usahlah engkau tanggung beban dunia. Biarlah bumi saja yang menanggungnya."

Delegasikan tugas Anda ke bumi, lewat jiwa dan raga Anda.

4. Bertindak SEKARANG adalah kesimpulannya. Kekuatan Anda bertindak hanya ada pada SEKARANG. Anda tidak bisa bertindak BESOK, sebab besok belum tentu ada. Anda tidak bisa bertindak KEMARIN, sebab kemarin sudah tiada. KEMARIN dan BESOK tidak bisa membantu Anda. SEKARANG-lah yang bisa.

5. Konsekuensi dari tindakan positif akan mendongkrak nilai, rasa PD, pengetahuan atau pemahaman, dan KEKUATAN Anda. Adakah waktu yang lebih tepat untuk menikmati semua keuntungan itu selain SEKARANG?

6. Nikmati hidup Anda SEKARANG, daripada melihat orang lain menikmati hidupnya. Jadilah pemain dan bukan penonton. Daripada menonton apa yang terjadi pada diri Anda, ciptakanlah apa yang Anda inginkan terjadi pada diri Anda.

7. Temukanlah diri Anda. Kejutkanlah diri Anda, buatlah diri Anda terperangah dengan menjadi seseorang yang Anda sendiri tidak pernah membayangkannya.

8. Anda pernah menyesali waktu yang telah Anda sia-siakan? Jika ya, gunakan penyesalan itu untuk memacu Anda. Dengan bertahan pada prioritas, Anda akan melindungi diri sendiri dari penyesalan di kemudian hari.

9. Songsonglah kesempatan, dan kesempatan memang disediakan untuk mereka yang mengambil tindakan. Sekali ia menampakkan diri, Anda harus segera bertindak karena ia tak akan muncul dua kali. Kesempatan adalah cacing yang menunggu early bird.

10. Jika Anda menyibukkan diri, Anda tak akan punya waktu untuk mengeluh atau jatuh di bawah pengaruh negatif orang lain.

11. Ciptakan lebih banyak waktu! Jika Anda selalu mengerjakan sesuatu segera setelah ia muncul, maka Anda telah efisien dalam bertindak. Dan dengan begitu, Anda akan punya lebih banyak waktu.

12. Alamilah kedamaian pikiran. Anda tidak akan bisa mengerjakan semua hal yang Anda inginkan. Akan tetapi, jika Anda bisa mengerjakan hal terpenting yang harus dikerjakan, maka Anda akan tidur dengan nyenyak.

Jadi kapan? Bagaimana dengan pertengahan antara kemarin dan besok!?

MERUBAH SIKAP MENUNDA
Penundaan adalah kuburan di mana kesempatan dimakamkan. Jika waktu adalah kehidupan, maka penyia-nyian waktu adalah pembunuhan. Artinya,
penundaan itu MEMATIKAN.

Abraham Lincoln mengatakan, "Berbagai hal akan datang kepada mereka yang menunggu. Akan tetapi, itu semua hanya sisa dari mereka yang
bergerak."

1. Klarifikasi sasaran pribadi.

Klarifikasilah sasaran pribadi Anda dengan tegas dan jelas. Pastikan Anda bisa melihat atau mengingatnya di mana saja. Apa yang "harus" adalah apa yang paling penting bagi Anda. Jika keadaan memang memaksa Anda untuk menunda, pertegas alternatifnya. "Saya mestinya belajar malam ini. Tapi saya terlalu lelah hari ini. Saya harus tidur. Saya AKAN belajar setelah solat Subuh."

2. Ganti "harus" dengan "ingin".

Saat Anda mengatakan "harus" melakukan sesuatu, secara tidak langsung Anda mengatakan "dipaksa" melakukannya. Anda jelas akan berontak. Penundaan adalah mekanisme pertahanan Anda untuk menghindari sakitnya sebuah pemaksaan.

Solusi bagi Anda, adalah memahami bahwa Anda memang tidak perlu mengerjakan apa yang tidak ingin Anda kerjakan. Mungkin akan ada konsekuensi serius dari sikap seperti ini. Namun Anda harus memahami bahwa Anda memang selalu bebas dalam memilih. Tak ada seorang pun, yang memaksa Anda bekerja atau berbisnis sebagaimana yang Anda lakukan saat ini. Anda telah menjadi seperti sekarang ini, adalah akibat dari segala keputusan yang telah Anda ambil dengan bebas selama ini.

Jika Anda tidak ingin menjadi dokter, padahal Anda sekarang adalah dokter, maka Anda menjadi dokter adalah karena Anda memutuskan untuk menjadi dokter. Jika Anda memang tidak ingin dipaksa menjadi dokter, katakanlah 'tidak' pada orang tua Anda misalnya. Jika Anda memilih untuk tidak pernah mengatakannya, maka profesi dokter adalah pilihan Anda sendiri. Dan jika sekarang Anda ingin beralih profesi, itupun adalah pilihan Anda sendiri.

Ingatlah bahwa kebiasaan menunda tidak terjadi pada seluruh area kehidupan seseorang. Seseorang yang jagoan menunda sekalipun, selalu punya satu atau beberapa hal yang tidak pernah ditundanya. Orang itu selalu punya pilihan untuk INGIN mengerjakannya.

Artinya, kebiasaan menunda-nunda bisa dikurangi dengan memahami keberadaan pilihan. Anda bisa memilih untuk INGIN atau HARUS mengerjakan sesuatu. Ubahlah keharusan mengerjakan sesuatu, menjadi keinginan untuk mengerjakannya.

3. Ganti "selesaikan" dengan "mulailah".

Saat Anda merasakan bahwa pekerjaan Anda tidak pernah selesai, Anda akan merasa kewalahan. Berikutnya, godaan tentang waktu luang atau selesainya perkerjaan akan mulai mempengaruhi Anda. Anda mulai malas, dan akhirnya menunda atau membiarkan pekerjaan Anda terbengkalai. Anda telah menggeser prioritas Anda, hanya karena ingin menunda suatu pekerjaan. Ubahlah cara berpikir Anda. Pecahlah tugas Anda ke dalam paket-paket kecil. Apalagi yang harus saya kerjakan? Mana lagi yang harus saya mulai?

Gantilah:"Bagaimana saya harus menyelesaikan semua ini?"

Menjadi:"Langkah kecil apa yang bisa saya mulai sekarang juga?'

4. Ganti "all or nothing" dengan "better small than nothing at all".

Berpikir bahwa pekerjaan Anda harus sempurna, akan mencegah Anda untuk memulainya. Percaya bahwa mengerjakan segala sesuatu yang duniawi haruslah sempurna, adalah resep untuk stress. Jebakan sempurna, akan membuat Anda terlalu banyak berpikir dan akhirnya menggeser tindakan ke menit-menit terakhir. Dengan itu Anda telah merasa menemukan jalan keluar. Kemudian, Anda mulai bekerja. Tapi tiba-tiba, Anda menyadari bahwa waktunya tidak cukup lagi. Kemudian Anda meminta penambahan waktu. Dan jika Anda mendapatkan waktu tambahan, Anda memulainya lagi dari awal. Kemudian Anda menundanya lagi. Kurang waktu - tambah waktu - kurang waktu - tambah waktu... sampai kapan? Anda tidak akan pernah sempurna!

Kesempurnaan manusia terletak pada keterbatasan dan kekurangannya. Jika manusia tidak lagi memiliki kekurangan dan keterbatasan, maka ia tidak sempurna lagi sebagai manusia. Beri izin pada diri Anda untuk menjadi manusia seutuhnya. Menjadi manusia yang sempurna, lengkap dengan batasan dan kekurangannya.

Pernahkah Anda temui software komputer yang sempurna? Alat yang sempurna? Benda yang sempurna?

Ketidaksempurnaan dari apa yang Anda kerjakan hari ini, adalah lebih baik daripada sesuatu yang sempurna tapi tak pernah terjadi.

5. Ganti "hu...hu...hu" dengan "ha...ha...ha".

Ubahlah suasana kerja yang tidak nyaman dengan kegembiraan. Ciptakan jaminan bahwa Anda akan bekerja dalam kegembiraan. Untuk bergembira, Anda harus menciptakannya. Kegembiraan tidak tergantung pada suasana, tapi tergantung pada kemauan Anda.

Pernahkan Anda merasakan betapa beratnya beban kerja Anda? Panjangnya jam kerja Anda? Tanpa bergembira? Lembur melulu? Yang itu-itu juga?

Pastikanlah bagian yang bisa "bergembira" dari diri Anda. Kemudian, susunlah berbagai pekerjaan Anda di sekitar dan sekelilingnya. Maka, kegembiraan Anda akan terjamin. Anda bisa senang dengan utak-atik mobil? Lakukan itu dan tunjukkan kepada teman sekantor. Anda senang ikan hias? Taruhlah akuarium di meja kerja Anda. Anda senang musik? Belilah earphone agar tak mengganggu 'kesenangan' orang lain.

Sekilas, anjuran di atas seperi kontraproduktif. Sebaliknya, secara ekstrem justru membuat Anda lebih produktif. Inilah yang disebut dengan "reverse psychology".

Dengan 'settingan' seperti di atas, jika Anda mulai merasa berlebihan dalam bergembira, maka Anda akan mulai "ingin" bekerja. Anda tidak lagi merasa "harus" bekerja, tapi Anda memang menginginkannya. Motivasi Anda akan melejit. Itu terjadi karena Anda merasa sudah cukup bergembira. Libur yang terlalu lama, akan membuat Anda rindu pada kerja. Persis seperti pengangguran yang merindukan pekerjaan.

6. Gunakan "kotak waktu".

Pecah tugas Anda ke dalam paket-paket kecil. Kumpulkan berbagai tugas kecil Anda itu, dan masukkan semuanya ke dalam kotak waktu Anda. Aturlah kotak waktu Anda untuk 30 menit. Kelompokkan tugas-tugas kecil Anda menjadi satu gugus tugas, yang seluruhnya dapat diselesaikan dalam waktu 30 menit atau kurang. Setelah 30 menit, hadiahi diri Anda sendiri dengan bonus yang sepadan, misalnya menonton TV, makan camilan atau hadiah lain yang cukup merangsang. Setelah itu, kerjakan lagi 'paket 30 menit' berikutnya, dan kejar hadiah yang lain.

Secara umum, Anda pasti punya daya tahan jika bekerja hanya 30 menit. Apalagi, jika hadiahnya cukup menggiurkan.

7. Terima diri apa adanya.

Terimalah diri Anda "apa adanya". Berhentilah memikirkan "ada apanya" dengan diri Anda. Kebiasaan Anda menunda-nunda, mungkin membebani Anda. Untuk tidak menjadikannya penyebab stress lanjutan, terimalah diri Anda sebagai pembelajar:

- Beri waktu bagi diri Anda untuk berubah;
- Beri kesempatan bagi diri Anda untuk 'naik' dan 'turun';
- Hargai diri Anda untuk apapun yang Anda kerjakan;
- Sering-seringlah memaafkan diri Anda sendiri.

Setelah tanda seru berikut ini, segeralah kerjakan apapun yang Anda INGINKAN!
 


Orang yang mengkritik Anda

Orang yang mengkritik Anda mungkin tidak kompeten, penuh curiga, atau cemburu buta. Jika demikian, setelah berterimakasih kepada mereka, lupakan semuanya.
I Care About You,
Dwika




Menyikapi Kritik
Terjemahan bebas dari materi oleh:
Chuck Gallozzi

Kritik sering kali menjadi musuh besar kita. Berapa banyak dari kita yang langsung bereaksi tidak sehat manakala kritik menerpa? Apa yang terjadi saat kita mengkritik? Bagaimana menyikapi kritik?

LUKA YANG KITA BUAT
Bayangkanlah kita menikam dada orang yang kita cintai.

Saat bilah pisau itu terbenam ke dalam dadanya, ia tersedak mencoba menghirup udara, ia mencoba meraup apa yang masih bisa digapainya. Dengan liar, wajahnya menyemburkan teror dan ketakutan. Memancarkan kesakitan yang teramat sangat pedih rasanya. Ia mulai kehilangan darah, dan ia mulai mengalami shock yang parah. Ia pun terjatuh. Sekarat dan bersimbah darah.

Mungkin ia masih beruntung, karena ada yang sempat mengantarnya ke rumah sakit dengan ambulan. Tapi sekalipun ia akan sembuh dari penderitaannya, dadanya tetap akan menyisakan goresan luka besar yang tidak sedap untuk semua mata.

SENJATA ITU ADALAH KRITIK
Tak terbayangkan bahwa Anda akan mampu melakukannya. Dan jikapun Anda tetap melakukannya, segera setelah Anda menyadari apa yang telah Anda lakukan, yakinlah; Anda tidak akan pernah mengulanginya.

Begitulah, mungkin hampir setiap hari, banyak dari kita yang terus dan lagi-lagi, menikam orang-orang yang kita cintai. Kita menggunakan pisau yang tak terlihat, pisau yang tidak membuat darah muncrat. Senjata itu adalah senjata pilihan. Dan pilihan itu adalah KRITIK. Luka yang kita buat, sama dalam dan pedih seperti luka oleh pisau dari baja.

KRITIK ADALAH MESIN PENGHANCUR
Kritik yang kita lontarkan merontokkan rasa percaya diri. Orang yang kita kritik merasa tak dicintai lagi. Mereka mulai masuk ke alam yang penuh dengan keragu-raguan. Dan sebelum luka mereka sempat sembuh kembali, Kita menikamnya lagi, dan lagi. Tepat di tempat yang sama.

KRITIK ITU MENIPU
Mengapakah kita bisa menjadi begitu sadis pada orang-orang yang kita cintai? Kita telah tertipu, karena bilah yang di tangan dan luka yang kita buat tak pernah terlihat nyata. Mengapakah kita bisa menjadi begitu jahat dan dengki? Jawabnya, adalah karena rasa tak aman kita sendiri.

BAYANGKAN BILAH PISAU ITU
Bagaimanakah kita bisa memperbaiki diri?
Saat kita mulai merasa melakukan pembantaian terhadap orang lain,
dengan kata-kata yang pedas dan sengit,
dengan ungkapan yang tajam bak bilah pedang,
dengan suara dan kata yang membakar jiwa serta semangat,

berhentilah sebentar, dan bayangkanlah senjata kita itu menjadi nyata.

Dan jika kita bisa melihat, luka seperti apa yang akan kita buat, stop!

KRITIK DILAKUKAN DENGAN KATA
Kita sering tidak menyadarinya. Contoh: kata "tapi."

"Lihatlah Ayah, Saya dapat nilai A untuk olah raga di raport Saya."
Ayah menjawab, "Wow.. itu bagus sekali anakku, TAPI, kamu dapat C untuk matematika."

Kata "tapi" adalah tombol "cancel" atau tuts "esc" di pojok kiri atas keyboard komputer kita. Kata itu membatalkan semua puja dan puji yang telah kita lontarkan sebelumnya. Dan tidak lebih, pembicaraan di atas telah berubah jadi begini.

"Lihatlah Ayah, Saya pintar di sekolah."
"Tidak. Kamu goblok!"

HARGAI SEKECILPUN APA-APA
Bandingkan jika respon itu diubah lebih baik dengan menjadi begini.

"Wow.. itu bagus sekali anakku, nanti Ayah bilang sama Ibu betapa pintarnya kamu. Pertahankan ya."

Ia akan terinspirasi dan berupaya lebih keras untuk matematikanya, karena ia ingin menangguk lebih banyak puji dan puja, dari orang-orang yang dicintanya. Itu lebih baik ketimbang ia jadi merasa tak berguna karena "tapi" dari mulut Ayah atau Ibunya.

JIKA ANDA DIKRITIK
1. Jadikan kritik sebagai sarana belajar. Yaitu, INGAT RASA LUKANYA, dan berupayalah untuk tidak melakukannya pada orang lain;

2. Ingat bahwa PISAU YANG DIGUNAKAN TIDAK TERLIHAT, itulah sebab mereka tak menyadari luka yang dibuatnya. Maafkan mereka;

3. INGAT LUKA MEREKA. Saat seseorang menjadi sengit, sadis, kasar atau tidak bertenggang rasa, mereka tidak membenci Anda. Mereka mengalami derita akibat sesuatu di dalam dirinya. Jika mereka mengumpat, bukanlah Anda yang diumpat. Yang mereka tuju adalah sesuatu di dalam diri mereka, yang tak pernah ditunjukkan atau diceritakan. Mungkin itu orang lain yang telah kejam kepada mereka. Mungkin itu sesuatu yang telah mempermalukan mereka;

4. SETIAP ORANG TIDAK SAMA. Itulah berkah Tuhan. Pahami mereka sebagai manusia yang masing-masingnya tidak sama;

5. Setelah Anda menerima kritik, BERTERIMAKASIHLAH PADA MEREKA atas nasehatnya. Berjanjilah untuk mempertimbangkan apa yang mereka katakan. Dengan berterimakasih, Anda telah melucuti senjata mereka, antagonismenya, dan mengakhiri bicara dengan damai dan melegakan;

6. LUPAKAN. Orang yang mengkritik Anda mungkin tidak kompeten, penuh curiga, atau cemburu buta. Jika demikian, setelah berterimakasih kepada mereka,
lupakan semuanya;

7. EVALUASI KRITIK MEREKA. Mungkin mereka tidak objektif. Tapi mungkin juga ada poin mereka yang memang benar. Gunakan pengalaman ini sebagai kesempatan untuk tumbuh. Ingat, Anda tidak sempurna. Belajarlah dari mereka kapan saja dan di mana saja. Tapi jangan, jadikan itu alasan untuk mengkritik orang lain.

Bahaya kritik bukan pada kritiknya, tapi pada karakternya yang bisa memunculkan siapa Anda sebenarnya.
QA-Communication

Komitmen seumur hidup


Komitmen seumur hidup demi masa depan dan kesejahteraan bersama. 
Anda mulai berkolaborasi, dengan diri sendiri, dan dengan orang lain.
Fase terakhir itulah, yang memungkinkan segala hal di masa depan bisa berkembang menjadi lebih baik dan makin baik.
I Care About You,
Dwika






Menyikapi Perubahan
Dari materi oleh:
Patti Hathaway


“Saat sebuah pintu tertutup, pintu lain sebenarnya terbuka; akan tetapi, kita seringkali terlalu lama mencari-cari dan terus menyesali pintu yang telah tertutup, hingga kita tak lagi bisa melihat pintu yang terbuka.”-- Alexander Graham Bell --

SEKALI LAGI, SEMUANYA MEMANG BERUBAH
Ya. Dunia ini berubah. Hidup Anda berubah. Makin berat dan makin menyesakkan. Dan secara insting, Anda akan bereaksi terhadap perubahan. Perubahan adalah keharusan, dan bereaksi terhadap perubahan adalah sifat dasar Anda sebagai manusia. Bertahan terhadap perubahan merupakan reaksi yang normal dan dalam banyak hal amat bermanfaat.

Bahwa itu instingtif, normal dan bermanfaat, dasarnya adalah fakta di mana bertahan adalah termasuk salah satu cara untuk survive. Maka, perilaku Anda untuk bertahan atau menolak perubahan, biasanya muncul karena perubahan yang terjadi dianggap mengancam eksistensi dan keselamatan Anda.

Konon, ada empat fase berkaitan dengan cara Anda bereaksi terhadap perubahan. Mulai dari bertahan, sampai Anda harus mengakomodasinya.

1. IGNORE THE PAIN
Pertama adalah ‘mengabaikan rasa sakit’. Perubahan jelas memunculkan rasa sakit atau ketidakpuasan. Pada banyak kasus, Anda akan mengabaikan efek ini dalam berhadapan dengan perubahan. Dalam kenyataannya, Anda bahkan mungkin mengabaikan fakta bahwa perubahan memang sedang terjadi. Anda biasanya akan berkomentar, “mengapa mereka melakukan ini pada Saya?” atau, “Hal itu tidak akan pernah terjadi”. Anda cenderung menghindari segala informasi yang berkaitan dengan perubahan.

2. FEEL THE PAIN
Kedua, adalah saat Anda mulai ‘merasakan sakitnya’ sebuah perubahan. Muncul persepsi-persepsi bahwa perubahan yang terjadi akan berakibat lebih buruk dari yang Anda perkirakan pada mulanya. Anda mulai merasakan berbagai kerugian akibat perubahan, dan mulai bernostalgia tentang indahnya masa lalu. Anda mulai mempertanyakan, “Apakah selama ini Saya sudah salah langkah?” Anda mulai merasakan bahwa Anda tak punya pilihan atau kontrol terhadap berbagai perubahan yang secara langsung ditujukan kepada diri Anda. Fase ini adalah fase terberat di mana Anda cenderung memilih berbagai langkah berikut ini.
- Diam
Anda mungkin memilih diam dan hanya menjilati luka. Meringkuk di pojok yang gelap, seperti seekor kucing kampung yang tenggelam dalam duka dan doa. Anda merasakan sakitnya sendirian. Anda bahkan tidak membolehkan orang lain memahami apa yang Anda rasakan. Hal ini secara negatif mulai mempengaruhi perilaku dan produktifitas Anda.

- Marah
Anda mungkin memilih marah tapi berlindung di balik punggung orang-orang besar. Anda berusaha memanipulasi sistem untuk agenda pribadi. Maka, moral lingungan, komunitas dan organisasi mulai terpengaruhi secara negatif.

- Berontak
Anda mungkin memilih marah dan mengungkapkannya dengan agresif. Anda tidak memperdulikan lagi perasaan orang lain, dan apa yang ingin Anda capai adalah menciptakan rasa sakit yang sama pada diri orang lain. Mereka juga harus merasakannya! Begitulah luapan amarah Anda. Anda menjadi orang yang menyimpan dendam dan kesumat.

- Mengisolasi diri
Anda mungkin memilih untuk mempertegas batas-batas teritori. Anda memutuskan bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan dan harapan Anda. Muaranya, Anda mencoba untuk melindungi dan menutupi berbagai blunder dan kesalahan di wilayah-wilayah yang menjadi teritori Anda.

- Menaikkan Egoisme
Anda mungkin memilih untuk tidak melakukan sharing terhadap berbagai informasi jika itu menguntungkan diri Anda. Jika Anda merasa bahwa kontribusi Anda tidak diakui di mata otoritas dan komunitas, maka Anda akan menahan berbagai informasi yang mungkin menguntungkan pihak lain atau bahkan semua pihak. Informasi adalah kekuatan.

3. HEAL THE PAIN
Ketiga, adalah fase di mana Anda mulai ‘menyembuhkan luka’. Fokusnya adalah diri Anda sendiri, dan bagaimana perubahan akan mempengaruhi diri Anda. Anda mulai melihat masa depan dan berbagai tantangannya. Ini adalah titik permulaan yang terhitung baik bagi bagi Anda dan semua orang di sekitar Anda.

4. KOMITMEN
Keempat, adalah fase di mana Anda mulai mencari persamaan dan komitmen ke masa depan. Ibarat perkawinan, komitmen ini adalah komitmen seumur hidup demi masa depan dan kesejahteraan bersama. Anda mulai berkolaborasi, dengan diri sendiri, dan dengan orang lain.
Fase terakhir itulah, yang memungkinkan segala hal di masa depan bisa berkembang menjadi lebih baik dan makin baik.

Dalam dunia yang sedang berubah ini, di tengah samudera yang badainya makin menggila, di deraan gelora emosi dan galaunya hati, di fase manakah kini Anda berada dan kemanakah arah dan fase yang akan Anda tempuh? Mana yang Anda pilih; evolusi, atau revolusi bagi diri Anda sendiri?
QA-Communication

Lebih powerfull

Satu CERITA TENTANG MANUSIA adalah lebih powerful dari pada seratus argumentasi. Daripada ribuan fakta dan angka.
I Care Abou You,
Dwika





Motivational Speaking
Terjemahan bebas dari materi oleh:
Mahavir Mohnot

Kita sering mendengar dua kata ini, motivational speaker. Seseorang berbicara di depan audience, dengan cara bicara yang amat meyakinkan, membuat semua orang terkesima, dan bisa merubah hidup para pendengarnya. Bagaimana mereka bisa melakukannya? Berikut adalah teknik yang paling umum digunakan oleh para motivational spekaer.

LANGKAH PERTAMA
Pertama dan paling penting: Buatlah audience merasa nyaman dengan pernyataan atau ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "I AM OK, YOU ARE OK".

"Saya senang sekali bisa bersama di ruangan ini, dengan sekelompok orang yang cerdas, pandai dan brilian!"

Jangan bicarakan tentang subyek atau topik utama.

LANGKAH KEDUA
Mulailah berbicara dari sebuah titik yang disebut dengan "titik kesepahaman".
Titik ini adalah sebuah cara pandang, atau persepsi, atau pemahaman di mana setiap orang akan mengatakan atau merasakan: "Ya! Memang begitulah adanya."

"Cinta, adalah salah satu hal paling berharga di dunia."

LANGKAH KETIGA
Secara perlahan, bergeraklah ke "titik perbedaan", atau "titik ketidaksepahaman". atau "titik kontroversi".

Pergeseran ini harus dilakukan secara bertahap. Semua pergeseran itu harus merupakan pergeseran dari KEPALA ke HATI atau dari KEPALA ke PERUT. Dari alasan-alasan LOGIS ke persoalan PERASAAN dan SUASANA HATI.

"Kita mencintai kehidupan. Kita mencintai makhluk dan ciptaan Tuhan di bumi. Kita mencintai teman dan keluarga. Kita ingin semuanya terpelihara dan terpenuhi kebutuhannya. Kita ingin selalu ada di sana saat mereka memerlukan kita. Dalam suka dalam duka. Hanya dengan berada di sana, kita merasakan bahwa kita telah memberikan dukungan emosional. Hal terkecil yang bisa kita lakukan untuk orang-orang yang kita cintai, adalah dengan berada di sana bersama mereka."

"Jika orang-orang itu adalah orang-orang penting dalam hidup Anda, maka merekalah cinta kita. Maka, Anda dan Saya adalah juga orang-orang penting dalam hidup setiap orang."

"Dan jika kita mencintai mereka, maka mengapakah kita terus saja menghancurkan diri sendiri dengan berbagai perilaku buruk? Perilaku yang buruk di mata kita, dan di mata mereka -- orang-orang yang kita cintai itu?"

"Bayangkanlah beberapa tahun dari sekarang, jika seseorang yang kita cintai berada dalam masalah, atau berada dalam kesenangan dan kebahagiaan. Dan saat itu, mereka begitu ingin, sangat-sangat ingin berbagi semua itu dengan kita. Sangat ingin saling menaruh perhatian dengan kita? Dan..."

Pertahankanlah kontak mata, perhatikan bahasa tubuh mereka.

LANGKAH KEEMPAT
Saat Anda bisa merasakan bahwa mereka telah mencapai suatu "titik tuned-in" dengan Anda, jangan buang kata lagi. Mintalah mereka melakukan sesuatu! Sesuatu yang sangat jelas, mudah dan realistis. Sesuatu yang harus dilakukan -- hari ini juga!

"Bisakah kita memutuskan -- sekarang -- dan berkomitmen mengakhiri segala perilaku buruk yang menyakiti dan melukai orang-orang yang kita cintai?"

"Mari kita tandai kesepakatan ini, dengan membubuhkan tanda tangan di kertas ini -- sekarang!"

LANGKAH KELIMA
Anggap mereka bisa menyetujuinya. Katakan bahwa Anda yakin dan percaya bahwa mereka semua akan melakukannya sesuai komitmen.

Berterimakasihlah pada mereka, dan tutup bicara Anda.

TIPS:

Dalam setiap tahap, maksimalkan penggunaan kata "kita". Kita tahu. Kita harus. Kita bisa. Kita ingin. Kita berharap.

Gunakan metode pathos (emosional) yang lebih powerful. Cara termudah adalah dengan menggunakan kalimat konotatif seperti "Kita berharap, seperti kita berharap saat kita melihat langit akan runtuh."

Jangan lepas anak panah lebih dari yang diperlukan.

Jangan paksakan situasi emosional. Biarkan ia mengalir secara alamiah. Jika tidak, semuanya akan buyar.

Satu CERITA TENTANG MANUSIA adalah lebih powerful dari pada seratus argumentasi. Daripada ribuan fakta dan angka.
QA-Communication

Tersenyum

Hampir semua masalah presentasi, bisa diselesaikan jika Anda menghadapinya dengan: Tersenyum!
I care Abou You,
Dwika





MENGHADAPI MUSIBAH PRESENTASI
Terjemahan bebas dari materi oleh
Strategic Communication Inc.

Ya, presentasi Anda tidak dijamin akan selalu sukses 100%. Sebagai manusia dan dalam berhubungan dengan sesama manusia, ditambah lagi dengan berbagai perlengkapan benda mati, berbagai kendala atau bahkan musibah dan bencana, dapat saja terjadi dalam suatu presentasi. Bagaimana menghadapinya?

MUSIBAH PRESENTASI TIDAK FATAL
Berdasarkan statistik, sebagaian besar musibah presentasi tidaklah fatal akibatnya. Pada prinsipnya, Anda bisa menyelesaikannya dengan dua modal dasar yaitu:

1. Tetap tersenyum; dan
2. Tahu persis, apa yang Anda mau dari "orang penting" dalam audience Anda.

TUAN RUMAH ATAU ORANG PENTING HARUS PERGI SEBELUM ANDA SELESAI BICARA
Untuk kasus ini, ikuti saja aturan lama:

"Katakan kepada mereka, apa yang akan Anda katakan, lalu katakan. Dan kemudian,katakan apa yang telah Anda katakan."

Cara di atas, biasanya akan menyelamatkan Anda. Selalulah ungkapkan poin penting Anda, di menit-menit awal presentasi Anda. Jika Anda menggunakan alat bantu visual seperti slide. Selalulah memiliki setidaknya satu slide khusus yang hanya berisi poin-poin penting Anda.

Jika kepepet sekali, mintalah orang-orang penting itu untuk tinggal sebentar. Dan biasanya, mereka mau melakukannya jika Anda memintanya dengan... tersenyum. Jangan lupa, ungkapkan satu pernyataan, yang tidak akan pernah dilupakan oleh mereka. Dan jika masih sempat, ungkapkan dua konsep yang mendukung pernyataan Anda.

ANDA DATANG TAPI ORANG PENTING TIDAK DATANG
Jika orang penting tidak bisa hadir, akan selalu ada orang lain, yang diserahi tanggung jawab untuk melapor kepada mereka. Mereka itulah, yang sekarang menjadi orang penting.

Tanyakan pada diri Anda sendiri, "Apa, satu kalimat yang Saya inginkan diucapkan oleh si pelapor kepada atasannya?" Pertanyaan ini mengimplikasikan apa yang harus dilakukan oleh si pembuat keputusan.

Apa yang perlu dihindari adalah, si pelapor akan berkata kepada atasannya:

"Bapak pembicara mengatakan kepada kami tentang..." melainkan:

"Kita harus memakai produk/jasa... karena harganya terjangkau oleh budget kita, dan bisa memenuhi tuntutan infrastruktur dan teknologi yang ada pada kita."

Ungkapkan kalimat itu dengan mulut Anda sendiri di awal dan di akhir presentasi.

ANDA HANYA PUNYA 15 DAN BUKAN 45
Karena suatu sebab, Anad mengetahui bahwa waktu Anda ternyata hanya 15 menit dan bukan 45 menit seperti yang Anda perkirakan.

Bicara cepat (mengambil pilihan "flight" dari "flight or fight"), bukan solusinya. Putuskan dengan cepat, persentase dari setiap bagian presentasi Anda dalam konteks 15 menit tersebut. Seringlah melihat jam tanpa rasa panik atau tidak nyaman, dan batasi setiap bagian hanya pada poin kunci.

Untuk presentasi berikutnya, berlatihlah dengan batasan waktu 5 menit.

SESEORANG BERTANYA SESUATU YANG HARUS DIBAHAS DETIL
Jawablah dengan ringkas, dan katakan bahwa Anda berencana ke sana lebih detil. Jika yang bertanya adalah orang penting itu sendiri, tanya apakah jawaban Anda sudah cukup memuaskan untuk saat itu.

Jangan menunda materi itu, jika memang sudah saatnya dibahas. Jika ini Anda lakukan, maka audience -- setiap dari mereka-- akan lebih berfokus pertanyaan yang belum terjawab tuntas tadi. Audience tidak mendengar Anda lagi.

Khusus untuk presentasi yang berformat meeting, jangan minta penanya untuk menunda pertanyaannya sampai akhir meeting. Ini akan mengindikasikan bahwa Anda tidak siap dengan interupsi. Interupsi adalah warna khas dari meeting.

LUPA HARUS BERKATA APA
Tersenyumlah, dan katakan "Maaf", lalu ulangi sekali lagi. Pahamilah bahwa setiap orang dalam audience Anda, bisa dipastikan akan "lost" setidaknya sekali selama presentasi Anda. Namun pada dasarnya, audience ingin Anda sukses. Jadi, tetaplah tersenyum.

ANDA INGIN LAMBAT AUDIENCE MAU CEPAT
Salah satu risiko memberi modul kepada audience, adalah mereka akan membacanya dengan kecepatan mereka sendiri. Tak jarang, mereka malah lebih melihat ke modul daripada kepada Anda.

Jika memungkinkan, jangan beri mereka modul sampai presentasi selesai. Katakan saja kepada mereka, apa isinya dan beri gambaran kasar sebelum Anda mulai bicara. Selanjutnya, Anda bisa menggunakan alat bantu visual.

Anda bisa memaksa mereka mengikuti kecepatan Anda, dengan mengtakan "Seperti yang bisa dilihat di halaman..."

Jika orang penting memaksakan kecepatan mereka, cobalah ikuti dengan melakukan skip dan berfokus pada halaman atau materi yang Anda anggap penting bagi mereka.

Jika Anda memang harus membagikan modul atau materi, jangan tenggelamkan semuanya di belakang sesi. Sebab, jika audience tidka segera menemukan apa yang mereka butuhkan, mereka akan langsung ke bagian akhir; atau, mereka keluar ruangan!

ORANG PENTING BINGUNG MEMILIH KARENA PUNYA KOMPETITOR UNTUK ANDA
Dalam hal ini, ucapkan sesering mungkin nama perusahaan Anda.

"Salah satu yang kami yakini di PT ZXCFSDSDDAA..."

KATANYA 3 TAPI TERNYATA 20
Anda mengira audience hanya 3, tapi yang datang ternyata 20 orang. Jika Anda berpikir tentang membagikan materi, lupakan saja. Beralihlah pada flipchart dan spidol. Putuskan dengan cepat apa yang perlu disampaikan, dan gambarkan seakurat mungkin di flipchart.

Berdirilah, jangan duduk. Ini lebih punya kontrol terhadap audience yang berjumlah besar. Ingatlah selalu bahwa Anda adalah expert, dan: tetaplah tersenyum!

ANDA DIDUDUKKAN DI SOFA YANG MENENGGELAMKAN ANDA
Untuk kantor tertentu, presentasi tidak selalu dilakukan di ruang rapat. BIsa saja di ruang penerimaan tamu atau di ruang direksi. Di situ ada sofa, yang saking ingin memuaskan tamu, empuknya tidak kepalang tanggung. Ini bisa menenggelamkan Anda.

Efek "tenggelam" itu, adalah bahwa cara duduk Anad menjadi sama sekali tidak enak dilihat. Dan bagi Anda, posisi duduk seperti itu membuat Anda merasa "kurang berkuasa".

Cara termudah: minta ganti kursi.

Percaya diri Anda sangat mungkin terpengaruh, jika Anda harus berbicara smabil menengadah.

KERONGKONGAN ANDA KERING
Lakukanlah apa yang dilakukan orang teater. Lakukan apapun yang bisa membantu air liur Anda mengalir ke dalam mulut. (Bukan keluar mulut! Itu mah namanya ngences!)

Atau, minumlah atau bawalah segelas aqua kecil untuk Anda sendiri.

ANDA BICARA MEREKA MENGOBROL
Tanyakan yang berikut ini secara berurutan.
"Ada yang kurang jelas?"
Jika mereka masih mengobrol dan Anda bisa bergerak, bergeraklah mendekat kepada pengobrol. Teruskan presentasi Anda.

Jika kondisinya parah sekali, mintalah kepada panitia atau orang penting di sana untuk mengingatkan mereka.

Jika gagal, mintalah reschedule.

ANDA MEMEGANG SLIDE LALU JATUH BERHAMBURAN
Tersenyumlah dan buatlah joke untuk tentang Anda sendiri.
(Di sini Anda mungkin harus bersyukur karena telah menomori slide Anda.)

Hampir semua masalah presentasi, bisa diselesaikan jika Anda menghadapinya dengan: Tersenyum!

Ya Pak Arief, Ya?
QA-Communication

Gaya Anda sendiri

Tingkatkan kemampuan berbicara dengan cara dan gaya Anda sendiri;
Saat Anda mengalami kebocoran dalam pikiran karena tidak fokus, grogi, tidak mood, kurang siap dan sebagainya  Anda mengalami kebocoran energi untuk bicara;
Dengan terus menerus khawatir dan takut berbicara, kita akan terjauhkan dari tujuan hidup;
I Care Abou You,
Dwika






TIPS DARI KONVENSI NSA 2003
QA-Communication

Berikut ini adalah kumpulan tips berbicara, yang terungkap dalam konvensi National Speakers Association (NSA) tahun 2003 di New Orleans. NSA adalah organisasi para pembicara di Amerika, dan merupakan salah satu asosiasi pembicara yang paling bergengsi di dunia.

1. Saat Anda mengalami kebocoran dalam pikiran karena tidak fokus, grogi, tidak mood, kurang siap dan sebagainya - Anda mengalami kebocoran energi untuk bicara;

2. Dengan terus menerus khawatir dan takut berbicara, kita akan terjauhkan dari tujuan hidup;

3. Tingkatkan kemampuan berbicara dengan cara dan gaya Anda sendiri;

4. Logika akan membuat orang berpikir. Emosi membuat mereka bertindak;

5. Expertise bukanlah tentang apa yang Anda ketahui... Expertise adalah tentang apa yang Anda lakukan dengan apa yang Anda ketahui;

6. Bertanya itu pintar, tapi menjawab memunculkan kebijaksanaan;

7. Pelajarilah: cara mengontrol bahasa, cara mengontrol hubungan antar manusia, cara mengontrol bisnis;

8. Dengan merasa takut bicara kita tidak kemana-mana, kita tetap di sana dengan penuh risiko;

9. Saat Anda tahu bahwa Anda adalah pembicara (apapun profesi Anda), Anda sudah 80% siap untuk bicara. 20% lainnya, akan datang sendiri;

10. Dapatkah Anda membuat topik atau presentasi yang bisa disampaikan dalam banyak cara dan tetap bisa menarik perhatian?

11. Buatlah sebuah pernyataan yang pendek tapi meyakinkan tentang pekerjaan Anda, sehingga Anda bisa mengingatnya dan mengulangnya untuk diri Anda sendiri beberapa kali sehari;

12. Lakukan apa yang harus dikerjakan sehari-hari sampai menghasilkan sesuatu;

13. Perilaku alias akhlak, adalah segalanya;

14. Saat menjawab telepon jangan pernah mengatakan "hai". Katakan "dengan .... di sini";

15. Suara Anda adalah wajah kedua Anda, juga senyum kedua Anda. Berkacalah;

16. Apa tantangan terbesar Anda dalam berbicara?

17. Apa kriteria Anda saat mengambil keputusan?

18. Apa yang paling Anda sukai dari pembicara terakhir yang Anda dengar?

19. Hindari bias saat berbicara;

20. Ingatlah bahwa pembicara adalah entertainer dunia usaha.


Lebih percaya diri

Dengan lebih percaya diri berbicara, Anda akan lebih percaya diri dalam segala aspek kehidupan Anda. 
Anda akan lebih percaya diri dalam bekerja, dalam berinteraksi dengan orang lain, dalam memimpin, menjual dan berpresentasi, dalam mengambil keputusan, dalam menentukan pilihan, dalam mengeksplorasi peluang, dalam memanfaatkan kesempatan, dalam mengatasi masalah dan hambatan.
I care Abou You,
Dwika





Menciptakan Rasa Nyaman Dalam Berbicara
by: 
QA-Communication

Dengan lebih percaya diri berbicara, Anda akan lebih percaya diri dalam segala aspek kehidupan Anda.Anda akan lebih percaya diri dalam bekerja, dalam berinteraksi dengan orang lain, dalam memimpin, menjual dan berpresentasi, dalam mengambil keputusan, dalam menentukan pilihan, dalam mengeksplorasi peluang, dalam memanfaatkan kesempatan, dalam mengatasi masalah dan hambatan.

Apa artinya semua itu? Artinya, Anda akan lebih percaya diri dalam menggapai cita-cita, dalam meraih impian, dalam memenuhi target dan mencapai sasaran, dalam apapun yang Anda inginkan, dalam apapun yang Anda kerjakan.

Dengan lebih percaya diri dalam berbicara, Anda akan lebih percaya diri lagi dalam mencapai kesuksesan !!!.

Batch 1: Peserta puas 100%:
http://speaking.indodigest.com/Feedback_Form-Batch-1.doc

Batch 2: Peserta puas 100%
http://speaking.indodigest.com/Feedback_Form-Batch-2.doc
Tips #106: Menciptakan Rasa Nyaman Dalam Berbicara
Materi oleh:
Dianne Legro
Konsultan pada berbagai perusahaan Fortune 500
Pakar kepemimpinan dan komunikasi

Sebuah percakapan, misalnya dalam sales meeting, board meeting, job interview, kasus di persidangan dan sebagainya, adalah berbagai situasi khusus yang menuntut Anda bisa berbicara dengan jernih, mampu menyetir tindakan, dan bisa menciptakan hasil akhir sesuai keinginan.

Anda bisa mempelajari keahlian untuk melakukan engineering hasil akhir, memaksimalkan peluang Anda, mendapatkan respek, dan memajukan karir. Bagaimana Anda bisa melakukannya? Dengan memperbaiki kualitas dan gaya bicara Anda!

Berikut ini adalah 11 tips latihan yang bisa membantu Anda merasa powerful dan otentik, serta menciptakan persepsi bahwa Anda adalah orang yang punya otoritas dan bisa dipercaya.

1. KESAMAAN PANDANGAN
Ciptakanlah shared point of view. Menciptakan koneksi sesegera mungkin dengan individu atau sekelompok orang yang menjadi audience Anda, adalah hal yang sangat penting. Anda bisa melakukan ini secara efektif dengan membangun kesamaan pandangan. Mengapakah Anda semua berada di ruang yang sama? Apa yang menyatukan Anda semua? Bicaralah tentang hal ini, dengan menggunakan "SAYA - ANDA - KITA" sebanyak yang bisa Anda lakukan.

2. NAFAS DAN KONEKSI AWAL
Jangan mulai berbicara sebelum Anda menarik nafas yang dalam dan panjang. Selama proses itu, lihatlah ke audience dan carilah sebuah wajah yang ramah, kemudian buatlah koneksi dengannya sekitar 4 detik. Berikutnya, perluaslah koneksi Anda agar bisa berkoneksi dengan seluruh audience. Tariklah nafas kedua, lalu mulailah berbicara.

3. KATA PEMBUKA
Buatlah kalimat pembuka yang powerful. 30 detik pertama dari bicara Anda, adalah saat terpenting untuk keseluruhan bicara Anda. Gunakan kutipan, misalnya "Tahukah Anda syarat utama untuk masuk ke surga? ...Mati!"

Gunakan kutipan lagu. Tanyakan sebuah pertanyaan yang filosofis. Sajikan fakta yang mengejutkan, dan sebagainya. Tugas awal Anda adalah menarik perhatian audience.

4. HIBURAN
Ceritakanlah sesuatu yang bisa membuat audience merasa ringan, segar dan nyaman. Lakukan ini dengan konteks "SAYA - ANDA - KITA".

5. BAHASA AUDIENCE
Bicaralah dalam bahasa yang akrab dengan audience. Bahan bicara Anda mestinya mendekati bentuk percakapan satu lawan satu dengan anggota audience. Gunakan terminologi yang mereka gunakan. Pahamilah kebiasaan mereka berbicara. Hindari kata-kata yang sulit mereka mengerti.

6. KONTAK MATA
Kontak mata akan menolong Anda dan audience Anda. Khususnya, saat Anda menyampaikan sesuatu yang punya dampak emosional. Jangan sampai, saat menyampaikan hal penting mata Anda malah sedang melihat ke lantai atau ke luar jendela. Melihat ke arah bawah atau ke lantai, adalah kebiasaan yang umum saat kita terlibat dengan emosi dan perasaan pribadi. Waspadalah agar jangan sampai kebiasaan ini muncul saat Anda harus berbicara di depan audience.

7. BELAJAR DARI PANGGUNG
Manfaatkanlah 5 teknik mendasar dari dunia panggung hiburan:

- Drama;
- Humor;
- Kebijaksanaan;
- Haru-biru; dan
- Akhir yang mengejutkan.

Temukanlah momen dalam sesi bicara Anda, di mana Anda bisa menyisipkan teknik-teknik ini.

8. PENGALAMAN PRIBADI
Pengalaman pribadi dan kisah hidup Anda, bisa Anda gunakan sebagai contoh dan metafora. Telusuri sejarah hidup Anda dan temukan saat-saat di mana Anda punya konflik, identifikasi pelajaran dan peluang yang muncul dari konflik itu. Ini adalah alat yang powerful dan mudah ditransfer ke dalam benak audience. Carilah kisah sukses dalam hidup Anda, ceritakan bagaimana Anda bisa mencapainya.

Mereka datang untuk menemui Anda, bukan orang lain.

9. PERAN HATI
Kuasai pembukaan dan penutupan Anda dengan sepenuh hati. Dua titik ini adalah titik-titik terpenting untuk koneksi Anda dengan audience.

10. INTERAKTIFITAS
Berilah waktu bagi audience untuk bertanya.

11. STRATEGI PENUTUPAN
Rencanakan strategi penutupan Anda. Upayakan agar tidak melewati batas waktu yang dialokasikan.

Sebelas tips di atas sudah lebih dari cukup bagi Anda, untuk merasakan kenyamanan saat berbicara. Sebab, Anda akan berbicara dengan rasa powerful dan otentik, sekaligus dipersepsi punya otoritas dan bisa dipercaya. Dengan semua tips di atas, sebagian besar pakem terpenting dalam public speaking telah Anda implementasikan.

Bicaralah, dan jadikanlah sesi bicara Anda tak terlupakan.


Pembicara profesional

Para pembicara profesional, mengandalkan pengalaman pribadi mereka dalam berbagai sesi bicara. Hanya itulah cara terbaik untuk menunjukkan kredibilitas mereka di dalam berbagai pesan dan bicara mereka. Apa yang membuat hal ini bisa diterima, adalah fakta bahwa mereka mengantarkan berbagai nilai melalui kehidupan mereka sendiri.
I care Abou You,
Dwika





Andalah Orangnya!
Terjemahan bebas dari materi oleh Paul Evans

Alasan nomor satu yang sering Saya dengar, tentang penolakan orang untuk berbicara di depan publik adalah, "Emangnya Saya ini siapa, bicara di depan audience ini? Saya bukan siapa-siapa."

Pertama, Andalah orang yang harus berbicara jika Anda MENGINGINKANNYA.

Setiap pembicara profesional memulainya di tingkat nol. Hanya saja, mereka melakukan satu hal: Mereka memutuskan untuk bicara. Mereka memutuskan untuk menjadi pembicara. Suatu hari mereka mengatakan pada dirinya sendiri, "Saya akan menjadi expert dalam bidang..." Dan memang itulah yang mereka capai.

Anda bisa menjadi expert hanya untuk satu hari, jika Anda memang mau. Jadilah ORANG ITU untuk subyek tertentu. Pelajari. Serap semaksimal mungkin.

Jika kita bicara iklan, ORANG ITU adalah Basuki atau Deddy Mizwar;
Bicara pemasaran, ORANG ITU adalah Hermawan Kertajaya atau Rhenald Kasali;
Bicara kesehatan seksual, ORANG ITU adalah Naek L Tobing;
Jika kita bicara Windows, ORANG ITU adalah Bill Gates.

Anda bisa menentukan untuk diri sendiri, Anda adalah ORANG ITU. Dan ORANG ITU tidak harus satu.

Ambillah keputusan untuk menjadi ORANG ITU, orang yang menyampaikan pesan dari hati, atau pesan yang dititipkan kepada Anda.

Kedua, Anda adalah UNIK.

Tidak ada ANDA yang kedua. Kedengaranya klise, tapi tidak. Cara anda memandang hidup. Cara Anda mereguk hidup. cara Anda menjalani hidup. Cara Anda mentertawakan hidup. Cara Anda menangisi hidup. Cara Anda memimpikan hidup.

Tidak seorang pun bisa melakukannya seperti Anda melakukannya.

Para pembicara profesional, mengandalkan pengalaman pribadi mereka dalam berbagai sesi bicara. Hanya itulah cara terbaik untuk menunjukkan kredibilitas mereka di dalam berbagai pesan dan bicara mereka. Apa yang membuat hal ini bisa diterima, adalah fakta bahwa mereka mengantarkan berbagai nilai melalui kehidupan mereka sendiri.

Anda juga bisa.

Anda punya segudang pengalaman bernilai yang bisa dibagi untuk menolong orang lain. Untuk belajar, untuk meringankan berbagai beban, dan untuk tumbuh dan berkembang.

Saya ceritakan tentang salah satu kisah hidup Saya.

Delapan tahun yang lalu, istri Saya meninggal mendadak. Usianya dua puluh tujuh tahun. Saya sendiri dua puluh lima tahun waktu itu. Anak kami, Sam, baru berusia lima minggu. Kematian istri Saya terjadi tepat di depan mata Saya.

Sebagai seorang suami muda dan orang tua, apakah Saya adalah pria pertama yang mengalami tragedi ini? Tidak. Akan tetapi, pengalaman Saya itu hanya bisa diceritakan oleh saya sendiri. Bukan oleh orang lain.

Saya telah menceritakan pengalaman itu kepada ribuan orang.

Anda mungkin tidak percaya, bahwa kisah saya ini bisa sangat membantu orang lain dalam menghadapi hidupnya. Hidup pribadi dan kehidupan bisnis mereka. Dari pelayanan yang baik oleh pihak pengurus pemakaman dan pihak asuransi jiwa, Saya bercerita kepada ribuan orang tentang betapa baik dan benarnya yang telah mereka lakukan.

Tapi itu belum semua.

Saya juga bisa berbagi dengan berbagai organisasi, yang menginginkan Saya mengajari orang-orangnya untuk menikmati setiap momen, dan tidak hidup sekedarnya.

Saya bisa saja membatasi diri Saya hanya pada satu pasar atau topik. Tapi itu juga bukan keharusan.

Anda mungkin berpikir, "Tidak seperti itu yang terjadi pada Saya." saya berharap tidak. Tapi Anda memang tidak membutuhkan sebuah kejayaan atau sebuah tragedi untuk menjadi ORANG ITU. Jadilah Anda saja!

Andalah orang yang harus berbicara.
Andalah yang diminta untuk berbicara.
Andalah yang punya pesan.
Andalah yang mengalami pengalaman.
Andalah ORANG ITU, yang tidak ada yang menyamai ORANG ITU.

Jadilah YOUnique!
QA-Communication

Success stories Anda

Masukkan success stories dalam bicara Anda. Masukkan referensi dan kesaksian dari mereka yang telah sukses bersama Anda. Ini bisa membangun reputasi Anda sebagai pakar -- apapun bidang Anda.
I Care About You,
Dwika




MENUNJUKKAN KEPAKARAN SAAT BERBICARA
Terjemahan bebas dari artikel oleh:
Dina Giolitto

Ini bukan tentang kepakaran berbicara. Ini tentang kepakaran d bidang Anda, dan bagaimana menunjukkannya dengan berbicara.

Anda mungkin baru pertama kali bertemu dengan audience. Mereka belum mengenal Anda. Mungkin mereka pernah mendengar nama Anda. Apa yang mereka tahu, hanyalah "katanya" Anda adalah pakar. Mereka belum membuktikannya.

Anda tidak perlu menunda-nunda lagi. Pada kesempatan pertama Anda bisa berbicara kepada mereka, titipkanlah kepakaran Anda pada bicara Anda. Anda berbicara, dan pada saat yang sama Anda mendemonstrasikan kepakaran Anda. Berikut adalah cara melakukannya.

GUNAKAN KALIMAT AKTIF
Gerakkan audience Anda dengan kata-kata kerja. Fokuslah pada "lakukan" dan bukan "menjadi". Gunakan kata-kata yang asli kata kerja, atau gunakan akhiran "lah" atau "kan" untuk mengubah suatu kata menjadi kata kerja. Pergilah, berangkatlah, berilah, jadilah, bangkitlah. Akan lebih baik lagi jika Anda memilih kata-kata yang lebih spesifik atau menambahnya ungkapan yang kuantitatif.

ARAHKAN AUDIENCE
Jika Anda yakin, hindari penggunaan kata-kata yang berimplikasi sebagai "saran". Semestinya, seharusnya, mungkin, sebenarnya...
Anda pilih mana?

"Sebenarnya, Anda bisa memulai bisnis Anda sendiri."
"Anda dapat memulai bisnis Anda sendiri sekarang juga."
"Tahukah Anda, bahwa saat ini juga anda bisa memulai bisnis anda sendiri?"
"Anda bisa mengejar mimpi-mimpi Anda."

atau,

"Mulailah bisnis Anda sendiri, sekarang juga!"
"Kejarlah mimpi Anda!"

Audience ingin Anda mengatakan apa yang mereka harus lakukan. Bukan yang seharusnya, sebaiknya, mungkin, dapat, semestinya, nanti dan sebagainya.

Berdirilah. Dan berilah mereka arah.

BERI MEREKA YANG SPESIFIK
Jangan biasakan merekomendasi berbagai hal yang terlalu umum. Apalagi jika tidak melanjutkannya dengan berbagai detil. Kuncinya, kembangkan topik dengan 5W dan 1H, What, Who, When, Where, Why dan How.

UJI BERBAGAI FAKTA
Jika Anda bisa menunjukkan fakta, maka opini dan argumen Anda akan bermanfaat bagi mereka. Jika Anda bisa memprodusir fakta yang otentik, maka anda menjadi sumber bagi mereka. Mereka akan mengutipnya, mereka akan menjadikannya sarana bagi mereka.

MASUKKAN CONTOH
Masukkan success stories dalam bicara Anda. Masukkan referensi dan kesaksian dari mereka yang telah sukses bersama Anda. Ini bisa membangun reputasi Anda sebagai pakar -- apapun bidang Anda.

JANGAN TERLALU BANYAK - JANGAN TERLALU SEDIKIT
Ukurlah informasi yang hendak Anda sampaikan. Berikan secukupnya. Tidak terlalu panjang, tidak terlalu pendek. Pertengahan adalah yang terbaik. Jika Anda merasa ada banyak poin yang ingin Anda sampaikan. Pilah dan pilihlah. Sisakan sebagian untuk sesi bicara berikutnya.

RAPI DAN TERORGANISIR
Buatlah informasi Anda rapi dan terorganisir dengan baik. Pahami tentang struktur, sampaikan dengan teratur. Latihlah jika perlu. Lakukan tanpa terburu-buru. Pilihlah kata yang tepat, dan kalimat yang akurat.

Lakukan! Dan mereka akan membuktikan, bahwa Anda memang pakar -- hanya dengan mendengar Anda berbicara.
QA-Communication

Audience mencoba menggoyang Anda

Gejala: Ada audience mencoba menembak Anda atau mencoba menggoyang Anda.
Resep: Jika ada pertanyaan yang tidak kita tahu jawabannya, minta ia sendiri menjawabnya, atau limpahkan kepada audience.
I Care About You,
Dwika





Perilaku Audience
QA-Communication


Ada macam-macam perilaku audience. Dengan berlatih memahami dan mencari latar belakang penyebabnya, Anda memiliki peluang besar untuk bisa mengambil hati audience.

PERILAKU RAMBLER
Gejala: Berputar-putar, berbicara panjang dan OOT. Analisis, analogi dan berbagai contoh digunakan dengan tidak relevan.

Resep:
- Kembalikan fokus dan perhatiannya. Nyatakan kembali poin-poin yang relevan;
- Arahkan pertanyaan kepada audience secara keseluruhan, lihat reaksi mereka;
- Tanyakan hubungan antara topiknya dengan topik yang sedang didiskusikan;
- Gunakan alat bantu visual, mulailah menulis di flip chart, nyalakan OHP;
- Katakan: "Maaf, bisa diringkaskan poinnya saja?"

PERILAKU SHYNESS ATAU DIAM
Gejala: Kurangnya partisipasi aktif.

Resep:
- Ganti strategi dari diskusi kelompok ke transaksi individual dan sebaliknya;
- Beri penghargaan dan dorongan yang besar untuk setiap kontribusi;
- Libatkan secara langsung dengan bertanya kepadanya;
- Maintain kontak mata;
- Tunjuk Dia sebagai pemimpin kelompok kecil audience.

PERILAKU TALK-ACTIVE / BANYAK BICARA
Gejala: Tahu segala sesuatu, memanipulasi audience, suka mengeluh dan sebagainya.

Resep:
- Pahami berbagai komentarnya;
- Beri batas waktu untuk mengekspresikan komentar, dan lanjutkan acara;
- Buat kontak mata, dan bergeraklah ke arahnya;
- Beri perhatian khusus kepadanya saat break;
- Katakan: "Itu menarik sekali, sekarang kita lihat bagaimana pendapat yang lain".

PERILAKU SHARPSHOOTING / PENEMBAK JITU
Gejala: Mencoba menembak Anda atau mencoba menggoyang Anda.

Resep:
- Akui jika ada pertanyaan yang tidak kita tahu jawabannya, minta ia sendiri menjawabnya, atau limpahkan kepada audience;
- Tekankan sekali lagi bahwa ini semua adalah proses belajar bersama;
- Abaikan jika sangat sulit diubah.

PERILAKU HECKLER / TUKANG MENDEBAT
Gejala: Selalu tidak setuju dengan apapun yang Anda katakan, melakukan serangan secara pribadi.

Resep:
- Alihkan pertanyaannya kepada audience atau kepada orang lain yang lebih mendukung Anda;
- Akui perasaannya, dan lanjutkan sesi;
- Akui dan pahami poin positif dari komentar atau pertanyaannya;
- Katakan "Saya hargai pendapat Anda, tapi Saya juga ingin mendengar dari yang lain".

PERILAKU GRANDSTANDING / BERSIKUKUH
Gejala: Terjebak pada agenda pribadi.

Resep:
- Katakan "Anda berpegang pada pendapat, keyakinan atau perasaan Anda sendiri. Saya hargai itu, tapi kita sekarang harus melanjutkan ke subyek berikutnya";
- Atau katakan: "Bisakah Anda menjadikannya sebagai pertanyaan?";
- Atau katakan: "Kita mungkin bisa melanjutkannya jika waktu memungkinkan, setelah presentasi mungkin?"

PERILAKU HOSTILITY
Gejala: Bertahan, marah, atau membuka arena tempur.

Resep:
- Hostility bisa jadi adalah topeng dari sebuah ketakutan. Lakukan reframe dengan kata-kata yang bisa menunjukkan bahwa di balik semua itu adalah ketakutan. Ini akan men-depersonalize-nya;
- Respon ketakutannya, bukan sikap hostile-nya;
- Tetap tenang dan sopan. Jaga temperamen;
- Jangan tunjukkan ketidaksetujuan. Bangunlah argumentasi berdasarkan apa yang keluar dari mulutnya;
- Pertahankan kontak mata tanpa amarah;
- Selalu buka peluang baginya untuk menarik diri secara terhormat, jangan dipermalukan;
- Katakan: "Anda sepertinya kecewa sekali, apakah yang lain juga demikian" Cek audience atas pertanyaan Anda itu. Ini akan menciptakan tekanan lingkungan baginya;
- Jangan gunakan berbagai asumsi atau tuduhan. Bertahanlah pada fakta;
- Doronglah agar masalah bisa diselesaikannya sendiri. Bisa jadi ia belum punya solusi atau bisa jadi ia terlalu pesimis;
- Jika terpaksa, abaikan saja;
- Bicaralah padanya secara pribadi selama break;
- Sekali lagi jika terpaksa, mintalah ia meninggalkan ruangan demi kenyamanan audience yang lain.

PERILAKU GRIPPING
Gejala: Mengajukan komplain yang mungkin beralasan.

Resep:
- Tunjukkan kepadanya bahwa kebijakan sesi tidak bisa diubah;
- Validasi komentar atau poinnya, mungkin ia akan bisa menerima;
- Tunjukkan bahwa Anda berkeinginan untuk berdiskusi dengannya secara pribadi;
- Tunjukkan betapa ketatnya waktu yang tersedia untuk sesi Anda.

PERILAKU NGOBROL / SIDE CONVERSATOR
Gejala: Mengobrol, bisa tentang topik yang sedang didiskusikan, bisa juga tidak. Yang jelas, ini bisa mengalihkan perhatian orang lain dari Anda.

Resep:
- Jangan permalukan mereka;
- Tanyakan pendapatnya berkaitan dengan topik yang sedang didiskusikan;
- Minta mereka berbagi pandangannya;
- Melangkahlah ke arah mereka dengan rileks;
- Pertahankan kontak mata;
- Berkomentarlah tentang fenomena itu, tapi jangan memandang ke arah mereka melainkan ke audience keseluruhan;
- Berdirilah di dekat mereka, tanya pada audience di sebelah mereka sebuah pertanyaan, sehingga pusat diskusi akan berada di wilayah mereka;
- Jika terpaksa berhentilah, dan tunggu.

PERSIAPAN UNTUK MENGHADAPI BERBAGAI PERILAKU
- Buat aturan untuk mengangkat tangan bila ingin berkomentar atau bertanya;
- Atau, katakan bahwa tanya jawab akan dilakukan di akhir sesi;
- Jika ada yang mulai menginterupsi, ingatkan kembali aturan di atas;
- Jika mereka tetap ngotot, Anda bisa membuka diskusi terbuka. audience selain mereka, cenderung akan berpihak kepada Anda. Ingatlah bahwa tugas Anda bukan terlibat dalam debat dan argumentasi, Anda fasilitatornya;

Separuh tanggungjawab sesi ada pada audience.

Mereka bertanggungjawab untuk datang tepat waktu, mengikuti seluruh sesi sampai selesai, mendengarkan Anda, bertanya secara relevan, menjaga kesopanan dan kedamaian.

Tugas Anda: Menciptakan itu semua.


Anda kuasai dengan baik

Pilihlah topik atau subjek yang Anda kuasai dengan baik. 
Jika Anda tidak ahli dalam topik atau subjeknya, lakukan riset semaksimal mungkin sebelum berbicara.
I Care Abou You,
Dwika





MEMPERSIAPKAN SESI BICARA
QA-Communication


Terjemahan bebas dari materi oleh:
Nan Peck
Dosen Komunikasi
Northern Virginia Community College

Sesi bicara jelas perlu persiapan. Marilah kita mulai dari yang paling awal.

IDENTIFIKASI TUJUAN BICARA
Tujuan Satu: Menginformasikan

Apa alasan Anda memberi materi bicara ini? Mengajar di depan kelas, briefing, dan pelatihan biasanya didisain untuk memberi informasi kepada audience. Dalam hal ini Anda perlu mengetahui apa yang telah diketahi audience, dan mempresentasikan materi Anda dalam metode yang edukatif dan interaktif.

Tujuan Dua: Meyakinkan

Presentasi penjualan, kampanye atau demonstrasi, adalah bentuk-bentuk sesi bicara yang mencoba memotivasi audience untuk merubah cara berpikir atau perilaku mereka. Ini adalah sesi bicara yang sulit jika Anda tidak bisa memahami audience Anda dengan baik dan benar.

Tujuan Tiga: Menghibur

Sesi bicara makan malam, stand up comedian dan sejenisnya, didisain untuk mencerahkan suasana dan audience. Gaya ini tergantung pada karakter personal dari Anda sebagai sang pembicara, dan juga rasa humor dari audience.

WAKTU, TEMPAT, PERLENGKAPAN BICARA
Anda juga perlu mengetahui tentang waktu, tempat dan perlengkapan audio visual untuk bicara Anda.

ANALISIS AUDIENCE
"Kenali musuh Anda." Itu dalam perang. Audience bukanlah musuh Anda. Namun demikian, sama pentingnya bagi Anda untuk mempertimbangkan dengan seksama, setiap individu (tentu saja jika mungkin) yang membangun audience Anda. Apa yang mereka ketahui tentang Anda dan subjek bicara Anda? Apa yang mereka harapkan dari sesi bicara Anda (WIIFM - What's In It For Me assessment)? Berapa lama mereka akan mendengarkan Anda?

Pertimbangan Demografis

Bagaimana dengan tingkat intelektual dari audience Anda? Berapa besarnya audience Anda? Apakah Anda akan berbicara di pagi hari atau di sore hari?

Pertimbangan Psikografis

Bagaimana dengan sikap audience terhadap Anda? Bagaimana terhadap subjek bicara Anda? Anda harus tahu ini! Tanyalah kepada orang yang meminta Anda berbicara. Interview atau mengobrollah dengan beberapa orang dari audience Anda. Jangan berasumsi apapun tentang audience Anda.

PILIH TOPIK ATAU SUBJEK BICARA
Secara umum, ini biasanya bukan wilayah Anda karena Anda diminta berbicara. Tentunya, ini berbasis pada kepakaran Anda. Jika tidak demikian halnya, pilihlah topik atau subjek yang Anda kuasai dengan baik. Jika Anda tidak ahli dalam topik atau subjeknya, lakukan riset semaksimal mungkin sebelum mengiyakan undangan bicara.

Jadi:

- Tahu tujuan bicara;
- Tahu konteks bicara;
- Tahu audience bicara;
- Tahu topik bicara.

Jika semua langkah ini telah dilalui setahap demi setahap, maka apapun yang terjadi di atas "panggung" sana, mereka akan tetap menghargai Anda.

Tak peduli Anda gugup atau berkeringat, tak peduli Anda tergagap-gagap, mbesuk-besuk Anda akan tetap ditanggap. Audience masih tetap akan menghargai Anda.