link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Sabtu, 19 Mei 2012

Kunci sukses adalah ANDA


Kunci sukses yang ANDA cari itu adalah diri ANDA sendiri.
Jadi pertanyaannya bukanlah, "APA kunci sukses itu?"
Tetapi, "SIAPA-kah kunci sukses itu?"
Dan jawabanya adalah ANDA. Ya, ANDA sendiri.
be well,
Dwika


Langkah Sukses Pertama: Ketahui Apa yang Anda Inginkan

Langkah Pertama Sukses

Anything that you can imagine is yours to be or do or have. 

~ A braham-Hicks ~     

SUKSES TOTAL Jurus Pertama: Jawab pertanyaan ini:

"What do YOU want?"
Selamat, Anda telah sampai di satu halaman penting website ini. Perjalanan Anda menuju kesuksesan total dalam hidup sebentar lagi akan segera dimulai dengan langkah pertama sukses yang akan Anda ambil sesudah ini.
Tapi sebelum mengambil langkah sukses pertama tersebut, sebaiknya Anda memastikan bahwa Anda memiliki bekal memadai untuk perjalanan yang menyenangkan namun mungkin akan penuh tantangan ini.
Pembahasan halaman ini adalah mengenai bekal yang harus Anda bawa dalam perjalanan menikmati kesuksesan. Sebuah "Jurus Ampuh" yang akan menjamin "keamanan" perjalanan Anda. Bekal yang harus Anda miliki sebelum mengambil langkah pertama sukses Anda.
Jurus yang perlu Anda kuasai sebelum mulai melangkah ini adalah: jawab pertanyaan saya di atas.
Pertanyaan apa?
Mudah-mudahan Anda balik bertanya ini adalah karena tulisan pertanyaan saya yang kurang jelas di atas (maaf, disengaja...;-D), tetapi bukan karena Anda tidak tahu jawabannya.
Ya, sebelum Anda melangkah lebih jauh, Anda harus bisa menjawab pertanyaan saya tersebut dengan baik dan benar.
"Apa yang ANDA inginkan?"
Tahukah Anda apa yang Anda inginkan?
Kalau Anda menjawab dengan pasti, yakin, "Ya, iya-lah, masak ya iya dong,".
Selamat, sebentar lagi Anda bisa mulai membuka pintu halaman dan mengambil langkah sukses pertama Anda.
Tapi kalau Anda masih nggak mudheng dengan apa yang saya bicarakan, teruskan membaca. (Dan jangan pernah malu mengakui kalau sebenarnya belum mengerti. Toh, tidak ada orang lain yang tahu, kan?)
Begini maksud saya.
Ketika Anda hendak pergi, sebelum Anda mengambil langkah pertama meninggalkan rumah, Anda harus tahu dengan pasti dahulu kan Anda mau pergi kemana? Tanpa perlu dijelaskan, ini penting agar ketika Anda sudah sampai di suatu tempat, Anda tahu ini tempat yang Anda tuju atau bukan.
Ini sama dengan perjalanan Anda menuju sukses.
Anda harus tahu dengan pasti apa yang Anda inginkan dalam kehidupan dunia ini, apa bentuk impian sukses yang tengah Anda perjuangkan, sehingga Anda punya tolok ukur untuk menentukan apakah Anda sudah mencapainya atau belum.
Seringkali orang menjalani hidupnya bagaikan menempuh perjalanan yang sebenarnya bukan atas dasar keinginannya, seperti misalnya ketika pergi beramai-ramai bersama teman. Dan karena tidak bisa memutuskan sendiri mau pergi ke mana, orang ini ikut saja kemana perginya teman serombongan tadi.
Sehingga, meskipun sudah sampai tempat yang dituju, dia masih saja bertanya, kita sudah sampai atau belum, ya?
Dia tidak merasakan kegembiraan sampai di tempat tujuan tersebut karena tempat tujuan itu bukan yang menjadi keinginannya sendiri.
Ini sering sekali terjadi pada kita, di mana kita menjalani hidup sebagaimana standar umum yang ditetapkan masyarakat sekitar kita. 
  • Kita memilih karir sebagaimana yang biasa dipilih orang lain.
  • Kita mengambil keputusan seperti yang biasa diambil orang lain.
  • Kita menginginkan suatu hal atau barang, karena kebanyakan orang juga menginginkan itu.
  • Kita menentukan definisi, standar dan ukuran kebahagiaan hidup sebagaimana kita lihat pada hidup orang-orang lain.
  • Kalau semua orang kaya punya mobil, kita merasa hidup kita belum lengkap kalau belum memilikinya.
  • Kalau semua orang sukses, terkenal dan masuk TV, kita merasa belum sukses kalau belum mengalaminya.
  • Dan sebagainya, yang intinya adalah hidup menggunakan standar orang lain.

Tidak ada masalah menggunakan standar orang lain, bila memang itu juga yang ANDA inginkan.
Seperti tidak masalah pergi bersama rombongan bila memang ANDA menginginkan pergi ke tempat tujuan yang sama.
Yang menjadi masalah adalah bila Anda sekedar ikut-ikutan. Mengikuti saja apa yang sedang populer di sekitar Anda.
Yang berakibat Anda tidak bisa merasakan kepuasan hidup yang sesungguhnya karena hidup yang Anda jalani bukanlah yang menjadi tujuan hidup Anda sendiri, yang nota bene bukan hidup yang benar-benar ANDA inginkan/impikan. 

The key to SUCCESS in YOUR LIFE is, of course, YOU 
Karena itu sebelum memulai melangkah, kuasai jurus ini. KETAHUI DENGAN PASTI APA YANG ANDA INGINKAN.
Perhatikan bahwa sejak pertama kali saya bertanya, saya menggaris-bawahi, menebalkan dan menekankan tulisan YOU atau ANDA-nya.
Karena, memang inilah kuncinya. Kunci sukses yang ANDA cari itu adalah diri ANDA sendiri.
Jadi pertanyaannya bukanlah, "APA kunci sukses itu?"
Tetapi, "SIAPA-kah kunci sukses itu?"
Dan jawabanya adalah ANDA. Ya, ANDA sendiri.
Ini hidup Anda. It's your life. Silahkan tentukan sendiri keinginan Anda. Silahkan pilih sendiri seperti apa bentuk kehidupan yang Anda impikan itu.
Cerita hidup apa yang ingin Anda tuliskan? Pengalaman hidup apa yang ingin Anda nikmati? Siapa yang ingin Anda temui? Kemana Anda mau pergi?
Ketika habis waktu kita di dunia nanti, kita toh tidak akan ditanyai tentang apa yang telah dicapai tetangga kita dan apakah kita sudah berhasil menyamainya.
Dan jelas, kita tidak akan dipuji karena berhasil mengungguli rekan satu kantor dengan membeli kendaraan termahal di antara mereka.
Tidak penting apa yang orang lain berhasil capai dalam hidup mereka. Mereka punya cerita hidup yang berbeda. Mereka menempuh jalan yang berbeda pula dari Anda.
Kita harus mengukir cerita kita sendiri, hidup dengan tujuan hidup dan mimpi-mimpi kita sendiri.
Jadi berhentilah melihat keluar jendela dan ke dalam rumah tetangga. Berhentilah menetapkan standar dari pencapaian orang lain.

  • "Wah mereka punya kulkas 5 pintu yang baru. Kita juga harus beli nih."
  • "Wah, mobil si A sekarang Toyota Alphard, lho. Keren banget. Kita juga harus tukar tambah mobil kita dengan itu."
  • "Anak si B diterima di Fak. Kedokteran UI, lho. Anak kita juga harus berhasil masuk situ. Prospeknya bagus."
  • "Teman-teman sekantor sudah pada ambil S-3 mereka. Banyak yang dapat beasiswa luar negeri, malah. Aku juga harus dapat, nih."

Dan kalimat lain sejenis ini. Anda mengerti kan maksud saya? 

Perhatian:

Pesan Penting untuk Semua Orang Tua:

Ini berarti juga Anda sebaiknya tidak memaksakan mimpi-mimpi Anda pada putra-putri Anda bila menginginkan mereka menikmati hidup yang sukses total. 
Biarkan mereka memiliki impian (sukses) mereka sendiri.
Berhenti melakukan ini pada diri Anda sendiri. Kasihan. Nanti bebannya terlalu berat. Anda kejam terhadap diri sendiri bila setiap kali Anda melihat sesuatu yang dilakukan orang lain, Anda paksa diri juga untuk melakukannya.
Sebaliknya, mulailah berkaca dan tanyakan pada orang yang Anda lihat bayangannya di kaca tersebut (The man in the mirror , kata MJ), "Sebenarnya apa yang kau inginkan? Sukses yang seperti apa yang ingin kau capai dalam hidupmu ini."
Hanya setelah tahu apa yang kita mau inilah, kita baru bisa memulai perjalanan, mengambil langkah sukses pertama kita, karena sekarang kita sudah punya tujuan. 

Satu kesalahan besar

Mengetahui keinginan atau impian sukses kita sepertinya bukan masalah besar. Atau benarkah?
Ada satu kesalahan besar yang dilakukan hampir 80% manusia sehingga keinginan mereka terhambat perwujudannya.
Apakah itu? Teruskan membaca di halaman selanjutnya tentang satu kesalahan besar manusia dalam menentukan keinginan atau impian mereka agar Anda terhindar dari kesalahan yang sama.

In a nutshell:

Tanpa tahu apa yang Anda mau, Anda akan hidup dengan menjalani mimpi-mimpi orang lain.
~   Sri Astuti   ~


Salam Sukses Selalu, 
astuti's signature 

Boleh saja muluk-muluk asal tetap yakin


Bagaimana kita bisa yakin? 
Salah satu caranya dengan melebarkan wawasan dan pengalaman, dengan keluar dari lingkunan kita yang biasa-biasa saja tadi agar terekspose pengalaman lebih luas lagi. 
Ini memungkinkan terbukanya koneksi yang juga lebih luas lagi, sehingga ada jalan bagi pemberian Tuhan untuk mencapai kita.
be well,
Dwika 

Pertanyaan #9: Bolehkah meminta yang muluk-muluk?

**www.suksestotal.com/pertanyaan9.html 

Mbak Sri,
Ada pertanyaan lagi.
Pada saat kita membuat daftar permintaan, apakah boleh meminta yang sebesar-besarnya? dengan kata lain yang semuluk-muluknya?

Misalnya ingin punya penghasilan 1 M per bulan. Sedangkan banyak pakar menyarankan untuk membuat target yang "Measurable dan achievable". Dengan kata lain harus mulai dari yang kecil-kecil dulu atau secara bertahap. Mulai dari 5, 10 juta, 50 juta, 100 juta dst.

Tapi saya kok merasa Alloh itu maha kaya, jangankan 1 M, seisi dunia saja mungkin bisa diberikan pada kita. Saya merasa tidak ada salahnya meminta yang sebesar-besarnya. Mungkin tidak akan terwujud sekaligus, walaupun bukan hal mustahil bagi Alloh untuk memberikannya sekaligus.
Menurut mbak bagaimana?

Yep, you got it right there.
Anda benar sekali.
Allah mungkin memberikan berapa saja yang yang Anda minta, itu mudah bagi-Nya.

Dan ini sudah saya singgung sedikit di bagian stretch yourself. Serta di pelajaran tentang mengetahui yang Anda inginkan.
Ya, betul, Anda harus berani meminta dan berimajinasi melebihi kondisi Anda saat ini. Hanya itu cara Anda bisa keluar dari kungkungan kondisi hidup Anda saat ini.

Cuma yang mungkin dikhawatirkan para pakar tadi adalah bila karena tidak measurable dan achievable untuk KITA, maka bisa jadi bawah sadar kita sendiri yang akan tidak percaya akan kemungkinan dikabulkannya.

Dan akibatnya, pikiran kita sendirilah yang akan menyabotasekeinginan kita tadi, dengan mungkin membisikkan hal-hal yang berisi keraguan, seperti, "mana mungkin kamu dapat 1 M kalau kerjamu cuma tukang sapu, atau guru, atau cuma jadi seorang ibu, misalnya begitu...

Nah kalau diri kita sendiri saja tidak yakin, ya memang akan sulit. Tuhan juga kan mengabulkan doa berdasarkan persangkaan kita, kan?
Mungkin itu alasan kenapa kita dianjurkan untuk menetapkan target yang "achievable" tadi.

Tetapi Anda benar juga karena doa kita, daftar permintaan yang kita buat bukanlah "target". Kita tidak sedang membuat goal atau target yang akan kita kejar sendiri nantinya pencapaiannya.

Dengan daftar permohonan kita itu, kita meminta Dari yang Maha Kaya, Sang Pencipta langsung, jadi ya boleh saja muluk-muluk.
Asal tadi ya, kita sendiri harus tetap yakin...

Nah bagaimana kita bisa yakin? Salah satu caranya ya dengan "memulurkan" diri tadi, dengan melebarkan wawasan dan pengalaman, dengan keluar dari lingkunan kita yang biasa-biasa saja tadi agar terekspose pengalaman lebih luas lagi. Ini memungkinkan terbukanya koneksi yang juga lebih luas lagi, sehingga ada jalan bagi pemberian Tuhan untuk mencapai kita.
Begitu penjelasan saya.
Keep on going. You are doing great...

Hidup kita bergelombang naik turun


Kehidupan memang tidak selalu mulus. 
Hidup kita ini terbentuk dari energi, dan energi memiliki pola bergelombang, naik turun, naik turun.
Jadi kadang memang hidup kita ada "di bawah", di dasar lembah gelombang kehidupan. 
Tuliskan dalam buku doa Anda setiap pagi, sebelum memulai hari itu, agar hari Anda tersebut berjalan sesuai kondisi parameter permintaan tersebut.
be well,
Dwika



Pertanyaan tentang Doa Sukses Harian

  • oleh Sri Astuti - Jakarta



Pertanyaan:

Saya ucapkan banyak terimakasih kapada Bapak yg sudi membagikan ilmu yg sangat berharga.. yg bisa membuat saya termotivasi dan selalu optimis menghadapi masa depan ..
Yg ingin saya tanyakan.. Kapan dan di mana kita berdoa.. dan bagaimana caranya?
Apa cuma dibaca .. ?
Atau di ingat2 aja .. ?
Tolong di jelaskan ya Pak ..
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih yg tiada tara....
Purnama, Bdr.Lampung. 

Jawaban:

He..he..he.. saya juga bersyukur sekali bila apa yang saya lakukan ini bisa membawa kebaikan untuk kita semua, kebaikan untuk saya sendiri, juga untuk para pembaca situs saya.

Tetapi saya bukan bapak, ya Pak... He.. he... saya 100% perempuan asli, lho.
Ya, saya seorang Ibu yang juga sudah pernah merasakan pahit getirnya kehidupan. Serba kekurangan dan didera masalah kehidupan yang kadang beruntun, bertubi-tubi, silih berganti.

Dulu, saya pun merasa tidak punya masa depan, atau paling tidak, saya merasa masa depan saya sangat suram, tiada harapan.
Tapi itu dulu. Saya berhasil mengatasinya, jadi saya yakin, kita semua, Anda semua juga bisa... Bisa memiliki masa depan yang cemerlang.
(Bapak bisa mengetahui sekilas kisah hidup saya ini di Kisah Saya Dahulu).

Sekarang ini, saya telah belajar banyak dari pengalaman tersebut dan ingin berbagi dengan sesama saudara umat manusia tentang kunci-kunci sukses dalam hidup.
Sebab, hidup tidak harus susah, bahkan sebenarnya kita dikirim ke dunia ini untuk menjalani kehidupan yang sebaik-baiknya.
Masih banyak sekali "rahasia" hidup sukses yang belum saya tuliskan. Belum sempat, karena kesibukan berganda saya sebagai guru dan ibu full time. Saya biasanya baru bisa menggodok materi-materi untuk situs saya di saat liburan sekolah.

Jadi, jangan berhenti mengunjungi www.suksestotal.com, ya, Pak.
Untuk pertanyaan Bapak di atas, berikut jawaban saya.
Kita bisa berdoa di mana saja. Kapan saja. Tentang apa saja.
Caranya, selain sesuai dengan apa yang Bapak percaya (cara yang diajarkan agama yang Bapak anut), bisa ditambahkan dengan cara yang kami ajarkan di Suksestotal.com.

Karena pada esensinya, kita bisa berdoa kepada Sang Khalik dengan segala macam cara, serta dengan segala macam bahasa. Yang terpenting adalah tetap mengingat dan menyadari siapa yang menjadi tujuan dan tumpuan doa tersebut, yaitu hanya Allah SWT, bukan yang lainnya.

Cara berdoa yang saya ajarkan di situs ini, adalah dengan menuliskan apa yang kita minta kepada Tuhan, dengan bahasa dan kalimat-kalimat yang kita pilih sendiri, karena memang yang menjadi fokusnya adalah doa untuk kehidupan yang sukses, kehidupan kita sendiri.

Jadi, ketika Bapak merasakan suatu kesulitan yang membutuhkan pemecahan atau ada terbersit sebuah keinginan, saat itu juga Bapak bisa memintanya langsung kepada Tuhan, dengan cara menuliskannya di atas selembar kertas apa saja. Seperti cara yang sudah diajarkan di halaman Doa untuk Sukses serta Cara Menulis Doa Sukses Efektif.

Sesudah Bapak tuliskan apapun yang menjadi keinginan dan kebutuhan Bapak, tulisan atau daftar doa tersebut boleh Bapak baca-baca ulang, kalau memang Bapak ingin melakukan itu. Kalau tidak, bisa juga dilupakan saja. Tidak masalah. Dua-duanya bisa dilakukan.

Kita sudah ajukan apa yang kita minta kepada sang Pencipta, selanjutnya kita jalani hidup dengan penyerahan diri total kepada kehendak-Nya.
Sebaiknya, sih, tidak perlu diingat-ingat, supaya kita tidak terikat kepada mengharap atau being attached.

Jalani saja hidup dengan tenang, senang dan penuh rasa syukur, serta terus meminta lebih banyak hal lagi agar tidak tertumpu pada satu atau dua permintaan saja.

Mungkin Bapak bisa mem-print materi-materi yang ada di website saya terutama di bagian tentang doa (meminta langsung apa yang kita inginkan kepada Tuhan), serta satu pertanyaan tentang "melupakan doa" atau detachment (kebalikan dari attachment) di sini, untuk dipelajari ulang.

Nah, berikut ini ada satu tips doa sukses harian dari saya untuk memastikan bahwa hari-hari kita, setiap harinya, akan berlangsung dengan baik dan sukses, sebaik yang memungkinkan.

Kehidupan memang tidak selalu mulus. Hidup kita ini terbentuk dari energi, dan energi memiliki pola bergelombang, naik turun, naik turun.
Jadi kadang memang hidup kita ada "di bawah", di dasar lembah gelombang kehidupan.

Tetapi dengan satu doa sukses harian yang sebaiknya tidak pernah kita lewatkan untuk ditulis ini, kehidupan kita, insya'allah, akan terjamin untuk selalu terasa nyaman dan menyenangkan, entah itu ketika kondisi kita di bawah atau di atas.
Saya tidak selalu menulis banyak permintaan sehari-harinya, pada banyak hari saya malah tidak menulis apapun kecuali dua permintaan berikut ini:
  1. Hari saya menyenangkan hari ini.
  2. Saya selalu dalam perlindungan dan bimbingan Tuhan dalam setiap kesempatan hari ini.
Ya, dua hal ini tidak pernah lupa saya tuliskan dalam buku doa saya setiap pagi,sebelum memulai hari itu, agar hari saya tersebut berjalan sesuai kondisi parameter permintaan tersebut.

Permintaan ini berfungsi untuk "melindungi hari saya" agar selalu dalam penjagaan Allah SWT apapun yang saya lakukan, di manapun saya berada.
Jadi apapun yang terjadi hari itu, saya akan tetap merasa hari saya menyenangkan, dan saya tetap bisa yakin bahwa Allah membimbing dan melindungi saya di setiap kesempatan, karena saya telah memintanya langsung.

Ya, dua hal inilah, (kalimatnya bisa bervariasi, tentu saja) yang menjadi doa sukses harian saya.
Setelah menulis permintaan seperti ini, alam bawah sadar saya, hati dan pikiran saya, menjadi terus teringat akan Tuhan.

Setelah menuliskan doa sukses harian ini, saya jadi merasa bahwa Dia ada di samping saya, selalu dan setiap saatnya, sehingga hari itu benar-benar akan berlalu dengan menyenangkan, dan hati saya selalu tenang, apapun yang terjadi.
Sebuah hari yang sukses, karena telah diawali dengan doa sukses harian. 

Doa Sukses Harian :


  • Hari saya menyenangkan hari ini.
  • Saya selalu dalam perlindungan dan bimbingan Tuhan dalam setiap kesempatan hari ini.
  • Semua yang terjadi pada saya adalah untuk kebaikan saya.

Demikian jawaban saya, semoga membantu. Kalau masih ada yang kurang jelas atau ada lagi yang hendak ditanyakan, silahkan menghubungi saya dengan menggunakanform kontak yang ada di situs SuksesTotal.com. 
Salam sukses selalu untuk Anda. 


astuti's signature

Modal usaha



Berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat Anda
termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau,
bisa juga Anda terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada
juga yang memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios,
setelah itu terpaksa berpikir bagaimana melunasinya.
salam,
Dwika




=================================
The Power of Kepepet dan kebetulan-kebetulanpun terjadi 
by: Jaya Setiabudi

"Seandainya
sekarang Anda tidak memiliki uang tabungan. Penghasilan pun kurang dari
5 juta sebulan. Apakah Anda bisa mendapatkan uang 50 juta, jam 9 esok
hari?" Saat saya menanyakan pertanyaan ini kepada peserta seminar,
hampir semua menjawab, tidak bisa. Kenapa? Karena mereka mengukur
kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka. Dengan penghasilan 5
juta perbulan, jika saving-nya 2 juta perbulan, maka perlu 25 bulan untuk
mendapatkan 50 juta.


Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya, malam hari ini, anak
Anda atau orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras. Dokter
mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi besok juga,
jika tidak, maka nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya bisa
dilaksanakan jika Anda menyerahkan uang tunai sejumlah 5 juta rupiah
sebelum jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah Anda masih akan mengatakan
tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, "Harus bisa". Kenapa? Karena
kepepet, jika tidak, nyawa orang yang kita cintai tsb akan melayang.


Jadi sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan
pilihan untuk "tidak bisa", manusia akan mencari jalan untuk berpikir
"bagaimana harus bisa". Tetapi kenapa sukses, kaya, membahagiakan orang
tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang mendesak?
Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, di
luar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali
hanya akan keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang nenek bisa
melompat dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran.
KEPEPET VS IMING-IMING

Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang
pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet.
Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi.
Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun
trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai
'iming-iming' untuk menggerakkan audiens. "Apa Impian anda? Siapa yang
impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? atau bahkan kapal pesiar?"
Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi
oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka
dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali
oleh orang-orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam
ditempat.


Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu
perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus.
"Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan
mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata
managernya. "Gimana, semangat?" lanjut manager berinteraksi.

"Semagaat..ngat..ngat!" sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya
seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian
target. Kemudian si manager bertanya,"Apa bonus yang aku tawarkan
kurang besar?". "Enggak kok Pak, cukup besar,mudah-mudahan bulan depan tercapai
Pak". Setelah
3 bulan masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah
strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya,"Pokoknya,
jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya
tetapkan, anda saya PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si
salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon
customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang
seketika. Kok bisa? Karena KePePet!
Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan
dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol. "Trus anak istriku
makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak
pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut The Power of Kepepet.

97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming. Maka
dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar
di dunia!".
Banyak perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada seluruh
karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua pikirin!". Bukannya salah
karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu tak
terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa
ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment. John
P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan "Establishing Sense of
Urgentcy"
adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu
organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan
krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan visi. Fungsi
Visi adalah memberikan arah, sedangkan The Power of Kepepet yang
mendorong untuk bergerak.

MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET

Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka yang
'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan
menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita
lakukan? Cara pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan
cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi
kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon
kita, bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda
di-PHK, apa yang Anda rasakan?


Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik. Misalnya dengan
berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat kita
termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau,
bisa juga kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada
juga yang memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios,
setelah itu terpaksa berpikir bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan
tidak punya tanggungan keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba
keluar kerja dan mulai usaha?! Semua itu pilihan Anda lho, jangan
salahkan saya untuk risikonya. Tergantung dari karakter masing-masing
orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil.
Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.


Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH, jangan
kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena
kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan ACTION.
"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak
untuk berubah"
FIGHT!