link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Jumat, 08 April 2011

Tiket MRT

June 10th, 2010 @ novrand // 2 Comments
Tiket MRT Untuk dapat menggunakan kereta MRT atau Mass Rapid Transit di Singapura harus menggunakan tiket elektronik. Tiket ini akan digunakan pada pintu masuk elektronik MRT dengan cara menempelkan atau tapping pada tempat yang sudah disediakan. Setelah tiket ditempelkan maka saldo pada tiket akan otomatis berkurang dan pintu akan terbuka.
Berikut ini adalah gambar pintu masuk mrt

Untuk memasuki pintu perhatikan tanda lampu pada pintu, jangan sampai salah masuk pada pintu keluar. Seperti trafic light terdapat lampu hijau dan merah untuk membedakan. Untuk yang membawa kereta bayi, troller atau kursi roda dapat melalui pintu masuk yang lebih besar.
Ada dua macam tiket MRT yaitu tiket yang digunakan hanya sekali pakai atau single trip dan ada juga yang dapat diisi ulang atau dengan kartu EZ Link.

Kartu EZ Link merupakan kartu smart card contactless yang menggunakan solusi dari Sony Felica. Jenis kartu ini mulai digunakan sejak tahun 2007 yang menggantikan sistem kartu magnetik dan sudah digunakan oleh 10 juta orang lebih dengan
4 juta transaksi setiap harinya. Untuk membeli kartu ini dapat dilakukan di loket tiket atau Passenger Service pada stasiun MRT, dengan pecahan nilai $5, $10, dan $15. Dengan $5 merupakan non refundable sebagai pengganti biaya kartu. Kartu ini dapat digunakan sampai 10 tahun. Keuntungan penggunaan jenis kartu ini adalah praktis. Karena setiap akan keluar masuk MRT kita tinggal tapping kartu ke pintu masuk dan tidak perlu antri beli tiket di mesin GTM atau General Ticketing Machine. Namun, jangan karena keasyikan keluar masuk sampai lupa isi ulang kartu. Sisa deposit akan ketahuan pada saat melakukan tapping (menempelkan) pada pintu masuk. Kalau ada kelebihan, pasti ada kekurangannya :D . Kekurangannya yaitu kalau kita memasuki pintu masuk MRT maka saldo kartu akan diambil dengan jarak terjauh atau paling mahal. Tentunya harus punya saldo kartu yang cukup. Begitu keluar dengan jarak yang dekat, maka saldo sisanya akan dikembalikan pada waktu tapping di pintu keluar. Nah, kalau terjadi gagal tapping maka akan dikenakan biaya terjauh.
Kartu Single Trip atau Standard Ticket dapat digunakan sekali perjalanan. Kalau tidak terburu buru dengan perjalanan selama di Singapura, menggunakan jenis kartu ini juga cukup mengasyikkan. Harga tiket MRT rata rata antara $1-$3, harga tersebut tergantung jarak yang dipilih. Setiap pembelian tiket akan selalu ditambahkan biaya deposit kartu sebesar $1. Deposit ini akan dapat diambil kembali pada saat keluar di mesin GTM juga. Karena untuk pembelian tiket dengan pilihan denominasi yang kecil ini maka selalu siapkan pecahan uang yang kecil pula. Kan tidak mungkin kita beli tiket seharga $2 tapi dimasukkan uang kertas $100. Kalau diterima oleh mesin GTM nya maka kembalian akan berupa uang koin $1 an dengan cukup banyak :P . Kantong bisa bisa menjadi tebal. Ya kalau baru datang dari Bandara Changi atau Pelabuhan Harbourfront dan masih memegang pecahan besar, ya belanja belanja dulu buat mecahin uang :D .

Tahapan atau cara pembelian tiket MRT pada mesin GTM :
1. Siapkan uang dengan pecahan kecil ( ya tentu saja, memang pakai daun ), sebenarnya bisa juga pakai kartu kredit. Siapa yang sudah mencoba ?
2. Pilih menu “buy standard ticket” pada layar dengan memijit layar.
3. Pilih tujuan stasiun pemberhentian dengan memijit peta pada sebelah layar
4. Pilih jumlah tiket yang akan dibeli
5. Masukkan uang ke tempat yang sesuai, misalnya koin dan uang kertas
6. Tiket dan uang kembalian akan keluar
Setelah keluar dari stasiun pemberhentian, untuk tiket yang Standard dapat mengambil deposit $1 pada mesin GTM juga. Untuk melakukan pengambilan deposit atau refund dapat memilih menu “Refund Ticket”.

Tiket masuk Universal Studio Singapore S$66 per orang

June 14th, 2010 @ novrand // 11 Comments
Universal Studio Singapore Universal Studios Singapore merupakan komplek wahana wisata yang ada di Resorts World Sentosa. Wahana ini baru saja dibuka untuk umum pada bulan maret 2010. Wahana wisata ini memiliki luas sebesar 20 hektar, sebagai perbandingan untuk dunia fantasi di Ancol besarnya 9.5 hektar. Dengan dibukanya Universal Studio Theme Park di Singapura ini merupakan tempat wisata Universal Studio yang kedua di Asia (setelah hongkong) dan yang pertama di Asia Tenggara.
Taman bermain dengan luas 20 hektar ini menduduki hampir separuh dari 49 hektar wilayah Resorts Worlds Sentosa. Didalamnya terdapat 24 atraksi dan 7 tempat tematik, yang mengambil tema tema film film blockbuster atau televisi yang menarik, sehingga ada banyak karakter atau tokoh film disini. Selain itu juga terdapat Roller Coaster yang cukup tinggi dan menegangkan.
Zona Hollywood
Merupakan zona Hollywood yang mengambil tema dari kehidupan Hollywood Boulevard. Tempat ini merupakan zona utama dari wahana ini dan menjadi zona kunjungan pertama pada waktu pengunjung tiba kesana. Pengunjung dapat merasakan suasana Hollywood Boulevard disana, dengan arsiteknya yang khas, pohon palm dan jalan Walk of Fame. Atraksi yang ada disini adalah Pantages Hollywood Theatre merupakan theater dengan gaya Broadway untuk menampilkan drama, musik dan pertunjukan lainnya. Tempat ini memiliki 1500 kapasitas tempat duduk yang biasanya menampilkan Universal Monsters (“Monster Rock”) dengan musik rock n roll nya.
Karakter film yang muncul di zona ini diantaranya PO dari film Kunfu Panda, Monster Frankestein, Woody and Winnie Woodpecker, Marilyn Monroe, Charlie Chaplin, Beetlejuice, Betty Boop, Scorpion King dan Anck-Su-Namun.
Zona New York
Zona ini mengambil cerita miniatur kota New York, dengan model khasnya trademark city skyline dan neon light. Terdapat juga replika gedung perpustakaan kota New York dengan dua singa di pintu masuknya. Atraksi yang ada disini yaitu Light! Camera! Action! dan Stage 28. Suatu atraksi pertujukan dalam pembuatan film.
Zona Sci-Fi City
Merupakan zona imajinasi dan menunjukkan bagaimana kota metropolitan masa depan akan terjadi. Pada zona ini digambarkan mengenai kehidupan yang modern dengan aneka cerita dari masa lalu dan budaya yang pernah terjadi pada kota itu. Dan berkembang menjadi kota internasional dengan pengunjung dari seluruh dunia dan planet lain. Cerita dasar zona ini mengambil setting atau latar belakang serial tv populer yaitu Battlestar Galactica. Pada zona ini terdapat dueling roller coaster yang tertinggi di dunia.
Atraksi pada zona ini diantaranya Battlestar Galactica Cylon yaitu roller coaster layang dengan berputar putar lintasannya, Battlestar Galactica Human yaitu roller coaster duduk tanpa berputar, Transformers akan dibuka tahun 2011, dan Accelerator.
Zona Mesir Kuno (Ancient Egypt)
Merupakan zona mesir dengan latar belakang era tahun 1930 dimana eksplorasi mesir sedang dilakukan. Zona ini diisi dengan bangunan bergaya obelisk dan piramida yang khas. Terdapat juga makam firaun di areal ini. Pengunjung yang datang kesini akan berperan sebagai penjelajah arkeolog yang berani untuk menungkap misteri pada negeri ini. Peran yang digunakan ini mirip dengan peran Brendan Fraser pada film The Mummy.
Atraksi yang ada disini yaitu : Revenge of The Mummy yaitu penjelajahan lorong dengan kendaraan berkecepatan tinggi dan berbagai tikungan tajam dan cepat, dan terdapat bola api dan prajurit mumi yang akan menyerang, dan semua disajikan dalam kegelapan. Treasure Hunters, yaitu suatu atraksi dimana pengunjung akan menaiki mobil jip dan disana harus menjelajahi gurun pasir.
Zona The Lost World
Merupakan zona masa jaman dinasaurus dan kita akan memasuki areal itu seperti halnya pada film Jurrasic Park. Areal pada zona ini diatur sedemikian rupa untuk menyerupai film Jurrasic Park. Selain itu juga terdapat areal berdasarkan film Waterworld.
Zona Far Far Away
Merupakan zona yang terinspirasi dari karya DreamWorks Animations pada kisah dongeng fairy tale film Shrek. Disana akan ditemui bagaimana kehidupan karakter film Shrek hidup sehari hari, seperti rawa rumah Shrek, dan juga terdapat istana Far Far Away yang dibuat pertama kalinya didunia. Didalam zona ini terdapat suara suara dari Mike Myers, Eddie Murphy, Antonio Banderas dan Cameron Diaz. Karakter film pada zona ini adalah Shrek, Donkey, Puss In Boots dan Princess Fiona.
Zona Madagascar
Merupakan zona yang mengambil cerita dari film animasi Madagaskar, dimana terdapat empat hewan dari kebun binatang New York yang ingin ke alam bebas namun terdampar di pulau Madagaskar. Pada zona ini menampilkan hutan tropis yang rimbun.
Harga tiket masuk ini adalah sebesar S$66 per orang untuk usia 13-64, untuk anak anak usia 4 – 12 harganya S$48, sedangkan untuk usia lanjut diatas 64 tahun harganya S$ 32. Harga tiket ini untuk bisa memasuki semua wahana permanainan yang ada, kecuali ada tanda tambahan biaya lain, selama satu hari penuh. Jika ingin masuk dengan selama 2 hari, maka harganya S$118 untuk dewasa, S$88 untuk anak anak, dan S$58 untuk usia lanjut. Pembelian tiket ini dapat dipesan pada alamat http://www.rwsentosa.com. Jam operasionalnya dari jam 10 pagi sampai jam 7 malam.

Resort Worlds mengunjungi Universal Studio Singapore, Marine Life Park, Maritim Xperential Museum, dan FestiveWalk

Menuju Sentosa

June 13th, 2010 @ novrand // 25 Comments
Menuju Sentosa Untuk menuju ke pulau sentosa dapat dilakukan dengan beberapa mode transportasi, yaitu bis, MRT dan taxi. Jika menggunakan MRT maka menggunakan jalur North East Line dan berhenti pada stasiun Harbourfront. Jika sebelumnya menggunakan jalur East West Line maka harus berpindah dulu di stasiun Outram Park baru menuju jalur North East Line ke arah Harbourfront. Sedangkan jika berada pada jalur Nort South Line maka dapat berpindah di stasiun Dhoby Ghaut dan kemudian menuju kereta North East Line untuk menuju ke HarbourFront. Sesampai di HarbourFront, kita dapat memilih menggunakan Cable Car atau kereta Sentosa Express untuk menyeberang.
Cable Car
Menggunakan Cable Car atau kereta gantung dapat juga berangkat dari Mount Fabber, tapi karena sudah ada di HarbourFront maka tinggal naik ke lantai atas untuk menuju ke terminal Cable Car. Harga tiket untuk pulang pergi sebesar S$18.9. Cable Car ini sudah beroperasi sejak tahun 1974, dan mengalami berbagai macam renovasi. Pada saat ini (2010) pun sedang berlangsung renovasi, sehingga layanan Cable Car sedang ditutup sejak tahun 2009. Dengan Cable Car akan berhenti di wilayah Imbiah di pulau Sentosa.
Sentosa Express

Untuk menggunakan Sentosa Expres maka perlu menuju terlebih dahulu ke Vivo City, lokasinya bersebelahan dengan Harbourfront. Tinggal mengikuti petunjuk arah yang ada menuju ke vivo city. Lokasi stasiun Sentosa Express berada pada lantai paling atas. Untuk memudahkan mencari stasiun tersebut, jangan terburu buru naik sembarang eskalator. Cari terlebih dahulu pintu masuk utama vivo city, kemudian tinggal naik eskalator yang ada di dekat situ menuju ke lantai paling atas. Soalnya saya sendiri sering nyasar di vivo city.

Sesampai di stasiun Sentosa Express, kita bisa memilih untuk membeli paket paket wisata terlebih dahulu atau langsung membeli tiket kereta saja. Untuk membeli tiket kereta saja, cukup menggunakan mesin tiket yang ada disamping. Harga tiket sentosa express atau disebut juga dengan sentosa pass sebesar $3. Dan biasanya tidak mengantri seperti pada pembelian tiket paket wisata. Setelah tiket diperoleh, bisa langsung menuju kereta untuk menyeberang ke pulau sentosa.

Dengan kereta Sentosa Express, akan terdapat 3 pilihan stasiun pemberhentian, yaitu Resorts World, Imbiah dan Beach Station. Di Resort Worlds yang baru dibuka pada tahun 2010 ini, kita dapat mengunjungi tempat tempat yang menarik seperti Universal Studio Singapore, Marine Life Park, Maritim Xperential Museum, dan FestiveWalk. Disini juga terdapat beberapa hotel seperti Hard Rock Hotel, Crockford Tower, Hotel Michael, Festive Hotel, Equarius Hotel dan Spa Villas.
Di Imbiah Station, dapat berjalan jalan ke berbagai wahana wisata seperti Butterfly Park & Insect Kingdom, Cable Car, Images of Singapore, Merlion Walk, Nature Walk, Sentosa 4D Magix, Sentosa CineBlast (Desperados), Sentosa Luge & Skyride, Sentosa Nature Discovery, The Merlion dan Tiger Sky Tower.
Untuk station terakhir yaitu Beach Station, kita bisa berpergian ke beberapa tempat di tepi pantai, seperti Siloso Beach, Palawan Beach dan Tanjong Beach. Atau ke arah Siloso Point.

Sentosa Express

Tujuan: Pulau Sentosa. Untuk sampai disana kami menggunakan MRT yang menuju ke Harbour Front, untuk kemudian berganti menggunakan Sentosa Express, dengan tiket perorang sebesar $3. Sentosa Express terletak di Vivo City, di level 3
. Di Level 3 juga ada loket yang menjual paket wahana di Pulau Sentosa. Kami sengaja tidak mengambil yang paket karena setelah kami lihat padanan paketnya tidak semuanya menarik, sehingga kami memutuskan untuk membeli per wahana. Wahana yang kami datangi adalah paduan berbagai tempat favorit kami yaitu:
·         Butterfly and Insect : Disini melihat berbagai kupu, kumbang dan burung dari berbagai negara. Ini salah satu pilihan suami gue
·         Film 4 Dimensi : Pirrate. Ini pilihannya Anink. Keren and seru oi film nya..
·         Underwater Sea World: Melihat berbagai macam kehidupan bawah laut. Selain itu disini kita juga bisa melihat pentas lumba2x dan linsang. Ini pilihan gw, juga kesukaan Ega. Seperti sebelumnya, jika ditempat seperti ini Ega paling susah diajak keluar
Dari Pulau Sentosa kami menuju ke Esplanade, disini kita diperlihatkan Marina Bay, setelah berjalan kaki menyusuri Marina Bay akhirnya sampailah kami di Marrion Park, tempat terdapat patung Singa, lambang negara ini Singapore. Kata Anink, gak sah kalo belom nyampe dan foto ditempat ini, hehe... Namun, memang sangat menyenangkan duduk2x di tempat ini, menghirup udara laut sungguh sangat menyenangkan. Karena inginnya melihat kembang api ditempat ini yang katanya dinyalakan setiap jam 8 malam, maka begitu senja menjelang dan perut sudah berteriak minta diisi, kami tidak segera meninggalkan tempat ini. Akhirnya kami memutuskan makan didaerah situ, namun yang terdapat di sepanjang Marrion Park adalah Fancy Restaurant yang memiliki view begitu indah, namun bagi kami, sangatlah sangat untuk menghabiskan hanya untuk makanan. Akhirnya kami memutuskan kembali ke Marina Bay, disana ada berbagai macam restaurant pula dan juga food court. Setelah makan malam, dan waktu hampir menunjukkan jam 8, kami beranjak menuju pinggir pantai, namun setelah kami tunggu sampai dengan jam 9 malam, kembang api itu tidak ada juga... hik... kesel.. alih-alih ingin melihat kembang api yang ada juga melihat orang pada pacaran dipinggir pantai.

VivoCity terdapat Stasiun MRT HarbourFront

VivoCity

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Koordinat: 1°15′50″N 103°49′20″E / 1.26389°LU 103.82222°BT / 1.26389; 103.82222
VivoCity
怡丰城
VivoCity怡丰城
Fakta dan statistik

Letak HarbourFront, Singapura
Tanggal dibuka 7 Oktober 2006 (beroperasi)
1 Desember 2006 (resmi)
Pembangunan Mapletree Investments
Pimpinan CapitaLand Retail
Pemilik Mapletree Investments
Arsitek Toyo Ito
Jumlah toko dan jasa 335
Jumlah toko induk 3 (Golden Village, Dairy Farm Group, Tangs Department Store)
Total luas pertokoan 96.600m² (area disewakan); 139.350m² (area keseluruhan)
Parkir 2,179 ruang parkir mobil
Jumlah tingkat 5, termasuk 2 lantai basemen
Situs web www.vivocity.com.sg
VivoCity ketika sedang dibangun
Interior VivoCity
Lantai 1 Central Court
Petugas mal menaiki Segway.
Interior VivoCity (Desember 2006)
Daerah dekat Giant supermarket
Anak-anak bermain di kolam permainan
VivoCity adalah mal terbesar di Singapura, yang terletak di dekat Singapore Cruise Center dan terdapat Stasiun MRT HarbourFront di lantai bawah tanah dan stasiun terdapat Stasiun MRT HarbourFront. Nama VivoCity berasal dari kata vivacity. Menurut pimpinan Mapletree Edmund Cheng, VivoCity "membangkitkan pengalaman gaya hidup yang modern dan bergairah, dapat diakses semua orang, tempat energi mengalir dengan penuh vitalitas". Pada akhir minggu pertama setelah peresmian pada 1 Desember 2006, mal ini dikunjungi hampir sejuta orang.[1]

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sejarah

VivoCity dibangun di bekas lokasi pameran World Trade Centre, yang kini bernama HarbourFront Centre. VivoCity memiliki luas area keseluruhan 139.350m² dan area yang disewakan seluas 96.600m², lebih luas dari Suntec City dan Ngee Ann City, pusat belanja terluas sebelum VivoCity dibuka. Dirancang oleh arsitek Jepang Toyo Ito. Anak perusahaan Temasek Holdings, Mapletree Investments adalah pengembang kompleks senilai S$ 413 juta (atau sekitar Rp.2,46 triliun waktu itu.[2])

[sunting] Peresmian

Pusat belanja ini dibuka secara resmi pada 1 Deember 2006 setelah upacara penyelesaian pembangunan pada 18 April dan pembukaan awal pada 7 Oktober di tahun yang sama. Upacara pembukaan termasuk pesta kembang api selama 6 menit, konser band Amerika String Theory yang terbuka untuk umum, dan konser Stefanie Sun di ampiteater mal di Sky Park yang terletak di lantai tiga. Tamu penting di acara ini adalah pimpinan Temasek Holdings dan mantan menteri kabinet S. Dhanabalan. Selama sebulan setelah pembukaan dikunjungi 4,2 juta orang, setara dengan jumlah penduduk Singapura dan menarik pengunjung sebanyak 7,28 orang sejak dibuka pertama kali sampai peresmian. Konser String Theory menampilkan harpa raksasa dengan senar setinggi tiga lantai mal. Konser diadakan di The Promenade selama sepuluh hari sejak 1 Desember sampai tanggal 10. Pagar penghalang dipasang di dermaga yang menghadap ke Keppel Harbour. Polisi tambahan diperbantukan selama pembukaan, dimana pusat jajan dan seluruh Sky Park di lantai tiga ditutup untuk umum pada waktu itu. Sebagian tempat parkir juga ditutup untuk umum khusus untuk tamu undangan saja. Sebuah layar raksasa dipasang di pintu utama mal untuk menampilkan konser Stefanie Sun.[3]

[sunting] Acara menyambut tahun baru

VivoCity menjadi lokasi resmi untuk acara televisi yang menayangkan hitung mundur memasuki tahun baru, menggantikan Sentosa di tahun-tahun sebelumnya.
Konser tahun baru 2007 dimulai sejak 31 Desember 2006 sampai 1 Januari 2007, diadakan di ampiteater di lantai teratas dan menampilkan artis-artis lokal terkenal dari televisi MediaCorp Channel 5 dan 8, juga 11 finalis utama dari Singapore Idol musim kedua.
Konser tahun baru 2008 dimulai sejak 31 Desember 2007 sampai 1 Januari 2008 berlangsung di tempat yang sama dengan artis Taufik Batisah, Daren Tan Sze Wei dan Deal Or No Deal selain artis dari Channel 5 dan 8 serta beberapa grup pemenang dari kompetisi "Live The Dream", juga penampilan beberapa finalis dari kompetisi tersebut.
Konser tahun baru 2009 dimulai sejak 31 Desember 2008 sampai 1 Januari 2009 berlangsung di tempat yang sama, namun kali ini dengan artis-artis dari Channel 8 dan U mengantikan Channel 5. Mengingat acara Channel 5 berlangsung di lokasi lain yaitu Marina Bay Float.
Pergantian ke tahun 2010 juga masih diadakan di tempat yang sama dengan artis-artis dari Channel 8 diantaranya Jeanette Aw, Elvin Ng dan Joanne Peh dari drama serial televisi.[4]
Pergantian ke tahun 2011 tetap bersama Channel 8[5]. Sementara pesta yang sama mulai bersaing di beberapa lokasi lain di Singapura seperti di Marina Bay.[6]

[sunting] Fasilitas

Arsitektur VivoCity yang berbeda dari bentuk persegi dari banyak bangunan lain yang sejenis menjadi ikon tersendiri. Terdapat ruang besar untuk mengadakan acara, tempat makan sepanjang 300 meter, lantai atap yang luas dengan ampiteater. Sky Park dan tempat bermain di pusat belanja merupakan tempat yang menyenangkan untuk seluruh keluarga. Kolam dangkal di lantai tiga juga menjadi tempat bermain yang menyenangkan selain di lantai-lantai di bawahnya, lantai atas ini juga menjadi tempat yang baik untuk melihat pulau Sentosa di seberangnya. Meskipun demikian kolam dangkal di lantai tiga sebenarnya bukan untuk bermain tapi lebih ke pembentuk suasana arsitektur lanskap, manajemen bangunan tidak melarang anak-anak bermain disitu meskipun ada kekhawatiran anak-anak bisa terpeleset dan air yang tersedia sebenarnya bukan untuk berendam. Sebagai upaya pengamanan, manajemen bangunan rutin membersihkan kerikil di dasar kolam agar tidak berbahaya. Rancangan VivoCity yang bisa menampung 300 penyewa dengan konsep ritel menarik banyak merek baru membuka tokonya disitu.[7]
Mal ini juga memiliki bioskop terbesar dan terbanyak dengan 15 layar dan kapasitas 2.293 penonton yang dikelola Golden Village, merupakan salah satu bioskop terbesar di Asia. Perusahaan seperti Toys "R" Us dan Dairy Farm mempunyai cabang disini. Dairy Farm memiliki Cold Storage, Shop N Save, Giant Hypermarket, 7-Eleven dan Guardian Health & Beauty menempati ruang seluas 3.700 m² di Basemen 2 dan sekitar 7.400 m² di Lantai 1. Grup hipermarket ini dinamakan VivoMart terhubung dengan travelator dan menjual makanan dari seluruh dunia termasuk dari Amerika Serikat, Jerman, Jepang dan Australia.
Terdapat dua pusat jajan serba ada di Basemen 2 yang pertama seluas 2.200 m² di Basemen 2 dari Grup Kopitiam dan seluas 2.500 m² dari Grup BreadTalk bersebelahan. Juga terdapat pusat jajan serba ada Food Republic dengan konsep yang sama seperti di Wisma Atria dengan arsitektur interior yang khas menampilkan suasana kuno rumah kayu terletak di Lantai 3.[8]
Sebagai salah satu tempat berpameran dari Singapore Biennale pada tahun 2006, VivoCity adalah satu-satunya tempat pameran permanen. Sebuah kontes desain internasional diadakan untuk karya seni yang menyatu dengan arsitektur VivoCity, terdapat 365 karya yang masuk dari seluruh dunia.[9]
Fasilitas lainnya termasuk Planet Fitness sebagai tempat olahraga, senam, spa, restoran dan klub dansa. Toko Tangs terletak di lantai 1 dan 2, menjadi cabang lain dari yang sudah ada di Jalan Orchard. Toko ini menjual beberapa barang yang tidak terdapat di toko Jalan Orchard, juga memiliki tempat lalu lalang yang lebih lebar. Beberapa toko lain dari merek terkenal dunia juga buka pertama kali di VivoCity, diantaranya toko pertama Gap di Asia Tenggara. Selain itu toko-toko cabang dari Spanyol, seperti River Island dan Club Marc.[1]
Mal ini memilik fasilitas parkir dengan daya tampung 4.000 kendaraan dan tempat bongkar muat yangluas. Parkir mobil terletak di basemen 1 dan 2 juga terdapat parkir di lantai 2 sampai 7.
Stasiun monorel Sentosa Express terletak di lantai 3 dekat pusat jajan serba ada Food Republic mulai dibuka sejak 15 Januari 2007 melengkapi fasilitas yang ada di mal ini.

[sunting] Jalur penghubung

  • Jalur penghubung di basemen 2 menyambung ke Stasiun MRT HarbourFront dan Seah Im Hawker Centre di seberang Jalan Telok Blangah.
  • Dua jembatan berpendingin udara di lantai 2 terhubung ke HarbourFront Centre.
  • Sebuah jembatan penyeberangan diluar gedung di lantai 2 dekat bioskop Golden Village menghubungkan ke St James Power Station.
  • Stasiun monorel Sentosa Express di lantai 3 menghubungkan ke pulau Sentosa.

[sunting] Pekerjaan tambahan

Mal ini mengalami beberapa masalah sejak dibuka pada Oktober 2006, seperti kurangnya penanda arah dalam mal. Manajemen membagikan brosur berisi peta toko-toko, selanjutnya meminta sebuah perusahaan jasa Australia, Woodhead untuk meningkatkan pendanda di dalam mal. Penanda baru disesuaikan dengan nama penyewa utama agar bisa menjadi penanda lokasi yang baik di dalam mal. Beberapa penanda sudah dipasang di koridor menuju elevator di lobi. Seluruh penanda lama diganti dengan yang baru.
Beberapa toilet mengalami masalah drainase, juga beberapa kekurang lengkapan toilet wanita. Tempat pembuangan sampah juga sering tidak mencukupi, namun lantai-lantai, tempat cuci dan ruang-ruang penyewa tidak mengalami masalah. Manajemen harus meningkatkan kapasitas toilet mengingat jumlah pengunjung yang sangat banyak. Seluruh pekerjaan peningkatan selesai pada Maret 2007.
Kolam dangkal di lantai atap juga disaring dan dibersihkan secara berkala mengingat telah menjadi tempat bermain anak-anak.[10]

[sunting] Direktori toko

[sunting] Basemen

[sunting] Lantai 1

[sunting] Lantai 2

[sunting] Lantai 3

Lantai atap VivoCity dimana terdapat kolam bermain.

MRT HarbourFront to Sentosa Universal Studio

Stasiun MRT HarbourFront

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
MRT Singapore Destination 6.png
 NE1  CC29 
Stasiun MRT HarbourFront
港湾地铁站
துறைமுகம்
Angkutan cepat
Ne1 harbourfront.jpg
Peron stasiun Jalur Timur Laut
Statistik stasiun
Alamat 81 Telok Blangah Road
Singapore 098867
Koordinat 1°15′55″N 103°49′20″E / 1.265297°LU 103.82225°BT / 1.265297; 103.82225
Jalur ██ Jalur Timur Laut ██ Jalur Lingkar (sedang dibangun)
Hubungan Bus, Taksi
Struktur Bawah tanah
Peron Pulau
Rel 4 (2 U/C)
Informasi lain
Dibuka 20 Juni 2003 (Jalur Timur Laut)
2011 (Jalur Lingkar)
Akses Handicapped/disabled access
Kode NE1 / CC29
Operasi
Stasiun sebelumnya   Mass Rapid Transit   Stasiun selanjutnya
Terminus
Jalur Timur Laut
menuju Punggol

Jalur Lingkar
Terminus
Letak
HarbourFront MRT Station
Peron Stasiun MRT HarbourFront.
Stasiun MRT HarbourFront (Kode NE1 / CC29) adalah stasiun bawah tanah MRT Singapura yang merupakan stasiun persilangan antara Jalur Timur Laut dan rencana Jalur Lingkar. Terletak di selatan Singapura dekat HarbourFront Centre yang sebelumnya dikenal sebagai Singapore World Trade Centre. Stasiun ini menjadi ujung layanan Jalur Timur Laut dan segera juga menjadi ujung dari Jalur Lingkar. Dioperasikan oleh SBS Transit dan selanjutnya juga SMRT Corporation untuk Jalur Lingkar.

Daftar isi

[sembunyikan]

Lokasi

Stasiun HarbourFront terhubung dengan HarbourFront Centre dan VivoCity, bisa ke Pulau Sentosa dengan kereta gantung. Bus ke pulau Sentosa juga terdapat di Terminal Bus HarbourFront dekat stasiun. Stasiun monorel Sentosa Express terdapat di VivoCity lantai 3 yang juga menuju ke pulau Sentosa. Stasiun ini juga melayani wisatawan yang menuju ke Mount Faber dimana stasiun ini berada di bawahnya.

Sejarah

Stasiun HarbourFront dibuka pada 20 Juni 2003 sebagai bagian dari Jalur Timur Laut. Setelah VivoCity dibuka, penumpang akhir pekan berlipat ganda menjadi lebih dari 60.000 penumpang setiap hari, melebihi Stasiun MRT Dhoby Ghaut, stasiun terpadat di Jalur Timur Laut. Dengan kenaikan jumlah penumpang, pintu tiket menuju VivoCity ditambah dari 2 menjadi 7 buah.
Di dalam stasiun terdapat karya seni Enigmatic Appearances oleh Ian Woo

Masa mendatang

Ketika Jalur Lingkar dibuka nanti, stasiun ini akan menjadi satu-satunya stasiun MRT di Singapura yang menjadi ujung dari dua buah jalur layanan. Stasiun MRT Marina Bay yang menjadi ujung dari Jalur Lingkar saat ini, tidak lagi menjadi ujung Jalur Utara Selatan ketika Stasiun MRT Marina Pier yang menjadi stasiun terakhir Jalur Utara Selatan dibuka.

Jadwal pelayanan

Tujuan Kereta Pertama
Kereta Terakhir

Sen - Sab
Minggu &
Hari Libur

Harian
Jalur Timur Laut
ke NE17 Punggol 06.00
06.20
23.55
Jalur Lingkar
ke CC1 Dhoby Ghaut -
-
-

Denah stasiun

Stasiun MRT HarbourFront menjadi satu-satunya stasiun dimana keretanya menggunakan persilangan rel untuk berpindah peron. Persilangan rel dipakai pada waktu sibuk pagi dan sore hari. Juga satu dari dua stasiun yang menggunakan peron tunggal (Peron A) untuk pemberhentian kereta, stasiun lainnya adalah Marymount.
L1 Jalan VivoCity, Harbourfront Centre, Terminal Bus HarbourFront, Halte bus
B1 Gerbang Pintu Tiket, Mesin Tiket, Kontrol Stasiun, Konter Transitlink
B2
Peron
Peron A Jalur Timur Laut menuju  NE17  Punggol (←)
Peron pulau, pintu terbuka di kiri di Peron A dan terbuka di kanan di Peron B
Peron B Jalur Timur Laut menuju  NE17  Punggol (←)
Peron A Jalur Timur Laut dan peron B Jalur Lingkar sebelumnya digunakan untuk parkir kereta.

Jalur Lingkar

Ketika layanan dibuka, penumpang yang berpindah ke peron Jalur Timur Laut hanya melewati eskalator di lantai gerbang dan turun lagi di eskalator berikutnya untuk berpindah jalur karena Jalur Timur Laut dan Jalur Lingkar berada pada ketinggian yang sama. Stasiun ini akan menggantikan ujung Jalur Lingkar di Stasiun MRT Marymount.

Pintu-pintu

  • A: Terminal Bus HarbourFront
  • B: HarbourFront Centre, Singapore Cruise Centre
  • C: VivoCity (Lantai 1)
  • D: Jalan Telok Blangah
  • E: VivoCity (Basemen 2)
  • F: Sentosa Express (Stasiun Waterfront)

MRT ke HarbourFront (NE 1) (EXIT E) ke lantai 3 VivoCity beli tiket monorail sentosa express

A Journey to Singapore (Part 1)

Mengikuti jejak seorang tersangka yg kabur ke Singapore (sebut saja Bman_red), aku ikut-ikutan mencoba melawat ke sana (*he2, peace Man!). Akhirnya berburu promo Air Asia @Maret 2010 & dpt murah di 29-31 Juli 2010. Saran: Langganan newsletter AirAsia ato penerbangan2 lain, biar gak ketinggalan info2 promo. Webnya: www.airasia.com. Transaksi online booking butuh credit card atawa bisa didebet dari ATM asal udah daftar layanan internet banking. Klo AirAsia, debit nya pake Link BCA atau Mandiri e-banking. Berhubung aku gak punya, aku minjem Bman dulu deh, baru aku transfer uang ke rekening Bman (*Ha3…ngutang kok bilang2). Saran: buat yg pengin ke luar negri dg online booking, daftar internet banking aja segera. Jadi tar klo da promo dg periode booking yg mepet, gak keburu2 ngurusnya, bisa2 ketinggalan deadline.

Mei mulae urus paspor & BELAJAR. Buat yg baru pertama kali ke Singapur, penting tu! Klo gak mempelajari about Singapur, bisa buang2 waktu di sana. Misalnya ngasal pergi ke Science Center pagi2, padahal jam 10 baru buka, gitu kan jadi gak efektif waktunya. Makanya cari info sebanyak-banyaknya dulu trus bikin rencana perjalanan baek2 biar lebih optimal. Tanya aja mbah google. Banyak situs & blog2 about singapur getow. Membantu bangetlah pokona mah. Makanya aku gantian pengin sharing about pengalamanku di sana, siapa tau bisa bermanfaat juga.

Day 1 : Kamis, 29 Juli 2010
06.00 WIB
Check in bandara Jogja. Deg-degan. Soalnya first time naek pesawat sendiri sekaligus first time ke luar negri. Kalo dah web check in, tinggal tunjukin boardingpassnya ajah, lebih cepet, jadi tinggal isi kartu keberangkatan & kartu imigrasi. Kartu imigrasinya tar disobek ma petugas, sisanya jangan ampe ilang, soalnya tar di minta pas mo pulang dr Changi. Abis check in, bayar pajak bandara. Klo di Jogja & Solo si Rp 100.000, klo di Jakarta Rp 150.000. Trus ke loket validasi fiskal. Jangan lupa siapin NPWP asli & fotokopi NPWP. Paspor asli & fotokopi paspor. Klo belom bawa fotokopiannya, tar disuruh fotokopi dulu soalnya. Klo belum punya NPWP, boleh pake NPWP milik orang tua / anggota keluarga dengan syarat bawa fotokopi kartu keluarga & nama kita tercantum sebagai anggota keluarga dari si pemilik NPWP itu. Klo gak punya, harus bayar fiskal Rp 2.500.000. Katanya si sejak 2010 dah gak ditarik fiskal lagi, tapi nyatanya masih ditarik tuh. Makanya segera urus NPWP aja biar gak kena fiskal. Setelah dapet cap bebas fiskal, ke bagian imigrasi. Setelah paspor dicap & kartu keberangkatan diambil ma petugas imigrasi, kita lanjut ke ruang tunggu. Gak boleh bawa aer. Habisin dulu aer minumnya sebelum masuk ruang tunggu. Kalo bawa cairan (misalnya parfum), gak boleh lebih dari 100 ml.

07.35 WIB – 09.45 WIB atau 10.45 waktu Singapur, coz waktu Singapur = WIB + 1 jam.
Perjalanan Jogja – Singapura (130 menit)

10.45 – 11.30
Ambil brosur2 & peta gratisan trus menuju MRT Station. Dari terminal 1 ke terminal 2 naek skytrain otomatis. Liat aja petunjuk arah. Jangan keliru ke terminal 3 ya. Jangan bingung nyari pak supir, soalnya ni otomatis, pake listrik. Ni foto skytrainnya.

Tetep ikutin petunjuk arah ke MRT. Ada ticket office getow. Beli EZ-link card. Harganya SGD12 (12 Singapore Dollar). SGD5 buat kartunya & SGD7 saldonya. Bisa juga pake Tourist pass. Klo gak salah si utk pemakaian unlimited getow, khusus buat turis yg gak lebih dari 3 hari di Singapur. Harganya klo beli yg 1 hari = SGD8, 2 hari = SGD16, 3 hari = SGD24. Ditambah deposit SGD10. Tar klo dah kelar, kita balikin kartunya & deposit kita dibalikin. Saran: Kalo aku si prefer pake EZ link card aja, soalnya selama 3 hari di sana, aku cuman butuh isi ulang (top up) 1 kali (SGD10). Jadi cuma abis SGD22. Hari terakhir sebenernya dah habis saldonya, tapi coz klo top up itu minimal SGD10, jadi aku pake standart tiket yg utk sekali jalan (single trip). Belinya di GTM (General Ticketing Machine) deket office juga. Tinggal touch “buy standart ticket” trus touch mau ke stasiun MRT mana, tar keluar tulisan berapa yg harus dibayar (sekitar 2-4 dolar termasuk deposit SGD1). Trus tinggal masukin uangnya aja, tar kita dapet tiket & kembalian. Kalo dah nyampe tujuan, tiketnya kita balikin lagi ke GTM buat ngambil deposit kita yg SGD1. Tapi kalo mau standar tiketnya buat kenang2an ya ga usah dibalikin tiketnya, tapi deposit SGD1 nya melayang. Aku berbuat gitu sekali, e tapi malah sekarang ilang tu tiketnya, entah di mana. Yaaach..ga jadi buat kenang2an deuh, rugi SGD1 T_T

Baik pake EZ-link, tourist pass, atawa standart ticket, cara makenya sama. Sebelum masuk ke MRT stationnya itu ada gate-gate (gerbang) yg ketutup getow. Tiketnya di-tap (ditaruh diatas semacam scanner getow), tar keliatan saldo kita masih berapa. Baru gerbangnya kebuka, langsung nutup lagi. Jadi yg gak punya tiket ya gak bisa masuk. Gak kayak di Indonesia. Yg naek 10 teh dibilang 5. Makanya PT Kereta Api rugi tuh. Gara2 lagunya Ibu Soed “Bolehlah naik dengan percumaaa…”. He2 becanda. Maaf Bu’. Klo EZ-link card, kartunya gak perlu dibalikin. Dah jadi hak milik kita. Kan dah bayar 5 SGD. Simpen tu, bisa dipake mpe 5 taon ke depan. Sapa tau ke Singapur lagee. Trus EZ-link juga bisa dipake pas naek Sentosa Express seharga SGD3.

11.30 – 12.00
Perjalanan ke Bugis Station (EW12). Saran: print peta rute MRT & kantongin, bawa ke mana2. Gak akan salah naek MRT lah insyaAllah mah klo punya peta itu. Jelas banget kok. Banyak tanda2 jalannya juga. Pas di MRT, selalu dikasih tau berikutnya tu stasiun mana. Gak akan kelewatlah klo merhatiin mah. Gak kayak KRL Bogor-Jakarta, klo mo berhenti di stasiun tengah2 mah sering kelewat. Misalnya Pocin, Manggarai, getow2, klo belom pernah tu harus konsentrasi abis ngintipin nama stasiunnya, atawa ngapalin itu stasiun ke berapa, atawa nanya ma orang yg bener2 tau & sering naek KRL. He2.

12.00 – 12.45
Nyari hostel. Sebenernya 15 menit juga dah nyampe si. Cuman gara2 nyasar, makanya lama. Masih rada untung nyasarnya di Bugis Street, jadi bisa liat2 belanjaan. He2. Pertama kali keluar MRT Bugis tu aku ambil exit yg ke Bugis Junction, alhasil nyasar2 nyari jalan Kubor. Mana bawa ransel berat lagee  . Saran: usahakan temukan peta lokal.

12.45 – 13.30
ABC Backpackerhostels. Check-in. Sebelumnya aku booking dulu di www.abcbackpackerhostel.com. Gak perlu bayar ongkos booking. Klo booking lewat hostelworld.com kudu bayar dulu via credit card. Berhubung aku gak punya credit card, jadi ya bisanya booking ABC backpacker deh. Per mlm SGD18 (±Rp 121.000. Kurs yg berlaku saat itu Rp 6.753/SGD) yg sekamar isi 8 bed. Sebenernya yg lebih murah tu di kawasan Geylang. Ada Urban LLP hostel Rp 61.000 atawa SG98 Rp 75.000 tapi berhubung gak nemu situs pribadinya, cuma nemu yg via hostelworld yg kudu pake credit card, makanya gak bisa booking di situ. Bisa si gak booking dulu, langsung ke sana aza, tapi resikonya ya bisa aja gak dapet kamar gara2 hostelnya penuh. Lagian katanya si Geylang itu kawasan Red-light, tempat prostitusi getow. Kalo di Bugis itu deket Arab Street, jadi banyak tempat makan halal. Deket masjid juga. Setelah check-in, masak mie. Ha3 masih mental mahasiswa, selama bisa irit ya diirit. Abisnya sekali makan tu nasi ayam biasa SGD 3-3,5 (Rp 23rb), klo nasi briyani pake ayam malah SGD5,5 (Rp 37rb). Di hostel disediain dapur & air panas gratis. Disediain juga mangkuk bertutup buat masak mie. Isi botol minuman ma aer dari hostel, soalnya harga aer minum di singapur tu mahal. Bawa gembok sendiri buat ngunci loker. Kalo beli di sana harganya SGD3. Aku gak bawa, tapi gak beli juga. He3. Udah dibilangin ma Bman si suruh bawa, tapi males belinya. Singapur ini, alhmd barang2ku gak da yg ilang sama sekali kok.

13.30 – 13.45
Masjid Sultan. Sholat jamak dzuhur & ashar. Dari hostel ke kanan aja. Kliatan kok, deket. Kayak masjid kubah emas yg di Depok getow deh.

13.45 – 14.05
Berhubung tadi ke hostelnya pake acara nyasar bin muter2, jadinya gak tau deh jalan yg benar menuju MRT. Trus nanya ma orang China getow dech. Baek ih, aku dianterin. Di jalan sambil diajak ngobrol2 getow sih. Tinggal bilang oke, yes, yeah, ma ngangguk2 ajalah. Ha5. Abisnya cepet banget ngomong Englishnya. Rada2 gak bisa ngikutin dikit. Hihihi…

14.05 – 14.45
Orchard Road. Pjalanan ±15 menit. Dari Bugis Station menuju ke Joo Koon Station lalu turun di City Hall Interchange Station (NS25/EW13), dari City Hall menuju ke Jurong East Station, turun di Orchard Station (NS22). Menuju ke EXIT E untuk keluar ke Orchard Road. Yang terkenal si Mall iSetan, Tangs, Paragon, Takashimaya, Lucky Plaza. Tapi aku gak masuk ke mall2nya, abisnya palingan isinya sama aja. Bukan penggila belanja barang2 bermerk sich (*gak punya duit soalnya, he2). Di Orchard cuman bentar, cuma liat arsitektur bangunannya aja, contohnya:

14.45 – 16.00
Botanic Gardens. Cari halte bis deket situ trus naek bus no 7 or 77 or 105, turun di botanic garden. Klo pake EZ-link tinggal tap aja pas naek & turun bus. Jadi klo EZ-link & tourist pass tu selaen bisa buat MRT juga bisa buat bus. Setelah pintu masuk Botanic Garden da kolam getow. Da kura2nya. Dikelilingi merpati2 juga, wlo gak sebanyak di film Home Alone 2 sich. He2.

Dalemnya hampir sama kayak Kebon Raya Bogor getow. Cuman masuknya gratis. Klo KRB kan bayar. He2. Jam bukanya dari jam 5 pagi mpe 12 malem. Di sini da Swan Lake, Palm Valley, Rain Forest, Ginger Garden, Rumah Bonsai dll.

Yang harus bayar tu di National Orchid Garden. Dewasa SGD5, Anak dibawah 12 tahun gratis. Aku si gak masuk. Pokoknya prinsipnya “Utamakan Gratisan”. Heuheuheu. Bahkan aku ngambil aer minum gratisan di sono. Ngambil sendiri dari mata aer. Maklum, dah biasa camping di gunung & minum aer mentah (*hihihi…iritnya kebangetan ini mah). Biar aja lah. Dah haus banget. Sedangkan mau ke pintu keluar tu masih jalan rada jauh. Keburu dehidrasi. Lagian katanya si, aer mentah di Singapur tu dah steril. Trus ada Library ma Botany Center. Di Botany Center ada lab pembibitan anggrek getow.

Mungkin better ke Mount Faber aja, Katanya si bisa ngeliat singapur dari atas bukit getow. Cuman lebih capek, harus naek banyak tangga. Sebenernya biz dari botanic garden mau ke mount faber, tapi dah kecapekan, takut kemaleman pula, & belon tau rutenya pula. Deket harbourfront, tapi lom tau ke arah mana. Jadinya langsung ke Sentosa deh. Dari Botanic Garden nyebrang aja ke halte di seberang halte tempat kita turun tadi. Trus naek bus 105 or 106. Waktu tu aku kan lagi makan es krim. Busnya dah dateng. Dg santainya aku naek ke bus donk sambil bawa es krimnya ke dalem. Maksudnya makannya mau diterusin di dalem bus getow. Eee… dimarahin dunk ma supirnya. Supirnya orang melayu getow. Katanya “habiskan dulu makannya, buang sampahnya”. Beuuhh…akhirnya aku turun lagi deuh. Tengsin. Ternyata klo di dalam bus / MRT tu gak boleh makan/minum. Ada tanda larangannya gitu. Kalo makan didenda 500 SGD ato berapa gitu (*lupa). Ouw…pantesan bus2 & MRT nya bersih biyanget. Gak kayak KRL Bogor-Jkt. He5 lagi2 mbandingin kok ma KRL! Naek bus balik ke Orchard Road trus ke Orchard MRT Station.

16.00 – 21.00
Sentosa Island. Naek MRT ke HarbourFront (NE 1). Keluar dari Harbourfront Station (EXIT E) dan menuju ke lantai 3 VivoCity. Kalo punya EZ-link ga sah beli tiket monorail sentosa express lagi, klo tourist pass kayaknya si kudu beli tiket lagi. Soalnya baca di terms & conditionnya tu gak termasuk naek express. Tiket songs of the sea bisa langsung dibeli di vivocity, di tempat pembelian tiket sentosa express. Saran: Beli di sini aja, jadi gak usah ngantri tiket lagi tar, bisa ditinggal jalan2 dulu. Harga tiket song of the sea = SGD10. Oya, ambil aja island map dulu deket situ, sebelum naek monorail.

Alternatif laen ke Sentosa selain naek monorail adalah naek cable car. Dari MRT Station ikut aja tanda2 jalan yg ke cable car, bukan yg ke sentosa express. Tarifnya sekitar SGD12. Bisa juga naek dari Mount Faber, tarifnya SGD18,9 bolak-balik. Udah ngliat Singapur dari atas pesawat ini, jadinya gak usah naek cable car aku mah (*ngeles, padahal gara2 budget mefet). Kalo naek sentosa express. Ada 4 stasiun: Sentosa Station di Vivocity tempat kita berangkat, Waterfront Station, Imbiah Station, & Beach Station. Aku turun di Waterfront buat foto2. Klo mau ke Universal Studio turun di Waterfront juga. Tapi mahal biyanget euy. SGD71 (Rp 480rb an) u/dewasa & SGD53 u/anak2. Beuh…ampyun. Gak sanggup. He2

Abiz itu jalan naek tangga menuju patung Merlion terlihat, sampailah di Imbiah. Merlion di sini bukan Merlion yg asli. Yg asli (pertama kali dibuat) da di Merlion Park. Yg di Sentosa tu dibuat 37 meter. Bisa naek ke sana (The Merlion), cuman musti bayar SGD8 u/dewasa & SGD5 u/anak2. Kalo Merlion Walk nya gratis.


Pusat atraksi2 ada di Imbiah Lookout, walaupun ada juga yg di pantainya. Beli tiketnya di Imbiah Lookout Ticketing Counter. Ni tarif2 beberapa atraksi yg berlaku Juli 2010:
1. Butterfly Park & Insect Kingdom: Dewasa SGD16, anak2 3-12 th SGD10. Buka 9.30-18.30
2. Images of Singapore: Dewasa SGD10, anak2 3-12 th SGD 7. Buka 9.00-18.30
Isinya tentang sejarah singapur gitu & gambaran about singapur.

3. MegaZip Adventure Park: Megazip (klo gak salah ni flying fox tertinggi & terpanjang getow) Dewasa SGD29 / Climbmax (2 level) SGD39. Kalo beli dua-duanya, dapet diskon SGD9, jadi bayarnya SGD59. Senin-Jumat buka jam 14.00-19.00. Weekend+holiday 11.00-19.00.
4. Sentosa 4D Magix: Dewasa SGD18, anak2 SGD11.
5. CineBlast: Gak tau nih apaan (*heuheuheu), tarifnya sama kayak 4D Magix. 10.00-21.00
6. Luge & Skyride: 1x Luge&Skyride SGD12. 2x SGD17. 3x SGD21. Klo skyride doank SGD8. Buka 10.00-21.30.
Luge = kendaraan luncur seperti go kart namun tanpa mesin. Kendaraan luncur ini turun dari atas bukit dengan menempuh perjalanan sampai 650 meter. Hanya dengan mengandalkan gravitasi bumi, kendaraan luncur dengan roda tiga ini akan meluncuri bukit di pulau sentosa, kendali atau kontrol yang dimiliki hanya ada pada pegangan tangan. Oleh karena itu, permainan ini akan cukup menegangkan. Setelah menuruni bukit dengan sentosa luge, untuk naik kembali ke atas dapat menggunakan skyride.
7. Nature Discovery: gratis euy ternyata. Waktu tu gak tau klo gratisan, jadinya gak masuk deuh.
8. Flying Trapeze: SGD10 u/ 1x ayun, SGD20 u/ 3x ayun. Buka 16.00-18.00
9. Tiger Sky Tower: Dewasa SGD12, anak2 SGD8. Buka 09.00-20.45. Dari tower ni bisa ngliat pemandangan Singapur dr ketinggian.
10. Underwater World & Dolphin Lagoon: Dewasa SGD22,90, Anak2 SGD 14,60. Kayak SeaWorld yg di Ancol kalee ya. He2

Yaaaa…berhubung turis kere, gak naek itu semua, cuman nonton Song of the Sea aza. Wkwkwk. Oya, di deket Nature Discovery da juga teropong buat ngliat sunset. Tapi hasus masukin koin SGD1 dulu. Abis jalan2 di Imbiah, turun lagi ke Imbiah Station trus naek monorail lagi ke Beach Station. Bisa maen2 dulu di Siloso Beach. Waktu itu kebetulan ada rombongan tour getow. Aku di belakangnya (*ikut2an mode on, wkwkwk). Guide nya bilang “pantai di sini adalah pantai buatan, tidak alami. Pasirnya ngambil dari Indonesia”. Trus ada emak2 nyeletuk “Nyuri dari Bali”. Trus guide nya gak terima getow, “Beli, bukan nyuri”. Haghaghag…

Song Of The Sea dimainkan pada pukul 19.40 & 20.40. Aku nonton yg 19.40 biar gak kemaleman. 1 jam sebelum show dah banyak yg ngantri bwt masuk, biar dapet tempat duduk yg enak. Aku ikut2an ngantri aja. Sambil nunggu show nya mulae bisa sambil istirahat & Liat Sunset. Ketemu ma ibu2 Medan & keluarganya. Ditanyain. “Dari Indonesia ya? Sama siapa?”, aku jawab “Sendiri”. Dia gak percaya getow, “Beneran sendiri?” katanya. Hihihi…”Nekat amat ni anak” getow kalee ya dalam hatinya. He2. Trus dia nyritain tentang aku ke keluarganya yg di sebelahnya gitu deh. He2..ngomongin orang kok di depan orangnya. Sebelum masuk, bisa juga foto dg background tulisan Song of the Sea. Tapi aku si enggak, mahal soalnya. Kalo gak salah SGD15. Song of the Sea Show sendiri bercerita tentang seorang pemuda bernama Li yang mempunyai suara yang merdu yang bersama dengan teman-temannya bernyanyi untuk membangunkan Putri Ami yang terkena kutukan. Pertunjukkannya sendiri memang kereennn banget… dengan bantuan air dan ditambah permainan cahaya sinar laser serta kembang api.

Abiz nonton trus pulang. Ngantri euy naek monorailnya. Secara pada pulang barengan getow. Tapi gak lama2 banget kok. Soalnya kapasitas monorailnya juga lumayan banyak. Balik ke stasiun MRT trus pulang ke Bugis. Pas pertama dateng kan dari MRT Bugis ngambil exit ke kanan (Bugis Junction), Pas pulang dari Sentosa nyoba ke kiri (Victoria St). Alhasil nyasar lagi. Huahuahua…tobat deh, dari MRT ke hostel aja nyasar mulu. Setelah menemukan jalan yg benar (nanya ma pedagang buah getow), mampir dulu ke masjid Sultan buat shalat jamak ta’khir Magrib-Isya. Eee..pas abis sholat gerbang2 nya dah pada dikunci gembok cuba. Maklum sih, dah jam 22.00 an getow. Dah keliling2 nyari pintu keluar tapi pada dikunci. Rada panik juga sih. Masa’ kudu tidur di masjid? Akhirnya setelah berjalan muter ke depan, ada juga gerbang yg masih dibuka. Di gerbang utamanya. Alhamdulillah. Bisa balik ke hostel. Nyampe hostel langsung mandi, masak makan malem Super Bubur (*masih ngirit mode on, ha2), makan, kenalan + ngobrol bentar ma temen sekamar, ngenet gratisan di hostel, trus tepar alias bobok nyenyak. Ni temen sekamar juga heran kok aku ke sono sendiri. Padahal baru pertama kali, cewek pula. Abiznya gemana atuh, dah ngajak2 orang ge gak ada yg mau. Maklumlah, kan rada berbiaya klo liburan ke Singapur mah. Ya daripada kagak jadi ya pergi sendiri aja. Kan belon tentu kalo laen kali masih ada umur buat ke sana.

Segini dulu ya. Day 2 & 3 insyaAllah disambung di part 2


video