link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Senin, 27 Januari 2014

Mulailah selagi kita masih muda

Onny_Indrianto
To Me
Today at 12:27 PM
Tks Dwika

Me
To Onny Indrianto
Today at 11:19 AM

Onny.
Berikut artikel Bisnis di usia Pensiun.
Usia mendekati 50 masih punya waktu 7 tahun untuk mendewasakan bisnis kita.
salam,
Dwika

On Tuesday, January 21, 2014 9:31 AM, Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@yahoo.com> wrote:

Mulailah selagi kita masih muda

Setelah tua dan menjadi pensiunan, dia tinggal menikmati hasil dari apa yang dulu dibangunnya.

Carilah bisnis yang mudah dikelola tanpa banyak campur tangan kita MULAI SEKARANG.
Jangan tunda kesempatan yang ada mumpung segalanya masih terasa mudah dan ringan.
Jangan takut dengan resiko dan ketidaknyamanan karena harus merangkap sebagai pebisnis saat kita seharusnya sibuk sebagai pegawai.
I Deliver Happiness,
Dwika


Kesalahan Fatal Memulai Bisnis untuk Masa Pensiun

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan seorang klien, seorang PNS yang kurang beberapa bulan lagi memasuki masa pensiun. Dari obrolan itulah saya mendapat sebuah pencerahan tentang waktu yang tepat berbisnis untuk masa pensiun.
Dari pembicaraan saya waktu itu, saya bisa menangkap sebuah pelajaran berarti buat para PNS yang ingin menyiapkan bisnis pada saat pensiun nanti. Tentang sebuah kenyataan yang selama ini salah kaprah diterapkan oleh para PNS yang ingin berbisnis saat pensiun.
Apa kesalahan fatal yang kebanyakan dilakukan para PNS? Kesalahan itu terletak pada KAPAN MEMULAI BERBISNIS untuk masa pensiun. Tahukah anda? Kebanyakan para PNS memulai bisnisnya justru saat pensiun telah tiba. Justu langkah ini salah besar, berikut ini alasannya;
Dalam Bisnis, Trial Error Pasti Terjadi
Tidak ada dalam kamus bisnis saat kita menjalankan bisnis, bisnis itu langsung melejit dan berkembang tanpa hambatan sedikitpun. Fakta dilapangan, bisnis yang sukses pasti akan mengalami kegagalan beberapa kali sebelum akhirnya benar-benar berjalan dan bertahan.  Jadi, saat kita memulai bisnis saat masa pensiun sudah dekat atau bahkan pensiun sudah tiba, dikhawatirkan kita akan sibuk oleh trial error ini.
Mengapa kita tidak boleh disibukkan dengan trial error? Karena semakin tua pasti daya kerja otak akan menurun, tidak seperti masih muda. Pasti capeknya, dan ketahanan psikologis menghadapi kegagalan juga akan menurun khan? Apalagi kalau kita sudah mulai sakit-sakitan, tambah susah melangkah khan?
Masa Muda adalah Masa Keemasan Bagi Pebisnis
Coba anda lihat para pebisnis yang sukses. Rata-rata mereka sudah merintis segalanya sejak masih muda. Masa muda adalah sebuah masa dimana segala bagian tubuh kita bisa benar-benar berfungsi maksimal. Kita juga mudah mencari relasi dan berinovasi dengan cepat. Bagaimana jika baru memulai bisnis pada masa tua? Akan terasa sulit khan?
Dari alasan diatas, semoga ada pencerahan buat teman-teman PNS yang ingin menikmati masa pensiun dengan menjadi pebisnis. Mulailah selagi kita masih muda, seperti yang dilakukan klien saya tersebut. Dia berjuang saat masih muda dalam membangun bisnisnya. Bahkan saat teman-teman kantornya sudah pulang dan istirahat di rumah, dia masih belum pulang mengurus bisnisnya. Tapi kini setelah dia tua dan menjadi pensiunan, dia tinggal menikmati hasil dari apa yang dulu dibangunnya.
Buat teman-teman PNS; carilah bisnis yang mudah dikelola tanpa banyak campur tangan kita MULAI SEKARANG. Jangan tunda kesempatan yang ada mumpung segalanya masih terasa mudah dan ringan. Jangan takut dengan resiko dan ketidaknyamanan karena harus merangkap sebagai pebisnis saat kita seharusnya sibuk sebagai pegawai.
Yakinkan dalam diri; walau tersiksa diawal perjuangan, pasti anda akan tersenyum BANGGA saat pensiun telah tiba nanti. Pasti anda akan tersenyum BANGGA karena bisa tenang menikmati hari tua dengan status sebagai seorang…PENGUSAHA.
Semoga artikel ini bermanfaat, sampai jumpa minggu depan di artikel yang baru ya….. :)

Onny_Indrianto
To Me
Today at 12:27 PM
Tks Dwika

From: Dwika Sudrajat [mailto:dwikasudrajat@yahoo.com]
Sent: 27 Januari 2014 11:20
To: Onny_Indrianto
Subject: Fw: Memulai Bisnis Usia Mendekati 50



Onny.
Berikut artikel Bisnis di usia Pensiun.
Usia mendekati 50 masih punya waktu 7 tahun untuk mendewasakan bisnis kita.
salam,
Dwika
On Tuesday, January 21, 2014 9:31 AM, Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@yahoo.com> wrote:

Mulailah selagi kita masih muda.

Setelah tua dan menjadi pensiunan, dia tinggal menikmati hasil dari apa yang dulu dibangunnya.

Carilah bisnis yang mudah dikelola tanpa banyak campur tangan kita MULAI SEKARANG.
Jangan tunda kesempatan yang ada mumpung segalanya masih terasa mudah dan ringan.
Jangan takut dengan resiko dan ketidaknyamanan karena harus merangkap sebagai pebisnis saat kita seharusnya sibuk sebagai pegawai.
I Deliver Happiness,
Dwika

 

Kesalahan Fatal Memulai Bisnis untuk Masa Pensiun

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan seorang klien, seorang PNS yang kurang beberapa bulan lagi memasuki masa pensiun. Dari obrolan itulah saya mendapat sebuah pencerahan tentang waktu yang tepat berbisnis untuk masa pensiun.
Dari pembicaraan saya waktu itu, saya bisa menangkap sebuah pelajaran berarti buat para PNS yang ingin menyiapkan bisnis pada saat pensiun nanti. Tentang sebuah kenyataan yang selama ini salah kaprah diterapkan oleh para PNS yang ingin berbisnis saat pensiun.
Apa kesalahan fatal yang kebanyakan dilakukan para PNS? Kesalahan itu terletak pada KAPAN MEMULAI BERBISNIS untuk masa pensiun. Tahukah anda? Kebanyakan para PNS memulai bisnisnya justru saat pensiun telah tiba. Justu langkah ini salah besar, berikut ini alasannya;
Dalam Bisnis, Trial Error Pasti Terjadi
Tidak ada dalam kamus bisnis saat kita menjalankan bisnis, bisnis itu langsung melejit dan berkembang tanpa hambatan sedikitpun. Fakta dilapangan, bisnis yang sukses pasti akan mengalami kegagalan beberapa kali sebelum akhirnya benar-benar berjalan dan bertahan.  Jadi, saat kita memulai bisnis saat masa pensiun sudah dekat atau bahkan pensiun sudah tiba, dikhawatirkan kita akan sibuk oleh trial error ini.
Mengapa kita tidak boleh disibukkan dengan trial error? Karena semakin tua pasti daya kerja otak akan menurun, tidak seperti masih muda. Pasti capeknya, dan ketahanan psikologis menghadapi kegagalan juga akan menurun khan? Apalagi kalau kita sudah mulai sakit-sakitan, tambah susah melangkah khan?
Masa Muda adalah Masa Keemasan Bagi Pebisnis
Coba anda lihat para pebisnis yang sukses. Rata-rata mereka sudah merintis segalanya sejak masih muda. Masa muda adalah sebuah masa dimana segala bagian tubuh kita bisa benar-benar berfungsi maksimal. Kita juga mudah mencari relasi dan berinovasi dengan cepat. Bagaimana jika baru memulai bisnis pada masa tua? Akan terasa sulit khan?
Dari alasan diatas, semoga ada pencerahan buat teman-teman PNS yang ingin menikmati masa pensiun dengan menjadi pebisnis. Mulailah selagi kita masih muda, seperti yang dilakukan klien saya tersebut. Dia berjuang saat masih muda dalam membangun bisnisnya. Bahkan saat teman-teman kantornya sudah pulang dan istirahat di rumah, dia masih belum pulang mengurus bisnisnya. Tapi kini setelah dia tua dan menjadi pensiunan, dia tinggal menikmati hasil dari apa yang dulu dibangunnya.
Buat teman-teman PNS; carilah bisnis yang mudah dikelola tanpa banyak campur tangan kita MULAI SEKARANG. Jangan tunda kesempatan yang ada mumpung segalanya masih terasa mudah dan ringan. Jangan takut dengan resiko dan ketidaknyamanan karena harus merangkap sebagai pebisnis saat kita seharusnya sibuk sebagai pegawai.
Yakinkan dalam diri; walau tersiksa diawal perjuangan, pasti anda akan tersenyum BANGGA saat pensiun telah tiba nanti. Pasti anda akan tersenyum BANGGA karena bisa tenang menikmati hari tua dengan status sebagai seorang…PENGUSAHA.
Semoga artikel ini bermanfaat, sampai jumpa minggu depan di artikel yang baru ya….. :)
 
 

Dwika memantaskan diri

Marilah kita memantaskan diri bagi rezeki yang baik. 
Rezeki tidak ditentukan oleh pekerjaan atau bantuan orang lain, tapi oleh kepantasan diri untuk berezeki baik. 








Jumat, 24 Januari 2014

Wining Spirit


Onny_Indrianto
To Me
Today at 4:17 PM
Energi utk mencapai Dreaming nya itu sbg konsekwensi.

Tks Dwika

From: Dwika Sudrajat [mailto:dwikasudrajat@yahoo.com]
Sent: 24 Januari 2014 13:37
To: cendoldongkrak@ymail.com; nezatullahramadhan@yahoo.co.id; akhmariadiandhika@yahoo.co.id
Cc: Ayu Gunantari; nayfa1@gmail.com; gandring57@yahoo.com; mira indrayani
Subject: Winning spirit

Anda bisa bermimpi apapun di dunia ini.
Anda bisa bebas memilih impian anda, tetapi yang paling penting adalah anda harus punya cara untuk mewujudkan impian anda.
Sekali lagi, impian anda, silahkan anda buat, walaupun tidak masuk akal, tetapi caranya haruslah masuk akal.
I Deliver Happiness,
Dwika




Wining Spirit – Secret Of Dream


http://momoncomputer.blogspot.com/
Wining Spirit – Secret Of Dream

Ada 4 poin yang dilakukan oleh para pemenang dalam bidang apapun, sehingga mereka berhak menyandang predikat sebagai juara atau sebagai pemenang. 4 poin tadi saya rangkum dengan 1 istilah, winning spirit.

Poin pertama dari para pemenang adalah mereka selalu memiliki dream, kemudian dream tadi dibentuk dalam bentuk planning, yang merupakan poin yang kedua.Yang ketiga, planning yang sudah mereka buat, mereka terapkan dalam bentuk action atau tindakan. Dan poin yang keempat, yang namanya finishing, atau mereka menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai. Berbicara tentang dream, berbicara tentang impian, ada 5 poin atau 5 rahasia tentang sebuah impian.

Rahasia yang pertama dari impian adalah impian tanpa batas. Anda bisa bermimpi apapun di dunia ini. Anda bisa bebas memilih impian anda, tetapi yang paling penting adalah anda harus punya cara untuk mewujudkan impian anda. Sekali lagi, impian anda, silahkan anda buat, walaupun tidak masuk akal, tetapi caranya haruslah masuk akal.

Secret of dream yang kedua adalah impian adalah hal yang gratis, tidak akan ada orang yang akan memungut bayaran dari impian-impian yang anda impikan. Pertanyaan saya adalah seperti ini, kalau anda memimpikan sesuatu, apakah akan menjadi kenyataan? Jawabannya belum tentu. Tapi kalau anda tidak pernah bermimpi, ya tentu tidak akan pernah menjadi kenyataan. Lumayan kalau misalnya impian tadi yang anda impikan dan berhasil 50%, anda tetap memiliki 50% keberhasilan. Tapi kalau anda tidak memiliki impian sama sekali, keberhasilannya adalah 0%.

Yang ketiga adalah impian tidak sama dengan keadaan saat ini. Banyak orang yang mengukur impiannya mereka berdasarkan keadaan atau kondisi mereka saat ini. Anda tidak bisa mengukur impian anda berdasarkan kondisi anda saat ini. Kenapa? Karena yang namanya impian adalah hal-hal yang belum terjadi, yang anda inginkan 5, 10, 15 atau 20 tahun yang akan datang.

Yang keempat adalah impian selalu bisa jadi kenyataan, asalkan anda tidak pernah menyerah untuk mengejarnya, dengan taktik dan strategi yang berbeda, tentunya akan dijelaskan di capsule-capsule selanjutnya. Impian anda selalu punya kesempatan atau peluang untuk bisa menjadi kenyataan.

Yang kelima adalah anda harus mempercayai impian anda. Impian anda tidak akan mungkin bisa terwujud kalau anda tidak mempercayai kalau itu bisa menjadi kenyataan. Impian anda tidak akan bisa menjadi kenyataan. Kenapa? Karena ketika anda tidak mempercayai; waktu, tenaga, enegi, pikiran anda, tidak akan anda kerahkan secara maksimal, untuk mengupayakan agar impian anda menjadi kenyataan.

Tapi kalau anda yakin 100%, dengan tekad yang bulat, bahwa impian anda bisa menjadi kenyataan, maka waktu, tenaga, potensi akan anda kerahkan sedemikian rupa, sehingga membantu anda untuk mewujudkan impian-impian anda. Pertanyaannya adalah kenapa banyak orang yang tidak berhasil dalam mewujudkan impiannya.


Minimal ada 4 penyebab utama. :

Yang pertama adalah mereka kehabisan energi.kenapa mereka kehabisan energi? Karena mereka tidak memiliki alasan yang cukup kuat, untuk membuat mereka tetap bertahan dan mengejar impian-impian mereka.

Yang kedua adalah mereka kehabisan keyakinan.Kenapa mereka kehabisan keyakinan? Karena mereka selalu terbentur dengan ketidakberhasilan, mereka selalu terbentur dengan tantangan demi tantangan. Ini bisa terjadi kalau anda tidak membagi impian anda menjadi impian atau target2 yang lebih kecil, lebih kecil, dan lebih kecil lagi. Kesuksesan adalah proses memenangkan sukses-sukses kecil tiap harinya.

Yang ketiga adalah mereka kehabisan waktu. Kenapa mereka kehabisan waktu? Karena mereka tidak punya manajemen waktu yang baik. 

Yang keempat adalah mereka kehabisan kesabaran dalam proses mewujudkan impian mereka.
Kenapa mereka kehabisan kesabaran? Alasan yang paling utama adalah karena mereka tidak memiliki lingkungan yang mendukung mereka dalam proses mengejar impian-impian mereka.

Rabu, 22 Januari 2014

Mimpi dengan Aksi


Re: Mimpi, dengan Aksi

Tue Jan 21, 2014 6:14 pm (PST) . Posted by:

riri95

Terimakasih Bang Dwika, ijin copas ya.

Brgds,
Riri M'95

From: Dwika SudrajatSent:
Selasa, 21 Januari 2014 21:31
To: IME
Reply To: alumni_ftui@ yahoogroups. com
Subject: [alumni_ftui]
Mimpi, dengan Aksi

Me
To IME
 alumni_bppn@yahoogroups.com
 alumni_ftui@yahoogroups.com
 e89

Jan 21 at 9:31 PM
Keberhasilan itu dibangun dari sekarang.
Dengan mimpi dengan aksi.
Maka merugilah orang-orang yang tak punya mimpi…
I Deliver Happiness,
Dwika


Sang Pemimpi..dengan Mimpi, dengan Aksi

by oki-setiana-dewi
Sang Pemimpi..dengan Mimpi, dengan Aksi



Aku sang Pemimpi. Dari dulu hingga kini bahkan nanti, aku tetap seorang pemimpi. Mimpi-mimpi selalu membuatku bersemangat menjalankan hari-hariku. Mimpi itu tak hanya sekedar di otak lalu berlalu begitu saja. Tapi aku memiliki sebuah buku mimpi. Ya, dreambook yang aku tulis sejak aku duduk di kelas 6 SD hingga kini. Bahkan tumpukan buku yang sudah berjumlah sebelas ini masih tersampul dan tersimpan rapi dalam keranjangku.

Semula diawali dengan betapa menyenangkannya merancang masa depan dengan mimpi-mimpi yang dahsyat yang bisa kukarang sesuka hati. Kususun mimpi itu dengan membaginya secara garis besar: jangka panjang dan jangka pendek. Untuk mimpi jangka pendek kutulis ia dengan lebih rasional dengan melihat kondisiku pada saat itu. Sementara untuk mimpi jangka panjang kutulis apa saja mimpi-mimpiku. Sebanyak-banyaknya. Panjang. Berderet-deret. Berbaris-baris. Sambil menulis mimpiku, seringkali aku tersenyum sendiri-sendiri karena kubuat film di otakku tentang masa depanku itu.

Tak cukup sampai disitu. Kegemaranku dalam bermimpi membuatku lebih kreatif menulisnya dalam dreambook-ku. Kubagi lagi mimpi-mimpi itu dalam beberapa aspek. Agama, pendidikan, pekerjaan, keluarga, masyarakat dan hiburan. Tak hanya mimpi, tapi di lembar berikutnya kutulis, “How to get it”. Bukan mimpi tanpa menifestasi. Tapi mimpi yang butuh action agar bisa terealisasi. Kutulis langkah-langkah apa saja yang harus kulakukan untuk mencapainya. Hal-hal apa saja yang wajib kupelajari untuk bisa menuju ke sana. Tak lupa kutulis waktunya. Tahun segini harus begini, tahun berikutnya harus begitu. Begitu seterusnya.

“Barangsiapa pada hari ini (amalnya) lebih baik dari hari kemarin, maka berarti ia beruntung. Barangsiapa pada hari ini keadaannya sama dengan hari kemarin, maka berarti ia merugi. Dan barangsiapa pada hari ini keadaannya lebih buruk dari hari kemarin, maka sesungguhnya ia termasuk orang yang terkutuk atau tersesat.” (HR Al-Hakim)”

Aku tak berpikir untuk menjadi yang terbaik,tapi aku selalu ingin berusaha melakukan yang terbaik dalam segala kesempatan untuk mewujudkan mimpi-mimpiku..karena musuh terbesar bukan orang lain tapi diri sendiri. Musuh melawan rasa malas dan tentu saja hawa nasfu yang mendarah daging dalam fitrah sebagai manusia. Tentu saja berusaha agar dari waktu ke waktu ada peningkatan dan perbaikan.

Ternyata apa yang kulakukan sejak hampir 9 tahun itu begitu populer kini. Seminar-seminar motivasi begitu pula berbagai macam buku-buku ternyata mewajibkan kita untuk bermimpi. Namanya macam-macam. Mulai dari menyusun proposal hidup (bukan hanya menikah saja yang butuh proposal, tapi hidup membutuhkan itu, walau pernikahan termasuk di dalamnya hehe ), rencana hidup, jalan menjadi orang sukses dll.Memang benar. Hidup harus seperti itu. Hidup harus punya mimpi dan punya aksi. Itu menjadikan hidup kita memiliki tujuan dan tak terbuang sia-sia. Bagiku hidup bukan seperti air yang mengalir kemanapun arus membawanya. Ia bukan Let it flow yang kebanyakan anak muda katakan. Kehidupan yang tak memiliki mimpi dan tak dirancang membuat kita santai menjalani waktu.Waktu yang sejatinya digunakan untuk bisa berkarya dan berproduktif berlalu begitu saja. Mereka tak menyadari bahwa karyalah yang membuat kita ada dan bahwa di luaran sana orang tengah berlomba-lomba menuju kesuksesannya. Bukankah gagal mempersiapkan berarti tengah bersiap-siap untuk gagal? Maka memang, keberhasilan itu dibangun dari sekarang. Dengan mimpi dengan aksi. Maka merugilah orang-orang yang tak punya mimpi…

Setiap mimpi yang berhasil terwujud kuceklis dengan rasa syukur yang tak henti-hentinya. Terwujud lagi, kuceklis lagi, terus seperti itu. Dreambook-ku penuh dengan tanda ceklis sebagai bukti bahwa aku bekerja keras untuk mewujudkannya. Sementara ada bagian lain yang tak diberi tanda. Itu adalah mimpi yang tak terwujud.. Memang, tak semua mimpi bisa menjadi nyata. Pernah mendengar istilah keberhasilan yang tertunda kan? Tak ada kata gagal ketika mimpi itu tidak terwujud tapi keberhasilan yang tertunda. Bisa saja di waktu yang tepat kita bisa meraihnya dan bisa pula kegagalan itu yang membuat kita belajar banyak dan batu loncatan untuk mendapatkan keberhasilan di tempat lain. Maka buatlah plan B dan mimpi-mimpi baru. Jangan pernah menjadi orang yang pasrah. Karena pasrah berarti menyerah pada keadaan lantas tak mau lagi untuk bangkit. Tapi berlapangdadalah. Karena lapang dada berarti membuka hati seluas-luasnya menerima dengan ikhlas apapun yang diperoleh. Tak lupa pula ikhtiar itu seiring dengan tawakal. Berusaha sekeras mungkin tapi juga siap dengan segala kemungkinan yang terjadi..

Bermimpilah! Mimpi membantu kita menyiapkan keberhasilan. Ikrarkan saja, “Saya pasti menjadi orang yang berhasil!” Itu bukan ungkapan sombong tapi ungkapan positif yang penuh dengan keoptimisan

Maka teman, bermimpilah! Jadilah seorang pemimpi dengan aksi agar tak menjadi tong kosong nyaring dalam berbunyi atau NATO? Not action talk only? Hehe..susunlah masa depan dari sekarang, bermimpi sebanyak-banyaknya, gali potensi, belajar tak pernah henti dan terus cetak prestasi! Tentu saja doa sebagai senjata yang ampuh untuk semuanya. Biarkan Allah yang menentukan SETELAH kita BERUSAHA KERAS sampai titik darah penghabisan.

Untuk menjadi seorang yang luar biasa kita harus melakukan hal-hal yang luar biasa…dimulai dari 3M sebuah ungkapan populer dari Aa Gym: Mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang dan mulai dari hal kecil. Atau ingin menjadi orang biasa? Mudah. Bermalas-malaslah, biarkan waktu berlalu begitu saja.. tanpa mimpi tanpa aksi..

Pilihan!

by: OSD
25 Desember 09

Ps: sebuah keprihatinan ketika melihat para anak muda yang begitu santai, nongkrong tak kenal waktu, bersenang-senang tak henti-henti dan ogah menjadi sang pemimpi.

Senin, 20 Januari 2014

Banjir di Jakarta melanda 40% daratan Ibu Kota

Onny_Indrianto
To Me
Today at 8:42 AM
Tks Dwika

From: Dwika Sudrajat [mailto:dwikasudrajat@yahoo.com]
Sent: 19 Januari 2014 8:09
To: alumni_ftui@yahoogroups.com
Subject: Fw: Banjir & Water Hammer

Mudah-2 an ada gunanya........ 

On Monday, February 12, 2007 9:01 AM, "djohaeri.m.mustafa@id.pwc.com" <djohaeri.m.mustafa@id.pwc.com> wrote:

nshamid@trakindo.co.id
wrote:
Subject: Re: Banjir & Water Hammer
To: bayrover@yahoo.com,
Rudy.Sofyan@petrochina.co.id
From: nshamid@trakindo.co.id
Date: Fri, 9 Feb 2007 16:25:49 +0700

Banjir saat ini di Jakarta konon melanda hampir 40% daratan Ibu Kota.

Salah satu kerugian adalah banyaknya mobil yang terendam karena tidak bisa
diselamatkan dari rumah yang terkena banjir.

Tetapi banyak juga Mobil yang Rusak akibat dipaksakan melalui genangan air
di daerah banjir di jalan yang dilalui.

Sebagian orang berpendapat bahwa mesin mobil mati saat melewati banjir
karena Busi menjadi basah, atau knalpot terendam, (sehingga banyak pemilik
mobil yang meninggikan knalpot).

Ada benarnya kalau mobil mogok karena melalui banjir karena businya basah,
atapun platina (yang masih gunakan platina) basah. Juga bisa diakibatkan
oleh ECU (Electronic Control Unit) terkena air (lebih tepatnya terendam).

Namun sangat kurang disadari oleh kita bahwa ada penyebab yang dapat
mengakibatkan kerusakan yang fatal, yakni adalah Water Hammer atau
Hydraulic Lock.

Mesin mobil, selain bahan BAHAN BAKAR juga memerlukan UDARA untuk
pembakarannya didalam mesin guna menghasilkan tenaga.

Udara diperoleh dari satu lubang masukan yang disebut Air Intake. Air
Intake berupa lubang corong yang "umumnya" menghadap ke depan . Ada pula
yang ujung lubang ini dibelokan sehingga posisinya diatas ban depan. Saat
di "gas", udara tersedot kedalam mesin melalui lubang ini. Sebelum udaran
masuk ke mesin makan akan disaring oleh SARINGAN UDARA (Filter Udara).

Saat melalui banjir, bila level ketinggian banjir menyebabkan air masuk
kelubang ini, maka akan terhisap ke dalam ruang bakar dari mesin mobil.
Saat piston di ruang bakar menekan keatas (saat kompresi), maka air yang
masuk akan tertekan, dan karena sifat fluida dari air, tekanannya ke semua
arah. Al hasil piston pun akan mendapat tekanan balik.

Maka tangan piston (orang menyebutnya stang piston atau stang seher) bisa
bengkok bahkan patah. Maka rontoklah mesin mobil, mobil harus di overhoul.

Penyebab kejadian seperti ini yang disebut Water Hammer.
Ini adalah contoh kerusakan bagian dalam mesin salah satu mobil kategori
Mobil Mewah akibat mobil DIPAKSAKAN MENERJANG BANJIR.

(See attached file: Piston Bengkok.jpg)(See attached file: Piston
Patah.jpg)(See attached file: Crank Shaft tidak simetris.jpg)

Saran :
1. Kenali letak AIR INTAKE kendaraan kita, sehingga bisa memperkirakan
apakah kondisi ketinggian banjir masih dibawah letak Air Intake
tersebut. (banyak mobil sekarang yang letak air intake nya rendah, salah
satunya sedan merk "S", model sedan "Bal.....").

2. Jangan paksakan melalui banjir bila ketinggian air sudah sangat dekat
dengan ketinggian lubang air intake.

3. Bila setelah masuk ke genangan banjir dan mesin tiba-tiba mati (mogok),
Jangan lakukan upaya menghidupkan mesin (baik dengan starter maupun di
dorong). Lebih aman, mesin biarkan mati, dorong dengan tenaga orang, parkir
di tempat aman, dan panggil derek untuk dibawa ke Bengkel. (bagi montir
yang paham, dia tidak akan lakukan menghidupkan mesin, tetapi akan melihat
Filter Udara, apakah air telah masuk ke mesin, bila telah masuk, maka ia
akan sarankan untuk overhoul).

4. Bila melalui banjir dan arah aliran arus air dari samping kiri, atau
kanan mobil kita, harap lebih berhati-hati. Mobil sekarang yang umumnya
kedap (semua bagian tersekat), mobil akan cenderung mengambang seperti
perahu, sehingga "memudahkan" terbawa arus (untuk banjir yang cukup dalam
dan arus deras).

5. Jangan berjalan terlalu cepat saat melalui daerah banjir. Karena akan
menyebabkan air yang ada di bagian deepan mobil akan terdorong, sehinga
menjadi tinggi dan memungkinkan masuk ke air intake.

6. Bila masuk kedaerah banjir, lakukan pengaturan gas secara halus, jangan
dihentak-hentak. Hal ini untuk menghindari "hisapan yang kuat" terhadap
udara melalui air intake, sehingga memungkinkan air sekitar air intake
dengan mudah tersedot.

7. Bila telah melalui banjir, untuk lebih amannya, lakukan penggantian OLI
GARDAN dan Oli Mesin. Dibagian atas gardan ada "lubang nafas" yang
memungkinkan air masuk . Air yang cukup tinggi juga bisa masuk melalui
lubang pengecekan oli mesin (Dif Stick), sehingga perlu dilakukan
penggantian oli mesin.
" Oli bekas" gardan maupaun mesin yang terkena air akan terlihat putih.

Mendapatkan keberhasilan


Onny_Indrianto
To Me
Today at 8:44 AM
Seperti saat belajar berdiri…akhirnya bisa berdiri juga…
Tks Dwika

From: Dwika Sudrajat [mailto:dwikasudrajat@yahoo.com]
Sent: 19 Januari 2014 8:13
To: john sihar
Subject: Mendapatkan keberhasilan

Semakin banyak kita mencoba atau berusaha untuk mendapatkan keberhasilan semakin banyak juga kita mengalami kegagalan dan kita belum bisa dikatakan orang yang berhasil jika kita belum pernah mengalami kegagalan. Sesungguhnya kunci keberhasilan terletak pada kegagalan, karena kita jarang bisa belajar/mengambil pelajaran dari keberhasilan/kesuksesan.
I Deliver Happiness,
Dwika


Smart Happiness | 29 February 2012
“Musuh terbesar dari kebahagiaan adalah kegagalan. Hal ini karena kegagalan tidak di satu tempat yang sama dengan kebahagiaan. Kata GAGAL itu sebenarnya sudah salah, harusnya kata BELUM BERHASIL. Ketika seseorang mengatakan sudah gagal, maka dia menutup sendiri kemungkinan berhasil.” Demikian yang diungkapkan oleh Arvan Pradiansyah di awal talkshow Smart Happiness tanggal 24 Februari 2012.

Motivator dan Happiness Inspirer ini juga menambahkan, “Dalam hal ini, ada 4 tipe orang di dunia ini, yaitu orang sukses dan bahagia, orang tidak sukses tapi bahagia, orang sukses tapi tidak bahagia, dan orang yang tidak sukses dan tidak bahagia. Orang yang tidak bahagia itu dikarenakan dasar kesuksesan kita bukan kebahagiaan. Oleh karena itu kita harus mengetahui letak kegagalan itu akarnya dimana agar kita selalu bahagia.”

Di akhir talkshow penulis buku best-seller The 7 Laws of Happiness ini mengungkapkan,”, Orang yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba, dan itu adalah kegagalan terbesar. Sesungguhnya kegagalan itu adalah cara Tuhan memberikan inspirasi kepada kita.”“Seperti yang telah dibahas pada minggu lalu bahwa penggunaan kata gagal itu adalah kata yang salah, gagal itu bukan sebuah situasi melainkan sebuah persepsi, sedangkan sebuah persepsi itu diciptakan oleh kita sendiri.” Demikian yang diungkapkan oleh Arvan Pradiansyah di awal talkshow Smart Happiness tanggal 2 Maret 2012.

Happiness Inspirer dan Managing Director Institute for Leadership and Life Management (ILM) ini juga menambahkan, “Ada dua jenis orang dalam hal menyikapi kegagalan, yaitu Pessimistic Explanatory Style dan Optimistic Explanatory Style. Orang yang pesimis (Pessimistic Explanatory Style) mengatakan kegagalan itu permanen. Sedangkan orang yang optimis (Optimistic Explanatory Style ) mengatakan kegagalan itu temporer.”

Di akhir talkshow penulis buku best-seller Life is Beautiful ini mengungkapkan, ”Semakin banyak kita mencoba atau berusaha untuk mendapatkan keberhasilan semakin banyak juga kita mengalami kegagalan dan kita belum bisa dikatakan orang yang berhasil jika kita belum pernah mengalami kegagalan. Sesungguhnya kunci keberhasilan terletak pada kegagalan, karena kita jarang bisa belajar/mengambil pelajaran dari keberhasilan/kesuksesan. Maka teruslah menjadi orang yang Optimistic Explanatory Style!.”

Jumat, 17 Januari 2014

Manttaabbbsss sharingnyaaaa

Me
To hilda fachriza
Today at 7:15 AM
Sama2 Bu Hilda.
Salam.
Dwika


hilda fachriza <hilda.fachriza@gmail.com> wrote:
Waahhh.. Manttaabbbsss...
Trims sharingnyaaaa
Salam,
Hilda
To Trisula e85 Onny Indrianto  ...
Jan 16 at 8:12 PM
 
Allah memberikannya kepada yang mau bersedekah dan yang membantu orang lain atau yang peduli dan berbagi dengan sesama.
Kita memang susah.
Tapi pasti ada yang lebih susah.
Kita memang sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. 
Kita memang sedih, tapi barangkali ada yang lebih sedih.
Terhadap mereka inilah Allah minta kita memperhatikan jika ingin diperhatikan.
I Deliver Happiness,
Dwika

Ini dia matematika sedekah, keajaiban sedekah

Diposkan oleh Adhin Busro

Thats thrue. Fakta, banyak buktinya

Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?

10 – 1 = 19

Pertambahan, ya? Bukan pengurangan? Kenapa matematikanya begitu? Matematika pengurangan dari mana, ketika dikurangi hasilnya malah lebih besar?

Kenapa bukan 10-1 = 9?

Inilah kiranya matematika sedekah. Dimana ketika kita memberi dari apa yang kita punya, Allah justru akan mengembalikan lebih banyak lagi. Matematika sedekah di atas, matematika sederhana yang diambil dari Quran Surat Al-An`am ayat 160, Allah menjanjikan balasan 10x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (sedekah).

Jadi, ketika kita punya 10, lalu kita sedekahkan 1 di antara yang sepuluh itu, maka hasil akhirnya bukan 9, melainkan 19. Sebab yang satu, yang kita keluarkan, dikembalikan Allah sepuluh kali lipat.

Bagi mereka yang mau bersedekah dengan lebih besar, tentu akan lebih banyak lagi yang didapatnya. Sebab Allah menjanjikan balasan berkali-kali lipat, bahkan dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah menjanjikan hingga 700x lipat.

Tinggallah kita yang kemudian membuka mata, bahwa pengembalian Allah itu bentuknya apa? Bukalah mata hati, dan kembangkan ke-husnudzdzan-an (positive thinking) ke Allah, bahwa Allah pasti membalas dengan balasan yang pas buat kita.

2.5 % Tidaklah Cukup

Barangkali sekarang ini zamannya minimalis. Sehingga ke sedekah juga hitung-hitungannya jadi minimalis. Angka yang biasa diangkat, 2,5%. Jika kita coba ilustrasikan, dengan perkalian sepuluh kali lipat, bahwa sedekah minimalis itu tidak punya pengaruh yang signifikan.

Contoh berikut ini, adalah seorang karyawan yang punya gaji 1juta. Dia punya pengeluaran rutin 2 juta. Kemudian dia bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1juta itu. Maka perhitungannya adalah: 2,5% dari 1.000.000 = 25.000. Maka yang tercatat: 1.000.000 – 25.000 = 975.000.

Angka 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dikeluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 975.000 + 250.000 = 1.225.000.

Jadi, “hasil akhir” dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1juta, hanya Rp. 1.225.000,-. Angka ini masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar Rp.2 juta. Jadi, jika dia sedekahnya 2,5%, dia harus mencari sisa Rp. 775.000 untuk menutupi kebutuhannya.

Maka sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Hasilnya akan lebih besar bila sedekah 10%.
perhitungannya adalah : 10% dari 1.000.000 = 100.000. Maka yang tercatat : 1.000.000 – 100.000 = 900.000.

Ingatlah, angka 900.000 itu bukanlah hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar 1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 900.000 + 1.000.000 = 1.900.000.

Dengan perhitungan ini, dia berhasil mengubah penghasilannya mendekati angka pengeluaran yang 2 juta. Dia cukup butuh 100 ribu tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkannya.

Saudaraku, janganlah merasa berkecil hati jika hanya mampu bersedekah 2,5%. Sedekah tersebut tetap akan mencukupi kebutuhan-kebutuhan kita, di dunia maupun akhirat, kalau kita bagus dalam amaliyah lainnya. Misalnya, bagus dalam mengerjakan shalat. Shalat dilakukan selalu berjamaah. Shalat dilakukan dengan menambah sunnah-sunnahnya; qabliyah ba’diyah, hajat, dhuha, tahajjud. Bagus juga dalam hubungan dengan orang tua, dengan keluarga, dengan tetangga, dengan kawan sekerja, kawan usaha. Ditambah bila maksiat dan keburukan sedikit, insya Allah, Allah mencukuplkan segala kebutuhan kita.


SEDEKAH bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, dan sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Inilah fadilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi para pelakunya.

Hidup kita jadi susah, lantaran banyak dosa. Dosa-dosa itulah yang mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari kasih sayang Allah. Kesalahan-kesalahan yang kita buat, baik terhadap Allah maupun terhadap manusia, membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan. Hidup pun banyak masalah. Lalu Allah datang menawarkan bantuan-Nya, menawarkan kasih sayang-Nya, menawarkan ridha-Nya terhadap ikhtiar kita, dan menawarkan ampunan-Nya. Tapi kepada siapa Allah berikan ini semua? Jelas, Allah memberikannya kepada yang mau bersedekah dan yang membantu orang lain atau yang peduli dan berbagi dengan sesama.
Kita memang susah. Tapi pasti ada yang lebih susah. Kita memang sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. Kita memang sedih, tapi barangkali ada yang lebih sedih. Terhadap mereka inilah Allah minta kita memperhatikan jika ingin diperhatikan.

Matematika Sedekah

Me
To Onny_Indrianto
Today at 7:53 AM
Thanks Onny


Onny_Indrianto <Onny_Indrianto@telkomsel.co.id> wrote:
Semoga barokah atas sharingnya Dwika…


To Trisula e85 Onny Indrianto  ...
Jan 16 at 8:12 PM
 
Allah memberikannya kepada yang mau bersedekah dan yang membantu orang lain atau yang peduli dan berbagi dengan sesama.
Kita memang susah.
Tapi pasti ada yang lebih susah.
Kita memang sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. 
Kita memang sedih, tapi barangkali ada yang lebih sedih.
Terhadap mereka inilah Allah minta kita memperhatikan jika ingin diperhatikan.
I Deliver Happiness,
Dwika

Ini dia matematika sedekah, keajaiban sedekah

Diposkan oleh Adhin Busro

Thats thrue. Fakta, banyak buktinya

Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?

10 – 1 = 19

Pertambahan, ya? Bukan pengurangan? Kenapa matematikanya begitu? Matematika pengurangan dari mana, ketika dikurangi hasilnya malah lebih besar?

Kenapa bukan 10-1 = 9?

Inilah kiranya matematika sedekah. Dimana ketika kita memberi dari apa yang kita punya, Allah justru akan mengembalikan lebih banyak lagi. Matematika sedekah di atas, matematika sederhana yang diambil dari Quran Surat Al-An`am ayat 160, Allah menjanjikan balasan 10x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (sedekah).

Jadi, ketika kita punya 10, lalu kita sedekahkan 1 di antara yang sepuluh itu, maka hasil akhirnya bukan 9, melainkan 19. Sebab yang satu, yang kita keluarkan, dikembalikan Allah sepuluh kali lipat.

Bagi mereka yang mau bersedekah dengan lebih besar, tentu akan lebih banyak lagi yang didapatnya. Sebab Allah menjanjikan balasan berkali-kali lipat, bahkan dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah menjanjikan hingga 700x lipat.

Tinggallah kita yang kemudian membuka mata, bahwa pengembalian Allah itu bentuknya apa? Bukalah mata hati, dan kembangkan ke-husnudzdzan-an (positive thinking) ke Allah, bahwa Allah pasti membalas dengan balasan yang pas buat kita.

2.5 % Tidaklah Cukup

Barangkali sekarang ini zamannya minimalis. Sehingga ke sedekah juga hitung-hitungannya jadi minimalis. Angka yang biasa diangkat, 2,5%. Jika kita coba ilustrasikan, dengan perkalian sepuluh kali lipat, bahwa sedekah minimalis itu tidak punya pengaruh yang signifikan.

Contoh berikut ini, adalah seorang karyawan yang punya gaji 1juta. Dia punya pengeluaran rutin 2 juta. Kemudian dia bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1juta itu. Maka perhitungannya adalah: 2,5% dari 1.000.000 = 25.000. Maka yang tercatat: 1.000.000 – 25.000 = 975.000.

Angka 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dikeluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 975.000 + 250.000 = 1.225.000.

Jadi, “hasil akhir” dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1juta, hanya Rp. 1.225.000,-. Angka ini masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar Rp.2 juta. Jadi, jika dia sedekahnya 2,5%, dia harus mencari sisa Rp. 775.000 untuk menutupi kebutuhannya.

Maka sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Hasilnya akan lebih besar bila sedekah 10%.
perhitungannya adalah : 10% dari 1.000.000 = 100.000. Maka yang tercatat : 1.000.000 – 100.000 = 900.000.

Ingatlah, angka 900.000 itu bukanlah hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar 1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 900.000 + 1.000.000 = 1.900.000.

Dengan perhitungan ini, dia berhasil mengubah penghasilannya mendekati angka pengeluaran yang 2 juta. Dia cukup butuh 100 ribu tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkannya.

Saudaraku, janganlah merasa berkecil hati jika hanya mampu bersedekah 2,5%. Sedekah tersebut tetap akan mencukupi kebutuhan-kebutuhan kita, di dunia maupun akhirat, kalau kita bagus dalam amaliyah lainnya. Misalnya, bagus dalam mengerjakan shalat. Shalat dilakukan selalu berjamaah. Shalat dilakukan dengan menambah sunnah-sunnahnya; qabliyah ba’diyah, hajat, dhuha, tahajjud. Bagus juga dalam hubungan dengan orang tua, dengan keluarga, dengan tetangga, dengan kawan sekerja, kawan usaha. Ditambah bila maksiat dan keburukan sedikit, insya Allah, Allah mencukuplkan segala kebutuhan kita.


SEDEKAH bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, dan sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Inilah fadilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi para pelakunya.

Hidup kita jadi susah, lantaran banyak dosa. Dosa-dosa itulah yang mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari kasih sayang Allah. Kesalahan-kesalahan yang kita buat, baik terhadap Allah maupun terhadap manusia, membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan. Hidup pun banyak masalah. Lalu Allah datang menawarkan bantuan-Nya, menawarkan kasih sayang-Nya, menawarkan ridha-Nya terhadap ikhtiar kita, dan menawarkan ampunan-Nya. Tapi kepada siapa Allah berikan ini semua? Jelas, Allah memberikannya kepada yang mau bersedekah dan yang membantu orang lain atau yang peduli dan berbagi dengan sesama.
Kita memang susah. Tapi pasti ada yang lebih susah. Kita memang sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. Kita memang sedih, tapi barangkali ada yang lebih sedih. Terhadap mereka inilah Allah minta kita memperhatikan jika ingin diperhatikan.

Rabu, 01 Januari 2014

Setting email yahoo di ponsel Android sangat mudah


Cara Setting Email Yahoo di Android

Ternyata setting email yahoo di ponsel Android sangat mudah. Tidak perlu download aplikasi tambahan, karena memang di Android sendiri sudah tersedia mail client, namanya Email. Gambar iconnya amplop warna putih, ditengahnya ada tulisan @ warna merah.
Oke langsung saja, ini adalah langkah-langkahnya:
  1. Klik icon aplikasi Email-nya. Icon nya amplop warna putih, ditengahnya ada tulisan @ warna merah.
  2. Pilih Menu – Settings
  3. Plihi tombol + untuk menambahkan account email baru.
  4. Masukan alamat email yahoo mu.
  5. Masukan passwordnya
  6. Tekan tombol Next.
  7. Aplikasi secara otomatis akan melakukan checking auto setup information..
  8. Lalu aplikasi juga secara otomatis akan melakukan checking incoming server settings…
  9. Lalu akan muncul Account options yang berisi setting jadwal sinkronisasi email.
  10. Pilih next, lalu aplikasi akan melakukan processing
  11. Lalu muncul menu untuk memberi nama account email baru ini.
  12. Selesai

Jumat, 27 Desember 2013

Mendingan


Fri Dec 27, 2013 12:21 am (PST) . Posted by:

"Adji Pamoso"



Luar biasa.... sangat inspirative ...


From: alumni_bppn@ yahoogroups. com [mailto:alumni_bppn@ yahoogroups. com] On Behalf Of Dwika Sudrajat
Sent: Friday, December 27, 2013 2:48 PM
To: IME
Subject: [alumni_bppn] (unknown)

alumni_bppn@yahoogroups.com  
Today at 2:47 PM

Menundukklah, lihatlah kebawah... nikmat sekali saya bisa menerapkanya,
rasa syukur selalu terucap melihat diri saya ternyata masih "mendingan" dibanding orang lain.
Walaupun saya belum punya barang yang saya inginkan,
tapi syukur saya sudah punya rumah yang sudah lunas,
anak istri saya diberi kesehatan.
Saya pun bisa melihat mereka tertawa setiap hari,
membuat saya sangat sangat bersyukur,
ternyata saya bahagia bukan main,
saya beruntung DIA memberi yang terbaik buat saya..
DIA sayang sama saya dan keluarga.
I Deliver Happiness,
Dwika

Tiga sahabat hati

http://sekedarcelotehhati.blogspot.com

Bismillahirrahmanirrahim

Belakangan ini saya jadi kepikiran bagaimana caranya agar bisa menjalani hidup ini dengan enteng, bisa dinikmati disetiap kondisi baik susah maupun senang. Setiap orang jika ditanya pasti akan menjawab sama, minimal miriplah.. bahwa hidup ini jika dirasa bertambah berat setiap harinya, termasuk saya pun akan menjawab sama. Bisa jadi karena masalah pekerjaan, masalah keuangan yang seperti air, cepat sekali mengalir dan menguap, atau bisa jadi masalah keluarga yang komplek, cita cita yang mentok, atau masa depan (yang kita pikir) bakal suram.


Saya pun mencoba mencari cari jawabannya, blusukan sana sini, tanya sana sini, saya berpikir ga sehat nih ngejalanin hidup klo modelnya kaya gini, selalu was was, kemrungsung. sampai akhirnya Allah memberi jalan saat saya membuka al Quran dan menemukan ayat ini :

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" ( Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali ), Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." ( QS. Al baqarah: 155-157 )

Ayat yang luar biasa! Sampai saya membacanya berulang ulang untuk meyakinkan hati dan logika. Mantap!, ini dia yang saya cari, salah satu dari sekian banyak jawaban yang di beri oleh Tuhan Semesta Alam, sabar, ikhlas menjalani hidup dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan kepada saya.

Blusukan lagi nyari garis besar dari kata sabar, ikhlas dan bersyukur agar bisa di terapkan di dalam kehidupan saya, karena selama ini 3 kata itu dari kecil sudah bolak balik saya dengar tapi tidak pernah "nempel" di hati secara utuh. Sampai akhirnya saya berkesimpulan secara sederhana bahwa tidak ada alasan apapun untuk berkeluh kesah berkepanjangan, Allah kan dekat sama saya, selama saya juga dekat sama Allah. Dia yang mengatur kehidupan saya, yang merancang saya dari awal lengkap dengan garis rezeki, amal, ajal dan nasib (HR. Bukhori Muslim). Berarti saya disayang  Allah kalau begitu, sudah seharusnya saya bahagia karena selalu diberi cobaan oleh-Nya.

"apabila allah menyenangi hambanya maka Dia diuji agar Allah mendengar permohonannya" (HR. Al-Baihaqi)

Jadi jika Allah memberi ujian, beban hidup atau apalah namanya, seharusnya saya bisa menikmatinya, karena itu sudah digariskan oleh-Nya, Allah sayang sama saya, peduli sama saya, karena Allah sudah berjanji akan memberi kabar gembira di akhir ujian saya, asal sabar, ikhlas dan selalu bersyukur. Dan janji Allah itu luar biasa, sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata, dirasakan dengan hati, dipikirkan dengan logika.. SURGA!

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. ( QS. Al baqarah: 214)

Luar biasa banget kan, diberi cobaan, dikasih bantuan, didengar permohonannya  dan dihadiahi surga... ehmmmm tidak gampang sih, butuh perjuangan berat, apalagi ujiannya juga bisa macam macam, bisa harta, anak istri, ladang penghasilan dll, cuma ngebayangin reward nya itu lhoh, kayanya nikmat banget, seumur hidup kita akan menikmatinya di alam akhirat yang ga ada matinya..

Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar? ( QS. Al Furqaan: 20)

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. At Taghaabun: 15)

Saya tidak bisa membayangkan jika saya dicuekin sama Allah, tidak dianggap sama Allah, duhh gimana rasanya? Misalkan diberi kenikmatan dunia yang berlebih, tapi dibuat lupa sama Allah, dibuat lupa sama yang sebenarnya memberi kita kenikmatan dunia. Dibuat sibuk siang dan malam memikirkan caranya agar harta kita semakin bertumpuk dan bertumpuk. Apalagi sampai dibuat lupa beribadah, ketika adzan dhuhur berkumandang misalnya, Allah sudah memanggil manggil kita, tapi gara gara sedang bertemu klien, lagi meeting deal proyek yang penting, lagi menjamu klien, atau lagi menyelesaikan pekerjaan (yang katanya) nanggung dan alesan alesan dunia lainnya, panggilan Allah di cuekin, sholat tepat waktu yang cuma 15 menit diabaikan, "tar aja deh, lagi nanggung, dzuhur kan jam dua juga bisa..." Subhanallah, Allah di nomer duakan...

Abdullah Ibdu Mas'ud RA berkata, " Aku bertanya kepada Rasulullah, " Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdol?" Beliau menjawab, " Sholat tepat pada waktunya." (HR. Bukhari)

"Paling afdol (utama) Sholat seseorang adalah dirumahnya kecuali sholat yang fardhu (lima waktu)." ( HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi mulai sekarang, saya mencoba untuk "mendoktrinkan" pemikiran saya ini ke dalam otak dan hati. Semuanya benar2 saya pasrahkan ke Allah, saya tidak takut, ada Allah kok, dekat lagi... yang memberi dan yang mengambil semua nikmat juga Allah, jadi buat apa saya pusing dan bersedih berlarut larut dengan semua masalah saya? harusnya kan saya menyadari kalo semua cobaan ini akan membuat saya lebih dekat dengan-Nya, saya lebih bersyukur, lebih sabar, karena jika bisa melewatinya, balasannya luar biasa indah.

Konsep miskin di otak saya pun berubah, karena miskin itu ternyata hakekatnya adalah miskin hati, dan kaya adalah kaya hati (Ust. Yusuf). Dikelilingi harta duniawi yang berlimpah ruah tidak lantas membuat hidup ini jadi indah dan bahagia, bila ternyata hati kita masih "sakit" alias hampa. Kekayaan melimpah ruah, tapi hidup selalu "lapar" dan "haus", maka tidak bisa disebut kaya karena selalu kurang terus... takut besok jatuh miskin, tabungan habis, proyek berkurang dan takut semua yang kita miliki lenyap dalam sekejap. Akhirnya waktu kita yang 24 jam cuma habis untuk menutup rasa takut tadi, ujung ujungnya lupa sama Allah karena terlalu sibuk.. Nauzubillahi minzalik.

Menundukklah, lihatlah kebawah... nikmat sekali saya bisa menerapkanya, rasa syukur selalu terucap melihat diri saya ternyata masih "mendingan" dibanding orang lain. Misalkan saya ingin sesuatu, tapi belum mampu memilikinya, tidak lantas membuat saya iri dengan mereka yang punya, tapi saya mencoba melihat kebawah, walaupun saya belum punya barang yang saya inginkan, tapi alhamdulillah saya sudah punya rumah yang sudah lunas, anak istri saya diberi kesehatan. Saya pun bisa melihat mereka tertawa setiap hari, membuat saya sangat sangat bersyukur, ternyata saya bahagia bukan main, saya beruntung Allah memberi yang terbaik buat saya.. Allah sayang sama saya dan keluarga.

Sedikit cerita penutup dari Bang Arvan Pradiansyah  dibukunya "Cherish Every Moment"
yang selalu menjadi penyemangat saya ketika saya terpuruk.

Ada seorang eksekutif yang tengah berlibur di sebuah desa. Suatu siang dia bertemu dengan seorang nelayan yang sedang asik mermain dengan kedua anaknya. Eksekutif ini bertanya kenapa si nelayan tidak bekerja lebih keras, padahal hidupnya (terlihat) masih kekurangan.
"Katakan apa yang dapat saya lakukan!" ujar nelayan

" Belilah kapal yang lebih besar!" kata si eksekutif. " Dengan demikian anda bisa menangkap ikan yang lebih banyak".
Nelayan kembali bertanya, " Dengan ikan yang lebih banyak, apa yang dapat saya lakukan?"
"Juallah ke kota, anda akan mendapat uang banyak," lanjut si eksekutif.

"Lantas uang itu untuk apa?" tanya nelayan lagi.
"Dengan uang itu, anda dapat membangun rumah yang bagus, dan menyekolahkan anak anak anda sehingga menjadi orang yang pintar,"

"Lantas, kalo saya sudah mempunyai semua itu, apa yang akan terjadi?" kata si nelayan.
"nah, dengan semua yang kau miliki itu kau akan mempunyai waktu luang yang banyak dan akan merasa bahagia."

Mendengar hal itu si nelayan tertawa terbahak bahak, " Lantas, apa bedanya dengan saya yang sekarang? sekarang pun saya punya waktu luang yang banyak dan sudah sangat bahagia!"