link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Selasa, 01 Januari 2013

TIGA poin

Audience hanya mengingat dengan kuat TIGA poin yang Anda sampaikan;
Presentasi Anda terdiri dari TIGA bagian, pembukaan, isi dan penutup;
Gunakan listing dengan TIGA poin di setiap tempat yang memungkinkan;
I Care About You,
Dwika







The Rule Of Three
QA-Communication


Orang cenderung lebih mudah mengingat sesuatu yang jumlahnya TIGA. TIGA hal yang sama diulang-ulang, atau TIGA hal yang berbeda disampaikan berurutan. Lihatlah bagaimana bunyi bunyi hadits yang Anda kenal. Lihatlah apa yang dikatakan Aristoteles dalam buku "Rhetoric".

1. Audience hanya mengingat dengan kuat TIGA poin yang Anda sampaikan;

2. Presentasi Anda terdiri dari TIGA bagian, pembukaan, isi dan penutup;

3. Gunakan listing dengan TIGA poin di setiap tempat yang memungkinkan;

4. Perhatikan contoh-contoh ini:

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia tidak mengganggu tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah menghormati tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah berkata baik atau diam." - H.R Bukhari Muslim dan Abu Dawud

"Jagalah lidahmu, berpuaslah dengan rumahmu, dan menangislah untuk dosa dosamu." - H.R. Tirmidzi

"Latihan, latihan, dan latihan."

"...and that government of the people, by the people, for the people, shall not perish from the earth." - Abraham Lincoln

"Veni, Vidi, Vici - Julius Caesar"

"Friends, Romans, Countrymen lend me your ears" - William Shakespeare

"Our priorities are Education, Education, Education" - Tony Blair

"I can promise you Blood, Sweat, and Tears" - Winston Churchill

"Others may hesitate, others may procrastinate, others may plead for further diplomatic negotiation, which means delay; but for me, I am ready to act now,
and for my action I am ready to answer to my conscience, my country, and my God." - James Mellen Thurston

"Gunakan hukum tiga. Agar mudah untuk Anda, mudah untuk audience Anda, dan supaya bicara Anda lebih bicara." - Ikhwan Sopa.


Tunjukkan struktur Anda

S P E A K E A S Y:S - Speak, jangan membaca atau menghafal
P - Purpose. Sasaran Anda harus jelas. Katakan pada audience
E - Eye Contact. Pelihara kontak mata
A - Arrange materi Anda secara logis
K - Keep (jaga) batas waktu bicara Anda
E - Emphasize. Tekankan poin-poin utama Anda selama sesi dan di akhir sesi
A - Aids. Gunakan alat bantu visual
S - Show. Tunjukkan struktur Anda: outline, current position, arah, tanda
Y - Yawn. Jangan kirim audience ke alam tidur. Hiduplah. Menariklah.

I Care Abou You,
Dwika







Pembicara Seminar - Penyampaian
Terjemahan bebas materi dari Flinders University, Australia.

Kemarin kita sudah membahas tentang persiapan untuk pembicara seminar. Kali ini kita akan bicara tentang pelaksanaan dari seminar itu sendiri. Berikut ini adalah tips yang berguna saat Anda diminta untuk berbicara dalam suatu seminar.

SEBELUM ACARA SEMINAR
1. Pastikan berapa lama seminar Anda akan berlangsung. Setelah itu alokasikan 60% waktu untuk penyampaia materi dan 40% waktu untuk aktivitas diskusi. Audience tidak hanya belajar dari narasumber, akan tetapi juga dari sesama audience.

2. Dari 60% waktu penyampaian Anda, berikan 60% untuk pengembangan, 15% untuk introduksi dan 25% untuk simpulan.

SAAT SEMINAR
1. Usahakan rileks sebelum berbicara. Organisasikan seluruh kelengkapan Anda. Fokuslah pada apa yang akan Anda sampaikan, tidak usah fokus pada perasaan Anda. Ini memang perlu pembiasaan.

2. Sampaikan topik Anda dengan jelas, dan katakan pada mereka apa yang bisa mereka simak.

3. Jangan membaca. Minimal, tataplah audience dan katakan apa isi materi Anda.

4. Jangan hafal materi Anda. Gunakan catatan kecil untuk poin-poin Anda. Sampaikan itu semua secara alamiah.

5. Gunakan kata atau kalimat transisi yang membuat audience tetap "bersama" Anda. Transisi ini sebaiknya mencakup:

- Apa yang sedang Anda lakukan;
- Di mana "kepala" atau "induk" bahasan Anda;
- Apa yang harus diingat oleh audience;
- Bagaimana mereka harus mengaitkannya dengan berbagai poin lain.

Ini biasa disebut dengan cohesion devices alias perekat bicara.

6. Sampaikan kutipan para pakar yang berkaitan dengan materi Anda. Ungkapkan dengan paraphrasing (tidak membeo kata per kata).

TENTANG STRUKTUR BICARA ANDA
Seminar biasanya formal. Bicara formal biasanya terstruktur. Ingat baik-baik struktur ini: pembukaan, isi, penutup.

Pembukaan:
- Sampaikan apa topik Anda;
- Sampaikan berbagai pengertian dan definisi;
- Sampaikan outline bicara Anda;
- Sampaikan rencana Anda bicara.

Isi:
- Kembangkan topik Anda dengan tetap di jalurnya;
- Perluas topik dengan poin-poin yang urutan logis;
- Sampaikan kutipan-kutipan yang mendukung klaim Anda;
- Gunakan dukungan dari alat bantu visual.

Penutup:
- Ungkapkan sekali lagi poin-poin utama Anda;
- Berikan evaluasi tentang pentingnya informasi yang Anda sampaikan;
- Formulasikan kesimpulan;
- Jika ada, review kembali berbagai implikasi darimateri Anda.

S P E A K E A S Y:
S - Speak, jangan membaca atau menghafal
P - Purpose. Sasaran Anda harus jelas. Katakan pada audience
E - Eye Contact. Pelihara kontak mata
A - Arrange materi Anda secara logis
K - Keep (jaga) batas waktu bicara Anda
E - Emphasize. Tekankan poin-poin utama Anda selama sesi dan di akhir sesi
A - Aids. Gunakan alat bantu visual
S - Show. Tunjukkan struktur Anda: outline, current position, arah, tanda
Y - Yawn. Jangan kirim audience ke alam tidur. Hiduplah. Menariklah.
QA-Communication

Pembukaan dramatis

Pembukaan harus jelas, tidak lebih dari tiga kalimat. 
Pembukaan bisa dramatis - melibatkan properti atau alat, olah tubuh, atau hanya kata-kata yang powerful, emosional, atau retorikal, menggunakan demonstrasi, kutipan, pertanyaan, atau hanya diam. 
Tapi yakinkan bahwa semua itu berkaitan dengan topik Anda.
I Care Abou You,
Dwika




Buka Dengan Bang Dan Tutup Dengan Slam Dunk
Terjemahan bebas dari materi oleh:

Anthony Perrella, ATM
The Camden County Club 1189-38, Haddonfield, New Jersey.
The Toastmaster International

Introduksi - menyiapkan audience untuk apa yang akan segera datang dan menetapkan tujuan bicara Anda (1-2 menit).

Isi, daging dari bicara Anda - memberikan informasi myakinkan dalam tiga atau lima poin (5-6 menit).

Simpulan - ringkasan pesan (1-2 menit).

Tiga elemen di atas harus disatukan seperti sandwich di antara dua elemen kunci: pembukaan dan penutupan.

PEMBUKAAN
Kata-kata atau aksi pertama Anda sebelum introduksi. Pembukaan harus jelas, tidak lebih dari tiga kalimat. Fungsi pembukaan adalah untuk menarik perhatian audience sehingga mereka mau mendengar lebih jauh. Ini harus disesuaikan dengan tema. Pembukaan bisa dramatis - melibatkan properti atau alat, olah tubuh, atau hanya kata-kata yang powerful, emosional, atau retorikal, menggunakan demonstrasi, kutipan, pertanyaan, atau hanya diam. Tapi yakinkan bahwa semua itu berkaitan dengan topik Anda.

PENUTUPAN
Komentar terakhir Anda atas topik setelah kesimpulan. Penutupan juga harus jelas, dan tidak lebih dari tiga kalimat. Fungsi penutupan adalah untuk memberi aksen terhadap tujuan bicara Anda dan meninggalkan audience dengan sesuatu yang bernilai untuk selalu diingat. Penutupan adalah klimaks, dobrakan. Hindari sekedar "terimakasih." Audiencelah yang semestinya berterimakasih kepada Anda! Lebih baik gunakan jawaban pertanyaan "so what?" dari isi bicara Anda. Penutupan, seperti juag pembukaan, bisa dramatis, emsional atau retorikal. Anda bisa menggunakan humor atau pertanyaan.

CONTOH PEMBUKAAN YANG HEBAT
Mulailah dengan pertanyaan yang menantang:

"Pernahkah Anda membunuh orang?"
"Saya mencari orang yang mau jatuh dari jurang bersama Saya."

Atau kutipan:

"Beri Saya kebebasan atau biarkan Saya mati."

Alat peraga:

Gambar pistol mainan, atau gambar moil bertabrakan (misalnya untuk topik "Selamat berkendara")

Generalisasi:

"Lihatlah orang di sebelah Anda. Salah satu dari Anda tidak akan di sini pada rapat berikutnya."

CONTOH PEMBUKAAN YANG BURUK
"Topik ini tidak akan menarik bagi sebagian dari Anda."
"Banyak orang berkendara terlalu cepat."

Kalimat yang panjang atau disampaikan dengan terlalu lambat.

Aneh: "Pernahkan Anda mencoba untuk berhenti berpikir?"

CONTOH PENUTUPAN YANG HEBAT
"Kita bisa menyelesaikan masalah ini jika setiap orang dari kita menulis surat kepada pimpinan."

Cerita, atau kutipan yang berkaitan dengan topik bicara Anda.

Alat peraga atau properti seperti gambar atau benda atau sekelompok bensa.
Pointed story, quotation or illustration that fits your subject.

CONTOH PENUTUPAN YANG BURUK
"Saya sangat senang bisa hadir di sini."
"Terimakasih." Audience-lah yang berhutang terimakasih kepada Anda, kecuali jika Anda yang diundang secara khusus ke sana.

Setiap sesi pembicaraan menuntut pembukaan dan penutupan yang "ear catching" dan "eye catching".


QA-Communication

Eksplorasi gaya penyampaian

Anda ungkapkan kembali introduksi Anda, dan katakan bahwa semua itu adalah penting, dan katakan pula apa yang Anda inginkan dari mereka.
Jika Anda sudah bisa mulai melatih semua hal di atas, Anda sudah bisa mulai mengeksplorasi gaya penyampaian yang elegan dan menawan.
I Care About You,
Dwika





Struktur Bicara Publik
Dari materi oleh:
Douglas Parker, M.Ed.
Pengarang buku "The Roadmap to Confident Communications"

Ada banyak cara untuk mengorganisir bicara Anda. Berikut ini adalah cara yang cukup mudah dimengerti dan dipraktekkan secara langsung.

Seperti yang diungkapkan oleh banyak pembicara publik alias public speaker, aturan dasar yang harus diikuti untuk mencapai efektifitas tinggi dalam berbicara di depan publik adalah:

"Katakan apa yang akan Anda katakan, lalu katakan, lalu katakan apa yang telah Anda katakan."

Sebenarnya, ungkapan di atas mencerminkan struktur yang paling umum dari setiap bentuk komunikasi, yaitu:

- Introduksi -> Katakan apa yang akan Anda katakan;
- Isi -> Katakan;
- Kesimpulan -> Katakan apa yang telah Anda katakan.

Mengeksplorasi setiap elemen di atas dianggap sangat penting oleh para public speaker. Dan berikut ini adalah salah satu bentuk eksplorasi itu.

INTRODUKSI
Introduksi memiliki tiga fungsi utama yaitu:

- Menarik perhatian audience;
- Menggulirkan topik bicara dari hal-hal yang umum ke khusus;
- Menyampaikan topik atau isu utama dari bicara Anda.

Jangan pernah, memulai sesi bicara hanya dengan semata-mata mengungkapkan tentang topik Anda.

MENARIK PERHATIAN AUDIENCE
Anda bisa mencoba dua teknik standar ini:

- Mengajukan pertanyaan, yang sifatnya retorik atau filosofis.

Misalnya, "Benarkah manusia sedang berjalan ke arah kehancurannya?"

- Menceritakan kisah, yang bisa menarik audience ikut larut ke dalamnya.

Misalnya, tentang seorang prajurit yang terjun ke medan perang.

Lepas dari teknik yang Anda gunakan, ada dua aturan pula yang harus Anda perhatikan, yaitu:

1. Cerita atau pertanyaan Anda harus berkaitan dengan topik Anda;
2. Anda menyelesaikan cerita atau pertanyaan Anda, saat Anda menyimpulkan sesi bicara Anda.

MEMBANGUN PIRAMIDA TERBALIK UNTUK TOPIK
Apabila Anda telah mendapatkan perhatian audience, Anda bisa mulai bergerak menuju topik utama Anda.

Bayangkan ini; corong yang mulutnya dijejalkan ke mulut botol. Anda memulai bicara dengan pembukaan yang umum (bagian atas corong), dan kemudian mulai masuk ke mulut corong, dan selanjutnya masuk ke leher botol. Saat Anda telah sampai di "leher botol", audience Anda sudah harus mengetahui akan dibawa kemana.

Di sini, rata-rata pembicara mengungkapkan latar belakang dari topik yang menjadi bahan pembicaraannya.

DI LEHER BOTOL
Anda akan masuk ke "perut botol". Di "ujung leher botol", sampaikanlah "katakan apa yang akan Anda katakan." Pernyataan Anda ini, biasa disebut dengan 'focusing statement'.

Selesailah sudah bagian introduksi Anda.

ISI BICARA
Selanjutnya, Anda mulai memasuki daging, isi, tubuh, atau apapun sebutannya untuk inti pembicaraan Anda.

Bagian "isi" dari bicara Anda adalah penyampaian berbagai fakta, pengembangan, dan penjelasan dari 'focusing statement' Anda. Dan di sini, Anda juga perlu strategi untuk membangun "tubuh" bicara Anda.

Anda perlu mengingat ini:

Jika Anda mengatakan akan menyampaikan A, B, C, maka Anda tidak boleh menyampaikan B, A, C, atau malah D, E, X.

Selain bahwa topik Anda harus urut dan runut, disain dan konstruksi yang logis dari "isi" bicara Anda juga sama pentingnya. Anda harus bisa menjawab berbagai pertanyaan ini:

- Argumentasi apa, yang bisa Anda gunakan berkaitan dengan urut-urutan yang Anda pilih?

- Apakah Anda bisa menunjukkan, bagaimana pergeseran setiap persoalan atau pokok bahasan dan transformasinya?

- Dari A kemudian ke B dan ke C?

- Apakah Anda, bisa menjelaskan mengapa berbagai hal muncul dan terjadi, saat pergeseran atau transformasi itu?

Bicaralah dengan detil.

MENGKONSTRUKSI ISI BICARA
Ada beberapa pola logis yang bisa Anda gunakan untuk membangun "isi" bicara Anda. Pola yang paling umum adalah:

- Penjajakan -> Anda menunjukkan dengan tepat langkah demi langkah berkaitan dengan topik Anda;

- Definisi dan Perbedaan -> Anda mengelompokkan topik Anda: Misalnya, kambing itu hewan berkaki empat yang makan rumput. Kemudian, Anda menunjukkan perbedaannya dari anggota kelompok yang lain: Misalnya, sapi juga berkaki empat tapi ia berbeda dari kambing. Jelaskan berbagai perbedaan yang ada dengan detil;

- Proses -> Anda menunjukkan bagaimana sesuatu bisa berlangsung dan terjadi, atau bagaimana cara untuk melakukan sesuatu;

- Problem Solving -> Anda menunjukkan bagaimana suatu permasalahan yang spesifik bisa diselesaikan;

- Deskripsi -> Anda mendeskripsikan topik Anda dengan detil, dalam rangka membangun mood tertentu di sisi audience Anda. Cara ini adalah cara terbaik untuk berbicara tentang segala sesuatu, yang amat dekat dengan kehidupan audience Anda sehari-hari.

METODE PRESENTASI
Jika Anda sudah bisa memutuskan bangunan logis dari topik Anda, Anda telah bisa memutuskan cara menyampaikan bahan bicara Anda.

- Kronologis -> Anda menunjukkan urut-urutan waktu dari berbagai kejadian dan proses;

- Sebab - Akibat -> Anda menunjukkan bahwa topik Anda adalah hasil dari berbagai proses dan kejadian;

- Klimaks -> Anda menunjukkan berbagai hal, mulai dari yang tidak terlalu besar atau penting, ke yang paling penting, esensial, dan substantif;

- Anti Klimaks -> Kebalikan dari Klimaks;

- Spasial -> Anda menunjukkan dimensi ruang (3 dimensi, 360 derajat, kiri-kanan, depan-belakang, dulu, sekarang dan masa depan, dan sebagainya), berkaitan dengan topik Anda.

KESIMPULAN
Terakhir, Anda bergerak menuju kesimpulan dari bicara Anda. Untuk memulainya, jangan biasakan diri Anda untuk berkata, "sebagai kesimpulan", "yang terakhir" atau sejenisnya. Sebab, ungkapan semacam itu akan segera mendorong audience Anda untuk logout, cooling down, atau mematikan "mesin"nya.

Lebih baik, Anda ungkapkan kembali introduksi Anda, dan katakan bahwa semua itu adalah penting, dan katakan pula apa yang Anda inginkan dari mereka.

Jika Anda sudah bisa mulai melatih semua hal di atas, Anda sudah bisa mulai mengeksplorasi gaya penyampaian yang elegan dan menawan.
QA-Communication

Berikan inspirasi

Berikan inspirasi untuk audience, dan kita ingin agar mereka mendengarkan, maka kita harus menggunakan suara yang menggelitik telinga mereka. Kuncinya adalah variasi. 
I Care About You,
Dwika







Suara Yang Menyenangkan
Jean Hamilton
Speaking Results

Kembangkan Suara Yang Menyenangkan
Dalam masyarakat yang budaya visualnya sangat tinggi, banyak dari kita telah menganggap remeh kekuatan suara. Suara kita dapat menarik orang berpihak kepada kita, atau bahkan membuat mereka menjauh dari kita. Suara kita punya kekuatan yang sangat besar, dan ini seringkali tidak disadari. Dan suara kita, sangat memotivasi. Ia bisa membantu orang dalam memutuskan untuk bekerjasama dengan kita atau tidak.

Sebagaimana kita bisa mengubah bentuk dan penampakan tubuh kita lewat latihan, kita juga dapat melakukan hal yang sama untuk menjadikan suara kita yang otentik, rileks dan menyenangkan. Suara yang tidak menyenangkan adalah hasil dari kebiasaan buruk bertahun-tahun. Latihan vokal akan membantu Anda memanfaatkan dukungan dari proses bernafas, rileksasi dalam bersuara, dan mengartikulasikan kata-kata. Sekali Anda menguasai keahlian vokal ini, Anda akan mendapatkan respek yang lebih besar, dan orang ingin mendengar Anda.

Tempo dan Volume
Saat saya membantu orang lain dalam keahlian presentasinya, seringkali Saya melihat bahwa mereka mendatarkan suaranya. Setiap kata sepertinya mendapat penekanan yang sama dengan hanya sedikit variasi dalam naik-turunnya suara. Saat bicara kita monoton, kita tidak membiarkan daya hidup kita terekspresikan. Kita tidak terkoneksi dengan audience. Jika kita menahan antusiasme kita, presentasi kita akan menjadi sangat tidak menarik!

Bila kita ingin meyakinkan atau memberi inspirasi untuk audience, dan kita ingin agar mereka mendengarkan, maka kita harus menggunakan suara yang menggelitik telinga mereka. Kuncinya adalah variasi. Kita punya kemampuan untuk mengucapkan satu kata dalam beberapa cara yang berbeda. Pikirkan suara Anda sebagai suatu orkestra.

Orang juga sering berbicara terlalu cepat dalam presentasinya. Bicara cepat dapat menyuntikkan energi dan momentum untuk bicara Anda, akan tetapi jika kecepatan itu tidak bervariasi, audience Anda akan berhenti mendengar. Mereka akan kelelahan mengikuti Anda. Suara Anda hanya akan menguap ke udara. Biarkan pikiran penting Anda nyantol, biarkan momen emosional tercipta. Variatif.

Dalam berbagai seminar dan coaching Saya, Saya menantang klien untuk mengeksplorasi bagaimana rasanya menyuarakan berbagai kata dengan saaa..angat lambat. Kemudian dengan sangat cepat. Kami berlatih mengatakan kata-kata dengan keras, dan dengan lembut. Dengan belatih seperti ini, kita mengajari pikiran sadar kita bahwa ada lebih dari satu cara untuk mengatakan sesuatu.

Kadang-kadang, saat orang mulai tidak monoton lagi, suara mereka malah dibuat-buat. Suara kita haruslah otentik. Pertama kali, kita akan merasa sedikit aneh dalam mengutak-atik suara kita. Akan tetapi, dengan cara yang tepat kita bisa belajar mengintegrasikan jangkauan maksimal dari suara kita, dengan tetap merasa "gue banget". Selanjutnya Anda akan mampu menemukan kekayaan baru dalam suara Anda, dan membuat audience tetap menggelayut di setiap kata.

Kita semua mampu menemukan resonansi suara dan daya tarik maksimal dari suara kita. Kita juga berhutang variasi dan ritme suara pada diri sendiri dan audience kita. Ia akan meroketkan presentasi Anda ke tingkat yang baru. Melalui suara yang ditingkatkan kualitasnya, Anda akan menghasilkan lebih banyak kepercayaan dan antusiasme dari audience Anda. Anda akan mendapatkan hasil sebagaimana yang Anda inginkan. Ya, suara adalah sangat penting!
QA-Communication

Fokuslah pada perilaku

Fokuslah pada perilaku lawan bicara secara objektif, bukan pada pribadinya secara subjektif.
I care About You,
Dwika




"CARA EDAN: BICARA DENGAN PERCAYA DIRI SAAT MEMIMPIN, MENJUAL, DAN BERPRESENTASI"


QA-Communication
Hotel Sofyan Cikini, Kamis, 21 September 2006.

Mengapa harus PD alias percaya diri?
http://milis-bicara.blogspot.com/2006/08/tips-104-mengapa-harus-percaya-diri.html
Tips #105: Bicara Taktis Dengan TACTFUL
Don Gabor, penulis "Speaking Your Mind in 101 Difficult Situations", memberi tips ringkas yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas komunikasi Anda. Tips Don Gabor ini mudah diingat sebagai tips yang taktis, yaitu TACTFUL.

TACTFUL adalah ringkasan dari beberapa poin yaitu:

T = Think
A = Apologize
C = Converse
T = Time
F = Focus
U = Uncover
L = Listen

THINK BEFORE YOU SPEAK
Pikirlah dahulu, sebelum bicara.

Selama Anda belum berbicara, kata-kata Anda adalah tawanan Anda. Jika Anda telah bicara, maka Andalah yang menjadi tawanan kata-kata Anda. Pikirkan akibat dan dampak dari kata-kata Anda, daripada Anda nanti menyesalinya. Ini sama sekali tidak absurd dan bukan sesuatu yang terlalu sulit untuk dilakukan. Anda hanya perlu melatihnya dengan cara yang mudah, yaitu dengan membiasakan memperpanjang jeda di antara kata-kata Anda. Atau, Anda bisa menggunakan metode "Monk Talks" yang dikembangkan oleh QA Communication. Metode ini mengadopsi gaya bicara para ulama, biarawan, rohaniawan, dan spiritualis yang biasanya efisien dalam berbicara. Secara umum, mereka lebih memilih untuk setia pada konsep ini.

APOLOGIZE QUICKLY WHEN YOU BLUNDER
Segeralah meminta maaf, jika Anda merasa telah mengeluarkan kata-kata yang blunder.

Apalagi, jika Anda menyadari bahwa kata-kata Anda telah menyakiti lawan bicara Anda. Kata-kata yang Anda keluarkan akan melesat seperti roket, tajamnya bak silet, dan ujungnya lancip seperti jarum suntik. Dengan segera, kata-kata Anda akan tiba di gendang telinga lawan bicara Anda. Waspadalah, kata-kata Anda mungkin tidak akan hanya ngendon di sana, tapi langsung menghunjam ke ulu hatinya. Jika Anda merasa telah melakukannya, segeralah meminta maaf. Dan untuk yang satu ini, Anda tidak perlu menunda-nunda lagi.

CONVERSE, DON'T COMPETE
Masih ingat "the bigger fish syndrome", alias "perlombaan bicara"? Hindari.

Jika Anda berbicara dengan seseorang, ingatlah bahwa itu bukan sebuah pertandingan. Bukan untuk balapan, dan bukan untuk menang. Sebaliknya, bicara adalah untuk mencari persamaan dan saling pengertian, bertukar informasi, atau memahami perbedaan.

TIME YOUR COMMENTS
Jika Anda merespon, menimpali, atau mengomentari kata-kata lawan bicara Anda, ukurlah waktu Anda.

Tepatnya: Waktu Anda berdua. Anda tidak perlu menjadi "rakus" dan memborong seluruh sesi bicara. Mengapa? Dengan lebih banyak bicara, maka Anda akan kurang mendengar. Itu artinya, Anda kurang menghargai lawan bicara Anda.

FOCUS ON BEHAVIOUR, NOT ON PERSONALITY
Fokuslah pada perilaku lawan bicara secara objektif, bukan pada pribadinya secara subjektif.

Responlah hanya kata-katanya, perilakunya, emosi positifnya, atau cara pandangnya. Jangan bereaksi dengan menghakimi, dengan mempermasalahkan seleranya, dengan mempertanyakan prinsip hidupnya, atau pilihan dan keputusannya. Kecuali, jika Anda dokternya dan dia pasiennya, Anda suami dan dia istri, Anda orang tua dan dia anak Anda sendiri. Pasangan-pasangan bicara yang disebut terakhir ini, memang memerlukan pendekatan yang sifatnya personal dan emosional.

UNCOVER HIDDEN FEELING
Keahlian berkomunikasi Anda akan meningkat pesat kualitasnya, jika Anda mulai mempertimbangkan untuk melatih kepekaan Anda, dalam melihat berbagai perasaan lawan bicara, yang tidak nampak atau muncul ke permukaan.

Waspadailah bahwa lawan bicara Anda tersenyum, tapi mungkin ia justru tersinggung. Anda tidak akan bisa mengetahui isi hatinya. Tapi emosinya, sangat tergantung pada kata-kata Anda kepadanya. Tidak setiap orang ekspresif. Tidak setiap orang, mau menunjukkan perasaannya dengan jujur dan terbuka.

LISTEN FOR FEEDBACK
Untuk apakah Anda mendengar? Untuk mendapatkan respon dan feedback.

Apa artinya feedback dalam komunikasi? Feedback adalah pengalaman. Pengalaman adalah gambaran skalar (bukan seperti vektor yang punya arah). Dalam kacamata seorang komunikator, feedback harus dilihat sebagai sesuatu yang statik, bukan sesuatu yang bergerak menyerang.

Jika Anda sedang bicara berdua saja, kemudian lawan bicara Anda menjadi marah, maka hampir bisa dipastikan bahwa kemarahannya adalah akibat dari kata-kata Anda. Kata-kata Anda membuatnya tersinggung, kemudian ia meresponnya dengan marah. Itulah feedback untuk Anda. Kemarahannya itu - dari kacamata komunikasi - bukanlah serangan balik untuk Anda. Akan tetapi, hanya ekspresi dari pengalamannya mendengar dan merasakan efek dari kata-kata Anda. Dan bagi Anda, kemarahan itu adalah feedback yang Anda peroleh akibat kata-kata Anda. Bukan serangan untuk Anda, sebab rasa marah itu adalah pengalaman pribadi lawan bicara Anda, dengan segala hak yang dimilikinya.

Hanya dengan penyikapan yang benar terhadap feedback, Anda akan menjadi komunikator yang stabil, tidak mudah terpancing secara emosional, dan tidak gampang terjebak dalam situasi debat yang tidak sehat.

DOS - DON'T
Untuk melengkapi tips TACTFUL di atas, berikut ini adalah resep tentang apa yang harus Anda lakukan, dan apa yang tidak boleh Anda lakukan, saat berbicara dengan seseorang.

DO
- Langsung, tidak berbelit dan lemah-lembut.
- Beri lawan bicara Anda ruang privasi.
- Pahami bahwa apapun yang tokcer bagi Anda, belum tentu bekerja baginya.
- Katakan poin yang penting terlebih dahulu, lalu tawarkan detilnya.
- "Dengarlah" perasaan tersembunyi dari lawan bicara Anda.

DON'T
- Kasar dan memaksa.
- Merasa superior dan sarkastik.
- Menyerang secara pribadi dan mempermalukan.
- Berharap lawan bicara akan selalu setuju dengan Anda.
- Berharap lawan bicara akan selalu mengikuti nasehat Anda.
- Menawarkan solusi yang sulit dilaksanakan lawan bicara.

Target sosial dan bisnis Anda pasti strategis. Oleh sebab itu bicaralah dengan taktis. Lakukanlah dengan TACTFUL.


Nyaman

Audience Anda senang dengan ciri-ciri:
- Merespon dengan hangat dan penuh perhatian sepanjang sesi;
- Alis mereka bergerak-gerak ke atas;
- Matanya membulat, pupilnya membesar;
- Bersandar dengan nyaman selama Anda bicara;
- Terbuka untuk berkontak mata dengan Anda;
- Mengikuti instruksi Anda dengan akurat;
I Care About You,
Dwika





Tips #71: Berkomunikasi Dengan Jernih
Terjemahan bebas dari materi oleh:
Rae Cook & Associates, Inc.

Berbicara adalah berkomunikasi. Berkomunikasi haruslah jernih. Di dalam berkomunikasi, setidaknya ada 10 aspek yang langsung atau tidak langsung akan berpengaruh pada kejernihan komunikasi. 10 aspek itu adalah pengirim, penerima, encoding, decoding, pesan, media, respon, umpan balik, noise dan distorsi.

Kondisi di atas, sama dengan bagaimana Anda berkomunikasi lewat HP Anda. Ini, sama dengan seberapa baik sinyal di HP Anda, seberapa jernih suara yang terdengar dari seberang sana, dan sekaligus juga bagaimana "jernih"nya orang di seberang berbicara.

Agar komunikasi bisa jernih, maka kejernihan di setiap aspek itu harus terjaga dengan baik. Berikut ini adalah hal-hal penting dari beberapa aspek di atas, yang harus terpelihara kejernihannya.

UKURAN INTERAKSI YANG JERNIH
Anda terbilang jernih dalam berkomunikasi, bila audience Anda menunjukkan ciri-ciri:

- Merespon dengan hangat dan penuh perhatian sepanjang sesi;
- Alis mereka bergerak-gerak ke atas;
- Matanya membulat, pupilnya membesar;
- Bersandar dengan nyaman selama Anda bicara;
- Terbuka untuk berkontak mata dengan Anda;
- Mengikuti instruksi Anda dengan akurat;
- Sedikit dalam bertanya untuk klarifikasi;
- Nampak rileks;
- Tersenyum;
- Bahu jatuh;
- Tangan santai.

UKURAN INTERAKSI YANG BELUM JERNIH
Mereka:

- Menghindari kontak mata;
- Memalingkan muka;
- Memicingkan mata;
- Menutup mulut;
- Alisnya turun;
- Membalikkan badan dari Anda;
- Keluar ruangan! Kecuali pipis.

KOMUNIKASI JERNIH: KATA-KATA YANG JERNIH
Minimalisasi kata-kata yang tidak jelas atau terlalu luas maknanya. "Ini", "itu", "mereka", "dan lain-lain", "dan sebagainya", "dia", "kita" dan sebagainya.

Tentu saja, Anda bisa tetap menggunakannya sepanjang Anda telah mendahuluinya dengan sebuah penunjukkan seperti di atas.

Intinya, bicaralah dengan satu bahasa. Gunakan kata ganti atau kata penunjuk yang bersifat umum, jika Anda dan audience Anda sudah TST alias tahu sama tahu.

Don't:"Itu bagus buat mereka. Menggunakan proses itu akan menciptakan perbedaan."

Do:"Proses distribusi yang baru itu akan mengurangi biaya setidaknya sampai 12%. Jika Anda mengurangi berbagai formulir, Anda akan mengurangi pemborosan karena paper handling secara dramatis."

KOMUNIKASI JERNIH: LEBIH BANYAK "ANDA" DARIPADA "SAYA"
Jika audience Anda tidak atau kurang mengerti apa yang Anda bicarakan, Anda cenderung akan mengulanginya dengan sudut pandang Anda sendiri: "Maksud Saya...", "Apa yang Saya katakan adalah..."

Ini terlihat logis, tapi jika Anda terlalu banyak menggunakannya, Anda telah melakukan tindakan ofensif dengan merendahkan intelektualitas dan daya tangkap audience Anda.

Lebih baik: Biarkan mereka sendiri yang berinisiatif untuk bertanya. Anda tidak perlu berspekulasi untuk menjelaskan kepada mereka, hanya karena Anda merasa perlu mempertegas sesuatu.

KOMUNIKASI JERNIH: SATU PIKIRAN DALAM SATU KALIMAT
Jangan borong semua pemikiran di dalam satu kalimat. Riset menunjukkan bahwa orang dewasa hanya bisa menangkap sekitar 16 kata saja dari satu kalimat.

Cobalah ini: Satu ide dalam satu kalimat, berhenti, mulai kalimat baru dengan ide baru. Sisipkan jeda (pause) di antar kalimat. Jeda ini sendiri penting agar Anda bisa berpikir, mengedit dan melihat reaksi audience.

KOMUNIKASI JERNIH: TEPAT MEMULAINYA
Waspadai agar Anda tidak terlalu cepat memulai suatu ide, sebelum audience Anda siap mendengarnya. Anda akan membuang waktu berbicara tentang sesuatu yang sangat spesifik, sementara pengertian dasar saja mereka belum tahu. Ini perlunya introduksi alias pengantar. Jika Anda merasa audience Anda sudah selevel dengan Anda, katakan saja "Ini sebagai pengantar dan refreshing buat Anda."

Audience Anda perlu pemanasan dan penyamaan persepsi, atau sekedar refreshment dan pengingat kembali. Matrikulasi kalo di kuliah gitu lho!

Jika sesi bicara Anda adalah kelanjutan dari sesi sebelumnya, review kembali sesi bicara yang lalu dengan beberapa kalimat.

KOMUNIKASI JERNIH: TETAP DI JALUR
- Selesaikan suatu bahasan secara tuntas atau secukupnya sebelum beralih ke soal lain;
- Bertoleransilah terhadap kesunyian;
- Perpendek kalimat-kalimat Anda;
- Gambarkan ide Anda di kepala, buat seperti video, sebelum bicara;
- Gambarkan kata-kata di layar dalam kepala Anda, sebelum Anda mengatakannya;
- Letakkan hal terpenting di awal atau diakhir kalimat;
- Kurangi kecepatan bicara sampai 70% dari kebiasaan Anda berbicara. Ini mungkin perlu latihan. Anda bisa melatihnya dengan "monk talks" seperti dalam tips yang lalu.

Di antara penyebab drifting:

- Pertanyaan yang dijawab dengan luas;
- Topik sampingan yang menarik;
- Permintaan audience untuk membahas sesuatu yang OOT;
- Keinginan Anda sendiri yang tak menyadari OOT;
- Aside yang lupa pulang.

Komunikasi yang jernih bukan APA, tapi BAGAIMANA.
QA-Communication

Bad Tips





10 Tips Untuk Membuat Pendengar Tertidurby: Barbara White
Beyond Better

Pernahkah Anda tertidur saat mendengarkan sebuah pidato atau presentasi? Kadang-kadang, tertidur beberapa menit dalam suatu sesi pembicaraan dapat mendongkrak energi Anda untuk sisa hari itu. Para pembicara, jika Anda ingin menjadi orang yang bermurah hati dengan memberi kesempatan ini kepada audience, perhatikan tips-tips ini dengan seksama.

1. Yakinkan bahwa materi Anda kering dan membosankan. Jadikan materi Anda sangat-sangat-sangat teknis, kompleks atau ruwet. Jika memungkinkan, isilah sesi Anda dengan pembicaraan akademik yang sangat terspesialisasi, yang membuatnya tidak mudah dimengerti tanpa pemahaman, pendidikan dan riset terlebih dahulu.

2. Jangan masukkan penjelasan atau ilustrasi apapun yang membuat materi Anda mudah dipahami oleh rata-rata orang yang menjadi audience.

3. Jadwalkan sesi bicara Anda di akhir suatu hari yang berat atau panjang, atau mulailah setelah makan siang. Ini akan menambah daya kantuk dan daya lesu materi Anda.

4. Bicaralah dengan sangat pelan dan hindari segala bentuk ekspresi atau variasi vokal yang dapat membelokkan perhatian atau mengganggu "perjalanan" audience. Ingat bahwa tujuan Anda adalah mengantar mereka ke alam mimpi dengan mulus.

5. Berdirilah dengan kaku di belakang podium sepanjang pembicaraan Anda. Jika tidak ada podium, duduklah dibelakang meja selama sesi Anda. Setiap gerakan yang Anda lakukan, atau jika Anda melakukan gerakan yang mendadak, dapat membangunkan mereka.

6. Hindari variasi dalam gaya presentasi. Jangan berpindah dari bicara kemudian menggunakan flip chart, Powerpoint atau bantuan visual apapun yang dapat menarik perhatian.

7.Jangan pernah memasukkan unsur humor atau cerita dalam pembicaraan Anda, yang mungkin akan mengilustrasikan berbagai poin penting.

8. Jangan berkutat hanya pada satu topik. Habiskan sebagian besar waktu dengan berputar-putar tentang berbagai subyek atau pengalaman pribadi yang sangat membosankan, dan tentu saja secara total harus OOT.

9. Bicaralah tentang suatu topik yang sudah sangat dikenal oleh audience. Jagalah agar isi bicara Anda tetap berfokus pada berbagai hal yang mereka memang sudah tahu sebelumnya.

10. Berikan kepada mereka handout yang super detil, sehingga audience tidak akan tertinggal oleh satu informasipun sepanjang tidur mereka. Yakinkan bahwa Anda tidak mengatakan sesuatu yang tidak tercantum dalam handout tersebut. Untuk hasil terbaik, baca saja handout itu kata per kata.

Saya berharap, dengan mengikuti tips di atas Anda akan mendapatkan kepuasan melihat seluruh audience Anda tertidur dan mengorok dengan tenang dan berbahagia sepanjang sesi Anda. Jika Anda tidak mengikuti tips di atas, Anda mungkin akan merasakan bahwa audience Anda ternyata lebih waspada dan tertarik dengan apa-apa yang Anda katakan.
QA-Communication

Anda akan sukses

Bayangkanlah diri Anda berbicara, dengan suara keras, jelas dan penuh keyakinan. Jika Anda memvisualisasikan sukses Anda, maka Anda akan sukses.
I Care About You,
Dwika


Tips #110: Tips Sukses Bicara Dari Toastmaster
Materi oleh:
Toastmaster Internasional
Katalog No. 105

Merasakan sedikit ketegangan sebelum berbicara adalah alamiah dan sehat adanya. Akan tetapi, saat ketegangan itu berada di luar kontrol Anda, maka ia bisa jadi malapetaka. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa membantu Anda mengontrol ketegangan, dan menjadikan bicara Anda efektif dan diingat lebih lama:

1. KUASAI RUANGAN BICARA
Upayakan agar Anda familiar dengan ruangan atau tempat di mana Anda akan berbicara. Datanglah lebih cepat, berjalan-jalanlah di sekitar area bicara, dan berlatihlah dengan menggunakan mikrofon dan alat bantu visual.

2. KENALI AUDIENCE
Bertegursapalah dengan beberapa orang dari audience, segera setelah mereka tiba. Adalah lebih mudah untuk berbicara kepada sekelompok teman daripada kepada sekelompok orang asing.

3. KUASAI MATERI
Jika Anda tidak menguasai materi Anda, atau Anda merasa tidak nyaman dengan materi Anda, ketegangan Anda akan meningkat. Latihlah bicara Anda dan perbaiki jika perlu.

4. RILEKS
Kurangi ketegangan dengan latihan relaksasi.

5. VISUALISASIKAN SESI BICARA
Bayangkanlah diri Anda berbicara, dengan suara keras, jelas dan penuh keyakinan. Jika Anda memvisualisasikan sukses Anda, maka Anda akan sukses.

6. KETAHUILAH BAHWA AUDIENCE INGIN ANDA SUKSES
Audience Anda ingin Anda menarik, menstimulasi, informatif, dan menghibur. Mereka tidak ingin Anda gagal.

7. JANGAN MEMINTA MAAF
Jika Anda menunjukkan ketegangan Anda, atau meminta maaf untuk berbagai hal yang menurut Anda bermasalah dalam bicara Anda, maka Anda akan menarik perhatian audience kepada hal-hal yang sebelummya tidak mereka ketahui. Tetaplah diam.

8. KONSENTRASI PADA PESAN, BUKAN PADA MEDIA
Jangan berfokus pada ketegangan Anda, fokuslah pada pesan dan audience Anda. Ketegangan Anda akan menyurut.

9. UBAHLAH KETEGANGAN MENJADI ENERGI POSITIF
Transformasikan ketegangan Anda menjadi vitalitas dan antusiasme.

10. PERBANYAK PENGALAMAN
Pengalaman akan membangun percaya diri. Dan percaya diri, adalah kunci efektifitas berbicara. Klub Toastmaster bisa memberi Anda pengalaman ini.

(Khusus untuk yang non bahasa Inggris, tempat Anda adalah Milis Bicara)

Toastmasters International


Kamis, 20 Desember 2012

Raspberry PI 1080P



Raspberry PI : Komputer ukuran kartu kredit bisa puter Blue-ray 1080P

Pertama mendengar komputer seukuran kartu kredit murah yang sanggup memutar film kualitas blue-ray 1080P hanya di-daya-i oleh adaptor HP, timbul keinginan untuk memilikinya, udah terbayang-bayang pengen dibikin jadi Media-Player.
Browsing sana sini akhirnya ketemu juga site lokal yang menjualnya yaitu ngooprek.comharga Rp. 525rb dan kurang dari 3 minggu komputer mini tsb udah ada di meja Saya.
Raspberry PI (Raspi) merupakan salah satu jenis Single Board Computer dengan ukuran yang sangat mungil hanya sebesar kartu kredit yaitu 85mm x 56 lengkap seperti Sistem Komputer umumnya, toko online internasional menjual dua model : A ($25) dan B ($35) berikut diagramnya :
Model AModel B
Target price:[1]US$25 Ext tax (GBP £16 Exc VAT)US$35 Ext tax (GBP £22 Exc VAT)
System-on-a-chip (SoC):[1]Broadcom BCM2835 (CPU + GPU + SDRAM)
CPU:700 MHz ARM11 ARM1176JZF-S core
GPU:Broadcom VideoCore IV,OpenGL ES 2.0,OpenVG 1080p30 H.264 high-profile encode/decode
Memory (SDRAM)iB256 MiB (previously listed as 128 MiB for model A, but an upgrade to 256 MiB was announced on 29 Feb 2012)
USB 2.0 ports:1(provided by the BCM2835)2 (via integrated USB hub)
Video outputs:[1]Composite video | Composite RCA, HDMI (not at the same time)
Audio outputs:[1]TRS connector | 3.5 mm jack, HDMI
Audio inputs:none, but a USB mic or sound-card could be added
Onboard Storage:Secure Digital|SD / MMC / SDIO card slot
Onboard Network:[1]None10/100 wired Ethernet RJ45
Low-level peripherals:General Purpose Input/Output (GPIO) pins, Serial Peripheral Interface Bus (SPI), I²C, I²S[2], Universal asynchronous receiver/transmitter (UART)
Real-time clock:[1]None
Power ratings (provisional, from alpha board):500 mA, (2.5 W) [1]700 mA, (3.5 W)
Power source:[1]5 V (DC) via Micro USB type B or GPIO header
Size:85.0 x 56.0 mm (two different boards, measured with calipers)
Salam,
Y

Raspberry Pi Passes CE, Now Finally Available

Raspberry Pi
 
You might have heard of the Rasberry Pi, a miniature but relatively powerful and flexible computer that will be released for as little as $25 (around £16)!

For what you can do with this fruity number (see what we did there?), have a read of ourRaspberry Pi - 10 Best Uses for the $25 Computer, or check out our Raspberry Pi Most Wanted List.
Raspberry Pi
Thwarting these ambitions and tremendous expectations was a delay caused while theRaspberry Pi needed to get its CE certification. Thankfully, that’s now happened. The miniature marvel passed CE compliance testing which is required for its EU debut now that it’s no longer a product aimed mainly at developers. It’s also passed FCC and CTick, and can be sold in all major western territories.

The best news is that the Raspberry Pi doesn’t require any modifications for its compliance, so after all the relevant paperwork gets sorted it should finally be arriving in consumers’ grubby – or clean, as the case may be - mitts this month.

Via: {http://www.theinquirer.net/ The Inquirer}

Raspberry Pi




Daftar Kebutuhan Raspberry Pi

Komputer mini nan sexy (karena tidak pake baju) dan murah berjejuluk Raspberry Pi itu tidak bisa langsung digunakan setelah Anda membelinya. Dia butuh beberapa komponen pelengkap. Mari kita simak apa saja yang dibutuhkannya.
The developers of the Raspberry Pi $35 mini PC has introduced a new kit which can help transform your Raspberry Pi into an Arduino style hardware controller, allowing you to drive motors or power robotics.
The Gertboard kit comes with both an assembly manual and a user manual, together with plenty of programs to demonstrate how to get the most from your Gertboard and Raspberry Pi. Watch the video after the jump to learn more about the Gertboard project and see it in action.
Gertboard Raspberry Pi
“Gertboard isn’t an official Raspberry Pi Foundation product, but it’s designed and produced by someone who’s right at the heart of the Foundation, it fits the Foundation’s goals perfectly, and we endorse it wholeheartedly; we hope to see lots of kids using it as a learning platform along with the Raspberry Pi”
Explains the Raspberry Pi blog post, the Gerboard in now available to preorder for £30 from the Element 14 website.
Some of our readers might remember the mod created by Ben Heck back in July, in which he used a Raspberry Pi mini PC and keyboard to create a retro styled keyboard case for it.
Well along the same lines a German hacker has taken a Cherry G80-300 mechanical keyboard and ingeniously fitted into it a Raspberry Pi computer together with extra USB ports.
Raspberry Pi Keyboard Case
Other features of the Raspberry PI keyboard hack include the addition of some extenders for the HDMI and Ethernet ports within the Raspberry so they can be lined up on the back of the Cherry G80-300, making the mod fully self contained.
More information is available over on the preamp.com website, of you fancy building your very own Raspberry Pi Keyboard case.
READY STOCK

Raspberry Pi adalah mini computer yang dapat digunakan untuk komputasi ringan, gadget ini telah di dukung interface i/o, buat anak tehknik bisa digunakan untuk praktek,

untuk orang awam gadget ini dapat dijadikan multimedia player, dan ada juga koneksi ethernet. bisa buat browsing yang ringan-ringan


pengiriman melalui jasa kurir
free untuk daerah Surabaya.
luar surabaya ongkos dibebankan ke pembeli,

video youtube
klo ada yang minat
Harga : sms 08585 201 8450


nih contoh display


bisa instal sendiri di Raspberry.org
terimakasih buat agan-agan yang sudah mampir

charger





1. SD Card
Ini dibutuhkan untuk menyimpan OS-nya. Minimal kapasitasnya 4 GB. Tentu saja lebih besar lebih baik. Soalnya file image OS yang direkomendasikan besarnya sudah 2GB. Kita perlu space extra untuk menyimpan file-file lain.
2. OS (Operating System)
Cara memasang OS di Raspberry Pi rada unik karena membutuhkan PC lain untuk menyalin image ke SD Card. Raspberrypi.org menyarankan beberapa OS, yaitu Raspbian Wheezy, Arch Linux ARM, dan QtonPi. Untunglah ada beberapa utility yang bisa digunakan untuk menyalin image OS tersebut ke SD Card baik dari Windows mau pun Linux.
Di luar sana beberapa hacker sudah berhasil memasang Android ke Raspberry Pi. Dan sekarang sudah bermunculan beberapa distro yang bisa berjalan di prosesor ARM yang berarti bisa diinstall ke Raspberry Pi, termasuk Fedora dan Ubuntu. Oh iya, kalau Anda ingin menjadikan Raspberry Pi menjadi media center, silakan install XBMC (xbmc.org). Ke depannya pasti akan lebih beragam lagi OS dan penggunaan Raspberry Pi.
3. Mouse & Keyboard USB
Ini kebutuhan standard PC. Alangkah lebih baik jika membeli keyboard yang ada USB Hub-nya. Karena slot USB Raspberry Pi cuma disediakan 2. Kalau mau nambah harus pakai USB Hub. Jadi supaya tidak ribet, mending beli keyboard yg sudah ada USB hub-nya.
4. TV/Monitor
Kita bisa memakai TV dengan colokan composite seperti TV lama atau TV/Monitor dengan colokan DVI atau HDMI yang sekarang sudah jamak dipakai TV LCD LED. Terserah mau pakai mana karena Raspberry Pi menyediakan 2 port output dalam format RCA dan HDMI. Kalau pakai TV LCD LED dengan HDMI kita bisa menghemat kabel audio karena Raspberry Pi bisa menyalurkan keluaran audio-nya via kabel HDMI. Jadi suaranya langsung ke TV.
5. Kabel RCA atau HDMI/DVI
Kabel menyesuaikan TV atau monitor yang akan kita pakai. Kalau mau memanfaatkan TV komposit/analog lama, maka kita bisa beli kabel RCA. Tapi kalau sudah punya TV digital dengan HDMI/DVI, kita bisa beli kabel HDMI atau DVI-HDMI. Ada juga monitor LED yang mendukung DVI/HDMI. Silakan menyesuaikan.
6. Power Supply
Raspberry Pi menggunakan power supply dengan colokan mini USB. Bisa nebeng charger ponsel atau BB. Yang jelas power supply harus bisa memasok arus minimal 700mA dan tegangan 5V. Oh iya, di situsnya disebutkan kalau jangan menghubungkan colokan power Raspberry Pi ke PC atau USB Hub.
7. Kabel Audio (optional)
Ini opsional saja kalau kebetulan TV yang dipakai belum mendukung audio via HDMI. Atau jika Anda ingin menghubungkan Raspberry Pi ke sound system external yang lebih mumpuni.
8. Kabel Ethernet (optional)
Kalau ada jaringan ethernet, kita bisa menghubungkan Raspberry Pi ke LAN tersebut. Sayangnya Raspberry Pi baru 100 Mbps belum Gigabit. Tapi segitu sudah cukup lah.
~~~
Itu saja kebutuhan minimal untuk bisa memulai menggunakan Raspberry Pi. Melihat daftar ini, nampaknya daku perlu membeli:
1. SD Card atau Mini SD dengan adapter minimal 4 GB. Kayaknya kemarin lihat ada mini SD 8GB dengan harga di bawah 100ribu.
2. Keyboard USB
3. Kabel HDMI
Hiks, padahal sudah penasaran pengen mencobanya…
~~~