I Care About You,
Dwika
| ||||
Minggu, 11 November 2012
Orang yang berarti
Pelajaran bagi kita semua untuk berpikir bahwa menjadi kaya raya, terkenal dan sukses belumlah cukup, dan berusaha menjadi manusia yang sukses dan berarti itu lebih penting.
Paid for their judgment
Managers get paid for their judgment.
Be well,
Dwika
"What does a manager get paid for?"
by: Steven Cerri
I know, I know....
A manager gets paid for results!
or maybe it's.....
A manager gets paid for the results of the people he/she manages!
or maybe it's....
A manager gets paid to manage things!
or maybe it's....
A manager gets paid to worry!
I could go on and on... but... here is the reason managers get paid that I want to talk about....
Managers get paid for their "judgment!"
That's right...
Managers get paid for their judgment.
What is judgment?
Well, I'm not even going to go there. I'll discuss what judgment is in a future blog.
However, what I really want to turn you on to are the answers to these two questions... "How do you improve your judgment and what is the source of judgment?"
Well, neurologically, the source of judgment seems to be two lobes that you and everyone else has. However, not everyone's lobes are equally developed. In fact, if your lobes are not very well developed it seems pretty certain from research that you won't have good judgment.
However, if your lobes are well developed, your judgment will be pretty good. The better devleoped, the better your judgment.
These lobes are the "frontal lobes" of your brain. They are the seat of risk aversion, risk assessment, judgment, the interpretation of feedback from the environment, and the projection of consequences into the future, among other functions.
If your frontal lobes are not well developed, if something during childhood or later years impaired their development, then your judgment may not be what you'd like it to be.
Also, if your frontal lobes are well developed then you probably make good decisions and have a capability of assessing how the future will turn out.
You probably know people who have had a great deal of experience and still don't seem to have "good judgment". You also probably know young people who seem to have very good judgment. In fact, the phrase about someone being an "old soul" may be a colloquial way of unknowingly acknolweging good judgment in someone and therefore, the devleopment of their frontal lobes.
There is a great new website that addresses frontal lobe development, judgment, and exercises to strengthen the frontal lobes for the specific development of judgment.
Karakter Anda
Karakter Anda adalah gabungan dari kebiasaan, sedangkan Kebiasaan adalah factor yang kuat dalam hidup. Konsisten dan sering merupakan pola yang tak disadari, maka kebiasaan secara terus-menerus, setiap hari, mengekpresikan karakter dan menghasilkan efektivitas yang menjadi karakter Anda.
I care about You,
Dwika
Menjadi Diri Sendiri
**www.emultisocial.co.cc
Ketika masih kecil kita sering di Tanya oleh orang yang lebih tua dari kita” bila udah besar mau menjadi apa? begitulah sebuah pertanyaan di lontarkan kepada kita,dan dengan enteng nya kita menjawab”mau menjadi guru” atau dengan jawaban yang hanya terlontar dari lidah yang tidak mengandung arti sebenarnya.seiring dengan waktu yang terus berputar,impian dan cita-cita kita berubah.yang mula nya ingin menjadi guru berubah ingin menjadi direktur di sebuah perusahaan ternama atau semacam nya.”Menjadi penting itu baik,tetapi menjadi baik itu lebih penting”(buku zero to hero karya Solikhin Abu Izzudin),kita memang di tuntut untuk menjadi lebih baik oleh diri pribadi,bukan orang lain yang menuntut perbaikan diri kita melainkan diri kita sendiri,dan manfaatnya tentunya kita yang nikmati.akan tetapi karena ingin menjadi lebih baik,kita melupakan hakikat tujuan menjadi lebih baik itu sendiri.baik disini bukan hanya menyangkut pada kepribadian saja tetapi mencakup lingkungan aspek pribadi kita(universal.)kadang orang ingin menjadi orang penting,rela melepas sisi baik yang ada pada dirinya,rela berkhianat demi apa yang di inginkan nya.akan tetapi bukan kah menjadi baik itu lebih penting seperti kata Solikhin Abu izzudin?jawaban nya tertanam di diri kita semua,karna hanya kita yang mengetahui apa yang ada dalam diri kita sendiri,juga bukan orang lain,pahamilah hakikat diri kita sendiri,orang hanya menilai kita melalui apa yang di amati nya,hanya kita sendiri yang mengetahui nilai kita.”jika anda mengetahui nilai anda niscaya anda tidak akan terpengaruh dengan ucapan orang lain”(ibnu qayyim)
Ketika berumur belasan tahun,kita ingin menjadi seperti orang-orang yang kita lihat di telivisi,di majalah,dan sebagainya,tanpa kita sadari,hal itu sediktit demi sedikit membawa dan mengikis diri kita yang sebenarnya atau lebih tepat nya jati diri kita sendiri.banyak remaja kini karena mengidolakan selebritis nya,rela meniru gaya artis tersebut,mulai dari tata cara berpakaian nya,logat bicaranya,pergaulan nya,bahkan mereka rela melupakan jati diri mereka sendiri demi idolanya sendiri,ini bukanlah salah si “idola”tersebut,tetapi hakikat nya kita lah yang terlalu berlebihan,hingga lupa pada batasan diri..semua orang tentunya ingin mnejadi idola orang lain,tapi bukan kah menjadi idola diri sendiri lebih penting??
Kita kadang lebih terbawa persepsi kita sendiri dengan persepsi masing-masing,kita menafsirkan apa yang kita lihat juga pas untuk kita but its our life,kita punya hidup sendiri,kita tentukan hidup kita sendiri,apakah dengan menjadi orang lain kita akan terlihat sempurna?apakah orang lain yang menentukan apa yang akan kita pilih?kalau jawaban nya tidak,kenapa tidak menjadi diri yang sebenarnya saja?semua orang punya potensi diri masing-masing.dan potensi itu tersembunyi jauh di dasar kepribadian kita,ia terbunuh dan terkubur oleh karakter orang lain yang kita jiplak sendiri kemudian kita semai di dalam diri kita sendiri.”Anda adalah Apa yang Anda Pikirkan Mengenai diri Anda”(The Magic of Thinking Big: David J.schwartz) cermatilah kata tersebut,dan biarkan ia masuk kecelah-celah pikiran kita.
Melupakan jati diri sendiri dan menukar nya kepada karakter orang lain di karenakan minim nya akan kepercayaan diri yang di miliki,kepercayaan diri harus di kembangkan dengan de kembangkan nya kepercayaan diri,potensi diri kita sedikit demi sedikit akan muncul dan bersinar siap member efek positif kepada orang banyak.
“kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang.karena itu keunggulan bukanlah suatu perbuatan,melainakan kebiasaan”(Aristole),dari kata tersebut yang paling di tekankan adalah “karakter”.
“karakter” menurut Steven R.Covey penulis buku 7 Habits of Highly Effective People,”Karakter kita pada dasar nya adalah gabungan dari kebiasaan-kebiasaan kita,sedangkan Kebiasaan adalah factor yang kuat dalam hidup kita.karena konsisten dan sering merupakan pola yang tak disadari,maka kebiasaan secara terus-menerus,setiap hari,mengekpresikan karakter kita dan menghasilkan efektivitas kita atau ketidakefektivan kita”.gabungan-gabungan itu lah yang lama-kelamaan menjadi karakter kita,kebiasaan yang mengikut karakter orang lain sehingga karakter asli kita terkikis.semua pilihan terletak di tangan kita masing-masing,apakah senang hidup dalam karakter orang lain yang notabane adalah sebuah kemunafikan atau hidup dengan karakter diri sendiri yang mempunyai keunggulan yang tersembunyi.”hal-hal yang paling penting tidak pernah boleh berada di bawah kekuasaan hal-hal yang paling tidak penting”(Goethe).menampilkan keunggulan karakter kita atau menyembunyikan nya melalui jiplakan.manakah yang lebih penting terletak pada individu masing-masing.
Diposkan oleh Soft Skill ETOJ di 20:34
Dwika
Menjadi Diri Sendiri
**www.emultisocial.co.cc
Ketika masih kecil kita sering di Tanya oleh orang yang lebih tua dari kita” bila udah besar mau menjadi apa? begitulah sebuah pertanyaan di lontarkan kepada kita,dan dengan enteng nya kita menjawab”mau menjadi guru” atau dengan jawaban yang hanya terlontar dari lidah yang tidak mengandung arti sebenarnya.seiring dengan waktu yang terus berputar,impian dan cita-cita kita berubah.yang mula nya ingin menjadi guru berubah ingin menjadi direktur di sebuah perusahaan ternama atau semacam nya.”Menjadi penting itu baik,tetapi menjadi baik itu lebih penting”(buku zero to hero karya Solikhin Abu Izzudin),kita memang di tuntut untuk menjadi lebih baik oleh diri pribadi,bukan orang lain yang menuntut perbaikan diri kita melainkan diri kita sendiri,dan manfaatnya tentunya kita yang nikmati.akan tetapi karena ingin menjadi lebih baik,kita melupakan hakikat tujuan menjadi lebih baik itu sendiri.baik disini bukan hanya menyangkut pada kepribadian saja tetapi mencakup lingkungan aspek pribadi kita(universal.)kadang orang ingin menjadi orang penting,rela melepas sisi baik yang ada pada dirinya,rela berkhianat demi apa yang di inginkan nya.akan tetapi bukan kah menjadi baik itu lebih penting seperti kata Solikhin Abu izzudin?jawaban nya tertanam di diri kita semua,karna hanya kita yang mengetahui apa yang ada dalam diri kita sendiri,juga bukan orang lain,pahamilah hakikat diri kita sendiri,orang hanya menilai kita melalui apa yang di amati nya,hanya kita sendiri yang mengetahui nilai kita.”jika anda mengetahui nilai anda niscaya anda tidak akan terpengaruh dengan ucapan orang lain”(ibnu qayyim)
Ketika berumur belasan tahun,kita ingin menjadi seperti orang-orang yang kita lihat di telivisi,di majalah,dan sebagainya,tanpa kita sadari,hal itu sediktit demi sedikit membawa dan mengikis diri kita yang sebenarnya atau lebih tepat nya jati diri kita sendiri.banyak remaja kini karena mengidolakan selebritis nya,rela meniru gaya artis tersebut,mulai dari tata cara berpakaian nya,logat bicaranya,pergaulan nya,bahkan mereka rela melupakan jati diri mereka sendiri demi idolanya sendiri,ini bukanlah salah si “idola”tersebut,tetapi hakikat nya kita lah yang terlalu berlebihan,hingga lupa pada batasan diri..semua orang tentunya ingin mnejadi idola orang lain,tapi bukan kah menjadi idola diri sendiri lebih penting??
Kita kadang lebih terbawa persepsi kita sendiri dengan persepsi masing-masing,kita menafsirkan apa yang kita lihat juga pas untuk kita but its our life,kita punya hidup sendiri,kita tentukan hidup kita sendiri,apakah dengan menjadi orang lain kita akan terlihat sempurna?apakah orang lain yang menentukan apa yang akan kita pilih?kalau jawaban nya tidak,kenapa tidak menjadi diri yang sebenarnya saja?semua orang punya potensi diri masing-masing.dan potensi itu tersembunyi jauh di dasar kepribadian kita,ia terbunuh dan terkubur oleh karakter orang lain yang kita jiplak sendiri kemudian kita semai di dalam diri kita sendiri.”Anda adalah Apa yang Anda Pikirkan Mengenai diri Anda”(The Magic of Thinking Big: David J.schwartz) cermatilah kata tersebut,dan biarkan ia masuk kecelah-celah pikiran kita.
Melupakan jati diri sendiri dan menukar nya kepada karakter orang lain di karenakan minim nya akan kepercayaan diri yang di miliki,kepercayaan diri harus di kembangkan dengan de kembangkan nya kepercayaan diri,potensi diri kita sedikit demi sedikit akan muncul dan bersinar siap member efek positif kepada orang banyak.
“kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang.karena itu keunggulan bukanlah suatu perbuatan,melainakan kebiasaan”(Aristole),dari kata tersebut yang paling di tekankan adalah “karakter”.
“karakter” menurut Steven R.Covey penulis buku 7 Habits of Highly Effective People,”Karakter kita pada dasar nya adalah gabungan dari kebiasaan-kebiasaan kita,sedangkan Kebiasaan adalah factor yang kuat dalam hidup kita.karena konsisten dan sering merupakan pola yang tak disadari,maka kebiasaan secara terus-menerus,setiap hari,mengekpresikan karakter kita dan menghasilkan efektivitas kita atau ketidakefektivan kita”.gabungan-gabungan itu lah yang lama-kelamaan menjadi karakter kita,kebiasaan yang mengikut karakter orang lain sehingga karakter asli kita terkikis.semua pilihan terletak di tangan kita masing-masing,apakah senang hidup dalam karakter orang lain yang notabane adalah sebuah kemunafikan atau hidup dengan karakter diri sendiri yang mempunyai keunggulan yang tersembunyi.”hal-hal yang paling penting tidak pernah boleh berada di bawah kekuasaan hal-hal yang paling tidak penting”(Goethe).menampilkan keunggulan karakter kita atau menyembunyikan nya melalui jiplakan.manakah yang lebih penting terletak pada individu masing-masing.
Rezeki mengalir
|
Akhirnya kita mahir
Untuk mencapai keberhasilan kita mesti melangkah selangkah demi selangkah, berjalan setahap demi setahap.
Tidak ada sukses yang melewati jalan pintas.
Tidak ada sukses yang melewati jalan pintas.
Anda harus menabur barulah anda akan menuai panenan.
Be well,
Dwika Sudrajat
Sukses adalah suatu proses
**Soegianto Hartono
Tidak ada sukses yang melewati jalan pintas. Seribu mil perjalanan di mulai dari langkah pertama.
Anda harus menabur barulah anda akan menuai panenan. Bila anda menuai panenan tanpa menanam, tentu ada ladang orang lain yang anda petik buahnya. Dan ini berarti anda menyimpan api di dalam sekam, yang suatu saat bisa terbakar.
Be well,
Dwika Sudrajat
Sukses adalah suatu proses
**Soegianto Hartono
Tidak ada sukses yang melewati jalan pintas. Seribu mil perjalanan di mulai dari langkah pertama.
Anda harus menabur barulah anda akan menuai panenan. Bila anda menuai panenan tanpa menanam, tentu ada ladang orang lain yang anda petik buahnya. Dan ini berarti anda menyimpan api di dalam sekam, yang suatu saat bisa terbakar.
Untuk mencapai keberhasilan kita mesti melangkah selangkah demi selangkah, berjalan setahap demi setahap, sama seperti anda mengendarai mobil di malam hari saat dalam keadaan gelap, anda hanya mengandalkan lampu mobil yang memiliki kemampuan sorot sekitar 60 sampai 70 meter saja. Ketika mobil anda bergerak pandangan anda hanya sejauh 60 atau 70 meter kedepan, dan saat mobil terus maju, lampu sorot itu juga ikut maju, maka jalan itu terus terbuka, mobil maju lagi dan pandangan anda juga ikut terbuka lagi, hingga akhirnya anda bisa sampai pada tujuan anda. Kita mesti menyingkirkan rintangan demi rintangan. Kita harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan sedikit demi sedikit, sampai akhirnya kita benar-benar mahir dalam bidang profesi kita. Semua upaya ini tidak bisa di peroleh dalam semalam.
Kita harus menanggung ongkos yang harus di keluarkan ketika dalam perjalanan menuju keberhasilan. Tidak ada keberhasilan tanpa ongkos – pengorbanan.
Kesulitan, cemohan orang lain, pandangan negatif dari orang lain, penolakan, semuanya ini adalah ongkos yang harus kita tanggung.
Kita harus memiliki Ketekunan, Keuletan serta Kesabaran selama dalam perjalanan menuju kepuncak keberhasilan. Hanya melalui inilah kita baru bisa keluar sebagai pemenang.
Dan kalau anda sudah bisa menjadi orang yang berkarakter kuat, bermental baja dan memiliki semagat yang terus berkobar-kobar untuk memperjuangan impian-impian tertinggi anda pastilah anda akan keluar sebagai pemenang.
Memberi menerima
Memberi atas rasa syukur untuk segala kenikmatan yang sudah Anda dapat akan terasa lebih indah bagi Anda.
I care about You,
Dwika
Dengan memberi, kita menerima…
Posted wisatajiwa.wordpress.com
Suatu pagi di minggu lalu, saya bongkar-bongkar baju lama di lemari. Anak saya, Lintang, diminta menyumbang kalau ada baju layak pakai untuk dikumpulkan di sekolahnya. Jadi deh pagi itu pilih-pilih baju layak pakai yang sudah jarang digunakan dari tumpukan di lemari.
Pilih punya pilih, terkumpullah setumpuk T-shirt, Polo, dan kemeja di tempat tidur. Ketika sampai di satu tumpukan, eh… ketemu satu T-shirt favorit yang sudah agak lama hilang!!! Bukan T-Shirt yang mahal sih, tapi nyaman dan kelihatan enak dilihat.
Pelajaran kecil yang saya dapat pagi itu: IN GIVING, WE GET… DENGAN MEMBERI, KITA MENERIMA…
Coba kalau saya nggak mau nyumbang baju, nggak bakal ketemu tuh T-Shirt favorit 
Tapi kembali lagi, saya sendiri sih lebih sreg untuk MEMBERI ATAS RASA SYUKUR, bukan MEMBERI SUPAYA MENERIMA LEBIH LAGI. Memberi atas rasa syukur untuk segala kenikmatan yang sudah kita dapat akan terasa lebih indah bagi saya. Tetapi saya tetap hormat pada orang yang mengajak orang untuk memberi supaya lebih banyak lagi menerima. Kalau faham itu membuat dunia ini lebih baik, tidak ada salahnya juga untuk dibagikan…
Salam damai…
Ditulis pada Hidup sehari-hari
BERSYUKUR
“TERSENYUMLAH” dan “BERSYUKURLAH” karena kedua hal ini akan membuat hidup ini indah. Tersenyum karena kita masih bisa menikmati makanan.
I care about You,
Dwika
Sudahkah Anda "BERSYUKUR" Hari ini
Kegalauan, kemarahan dan perasaan kalut yang menghantui membuat aku tak mampu berfikir dengan baik. Fikiran negative menyelesak dengan begitu cepat tanpa kompromi. Sebuah pesan masuk di BBku, kutatap pesan yang masuk dengan tatapan dingin sedingin hatiku malam ini. Namun entah mengapa tanganku tetap memijit tombol open bb dan secepat kilat akupun terhubung dengan blog seseorang yang telah meninggal.
Baris demi baris aku habiskan dan tanpa terasa wajahku yang tadinya cemberut dan dingin mulai tersenyum dan juga menangis bersimbah air mata terharu dengan untaian kata demi kata yang aku baca. Sejenak aku terhenyak dan malu dengan diriku yang telah bereaksi negative saat kesusahan mengunjungi hidupku, saat penghianatan melukai hatiku dan saat tatapan menghakimi kuterima.
Baris demi baris aku habiskan dan tanpa terasa wajahku yang tadinya cemberut dan dingin mulai tersenyum dan juga menangis bersimbah air mata terharu dengan untaian kata demi kata yang aku baca. Sejenak aku terhenyak dan malu dengan diriku yang telah bereaksi negative saat kesusahan mengunjungi hidupku, saat penghianatan melukai hatiku dan saat tatapan menghakimi kuterima.
| Mungkin Anda pernah merasakan hal-hal yang aku alami seperti :Kecewa, dikhianati, difitnah bahkan mungkin juga terhina. Bagaimana reaksi Anda? Marah? Diam? atau ngamuk Apa yang Anda lakukan? Belajarlah bersyukur dan tersenyum. Mungkin Anda juga akan bertanya, Kenapa bersyukur ?Padahal Disakiti, dikhianati bahkan difitnah. Bagaimana bisa bersyukur? Aku sendiri belajar dari pengalaman hidup yang kerap mengunjungi hidupku, awal disakiti dan dikhianati perasaan begitu dingin dan mati rasa. Aku belajar mereview hidup ini SETIAP HARI, apa achievement yang telah aku lakukan sepanjang hari, bila orang menyakitiku maka aku bertanya mengapa? mungkin komunikasi kita salah? mungkin reaksi atau response kita kepada orang lain selama ini juga salah. Dan setelah kita mereview semuanya dan ternyata tidak ada yang salah berarti Tuhan sedang memproses kita menjadi Pribadi yang dewasa. Jangan marah ataupun dendam tetapi rangkulah kembali teman ataupun suami ataupun keluarga kita yang telah menyakiti kita. Ucapkanlah syukur kepada pencipta kita karena dengan keadaan yang sulit membuat kita menjadi Pribadi yang tangguh. |

| Oh yah aku belum membahas pesan BB yang mengugah hatiku, blog yang aku baca adalah blog seorang penderita kanker yang telah meninggal. Bagaimana beliau berjuang menghadapi kanker yang “Langka”, bagaimana beliau mengatasi rasa putus asa dan juga bagaimana bersyukur terhadap keadaan yang dialami. Kenyataan harus kehilangan kaki, dan yang lainnya tetap membuat dia bersyukur. Oleh sebab itu saat Anda membaca Thread ini, Anda akan mendapatkan pertanyaan sekilas mirip iklan “Yakult” Sudahkah Anda minum Yakult hari ini ???? Hahhaha tapi ini bukan iklan “Yakult” karena pertanyaannya adalah :
Sudahkah Anda bersyukur hari ini?
Minggu lalu aku merasakan rasanya menjadi orang bisu, kehilangan suara secara total akibat radang tenggorokan, pita suara membengkak dan bunyi suara tidak dapat dikeluarkan. Saat aku bersuara, aku tidak pernah bersyukur kepada Tuhan. Atas kebaikanNYA telah memberikan suara sehingga aku bisa berbicara dan beraktivitas, namun saat kehilangan suara aku menyadari dan bersyukur kepada Tuhan telah memberikan aku suara sehingga aku bisa berbicara dengan lancar. Aku mendapat hikmat manusia sering tidak bersyukur atas apa yang dimiliki meskipun itu hal kecil tapi bukankah hal kecil dibutuhkan untuk menopang hal yang besar ??? |
| Aku sering sharing dengan teman-temanku. “Jangan selalu melihat ke ATAS” maksudnya : melihat orang-orang yang SUKSES DAN KAYA hanya untuk memacu kita untuk berlari dan tidak cepat puas diri namun bukan memacu kita untuk MENGELUH atau COMPLAIN kepada pencipta kita atas keadaan kita saat ini” Dan “Orang yang berjalan bila terus melihat ke atas PASTI akan jatuh dan tersandung karena tidak melihat lubang ataupun halangan yang didepan mata”. |
Oleh sebab itu hari ini “TERSENYUMLAH” dan “BERSYUKURLAH”karena kedua hal ini akan membuat hidup ini indah. Tersenyum karena kita masih bisa menikmati makanan (tidak tergeletak sakit di rumah sakit), bersyukurlah bila kita masih mampu membeli makanan, bermain dengan anak-anak kita, bercanda dengan teman dan keluarga kita, bersyukurlah memiliki istri yang baik dan perhatian meskipun mungkin tidak cantik, juga bersyukurlah memiliki anak yang sehat dan mungkin agak nakal sedikit daripada memiliki anak yang sakit kanker???.
Bersyukurlah dalam segala hal, COBALAH mulai hari Anda setiap pagi dengan ucapkan syukur kepada pencipta Anda!!!! |
Pada saatnya Semuanya akan Indah
Ungkapkan Jati Diri anda. Ekspresi dan karya yang anda buat, jika karya anda mempunyai kualitas yang mengagumkan, tentu orang akan mengakui kehebatan anda. Jika karya anda belum sesuai dengan minat orang lain, jangan patah semangat, anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Terus bangun keunggulan diri anda melalui belajar, belatih dan praktek. Ingatlah selalu “ Penundaan Tuhan bukanlah penolakanNya “.
Be well,
Dwika Sudrajat
Passion
**Soegianto Hartono
Apakah anda memiliki sebuah sepeda ? Sekarang cobalah anda menaiki sadel sepeda anda, duduklah diatas sadel dengan rileks, angkatlah kedua kaki anda dan tempatkan pada ke dua pedal sepeda itu. Bila anda tidak memiliki sepeda, cukup bayangkan diri anda naik di atas sadel sepeda dan mengangkat kedua kaki anda dan menempatkan di atas pedal. Apa yang anda sedang alami ?
Begitu anda mengangkat ke dua kaki anda dan mau meletakan kaki anda di atas pedal, tentunya tubuh anda akan bergoyang, kemungkinan anda akan jatuh ketika mengangkat ke dua kaki anda, bukan ?. Namun bila anda meletakkan satu kaki dulu di atas pedal dan mulai mengayun pedal itu, maka sepeda mulai maju dan kemudian kaki anda yang berikutnya bisa terangkat dan akhirnya kedua kaki anda bisa mengayun pedal itu bergantian, ketika sepeda maju ke depan, anda akan merasa seimbang. Anda tentu mulai menikmati enaknya naik sepeda. Sekarang anda rem mendadak dan jangan turunkan kaki anda dari pedal. Apa yang anda alami ?. Sepeda dan tubuh anda akan kembali tidak seimbang, bukan ?
Dalam menjalani kehidupan ini sama halnya dengan ketika anda menaiki sepeda. Anda akan merasa nyaman ketika anda mulai mengalami kemajuan-kemajuan dalam pekerjaan anda. Namun ketika anda berhenti bekerja atau nganggur, anda tentu tidak bisa merasakan nikmatnya hidup ini. Pikiran, hati dan jiwa anda mulai goyah dan resah. Saat-saat seperti inilah pikiran negatif akan mulai menggoda anda, dan yang lebih menyakitkan lagi bila pikiran negatif telah menguasai diri anda.
Seseorang akan dapat menikmati kehidupan yang mengairahkan dan kepuasan jika Dia memperoleh pengakuan dari orang lain. Anda akan memperoleh pengakuan hanya jika anda bekerja, karena melalui pekerjaan inilah anda bisa menunjukkan potensi yang hebat yang anda miliki. Anda perlu mengingat bahwa bukan pekerjaan yang membutuhkan anda, namun sebaliknya andalah yang membutuhkan pekerjaan sebagai wadah anda untuk mengungkapkan Jati Diri anda. Ekspresi dan karya yang anda buat itulah yang akan di tangkap oleh orang lain, jika karya anda mempunyai kualitas yang mengagumkan, tentu orang akan mengakui kehebatan anda. Jika karya anda belum sesuai dengan minat orang lain, jangan patah semangat, anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Terus bangun keunggulan diri anda melalui belajar, belatih dan praktek. Ingatlah selalu “ Penundaan Tuhan bukanlah penolakanNya “.
Yang kedua, orang akan menikmati kehidupan yang mengairahkan dan kepuasan, jika Dia merasa dibutuhkan oleh orang lain. Anda tidak perlu gusar atau rendah diri karena profesi atau pekerjaan yang anda jalani lebih kecil perannya dibandingkan orang lain. Apapun pekerjaan anda, semuanya adalah baik, anda tetap bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan anda, perusahaan tempat anda bekerja, maupun di dalam keluarga anda sendiri.
Seorang penyapu jalan di sebuah kota, jangan anda pandang rendah, karena dia mempunyai andil yang sangat besar untuk keindahan sebuah kota. Tanpa dia, sebuah kota akan menjadi jorok dan sampah akan bertebaran di mana-mana, bau busuk akan menyengat di mana-mana. Bayangkan hal-hal besar dan hebat yang bisa anda lakukan untuk membantu orang lain di sekeliling anda. Dengan begitu anda akan merasa punya arti dalam hidup anda. Jika anda mampu mengatualisasikan bayangan mental itu menjadi sebuah karya yang indah, tentu anda akan mendapatkan imbalan yang baik yang mungkin belum pernah anda impikan sebelumnya.
Jangan berhenti hanya karena kesulitan, hambatan dan sandungan, semuanya itu hanya bersifat sementara, dan artikan semua ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Dan pada saatnya semuanya akan menjadi indah.
Be well,
Dwika Sudrajat
Passion
**Soegianto Hartono
Apakah anda memiliki sebuah sepeda ? Sekarang cobalah anda menaiki sadel sepeda anda, duduklah diatas sadel dengan rileks, angkatlah kedua kaki anda dan tempatkan pada ke dua pedal sepeda itu. Bila anda tidak memiliki sepeda, cukup bayangkan diri anda naik di atas sadel sepeda dan mengangkat kedua kaki anda dan menempatkan di atas pedal. Apa yang anda sedang alami ?
Begitu anda mengangkat ke dua kaki anda dan mau meletakan kaki anda di atas pedal, tentunya tubuh anda akan bergoyang, kemungkinan anda akan jatuh ketika mengangkat ke dua kaki anda, bukan ?. Namun bila anda meletakkan satu kaki dulu di atas pedal dan mulai mengayun pedal itu, maka sepeda mulai maju dan kemudian kaki anda yang berikutnya bisa terangkat dan akhirnya kedua kaki anda bisa mengayun pedal itu bergantian, ketika sepeda maju ke depan, anda akan merasa seimbang. Anda tentu mulai menikmati enaknya naik sepeda. Sekarang anda rem mendadak dan jangan turunkan kaki anda dari pedal. Apa yang anda alami ?. Sepeda dan tubuh anda akan kembali tidak seimbang, bukan ?
Dalam menjalani kehidupan ini sama halnya dengan ketika anda menaiki sepeda. Anda akan merasa nyaman ketika anda mulai mengalami kemajuan-kemajuan dalam pekerjaan anda. Namun ketika anda berhenti bekerja atau nganggur, anda tentu tidak bisa merasakan nikmatnya hidup ini. Pikiran, hati dan jiwa anda mulai goyah dan resah. Saat-saat seperti inilah pikiran negatif akan mulai menggoda anda, dan yang lebih menyakitkan lagi bila pikiran negatif telah menguasai diri anda.
Seseorang akan dapat menikmati kehidupan yang mengairahkan dan kepuasan jika Dia memperoleh pengakuan dari orang lain. Anda akan memperoleh pengakuan hanya jika anda bekerja, karena melalui pekerjaan inilah anda bisa menunjukkan potensi yang hebat yang anda miliki. Anda perlu mengingat bahwa bukan pekerjaan yang membutuhkan anda, namun sebaliknya andalah yang membutuhkan pekerjaan sebagai wadah anda untuk mengungkapkan Jati Diri anda. Ekspresi dan karya yang anda buat itulah yang akan di tangkap oleh orang lain, jika karya anda mempunyai kualitas yang mengagumkan, tentu orang akan mengakui kehebatan anda. Jika karya anda belum sesuai dengan minat orang lain, jangan patah semangat, anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Terus bangun keunggulan diri anda melalui belajar, belatih dan praktek. Ingatlah selalu “ Penundaan Tuhan bukanlah penolakanNya “.
Yang kedua, orang akan menikmati kehidupan yang mengairahkan dan kepuasan, jika Dia merasa dibutuhkan oleh orang lain. Anda tidak perlu gusar atau rendah diri karena profesi atau pekerjaan yang anda jalani lebih kecil perannya dibandingkan orang lain. Apapun pekerjaan anda, semuanya adalah baik, anda tetap bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan anda, perusahaan tempat anda bekerja, maupun di dalam keluarga anda sendiri.
Seorang penyapu jalan di sebuah kota, jangan anda pandang rendah, karena dia mempunyai andil yang sangat besar untuk keindahan sebuah kota. Tanpa dia, sebuah kota akan menjadi jorok dan sampah akan bertebaran di mana-mana, bau busuk akan menyengat di mana-mana. Bayangkan hal-hal besar dan hebat yang bisa anda lakukan untuk membantu orang lain di sekeliling anda. Dengan begitu anda akan merasa punya arti dalam hidup anda. Jika anda mampu mengatualisasikan bayangan mental itu menjadi sebuah karya yang indah, tentu anda akan mendapatkan imbalan yang baik yang mungkin belum pernah anda impikan sebelumnya.
Jangan berhenti hanya karena kesulitan, hambatan dan sandungan, semuanya itu hanya bersifat sementara, dan artikan semua ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Dan pada saatnya semuanya akan menjadi indah.
Diposkan oleh Soft Skill ETOJ di 18:52
Panenan berlipat ganda
Semakin banyak memberi Anda akan semakin banyak menerima.Hukum universal mengatakan bahwa apa yang Anda tabur akan Anda tuai, artinya jika Anda memberi, Anda akan menerima panenan berlipat ganda.
be well,
Dwika Bagaimana rezeki mengalir kepada anda Penulis : Soegianto Hartono Berbicara tentang rezeki sangatlah menarik dan diminati oleh banyak orang. Pasalnya inilah yang diharapkan dan diinginkan oleh setiap orang. Tidak ada orang yang tidak ingin kebagian aliran rezeki, kan ? Kita lihat apa yang terjadi di masyarakat. Ada sebagian orang yang rezekinya itu mudah untuk datang, terus mengalir dan sepertinya tidak pernah putus-putus. Tetapi ada sebagian lain, yang sulit untuk mendatangkan rezeki – suka tersendat-sendat dan kadang mampet. Oleh karena itu sangatlah penting kita mengetahui bagaimana mekanismenya sehingga rezeki itu dengan senangmengalir kepada kita, dan mengalir dengan penuh sukacita. Bila Anda tidak mengetahui mekanismenya, mungkin Anda akan mencari peruntungan atau jimat untuk bisa mendatangkan rezeki itu. Dan ini tentunya kurang bijaksana serta tidak selaras dengan keinginan Sang Pencipta kita. Kita tidak perlu mencari peruntungan atau jimat untuk mendatangkan rezeki, karena di dalam diri kita sudah tersedia mekanisme yang memiliki kemampuan melebihi jimat buatan manusia. Anda bisa membuat aliran rezeki itu dengan senang mampir, mengalirdan dengan bebas berputar dalam hidup Anda dalam kelimpahannya. Sebetulnya, rezeki itu akan datang kepada Anda tergantung kepada isi pikiran Anda. Anda boleh saja menginginkan rezeki terus mengalir dalam hidup Anda, tapi kenali dahulu apa yang menjadi akar pikiran Anda yang tersembunyi di dalam bawah sadar. Bisa saja akar pikiran Anda sesungguhnya menolak hadirnya rezeki itu. Bila demikian, seberapa besar upaya Anda, seberapa besar energi yang Anda keluarkan, Anda akan tetap kesulitan mengarahkan aliran rezeki itu mampir kepada diri Anda. Kalau Anda ingin agar rezeki mengalir bebas dalam hidup Anda, perhatikan beberapa hal yang harus Anda lakukan, dan cobalah melakukannya dengan konsisten dan penuh keikhlasan. Yang pertama, “memberi”. Kembangkan sikap mental memberi dan memberi. Orang yang bisa memberi tentunya adalah orang yang sudah kecukupan, bila Anda segan untuk memberi, Anda sebenarnya merasa kekurangan, dan perasaan kekurangan inilah yang mendatangkan lebih banyak kekurangan dan kemiskinan. Ingatlah : apa yang tidak Anda berikan untuk orang lain, tidak anda berikan untuk diri Anda sendiri. Memberi tidak berarti Anda akan kekurangan, justru sebaliknya dengan semakin banyak memberi Anda akan semakin banyak menerima. Hukum universal mengatakan bahwa apa yang Anda tabur akan Anda tuai, artinya jika Anda memberi, Anda akan menerima panenan berlipat ganda. Seperti menanam padi, satu bibit padi yang ditanam, akan menghasilkan ratusan bahkan ribuan biji padi. Dalam praktik sehari-hari, bersikaplah murah hati, bersikaplah belas kasih, tolonglah orang lain yang membutuhkan pertolongan, dan layani orang lain dengan tulus, ikhlas, dan penuh kegembiraan. Berikan nilai tambah atau peningkatan hidup bagi orang lain. Kedua, “jangan mengeluh”. Jangan pernah membicarakan tentang kekurangan dan keterbatasan ekonomis yang Anda hadapi kepada orang lain. Hal ini kurang bijaksana. Semakin Anda sering membicarakannya, sebenarnya Anda sedang memfokuskan pikiran pada kekurangan dan ketidakcukupan. Hukum pikiran mengatakan bahwa pikiran bersifat mencipta dan kreatif, artinya fokus Anda akan menciptakan kondisi-kondisi dan memperbesar apa yang Anda bicarakan dan bayangkan. Adalah lebih bijaksana bila Anda hitung rahmat dan berkat yang sudah Anda terima setiap hari. Dan fokuskan pikiran Anda pada hal-hal yang membawa kesejahteraan dan kelimpahan. Bila Anda dalam kondisi damai, tenang, dan sejahtera, inilah kunci di mana rezeki mudah untuk singgah kepada Anda. Ketiga, “jangan cemburu”. Biasanya orang lebih mudah untuk cemburu kepada orang lain yang lebih sukses, lebih kaya. Kecemburuan muncul pada saat Anda membandingkan apa yang Anda miliki dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Dan biasanya Anda akan membandingkan secara tidak fair, maksudnya Anda akan membandingkan apa yang belum Anda miliki dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, dengan begitu perasaan kekurangan atau rendah diri itu akan muncul pada diri Anda, dan inilah perasaan yang tidak menguntungkan bagi kemampuan Anda untuk menarik aliran rezeki. Kecemburuan ini adalah sikap mental tidak bisa menerima keadaan. Semakin tidak bisa menerima keadaan, Anda akan semakin tidak bisa berfokus pada sasaran dan akan bertindak dengan tergesa-gesa mengerjakan sesuatu yang seharusnya Anda kerjakan. Akibatnya, hasil yang Anda harapkan akan meleset dari bidikan Anda. Solusinya, Anda harus berusaha untuk bisa menerima keadaan diri Anda apa adanya, sehingga pikiran Anda akan menjadi lebih damai. Bila Anda dipenuhi oleh kecemburuan, pikiran Anda akan terfokus pada ketidakmampuan, ketidakcukupan, tidak layak, kekurangan, ketidakpuasan, dan kemiskinan. Marilah kita menyimak kembali kepada hukum pikiran bahwaapa yang Anda fokuskan akan menjadi realitas kehidupan Anda. kalau Anda dalam keadaan cemburu, sebetulnya Anda membuang energi dengan sia-sia, karena fokus Anda akan dikaburkan oleh perasaan cemburu itu dan hasilnya sasaran Anda akan meleset jauh. Jadi hapuskan kecemburuan Anda! Keempat, “jangan membenci”. Sama halnya dengan cemburu, orang juga lebih mudah untuk membenci orang lain yang lebih sukses, lebih kaya. Kalau Anda membenci orang yang sukses, atau yang kaya, sebetulnya secara tidak sadar Anda sedang mengirimkan pesan kepada bawah sadar bahwa Anda tidak menyukai sukses dan kaya. Lebih jelasnya sebenarnya Anda menolak sukses dan kaya untuk hadir dalam hidup Anda. Itulah maksud tersembunyi dari kebencian Anda. Hukum pikiran mengatakan bahwa pikiran bawah sadar bereaksi terhadap pikiran yang dominan dan sugesti yang disampaikan oleh pikiran sadar. Di dalam kebencian, terkandung suatu pikiran atau maksud Anda yang tersembunyi, dan jika maksud tersembunyi ini menguasai pikiran sadar Anda maka bawah sadar Anda akan merealisasikan maksud tersembunyi ini, karena inilah yang dominan, yang memenuhi pikiran Anda sehari-hari. Dengan mengetahui akibat-akibat buruk dari rasa kebencian sepeti diuraikan di atas, untuk apa lagi Anda membenci orang lain? Tidakkah itu hanya membuang energi yang sangat berharga? Alangkah bijaksananya bila Anda menghapuskan kebencian kepada siapa saja!! Kelima, “berdoa”. Biasakan berdoa memohon bimbingan tuhan dalam segala hal. Doakan dan harapkan yang terbaik bagi semua orang di sekeliling Anda. Kembangkan kepercayaan atas doa-doa Anda, resapi doa itu sampai ke saraf-saraf Anda, rasakan getaran ketika Anda mengucapkan doa-doa itu dan pasrahkan. Semoga para pembaca tulisan ini diberkati, dianugerahi kesejahteraan, diinspirasi, dan diperkaya dalam segala hal. Salam Bahagia dan Sejahtera.
Diposkan oleh Soft Skill ETOJ di 06:26
|
Buktikanlah sesuatu
Lakukanlah sesuatu...buktikanlah sesuatu yang membuat orang yang kamu anggap penting itu, masih mau bersama dengan dirimu.
I care about You,
Dwika
INSPIRASI HARI INI:
"Jangan menyalahkan orang pergi, ketika kamu tidak melakukan apapun untuk membuat tinggal!"
(Don't blame people for walking away, if you didn't do anything to make them stay!)
Seorang pacar kehilangan kekasihnya. Seorang suami/istri akhirnya bercerai dan kehilangan pasangannya. Seorang boss kehilangan karyawan terbaiknya, semuanya, sebenarnya bisa belajar dari pepatah yang satu ini.
Kalau kamu sungguh-sungguh mencintai....
Kalau kamu sungguh-sungguh menghargai....
Kalau kamu sungguh-sungguh masih membutuhkan....
Selayaknya kamu akan melakukan apapun untuk membuat 'ORANG YANG SPECIAL' itu tetap ada disampingmu....
Ketika kamu membiarkan dan cenderung mengabaikan, maka jangan salahkan kalau akhirnya orang itu pergi dari sisimu. Parahnya, mungkin orang itu secara fisik belum meninggalkan dirimu tapi hatinya sudah tidak bersama lagi dengan dirimu lagi.
Nah, sebelum kehilangan orang-orang yang sungguh berharga dan penting dalam kehidupanmu. Lakukanlah sesuatu...buktikanlah sesuatu yang membuat orang yang kamu anggap penting itu, masih mau bersama dengan dirimu.
-Anthony Dio Martin-
Kalau kamu sungguh-sungguh mencintai....
Kalau kamu sungguh-sungguh menghargai....
Kalau kamu sungguh-sungguh masih membutuhkan....
Selayaknya kamu akan melakukan apapun untuk membuat 'ORANG YANG SPECIAL' itu tetap ada disampingmu....
Ketika kamu membiarkan dan cenderung mengabaikan, maka jangan salahkan kalau akhirnya orang itu pergi dari sisimu. Parahnya, mungkin orang itu secara fisik belum meninggalkan dirimu tapi hatinya sudah tidak bersama lagi dengan dirimu lagi.
Nah, sebelum kehilangan orang-orang yang sungguh berharga dan penting dalam kehidupanmu. Lakukanlah sesuatu...buktikanlah sesuatu yang membuat orang yang kamu anggap penting itu, masih mau bersama dengan dirimu.
-Anthony Dio Martin-
Lagu favorit
|
Sabtu, 10 November 2012
University Home » Engineering Home » Javelina Engineering Friends & Alumni » Graduates
May 1962 Graduates
Baca, Apolino B.S. in Petroleum and Natural Gas Engineering, Cum Laude
Blackburn, Robert Daniel B.S. in Chemical Engineering
Bolen, Joel Clifton B.S. in Electrical Engineering
Bonds, Bill Ivas B.S. in Electrical Engineering
Bowman, Eugene Claude, Jr. B.S. in Electrical Engineering
Buesing, Wayne Lamar B.S. in Electrical Engineering
Burris, Donald Lee B.S. in Petroleum and Natural Gas Engineering
Cabra, Oscar, Jr. B.S. in Chemical Engineering
Calvez, Clifton Alfred B.S. in Electrical Engineering
Carlson, Donald Glen B.S. in Petroleum and Natural Gas Engineering
Cleveland, Joy C., Jr. B.S. in Petroleum and Natural Gas Engineering
Cone, Donald Davis, Jr. B.S. in Electrical Engineering
Cook, Carl G. B.S. in General Engineering
Darwish, Mohammad B.S. in Electrical Engineering
Delgado, Raul B.S. in Electrical Engineering
Garza, Fred, Jr. B.S. in Chemical Engineering
Gillespie, Eugene C., Jr. B.S. in General Engineering
Harp, Jimmy Dale B.S. in Petroleum and Natural Gas Engineering
Hawkins, Cleve Dupree, Jr. B.S. in Petroleum and Natural Gas Engineering
Hrabovsky, Leon Franklin B.S. in General Engineering
Irwin, Charles Richard B.S. in Electrical Engineering
King, William E. B.S. in Petroleum and Natural Gas Engineering
Krause, Ruben L. B.S. in Petroleum and Natural Gas Engineering
LaBaume, Ronnie Ray B.S. in Petroleum and Natural Gas Engineering
Lubojacky, Walter Vernon B.S. in Electrical Engineering
Roberts, Richard Carey B.S. in Electrical Engineering
Roemer, Milton Harry B.S. in Chemical Engineering
Romero, Lazaro Mendoza B.S. in Electrical Engineering
Shafer, Joseph Hugh, Jr. B.S. in Electrical Engineering
Sharp, Daniel Elbert, Jr. B.S. in Petroleum and Natural Gas Engineering
Sikes, Grover Thomas B.S. in Chemical Engineering
Smith, Richard G. B.S. in Chemical Engineering
Suramihardja, Sudradjat B.S. in Petroleum and Natural Gas Engineering
Tiner, Gerald Donald B.S. in Chemical Engineering
Weber, Winston Waylan B.S. in General Engineering
Yaeger, Louis Gene B.S. in General Engineering
Langganan:
Postingan (Atom)