link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Rabu, 20 Juni 2012

Jadilah orang sukses

Kejelian menempatkan diri, mengambil keputusan serta mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar akan mempertajam kemampuan mendapatkan kombinasi Alibi dan bargaining position ini. Semakin sering anda mendapatkannya, makin sukses hidup anda. Jadilah orang sukses dengan mengembangkan kemampuan mengkombinasikan alibi-alibi terbaik anda.
be well,
Dwika


Konsultan Pribadi - Kombinasi Alibi & Bargaining Position

Tulisan ini membahas alibi yang dikombinasikan dengan posisi tawar (bargaining position) sebagai kombinasi ideal untuk menggapai apapun yang anda maui dalam aktivitas anda. Apapun artinya semua objective jangka pendek yang dibutuhkan untuk mengejar pencapaian yang lebih besar.

Bayangkan situasi berikut ini:

Saat prestasi anda baik, keberanian untuk meminta fasilitas atau kemudahan akan lebih besar dibandingkan saat prestasi anda kurang baik; alibi anda adalah sudah berprestasi baik, bargaining position anda adalah: karena prestasi baik, posisi tawar anda dalam perusahaan akan naik. Saat Alibi & Bargaining Position anda baik, kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan perhatian lebih dari management perusahaan, misalnya minta kemudahan dan fasilitas tertentu.

Tentang Alibi & Bargaining Position

Dari Wikipedia, alibi didefinisikan sebagai: ...  suatu keterangan yang menyatakan bahwa seseorang berada di tempat lain ketika suatu peristiwa terjadi. Alibi yang kuat ialah alibi yang disertai alasan-alasan beserta bukti yang kuat...

Alibi dalam konteks ini misalnya: anda berhasil menyelesaikan sebuah proyek tepat waktu, atau berhasil melaksanakan proses negosiasi yang bagus dan membawa keuntungan di pihak perusahaan, dan kegiatan lain yang memastikan anda telah berbuat sesuatu yang baik dan benar.

Saat memiliki bargaining position (posisi tawar), misalnya anda adalah team leader yang memiliki etos kerja yang baik, maka orang sekitar anda melihat anda sebagai seseorang yang layak dipertahankan dalam team.

Posisi tawar seringkali didapat bukan atas usaha pribadi saja, tetapi juga karena rekan sekeliling anda mendukung keputusan/ kegiatan yang dilakukan. Secara logis, anda didukung karena kepribadian yang mudah diterima oleh lingkungan anda. Intinya posisi tawar ini adalah akibat dari perbuatan/ upaya baik sebelumnya, bukan sesuatu yang instan.

Kombinasi Alibi & Bargaining Position
Kombinasi kedua faktor ini mampu membuka kesempatan mendapatkan hasil terbaik dalam argumentasi, negosiasi, atau kegiatan lainnya yang melibatkan sekumpulan orang dan keputusan.

Dalam menjalankan tugas-tugas rutin, menyelesaikan pekerjaan adalah hal biasa, namun mendapatkan alibi yang pas untuk mendapatkan positioning yang lebih baik dapat dianggap kemenangan kecil dalam menunjang kegiatan selanjutnya mendapatkan kemenangan.

Kejelian menempatkan diri, mengambil keputusan serta mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar akan mempertajam kemampuan mendapatkan kombinasi Alibi dan bargaining position ini. Semakin sering anda mendapatkannya, makin sukses hidup anda. Jadilah orang sukses dengan mengembangkan kemampuan mengkombinasikan alibi-alibi terbaik anda.

Semoga tulisan ini memberikan sedikit pencerahan & dapat menggugah semangat belajar anda mengejar cita-cita.

salam,


kiki4hire

Cara terbaik, tercepat, termudah

Makna kerja keras dan kerja cerdas dalam konteksnya mendatangkan percepatan dalam perjalanan karir.
be well,
Dwika


Percepatan Pengalaman VS Kerja Keras

Artikel ini boleh juga disebut sebagai terusan dari artikel sebelumnya "Sudahkah Anda Bekerja Keras?". Di tulisan ini bakal diomongin bagaimana cara mendapatkan percepatan pengalaman melalui kerja keras.

Berikut ini contoh yang dikutip dari tulisan lama di blog lain (sudah tidak aktif):
Kalau ditugasi membersihkan dan menyapu halaman misalnya, hari pertama lakukan dari kiri ke kanan, semua daun, debu dan sampah dikumpulkan didekat pintu; hari kedua, mulailah berpikir cara yang lebih mudah, cepat, dan praktis untuk menyapu halaman yang sama, dari belakang ke depan, semua daun, debu, dan sampah dikumpulkan di sisi pagar berjajar baru dikumpulkan. Hanya dalam dua hari saja halaman sudah disapu dengan dua cara berbeda, hari berikutnya dapat menggunakan salah satu cara di atas atau mencoba cara baru lainnya dan seterusnya untuk mencapai hasil yang optimal paling bersih, paling cepat, paling mudah.

Pola tindakan di atas dapat melatih pola pikir dan kebiasaan baik untuk selalu mencoba cara terbaik, tercepat, termudah untuk mencapai tujuan yang sama; melatih diri untuk terbiasa pada perubahan.
Kalau disimak kerja kerasnya bukan semata-mata menyapu sampai bersih saja tiap hari, tapi berpikir kreatif setiap saat bagaimana menghasilkan perbedaan dengan yang sekedar bekerja keras. Di sini jugalah bekerja cerdas dapat diperoleh kalau kita bekerja keras. Tanpa mau mencoba sesuatu yang baru dengan melakukan pengulangan - bagian dari kerja keras - hasilnya ya sama saja, jurus tidak berkembang lalu efisiensi yang diinginkan tidak akan tercapai.

Percepatan Pengalaman

Sekarang ini ada beberapa sekolah yang menerapkan sistem pendidikan akselerasi, kelas 2 SD lompat ke kelas 4, lewati yang kelas 3; ini adalah dunia pendidikan. Tapi tempat kerja dalam berusaha & kejar karir sedikit berbeda. Percepatan pengalaman dilakukan dengan bekerja keras, berpikir keras, dan upaya maksimal lainnya untuk mengejar pengalaman orang lain yang bekerja lebih lama dengan cara biasa. Hasilnya: seseorang yang baru bekerja selama 6 bulan bisa setara pengalamannya dengan yang telah bekerja 1 tahun misalnya.

Bisa dibayangkan kalau orang ini yang telah bekerja keras, belajar dengan secepat-cepatnya untuk dapat memulai fase bekerja cerdas, bekerja selama 2 tahun; artinya orang biasa memerlukan waktu minimal 4 tahun dalam perumpamaan di atas, alangkah luar biasanya bukan?

Dapat dibayangkan berapa besar kekuatannya untuk naik jabatan, mendapatkan fasilitas lebih, gaji lebih dst. Bakal di sebut sombong? Hmm kalaupun dia membanggakan prestasinya, itu adalah hal yang wajar bukan? Sombong atau tidak hanya bergantung cara mengungkapkannya.

Nah, semoga tulisan ini menginspirasi makna kerja keras dan kerja cerdas dalam konteksnya mendatangkan percepatan dalam perjalanan karir.

Secara ungkapan ada teman yang bilang begini: amatilah apakah anda bekerja 10 tahun sama dengan 10 x 1 (pengalaman sepuluh tahun satu kali) atau 1 x 10 (pengalaman satu tahun diulang 10 kali)

Hikmah



Apa Sih Untungnya Buat Saya...?

**http://kiki4hire.blogspot.com
Pertanyaan ini lumrah saat ada tawaran atau ada kesempatan untuk menjalankan sesuatu; pertanyaan yang manusiawi, semua orang pengen diuntungkan dan ogah dirugikan.

Artikel ini menjawab cara pandang melihat keuntungan dari sisi yang berbeda, kalau tertarik silakan lanjutkan baca artikel ini.

Hikmah dalam setiap aktivitas
Orang bijak bilang "ambillah hikmahnya"! Yook kita simak dalam setiap kegiatan bermain, bekerja, berekreasi, apapun itu selalu bakal dapat manfaat, khususnya kalau anda mengamati dan menyadarinya. Dalam bermain bola sepak misalnya: anda belajar dari teman bermain: O, cara menggiring bolanya begini yang bisa mengecoh lawan; atau kalau digocek begini harusnya di tahan dengan cara begitu dst.

Pertanyaannya apakah dalam hidup sehari-hari anda mengambil hikmah dalam bentuk lain? Pembelajaran hidup, pola pikir, serta menuangkan dalam tindakan nyata misalnya?

Untung Rugi dulu Donk
Beberapa orang mengutamakan keuntungan materi, beberapa orang yang lain mengutamakan pengalaman yang didapatkan; beberapa individu ingin hasil yang cepat, beberapa insan lainnya membuat investasi dengan kegiatan yang dilakukannya hari ini.

Semua ini ada untung ruginya; semua orang ingin berprinsip ekonomi "dengan usaha sekecil-kecilnya dapat hasil sebanyak-banyaknya".

Ternyata... masalah untung rugi itu hanyalah permainan dalam pola pikir (mindset) saja. Penjelasannya? Yok lanjutkan bacanya :)

Permainan Pola Pikir

Orang yang pola pikirnya mengukur segala sesuatu dengan uang, akan melihat: setelah saya lakukan ini hasilnya berapa?
Orang yang berpikiran hasil yang instan, berpikir: apa sih hasilnya buat saya?

Dalam dunia marketing, pengaruh terdahsyat adalah upaya yang membuat seseorang memikirkan sesuatu (yang dijual marketer) dalam waktu yang cukup lama. Pola pikirnya dikondisikan untuk berpikir ke arah produk yang ditawarkan secara "naluriah" secara tidak sadar diakui.

Pola pikir yang memandang kedepan akan menciptakan aktivitas yang berbeda. Membantu orang lain yang dalam kesulitan mengerjakan tugas kantor misalnya tidak akan mendapatkan manfaat instan, contoh: rekan kantor menangani pembelian sedangkan anda menangani penjualan; dengan membantu mengerjakan perhitungan dalam komputer yang kurang dikuasainya, secara tidak langsung sedikit pengetahuan tentang pembelian anda ketahui sebagai hikmahnya. Manfaatnya tidak langsung memang, tetapi suatu hari mungkin berguna saat anda menjual solusi kepada customer - pemahaman sebagai pembeli lebih dikuasai.

Intinya adalah: kembangkan pola pikir anda dengan membantu orang lain tanpa berpikir hasil yang instan dengan bertanya: Apa Sih Untungnya Buat Saya...? Ingat prinsip memberikan 110% dari apa yang anda miliki sekarang sebagai salah satu upaya percepatan pengalaman.

Meningkatkan network anda setiap saat

Pekerjaan Rumah Menyongsong Kemajuan Karir

Tulisan ini ditrigger oleh salah satu pertanyaan di website kiki4hire.com mengenai apa sih yang harus dilakukan buat kemajuan karir.

Kebanyakan orang-orang yang mengejar karir menginginkan kenaikan pangkat, punya anak buah, bisa punya pendapatan besar; tetapi seringkali banyak juga yang berpikir "boss gue menyebalkan", "boss kok gak pake perasaan...", "kapan ya gue naik pangkat?", dst, dst...



Dari sekian banyak pertanyaan retoris (bertanya pada diri sendiri) atau pernyataan di atas, ada baiknya pikirkan beberapa hal yang merupakan pekerjaan rumah sebelum kesempatan promosi datang:
  1. Sudahkah memberikan sedikit lebih dari apa yang diminta atasan anda? Memberikan 110% dari apa yang anda miliki sekarang merupakan sesuatu yang wajib untuk kemajuan karir.
  2. Sudahkan anda melatih kapasitas dan kemampuan anda secara berkesinambungan? Salah satunya dengan percepatan pengalaman, singkatnya bekerja 5 tahun adalah pengalaman kerja 5 tahun satu kali bukan pengalaman kerja satu tahun diulang lima kali.
  3. Sudahkah anda siap berubah? Kemampuan berubah adalah salah satu modal penting dalam meningkatkan kemampuan dan posisi tawar anda. Syukur-syukur bisa punya track record yang selalu baik dalam setiap kali berubah.
  4. Sudahkah anda meningkatkan network anda setiap saat? Sedia selalu kartu nama anda di mana pun dan ke mana pun anda pergi; tidak pernah ada kesempatan yang hilang atau dihilangkan hanya karena anda tidak membawa kartu nama.
  5. Banyak hal lain yang tidak dapat dirunut secara detil, tapi pada intinya selama menunjang karir anda, lakukanlah :)
Sebagai masyarakat yang sudah modern sekarang ini, lambat laun kebiasaan untuk bertanya kepada mentor sudah dapat direalisasikan secara online di sebuah situs Internet: www.kiki4hire.com di sana ada sekumpulan konsultan yang bersiaga menerima pertanyaan anda seputar karir, kepribadian, mindset dan love life.

Semoga artikel ini menyumbangkan pemikiran; apabila ada pertanyaan seputar dunia kerja, silakan buka case di website & semoga bermanfaat.

Salam,

kiki4hire 

Manfaat untuk banyak hal.


Mengumpulkan kekayaan berlandaskan atas kesadaran untuk hidup yang lebih sejahtera, asas manfaat dan kebahagiaan- itu akan membuat kualitas hidup yang lebih baik, damai, bahagia dan memberikan manfaat untuk  banyak hal. Mengumpulkan kekayaan akan menjadi ajang lomba untuk kebaikan. Bahagia tanpa batas.
Mari kayakan lahir dan batin.
be well,
Dwika


 

Ingin kaya atau terlihat kaya?


“Kau liat handphone dan juga laptop yang kau miliki, ia ndak habis-habis kan?”  kata Mas Noeryanto. “Sebenarnya apa sih yang benar-benar kita butuhkan dan inginkan?” lanjut beliau. Sebagian kita menginginkan sesuatu bukan karena semata-mata membutuhkan, melainkan karena ingin terlihat lebih baik dari orang lain. Dorongan keinginan melebihi kebutuhan yang sesungguhnya.
Obrolan saya kali ini mengingatkan sebuah tulisan dalam buku Living The 80/20 Way karangan Richard Koch. Buku tersebut merupakan salah satu buku favorit saya. Dalam buku itu ada pendapat John Stuart Mill yang berbunyi, “Kita tidak ingin menjadi kaya, kita hanya ingin lebih kaya dibanding orang lain.”
Pendapat John Stuart  Mill itu merupakan gambaran tentang sebagian sifat manusia saat ini yang cenderung  berlebihan dalam upaya meraih kebendaan. ” Ketika standar hidup kita meningkat, begitu juga orang lain, kita tidak merasa lebih baik. Kita lupa bahwa mobil dan rumah kita lebih baik daripada dulu, karena semua teman kita mengemudikan mobil yang sama dan memiliki rumah yang sama nyamannya.” ujar Richard Koch.
Menjadi kaya itu bagus, apalagi dibarengi dengan kematangan jiwa. Yang seperti itu akan mendatangkan banyak kesenangan, kebahagiaan dan kemanfaatan. Sementara kekayaan yang dibarengi jiwa yang lemah justru mendatang kecemasan, ketidakpuasan dan kerugian.
Mengumpulkan kekayaan yang berlandaskan ego ingin terlihat kaya, gengsi, dan rakus – hanya akan       meningkatkan kecemasan dan ketidakpuasan bahkan menghalalkan segala cara. Mengumpulkan kekayaan hanya akan menjadi ajang lomba  melelahkan yang tak berujung. Derita tanpa akhir.
Sebaliknya jika mengumpulkan kekayaan berlandaskan atas kesadaran untuk hidup yang lebih sejahtera, asas manfaat dan kebahagiaan- itu akan membuat kualitas hidup yang lebih baik, damai, bahagia dan memberikan manfaat untuk  banyak hal. Mengumpulkan kekayaan akan menjadi ajang lomba untuk kebaikan. Bahagia tanpa batas.
Mari kayakan lahir dan batin.
Salam sedulur.