link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Sabtu, 18 Desember 2010

Lantau Island

Lantau Island Yang Menawan (Selasa,5 Oct 2010)
by FEBRIE

Aktivitas pagi ini diawali dengan sarapan di 7 Eleven dan membeli Octopus Card. Octopus Card adalah kartu semacam kartu Flash di Indonesia yang bisa digunakan untuk membayar tiket MTR (kereta Hongkong), belanja2 di minimart seperti Circle K dan 7 Eleven, bahkan untuk membeli tiket2 wisata di Hongkong. Octopus Card sangat amat membantu membuat segalanya menjadi lebih efektif karena itu gw sarankan barang ini adalah item yang kudu dibeli selama stay disana. Isi ulang Octopus Card bisa dilakukan di semua stasiun MTR dan minimart. Namun pembelian pertama dan penjualan kembali hanya bisa dilakukan di stasiun MTR bagian informasi.

Minimum pembelian Octopus Card adalah 150 HKD (udah termasuk deposit sebesar 50 HKD), namun waktu itu gw beli 500 HKD karena berasa bakal butuh banyak banget dan malas melakukan isi ulang. Target kita hari ini adalah mengunjungi objek wisata di Lantau Island, yaitu Ngong Ping Village – Tian Tan Budha dan Disneyland. Jam 10 baru kami berangkat dari City Econo Hostel ke Stasiun Tsim Tsa Tsui untuk naik MTR ke Tung Chung.

Setelah sampai di loket Ngong Ping kami segera kasak-kusuk berempat berdiskusi mau naik apa. Jadi, pilihan untuk ke Ngong Ping Village itu ada beberapa macam. Bisa naik cable car atau naik bus. Cable carnya bisa yang kabin biasa atau kabin yang full kaca. Karena pengen nyobain semua, akhirnya kita memilih paket pergi naik kabin biasa dan pulang naik kabin full kaca, total kena 142 HKD. Antrian cukup lama, bisa 45 menit padahal ini hari Selasa loh! Palagi kalo wiken yaaak?

Akhirnya cable car kami datang dan sebelum berangkat kami dipotret dulu oleh petugasnya (sudah tentu nanti kalo mau ambil foto harus bayar), cheese..ee!! Eniwei untuk mengambil foto ini kita harus merogoh kocek sebesar 88 HKD T-T. Ini dia hasilnyaaaaa..!!

Ngong Ping Village, Hong Kong

Cable car pun berjalan melintasi bukit dan lembah, tinggiiiii sekali. Dan perjalanannya juga tidak hanya lurus mendatar saja tapi mendaki dan menurun. Hahahah kayaknya bagi yang phobia ketinggian bisa dag dig dug juga tuh. Dari cable car, Tian Tan Budha yaitu patung Budha duduk terbesar di dunia sudah bisa dilihat. Udaranya dingin berhembus waah jadi makin semangat nih!

Sampai di Ngong Ping Village kami langsung menuju ke loket Tian Tan Budha. Ternyata harus bayar tiket masuk lagi sodara2 seharga 23 HKD (ini bayar itu bayar L ). Udah gitu untuk ke Tian Tan Budha harus menapaki anak tangga sebanyak ratusan steps. Lumayan bikin pegel dan sesak napas apalagi buat gw yang ga pernah olahraga :p. Dari puncak Tian Tan Budha kita bisa melihat Lantau Island. Waah suasanya bener2 mirip Bedugul kecintaanku. Awan rasanya dekat, dingin2 adem, ada hujan rintik sedikit, patung dimana2, tinggal tambah naga beterbangan kayaknya klop banget tuh!!

Puas berfoto kami segera turun. Turun jelas lebih menyenangkan daripada naik, heheh. Ternyata 23 HKD tiket masuk tadi udah termasuk makan siang fried noodles, dimsum, dan 1 softdrink. Iyaooo ga jadi sebel deh :D. Kami segera menuju Po Lin Monestary, kantin tempat lunch disediakan. Dimsumnya enak euy palagi yang isi nenas tapi fried noodlesnya bener2 ga bikin selera :(. Makanan yang dihidangkan semuanya vegetarian soalnya ini lokasinya para biksu. Menuju pulang kami kembali melewati Ngong Ping Village yang di kiri kanannya penuh dengan kios2 menarik. Sayang waktu kami terbatas dan hanya bisa singgah di kios sumpit. Disana dipajang sumpit yang harganya perbiji bisa sampai 200 rebu (heh!) dan bagaimana cara mengetahui jenis sumpit yang berkualitas. Rasanya Ngong Ping ini harusnya dijelajahi seharian, bukan hanya 3-4 jam karena begitu banyak tempat menarik dan cuacanya yang mendukung.

Terlena2 dengan Ngong Ping, kami segera tersadar kalau jam sudah menunjukkan pukul 3 sore!! Wah pa kabar Disneyland neeh? Berlari2 pulang, kami segera naik cable car lagi tapi kali ini yang full kaca. Wah cable car ini benar2 lebih worth it soal kaki kita tampak seperti melayang2 di atas lembah. Langsung deh kita foto2 narsis di lantai kacanya. Yeee kapan lagi nyoba naik cable car begonoan? Turun dari sana kami langsung ke stasiun untuk naik MTR ke Disneyland. Untungnya tiket Disneyland sudah dibeli di City Econo. Dari yang harganya 350 HKD dapat diskon 10 HKD, udah gitu jadi ga perlu ngantri beli tiket lagi deh di Disneylandnya.

Namun sayang beribu sayang, kenyataannya gw jauh lebih menyenangi berada di Ngong Ping daripada Disneyland. Itu karena- sekali lagi- gw adalah penggemar wahana yang mendebarkan sementara wahana yang berada disana kan model2 komidi putar, poci putar, gajah putar, omigosh itu bukan gw bangeet. Dan gw juga ga gitu2 demen foto sama anggota kartun Walt Disney. Tapi itu gw loh ya. Temen gw si Elsa..wah kayak ketemu ma artis idola aj kelakuannya :p. Foto sama Minnie, foto sama Mickey, foto sama Pluto, foto juga sama si Gufi. Memanglah lain orang lain kesukaannya :p.

Satu2nya wahana mendebarkan yang gw temuin disini adalah Space Mountain-Ghost Galaxy di Tomorrow Land yaitu jetcoaster yang dijalankan di ruangan yang gelap. Lumayan bikin kepala pusing tapi serulaaah hehehe. Selain itu kami juga menyempatkan pergi ke Demon Jungle, semacam rumah hantu gitu. Sejak dulu gw emang paling takut ma yang namanya hantu jadi sukses gw memilih barisan paling belakang, mencengkram bahu Elsa kuat2 dan berteriak2 histeris, hehehe noraak. Tepat jam 8 malam ada kembang api di depan Castle Fantasy Land. Atraksi ini lumayan seru tapi menurut gw tidak perlu ditunggu begitu rupa. Misal nih jam 5 sore udah puas main2 di Disneyland dan mau bela2in nunggu 3 jam buat nonton kembang apinya? Pilihan itu tampak kurang begitu bijaksana.

Secara umum, gw lebih menyukai Dunia Fantasi Jakarta daripada Disneyland tapi Disneyland tetap memiliki kelebihan tersendiri. Konsep Disneyland ini jelas, semuanya dihias ala Walt Disney. Mpe MTR yang ke arah Disneyland aj udah so Disney banget. Selain itu souvenir shopnya sangat menarik. Ada begitu banyak barang lucu juga magnet kulkas kesukaan gw nongol disana. Kami pulang sekitar jam 10 malam.

Lesson and Learn :

Bila ingin menghabiskan waktu seharian untuk mengunjungi Ngong Ping Village dan Disneyland, berangkatlah sejak jam 7 pagi.

*Foto diambil dari kamera Febrie, Elsa, dan Dika

Persiapkan Diri

Apa Saja Yang Perlu Dipersiapkan?
by FEBRIE

Perjalanan ini gw tempuh bersama 3 orang teman lainnya, yg sebelumnya gw rayu2, gw bujuk2, mpe sedikit intimidasi, hahahah soal ga bakal diijini pergi ma suami kalo cuma sendiri. Walhasil terkumpul 4 orang yaitu gw, Elsa si maniak foto dan si kaki cepat, Dika si Non Panik dan Terencana, serta Agung – satu2nya cowok yang kita andalin buat melindungi ce2 centil ini :p

Untuk penginapan, Dika sudah memesan lebih dulu secara online. Thx to Dika :). Pilihan penginapan merujuk pada buku panduan dan resume dari para blogger. Untuk pesawat kita pakai Mandala (Jkt-Macau) dan Air Asia (HK-KL, KL-Jkt). Kita juga sibuk tanya teman2 yang baru pulang liburan dari sana, dengan maksud jangan sampai tersesat. Kan sayang soal waktu disana cuma sedikit :) .

Barang2 yang kudu dipersiapkan standar aj sebenarnya yaitu paspor, VISA ke China (bisa urus sebelumnya disini atau langsung urus pas tiba di Shenzen, China), tiket PP, uang dalam berbagai mata uang (atau bawa USD aj kalo ga mau ribet, ntar tukar disana), pakaian2, tas buat oleh2 (wkwkwkwk), HP-carger-dan adaptor (secara disana colokannya 3 lubang, bukan 2 lubang kayak di Indonesia), kamera dan cargernya, buku panduan perjalanan, peta Macau dan Peta HongKong, serta tas selempang ukuran kecil (membantu buat taruh dompet, HP, kamera – jadi ga perlu gotong ransel kemana2).Oh!!! Satu lagi, yaitu bulpen. Bulpen sangat diperlukan buat ngisi form setiap melewati bagian imigrasi. emang sih disana disediakan bulpen tapi kadang musti ngantri. Jangan bawa 1, bawa aj 2 soal pengalaman pribadi nih, kalo jalan-jalannya bareng temen tuh bulpen suka dipinjem temen dan biasanya ga balik. Ehm..tapi bukan gw yang punya bulpen lo melainkan gw yang nyolong bulpennya si Agung, hahahahah :D .

Sebelum berangkat kita udah buat schedule sih selama 4 hari itu mau ngapain aj dan Alhamdulillah 95% terpenuhi, heheeh. Jadi liburan kali ini berasa puaaas banget soal bisa ngunjungi semua kecuali Splendid China di Shenzen itu T-T.

Apa aj sih buku panduan yang bisa digunakan? Ada 2 buku yang gw pakai. Yang pertama adalah “Rp 2 Juta Keliling Macau-HongKong-Shenzen” by Claudia Kunang. Thx buat Istiqlal yg udah minjemin buku ini. Kenyataannya 2 juta ini kayaknya susahlah tercapai. Bisa sih tapi ya ga bisa ke banyak tempat wisata. Oleh2 juga hanya seadanya. Tapi buku ini menurut gw recommended :) . Yang kedua adalah “Budget Traveling : Hong Kong” by Budi Sulis. Buku ini sangat membantu pas di Hong Kongnya karena uraiannya sangat lengkap. Petunjuk menggunakan MTR juga ada disana. Kedua buku ini dapat ditemukan dengan mudah di Gramedia atau internet.

Ini adalah info tempat wisata di HongKong dan Shenzen. Untuk info tempat wisata Macau, silakan lihat di posting Macau – Pesona Kota Judi.

di Singapore



Transportasi di Singapore
**javamilk.com

Singapore adalah salah satu negara dengan transportasi publik terbaik di dunia. Tersedia berbagai moda transportasi yang memungkinkan baik penduduk maupun turis menjelalah negara pulau ini secara efisien dan tepat waktu, mulai dari MRT (Mass Rapid Transit), LRT, Bus Kota, dan taksi.

Sebagai turis, Anda tidak perlu takut nyasar atau lost, karena selain kecil, informasi rute dan petunjuk jalan sangan jelas dan mudah ditemukan. Bagi kebanyakan orang, naik MRT adalah cara yang paling enak dan mudah untuk menuju suatu lokasi, namun menurut saya sebenarnya menjelajah dengan bus kota lebih baik karena bisa melihat pemandangan di sekeliling dan suasana di tiap distrik.
Taxi

Taksi di Singapura diatur dengan sangat baik oleh pemerintah. Sebagai penumpang kita dijamin akan mendapatkan pelayanan yang sama saat menggunakan taksi apa pun perusahaannya. Selain itu tidak perlu cemas dibawa berputar-putar untuk melebihkan argo. Untuk menjadi supir taksi di Singapore sendiri sangat sulit karena mereka harus menghapal semua nama jalan dan rute di negara tersebut, tahu rute tersingkat, hingga tahu jam-jam diberlakukannya surcharge dan road pricing.

Per Oktober 2009, tarif awal taksi adalah SGD 2.80. Kadang Anda akan dikenakan surcharge (biaya tambahan) jika : memanggil via call centre, naik dari tempat tertentu seperti terminal ferry atau airport, jam malam, dll.

Tips: Untuk group bertiga atau berempat, bisa jadi naik taksi malah lebih murah dibanding naik MRT jika jarak tempuh Anda tidak terlalu jauh.

Maksimal hanya boleh 4 orang yang menjadi penumpang taksi.

MRT & LRT

MRT adalah pengangkut massal serta transportasi yang paling dapat diandalkan di Singapore. Sedangkan LRT tersedia di kawasan tertentu yang belum dijangkau MRT, berbentuknya monorail dengan gerbong 2-3. MRT dikelola dan diatur oleh perusahaan milik pemerintah yang namanya SMRT.

Menurut saya Singapore MRT adalah salah satu MRT terbaik di dunia dalam hal kebersihan maupun pelayanannya.

Hingga akhir 2009, terdapat 4 jalur MRT dan 3 jalur LRT yang beroperasi. Jalur MRT diberi warna berbeda di dalam peta sehingga mudah dibedakan. Circle Line (warna kuning) adalah line terbaru dan belum beroperasi penuh (garis putus-putus berarti belum beroperasi). Klik gambar di bawah untuk memperbesar.

Sebagian rute, terutama di tengah kota, dibuat di bawah tanah (underground), dan sisanya adalah elevated. Di jam sibuk terutama di stasiun interchange, kereta bisa sangat ramai dan penuh. Hindari perjalanan di jam 8-9 pagi dan 5-7 malam.

Tarif perjalanan dengan MRT dihitung berdasarkan jarak/jumlah stasiun yang dilewati. Untuk jarak satu stasiun dikenakan SGD 0.60 hingga 0.80. Untuk jarak yang terjauh dikenakan biaya hingga SGD 2. Anda boleh bebas tukar line asalkan belum keluar dari ticket gate.

Ada dua macam cara pembayaran; point-to-point yang berarti Anda hanya beli ticket untuk satu perjalanan, dan satu lagi adalah menggunakan ez-Link card. Kartu ini adalah kartu chip yang dapat diisi dengan saldo tertentu (top-up). Nilai minimum yang dapat di top-up adalah SGD 10 dan maksimum SGD 100. Membayar point-to-point jatuhnya akan lebih mahal dibanding menggunakan EZ-link card.

Kartu ez-Link dapat dibeli dari ticket office di semua stasiun atau dari ticket machine. Jika antrian ticket office sangat panjang, sebaiknya Anda beli langsung dari ticket machine, cukup ikuti petunjuk di layar lalu masukka uang kertas atau coin SGD, kartu akan keluar dari mesin. Sisa uang di dalam kartu dapat dimintakan refund saat Anda ingin pulang dari Singapore, atau disimpan untuk kedatangan berikutnya.

Changi Airport juga dilayani oleh MRT (jalur hijau). Lokasinya terletak di Terminal 2. Ikuti papan petunjuk “Train” jika Anda baru mendarat dan keluar dari Arrival hall dari terminal mana pun.
Bus

Tidak semua kawasan dicakup oleh jalur MRT. Bagi penduduk umumnya, perjalanan ke kantor ditempuh dengan bus kota dari rumah/apartemen menuju stasiun MRT terdekat, baru dilanjutkan dengan naik kereta MRT. Jika Anda tidak terlalu mengejar waktu, bus kota menawarkan pemandangan di sepanjang jalan.

Ada beberapa perusahaan bus yang mengoperasikan bus di Singapore, namun pelayanan, biaya dan sistem yang digunakan adalah sama. Kartu EZ-link dapat dipakai di semua bus, pastikan Anda melakukan tap / sentuh ke mesin pembaca kartu saat naik maupun saat turun. Tarif ditentukan oleh banyaknya halte bus yang telah dilewati.

Walaupun menghafal nomor bus cukup sulit, tersedia buku panduan rute bus yang dapat dibeli di stasiun atau toko buku. Selain itu ada juga aplikasi iPhone atau PDA phone yang dapat Anda download untuk mendapatkan rute bus.

Selain itu Anda dapat mencari rute bus dengan mengunjungi website SBS Transit.

Disneyland Hong Kong

Liburan di Disneyland Hong Kong
**kampungtki.com

Menjadi orang yanng berada dan menetap di negara lain, baik sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ataupun sedang menempuh pendidikan kadang membuat bingung beradaptasi. Kita juga belum tau banyak masalah tempat menarik untuk liburan di negara tempat kita tinggal itu.

Di Hong Kong sebenarnya tidak kekurangan tempat yang menarik untuk liburan atau sekedar refreshing. Salah satunya adalah Hong Kong Disneyland yang sudah dibuka sejak 12 September 2005 kemarin.

Tempat ini banyak dikunjungi para wisatawan dari negara-negara Asia terutama saat Hari-hari raya besar seperti Chinese New Year, Hari Paskah, Tahun baru, Hari Natal, dll. Saat hari besar itu juga biasanya diadakan pula acara-acara khusus seperti parade Disney.

Walaupun ramai dikunjungi, namun Disneyland Hong Kong ini adalah Disneyland paling kecil di dunia. Disneyland Hong Kong terbagi menjadi 4 bagian, yakni :

1. Main Street USA
2. Adventureland
3. Fantasyland
4. Tomorrow Land
5. Demon Jungle
6. Adventure Haunted Trail

Di wilayah ini juga memounyai dua gedung hotel yakni Hong Kong Disneyland Hotel yang berkelas mewah dan Disney’s Hollywood Hotel yang berkelas standard. Mengenai tiket masuknya sendiri tersedia dalam berbagai kategori.One-Day Tickets dan Annual Passes. Harga ticket One-Day Tickets untuk orang dewasa adalah HK$350*, anak-anak berusia 3-11 tahun adalah HK$250*, orang tua berusia 65 keatas adalah HK$170*.

Bagaimana Caranya Pergi?
Untuk pergi ke tempat ini bisa dibilang mudah karena dekat dengan Hong Kong International Air Port. sedikit jauh dari kota, tetapi kendaraan untuk menempuh kesana tidaklah sulit dan dapat ditempuh oleh bus khusus, Kapal atau MTR.

Yang paling mudah, carilah MTR lalu turun di Sunny Bay Station. Dari sini, naiklah MTR khusus ke Disneyland Resort Station. Harga dari Causeway Bay Station ke Disneyland Resort Station sekitar HK$23.5.

Tips
Jika Anda ingin berlibur di sini, sebaiknya pergilah pada hari-hari biasa arena pada hari-hari raya Hong Kong dan China atau hari minggu, Disneyland ini akan menjadi sangat padat, antri untuk permainanpun menjadi lama. Pada tempat masuk setiap permainan, terdapat mesin untuk semacam reservation ticket untuk memperpendek waktu antri anda, cara penggunaan yang detail dapat tanya kepada petugas yang ada di tempat masuk setiap permainan.

Jalan ke Singapore

Panduan Jalan Hemat ke Singapore
**javamilk.com

Selamat datang di JavaMilk Travel Series. Kali ini saya akan menampilkan artikel “Panduan Jalan Hemat ke Singapore” yang mudah-mudahan menambah informasi bagi Anda yang belum maupun sudah pernah jalan ke Singapore.

Mengapa Singapore? Saya sudah menulis beberapa Travel Series, mulai dari Panduan Jalan Hemat ke Eropa, Hong Kong dan Macau, Taiwan, rasanya kok tetangga yang dekat ini malah belum ditulis. Awalnya melihat banyak website lain yang sudah membahas negara kecil ini, sehingga saya tidak terlalu ingin menulisnya. Namun setelah sekian lama, rasanya saya perlu menelurkan sebuah travel guide juga tentang negara ini, Singapore.

Berbeda dengan artiket jalan hemat sebelumnya, Panduan Jalan Hemat ke Singapore ini tidak ditulis berdasarkan pengalaman per-hari, melainkan berdasarkan topik. Artikel ini akan ditulis dalam beberapa halaman yang akan saya lengkapi, jadi pastikan Anda bookmark alamat ini jika ingin terus menikmati travel series ini.
Airlines Murah ke Singapore

Saat ini rute Jakarta-Singapore dilayani oleh belasan maskapai penerbangan, sehingga bisa dibilang persaingan harga tiket pesawat lumayan keras. Namun tetap saja ekspektasi dan budget orang beda-beda, ada yang mau berangkat dengan airlines terkenal, ada yang ‘yang penting sampai’, dan ada yang menyesuaikan dengan jadwal.

Normalnya harga tiket pesawat Jakarta ke Singapore adalah sekitar USD 140-300 pulang pergi per orang. Umumnya adalah full service airlines, berarti bagasi makan dan airport transfer sudah di-cover. Airlines yang berada di dalam kisaran harga ini antara lain:

* Garuda Indonesia
* Singapore Airlines
* Lufthansa
* Qatar Airlines
* Etihad Airlines

Sedangkan untuk tiket pesawat yang lebih murah, tersedia beberapa budget airlines, yang harganya mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 1,500,000 untuk satu arah, tergantung promosi dan season. Sudah pasti namanya budget airlines ada saja yang dikurangi, mulai dari tidak ada minuman dan makanan, allowance bagasi yang terbatas, jam terbang yang pagi buta, hingga delay tanpa ganti rugi.

* Lion Air
* Sriwijaya Air
* AirAsia
* Tiger Airways
* ValuAir / JetStar

Dulu orang banyak terbang ke Batam dan dilanjutkan naik ferry ke Singapore supaya pembayaran fiskal dapat lebih murah, namun sejak diberlakukannya bebas fiskal dari Indonesia, rasanya terbang ke Batam harganya sudah sama dengan langsung ke bandara Changi. Pengecualian jika Anda tinggal di kota pulau Sumatera yang belum punya akses bandara International, biasanya harus ke Batam dulu.

Tiket pesawat rata-rata sudah bisa dibeli secara online, terlebih AirAsia yang memang specialist promo tiket pesawat lewat Internet. Anda harus rajin-rajin mengunjungi website airlines masing-masing untuk mendapatkan promosi tiket murah. Bahkan Singapore Airlines (SQ) juga punya harga promo, USD 128 perorang (minimal 4 orang) return. Tiket dibeli via Internet menggunakan kartu kredit, dan pastikan Anda memakai kartu kredit sendiri karena beberapa airlines melakukan pengecekan kartu kredit di airport.

AirAsia, SQ, Qatar, dan beberapa airlines lain mempunyai fasilitas web check-in, di mana Anda dapat menentukan nomor kursi, bahkan jenis makanan dalam 24-72 jam sebelum keberangkatan. Tinggal print boarding-pass di rumah, lalu tukarkan dgn boarding pass asli di counter airport, lebih praktis dan cepat!
Hotel Murah di Singapore

Kalau boleh jujur, umumnya orang Indonesia lebih suka tinggal di hotel mewah berbintang dibandingkan budget hotel, dan ini berlaku untuk turis ke Singapura. Dan memang pilihan hotel murah di Singapura sedikit terbatas, namun jika jeli dan rajin mencari kita bisa mendapatkan yang harga kamar yang murah.

Menurut saya, untuk kategori negara Singapore, hotel murah adalah hotel yang harga kamar double-nya kurang dari SGD 90 atau IDR 600,000. Kalau di Indonesia harga segini kita sudah bisa mendapat hotel minimal bintang 3, harga ini di Singore hanya dapat hotel yang umumnya bintang 2 ke bawah.

Pilihan lokasi sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah karena Singapore adalah negara yang kecil, dan dari ujung barat ke ujung timur pulau ini dapat ditempuh mobil dalam waktu 40 menit. Beberapa distrik memang khusus menjadi cluster hotel.

* Balestier
Awalnya daerah ini diperuntukan untuk private condominium yang banyak dimiliki oleh orang Indonesia, lalu berkembang menjadi kawasan budget hotel.Boleh dibilang tempat ini sangat nyaman dengan banyaknya tempat makan di sepanjang Balestier Road. Satu kekurangannya adalah akses ke MRT lumayan jauh, stasiun terdekat adalah Novena dan Newton yang dicapai dengan jalan kaki sekitar 15 menit. Namun untuk pemakai bus kota, terdapat beberapa rute yang melalui kawasan ini.
* Geylang
Distrik Geylang terkenal dengan hiburan malamnya, serta banyaknya makanan enak yang dapat ditemukan. MRT terdekat adalah stasiun Kalang, dapat ditempuh dengan jalan kaki sekitar 10 menit. Secara de facto, inilah red-light district di Singapore dengan banyaknya pekerja seks yang berseliweran di pinggir jalan. Jika Anda benar-benar mencari hotel murah dan cuek, boleh mempertimbangkan hotel di sini. Namun jika membawa keluarga atau anak-anak, saya tidak menyarankan tinggal di kawasan ini.

Jalan di Geylang diberi nomor 1 hingga belasan. Jalan yang bernomor ganjil (1,3, dst) adalah surganya makanan enak, sedangkan jalan bernomor genap (2,4,dst) adalah red-light district. Hotel di Geylang menempati jalan bernomor genap, dan saran saya sebaiknya anda pilih hotel yang di lorong 2 sampai 8 yang relatif masih nyaman.
* Joo Chiat
Tidak jauh dari Geylang, Joo Chiat juga mempunyai banyak hiburan malam seperti bar dan club malam. Namun daerah ini bisa dibilang relatif ‘bersih’. Cukup banyak hotel murah di sini, sayangnya akses ke stasiun MRT juga cukup jauh.
* Bugis
Tidak banyak hotel murah di sini, terakhir saya tinggal di New 7th Storey Hotel (di belakang Bugis Junction) tapi sekarang sudah digusur untuk membangun jalur MRT baru. Namun Anda masih bisa menjumpai hostel. Kawasan ini enak menjadi basis tempat tinggal karena letaknya di tengah kota, banyak tempat makan dan shopping, dan aksesnya mudah.
* Little India
Daerah yang memang menjadi perkampungan orang India atau keling, menawarkan hotel murah dengan atmosphere berbeda. Anda juga dapat menemukan banyak makanan murah. Toko Mustafa, toserba yang terkenal dengan variasi barangnya yang banyak terletak di sini.
* Orchard Rd,
nah ini tentu saja daerah paling mahal untuk hotel. Minimal hotel di sini adalah bintang 3 dengan rate di atas USD 100. Tinggal di sini, belanja di sini, dan makan di sini, semua lengkap tapi mahal jika tinggal di kawasan Orchard.

Berikut adalah daftar hotel murah yang berhasil saya kumpulkan dan rekomendasikan.

* Hotel 81 Chinatown, karena lokasinya yang cukup strategis dan dekat ke MRT Chinatown, hotel ini menjadi rekomendasi utama, walaupun kamarnya cukup kecil. Harganya kadang mahal dan kadang murah tergantung promosi.
* Fragrance Hotel – Emerald, kamarnya cukup kecil namun bersih dan nyaman di kawasan Geylang. Biasanya menjadi hotel pilihan tour company.
* Fragrance Hotel – Oasis, di kawasan Balestier juga, kualitas lumayan standar.
* Fragrance Hotel – Joo Chiat
* Value Hotel, sebenarnya terdapat 3 hotel di lokasi yang berdekatan. Terletak di Balestier Rd. Silakan coba Value Hotel – Thompson, Balestier, dan Nice.

Sedangkan untuk pilihan backpacker, ada juga hostel murah. Biasanya berbentuk dorm, jadi ranjang yang disusun bertingkat atau satu ruangan besar berisi 4-8 bed. Ada yang campur (male + female) ada yang khusus dorm female. Beberapa hostel memberikan fasilitas dapur sehingga ktia bisa masak sendiri. Keamanan barang tentu saja tanggung jawab masing-masing, tapi tidak pernah ada kasus kecurian kok.

* Hangout @ Mt. Emily, di kawasan Little India, harga dorm sekitar SGD 40 / orang sudah termasuk breakfast
* Footprint, tidak jauh dari Hangout, harganya juga sekitar SGD30-40 / orang.
* Incrowded Backpackers Hostel, juga daerah Little India
* Bugis Backpackers, harga SGD 20-40 / orang
* ABCBackpackers, di daerah bugis

Hotel Bagus di Singapore

Seperti yang saya singgung di atas, batas murah dan mahal tiap orang berbeda. Ada orang yang senang berhemat di belanja namun ingin tinggal di hotel berbintang. Di sini saya berikan daftar beberapa hotel berbintang yang termasuk sangat baik. Harga kamar adalah harga termurah tipe double, namun kemungkinan besar Anda akan mendapatkan harga lebih mahal.

* Meritus Mandarin Hotel, 5*, Orchard, ~SGD 260/malam
* Crowne Plaza – Changi, 5*, Changi Airport, >SGD170/malam.
Satu-satunya airport hotel yang terhubung langsung ke terminal Changi, membuat hotel ini menarik bagi Anda yang ingin transit atau tidak ingin membawa koper ke tengah kota.
* The Regents Singapore – Four Seasons, 5*, Orchard, ~SGD 210/malam
* Siloso Beach Resort Hotel, 4*, Sentosa, ~SGD 200/malam.
Lokasinya unik terletak di pulau Sentosa, kelebihannya adalah lebih tenang dan suasana resort, minusnya adalah mencari makan di luar hotel yang cukup sulit.
* Holiday Inn – Atrium, 4*, Clarke Quay, ~SGD 160/malam
* Grand Mercure Roxy, 4*, Marine Parade, ~SGD 140/malam.
Tentunya pelayanan standar dari Accor menjadikan hotel ini sebuah pilihan menarik. Lokasinya di East Coast dan dekat dengan shopping center Marine Parade. Tersedia shuttle bus gratis ke airport.

LIBURAN KE LUAR NEGERI

SIAPA BILANG LIBURAN KE LUAR NEGERI MAHAL....
by: glensinemart


Bisa nggak sih kita liburan ke luar negeri dengan dana minim ? jawabannya pasti bisa. Selama ini yang ada dipikiran orang orang Indonesia, berlibur ke luar negeri itu mahal. Pertanyaannya kemana dulu ? Kalau ke Eropa, Australia, Amerika dan Eropa jelas mahal, karena biaya terbesar dari perjalanan ke luar negeri biasanya dihabiskan untuk tiket pesawat dan hotel. Makin jauh jarak yang ditempuh, makin besar pula biayanya. Lantas, apakah hal itu menjadi alasan dan penghalang keinginan kita melihat negara lain ? Jelas tidak. Berlibur ke luar negeri nggak usah jauh jauh dulu. Asia terlalu luas dan indah untuk bisa dieksplorasi. Datanglah ke negara negara terdekat dulu, mulai dari Singapura, Malaysia, Thailand, negara negara di Indochina (Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja) Philipine, Brunei, agak jauh dikit ke Hongkong, Macau, Hainan dan Zhenzhen, Guang Zhou dan Shanghai. Empat yang saya sebutkan terakhir membutukan visa kunjungan yang harus diurus sebelum memasuki tempat tempat itu, dan pastinya butuh biaya tambahan.

Saat ini berlibur ke luar negeri, khususnya di negara dan kota kota yang saya sebutkan di atas semakin tertolong dengan hadirnya penerbangan berbiaya rendah. Pesawat berbiaya hemat memang sedang jadi trend di dunia, di Australia bahkan di Eropa sekalipun. Di Asia, Air Asia menjadi tonggak penerbangan low cost carier. Hadirnya Air Asia mendorong lahirnya penerbangan berbiaya murah lainnya. Malaysia Airlines yang sempat terpukul dengan hadirnya Air Asia, akhirnya menyisakan sekian persen prosentase load foactor penumpangnya menjadi biaya murah. Di Singapura, hadir dua penerbangan murah, Tiger Air, ValueAir yang berafiliasi dengan Jet Star. Bahkan di Macau pun muncul Viva Macau dan di Thailand dengan Go Go Air.

Kehadiran penerbangan2 murah itu semakin mempermudah kita untuk berlibur ke luar negeri dengan budget kecil. Sebagai contoh, kemana kita bisa berlibur dengan uang 4 juta rupiah ? Dalam kamus saya, uang segitu sudah cukup untuk melihat megahnya Singapura, Malaysia dan Thailand Selatan (Phuket, Hat Yai, Songkhla dan sekitarnya). Kok bisa ? Ya bisa dong. Hitung hitungannya begini.

1. Pilih penerbangan ke Batam. Air Asia adalah pesawat termurah yang bisa membawa kamu ke Batam. Dengan catatan booking tiket beberapa bulan sebelumnya, minimal satu bulan. Dijamin murah. Kurang dari 400ribu, kamu sudah bisa sampai ke Batam.

2. Sesampai di Batam, kamu tinggal menyebrang dengan Ferry cepat menuju Singapura dengan ongkos sekitar 75 ribu. Bisa lebih murah lagi kalau langsung beli tiket pulang pergi.

3. Di negara kita perjalanan ke luar negeri masih diwajibkan membayar fiskal sebagai pajak negara, yang nggak jelas kemana perginya dan apa peruntukannya. Untuk perjalanan udara fiskalnya sebesar 1 juta dan lewat laut 500ribu. So di Batam kita hanya membayar 500 ribu. Dengan begitu, uang 1 juta sudah membawamu sampai ke Singapura.

4. Ingat. Biaya hidup di Singapura lumayan tinggi, mengingat rupiah yang semakin anjlok. Bagaimana menyiasatinya ? Cari hotel yang agak pinggirin, sebetulnya sih hostel aja udah cukup. Toh kita datang bukan untuk tidur. Di Singapur cukup banyak hotel dan hostel murah, meskipun sebetulnya masih tergolong mahal untuk ukuran turis kere. Kalau mau lebih murah lagi, ya nginap di Johor Bahru (Malaysia) aja. Tiap hari tinggal naik bis aja ke Singapura. Anggarkan 1 juta untuk penginapan, makan dan transportasi di negara ini (sebaiknya naik bis dan train aja, dijamin murah).

5. Uang kamu kini tersisa 2 juta. Dari Singapura perjalanan bisa diteruskan ke Malaysia. Naik bis dari Queen Street menuju Larkin Bus Station di Johor, hanya sekitar 15ribu. Dari Larkin silahkan naik bis ke Kualalumpur. Ongkosnya kurang lebih 25-30 Ringgit. Nah di Kualalumpur, hotel hotel murah bertebaran di sekitar terminal Pudu Raya, China Town, bahkan di Ampang. Makanan pun murah murah.

6. Dari Kualalumpur perjalanan bisa dilanjutkan naik bis lagi ke Hatyai, yang merupakan kota terbesar di Thailand Selatan. Lumayan jauh dan makan waktu. Tapi namanya juga backpacker, semua yang dilihat di sepanjang jalan akan menjadi kenikmatan. Dari Hatyai kalau budget masih memungkinkan, kita cukup naik mini bus lagi ke Phuket dan Shongkla. Yang pasti di kota ini persediaan uang kita sudah menipis. Silahkan kembali ke Kualalumpur dan naik Air Asia (pastinya sudah dipesan sebelumnya) kembali ke Jakarta. Murah kan ?

* Bagaimana dengan uang 10 juta ? Kalau gue sih uang segitu bisa membawaku ke Hongkong, Macau, Vietnam (Hanoi, Ho Chi Minh), Viantiane (Laos), Phnom Phen dan Siem Riap (Kamboja). Jujur aja sebagai orang yang suka travelling, kadang kadang tujuan dan budget menjadi tantangan tersendiri. Emang sih nggak semua perjalananku berbiaya murah, kadang kadang kalau mau sedikit bermewah mewah, ya harus merogoh kocek dalam dalam.

*** Kalau tidak ada halangan Maret nanti saya akan melakukan perjalanan ke Hongkong dan Macau (6 hari). Sebetulnya ada urusan kerjaan sih di Hongkong selama 3 hari. Tapi setiap perjalanan keluar negeri, pasti aji mumpung buat saya. Mumpung udah di Hongkong dan Macau, kenapa nggak nambah ke negara lain ? Akhirnya saya memutuskan setelah Macau dan Hongkong, saya akan melanjutkan perjalanan ala backpacker ke Vietnam (Hanoi, Ho Chi Minh), Viantiane (Laos), Phnom Phen dan Siem Riap (Kamboja). Berani ? Pastinya. Itulah tantangannya jadi backpacker, makin nyasar makin nikmat. Makin tidak aman, makin menantang. Pernah lho, saya masuk ke Thailand Selatan, ketika negara itu bergejolak di Yala dan Narathiwat, beberapa tahun lalu. Alhamdulillah, saya bisa melewatinya. Asal jangan ditantang ke Irak, Afganistan atau Korea Utara aja. Takutttt....

Perjalananku Maret nanti tergolong sangat murah, mengingat banyaknya destinasi yang saya datangi dalam waktu hampir 20 hari. Percaya atau tidak, saya hanya mengeluarkan uang sekitar 3,4 juta untuk 6 kali naik pesawat. Jakarta - Batam (Air Asia), Singapura - Macau/Hongkong (Tiger Air), Macau - Ho Chi Minh (Viva Macau), Ho Chi Minh - Hanoi (Valuair/Jetstar), Hanoi - Singapura (Tiger Air), Batam - Jakarta (Air Asia). Sisanya, akan saya lalu melalui darat. Misalnya ketika saya berada di Ho Chi Minh, maka saya akan mengunjungi kota kota dan negara terdekatnya dengan naik bis malam (untuk menghemat hotel). Begitu juga ketika berada di Hanoi, yang terdekat adalah ke Viantiane, Luang Prabang (Laos) dan kota kota lain di Utara Vietnam.

Apa yang membuatnya murah ? pertama adalah pemilihan rutenya, kedua adalah pemilihan pesawat dan waktu pemesanan tiket. Tiga bulan lagi sebelum berangkat, adalah waktu yang ideal untuk mendapatkan tiket murah. Dan yang pasti, pengetahuan dan pengenalan lokasi/negara destinasi kita ikut menentukan besarnya budget yang kita keluarkan. Jangan coba coba ke Vietnam, Kamboja, Laos bahkan Thailand kalau tidak menguasai daerahnya, dijamin nyasar dan susah bertanya. Apalagi kalau jalan sendiri seperti yang sering saya lakukan. So sebelum pergi, catat dan pelajari baik baik negara tujuan, berikut transportasinya, kota kotanya, tempat yang akan dituju. Makin banyak informasi yang kita punya, akan membantu lancarnya perjalanan liburan kita.

Dengan modal tiket pesawat, tentu tidak akan cukup, karena pengeluaran besar lainnya akan dihabiskan untuk hotel dan transportasi lokal. Untuk menghemat biaya hotel, usahakan naik bis malam untuk tujuan kota kota yang agak jauh. Lumayan kan 1 malam di bis bisa menggantikan 1 malam di hotel. Ingat tidak semua negara menyediakan hotel hotel murah. Contohnya hotel hotel di Hongkong dan Macau sangat mahal. Hostel termurahnya saja, tarif semalamnya rata rata 200ribu. Itu sudah hotel kelas kambing. Tapi kalau hanya untuk tidur, lumayanlah, sudah ber-AC kok. Walaupun cuman Ac bersuara diesel hehehe. Sekali lagi ingat, kita datang bukan untuk tidur.

Bagaimana dengan empat tujuan lain, Vietnam (Hanoi, Ho Chi Minh, Da Nang, Na Thrang, Ha Long), Siam Riap & Phnom Phen (Kamboja), Viantiane (Laos) ? Jangan khawatir, disana semuanya serba murah. Bukan cuman penginapan, transportasi bahkan hotel sekalipun tarifnya lumayan terjangkau.

Bagaimana dengan ke Australia ? Pastinya dengan tips tips di atas, kita pun bisa berlibur dengan murah meriah. Dengan modal tiket 4 juta, kamu sudah bisa mendapatkan tiket Singapore - Sydney - Singapore. Bukan cuman ke Australia, ke China, Taiwan, Korea dan India pun dapat dijangkau dengan biaya murah.

Jika tidak ada halangan, ada waktu dan kesehatan, aku pengen banget menjelajahi daratan Asia. Melakukan perjalanan darat dari Bangkok menuju Myanmar, masuk ke Bangladesh, India, Pakistan, Iran sampai deh ke Timur Tengah. Wuih pasti berbulan bulan. Sayang tidak semua negara membebaskan visa kunjungan. Sehingga urusan visa sebelum berangkat ke negara negara yang tidak bebas visa, sedikit membebani dan merepotkan.

Semoga tipsku bermanfaat. Kalau berminat jalan jalan ke luar negeri ke negara negara dan kota kota yang sudah saya sebutkan di atas, dengan biaya rendah, mungkin butuh sedikit guiding. So dengan senang hati aku bisa berbagi pengalaman dengan teman teman....

Selamat Berlibur

ke Hong Kong

Panduan Jalan Hemat ke Hong Kong & Macau
by: Febrie Ekaninggarani

Halo, selamat datang di artikel “Panduan Jalan Hemat ke Hong Kong & Macau”. Sama seperti artikel Panduan Jalan Hemat ke Eropa yang lalu, di sini saya akan mencoba menyajikan sebuah panduan untuk Anda yang ingin jalan-jalan ke HK-Macau tanpa bantuan tour, tentu saja dengan cara yang hemat.

Artikel ini akan terdiri dari beberapa page/halaman, yang akan saya tulis secara bersambung. Jadi jangan lupa untuk bookmark halaman ini supaya bisa datang lagi.

Javamilk Travel HK
Airline Booking

Normalnya tiket pesawat ke Hong Kong pp adalah sekitar USD 300-400 dengan pesawat Garuda Indonesia, Cathay Pacific, Singapore Airlines, dan masih banyak lagi.

Jika Anda ingin menghemat sekaligus jalan-jalan, gunakan Macau sebagai kota tujuan yang letaknya tidak jauh, atau bisa juga ke Senzhen (tetapi perlu visa). Beberapa low-cost airlines menawarkan tiket dengan harga miring, tentu saja dengan mengurangi sedikit kenyamanan untuk penerbangan sekitar 5 jam ini. Harganya bervariasi, kadang ada promo USD 0 (ditambah pajak). Harga nett rata-rata berkisar USD 50-100 untuk sekali jalan (berarti USD 100-200 utk pp).

Beberapa airlines yang menawarkan tiket murah ke Macau :

* Viva Macau (dari Jakarta)
* Tiger Airways (dari Singapore)
* Air Asia (dari Kuala Lumpur)

Dengan singgah di Macau, kita bisa dapat jalan-jalan di ‘Las Vegas’-nya Asia, dan nantinya dengan kapal jet Ferry menuju ke Hong Kong (HKD 135 satu arah, waktu sekitar 1 jam).

Sedikit catatan: mulai 28 Maret 2010, penerbangan Viva Macau telah dihentikan oleh pemerintah Macau. Penjelasannya dapat dibaca di artikel Goodbye to Viva Macau. Cukup sedih karena ini satu-satunya penerbangan direct Jakarta-Macau.

Ferry dari Macau ke Hong Kong

Bagi Anda yang ingin menempuh cara ini, berikut saya terangkan caranya. Secara singkat, tiba di Macau lalu naik kapal ferry ke Hong Kong. Waktu yang diperlukan dari Jakarta hingga Hongkong dengan cara ini setidaknya 7 jam.

Dengan penerbangan murah Anda akan tiba di Macau International Airport (MFM). Tergantung preferensi Anda, apakah mau menginap dan jalan di Macau dulu baru ke Hong Kong, atau nanti dari Hong Kong baru jalan di Macau. (Saran saya adalah ke Hong Kong dulu).

Setelah keluar dari imigrasi dan arrival hall, kita harus menuju Macau Ferry Terminal. Ada bebeberapa moda transportasi, yang paling gampang, cepat tapi sedikit mahal adalah dengan taxi sekitar MOP 50-60. Taxi selalu tersedia di airport dan kita tidak perlu banyak pilih, semua sama dan aman. Tinggal sebut ke driver kalau Anda ingin menuju Ferry Terminal yang paling dekat. Anda bisa bayar dengan mata uang lokal yang namanya Patacca atau bisa juga Hong Kong Dollar dengan rate yang sama (1 MOP = 1 HKD).

Alternatif lain menuju terminal adalah dengan bus kota (nomor: AP1), tetapi sering penuh dan repot jika Anda membawa koper besar. Selain itu kadang juga ada taxi ‘tembak’, yaitu mobil tanpa ada lisensi taxi. Satu lagi bacaan yang cukup penting adalah adanya layanan Express Link di Macau Airport sehingga Anda cukup lewat 1 kali imigrasi, lengkapnya bisa dibaca di Express Link Information.

Tiba di terminal Ferry (Anda akan di-drop langsung di depan departure hall), carilah loket yang menjual tiket ferry. Nah, sebelumnya Anda perlu tahu dulu tujuan di Hong Kong, apalah mau menuju Tsim Tsa Tsui di Kowloon atau menuju Central. Walaupun sebenarnya tidak terlalu masalah, sebaiknya pilih tujuan yang paling dekat menuju hotel Anda di Hongkong. Jika hotel berada di daerah Kowloon pilihlah ferry dengan tujuan Kowloon / Tsim Tsa Tsui, nama perusahaan ferry ini adalah FirstFerry. Sedangkan jika hotel Anda di daerah Central, Northpoint, Wanchai di Hong Kong island, pilihlah tujuan Central dengan kapal TurboJet.

Harga tiket ferry sedikit berbeda untuk kedua tujuan ini, jadi tidak usah banyak pilih. Yang perlu Anda tentukan adalah waktu keberangkatan sesegera mungkin. Interval keberangkatan umumnya setiap 30 menit sekali. Tiket menuju Kowloon/Tsim Tsa Tsui adalah HKD 135 di siang hari, malam hari harganya sedikit lebih mahal. Untuk detilnya anda bisa baca website First Ferry ini untuk tujuan TST dan website TurboJet untuk tujuan Hong Kong Island.

Setelah masuk dan melewati imigrasi, kita akan berada di departure lounge. Ruang tunggu ini cukup besar dan nyaman, dilengkapi dengan free wifi lagi. Duduk manis dan menunggu datangnya kapal. Tidak perlu berebut kursi di kapal, walaupun tiket diberi nomor kursi, pada umumnya orang boleh bebas memilih seat.

Perjalanan menyeberang laut ini ditempuh sekitar 1 jam (tergantung cuaca), kita bisa tidur-tiduran karena ayunan ombak. Bagi Anda yang pernah menyeberang Batam ke Singapore, kira-kira seperti itulah rasanya.
Tiba di Hong Kong

Karena saya menggunakan First Ferry tujuan Kowloon, saya tiba di China (HK) Ferry Terminal di daerah Kowloon. Sedangkan jika Anda naik TurboJet jurusan Central, akan tiba di Hong Kong Macau Ferry Terminal di daerah Sheung Wan (Central).

Melewati imigrasi yang tidak banyak tanya, begitu keluar terminal kita langsung disambut dengan shopping mall. Yah, jangan bingung karena Hongkong adalah surganya belanja. Cukup cari pintu keluar.

Untuk menuju stasiun kereta MTR terdekat, begitu keluar dari gedung Anda harus jalan arah ke kanan, lewati 2 lampu merah dan belok kiri. Anda akan menemukan Kowloon Park di sebelah kiri, jalan terus hingga menemukan Nathan Road. Di sini Anda bisa turun ke stasiun MTR Tsim Tsa Tsui, atau naik bus ke jurusan lain.

Kalau saya, hotel saya tidak jauh dari MTR TST ini, jadi langsung mencari alamat hotel.
Transportasi di Hong Kong

Moda transportasi di Hong Kong berupa subway yang dinamakan MTR, bus, ferry, serta tram (hanya di HK Island).

Untuk transportasi Anda tidak perlu bingung atau pusing, jalur MTR mengcover hampir seluruh wilayah Hong Kong, termasuk jalur khusus ke Airport, bahkan bisa sampai Shenzhen.

Mungkin Anda akan sedikit terbalik-balik menyebut MTR dan MRT, di HK perusahaan yang mengelola adalah MTR Corporation, makanya disebut MTR. Sedangkan MRT adalah nama umum kereta mass-rapid di seluruh dunia.

Modal utama Anda adalah kartu contactless yang dinamakan Octopus Card, bentuk dan fungsinya sama seperti Oyster Card di London atau ez-Link card di Singapore. Anda bisa beli di semua stasiun MTR, misalkan initialnya HKD 200, ini udah lumayan banyak. Jika nanti mau pulang tinggal minta refund. Hebatnya Octopus ini selain bisa dipakai untuk naik MTR, bisa juga untuk naik Bus, Tram, Ferry, serta sebagai alat pembayaran di toko-toko, persis seperti Flazz card BCA.

Jalur MTR di HK ada 6 line, walaupun tidak serumit Paris atau London, Anda bisa melihat dan merencanakan perjalanan peta jalur MTR di website MTR. Jalur yang paling sering dipakai adalah Red line, ini yang melewati Mongkong, TST, Kowloon, dan menyeberang tunnel bawah laut ke Central. Jalur MTR juga bisa membawa Anda hingga ke Airport dan Hong Kong Disneyland.

Harga MTR dihitung berdasarkan jarak, termurah adalah HKD 3.6 untuk 1-2 stasiun, dan termahal sekitar HKD 22. Tetapi menjadi lebih mahal jika pindah jalur/warna atau menyeberang tunnel. Misalkan dari Tsim Tsa Tsui (TST) ke Central (jarak 2 stop), karena menyeberang lautan menggunakan tunnel harganya adalah HKD 7.70.

Sedangkan untuk jarak dekat, Anda bisa menggunakan bus kota yang nyaman dan bersih. Biasanya dipakai untuk jalan dari Mongkok ke Tsim Tsa Tsui, dsb. Untuk mengetahui rute dan stop bus, Anda cukup mencari halte lalu lihat papan petunjuknya.

Ferry (dengan nama StarFerry) dipakai untuk menyeberang dari Kowloon/TST ke Central atau Wanchai. Ferry adalah alat transportasi yang paling murah untuk lintas laut ini (lebih murah dari pada menggunakan MTR) walaupun waktunya sedikit lebih lambat. Interval keberangkatannya sangat cepat, sekitar 10-20 menit sekali dan lamanya menyeberang adalah sekitar 15 menit. Oh ya, Ferry ini sudah menjadi tumpuan hidup warga Hongkong sejak 100 tahun lalu, tidak pernah berhenti beroperasi kecuali lagi ada topan. Jadi pastikan Anda mencoba menyeberang dengan Ferry.
Hotel di Hong Kong

Untuk urusan tidur, bisa dibilang Hong Kong cukup mahal. Dan jangan heran properti di Hong Kong harganya selangit, bahkan artis-artis Hong Kong yang belum mapan juga tidak mampu mempunyai rumah sendiri.

Jika Anda mencari hotel, saran saya sebaiknya carilah yang di district Kowloon (TST, Mongkok, Jordan) atau di Hong Kong Island (Central,Wanchai,Northpoint, Causeway Bay). Hotel yang jauh seperti di Lantau Island sepertinya tidak menarik. Pertimbangan lain adalah kemudahan akses MTR atau bus.

Anda bisa coba cari dan booking lewat Internet:

* Agoda.com
* Venere.com
* HostelBookers.com

Harga per malam berkisar USD 70-100 untuk bintang 2, sedangkan untuk budget USD 30-50 per malam, kita hanya akan mendapatkan kelas hostel. Jika Anda berniat untuk hemat, jangan ragu-ragu untuk memilih hotel murah seperti kelas hostel. Walaupun umunya dikelola oleh perseorangan, kamarnya kecil tetapi cukup nyaman.

Hotel Murah Hong Kong

Nathan Road adalah jalan panjang di district Kowloon, di sini sepanjang jalan terdapat ratusan tempat belanja, kira-kira seperti Orchard Rd Singapore (dugaan saya Orchard Road di Singapore meniru konsep HK). Tidak heran di sinilah tempat tinggal favorit para turis baik yang berkocek tebal maupun budget minded.

Ada 2 gedung yang bisa dibilang paling terkenal bagi kalangan budget traveler di daerah Tsim Tsa Tsui. Walaupun kesannya agak kumuh dan ramai, tapi memang beginilah keadaan gedung-gedung di daerah Kowloon.

* Chungking Mansion
Di gedung puluhan tingkat ini terdapat puluhan hostel yang harganya murah meriah. Jika pernah nonton film Chungking Express, mungkin Anda akan mendapat bayangan hotel ini. Anda harus jeli mencari hotel dan membandingkan review customer untuk mengetahui kualitas tiap hotel.
o Lucky Hotel, USD 50
o Guangdong guest house
* Mirador Mansion
Mirip dengan Chungking, dan letaknya hanya beda beberapa gedung, Mirador Mansion juga berisi puluhan hostel murah. Sebenarnya gedung ini adalah gedung residensial, tetapi disulap oleh beberapa pemiliknya menjadi hotel. Saya lebih prefer gedung ini dibanding Chungking, pengalaman saya lewat Chungking isinya banyak turis dari Afrika.
o Cosmic Guest House, USD 34. Pengelola hotel ini ternyata bisa berbahasa Indonesia! Dilengkapi dengan free wifi (dgn bandwidth 2Mbps) rasanya tidak keberatan tinggal di kamar yang kecil.
o USA Hotel

Selain ini masih banyak hotel murah lain seperti:

* Wangfat hostel di Causeway bay, sekitar USD35.
* Dragon hostel, di Mongkok

Hotel Berbintang

Jika Anda ingin tinggal di kelas yang lebih tinggi, beberapa list hotel yang bisa saya tulis di sini:

* Accor Hotel group (Novotel/Ibis), dengan yang paling murah adalah Ibis North Point Hotel (rate USD 50), sedangkan yang paling convenient adalah Novotel Nathan Road yang berada di Kowloon.
* Ramada Hong Kong Hotel, harga USD 75
* Ramada Kowloon Hotel, USD 83
* Bridal Tea House, hotel ini mempunyai banyak cabang dan harganya lumayan menarik berkisar USD 55-80. Misalkan di Hung Hom Wuhu, Yau Ma Tei, Kowloon.
* South Pasific Hotel, daerah Wanchai USD 70
* Cosmo Hotel, USD 93
* Metropark, hotel ini adalah hotel chain dan terdapat di banyak lokasi misalkan di Wanchai, harganya berkisar USD 90
* Hotel Nikko, 5* mulai USD 120 di daerah TST

Terima kasih atas antusiasme dan comment dari Anda yang mencapai 200-an. Untuk menjaga kenyamanan membaca artikel ini, fasilitas komentar saya tutup untuk page ini. Silakan menulis komentar/pertanyaan di page lain yang berhubungan.

Minggu, 12 Desember 2010

HAPS

High Altitude Platforms Systems (HAPS) : Wahana Terestrial Masa Depan
**Eddy Setiawan

Abstrak
The exponential growth of Internet and multimedia in big cities demand a high reliable and fast deployable infrastructure. These needs have been solved partly by the deployment of terestrial (wire, optical fiber and wireless) and satellite infrastructure. Anyhow each of the solution poses certain degrees of barier in term of cost, capacity and quality. The solution by applying a flying object flew closed enaough to the earth and high enough from ground could, in certain ways, solve the problems faced by the two previous infrastructure solutions. This solution is internationally named High Altitude Platform Systems (HAPS). This paper will highlight and summarize the idea, the technical and the applications issues of HAPS. This paper will be concluded by a summarized proposal of HAPS implementation in Indonesia.
Pendahuluan
Infrastruktur telekomunikasi dan broadcasting selama ini dibagi menjadi dua, pertama adalah infrastruktur terestrial dan kedua adalah infrastruktur extra-terestrial atau satelit. Infrastruktur terestrial terdiri dari terestrial darat dan laut, dimana untuk terestrial darat terdiri dari infrastruktur jaringan kabel (tembaga dan fiber optik) dan radio gelombang mikro. Sedangkan infrastruktur terestrial laut terdiri dari jaringan kabel tembaga dan fiber optik.
Setiap lapisan infrastruktur tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Infrastruktur terestrial meskipun mempunyai keunggulan di “unlimited bandwidth expansion” tapi kekurangannya adalah fleksibilitas dan mobilitas. Sedangkan infrastruktur satelit, kelebihannya adalah fleksibilitas dan mobilitas, tetapi resikonya tinggi, “limited bandwidth expansion”dan kelembaman waktu (time delay) tinggi khususnya untuk suara dan data interaktif. Sehingga penggunaan kedua infrastruktur tersebut mempunyai dua segment kebutuhan vertikal yang berbeda.
Di lain pihak, perkembangan dan konvergensi teknologi telekomunikasi, broadcasting dan informatika begitu cepat yang menghasilkan teknologi multimedia dengan berbagai macam aplikasi dan layana, berpita lebar dan berkecepatan tinggi. Kebutuhan akan jasa multimedia seperti ini disamping menuntut penambahan lebar pita frekuensi juga kecepatan implementasi. Sebagai solusi yang paling rasional adalah dengan pemanfaatan teknologi terestrial 'non-ground', alias wahana dirgantara super, pada ketinggian 20-50 km, dikenal dengan High Altitude Platform Systems (HAPS). Dalam perkembangannya ada beberapa solusi teknologi HAPS yang akan dijelaskan lebih lanjut.
Sejarah Singkat
Ketinggian 20 s/d 50 km dinamakan lapisan stratosfir. Penelitian terhadap lapisan tersebut sudah dilakukan lebih dari 40 tahun. Beberapa hal yang menarik adalah mengenai kestabilan perubahan angin pada ketinggian tersebut yang cenderung lamban dan konstan, 50 m/detik pada ketinggian 21 km [YCL-HYE].
Lapisan stratosfir berada diatas lapisan perubahan cuaca dengan suhu antara 0°C s/d -60°C dengan tekanan antara 90 mb s/d 0 mb[LC], serta jauh diatas jalur penerbangan sipil dan awan hujan (diatas kawasan turbulansi udara). Ditinjau dari aspek-aspek tersebut maka lapisan stratosfir dianggap layak untuk dimanfaatkan sebagai media observasi bumi dengan menggunakan wahana balon udara/gas atau pesawat terbang.
Dikaitkan dengan keperluan telekomunikasi maka lapisan stratosfir dapat dimanfaatkan untuk meletakan suatu wahana yang dapat memberikan layanan telekomunikasi dan broadcasting, atau multimedia, yang dapat memenuhi beberapa kriteria terbaik dari infrastruktur terestrial dan satelit, dinamakan High Altitude Platform System (HAPS).
Penelitian penggunaan HAPS sebagai wahana telekomunikasi dan broadcasting dilakukan oleh khusunya negara-negara maju, diantaranya Amerika Serikat, Eropa dan Jepang. Dalam hal ini, wahana HAPS dikembangkan dengan dua media yaitu : balon gas (gas yang lebih ringan daripada udara) dan pesawat terbang bermesin. Teknologi wahana balon gas dikembangkan oleh Amerika Serikat, oleh SkyStation dan SkySat, serta Jepang. Sementara teknologi pesawat terbang dikembangkan oleh Angel Technology (USA), dinamakan HALOTM (High Altitude Long Operation), dan oleh European Space Agency (ESA), dinamakan HALETM (High Altitude Long Endurance).
HAPS dibagi menjadi dua bagian utama, bagian pertama adalah platform (wahana) yang terdiri dari perangkat propulsi, bahan bakar, perangkat komunikasi pengendalian-pengukuran dan penyediaan energi. Bagian kedua adalah payload yang terdiri dari perangkat telekomunikasi atau broadcasting dalam bentuk semacam 'transponder'.
HAPS vs Terestrial dan Satelit
Seperti dijelaskan sebelumnya maka HAPS adalah solusi untuk mengatasi kekurangan yang ada pada infrastruktur terestrial dan satelit, untuk itu ada baiknya untuk membandingkan HAPS dengan teknologi terestrial bumi dan satelit.
Dari segi investasi, HAPS jauh lebih murah dibandingkan satelit GSO (36 transponder), sekitar 30% -nya saja, mengingat HAPS tidak memerlukan tempat, waktu peluncuran yang khusus dan tidak 'space standard'. Sementara itu payload dapat di upgrade sesuai kebutuhan atau dikembangkan secara mudah dan cepat. Dengan HAPS maka cakupan dapat digelar dengan cepat dan luas (radius sekitar 450 km s/d 500 km dari titik nadir). Biaya operasi HAPS relatif rendah, mengingat satu wahana HAPS dapat mencakup area yang luas, 637.000 km2 s/d 785.000 km2 dari ketinggian 21 km. Untuk SkyStation cakupan dibagi menjadi 2 : Urban Area Coverage (UAC) dan Suburban Area Coverage (SAC).[FRM]. HAPS beresiko rendah dibanding satelit, khsusunya dari segi teknis. Dengan HAPS, kecil kemungkinan wahana tersebut mengalami kecelakaan (meledak) atau hilang (miss-orbit). Penggelaran HAPS tidak memerlukan koordinasi global (konstalasi satelit LEO/NGSO) atau regional (satelit GEO/GSO). Dari sudut pandang aplikasi maka HAPS dapat diupgrade sesuai kebutuhan relatif jauh lebih murah dan mudah dibanding satelit, mengingat ketingginnya yang masih didalam atmosfir bumi.
Kapasitas HAPS, dengan payload seberat 1 ton (SkyStation) dapat memberikan output layanan sebesar 7 Gbps [YCL-HYE], sedangkan payload dapat berupa multi aplikasi. Sementara cakupan maksimal adalah antara 450 km s/d 500 km radius. Sebagai wahana pendukung aplikasi telekomunikasi, maka HAPS memiliki delay time (kelembaman waktu) yang jauh lebih kecil dibandingkan satelit yaitu sekitar 0,14 ms atau 140 ms. Dengan penerapan HAPS juga akan memperkecil faktor fading akibat tingginya sudut elevasi antara antena pengguna dengan wahana HAPS. Dimana untuk radius sampai dengan 150 km, dapat digunakan sudut elevasi antara 15° sampai dengan 30°. Resume perbandingan tersebut dirangkum dalam tabel 1.
Tabel 1. HAPS vs Terestrial dan Satelit

No Aspek Terestrial HAPS Satelit
1 Investasi Sedang Kecil Besar
2 Biaya operasi Sedang Sedang Besar
3 Resiko Kecil Sedang Besar
4 Koordinasi Lokal Lokal Internasional
5 Biaya upgrade Besar Sedang Besar
6 Kapasitas sistem Besar Besar Kecil
7 Cakupan geografis Kecil Besar Sangat Besar
8 Delay time Kecil Kecil Besar
9 Fading Besar Kecil Kecil

Khusus untuk delay time HAPS (kondisi line of sight): pada titik nadir 1 hop = 70 m sec dan untuk 2 hop =140 m sec. Sementara untuk titik terjauh (500 km dari titik nadir) delay time 1 hop = 1.668 m sec dan untuk 2 hop = 3.336 m sec.

Wahana HAPS

Seperti dijelaskan sebelumnya maka wahana HAPS ada dua: 1) balon gas dan 2) pesawat terbang. Seperti dijelaskan sebelumnya Skystation dan Skysat (Amerika Serikat) mengembangkan dengan wahana balon gas menyerupai 'Zepplin'.

a)b)



Gambar 1. a) HALO (Angel Technology)[ATI]. b) STS (SkyStation Inc).[SSI]

Wahana STS SkyStation Inc seperti dijelaskan oleh [YCL-HYE] diresumekan dalam tabel 2.


Tabel 2. Data teknis platform balon gas Skystation
No Kriteria teknis Besaran Catatan
1 Platform weight 6.750 kg
2 Dimension at Ø max. (145 x 52) meter Diameter maksimum
3 Altitude 21 km 69.000 kaki
5 Masa operasional > 5 tahun
6 Electrical output max. 515 kW Pada saat siang hari
7 Load Power max. 135 kW 20 kW untuk payload
115 kW untuk platform
8 Top speed 107 knot
9 Cruising sbpeed 40 knot
10 Closed Loop Control GPS Window of : (400 x 700) meter


Sedangkan gambar 2 menunjukan karakter line of sight dari HALO serta pembagian area cakupan dan pelayanan.




Gambar 2.Karakter LOS dari HALO Angel Technology [JN]

Wahana HAPS STS SkyStation dapat beroperasi tanpa awak selama 5-6 tahun dengan station keeping atau stabilisasi ketinggian dan posisi menggunakan motor listrik. Sementara HALO beroperasi secara siklus setiap 5-7 jam sekali, sehingga dibutuhkan 1 armada pesawat HALO dan landasan pacu dibeberapa tempat.

Payload HAPS

Sementara itu tabel 3 merangkum aspek teknis payload berikut layanan yang diberikan dari wahana STS SkyStation.

Tabel 3. Aspek teknis payload STS SkyStation
No Kriteria Teknis Besaran Catatan
1 Berat 1.000 kg
2 Switch ATM onboard
3 Catu daya maksimum 20 kW
4 Antena Spot beam 1 spot = 150 km (diameter)
5 Connection E1 dan T1 - via LAN, PSTN, ISP
6 Rate services Fixed, Variable
7 Frekuensi 2 GHz - 50 GHz Tergantung aplikasi.


Sementara itu aplikasi yang dapat memanfaatkan HAPS adalah :

Internet : baik sebagai akses atau backbone.
Telekomunikasi: voice fixed dan cellular / wireless dan data.
Broadcasting : TV, Radio dan data (paging).
Video conference.
Tele-medecine.
Tele-education.
E-shopping dan E-commerce.
Remote sensing : monitor polusi, tata ruang daerah, kebakaran hutan dan potensi kelautan.
Civil service : keamanan, pemberi tahu dini (kebakaran hutan, bencana alam dll).
Komunikasi militer dan penginderaan militer.
Pengaturan lalulintas dan keperluan kepolisian.
Telecommuting.
Skenario Implementasi
HAPS dapat diimplementasikan secara stand alone, artinya sati HAPS untuk satu kota/aplikasi dan tidak terkait dengan HAPS yang lain, atau sebagai satu kesatuan jaringan (beberapa HAPS saling terhubung). Penggunaan HAPS jaringan biasanya untuk mencakup daerah yang sangat luas atau memanjang, seperti contohnya jalur pantai utara Jawa sebagai pendukung cellular atau remote sensing.


HAPS dapat diterapkan sebagai faktor komplemen dari jaringan terestrial atau satelit yang ada. Umumnya digunakan sebagai backup emergency atau pelimpahan beban traffic. HAPS dapat diimplementasikan sebagai wahana broadcasting TV, radio dan data baik secara individu (stand alone), network atau komplemen.


Untuk Indonesia, maka skenarionya adalah tahap 1 implementasi HAPS untuk Jakarta, Surabaya, Medan dan Bali. Untuk aplikasi internet, broadcasting, telekomunikasi (selular), pengendalian lalu lintas kendaraan dan monitoring polusi lingkungan hidup. Tahap 2, HAPS diimplementasikan untuk sub-urban dengan aplikasi internet, broadcast, telekomunikasi, tele-medecine, tele-education dan penginderaan jarak jauh. Sedangkan tahap 3 untuk daerah rural/remote (hutan dan laut) HAPS dapat digunakan untuk penginderaan jarak jauh dan telekomunikasi.


Perlu dicermati pula penggunaan spektrum frekuensi,mengingat HAPS payload dapat memanfaatkan pita frekuensi 2 GHz (L band) sampai dengan 50 GHz (V band). Hal ini mengingat di Indonesia khususnya dan di Asia Pasifik umumnya mempunyai curah hujan kumulatif rata-rata yang tinggi.


Tabel 4. Tingkat curah hujan di Indonesia dan Asia Pasifik. [ES]
Waktu (%/tahun) 1,0 0,3 0,1 0,03 0,01 0,003 0,001
Hujan (mm/jam) 12 34 65 105 145 200 250


Kesimpulan


HAPS merupakan teknologi baru dan teknologi masa depan meskipun sudah lama dikembangkan di negara-negara maju. Pengembangan HAPS dapat pula dilakukan di negara berkembang, karena teknologi HAPS tidak mempunyai kompleksitas etinggi satelit dan resiko yang rendah pula.


Namun demikian, pemahaman dan penelitian HAPS harus dilakukan secara sinergis dari berbagai disiplin ilmu dan ke-tehnikan. Penelitian terhadap karakter meteorologi-geofisika atmosfir dan karakter propagasi frekuensi (khususnya frekuensi EHF) merupakan hal-hal yang penting dilakukan didalam penguasaan dan penerapan HAPS di negara berkembang atau Indonesia. Disamping itu perlu pula dicermati pengaruh interferensi frekuensi uplink dengan satelit dan sistem terestrial (uplink dan down link).

Sebagai informasi maka bulan September 2000 akan diadakan seminar : the 1st Indonesia High Altitude Platform Systems (HAPS) 2000 di Jakarta dengan para pembicara dari pihak industri HAPS, regulator, penelitian dan ground equipments sebagai langkah awal pengenalan dan implementasi HAPS di Indonesia. Kegiatan ini di organisir oleh Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI).

Referensi

[YCL-HYE] Yee Chun Lee & Huanchun YE, Skystation Stratospheric Telecommunication Systems, A High Speed Low Latency Switched Wireless Network; American Institute of Aeronautics and astronautics. Inc ; Document no A98-18885; AIAA-98-1394; 1998.

[LC] Laurant Castanet, Propagation Terre-Espace, ONERA CERT France, 1999.
[JN] James Martin and Nicholas Collela, Broadband Services from High Altitude Long Operation (HALO) Aircraft, Angel Technologies Corporation, 1997-1998.
[SSI] SkyStation Inc., www.skystation.com
[ATI] Angel Technology Inc., www.angelhalo.com
[ES] Eddy Setiawan, Pengenalan Umum Frekuensi Kadan Industri Satelit Telekomunikasi Pita Lebar, Newsletter ASSI No 4 Vol 1, Elektro PII nomor 30 tahun VI, Maret 2000.
[FRM] Francesco Mini, Roberto Mizzoni and Mauro Piccinni, Skysation Stratospheric Telecommunication New Payload Description, American Institute of aeronautics and Astronautics, AIAA-98-1255, 1998.

L S C X Ku K Ka V W mm umm - Band

Quick-Reference
Satellite Frequency table
1–2 GHz L Band
2–4 GHz S Band
4–8 GHz C Band
8–12 GHz X Band
12–18 GHz Ku Band
18–27 GHz K Band
27–40 GHz Ka Band
40–75 GHz V Band
75–110 GHz W Band
110–300 GHz mm Band
300–3000 GHz u mm Band
=================================================

World Radiocommunication Conference-2000The Main Issues and Region 3 Cooperation in Preparation for the Conference
**www.elektroindonesia.com

1. Introduction
Recently, radiocommunications is the fastest growing segment of the international telecommunications market. With an ever-changing range of new applications, from mobile telephony and data messaging to wireless computer networking, global mobile personal communications by satellite (GMPCS), environmental monitoring systems and subscriber-based satellite television and broadcasting systems, the demand for radio frequency spectrum or ‘bands’ dedicated to these services is growing at an enormous rate.
However, the radio frequency spectrum, although reusable, is a finite natural resource which is already heavily used by some 40 services. In addition, some bands are unsuitable, for technical or economic reasons, for use by certain systems, and the problem of congestion becomes apparent.

From 8 May to 2 June 2000, ITU’s World Radiocommunication Conference (WRC 2000) will be convened in Istanbul Turkey. The conference is considered as an event which will play a key role in determining what kinds of wireless systems will be available at the start of the next millennium.

Until the close of the conference on Friday 2 June, the meeting rooms of the Istanbul Convention and Exhibition Centre (ICEC) will be the home of close to 2 000 participants representing both government and private interests. Delegations led by senior government officials and including executives from the corporate world will negotiate on how to make use of the radio-frequency spectrum – a finite resource – equitably and to improve ‘spectrum efficiency’ of radiocommunications services – that is, the ability to deliver the same service using less spectrum or to share spectrum with other services without causing harmful interference.

2. World Radio Communication
The four-week long conference, which is held every two to three years, is the forum where countries decide on the shared use of the frequency spectrum to allow the deployment or growth of all types of radiocommunication services, from television and radio broadcasting to mobile telephony, maritime and aeronautical navigation and safety systems, and science services.
One of the most important tasks of each World Radiocommunication Conference is to examine and decide on proposals for new or revised frequency allocations required for the introduction of new services or expansion of existing ones. As the usable portion of the frequency spectrum becomes ever-more heavily subscribed, and as more and more new services clamoring for the allocations needed to make their systems operational, the stakes at each conference are getting higher and higher.

3. WRC-2000 Agenda
The agenda for each WRC is prepared well in advance. The general scope of the program is determined four years before the conference itself, then fine-tuned by the WRC that precedes it and adopted by the ITU Council. The ITU Radiocommunication Study Groups and other components of the Radiocommunication Sector are then charged with preparing the groundwork for each issue under consideration by the conference. A Conference Preparatory Meeting (CPM) collects submissions from these groups and prepares a comprehensive report which outlines in detail the matters under consideration. The CPM-2000 concluded its work on 26 November 1999 with a 2.5 cm thick report which represents the best information on technical, operational and regulatory/procedural issues relevant to the topics of the WRC 2000 agenda to provide a basis for discussions.
The WRC-2000 agenda includes many difficult and important items. The Conference will consider possible frequency allocations and necessary regulatory modifications which will facilitate the use of frequency bands up to 275 GHz by practically all radiocommunication services. Some of the issues were pending topics in WRC-97 which were not concluded in 1997.

Among them will be:

a.Consideration of additional global spectrum identified for IMT-2000 which is foreseen for initial commercial deployment in 2001

International Mobile Telecommunications-2000 (IMT-2000) is the ITU vision of global mobile access in the 21st century. Scheduled to start service around the year 2000 subject to market and other considerations, IMT?2000 is an advanced mobile communications concept intended to provide telecommunications services on a worldwide scale regardless of location, network, or terminal used. Through integration of terrestrial mobile and mobile-satellite systems, different types of wireless access will be provided globally, including services available through the fixed telecommunication networks and those specific to mobile users. IMT-2000 proposes a range of mobile terminal types, linking to terrestrial and/or satellite-based networks, and the terminals may be designed for mobile or fixed use.

The IMT-2000 terrestrial standard consists of a set of radio interfaces which allow performance optimization in a wide range of radio operating environments. Satellite interfaces cover LEO, MEO and GEO orbits as well as those specifically aimed at maximizing the commonality between terrestrial and satellite interfaces.

IMT-2000 will provide wireless multimedia service capabilities, harnessing the power of the Internet for e-commerce while on the move, instant access to personal or business information and for entertainment. The economic benefits of this new global standard will be felt by all ITU Member States as wireless access provides a cost-effective solution to the "telecommunications gap" between developing and developed countries.

At WARC?92, 230 MHz of spectrum was identified for IMT-2000/FPLMTS via a provision (No. S5.388) in the Radio Regulations (RR). However, due to the tremendous growth in mobile communications since then, and the demand for wideband multimedia capability, the expected demand for additional IMT-2000 spectrum after the initial deployment must be considered.

b.Review the power limits for the sharing of bands currently allocated exclusively for aeronautical and maritime navigation systems, with the Mobile Satellite Service.

These bands are currently used by Global Navigation Satellite Systems (GNSS) such as GPS and GLONASS. This issue caused considerable debate over the suitability of these bands for the MSS in 1997 and discussions on the possible sharing of the band was postponed until WRC 2000 to allow for technical studies to be carried out.

c.The protection of radioastronomy services which are not easily able to share with other services and which are prone to interference with mobile services (terrestrial and satellites).

With the explosion in the use of mobile services, the problem of interference with radioastronomy has triggered concerns among radioastronomers. They are now seeking a "quiet zone" where they could have their antennas and telescopes and where any other radio transmissions would be banned. That would however not solve the problem of possible interference from non-geostationary satellites. Moreover, to study the expansion of the Universe, astronomers claim to need to use the entire frequency spectrum at specific times and places and not the part of the spectrum they have been allocated.

d.The review of the power limits which were provisionally agreed in 1997 for the sharing conditions in the band 10-18 GHz between the non-geostationary satellites and existing geostationary satellite and terrestrial networks including television broadcasting.

The sharing conditions were particularly important for ‘broadband’ global satellite systems which have the potential to deliver Internet and multimedia applications to homes and businesses anywhere in the world. This new breed of system, the best-known of which are currently the Bill Gates/Craig McCaw-backed Teledesic project, Alcatel’s SkyBridge and Galileo.

This was one of the most controversial issues of the 1997 conference. In defining the regulations needed to prevent such a scenario, proponents of non-GSO FSS systems attempted to push for provisions that would not unduly hamper their plans. Some took the view that more spectrums for these kinds of broadband systems would mean a better chance of fair competition between systems. The WRC-97 tried to achieve a balance between clearing the path for healthy, equitable growth of these systems and protecting geostationary systems. One proposed way of achieving this was to limit the emission power of LEO satellites. And now, the power limits which were provisionally agreed in 1997 are to be reviewed.

While CPM brought parties close together on those limits, it is up to WRC 2000 to decide on the basis of proposals by countries and negotiations to take place in Istanbul.

e.To determine a technical basis for re-planning the broadcasting satellite service which delivers direct-to-home television services.

These technical bases are to provide each country an amount of spectrum that permits the development of an enhanced broadcasting satellite system. The issue of capacity for future additional requirements such as sub-regional systems is also to be taken up. This was also a difficult topic at WRC 97 as well as the issue of defining the conditions under which countries could broadcast outside their national territory.

f.To decide on sharing criteria between stations in the High Density Fixed Service (HDFS) and stations in other services to which the frequency bands above 30GHz are allocated.

High-density applications in the fixed service applications are being used increasingly to provide significant number of point-to-point (P-P) and/or point-to-multipoint (P-MP) services in the bands above 30 GHz. These new types of services are starting to be used by service industries to optimize their business operations. For example, with HDFS, multiple links to commercial offices such as banks in city business districts can replace a "spaghetti" of hard wires to provide the links. With HDFS, the links are wireless. Further, for applications previously not done through central polling, (for example water or gas meters that are currently read one by one by people sent to the premises where they are located), HFDS will make it possible to automate the tasks. Availability of small, light-weight components and a high degree of frequency re-use are key factors in enabling the deployment of a large population of fixed service systems.

g.To identify the extent to which sharing of the bands designated for High Altitude Platform Stations (HAPS) in the fixed service is feasible with systems in the other services using the same bands.

A new telecommunication concept using High Altitude Platform Stations (HAPS) for providing fixed service operations such as SkyStation was officially recognized by WRC 97 which made provisions for operation in the 47.2-47.5 GHz and 47.9-48.2 GHz bands.

h.Frequency allocation for Little LEO

For GMPCS systems operating below 1GHz (in many cases, so-called ‘Little LEO’ systems), delegates will be required to examine different ways of alleviating spectrum overcrowding, including complex frequency-sharing scenarios that would see new systems sharing the airwaves with existing terrestrial and fixed-satellite services. The sharing difficulties with terrestrial services are compounded in many systems by the high number of satellites many of these systems comprise, and the high number of zones over which they operate. Studies already undertaken have shown that interference to conventional systems could mean occasional disruption of service ranging from every 10 hours to every 21 months. The conference will have to decide whether to delay further allocations pending more extensive studies – which would hamper operators and delay the launch of these non-GSO services – or whether the level or possibility of interference would be low enough to allow for simple fine-tuning once systems have been launched.

i.Satellite Network Co-ordination, Including the Problem of ‘Paper Satellites’

For satellite systems to operate effectively, they need to be ‘coordinated’ – that is, their operating frequencies and orbital positions need to be checked before they can be put into service, to ensure that they are not going to cause interference to other satellites already in place. This co-ordination is the responsibility of the ITU, which receives all requests for new satellite systems, and performs the checking of operational parameters and publishes a Master International Frequency Register of all satellites currently in place.

For some time, the coordination of satellite networks has been problematic, due to the rapidly growing demand for satellite-based services. There is strong competition in the marketplace between operators, who are keen to move quickly to get a foothold in emerging new markets, and who are pushing for faster co-ordination procedures and notification of satellite positional allocations. In regions with a high concentration of planned and existing satellites, the congestion and difficulties in obtaining coordination agreements are such that some operators are bringing systems into use, or repositioning existing satellites, without proper co-ordination. In the regions with highly ‘valuable’ orbital positions – such as those covering lucrative markets – real conflicts are beginning to emerge. At present, there is no formal means of resolving such disputes.

Resolution 86 (PP-98) resolves to request WRC-2000 and subsequent WRC’s to continually review and update the advance publication, coordination and notification procedures, including the associated technical characteristics, and the related Appendices of the Radio Regulations, so as to ensure that they reflect the latest technologies, as well as to achieve additional simplification and cost savings for the Radiocommunication Bureau and administrations. Some administrations suggest the use of coordination arc concept, decoupling of the uplink and downlink filings, multilateral coordination meeting, et cetera.

Paper Satellites
Another consequence of this problem of co-ordination is the issue of so-called ‘paper satellites’. These are satellites systems which have been notified to the ITU and coordinated, but which in reality have never been launched. Paper satellites have largely come about because of desire to ‘hoard’ satellite slots for future use.
WRC-97 produced Resolution 49, which contains provision about ‘administrative due diligence’. Under the principle of due diligence, the ITU would require satellite operators to regularly provide information on the implementation status of any planned system, with failure to comply resulting in loss of the priority rights of that system to certain frequencies and orbital positions. The general secretary of ITU will report at the WRC-2000 the effectiveness of the procedure.

Resolution 88 (PP-98) instructs WRC-2000 to consider whether, in the light of the Council decisions, any relevant amendments to the Radio Regulations may be necessary for the implementation of processing charges for satellite network filings. The Council Decision recommends that operators be required to pay a filing fee for initial applications, a registration fee covering any system recorded in the Master International Frequency Register.

4.Region 3 Cooperation

To help ensure good preparations, BR has worked very closely with regional entities, inter alia, the Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU), the Asia-Pacific Telecommunity (APT), the Arab States Broadcasting Union (ASBU), the respective units of the European Conference of Postal and Telecommunications Administrations (CEPT), the Inter-American Telecommunications Commission (CITEL), the European Broadcasting Union (EBU), the Pan African Telecommunication Union (PATU) and the Union of National Radio and Television Organizations of Africa (URTNA).

In WRC-97, it was the first time that agreed regional proposals have been developed for Region 3, which was represented by the Asia-Pacific Telecommunity (APT). It was a significant step forward in terms of cohesion in the region as well as providing considerable assistance for successful completion of the WRC itself. The main advantage to the ITU-WRC process is the combining of various countries’ individual proposals into a set of regional proposals. The APT meeting enabled various differences between country proposals to be resolved through a regional discussion process. Such a process tends to remove proposals which receive no support, to improve the quality of proposals and generates a better and wider understanding of the issues. These factors contribute directly to the reduction of the total volume of proposals to be considered by the WRC, facilitate the efficient handling of less controversial matters and achieve a clearer focus on the more difficult issues.


Figure 1. Region 3

In preparation for the WRC-2000, APT held four meetings. The first meeting in preparation for WRC-2000 was held in Bangkok on 6-8 May 1998 discussed about HF Interference and BSS Replanning Meeting (APG2000-1). The second meeting was held in 11-16 April 1999 Bangkok. The 2nd APT Conference Preparatory Group Meeting for WRC-2000 (APG2000-2) and the 3rd APT Conference Preparatory Group Meeting for WRC-2000, in 4-8 October 1999 in Australia which produced the APT provisional views which were submitted to the CPM-2000.

On 31 January – 4 February, 2000, APT held The 4th APT Conference Preparatory Group Meeting for WRC-2000 (APG2000-4) produced the APT provisional views and proposals whish were submitted to the WRC-2000 and were also distributed to all Region 3 countries and to Members of the Informal Group for WRC-2000 preparations for the information of countries in Regions 1 and 2.

The APT common proposals cover the whole range of WRC-2000 agenda items, including regulatory and procedural matters, HF aeronautical and maritime mobile bands, broadcasting-satellite, mobile-satellite and fixed-satellite services, space science services, fixed services, PP 98 and the agenda for WRC-2003. While nearly all of the proposals were agreed unanimously, a few were strongly supported, but not agreed by all and these form separate parts of the documents.

The final step will be the coordination of the efforts of APT and ITU Region 3 Member countries to promote the APT proposals during the Conference, and to work together to achieve the best possible results. This will necessarily require negotiation of compromises where there are contentious issues and proposals from other regions. This process will be helped considerably by the success of the APT regional meeting which has established good working relationships, and a better understanding of the issues and the needs of different countries in all three ITU regions.

Indonesia Preparation
As a member of ITU and APT, Indonesia has intensely involved in the preparation of the WRC not only in the ITU forums but also in the APT forums. Under the coordination of Department of Communication, all interested party, including frequency users and operators have been preparing for Indonesia views in the WRC. Indonesia is supporting a number of APT common proposals. Those proposals that are not supported, are submitted directly to the WRC’2000 as separate proposals. Some issues being concerned are especially related with regulatory procedures and frequency allocation, for example allocation for Little LEO, Mobile Satellite Services, Maritime services and IMT-2000.
5. Conclusion
The array of issues facing WRC-2000 is formidable. The Conference has many very substantial issues to address concerning the HF aeronautical and maritime mobile bands, broadcasting-satellite, mobile-satellite and fixed-satellite services, space science services, fixed services, as well as setting the agenda for WRC-2003.
Despite a very good working atmosphere in the preparation of the technical basis for WRC 2000 carried by CPM, the competing interests and approaches to make use of spectrum for systems deployment and growth are likely to give rise to tough negotiations in Istanbul. Nevertheless, the extensive preparatory work and coordination within and between regions has paved the way for early decisions on many matters, and this should enable the conference to focus its major efforts on the more difficult issues.

Achieving a successful outcome will depend more than ever on good management and a high degree of cooperation among the numerous countries and delegates expected to participate in WRC-2000.

Reference:
“Turkish government and ITU sign agreement to host WRC 2000”, ITU Press Release ITU/99-25 16 December 1999
ITU-R Report of the CPM to the WRC-2000
“Major Agreements Reached at WRC 97”, ITU Press Release ITU ITU/97-20
21 November 1997 David Hartley, “Region 3* and worldwide cooperation in preparation for WRC-97”, ITU News Room CMR 1997
Asia-Pacific Telecommunity (APT) Conference Preparatory Group (APG) Common Proposals for the Work of the Conference
http://www.itu.int
http://www.aptsec.org/radio/apt-wrc.htm
Note :
For the purpose of radio conferences, the world is divided into three regions:
Region 1: Europe (including the whole territory of the Community of Independent States) and Africa
Region 2: the Americas
Region 3: Asia and Australasia

Quick-Reference Frequency table 1–2 GHz L Band
2–4 GHz S Band
4–8 GHz C Band
8–12 GHz X Band
12–18 GHz Ku Band
18–27 GHz K Band
27–40 GHz Ka Band
40–75 GHz V Band
75–110 GHz W Band
110–300 GHz mm Band
300–3000 GHz u mm Band


Cessy Karina

Syariah Vs Konvensional

Bank syariah tidak memberikan pinjaman dalam bentuk uang tunai, tetapi bekerja sama atas dasar kemitraan, seperti prinsip bagi hasil, prinsip penyertaan modal, prinsip jual beli, dan prinsip sewa.
be well,
Dwika



Perbankan syariah Vs Konvensional
**ariesyevo.blogspot.com

Perbankan Syariah waktu beberapa tahun belakangan ini sedang naik daun, dipicu dengan besarnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan kehalalan dalam berbenturan dengan perbankan. Sedikitnya ada beberapa faktor yang menjadi pemicu perkembangan Perbankan Syariah sekaligus menjadi pembeda antara perbankan syariah dan perbankan konvensional, yaitu:
1. Pasar ( Market )
Tidak ditetapkannya Nasabah hanya dari golongan orang muslim, dibeberapa bank Syariah banyak nasabahnya yang non muslim.
2.bagi hasil
sistem bagi hasil terbukti lebih menguntungkan dibandingkan dengan sistem bunga yang dianut bank konvensional (bagi bersarkan besasr kecilnya pendapatan lembaga),
3 Pinjaman
bank syariah tidak memberikan pinjaman dalam bentuk uang tunai, tetapi bekerja sama atas dasar kemitraan, seperti prinsip bagi hasil (mudharabah), prinsip penyertaan modal (musyarakah), prinsip jual beli (murabahah), dan prinsip sewa (ijarah).
4 prinsiplaba
Laba bagi bank syariah bukan satu-satunya tujuan karena bank syariah mengupayakan bagaimana memanfaatkan sumber dana yang ada untuk membangun kesejahteraan masyarakat (lagi pula, bank syariah bekerja di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah).
Mengapa Bank Syariah dirasakan lebih adil dan lebih memberikan kenyamanan kepada nasabahnya? Hal ini disebabkan karena prinsip-prinsip dasar yang berjalan di bank-bank syariah yang menjadikan sebuah perbedaan mendasar dengan bank Konvensional banyak terletak pada pelayanan nasabah diantaranya :
1. prinsip keadilan, yakni imbalan atas dasar bagi hasil dan margin keuntungan ditetapkan atas kesepakatan bersama antara bank dan nasabah,
2. Prinsip kesetaraan, yakni nasabah penyimpan dana, pengguna dana dan bank memiliki hak, kewajiban, beban terhadap resiko dan keuntungan yang berimbang, dan
3. prinsip ketenteraman, bahwa produk bank syariah mengikuti prinsip dan kaidah muamalah Islam (bebas riba dan menerapkan zakat harta).
2.BANK SYRIAH
Syariah merupakan hukum, yaitu hukum yang diterapkan dari, oleh, dan untuk islam. Syariat menjadi satu dalam Al Quran dan As Sunnah Rasulullah saw. Masa sebelum ada bank syariah kata syariah sudah dikenal dalam konteks bernegara di NKRI.
Pada awal pembuatan UUD 1945 kata syariah menjadi salah satu kata dalam sila Pancasila yang berbunyi Sila 1. Ketuhanan Yang Maha Esa Dengan Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk – Pemeluknya. Kata syariah setelah kejadian itu kemudian artinya menjadi ibadah, yaitu sahadat, sholat, zakat, puasa dan haji. Kelima rukun islam itu kemudian dijalankan sebenar-benarnya sesuai syariah, sehingga yang tidak sesuai syariah batal.

Pada era reformasi kata syariah kembali dipentas bernegara baik dalam ibadah, politik, ekonomi, bahkan sampai dasar negara. Sehingga pada tahun 1999 M asas tunggal Pancasila dihapuskan, sehingga tidak ada lagi asas tunggal pancasila dalam berpolitik, ekonomi dan lain-lain. Orde sebelum reformasi perbankkan adalah konvensional semua yang memiliki bunga dan dihukumi sebagai riba. Riba dalam syariah dilarang karena menambahkan takaran atau terjadi ketidakadilan. Selain dalam bentuk bunga, riba juga dikenal dalam jual beli, seperti menaikkan timbangan, menambahkan uang kembalian, atau menambahkan uang yang diniatkan untuk mendapatkan keuntungan. Sehingga jajanan atau jualannya jadi ramai karena pengembaliannya dilebihkan atau timbangannya dilebihkan dari harga sesungguhnya.

MUI mengharamkan riba namun MUI bukan wakil pemerintah yang bisa menghentikan riba, sehingga bermunculan bank-bank syariah atas dorongan dari MUI. Dengan jalan mendirikan bank syariah ini ternyata mampu menjadi pioner terbebas dari kendala moneter dunia pada era 2000-an M. Sekarang hampir bank-bank konvensional mendidikan cabang atau merchandish bank syariah.

Campuran hitam dan putih ini menjadi abu-abu, bank di Indonesia hampir semuanya abu-abu. Karena mereka sudah saling bekerjasama antar bank. Bank konvensional dan bank Syariah mendirikan ATM bersama, membuat pelayanan bersama. Dalam perbankkan abu-abu ini tindak kriminal yang menggunakan uang dan disimpan diperbankkan menjadi tidak bisa diketahui. Peledakan JW Marriot dan Rich Carlton di Jakarta belum bisa diungkap, bank mana yang menjadi sumbernya? Dalam arti bank abu-abu ini tidak memiliki kekuatan dan keberanian untuk menolak nasabah yang berusaha haram, baik perseorangan ataupun perusahaan.

Jadi dalam keabu-abuan ini perbankkan Indonesia harus lebih berani untuk mengambil sikap ada dijalan haram atau halal, dengan proaktif menyebarkan informasi kepada masyarakat akan hala dan haram. Semoga pada saatnya nanti yang abu-abu akan menjadi putih karena seringnya disiram dengan air jernih Ramadhan 1430 H dan ramadhan-ramadhan selanjutnya. Siraman ramadhan dapat diartikan sebagai pencerahan sebulan yang sudah dilakukan beberapa awal tahun 2008 M. Pada saat bulan ramadhan Metro TV menyiarkan acara saur dengan tema bank syariah. Begitu seterusnya, pada setiap ramadhan. Sayangnya, usaha ini seperti halnya acara sinetron, diputar berulang-ulang menjadikan tidak menarik. Apalagi tidak ditindak lanjuti dengan sosialisasi offline, dengan sosialisasi perdusunan atau pedesaan yang kontinyu.

Usaha-usaha offline untuk menjelaskan bagaimana perbankkan syariah yang putih, tidak abu-abu sangat dinantikan, meskipun tidak harus mengatakan sebagai bank syariah. Misalnya, semua persyaratan dan ketentuan sudah terpenuhi, semisal meninggalkan riba atau bunga bank. Maka bank tersebut tanpa mengatakan dan menambah nama syariah masyarakat sudah mengetahuinya. Model seperti ini yang kemudian dikenalkan, bahwa bank di Indonesia adalah syariah, bank adalah syariah, bank adalah tidak berbunga, bank adalah anti riba, bank adalah bagi hasil usaha dari investasi nasabah, bank adalah tempat pinjam-meminjamkan uang yang halal. Sehingga syariah itu akan berguna untuk semua segmen masyarakat tanpa embel-embel syariah dibelakangnya.
Diposkan oleh aris.yevo

Selasa, 07 Desember 2010

HOT PROMO Hong Kong Disney

Hong Kong Disney HOT PROMO
Posted By travelyuk On 01 Oct 2010. Under Hot Promo, Wisata Tags: hong kong, info wisata, jalan-jalan, liburan, plesiran, wisata


from USD 635
04 DAYS WONDERFULL DISNEY IN HONG KONG
01 malam di Disney Holywood Hotel
02 malam di Hong Kong

BONUS : 02 hari bermain di Disneyland Theme Park Hong Kong City Tour.

from USD 531
03 DAYS THE MAGIC DISNEY IN HONG KONG
02 malam Hotel di Hong Kong
01 hari Hongkong Disneyland Theme Park Fullday Tour
termasuk antar jemput Hotel – Disney – Hotel.

from USD 662
05 DAYS HONG KONG SHENZHEN MAGICAL FAMILY FUN
03 malam di Hong Kong, 01 Hotel di Shenzhen
Hongkong Disneyland Theme Park
Hong Kong City Tour, Shenzhen : Splendid China & menonton Show China Folk Cultural Village

from USD 591
04 DAYS HONG KONG DISNEYLAND
03 malam Hotel di Hong Kong,
Antar Jemput : Airport – Hotel – Airport
01 Hari Pass Hongkong Disneyland Theme Park termasuk antar jemput Hotel – Disneyland – hotel. Bonus half day HKG City Tour.

from USD 820
06 DAYS HKG-SZX MAGICAL FAMILY FUN+MACAU
03 malam di HKG, 01 malam di SZX, 01 malam di MFM
01 hari bermain di Disneyland Theme Park, HKG City Tour, SZX City Tour and MFM city tour

from USD 825
05 DAYS HONG KONG DISNEY + THE VENETIAN MACAU
02 malam di Hong Kong City, 01 malam di Venetian Macau Resort
01 malam di Disney Hollywood Hotel, HKG – Macau – HKG Ferry Ticket, 02 hari bermain di Disneyland Theme Park,

BONUS : HKG City Tour

from USD 922
06 DAYS HKG SZX MAGICAL FAMILY FUN + VENETIAN MACAU
03 malam di Hong Kong, 01 malam di Shenzhen,
01 malam di Venetian Macau Resort, Hong Kong Disneyland, HKG City Tour, Shenzhen City Tour, dan Macau City Tour

Hong Kong Special FIT SEP 2010 – JAN 2011
Posted By travelyuk On 02 Oct 2010. Under Hot Promo, Wisata Tags: hong kong, jalan-jalan, liburan, plesiran, wisata



Full Itinerary please call 021 – 96684876 | 7990233 | 36754513

0852 216 420 88 | 0878 8625 3801

e-mail hari.isnaeni@travelyuk.com



SYARAT & KETENTUAN
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari ketidaknyamanan dalam pelayanan terhadap Anda.

Syarat dan Ketentuan Reservasi Hotel

Kami menggunakan 2 cara reservasi :

1. RESERVASI DAN KONFIRMASI MELALUI CUSTOMER SERVICE

•Hubungi Kami Untuk reservasi via YM, Telepon, SMS atau Email
•Setelah Reservasi Di Approve oleh Hotel, Kami Akan Info Anda
•Silahkan Hubungi Hotelnya Dulu, Utk Memastikan Bahwa Reservasi Atas Nama Anda Sudah Ada
•Silahkan transfer atau cash.
•Voucher akan kami kirim via email
2. ONLINE RESERVATION DENGAN INSTANT CONFIRMATION

•Dalam hal ini kami bekerja sama dengan Agoda.com, Hotel Club dan Rates To Go, silahkan Anda pilih untuk mendapatkan harga termurah.
•System pembayaran by online dengan Credit Card.
Booking via Agoda.com, klik banner dibawah


Booking via Hotel Club, klik banner dibawah


Booking via Rates To Go, klik banner dibawah


khusus untuk hotel DOMESTIC lebih murah jika Anda booking melalui bagian RESERVASI kami. Sedangkan untuk International Hotel bervariasi.

KETENTUAN PEMESANAN

•Semua harga yang ditampilkan adalah harga diskon dan berlaku untuk pemesanan melalui web kami
•Harga setiap kamar yang dipesan dari kami adalah harga nett sudah termasuk pajak dan servis, kecuali biaya tambahan jika pembayaran melalui metode Cash On Delivery (COD) yang vouchernya diantar langsung ke tempat anda oleh kurir kami ( Khusus wilayah JAKARTA).
•Harga kamar adalah per kamar per malam
•Semua pesanan & paket yang kami tawarkan dalam situs ini hanya diperuntukkan bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing pemegang KIMS / KITAS.
•Harga pesanan & paket kami sewaktu-waktu dapat berubah, mengikuti harga yang dikeluarkan oleh pihak hotel, dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada anda sebelum konfirmasi pesanan dilaksanakan.
•Kenyamanan anda di hotel yang telah anda pesan dari kami sepenuhnya merupakan tanggung jawab dan service dari pihak manajemen hotel.
KENTENTUAN PEMBATALAN

•Cancellation fee akan dikenakan kepada anda, jika anda membatalkan pesanan yang sudah dikonfirmasi (oleh anda kepada kami) dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum tanggal check – in , sebesar 1 (satu) malam untuk setiap tipe dan jumlah kamar yang dipesan oleh anda.
•Meninggalkan hotel lebih awal dari jadwal yang telah dipesan tidak mendapatkan pengembalian pembayaran.
•Biaya pembatalan juga akan mengacu pada koresponden saat reservasi dan rekonfirmasi.
PROSEDUR PEMBAYARAN DAN KONFIRMASI PESANAN

•Diperlukan pembayaran didepan melalui bank transfer atau cash untuk semua reservasi yang sudah dibukukan / confirmed.
BCA KCU Bandung
No Rek : 0080398557
a/n Hari Isnaeni WSM

Bank Mandiri KCP JKT Pejaten
No Rek : 127-00-0519039-0
a/n Hari Isnaeni WSM

BCA KCP Gatot Subroto Jakarta
No Rek : 1451143030
a/n Hani Yulith Puspanita

Bank BRI Jakarta Pasar Minggu
No Rek : 0339-01-056614-50-1
a/n Hani Yulith Puspanita

•Petugas reservasi kami akan langsung membatalkan pesanan yang telah anda konfirmasikan sebelumnya, jika pembayaran belum dilakukan sebelum batas pembayaran. Hal ini berarti anda harus melakukan reservasi dari awal.
•Voucher atau kupon hotel akan di email atau di fax bila diperlukan.
•Untuk COD (Jakarta) akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp.25.000,-
PROSES PENGEMBALIAN KEUANGAN

•Semua pengembalian pembayaran mengacu pada ketentuan pembatalan pemesanan masing-masing hotel
•Jika proses pembatalan disetujui maka kami akan mengembalikan pembayaran dalam jangka 14 hari kerja
•Pengembalian dengan bank transfer dikenakan biaya sebesar Rp 25.000,-
Akhirnya, merupakan suatu kebanggaan bagi kami www.travelyuk.com untuk melayani reservasi hotel anda dengan tetap menunjukan komitmen yang tinggi pada visi dan misi sebagai Internet Travel Indonesia : Better, Cheaper, Faster.

Langkah Mudah

10 Tips dan Langkah Mudah Menaikkan Page Rank Blog Anda
http://pengembangandiriku.blogspot.com/

Menaikkan page rank blog sebenarnya bukan hal yang terlalu sulit, hanya dibutuhkan sedikit usaha dan kreativitas maka dalam waktu yang tidak terlalu lama Google akan memberikan blog anda hadiah berupa kenaikan page rank...oke tanpa perlu berlama - lama lagi, inilah 10 cara, tips dan langkah mudah menaikkan page rank blog anda, silahkan disimak dan diterapkan di blog anda.....

1. Masukan URL blog anda ke sebanyak mungkin blog directory - blog directory yang populer dan ber-page rank tinggi minimal yang PR 4 ke atas

2. Masukan URL blog anda di semua search engine terkemuka seperti Google, Yahoo, Bing, AOL, dan sejenisnya

3. Bangun link exchange atau tukeran link dengan blog yang PR-nya lebih tinggi dari blog anda, bila perlu yang ber page rank 3 keatas dan sebisa mungkin yang relevan dengan niche blog anda

4. Masukan URL blog anda di sebanyak mungkin social media terkenal seperti Facebook, Twitter, Technorati, Digg, Reddit!, StumbleUpon, LinkedIn, MyBlogLog, BlogCatalog dan sejenisnya

5. Upayakan untuk selalu menyebarkan atau memasang URL blog anda disebanyak mungkin blog - blog yang do follow meski page rank-nya masih rendah

6. Masukan artikel terbaik anda di sebanyak mungkin article directory - articel directory baik yang lokal seperti Lintasberita.com, Infogue.com, Artikelmu.com dan article directory internasional lainnya serta tinggalkan link blog anda disetiap artikel tersebut

7. Blogwalking dan tinggalkan jejak URL blog anda di kotak komentar blog, lebih baik lagi yang kotak komentarnya sudah do follow

8. Konsisten dalam membangun konten yang powerful dan berkualitas serta berkharakter, karena jika pengunjung atau pembaca blog anda senang dan tertarik dengan blog anda, mereka dengan suka rela akan memasang link blog kita di blog mereka

9. Aktif di forum - forum yang terkait dan relevan dengan niche blog anda serta selalu tinggalkan link blog anda disetiap thread atau topik.

10. Gabung dan aktif di milist - milist yang berbeda, lebih bagus lagi yang memiliki kaitan dengan tema blog kita dan jangan lupa untuk selalu tinggalkan signature blog kita disana


Demikian 10 cara, tips dan langkah mudah menaikkan page rank blog, silahkan diterapkan dan lihatlah apa yang akan terjadi.... ada tambahan barangkali?