link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Sabtu, 18 Desember 2010

Shenzen

Shenzen – Wanna Stay Longeer !! (Rabu, 6 Oct 2010)
by FEBRIE

Hari ini kami akan berangkat ke Shenzen, Cina. Barang kami yang seabreg2 itu kami titipkan di pemilik City Econo Guest House, bayarnya 15 HKD per tas. Menaiki MTR dilanjutkan dengan KCR, kami pun akhirnya sampai di Lo Wu – Luo Hu, perbatasan antara HongKong dan Cina. Target utama kita pagi ini adalah mengurus Visa On Arrival (VOA) di Lo Wu. Sayangnya saat itu kami belum punya mata uang Yuan. Jadilah tanya sana-sini dimanakah kiranya si money changer berada. Wah parah deh, begitu udah masuk wilayah perbatasan kontan masyarakatnya udah ga bisa Bahasa Inggris. Berbekal petunjuk dari seorang guard, kami pun akhirnya menukarkan uang kami pada seorang bapak yang sama sekali tidak ada tampang money changernya. Dan beneran deh, setelah dicek si Bapak ambil untung 50 ribu rupiah untuk per 1000 Yuan.

Kami segera naik ke lantai atas, bagian pengurusan VOA dan ternyata kami menemukan money changer pas di sebelahnya, sial! Proses VOA sendiri hanya memakan waktu sekitar 40 menit dan musti merogoh kocek seharga 160 Yuan. Keluar dari sana kami langsung menuju Moslem Hotel menggunakan taksi. Kota Shenzen agak berbeda dengan HongKong. Di Shenzen jalannya lebih luas dan tampak lebih sepi namun kotanya sendiri termasuk bersih. Bangunan Moslem Hotel sendiri sudah agak tua sehingga warna catnya mulai kusam. Tapi kamarnya jauh lebih lega, selain itu di dalam hotel itu ada restoran halal namanya Moslem Resturant. Secara umum kami puas dengan kondisi kamarnya termasuk resepsionisnya yang sangat membantu :) .

Kami pun segera jalan untuk menuntaskan list kami, yaitu visit ke Windows of The World (WoW). Apa itu WoW? WoW adalah tempat wisata yang luasnya puluhan hektar dimana isinya adalah miniatur2 kebudayaan dunia. Sebut saja misalnya menara Eiffel, menara Pisa, Taj Mahal, mpe Borobudur juga ada hanya dalam ukuran yang lebih kecil. Tidak hanya itu saja, di dalamnya juga ada beberapa wahana permainan seperti Dufan dan atraksi2 yang layak untuk ditonton. Kami kesana menggunakan bus dengan lama perjalanan 45 menit. Pas banget deh buat istirahat memulihkan tenaga :) .

Setelah makan KFC di sana, kami pun masuk. Begitu masuk jangan oh jangan lupa untuk mengambil peta WoW yang disediakan disana kalau ga ingin tersesat. Berbekal peta itu kita bisa memilih miniatur mana yang akan kita kunjungi. Selain itu, nama miniatur juga hanya tercantum di peta itu doang. itu artinya kalo lo pergi ke Menara Eiffel, lo ga bakalan nemu tulisan bertuliskan ”Menara Eiffel” disana. Tapi siapa sih yang gatau Eiffel, hehehe. nah masalahnya miniaturnya ada 200-an bo, dan apakah lo yakin akan mengetahui semua nama kebudayaan dunia? Sebut saja teman gw, Elsa. Dia sering banget denger nama Colosseum dan yang dia tahu hanyalah bahwa Colosseum itu bentuknya lingkaran. Walhasil, tiap ngeliat miniatur berbentuk lingkaran akan dia klaim sebagai Colosseum :D . Sama ma gw yang mengklaim setiap tiang adalah totem :( .

Sebenarnya kita bisa saja mengelilingi tempat ini menggunakan scooter (1 scooter bisa muat 2 orang) tapi bayarannya booo..120 Yuan/jam! Bisa juga mengelilingi tempat ini dari atas menggunakan monorail seharga 58 Yuan. Menurut gw, tempat ini sangat layak dikunjungi dan insya Allah bisa kurus dengan cepat kalo niat mengelilingi dari awal mpe akhir, hahahahah.

Di tengah rasa excited campur lelah mengelilingi WoW dan berfoto (beneran deh kita seperti lagi Amazing Race!), tidak sengaja kami melewati stand yang sangat menarik mata. Di stand itu digantung berbagai macam kostum cantik dari berbagai negara, pluuus di dindingnya tertempel foto2 para wisatawan yang memakai kostum2 itu!! Duh cantiknyaaa tambah lagi si penjual berkata “Only 20 Yuan, only 20 Yuan!!”.

Kontan mata gw ma Elsa langsung membelalak. Berfoto di WoW dengan memakai baju negara lain?? Wah pas banget tuh buat dipamerin :p, cuma 20 Yuan pulak!! Dengan tanpa ragu kami langsung memilih2 kostum kesukaan kami. Gw yang sejak dulu adalah penggemar komik dan film Jepang langsung memilih kimononya Oshin. Sementara Elsa yang sudah lama mengimpikan menjadi putri Huan Zhu langsung menyabot kostum negara Cina itu.

Segera si pelayan mengambil kameranya. Kami pun berfoto seorang2 dengan berbagai macam gaya. Si pelayan jeprat-jepret 5x dan setelah itu kami dipersilakan untuk mengambil foto sesukanya menggunakan kamera sendiri. Oh bayangkanlah, itu kan kesempatan langka. Kapan lagi bisa berpose macam2 dengan kostum unik seperti ini?

Segera gw dan Elsa menjauh ke suatu taman dan mulai bergaya2 centil. Dari pose berdiri, pose duduk, miring sana miring sini kami jabanin. Mpe gw serasa sedang main film Jepang aj dan akhirnya nekat mengambil pose berlari sambil berseru “Oshiiiin…!!!!” Elsa pun tak mau kalah, dia juga ikut mengejar sambil berseru ”Putri Huan Zhuuuu…!!” Duh, yang satu ga ingat udah umur berapa, yang satunya lagi ga peduli udah punya anak berapa :p.

Satu hal yang luput dari perhatian kami adalah bahwa hanya kami berdua – turis yang memakai kostum itu sampai hampir 30 menit!! Kontan kami diliatin pengunjung lain. Daripada bikin malu nama Indonesia, akhirnya kita udahan dan pergi mengambil fotonya.

“This Mam, 20 Yuan per each”. Whaaat????!!! *Ape die kate..? kok tiba2 jadi mehong yee??

Gw : “You say 20 Yuan per each not 20 Yuan for these 5 pictures?”

Pelayan : “No, 20 Yuan per each!” Heh??!!

Gw : “May I just take one picture and pay 20 Yuan?” (masih usaha nawar)

Pelayan : “No, you have to take them all.”

Ngeeek!! Pantesan ni pelayan tadi baek bangeeet… :( . Agak2 berat akhirnya gw en Elsa melepas 100 Yuan kami. Longok2 dompet, duit yang tersisa ga sampai 100 Yuan padahal habis ini kami berencana mau ke Splendid China untuk menonton pertunjukan kolosal 500 performers yang sangat terkenal itu, dimana harga tiket masuknya seharga 140 Yuan dan mesti bayar cash, aaaarggghhh!!! Obsesi Oshin dan Putri Huan Zhu ini membawa CELAKAAAAAA T-T.

Walo jengkel abis tapi setelah dipikir2 akhirnya kami bisa menerima kenyataan ini. Soal fotonya ternyata cakep2 (menurut kita loh) dan setelah dikurskan ke rupiah ternyata harga perlembarnya hanya sekitar 25 rebu. Yaah lumayaanlah. Mau lihat hasilnya? Wkwkwkwkw, narseeeesss!!

Batal ke Splendid China, kami putuskan ganti haluan mengunjungi Dongmen Pedestrian Street. Ini adalah kawasan perbelanjaan barang2 tiruan yang harganya murah. Bahkan setelah gw bandingkan, Dongmen lebih murah daripada Ladies Market di Mongkok. Sayangnya begitu memasuki Pasar Dongmen yang ada dalam bangunan, bau pesing langsung tercium. Duh palagi kita emang mau ke toilet, ya langsung batal, ga kebayang deh gimana kondisi toiletnya. Cina memang terkenal dengan toilet umumnya yang jorok. Hanya sekedar nasihat, kalau udah di Shenzen atur aj porsi minumnya. Semakin anda sering ke toilet umum, semakin menderitalah anda.

Malamnya kami memilih untuk mencicipi masakan Moslem Restaurant. Curry Chickennya lumayan enak namun yang bikin heran – sampai tisu makan pun dikenai biaya :p. Sebenarnya ada banyak tempat yang bisa dikunjungi di Shenzen tapi kami hanya mengalokasikan waktu 1 malam, jadi mau tak mau ya besok pagi mesti pulang T-T. Bye Shenzen..

Tidak ada komentar: