link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Jumat, 07 April 2017

Griseofulvin 125mg 1x4 = 500mg x1


Griseofulvin adalah obat dengan fungsi untuk mengobati infeksi seperti kurap, kaki atlet, gatal atlet, dan infeksi jamur di kulit kepala, kuku tangan, atau kuku kaki. Griseofulvin adalah obat antijamur untuk infeksi yang disebabkan oleh jamur.

Griseofulvin adalah obat yang diminum untuk mengobati infeksi jamur pada kulit misalnya di selangkangan, paha, serta kulit kepala. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk infeksi jamur yang menyerang kuku kaki dan tangan.
Griseofulvin masuk ke daftar obat-obatan utama Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Badan ini mengategorikan griseofulvin sebagai salah satu obat terpenting yang dibutuhkan dalam sistem kesehatan dasar. Griseofulvin tersedia dalam bentuk tablet dan cairan yang diminum.
griseofulvin-alodokter
Tentang Griseofulvin
Jenis obat Anti jamur
Golongan Obat resep
Manfaat Mengobati infeksi yang disebabkan oleh jamur pada kulit dan kuku
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat Tablet dan cairan yang diminum
Peringatan:
  • Griseofulvin sebaiknya tidak digunakan oleh wanita hamil atau menyusui.
  • Jika Anda adalah pasangan yang sedang berencana memiliki anak, kehamilan hanya boleh terjadi setelah masa pengobatan griseofulvin selesai. Untuk wanita, Anda baru boleh hamil setidaknya sebulan setelah masa pengobatan selesai. Sedangkan untuk pria, Anda baru boleh membuahi pasangan setidaknya 6 bulan setelah masa pengobatan selesai.
  • Tanyakan dosis griseofulvin untuk anak-anak kepada dokter.
  • Harap berhati-hati jika Anda menderita penyakit lupus, gangguan hati, dan porfiria.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis GriseofulvinUntuk orang dewasa, dosis griseofulvin berkisar antara 500-1000 mg per hari. Dosis ini biasanya untuk sekali minum per hari, namun tidak menutup kemungkinan dokter akan membaginya. Dosis biasanya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, kondisi kesehatan, dan respons pasien terhadap obat.
Untuk pasien anak-anak, dosis juga akan disesuaikan dengan berat badan mereka.

Mengonsumsi Griseofulvin dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan griseofulvin sebelum mulai mengonsumsinya.
Telanlah tablet griseofulvin dengan dibantu air minum. Obat ini sebaiknya dikonsumsi setelah makan agar bisa diserap secara maksimal oleh tubuh.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi griseofulvin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi griseofulvin, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Tapi jangan menggandakan dosis griseofulvin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Durasi pengobatan dengan griseofulvin bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Pengobatan bisa berlangsung beberapa minggu atau bulan.
Jangan mengonsumsi alkohol ketika menggunakan griseofulvin karena efeknya dikhawatirkan dapat berbahaya bagi tubuh.
Pada beberapa kasus, griseofulvin dapat membuat kulit penggunanya menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jika Anda mengalami hal ini, lindungilah kulit dari sinar matahari saat melakukan aktivitas di luar dan gunakan losion tabir surya.
Penting bagi Anda untuk tetap menggunakan griseofulvin walau kondisi tampak sudah membaik atau paling tidak hingga dua minggu setelah gejala infeksi hilang. Hal ini dilakukan untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh dan tidak kembali.
Ketika Anda menjalani pengobatan dengan griseofulvin, usahakan untuk tetap rutin menemui dokter agar perkembangan kondisi Anda bisa diketahui.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Griseofulvin
Sama seperti obat-obat lain, griseofulvin juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang biasa terjadi setelah mengonsumsi obat anti jamur ini adalah:

Domperidone 10mg 2x1


Domperidone merupakan obat golongan anti-emetik yang dapat meredakan rasa mual, muntah, gangguan perut, rasa tidak nyaman akibat kekenyangan, serta refluks asam lambung.  Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk penggunaan jangka pendek.
domperidone-alodokter
Dalam meredakan rasa mual, domperidone mempercepat pencernaan makanan di dalam perut agar lanjut ke usus dan dengan demikian mencegah muntah. Meski begitu, penggunaan obat ini harus dilakukan secara hati-hati karena berisiko mengganggu detak jantung, terutama pada orang-orang yang telah berusia lanjut.

Tentang Domperidone

Jenis obat Anti-emetik
Golongan Obat resep
Manfaat Meredakan mual dan muntah, gangguan pencernaan, dan refluks asam lambung
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak di atas usia 16 tahun
Bentuk obat Tablet, cairan yang diminum, dan suppositoria

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil, sesuaikan penggunaan domperidone dengan anjuran dokter. Namun bagi wanita yang sedang menyusui, obat ini tidak disarankan.
  • Tanyakan dosis domperidone untuk anak-anak kepada dokter.
  • Harap berhati-hati jika menderita gangguan ginjal, hati, memiliki tumor pada kelenjar pituitari, memiliki masalah pada jantung, dan memiliki masalah pada sistem pencernaan, seperti pendarahan atau penyumbatan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Domperidone

Dosis yang biasanya direkomendasikan bagi orang dewasa dan remaja di atas 16 tahun adalah 10 mg dengan frekuensi konsumsi maksimal tiga kali sehari. Dilarang mengonsumsi domperidone melebihi 30 mg dalam waktu satu hari. Jangka waktu maksimum umumnya adalah 2 minggu.

Mengonsumsi Domperidone dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan domperidone sebelum mulai mengonsumsinya. Domperidone sebaiknya dikonsumsi 30 menit atau satu jam sebelum makan agar efek kerjanya terasa. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.Pengobatan dengan domperidone biasanya hanya berlangsung dalam jangka pendek, yaitu tidak lebih dari dua minggu. Jika setelah lewat satu minggu Anda masih merasakan gejala mual dan muntah, sebaiknya hentikan penggunaan domperidone dan temui kembali dokter yang meresepkannya.

Cotrimoxazole 400+80mg 2x1



Cotrimoxazole


Cotrimoxazole adalah antibiotik kombinasi trimethoprim dan sulfamethoxazole yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Kombinasi ini dengan perbandingan satu bagian trimethoprim dan lima bagian sulfamethoxazole.  Antibiotik ini bekerja dengan cara menghambat enzim metabolisme asam folat pada bakteri yang peka.
Trimethoprim sendiri adalah bakterisida sedangkan sulfamethoxazole adalah bakteriostatik.
Dalam bentuk kombinasi, antibiotik ini berfungsi sebagai bakterisida.
Cotrimoxazole bermanfaat untuk mengobati infeksi-infeksi oleh bakteri yang resisten sulfamethoxazole tapi masih peka terhadap trimethoprim.

kemasan



cotrimoxazole tablet

cotrimoxazole tablet
Antibiotik ini umumnya dipasarkan dengan kemasan berikut :
  • dos 10 x 10 tablet
Tersedia juga sediaan-sediaan berikut :

kandungan


Setiap tablet Cotrimoxazole mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :
  • trimethoprim 80 mg
  • sulfamethoxazole 400 mg

Indikasi


Kegunaan cotrimoxazole adalah untuk pengobatan infeksi- infeksi berikut :
  • Infeksi saluran pernafasan : otitis media akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae. Eksaserbasi akut bronchitis kronis yang disebabkan oleh pneumoniae atau H. influenzae, sebagai obat alternatif jika obat golongan penicillin tidak dapat digunakan.
  • Infeksi saluran pencernaan : sebagai pencegahan traveller diare yang disebabkan oleh bakteri E. coli, sebagai alternatif antibiotik golongan quinolon.
  • Infeksi saluran kemih : obat ini juga bermanfaat untuk pengobatan infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri coli, Klebsiella, Enterobacter, Morganella morganii, Proteus mirabilis, atau P. vulgaris.
  • Brucellosis dan kolera : obat ini adalah antibiotik alternatif untuk pengobatan brucellosis untuk pasien yang tidak bisa menggunakan tetracycline (misalnya anak-anak).
  • Infeksi mikobakteri : infeksi kulit yang disebabkan oleh Mycobacterium marinum juga bisa menggunakan antibiotik ini.
  • Pertusis : sebagai alternatif erythromycin.
  • Demam tifus dan infeksi Salmonella lain : umumnya demam tifus diobati dengan antibiotik golongan quinolon atau cephalosporin generasi ketiga seperti ceftriaxone dan cefotaxime, namun cotrimoxazole sering digunakan sebagai alternatifnya.
  • Selengkapnya lihat dosis.

Kontra indikasi 


  • jangan menggunakan antibiotik ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap  trimethoprim dan sulfamethoxazole, obat-obat golongan sulfonamide lainnya.
  • Penggunaan obat ini untuk pasien dengan gangguan hati dan ginjal yang berat sebaiknya dihindari.
  • Jangan digunakan untuk wanita hamil terutama menjelang kelahiran, anak < 2 tahun (kecuali untuk pengobatan atau pencegahan pneumocytosis jiroveci (P. carinii) pada bayi dari usia empat minggu atau lebih).
  • Obat ini diketahui ikut keluar bersama air susu ibu, oleh karena itu pemakaian selama menyusui sebaiknya dikonsultasikan pada dokter.

Efek Samping cotrimoxazole


Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat menggunakan antibiotik ini :
  • Efek samping cotrimoxazole yang umum seperti mual, muntah, ruam, diare , demam, gatal nyeri otot dan sendi.
  • Reaksi alergi yang parah bisa terjadi bagi orang-orang yang sensitif terhadap obat-obat golongan sulfonamide termasuk cotrimoxazole, seperti sindrom stevens-johnson, nekrolisis epidermal toksik, nekrosis hati fulminan, agranulositosis, anemia aplastik, dan diskrasia darah lainnya.
  • Hati-hati terhadap kemungkinan super infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur atau bakteri pada pencernaan.
  • Obat ini bisa menyebabkan hemolisis pada pasien yang kekurangan enzim glukosa-6-fosfat  dehidrogenase (enzim yang berperan dalam produksi sel darah merah), terutama jika diberikan pada dosis yang tinggi.
  • Pada pasien lanjut usia, efek samping lebih rentan terjadi misalnya penekanan sumsum tulang dan penurunan trombosit (terutama jika obat ini diberikan bersamaan dengan diuretik jenis tiazid).

Perhatian  


Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :
  • Penggunaan antibiotik ini harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma bronkial.
  • Orang-orang yang kekurangan folat seperti pasien lanjut usia, pecandu alkohol, sedang menggunakan obat anti konvulsan, atau oang-orang yng mengalami malnutrisi, jika menggunakan cotrimoxazole harus mendapatkan perhatian serius.
  • seperti antibiotik lainnya obat ini harus digunakan sampai dosis yang disarankan habis. Jangan menghentikan pemakaian sebelum waktunya untuk menghindari terjadinya resistensi.
  • Pasien yang menggunakan antibiotik ini harus mengkonsumsi cukup cairan untuk mencegah kristaluria.

Penggunaan cotrimoxazole oleh wanita hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan cotrimoxazole kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :
Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.
Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung cotrimoxazole oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

interaksi obat


Berikut adalah interaksi cotrimoxazole dengan obat-obat lain :
  • ACE inhibitor seperti captopril, enalapril, lisinopril, dan ace inhibitor lainnya jika diberikan bersamaan cotrimoxazole, berpotensi terjadi hiperkalemia.
  • Obat-obat antiaritmia : cotrimoxazole meningkatkan resiko aritmia ventrikel pada pasien yang menggunakan amiodarone. Sedangkan pemberian bersamaan dengan obat dofetilide terjadi peningkatan resiko perpanjangan Interval QT.
  • Kalium aminobenzoate menghambat efek obat-obat golongan sulfonamide (seperti sulfamethoxazole).
  • Obat-obat golongan sulfonilurea meningkatkan efek farmakologi cotrimoxazole.
  • Cotrimoxazole menghambat metabolisme phenytoin sehingga meningkatkan waktu paruhnya.
  • Diuretik : obat-obat diuretik terutama golongan tiazide meningkatkan potensi terjadinya penurunan kadar trombosit, terutama untuk pasien usia lanjut.
  • Cotrimoxazole menghambat klirens obat-obat antikoagulan dan meningkatkan protrombin time (PT) sehingga meningkatkan efek obat-obat ini.
  • Jika diberikan bersamaan dengan siklosporin dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal pada pasien penerima transplantasi ginjal
  • Cotrimoxazole meningkatkan kadar digoxin dalam plasma terutama pada pasien usia lanjut.
  • Antibiotik ini juga meningkatkan konsentrasi plasma obat-obat antivirus seperti lamivudine dan zalcitabine.
  • Indomethacin meningkatkan konsentrasi sulfamethoxazole dalam plasma.
  • Berpotensi meningkatkan efek samping berupa hipoglikemia pada pemakaian anti dibetes oral, seperti glibenclamide.
  • Efek samping anemia megaloblastik terjadi ketika pemberian bersamaan cotrimoxazole dan pyrimethamine.
  • Pemberian bersamaan rifampisin dan cotrimoxazole menyebabkan kadar rifampisin dalam plasma meningkat di sisi lain terjadi penurunan kadar trimethoprim.
  • Antibiotik ini menyebabkan peningkatan konsentrasi plasma procainamide dan amantadine sehingga meningkatkan toksisitasnya.
  • Jika diberikan bersamaan dengan clozapine dan antipsikotik lainnya, resiko efek samping hematologis meningkat.

Dosis Cotrimoxazole


Cotrimoxazole diberikan dengan dosis berikut :
  • Dosis dewasa : 2 x sehari 2 tablet.
  • Dosis anak usia 5-12 tahun : 2 x sehari 1 tablet.
  • Dosis anak usia 1-5 tahun : 2 x sehari ½ tablet.
  • pada kondisi infeksi yang lebih berat, dosis dapat ditingkatkan.

Dosis Lazim yang sering digunakan


Dosis antibiotik ini sangat tergantung pada masing-masing penyakit, kondisi pasien meliputi usia, keparahan, dan lain-lain. Berikut dosis untuk tiap penyakit :

  • Dosis lazim dewasa untuk pneumocystis pneumonia :

15 – 20 mg / kg / hari (trimethoprim ) secara oral atau intravena dibagi dalam  3 – 4 dosis setiap 6 – 8 jam, selama 14 – 21 hari
  • Dosis lazim dewasa untuk pneumocystis pneumonia profilaksis :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral 1 x sehari.
  • Dosis lazim dewasa untuk infeksi saluran kemih :

  1. Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole 160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam selama 10 – 14 hari.
  2. Infeksi berat: 8 – 10 mg / kg / hari (trimethoprim ) intravena dibagi dalam 2 – 4 dosis setiap 6, 8, atau 12 jam selama 14 hari. Dosis maksimum (trimethoprim ) adalah 960 mg / hari
  • Dosis lazim dewasa untuk pielonefritis (infeksi saluran ginjal) :

Tanpa komplikasi : Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam selama 7 – 14 hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk eksaserbasi akut bronchitis kronis :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam selama 14 hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk traveller diare :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam selama 5 hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk otitis media :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam selama 10 – 14 hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk cystitis profilaksis :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole 80 mg / 400 mg secara oral 1x sehari menjelang tidur.
  • Dosis lazim dewasa untuk meningitis :

5 mg / kg (trimethoprim) intravena setiap 6, 8, atau 12 jam selama 21 hari – 6 minggu. Bisa dikombinasikan dengan chloramphenicol jika pasiem alergi dengan antibiotik golongan betalaktam.
  • Dosis lazim dewasa untuk pneumonia :

2,5 mg – 5 mg / kg (trimethoprim) secara oral atau intravena setiap 6, 8 atau 12 jam. Lama pengobatan selama 21 hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk prostatitis :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam. Jangka waktu pengobatan, akut : 10 – 14 hari; kronis :1 – 3 bulan.
  • Dosis lazim dewasa untuk sinusitis :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam. Selama 10-14 hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk infeksi saluran pernapasan atas :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg)  secara oral setiap 12 jam.
  • Dosis lazim pediatric untuk otitis media :

Usia ≥ 2 bulan : 4 mg / kg (trimethoprim) secara oral setiap 12 jam selama 10 hari.
  • Dosis lazim pediatric untuk infeksi saluran kemih :

  1. Usia ≥ 2 bulan : 4 mg / kg (trimethoprim) secara oral setiap 12 jam selama 10 – 14 hari.
  2. Infeksi berat : 8 – 10 mg / kg / hari (trimetoprim) injeksi intravena dibagi dalam 2 – 4 setiap 6, 8, atau 12 jam selama 14 hari. Dosis maksimum trimethoprim adalah 960 mg/ hari.
  • Dosis lazim pediatric untuk pneumocystis pneumonia :

Usia ≥2 bulan : 15 – 20 mg / kg / hari (trimethoprim) secara oral atau injeksi intravena dibagi dalam 3 – 4 dosis,  setiap 6 – 8 jam selama 14 – 21 hari.
  • Dosis lazim pediatric untuk pneumocystis pneumonia profilaksis :

Usia ≥2 bulan : 75 mg / m2 (trimethoprim) secara oral 2x sehari. Dosis harian total (trimethoprim) tidak melebihi 320 mg.
ii. Infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh Shigella flexneri, Shigella sonnei termasuk diare akibat infeksi E. coli. Sehingga obat ini termasuk sebagai obat disentri. Infeksi saluran pernapasan atas
Bersumber dari: Cotrimoxazole : Kegunaan, Dosis, Efek Samping | Mediskus
Cotrimoxazole : Kegunaan, Dosis, Efek Samping Cotrimoxazole adalah obat antibiotik yang memiliki spektrum luas yang efektif terhadap kuman gram positif dan gram negatif. Obat ini biasa diresepkan oleh dokter untuk mengatasi penyakit infeksi baik infeksi saluran napas atas, infeksi saluran kemih dan infeksi saluran cerna seperti diare. Di sini akan dijelaskan mengenai cotrimoxazole itu obat apa secara lebih rinci. Mengenal Cotrimoxazole Cotrimoxazole adalah antibiotik dengan kombinasi dua macam komponen obat yaitu sulfamethoxazole 400 mg trimethoprim 80 mg. Maka banyak kemasan obat yang mencantumkan sebagai cotrimoxazole 480 mg. Kombinasi kedua komponen obat tersebut menciptakan efek bakterisidal dan bakteriostatik. Efek bakterisidal berarti membunuh bakteri, hal ini diperantarai oleh Trimethoprim yang bekerja pada dua tahap pembentukan asam nukleat dan protein yang penting bagi bakteri. Sedangkan efek bakteriostatik berarti menghentikan perkembang biakan bakteri, hal ini diperentarai sulfamethoxazole. Dengan mekanisme kerja tersebut maka cotrimoxazole memiliki aktivitas antibakterial yang luas terhadap bermacam – macam kuman seperti Streptococcus sp, Staphylococcus so, Pneumococcus sp, Klebsiella, Neisseria, Bordetella. Shigella sp dan Vibrio cholerae serta terhadap beberapa bakteri yang diketahui resisten terhadap antibiotik jenis lain seperti Haemophillus influenzae, Escherichia. coli. Proteus mirabilis, Proteus vulgaris dan bebeberapa strain Staphylococcus. cotrimoxazole Indikasi Obat cotrimoxazole dapat digunakan untuk mengobati penyakit – penyakit berikut : Infeksi pada saluran kemih dan saluran kelamin yang disebabkan oleh Esherichia coli. Klebsiella sp, Enterobacter sp, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, dan Morganella morganii. Infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh Shigella flexneri, Shigella sonnei termasuk diare akibat infeksi E. coli. Sehingga obat ini termasuk sebagai obat disentri. Infeksi saluran pernapasan atas dan bronkitis kronik yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae. Infeksi saluran telinga bagian tengah yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae, dan Haemophilus influenzae. Misalnya pada Otitis media Infeksi saluran napas bawah atau pneumonia yang disebabkan Pneumocystis carinii.
Bersumber dari: Cotrimoxazole : Kegunaan, Dosis, Efek Samping | Mediskus

Ambroxol 30mg 3x1

Ambroxol adalah salah satu obat yang masuk ke dalam golongan mukolitik, yaitu obat yang fungsinya adalah mengencerkan dahak. 

Ambroxol umumnya digunakan untuk mengatasi gangguan pernapasan akibat produksi dahak yang berlebihan pada kondisi seperti bronkiektasis dan emfisema. 

Dengan obat mukolitik, dahak yang diproduksi akan lebih encer sehingga lebih mudah dikeluarkan dari tenggorokan saat batuk

Dengan demikian, pipa saluran pernapasan pun lebih terbuka dan terasa lega.

Ambroxol

Jenis obat Obat mukolitik
Golongan Obat resep
Manfaat Mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan melalui batuk sehingga melegakan saluran pernapasan. Obat ini digunakan dalam beberapa kondisi yang menghasilkan banyak dahak seperti:
  • Bronkiektasis
  • Emfisema
  • Bronkitis kronis dan akut
  • Bronkitis asmatik
  • Pneumokoniosis bronkitis
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak

Chlorpheniramine 4 mg 3x1

Untuk apa chlorphenamine?

Chlorpheniramine yang juga dikenal sebagai chlorfenamin, adalah obat yang berfungsi "mengurangi gejala seperti kemerahan, gatal, mata berair, bersin, hidung gatal atau tenggorokan gatal, dan hidung meler yang disebabkan oleh alergi, demam, dan flu biasa". 
Chlorpheniramine termasuk dalam kelas obat yang disebut antihistamin. 
Ia bekerja dengan menghalangi aksi histamin, suatu zat dalam tubuh yang menyebabkan gejala alergi. 

dosis chlorphenamine untuk orang dewasa?

Dosis chlorphenamine untuk alergi
Gunakan 4 mg setiap 4-6 jam. Max: 24 mg sehari (tablet).

Prednisolone 5mg 3x1

Untuk apa Prednisolone?

Prednisolon adalah obat dengan fungsi untuk mengobati kondisi seperti arthritis, masalah darah, gangguan sistem kekebalan tubuh, kulit dan kondisi mata, masalah pernapasan, kanker, dan alergi parah.
Prednisolon adalah obat buatan manusia yang meniru bahan alami (hormon kortikosteroid) yang dibuat oleh kelenjar adrenal.
Obat ini "mengurangi respon sistem kekebalan tubuh Anda terhadap berbagai penyakit untuk mengurangi gejala reaksi alergi seperti nyeri dan pembengkakan".
Dosis prednisolon dan efek samping prednisolon akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Dosis Dewasa biasa untuk Anti-inflamasi
Natrium fosfat:
Oral: 5-60 mg per hari dalam dosis terbagi 1-4 kali / hari.
Intravena atau intramuskular: 4-60 mg / hari