link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Kamis, 01 Maret 2012

KREATIF



Spesialisasi, Diferensiasi, Segmentasi, Fokus dan konsentrasi. Memfokuskan penjualan pada bidang tertentu, lalu kita membedakan produk kita dari pada lainnya, disusul dengan pencirian segmen produk kita dan terakhir dijalani dengan fokus dan konsentrasi.
be well,
Dwika

BAG 5 MENJUAL DENGAN KREATIF

**http://g0rby.blog.binusian.org
Kreativitas adalah karakterisitik alami dari wiraniaga, mengapa? Karena kreativitas selalu digunakan setiap saat oleh wiraniaga untuk menjual produknya. Entah dengan promo, diskon atau bonus tentu dengan masih mendapatkan keuntungan.

Berikut langkah2 menjual dengan kreatif :
- Tiga cara untuk menstimulasikan kreativitas
Pertama tujuan yang jelas, kedua masalah yang penting dan ketiga pertanyaan yang terfokus. Dengan tujuan yang jelas kita dapat mencapai tujuan yang spesifik, dan dengan keyakinan kita memecahkan masalah yang penting kita akan semakin fokus dan spesifik untuk mendapatkan jawaban dari masalah.
- Latihan berpikir kreatif
Mulailah latihan dari bidang pertama yaitu memprospek, karena dengan mendapatkan prospek tentu penghasilan akan meningkat. Kemudian menemukan motif pembelian, kita harus kreatif dalam bertanya untuk mengetahui dengan tepat apa yang dibutuhkan pembeli.
-Empat kunci dalam penjualan strategis
Spesialisasi, Diferensiasi, Segmentasi, Fokus dan konsentrasi. Memfokuskan penjualan pada bidang tertentu, lalu kita membedakan produk kita dari pada lainnya, disusul dengan pencirian segmen produk kita dan terakhir dijalani dengan fokus dan konsentrasi.

Sangat ringan dan menyenangkan

Menjual dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan calon pelanggan akan terasa seperti berenang mengikuti arah arus air, sangat ringan dan sangat menyenangkan.
Pembeli tidak membeli produk/jasa yang kita jual. Yang mereka beli adalah kepuasan yang mereka bayangkan akan mereka dapatkan dengan menggunakannya.
Pembeli membeli dari orang yang mereka percayai dan sukai.
be well,
Dwika



 ENTREPRENEUR, PEMASARAN DAN PENJUALAN  Share2

Oleh: Betti Alisjahbana
QBHeadlines.Com - Bisnis kita sukses bila kita berhasil mendapatkan penjualan dan menghasilkan keuntungan yang cukup untuk membiayai operasi dan pertumbuhan perusahaan. Sebaliknya, bisnis gagal bila penjualan turun terus yang akhirnya membuat perusahaan rugi dan bangkrut. Karenanya pengusaha dan pebisnis yang sukses memberikan fokus yang besar pada penjualan dan kepuasan pelanggan. Mereka selalu memikirkan pelanggannya, menyediakan produk/jasa yang memenuhi keinginannya dan melayani mereka. Selain berupaya mendapatkan pelanggan baru, merekapun berusaha keras untuk senantiasa mempertahankannya.

Ada empat hal yang bisa menopang penjualan, pendapatan dan alur kas yang sehat. Keempat hal ini adalah spesialisasi, diferensiasi, segmentasi dan konsentrasi.

Spesialisasi

Organisasi yang mempunyai spesialisasi biasanya lebih efektif dalam mendapatkan dan mempertahankan pelanggan dibandingkan dengan perusahaan umum yang menawarkan terlalu banyak produk dan jasa kepada terlalu banyak segmen pasar dengan cara yang terlalu bervariasi dan dengan harga yang macam-macam pula.

Kita bisa berspesialisasi pada salah satu dari bidang utama berikut ini : produk/jasa, pelanggan dan segmen pasar. Pebisnis yang berspesialisasi pada produk/jasa yang spesifik contohnya adalah game developer atau rumah makan cepat saji. Pebisnis yang berspesialisasi pada segmen pasar yang spesifik contohnya adalah penyedia konten bagi remaja atau penyedia perlengkapan balita.

Ketika mencium suatu peluang seringkali kita tergoda untuk masuk ke berbagai bidang. Organisasi yang sukses umumnya bisa menahan diri untuk tidak menyebar usahanya ke berbagai bidang, melainkan lebih fokus dan berspesialisasi ke suatu bidang dimana mereka punya kemampuan untuk kelak bisa memimpin pasar.

Diferensiasi


Pelanggan biasanya membeli produk/jasa yang dianggapnya terbaik dalam menjawab kebutuhannya pada saat itu. Misalnya saja pengiriman yang cepat, atau produk yang awet, atau harga yang murah, atau produk yang nyaman digunakan atau gaya yang sangat pas dengan tren terkini. Kita perlu memilih apa yang akan membedakan produk kita di banding para pesaing. Hal seperti ini disebut keunggulan kompetitif. Semakin jelas keunggulan kompetitif produk/jasa kita semakin mudah kita menjualnya. Membangun keunggulan kompetitif adalah faktor kunci keberhasikan suatu bisnis. Faktor ini sangat menentukan penjualan dan keuntungan yang sehat di perusahaan besar maupun kecil.


Segmentasi

Kemampuan kita untuk menganalisa pasar dan mendefinisikan profil pelanggan yang akan mendapatkan manfaat maksimal dari produk/jasa spesialisasi kita sangat menentukan keberhasilan pemasaran. Pelanggan dengan profil yang cocok bagi produk/jasa yang kita pasarkan bisa menghargai produk kita dengan lebih baik dan karenanya bersedia membayar dengan harga lebih tinggi. Kegiatan pemasaran dan penjualan tentunya harus ditergetkan pada segment pasar ini.

Disiplin kita untuk selalu bertanya, Apa spesialisasi kita? di area mana kita lebih hebat dari para pesaing, segmen pasar mana yang paling menarik dan tepat untuk produk kita, lalu bagaimana cara mempromosikan dan cara menjangkau segmen tersebut adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus kita jawab.
Konsentrasi
Kemampuan kita untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi dengan akurat dan menjalankan bisnis kita dengan fokus akan mengantar kita pada keberhasilan penjualan, mendapatkan keuntungan dan menghasilkan alur kas yang sehat, sehingga bisnis senantiasa bisa tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Setelah spesialisasi, diferensiasi, segmentasi dan konsentrasi terpenuhi, selanjutnya kita harus meyakinkan bahwa produk kita dijual oleh orang-orang yang mempunyai karakter yang menyenangkan, mengenal segment pasar yang kita targetkan dan tentunya menguasai produk/jasa kita dan keunggulannya dibandingkan dengan para pesaingnya.

Latihan yang intensif perlu kita lakukan pada duta produk kita yang akan menjual produk kita di lapangan. Mereka harus dilatih untuk menjual dengan menyenangkan pembeli.

Ada tiga hal yang perlu kita ingat dalam menjual:

Menjual dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan calon pelanggan akan terasa seperti berenang mengikuti arah arus air, sangat ringan dan sangat menyenangkan.

Pembeli tidak membeli produk/jasa yang kita jual. Yang mereka beli adalah kepuasan yang mereka bayangkan akan mereka dapatkan dengan menggunakannya.

Pembeli membeli dari orang yang mereka percayai dan sukai.

Semoga sukses menyertai usaha penjualan kita di tahun baru ini.

Salam hangat penuh semangat.


Referensi : Million Dollar Habits, by Brian Tracy

Bebas Utang


Hutang itu seperti elang yang sedang terbang rendah mencari mangsa, anda tidak akan pernah tahu kapan elang itu menerkam.
be well,
Dwika


6 Tips Hidup Bebas Utang  
Angga Aliya - detikFinance 

Jakarta - Berhemat dalam menjalankan hidup sepertinya sangat sulit dalam dilakukan. Sayangnya, hanya itu obat yang perlu disuntikkan jika kondisi finansial anda tidak sehat karena terlalu banyak dalam berutang.

Ada dua macam orang yang punya utang. Pertama, mereka yang sudah terbiasa bergantung pada utang di kehidupan sehari-harinya. Kedua, mereka yang mengutang untuk membeli rumah, bisnis, atau alasan lain tapi akhirnya tak mampu membayar akibat kesulitan keuangan.

Satu hal yang sama dari keduanya adalah, mereka sama-sama ingin bisa keluar dari jeratan utangnya sesegera mungkin. Pasalnya, utang itu seperti elang yang sedang terbang rendah mencari mangsa, anda tidak akan pernah tahu kapan elang itu menerkam.

Menurut penyair terkenal asal Amerika Serikat (AS) Ogden Nash, "Utang itu menarik ketika pertama kali didapat, tapi menjadi menyebalkan saat ingin menyingkirkannya."

Anda tidak bisa menyingkirkan tagihan-tagihan utang begitu saja, caranya harus dimulai dengan mengubah gaya hidup anda dan menganggap bahwa setiap satu rupiah itu berharga sekali.

Meski mengubah gaya hidup tidak semudah kelihatannya, tapi hal ini harus dilakukan, dipaksakan kalau bisa, demi menyelamatkan hidup anda secara perlahan-lahan.

Seperti dikutip dari Financial Highway, Jumat (19/1/2012), enam tips di bawah ini bisa membantu anda mengubah gaya hidup dan mulai berhemat hingga terbebas dari utang.

1. Pisahkan antara 'kebutuhan' dan 'keinginan'

Anda harus mampu memisahkan antara kebutuhan dan keigninan. Pasti anda punya banyak barang-barang di rumah yang dibeli hanya karena ingin, karena sebetulnya tidak benar-benar butuh. Sebelum membeli sesuatu, pelajari dengan seksama produk tersebut. Jika anda pikir kebutuhannya mendesak, barulah anda keluarkan rupiah. Jika ternyata hanya ingin beli, anda bisa menunggu sampai terbebas dari utang terlebih dahulu.

2. Ubah kebiasaan belanja

Manusia mudah tergoda untuk membeli sesuatu. Kebiasaan buruk ini biasanya lebih banyak diderita oleh wanita, karena wanita lebih sering berbelanja barang yang tidak sesuai dengan rencana awal. Anda bisa menghindari kejadian seperti ini dengan mencatat barang yang anda butuhkan dan jangan tergoda untuk keluar melanggar catatan tersebut.

3. Berhati-hati dalam belanja bulanan

Semakin minim waktu yang anda habiskan di supermarket semakin baik, karena barang belanjaan pun semakin minim. Jangan pernah membawa anak kecil saat belanja bulanan, karena selain anak kecil suka minta barang yang aneh-aneh, waktu yang anda habiskan di supermarket juga jadi lebih lama.

Ambil barang-barang yang anda butuhkan dengan cepat, tapi jangan lupa cek masa kadaluarsanya sekali lagi. Dengan sering berbelanja di tempat yang sama biasanya ada bagusnya, karena anda bisa mendapatkan potongan harga atau bonus.

4. Selalu bayar tagihan tepat waktu

Selalu bayar semua tagihan, termasuk utang tepat waktu. Karena selain menunda-nunda itu tidak baik, anda juga akan terkena tambahan bunga jika telat membayar. Jika memungkinkan, minta bank anda secara otomatis membayar tagihan melalui rekening.

Berhematlah dalam pemakaian energi, seperti listrik, BBM dan gas supaya tagihannya tidak terlalu besar. Ketika ingin menarik uang dari ATM, cari mesin yang tidak memotong biaya transaksi.

5. Hentikan kebiasaan bayar minimal batas utang

Kebanyakan bank mematok pembayaran utang minimum per bulan berkisar antara 2-5% dari total. Jangan termakan umpan yang diberikan bank tersebut, karena dengan cara itu anda akan terjebak membayar utang dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Semakin lama anda berutang kepada bank, semakin banyak uang yang harus anda keluarkan. Jangan biarkan kebiasaan ini menguasai anda. Bayarlah utang semampu mungkin tanpa harus membebani pengeluaran bulanan lainnya.

6. Potong anggaran hiburan

Jangan sering nongkrong dengan teman yang kerjaannya hanya berhura-hura setiap malam. Anda harus ingat, bersenang-senang itu tidak gratis. Hindari membeli sarapan dan kopi di kantin untuk sarapan jika memang anda bisa menyiapkannya di rumah sebelum berangkat.

Lebih jauh lagi, jika anda penggemar film, anda bisa menontonnya di hari-hari kerja saat malam hari, yang biasanya lebih murah ketimbang di akhir pekan. Hidup bebas dari utang itu hanya masalah mengubah gaya hidup. Semakin cepat anda mengikuti beberapa tips di atas, semakin cepat anda bisa terbebas dari utang.

(ang/qom) 

Fw: Dwika, kamu berhak untuk sukses! :)


Sukses memerlukan syarat. Kerja keras, komitmen, kesungguhan, kegigihan, ketekunan, tekad. Dan masih ada lagi turunan-turunan nilai yang sangat dibutuhkan agar orang berhasil menyandang kesuksesan dalam hidup mereka. 
be well,
Dwika

--- On Tue, 2/28/12, MerryRiana.com <daretodreambig@merryriana.com> wrote:

From: MerryRiana.com <daretodreambig@merryriana.com>
Subject: Dwikasudrajat, kamu berhak untuk sukses! :)
To: "dwikasudrajat" <dwikasudrajat@yahoo.com>
Date: Tuesday, February 28, 2012, 8:17 AM

Hai Dwika Sudrajat,

Apa kabar? :)
Semoga semuanya baik-baik saja yaa...

Banyak yang bertanya pada saya, apakah setiap orang akan 
bisa mencapai kesuksesan atau tidak.

Ini jawaban saya dalam buku 'Mimpi Sejuta Dolar' 
halaman 302:

---
Menjadi sukses adalah keinginan semua orang, walau 
keinginan itu bergradasi pada diri tiap orang. Ada orang 
yang secara lantang menunjukkan bahwa dirinya benar-benar 
ingin sukses. Ada orang yang berharap bisa sukses. Ada lagi 
yang berpikir, kalau sukses ya syukur. Seberapa pun kuatnya 
keinginan sukses yang ada di diri tiap orang, sayangnya 
tidak semua orang mau atau sanggup membayar harga dari 
kesuksesan itu.

Sukses memerlukan syarat. Kerja keras, komitmen, 
kesungguhan, kegigihan, ketekunan, tekad. Dan masih ada 
lagi turunan-turunan nilai yang sangat dibutuhkan agar 
orang berhasil menyandang kesuksesan dalam hidup mereka. 
Banyak orang tak kuat mengusung nilai-nilai itu dalam upaya 
mereka sehingga hasil yang muncul jauh dari yang diharapkan.
---

Semoga kutipan singkat yang diambil dari buku 'MSD' ini 
bisa bermanfaat untuk Dwika Sudrajat.

Terima kasih banyak sekali lagi atas dukungan 
Dwika Sudrajat sehingga 30.000 eksemplar buku MSD sudah 
terjual hanya dalam 4 bulan sejak penerbitannya!


Touching Hearts Changing Lives,
Merry Riana
Tokoh Biografi Mega Best-Seller 'Mimpi Sejuta Dolar'
Penulis Buku Terlaris 'A Gift From A Friend'
Motivator Wanita No.1 di Indonesia & Asia
Pemenang Penghargaan 'Great Women of Our Time'
www.MerryRiana.com

Merry Riana Organization
51 Scotts Road 
#03-15
Singapore 228241

Lakukan perubahan



Jangan pernah membayar sesuatu lebih mahal dari harga pasaran. Mereka selalu cepat mengeluarkan uang tanpa mengetahui nilai asli sebuah barang. Bahkan, mereka tidak pernah bertanya apakah harganya masih bisa ditawar atau mendapat diskon. Kalau memang bisa membayar lebih murah, kenapa tidak? 
be well,
Dwika


9 Pertanda Anda Terancam Bangkrut  
Angga Aliya - detikFinance 

Jakarta - Kita semua pasti pernah mengenal orang yang mengalami masalah keuangan. Biasanya, setelah menemui jalan buntu, mereka akhirnya meminta bantuan pinjaman dari keluarga, menarik uang tunai dari kartu kredit, atau mencari pinjaman dengan bunga yang sangat tidak masuk akal.

Situasi seperti itulah yang bisa dibilang bangkrut. Jika anda belum pernah menjumpai situasi seperti di atas, anda masih beruntung. Kalau bisa, jangan sampai hal seperti itu menimpa diri anda.

Berikut ini adalah beberapa contoh orang yang sedang di ambang kebangkrutan, seperti dikutip dari Money Matters, Selasa (14/2/2012). Semoga dengan mengetahui ciri-ciri kebangkrutan ini sejak awal, anda bisa terhindar benar-benar bangkrut.

1. Tidak tahu uangnya lari ke mana saja

Kebanyakan orang yang akan atau sudah bangkrut selalu merasa kekurangan uang, karena mereka tidak tahu ke mana larinya uang yang sudah mereka dapatkan. Pasalnya, mereka juga tidak punya rincian pengeluaran bulanan, apalagi rincian mengenai pengeluaran kecil lainnya. Anda bisa menghindari hal ini dengan membuat rencana pengeluaran bulanan dan jangan keluar jalur dan belanja yang tidak-tidak.

2. Tidak punya rencana jangka panjang

Ciri-ciri orang yang kekurangan uang karena tidak punya rencana jangka panjang, baik itu tabungan maupun investasi. Jika saja mereka punya rencan untuk satu bulan, itu akan lebih baik daripada tanpa rencana sama sekali. Walaupun akhirnya rencana tersebut meleset dari target semula, setidaknya anda sudah punya rencana.

3. Belanja barang yang tidak perlu

Pastinya anda punya teman, kenalan atau bahkan saudara yang sangat mencintai belanja dan membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Seri terbaru iPhone baru saja dirilis? Mereka langsung beli, dengan segala cara (tunai atau kredit), walaupun versi yang sebelumnya masih ada dan berfungsi dengan baik. Pesawat televisi dengan layar data terbaru baru saja keluar? Mereka langsung beli supaya dibilang tidak ketinggalan jaman karena punya teknologi terbaru.

4. Korban gaya hidup mewah

Kebanyakan orang dengan gaji besar selalu tak mau ketinggalan dengan gaya hidup masa kini yang serba mewah, Bahkan, tak jarang mereka menghabiskan banyak uang hanya untuk gaya hidup tersebut. Daripada memilih untuk menabung dan berinvestasi, mereka memilih untuk meninggikan standar hidupnya, dengan membeli rumah lebih besar, mobil baru dan pakaian dengan mode terbaru. Mereka selalu merasa harus lebih unggul ketimbang orang lain di lingkungannya.

5. Selalu membayar lebih mahal tanpa pikir panjang

Kebanyakan orang menjadi bangkrut karena hal seperti ini. Mereka selalu cepat mengeluarkan uang tanpa mengetahui nilai asli sebuah barang. Bahkan, mereka tidak pernah bertanya apakah harganya masih bisa ditawar atau mendapat diskon. Kalau memang bisa membayar lebih murah, kenapa tidak? Jangan pernah membayar sesuatu lebih mahal dari harga pasaran.

6. Selalu berutang di setiap kesempatan

Selama masih bisa berutang, mereka pasti lakukan. Mereka sepertinya tidak pernah dengan bahwa semakin lama jangka waktu pembayaran maka uang yang harus dibayar menjadi semakin tinggi. Apalagi dengan iming-iming bunga 0% dalam tiga bulan pertama. Selanjutnya, mereka akan tanpa sadar mengambil kredit lagi dan lagi sampai akhirnya terlilit utang.

7. Mengandalkan orang lain untuk masalah keuangannya

Kebanyakan dari kita pasti pernah tahu seseorang yang selalu meminta bantuan kepada orang tua, keluarga atau temannya jika terlibat masalah keuangan. Masalah yang mereka dapat dilakukan oleh sendiri tetapi berharap bisa diselesaikan oleh bantuan orang lain.

8. Mengorbankan keuntungan masa depan demi kesenangan sesaat

Orang seperti ini biasanya kesulitan untuk mengerti bahwa berhemat dan bekerja keras akan menghasilkan keuntungan di masa depan, daripada menghambur-hamburkan uang di masa kini. Mereka biasanya tidak sadar bahwa menabung di masa kini bisa meningkatkan kesenangan di masa depan.

9. Lebih senang orang mengira dirinya kaya, daripada benar-benar kaya

Satu lagi ciri orang yang tidak akan lepas dari kebangkrutan adalah senang dikira banyak uang oleh banyak orang, meski yang sebenarnya justru sebaliknya. Mereka tidak peduli apakah benar-benar sukses atau tidak, yang penting orang mengira dirinya sukses dan punya harta melimpah.

Kesimpulan:

Beberapa ciri di atas diharapkan bisa membantu anda untuk tidak terjebak hal yang sama. Mungkin beberapa dari kita sudah ada yang mengalami satu atau dua poin di atas, anda belum terlambat untuk memperbaiki diri. Lakukan perubahan demi masa depan yang lebih baik. Kalau anda sudah tahu masalahnya, maka tinggal mencari cara mengatasinya.

(ang/qom) 

Merumuskan sasaran hidup


Tujuan hidup Anda tentu berbeda. Tiap orang mempunyai karunia, talenta dan pekerjaan yang berbeda.
be well,
Dwika


Contoh Sasaran Pribadi
untuk Putra-Putri Indonesia

**putra-putri-indonesia.com
Sangat penting buat Anda dan saya sasaran pribadi. Kita perlu merumuskan apa yang dicapai dalam hidup ini; apa yang akan diraih hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini, lima tahun mendatang, sepuluh tahun mendatang bahkan sampai akhir hidup kita.
Menuliskan tujuan hidup pribadi memang butuh disiplin. Relatif mudah untuk menghayal, berangan-angan atau menginginkan sesuatu, tapi menuliskannya butuh disiplin. Kita bisa teringat sesuatu ketika ada yang membicarakannya, tapi kita sering gagal menuliskannya. Bahkan sekalipun sudah ditulis, masih sering kita lupa terhadap apa yang kita tulis. Kita terjebak dalam rutinitas kehidupan sehari-hari. Kita melupakan apa tujuan hidup kita. Diperlukan perhatian khusus dan tindakan segera untuk menuliskan apa yang ingin dicapai.

Kita patut bersyukur pada sosok-sosok yang telah membuat istilah yang mudah diingat untuk merumuskan target yang mau dicapai. Istilah SMART misalnya, sangat menolong untuk merumuskan sasaran hidup kita. Untuk me-refresh Anda terhadap istilah ii, saya tuliskan ulang apa yang dimaksud dengan istilah yang sering digunakan di kantor. S adalah singkatan dari‘specific.’ Artinya, sasaran pribadi Anda harus jelas. Tidak mudah mengambil langkah-langkah praktis bila tujuan Anda tidak jelas. Membaca buku misalnya, dapat memberikan ide apa yang akan dilakukan, tapi masih memberikan banyak kemungkinan. Bila sasarannya dipersempit menjadi ‘membaca buku sejarah’- ini memberikan tindakan yang lebih jelas. Ini berarti Anda tidak akan membaca buku Matematika, Fisika, Kimia, Biologi atau buku-buku lain. Membaca buku sejarah Indonesia- ini lebih jelas lagi. Ini bisa berarti Anda membaca buku Menjadi Indonesia, yang ditulis oleh Parakitri T. Simbolon, terbitan Gramedia, yang tebalnya kira-kira 800 halaman.

M adalah singkatan dari measurable. Artinya, sasaran pribadi Anda harus terukur. Itu bisa berupa waktu, kualitas, uang, dan ukuran lainnya sesuai dengan kebutuhan. Mengambil contoh sebelumnya, Anda akan membaca buku Menjadi Indonesia sampai selesai dalam waktu satu bulan.
A adalah singkatan dari aggressive. Artinya, tujuan Anda cukup menantang dan ada perkembangan dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, Anda membaca buku Menjadi Indonesia sebanyak 25 halaman setiap hari.
R adalah singkatan dari realistics. Artinya, Anda memiliki waktu untuk membaca 25 halaman setiap hari. Bila Anda mempunyai kesibukan yang sangat banyak- membaca buku sebanyak 25 halaman setiap hari mungkin tidak realistis.
T adalah singkatan dari time-bound. Artinya, tujuan Anda akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, Anda selesai membaca buku Menjadi Indonesia dalam waktu satu bulan.
Dengan paparan istilah SMART di atas, Anda mempunyai gambaran tentang bagaimana merumuskan tujuan hidup pribadi Anda.
Berikut adalah 7 sasaran paling penting dalam hidup saya di tahun 2012 ini.


  1. Membaca 60 buku yang terpenting dalam sejarah.
  2. Memelihara dan meningkatkan kasih dan menyisihkan waktu minimum satu jam secara teratur untuk keluarga (isteri dan anak).
  3. Menyisihkan satu jam setiap hari untuk membaca buku penting lainnya sekaligus membuat catatan dari yang dibaca.
  4. Mempublikasikan minimum 30 tulisan di situs pribadi sebelum 31 Desember 2012.
  5. Melakukan 2 pelatihan publik setiap bulan.
  6. Konsisten memberikan donasi kepada institusi-institusi dan lembaga-lembaga yang bertujuan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia.
  7. Meningkatkan status rumah dari hak guna bangunan menjadi hak milik.
Itulah contoh sasaran pribadi, yang bisa Anda kembangkan sesuai dengan kondisi Anda pribadi. Tujuan hidup Anda tentu berbeda dengan saya. Tiap orang mempunyai karunia, talenta dan pekerjaan yang berbeda.

 
Renungan:
  1. Sisihkanlah waktu Anda untuk merumuskan paling tidak 5 hal terpenting untuk Anda capai di tahun ini.
  2. Tulislah apa yang ingin Anda capai tahun ini dalam satu buku khusus agar Anda dapat meninjaunya setiap bulan, tiga bulan, enam bulan dan tahun.
  3. Berdoalah agar Tuhan yang Maha Esa memberi kekuatan kepada Anda untuk mencapai tujuan Anda pada tahun ini.

Senin, 27 Februari 2012

Anda akan sukses

Berikan alasan mengapa bisnis Anda akan sukses, dan mengapa perlu didukung.
be well,
Dwika



Tips Membuat Business Plan 2012

E-mailCetakPDF
altBisnis plan merupakan kebutuhan mutlak setiap calon pengusaha untuk memandu jalannya usaha kedepannya. Di sini kita bahas outline baku dari sebuah bisnis plan. Pastikan hanya memasukkan rencana bisnis yang benar-benar penting dan relevan.

Untuk menyambut tahun 2012, bagi anda yang baru memulai bisnis, ada baiknya membuat business plan terlebih dahulu. Berikut outline dari bisnis plan dan cara membuat nya.

Pembukaan
Pembukaan pada plan / rencana bisnis. Jelaskan siapa yang menulis, kapan dan untuk tujuan apa.

Rangkuman

Berikan kisi-kisi dari rencana / plan bisnis Anda. Tuliskan bagian ini terakhir setelah semua bagian dibuat.

Strategic Overview
Tuliskan apa yang menjadi tujuan utama, dan kegiatan utama dari rencana bisnisnya. Apa tujuan jangka panjang, strategi kunci dan tujuan akhir.

Status Saat Ini
Rangkum apa yang sudah dicapai, performa keuangan, penjualan dan teknis sampai saat ini. Perkenalkan siapa saja yang terlibat dalam bisnis ini.

Penawaran Produk atau Jasa
Jelaskan secara singkat apa yang membuat produk Anda beda dengan yang lain. Apa yang membuatnya spesial?

Target Pasar
Tunjukkan siapa saja target pasar yang akan disasar. Berikan profil pelanggan, segmen, trend dan juga kompetisi dibisnis ini.

Strategi Marketing dan Penjualan
Bagaiaman Anda akan menjual produk ini? Bagaimana akan bersaing dengan pesaing dibidang yang sama? Berapa biaya marketingnya? dan sebagainya.

Teknologi

Berikan segala hal yang berkaitan degan teknologi dan penelitian di usaha Anda.

Operasional

Bagaimana operasional akan di handel, bagaimana menjalankannya, berapa biaya dan sumber daya yang dibutuhkan.

Proyeksi Keuangan
Berikan tabel sederhana tentang proyeksi keuangannya.

Kebutuhan Pendanaan
Berapa tambahan pendanaan yang Anda butuhkan.

Implemetasi
Berikan timeline pengerjaan, dan aksi yang dibutuhkan agar rencana berjalan.

Kesimpulan
Berikan alasan mengapa bisnis ini akan sukses, dan mengapa perlu didukung.



(Sumber : carapedia.com)

Proyeksi keuntungan

Anda melakukan presentasi dengan memikirkan investor sebagai “kita.” Dengan begitu, Lee merasa dekat dengan para calon investornya. Dengan begitu, ia akan semakin mudah dalam menjelaskan presentasi bisnisnya.
Investor paling suka dengan proyeksi keuntungan.
bewell,
Dwika




Tips Menyiapkan Presentasi untuk Investor

E-mailCetakPDF
altPresentasi untuk investor merupakan hal yang penting dalam menjalankan usaha yang Anda rintis. Yang jadi pertanyaan, bagaimana cara menyiapkan presentasi yang baik?
Berikut ini strategi Lee Henshaw, pendiri Happy Cuttings, dalam menyiapkan presentasinya. Sebagai seorang entrepreneur yang juga public relation profesional Lee sangat jago dalam menyiapkan presentasi. Dia berhasil menaikkan kondisi keuangan untuk tiga perusahaannya.

Pada awalnya, Lee merasa memiliki banyak pengalaman, baik dalam mengumpulkan dana dari investor maupun menjalankan bisnis. Namun ia tidak menduga banyak hal yang ia tidak sudah tahu. Kala itu, Lee merasa sudah mempunyai rencana bisnis yang kredibel.

Meskipun memiliki pengalaman yang banyak, presentasi untuk investor ternyata menjadi bagian yang paling melelahkan. Lee kepada Majalah Small Business mengatakan, dirinya harus menjelaskan panjang lebar soal bisninnya kepada 20 hingga 25 orang calon investor.

Mereka pun terus-menerus melancarkan kritikan. Meski sudah terbiasa untuk memberikan presentasi kepada klien dan suka berbicara di depan umum, namun bagi Lee menyajikan ide dalam satu menit benar-benar sulit.

Menurutnya, ketika Anda kali pertama melakukannya, Anda memikirkan investor sebagai “mereka.” Dari peristiwa itu, Lee pun mulai berpikir untuk terus melakukan pertemuan dengan pengusaha lain untuk mengamati mereka di lapangan dan mendengarkan kritik mereka terhadap rencana bisnis yang telah disiapkan.

Semenjak itu, dia melakukan presentasi dengan memikirkan investor sebagai “kita.” Dengan begitu, Lee merasa dekat dengan para calon investornya. Dengan begitu, ia akan semakin mudah dalam menjelaskan presentasi bisnisnya.
Investor paling suka dengan proyeksi keuntungan. Lee mengatakan, dalam membuat proyeksi tersebut harus dijelaskan dengan rinci. “Kalau perlu dengan bagan-bagan yang menjelaskan bagaimana bisnis ini berpotensi cerah. Jangan juga memanipulasi,” pesan Lee. Selain itu, siapkan pula profil risiko bisnis Anda. Tentu, sebuah bisnis pasti mempunyai risiko yang harus dijelaskan pada investor.


(sumber : CiputraEntrepreneurship)