link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Minggu, 18 Januari 2015

Tanda-tandaNYA


Keinginan-keinginan kita yang belum terwujud.
Catat itu semua.
Catat kejadian-kejadian dan kesempatan yang menghampiri kita.
Serta catat pula tindakan yang kita lakukan sehingga keinginan kita itu semakin menjauh dari kita.
Catat semua hal-hal salah yang telah kita perbuat sehingga keinginan kita itu tidak terwujud.
Awalnya memang sulit.
Tapi dengan latihan kita akan menjadi lebih jeli dan lebih peka dalam melihat tanda-tandaNYA, sehingga polanya pun akan semakin jelas terlihat.
Like · ·
  • Sri Suharti Enci likes this.
  • Imam Mahdi Sekedar mempetkaya.
    Ada beda antara:
    1. Apa yg kita inginkan &
    2. Apa yg kita Perlukan.
    Ingin vs Perlu

    Sapi Betina (Al-Baqarah):216 -
    .......... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;

    Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
    2 mins · like · 1
  • Dwika Sudrajat
    Write a comment...

Luar biasa

Beberapa contoh sumber kemakmuran:
• Anda ditraktir makan oleh seseorang
• Anda mendapatkan hadiah
• Anda mendapatkan nasihat atau pelatihan gratis
• Anda mendapatkan tumpangan atau penginapan gratis
• Anda mendapatkan Door Prize
• Anda dapat menjual barang atau jasa
• Anda mendapatkan cek dari klien
• Anda mendapatkan diskon atas barang yang anda beli
Kita bisa mengucapkan: “Terima kasih, menyenangkan sekali.” Dan kita akan merasa lega luar biasa

Rezeki


No.1 setuju
No. 2 dan 3 kenapa uang dan materi kembali menjadi ukuran semata.

AR.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@yahoo.com>
Date: Sun, 18 Jan 2015 00:12:22 +0000 (UTC)
To: Trisula<sdTrisula-pegangsaantengah-79@yahoogroups.com>
ReplyTo: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@yahoo.com>
Subject: Rizki

1. Rezeki bukan hanya berupa uang, tapi segala sesuatu yang diberikan oleh NYA kepada makhlukNya. 
Rezeki meliputi semua bentuk: halal-haram, sehat-sakit, kecerdasan-kesulitan berpikir, cantik atau tidak terlalu cantik, nilai A, B, C, D, E, dsb. 
Jadi Rezeki bukan hanya yang baik menurut kita atau yang menyenangkan saja yang disebut rizki, tapi semua pemberian dari DIA  yang kita peroleh adalah Rezeki.
2. Bukan usahanya yang menyebabkan datangnya Rezeki, tapi semata-mata Rezeki itu karena pemberian NYA, walaupun seseorang berusaha, kerja keras membanting tulang, jika DIA tidak berkehendak meluaskan rizkinya, maka tidak mungkin orang tersebut mendapatkan uang yang banyak, nilai yang bagus, pekerjaan yang bergaji besar,dll.
3.Jadi bukan berarti kita bersantai-santai karena Rezeki telah ditetapkan, justru usaha/kerja keras menjadi kewajiban kita. 
Usaha merupakan pengantar manusia untuk menjemput rizkiNya. 
Walaupun Rezeki yang halal maupun haram sama-sama berasal dari NYA, tapi status halal atau haram itu, usaha kitalah yang menentukan.
I deliver happiness,
Dwika

Salah Kaprah Rizki (seri 1)

Posted under: AQIDAH
Mungkin tanpa kita sadari, ada pemahaman kita tentang rizki yang ternyata tidak sesuai dengan aqidah Islam. Berikut ini kutipan dari beberapa referensi tentang rizki, terutama terkait salah kaprah (kesalahan yang umum terjadi, tapi dianggap benar) tentang rizki.Mudah-mudahan bisa meluruskan pemahaman kita tentang rizki.
Ada banyak salah paham tentang rizki yang terjadi pada umat Islam saat ini, diantaranya:

1. Rizki selalu berbentuk sesuatu yang menurut kita baik dan menyenangkan
Banyak yang berpikir, rizki itu hanya yang baik-baik atau menyenangkan, misalnya uang, nilai yang bagus, pekerjaan yang baik, dsb. Tapi, coba kita pahami dulu definisi rizki.
Rizki (ar-rizku) berasal dari bahasa Arab: Razaqa-yarzuqu-rizqan, yang berarti pemberian.
Secara bahasa, rizki berarti pemberian.
Sedangkan secara istilah rizki adalah apa saja yang bisa diperoleh oleh makhluk baik bisa dimanfaatkan atau tidak.
Dari pengertian ini, berarti rizki bukan hanya berupa uang, tapisegala sesuatu yang diberikan oleh Allah kepada makhlukNya. 
Rizki meliputi semua bentuk: halal-haram, sehat-sakit, kecerdasan-kesulitan berpikir, cantik atau tidak terlalu cantik, nilai A, B, C, D, E, dsb. Jadi rizki bukan hanya yang baik menurut kita atau yang menyenangkan saja yang disebut rizki, tapi semua pemberian dari Allah yang kita peroleh adalah rizki.
Rizki dapat berupa rizki halal atau haram. Kedua-duanya dinamakan rizki juga. Harta yang diperoleh seorang pedagang dari jual beli yang halal adalah rizki, begitu juga harta yang didapatkan oleh penjudi dari hasil perjudiannya. Semua adalah rizki yang diberikan Allah SWT.
Pentingnya pemahaman tentang bentuk rizki ini, diantaranya:
• Agar kita senantiasa bersyukur dan bersabar atas segala rizki yang diberikan, baik yang kita sukai atau tidak kita sukai.
• Dengan mengetahui yang haram pun rizki dari Allah, maka kita berhati-hati dalam usaha mencari rizki, jangan sampai meraih rizki yang haram.

Salah Kaprah Rizki (Seri 2)

Posted under: AQIDAH
2. Rizki datang karena usaha manusia
Sebagian orang menyangka usaha merekalah yang menyebabkan datangnya rizki. Misalnya seorang pengusaha sukses, beranggapan bisnisnya yang sukses itulah yang mendatangkan rizki, atau kerja kerasnya siang dan malam yang menyebabkan dia bisa kaya raya. Atau seorang pelajar/mahasiswa yang mendapat nilai yang bagus, berpikiran berkat belajarnya siang dan malam maka ia mendapat nilai yang bagus. Padahal, sebenarnya bukan usahanya yang menyebabkan datangnya rizki, tapi semata-mata rizki itu karena pemberian Allah SWT, walaupun seseorang berusaha, kerja keras membanting tulang, jika Allah tidak berkehendak meluaskan rizkinya, maka tidak mungkin orang tersebut mendapatkan uang yang banyak, nilai yang bagus, pekerjaan yang bergaji besar,dll.
“ Allahlah yang menciptakan kamu, kemudian memberikan rizki” (QS. Ar-Ruum 40)
“Dan tidak ada satupun hewan melata di muka bumi ini, kecuali rizkinya telah ditetapkan oleh Allah“ (QS.Hud 6)
“Allah yang meluaskan rizki kepada siapa yang dikehendakiNya.” (QS.Ar-Ra’ad 26)
Ada beberapa efek bahaya bila seseorang berpikir rizki datang karena usahanya, diantaranya:
- Menjadi sombong. Misalnya seorang pelajar yang mendapat nilai tertinggi di kelasnya, kemudian dia merasa itu karena kerja kerasnya, dan merasa dirinya paling pintar. Padahal nilai dan kepintaran itu adalah rizki dari Allah.
- Sulit menafkahkan harta di jalan Allah (zakat,infak,shodaqoh,dll), karena merasa harta itu adalah hasil jerih payahnya sendiri.

3. Rizki sudah ditetapkan, lalu untuk apa bekerja keras mencari rizki?
Salah paham ini, berkebalikan dengan poin no.2 di atas. Di no. 2 tadi, berpikiran rizki karena usahanya semata, sedangkan no.3 ini, mengatakan yang penting pasrah, toh rizki telah ditetapkan oleh Allah. Memang rizki telah ditentukan oleh Allah dan usaha manusia bukan penyebab datangnya rizki dan tidak secara mutlak mempengaruhi besar dan kecilnya rizki, tapi usaha merupakan pengantar manusia untuk menjemput rizkiNya. Walaupun rizki yang halal maupun haram sama-sama berasal dari Allah, tapi status halal atau haram itu, usaha kitalah yang menentukan.
“..maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan carilah anugrah Allah..” (QS. Al-Jumu’ah 10)
“Sesungguhnya Allah membenci pemuda yang malas.” (HR. Ibnu Mani)
Jadi bukan berarti kita bersantai-santai karena rizki telah ditetapkan, justru usaha/kerja keras menjadi kewajiban kita.

Menjadi lebih baik

   Ketika anda sedang senang melakukan sesuatu, maka saat itu adalah saat terbaik untuk melakukannya.
   Jika anda bahagia, tersenyumlah.
   Jika anda berani, bertindaklah.
   Jika anda mendapatkan layanan yang bagus, pujilah.
   Jika anda merasa bersemangat, lakukan sesuatu yang positif.
   Jika anda mempunyai lelucon yang bagus, ceritakan.
   Jika anda mempunyai kelebihan, beramallah.
   Jika anda ingin kaya, menabung dan berinvestasilah.
   Jika sesorang perlu pertolongan, bantulah atau berkatalah yang lembut.
   Jika anda berjanji, tepatilah.
   Jika anda ingin melihat sesuatu menjadi lebih baik, berikan suara anda pada wakil anda.

Rezeki


Meyakini bahwa rejeki ada dimana-mana,
rejeki muncul dalam berbagai bentuk akan membuat saya merasa berkelimpahan,
membuat saya merasa lebih mudah bersyukur,
merasakan bahwa Dia begitu murah hati dan
memberikan begitu buanyak rejeki.
Serta membuat kita jauh dari rasa ingkar / mendustakan suatu kenikmatan dariNya.
Like · ·

Sabtu, 17 Januari 2015

Investasi


Investasi seperti menanam pohon, membayangkan 20 tahun kemudian tidak hanya ada anak cucu yang bersenda gurau di bawah pohon besar yang kita tanam saat ini, tetapi kita pun ikut menikmati keteduhan pohon itu bersama mereka.
Selamat berinvestasi!
Like · ·

Sharing

Berusaha tetaplah berusaha namun memilihara dirimu itu lebih di utamakan agar anda bisa meraih apa yang anda inginkan. 
Jika dirimu dipaksa terus menerus demi misi dan visi anda tanpa ada istirahat maka dirimu akan jatuh sakit dan hal lain sebagainya yang tentunya nanti akan berefek buruk dalam laju perjalanan anda dalam menuju apa yang anda impikan dan cita-citakan tersebut.
Like · 

Kamis, 15 Januari 2015

Dwika in front of Client Office in Hong Kong

SanDisk Fusion-IO Office, 1063 King's Road Hong-Kong


Telkom International Office, Causeway Bay, Hong-Kong

Business Trip VIDE Freeman Consulting Group - Hong Kong January 2015







Indigo


Tuhan yang maha kuasa akan memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan,
Jadi jangan cepat menyerah dengan keadaan hidup yang kau miliki, ayo bangkit dan tetap berjalan, raih impianmu tanpa beban yang kau tanamkan di dalamnya,
Dengan cara begitulah kau akan sukses dunia dan akhirat kelak.
Like · ·

Harapan yang sama

Berhentilah mengeluh, berhentilah bermimpi disiang bolong dan berhentilah berlaga jika kau tidak memenanginya sama sekali, pilih cara lain agar kau mampu mencicipi hidup yang lebih indah.
Kita memiliki harapan yang sama dan peluang yang sama jika kita berusaha untuk menjadi orang hebat.
Orang hebat bukan berarti dia mampu karena masalah materi yang mendukung untuk menjadi dia hebat namun bukan itu alasan yang tepat melainkan jerih payah keringat bercucuran yang membuat dia menjadi seperti itu sukses dalam bahagia dan cerita yang indah.

Sangat Pas dengan Kehidupan


Jadi buat apa anda harus memaksa diri jika akhirnya akan bernasib sama sperti semula anda lakukan.
Jangan terlalu memaksa diri karena hanya anda gagal, karena hanya anda kesal dan gundah tak mmpu meriahnya, Masih ada waktu untuk memperbaiki semua,
Susunan rencana dengan baik tentang apa yang salah dalam strategi yang anda miliki untuk bisa meraihnya.
Like · ·
Sri Suharti Enci Semua tema status nya bpk hari ini sangat pas dg kehidupan sy,trmks semoga jd motivasi buat sy
24 mins · like · 1

Minggu, 11 Januari 2015

Dwika dalam Business Trip - Januari 2015 di Tsim Sha Tsui dan Causeway Bay Hong Kong






Menularkan Semangat

Sangat-sangat menambah energi

Kulonuwun bang dwika.. Subhanallah konsistensi kiriman tulisannya... Sangat-sangat menambah energi.. Maturnuwunn...
Adakah kontak hp/bb yg berkenan saya hubungi?
Salam,
Ciwid - mt'99

Kamis, 01 Januari 2015

Berprasangka baik

Re: Berprasangka baik

Wed Dec 31, 2014 5:58 am (PST) . 

 

 

 

Posted by:

"Hero Soebarna" xupj21hrb

Doa akhir tahun.....


Orang yang beruntung berprasangka baik terhadap masa depan mereka. Mereka memelihara harapan positif dalam apapun yang mereka lakukan.
I deliver happiness,
Dwika

Rahasia Keberuntungan

by Darmawan Aji ·
Apakah faktor utama yang membedakan antara orang-orang yang beruntung dengan orang-orang yang malang dalam hidupnya?
Pertanyaan menarik ini dijawab oleh penelitian selama delapan tahun yang dilakukan oleh DR. Richard Wiseman. DR. Wiseman menyimpulkan, orang-orang yang beruntung memiliki pola pikir dan pola perilaku yang berbeda dengan orang-orang selainnya.
“Luck is not a magical ability or a gift… Instead, it is a state of mind―a way of thinking and behaving.” DR. Richard Wiseman
Rahasia Keberuntungan
DR. Richard Wiseman
Berdasarkan penelitian DR. Wiseman setidaknya ada empat pola pikir dan pola perilaku utama orang-orang yang beruntung:
  1. Orang yang beruntung mampu membaca kesempatan (peluang) dengan baik. Mereka terbuka dengan pengalaman-pengalaman baru, lebih rileks menghadapi hidup, dan suka membangun jejaring pertemanan dengan orang baru. Mereka juga menjaga jejaring pertemanan yang sudah ada dengan baik.
  2. Orang yang beruntung mendengarkan intuisi mereka dan mempertimbangkan intuisi sebagai salah satu faktor dalam mengambil keputusan. Mereka juga melatih dan mengembangkan kemampuan intuisi mereka.
  3. Orang yang beruntung berprasangka baik terhadap masa depan mereka. Mereka memelihara harapan positif dalam apapun yang mereka lakukan.
  4. Orang yang beruntung menganggap kegagalan sebagai sesuatu yang sementara (tidak permanen). Mereka pandai mencari hikmah di balik kegagalan mereka dan mereka pun yakin bahwa kegagalan yang mereka alami pada akhirnya akan berdampak positif pada kehidupan mereka di masa depan. Orang yang beruntung juga bertindak untuk mengubah kegagalannya menjadi keberuntungan dengan segera.
Pertanyaannya, apakah kita memiliki pola pikir seperti di atas? Jika belum, pola pikir mana yang akan Anda latih segera?