link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Rabu, 27 Februari 2013

Berinvestasilah



RE: Berinvestasilah

Wednesday, February 27, 2013 5:33 AM
From:
View contact details
To:
"'Dwika Sudrajat'" <dwikasudrajat@yahoo.com>
Trims, luar biasa

Tx rofik

From: Dwika Sudrajat [mailto:dwikasudrajat@yahoo.com] 
Sent: Wednesday, February 27, 2013 6:07 PM
To: IME
Subject: Berinvestasilah

Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.

"Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan

 Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur".

I Care About You,

Dwika






Inilah Orang terkaya no 3 di dunia, Warren Buffet di FB memberi nasehat :

"Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berinvestasilah dengan apa yg kau miliki, serta ingat :

1. Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.

2. Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.

3. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.

4. Jangan memakai merk, pakailah yang benar˛ nyaman untukmu.

5. Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.

6. With money:
You can buy a house, but not a home.
You can buy a clock, but not time.
You can buy a bed, but not sleep.
You can buy a book, but not knowledge.
You can get a position, but not respect.
You can buy blood, but not life. So find your happiness inside you.

7. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.

"Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur

Tengkyu Dwika


Message

Tue Feb 26, 2013 6:32 am (PST) . Posted by:

sinta_suryandini

Tengkyu Dwika 

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... ! 

-----Original Message----- 
From: Dwika Sudrajat dwikasudrajat@ yahoo.com
Sender: ITxARCO@yahoogroups .com 
Date: Mon, 25 Feb 2013 11:15:00 
To: dwika@andercakrabua na.com
Reply-To: ITxARCO@yahoogroups .com 
Subject: [ITxARCO] Berterima Kasih 

Terimakasih kepada Teman:Untuk pesan-pesan yang memenuhi inbox, sebab artinya saya masih memiliki teman-teman yang memikirkan saya.Untuk otot-otot yang pegal dan lelah di sore hari, sebab artinya saya masih mampu untuk bekerja keras seharian.Untuk alarm yang ‘menyiksa’ dan membangunkan saya setiap subuh, sebab artinya saya masih diberi kehidupan.I Care About You,Dwika 
  
  
Saya Berterima Kasih Untuk ….. 
by admin http://www.akuingin sukses.com/ category/ bersyukur/ 



Untuk pasangan saya yang sering mengerjakan tugas setiap malam, sebab artinya ia tidak pergi dengan orang lain. 


Untuk anak-anak yang tidak membersihkan rumah, malahan menonton televisi, sebab artinya ia berada di rumah dan tidak berkeliaran di jalanan. 


Untuk pajak-pajak yang saya bayar, sebab artinya saya masih memiliki penghasilan. 


Untuk rumah yang berantakan setelah pesta, sebab artinya saya masih dikelilingi oleh teman-teman. 


Untuk pakaian yang kesempitan, sebab artinya saya masih memiliki kecukupan untuk makan. 


Untuk bayangan saya yang mengawasi saya bekerja, sebab artinya saya masih berada dalam penerangan. 


Untuk rumput yang harus disiangi, jendela yang harus dibersihkan, dan atap yang harus diperbaiki, sebab artinya saya masih memiliki rumah untuk ditinggali. 


Untuk kemacetan yang sering dialami, sebab artinya saya masih diberi kecukupan untuk memiliki alat transportasi. 


Untuk berjalan kaki yang melelahkan ke tempat kerja atau sekolah, sebab artinya saya masih diberi karunia untuk berjalan. 


Untuk pekerjaan-pekerjaan yang menumpuk, sebab artinya saya masih diberi kepercayaan oleh atasan saya. 


Untuk orang-orang yang cerewet, sebab artinya saya masih dapat mendengar. 


Untuk tumpukan cucian dan setrikaan, sebab artinya saya masih memiliki pakaian untuk digunakan. 


Untuk otot-otot yang pegal dan lelah di sore hari, sebab artinya saya masih mampu untuk bekerja keras seharian. 


Untuk alarm yang ‘menyiksa’ dan membangunkan saya setiap subuh, sebab artinya saya masih diberi kehidupan. 


Dan akhirnya … 

Untuk pesan-pesan yang memenuhi inbox, sebab artinya saya masih memiliki teman-teman yang memikirkan saya. 


Memiliki teman-teman atau sanak saudara yang sedang bersedih? Kirimkanlah artikel ini pada mereka. Semoga membantu. 

Minggu, 24 Februari 2013

Selangkah Lebih Maju


Re: Selangkah Lebih Maju

Saturday, February 23, 2013 6:35 PM
From:
Add sender to Contacts
To:
dwikasudrajat@yahoo.com
Pagi mas Dwika,

Terima kasih sharing artikelnya lagi ya.
Selalu ada added value

Salam,
Yudhi
M'98
Powered by Telkomsel BlackBerry®




Selangkah Lebih Maju

Friday, February 22, 2013 6:33 PM
From:
View contact details
To:
"IME" <ime-alumni@yahoogroups.com>, bph-alumni-ftui-2008@yahoogroups.com

Jika anda terus bertahan, akan ada satu titik dimana kegagalan akan berhenti dan anda akan meraih kesuksesan. 
Kita bisa bangkit kembali.
I Care About You,
Dwika




10 Kutipan Kesuksesan yang Akan Membantu Anda Selangkah Lebih Maju

by admin www.akuinginsukses.com
kesuksesan
Kita harus menghadapi banyak masalah yang berbeda dalam kehidupan. Masa sulit akan selalu ada, kita selalu berlari dan seiring waktu yang berlalu, mimpi kita menjadi semakin redup dan redup. Namun, anda akan memiliki sebuah kesempatan untuk bangkit kembali: sebuah perubahan dalam sudut pandang anda. Dan tidak ada cara yang lebih cepat selain kutipan-kutipan kesuksesan untuk membantu anda bangkit kembali.
Intinya adalah ketika anda tidak menghadapi masa-masa sulit, masa-masa sulit tersebut lah yang akan menemukan anda dan anda akan mendapati diri anda terjebak dalam lingkungan anda saat ini dan terkekang oleh apapun yang terjadi.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa apapun yang anda pikirkan pada masa ini akan menjadi masa depan anda, jadi tugas anda adalah untuk melakukan yang terbaik. Saya tahu, hal ini mungkin menakutkan, terlebih jika anda tidak bersemangat dan kegagalanbukanlah suatu pilihan.
Jika hal ini terjadi, mundurlah sejenak, tarik nafas dan berkonsentrasilah pada perspektif baru pada langkah anda berikutnya, langkah yang akan membawa anda maju. Ini adalah titik dimana kekuatan pikiran anda hadir dan saatnya permainan dimainkan. Saat ini adalah momen dimana setiap pikiran anda akan membuat perbedaan.
Saya rasa anda akan menemukan pertolongan dalam ke-10 kutipan kesuksesan berikut, dimana anda akan memperoleh bekal untuk melangkah maju.
Kutipan Kesuksesan #1: “Kesuksesan tidaklah permanen, dan kegagalan bukanlah sesuatu yang fatal” – Mike Ditka
Hal ini merupakan hal pertama yang harus anda pahami. Kehidupan terus berubah dan ada dua kebenaran yang perlu anda ketahui. Pertama, jika anda mengalami masalah setelah anda menerima hasil yang besar; hal ini normal terjadi. Jangan menjadi putus asa; orang lain pun mengalaminya. Kedua, kegagalan anda bukanlah sesuatu yang fatal. Anda membaca artikel ini, maka anda masih hidup. Anda masih memiliki kesempatan untuk bangkit kembali.
Kutipan Kesuksesan #2: “Kesuksesan tidaklah permanen. Hal yang sama juga berlaku untuk kegagalan.” – Dell Crossword
Inilah langkah selanjutnya: memahami bahwa tidak saja anda akan bertahan dari kegagalan, namun juga kegagalan bukanlah sesuatu yang permanen. Jika anda terus bertahan, akan ada satu titik dimana kegagalan akan berhenti dan anda akan meraih kesuksesan. Jadi, bagaimana kita bisa bangkit kembali?
Kutipan Kesuksesan #3:”Ketika anda jatuh terlentang, jika anda masih bisa melihat keatas, berarti anda bisa kembali berdiri.” – Les Brown
Langkah pertama adalah melihat ke depan: hal inilah yang membuat perbedaan antara kekalahan dan terus melanjutkan perjuangan. Lihatlah ke atas dan mulailah bergerak ke arah anda menatap. Dan dalam waktu singkat anda akan berdiri tegak.
Kutipan Kesuksesan #4:”Kegagalan adalah peluang untuk memulai kembali dengan lebih cerdas” – Henry Ford
Jika sekarang anda berdiri, akhirnya anda memiliki kesempatan untuk memulai kembali dengan informasi dan pengetahuan lebih dalam mengenai cara apa yang tidak berhasil dan yang mungkin berhasil. Kedua hal ini sangatlah bernilai. Belajarlah dari kegagalan dan bersiaplah untuk kembali melangkah. Apa yang akan anda lakukan untuk memastikan hal ini akan berjalan lebih baik?
Kutipan Kesuksesan #5: “Asumsi yang salah merupakan sebab dari semua kegagalan. Milikilah keberanian untuk menguji asumsi anda.” – Brian Tracy
Kali ini anda harus berani menguji asumsi anda. Hal ini akan membedakan antara memulai kembali sesuatu dengan sukses dan hanya bangkit berdiri. Perjalanan anda meraih sukses adalah proses belajar. Sebuah proses untuk menemukan bagaimana hal-hal bisa bekerja. Pemahaman anda akan diuji. Andalah yang mengambil keputusan: anda yang menjadi penguji atau kehidupan yang akan menguji anda.
Kutipan Kesuksesan #6: “Untuk meraih kesuksesan, anda harus berani gagal.” – Anonymous
Jadi, anda harus berani menerima kegagalan. Lalui kegagalan dalam waktu sesingkat mungkin, belajar dari kegagalan anda dan tingkatkan kewaspadaan anda. Kenali hal-hal yang belum anda kuasai dan ikuti rencana untuk menguasainya dengan uji coba. Ingat, tindakan adalah guru terbesar.
Kutipan Kesuksesan #7: “Anda selalu melalui kegagalan dalam perjalanan menuju sukses.” – Mickey Rooney
Ingat: anda belum mampu mengelola semua persoalan rumit yang anda hadapi dalam mencapai tujuan anda, meskipun anda merasa sudah mengeluarkan semua kemampuan anda. Kegagalan merupakan suatu hal yang wajar dan anda harus menerima bahwa kegagalan merupakan guru terbaik. Jadi bersiaplah untuk menghadapi kegagalan-kegagalan lain setelah anda kembali memulai sesuatu, belajarlah dari kegagalan tersebut dan …
Kutipan Kesuksesan #8: “Selalu ingat bahwa keputusan untuk mencapai sukses lebih penting dibandingkan hal apapun.” – Abraham Lincoln
Keputusan dan kegigihan merupakan dua poin penting untuk meraih kesuksesan. Tidak ada hal lain. Ambil keputusan untuk tidak pernah menyerah dan anda tidak akan pernah gagal. Dan setiap kali anda tergoda untuk berhenti, ingatlah bahwa …
Kutipan Kesuksesan #9: “Banyak kegagalan hidup terjadi karena orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan ketika mereka menyerah.” – Thomas Edison
Sukses sering diartikan sebagai langkah terakhir. Dan seringkali anda tidak tahu apa yang akan terjadi pada langkah berikutnya. Akan ada titik dimana pengalaman masa lalu anda akan bertemu dan anda akan mengetahui cara untuk menyelesaikannya. Lakukan terus menerus, dan kesuksesan akan tercipta dengan sendirinya. Namun kutipan kesuksesan terpenting adalah:
Kutipan Kesuksesan #10: “Cobalah untuk tidak menjadi orang yang sukses, namun menjadi orang yang bernilai.” – Albert Einstein
Kesuksesan sejati hanya bisa diraih hanya jika anda melayani orang lain. Temukan cara untuk memberi nilai pada kehidupan mereka, dan anda akan meraih kesuksesan.
Langkah Selanjutnya
Kutipan-kutipan ini hanyalah sekedar bantuan. Ada banyak hal yang bisa anda lakukan untuk kembali ke jalan yang menuntun anda menuju kesuksesan dan sumber daya lain di internet untuk mendapatkan dukungan.

Kamis, 21 Februari 2013

Orang PINTAR sulit dapat KERJA


Tue Feb 19, 2013 8:33 pm (PST) . Posted by:

"Iwan Hadianto" iwan_hadianto

betul-betul- betul...
terimakasih petromaksnya. ..

Iwan Hadianto
____________ _________ _

2013/2/20 Dwika Sudrajat dwikasudrajat@ yahoo.com>

> **
>
>
> Orang-orang terpelajar-cerdas ini lebih baik mendirikan usaha sendiri,
> menjadi konsultan yang melayani berbagai perusahaan saja.
> Ini solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.
> I Care About You,
> Dwika
>
>
>
>
>
>
> Orang PINTAR sulit dapat KERJA
http://collection27 .blogspot. com/
>
>
> Orang pintar akan sulit mendapatkan pekerjaan. Itu kata guru bisnis saya
> Januar Darmawan. Dan ia bersungguh-sungguh. Ia tidak sedang bergurau. Ia
> membuat saya berpikir keras. Bagaimana mungkin orang yang pintar justru
> sulit mendapatkan pekerjaan? Bukankah perusahaan-perusaha an terkemuka
> selalu membuka lowongan bagi orang-orang pintar tersebut?
>
>
>
> Sudah amat jelas bahwa ”orang pintar” yang dimaksudkan oleh guru bisnis
> saya itu tidak mengarah kepada kaum paranormal, apalagi dukun dan
> sebangsanya. Yang dimaksud adalah kaum terpelajar-cerdas dengan
> keahlian-keahlian khusus. Mereka adalah alumnus dari sekolah-sekolah
> terbaik di Indonesia atau di manca negara dengan gelar formal strata-2
> (master) dan strata-3 (doktoral). Mereka menekuni bidang-bidang tertentu
> yang sangat terspesialisasi. Sebagian juga memperoleh spesialisasinya
> dengan mengambil program-program sertifikasi di bidang tertentu, entah yang
> berkaitan dengan teknologi informasi, finansial, neurosains, pengembangan
> sistem, penataan budaya organisasi, dan sebagainya. Kehadiran mereka dalam
> jumlah yang terus meningkat di Tanah Air, menimbulkan konsekuensi tertentu.
>
>
> Umumnya, kaum terpelajar-cerdas ini sangat diperlukan oleh perusahaan
> untuk mengerjakan hal-hal yang spesifik. Misalnya, memperbaiki sistem
> informasi atau sistem administrasi, membantu standarisasi proses tertentu,
> membantu meredefinisi budaya organisasi, mengajarkan proses pengelolaan
> keuangan untuk mencapai kebebasan finansial, memberikan terapi untuk menata
> sikap dan perilaku buruk, dan sebagainya. Namun, mereka ini sebenarnya
> hanya diperlukan untuk periode waktu tertentu saja, umumnya dalam hitungan
> bulan. Setelah periode tersebut, keahlian mereka yang spesifik itu tidak
> dibutuhkan lagi.
>
>
> Pada titik inilah fenomena munculnya para konsultan jenis baru di
> Indonesia bisa dijelaskan. Orang-orang terpelajar-cerdas ini tidak mudah
> untuk memperoleh pekerjaan tetap (*full-time job*) dalam sebuah
> perusahaan karena dua alasan, yakni: pertama, perusahaan tidak mampu
> membayar sesuai dengan kemauan mereka, karena perusahaan memang tidak
> membutuhkan mereka dalam rentang waktu yang panjang; kedua, mereka sendiri
> sulit memperoleh kepuasan profesional kalau hanya berkiprah di dalam satu
> perusahaan saja, karena mereka akan merasa terkurung dan kurang dihargai
> sebagaimana mestinya.
>
>
> Oleh karena itu, orang-orang terpelajar-cerdas ini lebih baik mendirikan
> usaha sendiri, menjadi konsultan yang melayani berbagai perusahaan saja.
> Ini solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.
>
> Sebab dari sisi perusahaan, menggunakan jasa para konsultan ahli ini
> secara hitungan jangka panjang biayanya menjadi relatif murah. Jauh lebih
> murah dibanding mereka harus mempekerjakan tenaga ahli secara sepenuh waktu
> sebagai karyawan tetap bergaji tinggi. Ini menjadi bagian dari proses
> mengurangi biaya tetap dan meningkatkan laba perusahaan. Perusahaan juga
> tidak perlu memikirkan apakah konsultan ahli ini memiliki kultur dan
> nilai-nilai yang sejalan dengan perusahaan atau tidak, sebab yang dibeli
> oleh perusahaan adalah keahliannya. Keahliannya itu yang ingin diambil oleh
> sebagian karyawan perusahaan yang terkait dengan bidang tugas tertentu,
> agar perusahaan bisa berjalan sesuai dengan harapan pemilik dan manajemen
> puncak perusahaan.
>
>
> Pada sisi lain, kaum terpelajar-cerdas yang dikontrak dalam jangka pendek
> ini dapat melayani klien yang lebih luas, sehingga baik secara finansial
> maupun secara kepuasan profesional, semuanya lebih besar. Mereka bisa
> memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat karena tidak
> terbelenggu oleh satu organisasi tertentu.
>
>
> Begitulah salah satu kecenderungan yang terjadi di Indonesia dewasa ini.
> Kecenderungan ini sejalan dengan sejarah tenaga kerja di Eropa maupun di
> Amerika. Sebab pada tahun 2000 saja, jumlah tenaga kerja yang bekerja
> secara kontraktual di Eropa tercatat lebih dari 50% tenaga kerja, dan di
> Amerika lebih dari 43% tenaga kerja. Mereka ini adalah tenaga kerja dengan
> spesialisasi keahlian yang spesifik dan karenanya tidak mampu dipekerjakan
> oleh perusahaan formal yang selalu mencari cara untuk mengurangi biaya dan
> memaksimalkan keuntungan. Akibatnya, mereka mendirikan usaha konsultansi
> sendiri dan melayani klien yang beraneka ragam.
>
>
> Jadi kecenderungan ini menunjang usaha-usaha perusahaan untuk *reducing
> cost and maximizing profit<*. Ini tidak mungkin bisa dihalang-halangi.
> Akan makin banyak orang terpelajar-cerdas yang sulit mencari pekerjaan
> tetap dan harus mendirikan perusahaannya sendiri.
>
>
> Apakah semua orang pintar akan mendirikan usaha sendiri? Tidak juga.
> Sebagian lagi memilih untuk masuk ke pasar dunia. Mereka tidak lagi
> melihat Indonesia sebagai sebuah ”pembatas”, karena bagaimana pun
> teknologi informasi telah membuat dunia menjadi *borderless* , tanpa batas
> yang tegas. Sejumlah pilot Indonesia memilih bekerja di perusahaan
> penerbangan Thailand . Sejumlah insinyur hebat memilih Malaysia sebagai
> tempat berkarya. Dan sejumlah dosen yang mumpuni, mengajar di
> universitas- universitas terkemuka sekitar Asia Tenggara dan Australia .
>
>
>
> Lalu, apa yang ”tersisa” di perusahaan-perusaha an saat ini? Apakah tidak
> ada karyawan terpelajar-cerdas yang masih menjadi orang gajian?
>
> Tampaknya masih ada dua kelompok besar yang bertahan menjadi karyawan di
> perusahaan-perusaha an kita. Kelompok pertama adalah mereka yang memiliki
> kecerdasan rata-rata saja. Meski pun mereka lulus dengan indek prestasi
> komulatif di atas 2,75, kecerdasan mereka tidak nampak dalam dunia kerja.
> Mereka hanya senang disuruh dan diperintah. Mereka tidak menunjukkan
> proaktivitas yang memadai untuk memperkembangkan diri lewat proses belajar
> berkelanjutan dari situasi-situasi kehidupan kerja sesehari. Inilah
> kelompok karyawan mayoritas yang jumlah populasinya mungkin 80% dari total
> karyawan.
>
>
> Kelompok kedua adalah sarjana-sarjana cerdas-berbakat yang hanya
> menggunakan sebagian saja dari kecerdasannya dalam bekerja. Pada satu sisi
> mereka tidak memiliki pemimpin visioner yang mau mempercayai dan
> memberdayakan mereka untuk mengerjakan tugas-tugas yang lebih menantang,
> seperti merintis unit bisnis yang diperkirakan cocok dengan potensinya
> (dengan risiko gagalnya, tentu). Dan pada sisi lain mereka sendiri tidak
> menumbuhkan keberanian yang cukup untuk keluar dari zona kenyamanannya,
> sehingga bersedia menerima imbalan finansial yang lebih kecil asal ”pasti”.
> Mereka mengorbankan kecerdasan dan bakat mereka untuk kenyamanan semu yang
> memabukkan.

Jumat, 08 Februari 2013

Retensi Pelanggan , Ulangi Penjualan , Arahan Imperatif Bisnis: Bridging dengan Kepuasan Pelanggan, Loyalitas, Lifetime, Skor ...



oleh Bizshifts-Tren


Aturan retensi pelanggan adalah bahwa Anda harus rela untuk menghabiskan banyak untuk menjaga pelanggan seperti yang Anda lakukan untuk mendapatkan mereka.
Ember bocor tidak mengisi dengan cepat.
~ Des Traynor

Retensi pelanggan, penjualan berulang, dan arahan yang imperatif bisnis. Ini adalah kegiatan yang menjual sebuah organisasi melakukan untuk mengurangi pembelotan pelanggan, tumbuh, dan meningkatkan profitabilitas. Retensi pelanggan yang sukses dimulai dengan kontak pertama, sebuah organisasi membuat dengan pelanggan, dan terus sepanjang seumur hidup dari sebuah hubungan. Mempertahankan pelanggan (mengurangi perputaran pelanggan) sangat penting untuk keberhasilan profitabilitas dan bisnis. Menurut 'Emmet C. Murphy dan Mark A. Murphy' mereka menulis: Mendapatkan pelanggan baru dapat biaya sebanyak lima kali lebih memuaskan dan mempertahankan pelanggan saat ini. Kenaikan 2% dalam retensi pelanggan memiliki efek yang sama seperti penurunan biaya sebesar 10%. Tergantung pada industri, mengurangi tingkat pelanggan pembelotan Anda dengan 5% dapat meningkatkan profitabilitas Anda sebesar 25 sampai 125%. Profitabilitas pelanggan cenderung meningkat selama masa pelanggan ditahan.

Dalam artikel "Return on Happiness, retensi, Loyalitas Pelanggan" oleh JoAnna Brandi menulis: Setelah 21 tahun dalam bisnis Retensi Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan, aku punya hanya 6 kata-kata nasihat untuk Anda: 'Get Real. Jadilah Real. Tetap Real. Ada pergeseran kekuatan dalam bisnis. Para pelanggan bertanggung jawab, dan mereka tahu itu. Mereka punya kekuasaan. Mereka tidak memberikan tiupan tentang pesan pemasaran Anda dengan hati-hati dibuat. Mereka ingin tahu bahwa Anda jujur ​​dan memiliki kepentingan terbaik mereka di hati. Mereka ingin kebenaran. Dipercaya telah rusak begitu sering bahwa pelanggan waspada dan bahkan sinis tentang membeli. Jadi jika Anda ingin menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif Anda, Anda membutuhkan pendekatan baru untuk hubungan pelanggan.

Dapatkan Nyata: Kepuasan pelanggan tidak cukup lagi. Kurang dari setengah dari pelanggan yang puas Anda akan datang kembali. Anda perlu untuk menyeberangi jembatan dari kepuasan pelanggan ke loyalitas pelanggan.
Jadilah Real: Jembatan antara kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan dibangun dengan emosi positif. Emosi adalah alat bisnis yang jauh lebih kuat daripada kebanyakan orang menyadari, menggabungkan perasaan yang, khusus, dihargai, dihargai, penting, divalidasi, menyambut, mendengar, aman, dihormati, dan / atau bahkan dicintai.
Tetap Real: Berkelanjutan, otentik, berfokus pada pelanggan perusahaan menciptakan cara-cara untuk menjaga semangat mereka untuk pelanggan hidup. Pemimpin tetap terhubung dengan pelanggan. Mereka secara rutin menantang asumsi dan mendengarkan dengan hormat untuk apa yang karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan harus mengatakan.
Dalam artikel "Dampak Kepuasan Pelanggan dan Kualitas Hubungan di Retensi Pelanggan" oleh Thorsten Hennig-Thurau dan Alexander Klee menulis: Selama dua dekade terakhir, lebih dari 1200 artikel telah diterbitkan di bidang customer
kepuasan penelitian. Dalam berbagai publikasi, kepuasan telah diperlakukan sebagai premis yang diperlukan untuk retensi pelanggan, dan karena itu telah pindah ke garis depan pendekatan pemasaran relasional. 'Kotler' meringkas ini ketika ia menyatakan: Kunci untuk retensi pelanggan adalah kepuasan pelanggan. Akibatnya, kepuasan pelanggan telah dikembangkan secara luas sebagai konstruksi dasar untuk memantau dan mengendalikan kegiatan dalam konsep pemasaran hubungan. Menurut 'LaBarbera dan Mazursky': "Asumsi bahwa kepuasan / ketidakpuasan bermakna mempengaruhi mendasari perilaku pembelian kembali sebagian besar penelitian di daerah ini penyelidikan". Akibatnya, hanya beberapa peneliti telah meneliti sifat dan tingkat hubungan antara kepuasan dan retensi sendiri. Dalam sebuah studi eksperimental dengan 'Bolton' mereka menemukan, kepuasan secara keseluruhan menjelaskan 7% dari varians dari panjang hubungan perusahaan-pelanggan. Dia bahkan tidak menemukan hubungan yang signifikan antara penilaian kepuasan transaksi-spesifik dan panjang hubungan. Selain itu, studi yang membandingkan tingkat kepuasan pelanggan bermigrasi dengan orang-orang dari pelanggan setia menunjukkan hasil yang sama. Sebagai contoh, laporan 'Kordick' bahwa dalam studi pembeli mobil, hanya 40% dari pembeli yang disurvei yang mengatakan
mereka puas dengan merek dan layanan terlibat dalam perilaku pembelian berulang. Selain itu, catatan 'Kordick' bahwa 15% dari pelanggan puas kembali ke dealer yang sama meskipun ketidakpuasan mereka. Dalam sebuah studi oleh 'Gierl', mereka menemukan, antara 40% dan 62% dari pelanggan yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka telah berubah merek meskipun
mereka puas. Hebatnya, di delapan dari sembilan kelas diperiksa produk, persentase ini beralih merek puas bahkan melebihi persentase pelanggan yang membelot karena keadaan tidak memuaskan. Menurut Reichheld, persentase migran puas bahkan lebih tinggi ... bahwa antara 65% dan 85% dari pelanggan yang cacat mengatakan mereka puas atau sangat puas dengan pemasok mereka sebelumnya. Kondensasi hasil dari studi ini, 'skeptisisme' tampaknya cukup beralasan untuk pandangan konseptual luas dari kepuasan & retensi 'kuat hubungan.

The 'AS Chamber of Commerce 'dan' AS Administrasi Bisnis Kecil 'melakukan studi dan sesuai dengan hasil, bisnis bisa sangat meningkatkan basis pelanggan mereka jika mereka lebih terfokus pada mempertahankan pelanggan daripada menghabiskan dana anggaran pemasaran untuk mendapatkan pelanggan baru. Studi pemasaran telah menunjukkan dibutuhkan lebih banyak uang untuk memperoleh pelanggan baru daripada yang dilakukannya untuk mempertahankan klien saat ini. Statistik menunjukkan:

Rata-rata bisnis AS kehilangan 50% dari pelanggan setiap lima tahun.
Biaya 6-7 kali lebih untuk mencari klien baru daripada yang dilakukannya untuk menjaga klien yang ada.
Bain Co menyatakan, peningkatan 10% dalam retensi pelanggan adalah sama dengan 30% peningkatan nilai perusahaan.
Anda adalah 4 kali lebih mungkin untuk melakukan bisnis dengan pelanggan yang sudah ada vs pelanggan baru.
Probabilitas menjual ke pelanggan yang ada adalah 60-70% vs 5-20% untuk pelanggan baru.
Dalam artikel "The Economics of Retensi Pelanggan" oleh Brian Koma menulis: Winning pelanggan baru sementara kehilangan porsi yang signifikan dari pelanggan yang sudah ada seperti mengisi bak mandi dengan saluran terbuka. Berikut adalah contoh yang menunjukkan perbedaan antara tingkat retensi pelanggan 74% dan tingkat retensi pelanggan 90%: Pada tingkat pelanggan 74% retensi, bisnis $ 30 juta akan kehilangan $ 7.800.000 pendapatan dari tahun ke tahun dan akan membutuhkan
untuk menjual hampir $ 17 juta bisnis baru mencapai $ 40 juta dalam penjualan. Pada tingkat pelanggan 90% retensi, bisnis akan mengurangi tahun-ke tahun penurunan pendapatan menjadi $ 3 juta dan hanya akan perlu menjual tambahan $ 12 juta akan mencapai $ 40 juta dalam penjualan. Pelanggan setia dapat membuat perbedaan dramatis dalam kesehatan secara keseluruhan keuangan organisasi dan secara dramatis mengurangi biaya pertumbuhan, bahkan dalam ekonomi yang menantang. Senyawa tingkat retensi Anda selama bertahun-tahun dan Anda memiliki dampak yang dramatis pada keuntungan perusahaan Anda.

Dalam artikel "Nomor Satu Anda Harus Tumbuh" oleh Fred Reichheld, ia memperkenalkan konsep 'Skor Net Promoter' (NPS). NPS adalah metrik loyalitas pelanggan, dan
manfaat diusulkan paling penting dari metode ini berasal dari menyederhanakan dan
mengkomunikasikan tujuan untuk menciptakan lebih 'Promotor' dan lebih sedikit 'Kritik'. Konsep mengaku jauh lebih sederhana bagi karyawan untuk memahami dan babak-on, selain lebih rumit, tidak jelas atau sulit untuk memahami metrik kepuasan atau indeks. Selain itu, pendukung mengklaim metode NPS dapat mengurangi kompleksitas implementasi dan analisis, sering dikaitkan dengan ukuran kepuasan pelanggan. Dasar-dasar metode direbus ke satu pertanyaan ajaib: "Seberapa besar kemungkinan bahwa Anda [customer] akan merekomendasikan [masukkan nama perusahaan Anda] ke teman atau kolega?" Pelanggan menanggapi 'Survey Skor Net Promoter' oleh memilih angka antara 0 dan 10, '0 'sebagai nilai serendah mungkin (tidak mungkin untuk merekomendasikan perusahaan Anda) dan '10' sebagai nilai tertinggi (paling mungkin untuk merekomendasikan perusahaan Anda). Untuk menghitung NPS perusahaan Anda, mengambil persentase pelanggan yang promotor dan kurangi
Persentase yang pencela. Untuk memberikan gambaran dari beberapa (sangat tinggi) skor NPS, berikut adalah beberapa nilai dari beberapa merek akrab: USAA-87%, Costco-77%, Apple-72%. Rata-rata perusahaan biasanya skor antara 5 dan 10%. Stellar perusahaan beroperasi pada peringkat efisiensi NPS dari 50 sampai 80%. Namun, "Hanya karena pelanggan mengatakan mereka akan merekomendasikan perusahaan Anda tidak berarti, tentu, yang mereka lakukan". Pendukung pendekatan NPS mengklaim skor dapat digunakan untuk memotivasi organisasi untuk menjadi lebih fokus pada peningkatan produk dan layanan bagi pelanggan. Mereka selanjutnya mengklaim bahwa perusahaan NPS berkorelasi dengan pertumbuhan pendapatan. Penelitian independen menegaskan klaim mendasar hubungan antara NPS kompetitif relatif dan tingkat pertumbuhan yang kompetitif. Meskipun popularitasnya di kalangan eksekutif bisnis, konsep NPS telah menarik beberapa kontroversi dari kalangan penelitian akademis dan pasar. Penelitian oleh 'Keiningham, Cooil, Andreassen dan Aksoy' sengketa bahwa metrik NPS adalah prediktor terbaik dari pertumbuhan perusahaan. Selain itu, mengaku 'Hayes' tidak ada bukti ilmiah bahwa 'kemungkinan untuk merekomendasikan' pertanyaan adalah prediktor yang lebih baik dari pertumbuhan bisnis dibandingkan dengan pelanggan loyalitas pertanyaan. 'Daniel Schneider, Jon Krosnick, et al.' Menemukan bahwa dari empat skala diuji, skala 11-point yang dianjurkan oleh Reicheld memiliki validitas prediktif terendah dari skala diuji. Lain telah mengambil masalah dengan metodologi perhitungan, mengklaim bahwa dengan runtuh skala 11-poin pada tiga komponen (misalnya, Promotor, pasif, Kritik), informasi yang signifikan hilang dan statistik variabilitas meningkat hasil. Juga, validitas yang skala NPS di seluruh industri dan budaya juga telah mempertanyakan ...

The bisnis rata-rata kehilangan sekitar 20% dari pelanggan setiap tahun hanya dengan gagal untuk menghadiri hubungan pelanggan. Dalam beberapa industri kebocoran ini adalah setinggi 80%. Biaya, dalam kedua kasus, sangat mengejutkan, namun beberapa bisnis yang benar-benar memahami implikasi. Bayangkan dua bisnis, salah satu yang mempertahankan 90% dari pelanggan, yang lain mempertahankan 80%. Jika kedua menambah pelanggan baru sebesar 20% per tahun, yang pertama akan memiliki pertumbuhan bersih 10% pada pelanggan per tahun, sementara yang lain akan memiliki tidak ada. Selama tujuh tahun, perusahaan pertama hampir akan berlipat ganda, sedangkan yang kedua tidak akan memiliki pertumbuhan riil. Segala sesuatu yang lain dianggap sama, bahwa 10 persen keuntungan dalam retensi pelanggan akan menghasilkan dua kali lipat dari pelanggan setiap tujuh tahun tanpa melakukan apa-apa lagi. Bahkan perubahan kecil dalam retensi pelanggan dapat kaskade melalui sistem bisnis dan berkembang biak dari waktu ke waktu. Retensi pelanggan memvalidasi jiwa perusahaan. Dalam rangka untuk melayani pelanggan, Anda harus berpikir seperti pelanggan dan karyawan. Retensi pelanggan mencerminkan 'keadaan pikiran bahwa pelanggan memiliki sekitar perusahaan dan produk atau jasa ... "Jika Anda tidak memberikan pelanggan Anda beberapa alasan yang baik untuk tinggal, pesaing Anda akan memberi mereka alasan untuk meninggalkan. Retensi pelanggan mendorong laba. Ini jauh lebih murah untuk menumbuhkan basis pelanggan Anda, daripada mencari single baru-transaksi pelanggan ...

Mencari biaya pelanggan baru dari tiga sampai tujuh kali lebih dari menjaga yang sudah ada, dan bagi banyak perusahaan, sampai dengan 95% dari keuntungan berasal dari pelanggan jangka panjang. ~ Pricewaterhouse Coopers.

Customer Acquisition


Professional marketers know the rule:  You don’t make your money from the first sale. You make your money from the repeat business.
The vast majority of profit derived from acquiring a new customer comes in the months and years AFTER their initial purchase. But how much can (or should) you be spending to get new customers? How much is too much and how much is too little?
For small business owners, a little understood dynamic of marketing is the concept of Customer Life Time Value (CLTV).  For my money (literally), Customer Lifetime Value is THE way a business measures the value and opportunity related to their repeat business.
So, we’ve put this post together to help walk you through the basics and we’ve even provided a handy Excel Spreadsheet you can use as a template to calculate Customer Lifetime Value for your Internet Marketing efforts.
What is Customer Lifetime Value?
According to the Harvard School of Business, Customer Lifetime Value ‘helps a marketing manager arrive at the dollar value associated with the long-term relationship with any given customer, revealing just how much a customer relationship is worth over a period of time.’
In short, it helps business owners and marketers decide how much money they’re willing to spend in order to acquire a new customer. So while many (most) FIRST TIME sales won’t result in a profit, they will ultimately yield a greater profit to the business in the longterm.
Classic example —  Remember those free AOL disks and CDs that used to come in the mail every few days? Each one giving you a 30-day free trial to America Online? (I know, I know….I’m old).  Well, with the postage, the cost of the CDs, the support marketing and the cost to fulfill that service, it cost the company about $35, on average, to get a new customer.
But didn’t AOL only charge about $14.95 a month to be a member? How did that make sense? Because when you consider that the average subscriber lifecycle was about 25 months, AOL ended up making about $350 per new customer.  While not every customer stayed with the company the full 25 months, when looking at the total campaign and the average contribution overall, the numbers made sense…and they made billions. Say what you will about the fall of AOL — the strategic blunders, management misteps, & overvaluation in the stock market — their marketing team knew how to grow their business.
If you KNEW that $35 invested today would equal $350 in profit in two years — you’d jump at the chance to sink as much money into that investment as possible.
How do you calculate Customer Lifetime Value?
For our purposes here, I’m going to forego the use of Net Present Value Tables or Discount Rates.  Hey, when interest rates are above 2%, we can revisit that conversation right?
In the simplest form the variables are:
• Cost of Acquisition
• Lifetime Revenue of a Customer
• Lifetime Fulfillment Cost
Cost of Acquisition – This is the total dollars it will cost you to get a new customer. Let’s say that you currently use Google Adwords to promote your business and your average cost-per-click (CPC) is $2.00. Let’s also assume that your Conversion Rate is 5% so that means it takes 20 clicks to get a sale (20 clicks X 5% = 1 purchase). Your Cost of Acquisition = $40. ($2.00 X 20 clicks).
Lifetime Revenue of Customer – This is the average revenue you receive from a customer over the course of their relationship with you. If your average customer spends $30 every 6 months and stays with you for 5 years, their Lifetime Revenue = $300 ($30 X 2 times a year X 5 years).
Lifetime Fulfillment Cost – This is the cost of it takes to support that customer…anything directly attributable to that customer that takes away from your profit. It includes Cost of Goods Sold (COGS), shipping costs, payment processing fees, marketing messages to urge them to buy again, etc. For the example above, say your COGS percentage is 20%, your shipping costs are $3.95, and your credit card processing fees are 3.5%  – your Lifetime Fulfillment Cost = $110. (($6 COGS+ $1.95 CC Fees + $3.95 Shipping & Handling) X 10 Purchases).
All told that means your Customer Lifetime Value = $150. ($300 Revenue – $40 Acquisition – $110 Fulfillment Cost). Incidentally, that means your ROI = 136% ($150 CLTV / Total Investment).
How to Use Our Customer Lifetime Value Calculator
Using the attached Excel spreadsheet, you can calculate the Customer Lifetime Value for your business.
Here’s how to use it:
1. Site Visits & Conversion Rate: Enter the number of visits your site gets per day and the average Conversion Rate for a given month. For our purposes, assume that Conversion Rate means you’ve actually made a sale.  In the provided spreadsheet, the tan fields are the fields you should enter your data into. All other fields are calculated automatically and need not be touched.
2. Enter Your Renewal Percentages:  We provided 12 slots for repeat sales, but you may choose to increase or decrease this once you get a feel for how the spreadsheet works. Use these fields to document (estimate) your renewal / re-purchase rates for the pool of customers. In this example, we start with 75 customers, 60% of those customers buy again giving us 45 repeat orders. Out of those 45 customers, 60% make a third purchase and we get 27 more orders….and on and on.
3. Average Revenue & Fulfillment Costs: Enter the variables for how much revenue you get and now much it costs you to fulfill each order.
4. Review Customer Lifetime Value & Target Spending: Here you can see what your CLTV and ROI Percentages would be under the given scenario. Note, there’s an entry field forAcceptable Marketing Spending Per Month.  I’ve defaulted this to use the calculated Gross Margin from ‘Sale 1′ — in the case $2,229. My goal is usually to break even on that first sale. However, I’ve also worked with models that sacrifice a portion of the second sale (Sale 2). By gauging the calculated Gross Margins for Sale 1 & Sale 2, you can play with how much you’re willing to risk as an upfront investment.
I also use Acceptable Marketing Spending Per Month to calculate how much I’d be willing to spend to get a new order and how much I’d be willing to spend per click. This is VERY handy when planning out your monthly internet marketing budget and PPC spending. Note this can be a combination of both Organic & PPC activities as each click still has a quantifiable cost.
Well, that’s pretty much it in a nutshell. I know math is not everybody’s idea of fun. But it is a necessary evil if you want to ensure that you’re effectively planning and monitoring your Internet marketing efforts.
If you have questions, need help, or want to review a specific scenario for your organization. Please let me know and I’ll be happy to discuss your specific situation.

Perolehan Pelanggan



By: Kelly Brown
Pemasar profesional tahu aturan: Anda tidak membuat uang Anda dari penjualan pertama.
Anda membuat uang Anda dari bisnis yang berulang.

Sebagian besar berasal dari keuntungan memperoleh pelanggan baru datang pada bulan-bulan dan tahun-tahun SETELAH pembelian awal mereka. Tapi berapa banyak yang dapat (atau harus) Anda akan menghabiskan untuk mendapatkan pelanggan baru? Berapa banyak terlalu banyak dan berapa banyak terlalu sedikit?

Untuk pemilik usaha kecil, sedikit mengerti dinamis pemasaran adalah konsep Nilai Waktu Pelanggan Hidup (CLTV). Untuk uang saya (harfiah), Nilai Pelanggan Lifetime adalah ATAS cara bisnis mengukur nilai dan peluang yang terkait dengan bisnis yang berulang mereka.

Jadi, kami telah membuat posting ini bersama-sama untuk membantu memandu Anda melalui dasar-dasar dan kami bahkan menyediakan Spreadsheet Excel berguna yang dapat Anda gunakan sebagai template untuk menghitung Nilai Pelanggan Lifetime untuk upaya pemasaran Internet Anda.

Apa Nilai Pelanggan Lifetime?

Menurut Harvard School of Business, Pelanggan Lifetime Nilai 'membantu seorang manajer pemasaran tiba di nilai uang yang dihubungkan dengan hubungan jangka panjang dengan pelanggan diberikan, mengungkapkan betapa hubungan pelanggan bernilai selama periode waktu. "

Singkatnya, hal ini membantu pemilik bisnis dan pemasar memutuskan berapa banyak uang yang mereka bayarkan untuk mengakuisisi pelanggan baru. Jadi sementara banyak (sebagian) penjualan WAKTU PERTAMA tidak akan menghasilkan keuntungan, mereka akhirnya akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar untuk bisnis dalam jangka panjang.

Contoh klasik - Ingat orang-orang AOL disk bebas dan CD yang digunakan untuk datang dalam surat setiap beberapa hari? Masing-masing memberikan Anda uji coba gratis 30-hari ke America Online? (Aku tahu, aku tahu .... aku sudah tua). Nah, dengan ongkos kirim, biaya CD, pemasaran dukungan dan biaya untuk memenuhi layanan tersebut, biaya perusahaan sekitar $ 35, rata-rata, untuk mendapatkan pelanggan baru.

Tapi tidak bertanggung jawab AOL hanya sekitar $ 14,95 per bulan menjadi anggota? Bagaimana itu masuk akal? Karena ketika Anda menganggap bahwa siklus hidup pelanggan rata-rata sekitar 25 bulan, AOL akhirnya membuat sekitar $ 350 per pelanggan baru. Meskipun tidak setiap pelanggan tinggal dengan perusahaan yang 25 bulan penuh, ketika melihat kampanye total dan kontribusi rata-rata keseluruhan, jumlah masuk akal ... dan mereka membuat miliaran. Katakanlah apa yang akan Anda tentang jatuhnya AOL - kesalahan-kesalahan strategis, misteps manajemen, & overvaluation di pasar saham - tim pemasaran mereka tahu bagaimana untuk mengembangkan bisnis mereka.

Jika Anda TAHU bahwa $ 35 diinvestasikan hari ini akan sama dengan $ 350 di keuntungan dalam dua tahun - Anda akan melompat pada kesempatan untuk tenggelam uang banyak ke investasi yang mungkin.

Bagaimana Anda menghitung Nilai Pelanggan Lifetime?

Untuk tujuan kita di sini, aku akan mengorbankan penggunaan Net Present Value atau Tabel Tarif Diskon. Hei, ketika suku bunga di atas 2%, kita dapat kembali percakapan itu benar?

Dalam bentuk yang paling sederhana variabel adalah:
• Biaya Akuisisi
• Lifetime Pendapatan Nasabah
• Lifetime Pemenuhan Biaya

Biaya Akuisisi - Ini adalah total dolar akan dikenakan biaya untuk mendapatkan pelanggan baru. Mari kita mengatakan bahwa saat ini Anda menggunakan Google Adwords untuk mempromosikan bisnis Anda dan rata-rata biaya per klik (BPK) adalah $ 2,00. Mari kita juga berasumsi bahwa Tingkat Konversi Anda adalah 5% sehingga berarti dibutuhkan 20 klik untuk mendapatkan penjualan (20 klik X 5% = 1 pembelian). Anda Biaya Akuisisi = $ 40. ($ 2,00 X 20 klik).

Lifetime Pendapatan Pelanggan - Ini adalah pendapatan rata-rata yang Anda terima dari pelanggan selama hubungan mereka dengan Anda. Jika rata-rata pelanggan Anda menghabiskan $ 30 setiap 6 bulan dan tetap dengan Anda selama 5 tahun, Pendapatan Lifetime mereka = $ 300 ($ 30 X 2 kali setahun X 5 tahun).

Lifetime Biaya Pemenuhan - Ini adalah biaya yang diperlukan untuk mendukung pelanggan yang ... apapun secara langsung disebabkan bahwa pelanggan yang mengambil dari keuntungan Anda. Ini mencakup Beban Pokok Penjualan (HPP), biaya pengiriman, biaya pemrosesan pembayaran, pesan pemasaran untuk mendesak mereka untuk membeli lagi, dll Untuk contoh di atas, katakanlah HPP persentase Anda adalah 20%, biaya pengiriman adalah $ 3,95, dan kredit Anda Kartu biaya pengolahan 3,5% - Lifetime Pemenuhan Anda Biaya = $ 110. (($ 6 HPP + Biaya CC $ 1,95 + $ 3,95 Pengiriman & Penanganan) X 10 Pembelian).

Semua mengatakan bahwa berarti Pelanggan Lifetime Nilai Anda = $ 150. (Pendapatan $ 300 - akuisisi senilai $ 40 - $ 110 Biaya Pemenuhan). Kebetulan, itu berarti Anda ROI = 136% ($ 150 CLTV Investasi / Total).

Cara Menggunakan Pelanggan Lifetime kami Kalkulator Nilai



Menggunakan spreadsheet Excel terpasang, Anda dapat menghitung Nilai Pelanggan Lifetime untuk bisnis Anda.

Unduh Pelanggan Lifetime kami Kalkulator Nilai.

Berikut adalah cara untuk menggunakannya:

1. Site Kunjungan & Tingkat Konversi: Masukkan jumlah kunjungan situs Anda per hari dan Tingkat Konversi rata-rata untuk bulan tertentu. Untuk tujuan kita, menganggap bahwa Tingkat Konversi berarti Anda sudah benar-benar melakukan penjualan. Dalam spreadsheet disediakan, bidang tan adalah bidang Anda harus memasukkan data Anda ke dalam. Semua bidang lain dihitung secara otomatis dan tidak perlu disentuh.



2. Masukkan Persentase Renewal Anda: Kami menyediakan 12 slot untuk penjualan berulang, tetapi Anda dapat memilih untuk menambah atau mengurangi ini setelah Anda mendapatkan merasakan bagaimana spreadsheet bekerja. Gunakan bidang ini untuk mendokumentasikan (perkiraan) perpanjangan / pembelian kembali tarif untuk kolam pelanggan. Dalam contoh ini, kita mulai dengan 75 pelanggan, 60% dari para pelanggan membeli lagi memberikan kita 45 repeat order. Dari mereka 45 pelanggan, 60% melakukan pembelian ketiga dan kita mendapatkan 27 pesanan lebih .... dan seterusnya.



3. Pendapatan rata-rata & Biaya Pemenuhan: Masukkan variabel untuk berapa banyak pendapatan yang Anda dapatkan dan sekarang banyak biaya Anda untuk memenuhi setiap pesanan.



4. Ulasan Pelanggan Lifetime Nilai & Belanja Target: Di sini Anda dapat melihat apa yang Anda CLTV dan Persentase ROI akan berada di bawah skenario yang diberikan. Catatan, ada sebuah field entri untuk Pengeluaran Pemasaran Acceptable Per Bulan. Saya sudah gagal ini untuk menggunakan Marjin Kotor dihitung dari 'Sale 1' - dalam kasus $ 2.229. Tujuan saya biasanya untuk mencapai titik impas pada penjualan pertama. Namun, saya juga telah bekerja sama dengan model yang mengorbankan sebagian dari penjualan kedua (Sale 2). Dengan mengukur Margins Bruto dihitung Dijual 1 & 2 Sale, Anda bisa bermain dengan seberapa banyak Anda bersedia mengambil risiko sebagai investasi dimuka.

Saya juga menggunakan Pengeluaran Pemasaran diterima Per Bulan untuk menghitung berapa banyak aku akan bersedia untuk menghabiskan untuk mendapatkan suatu tatanan baru dan berapa banyak aku akan bersedia untuk menghabiskan per klik. Hal ini sangat berguna ketika merencanakan keluar internet bulanan Anda anggaran pemasaran dan pengeluaran PPC. Catatan ini bisa menjadi kombinasi aktivitas kedua Organik & PPC sebagai klik masing-masing masih memiliki biaya terukur.


Nah, itu cukup banyak itu secara singkat. Saya tahu matematika bukanlah ide semua orang menyenangkan. Tapi itu adalah kejahatan yang diperlukan jika Anda ingin memastikan bahwa Anda secara efektif merencanakan dan memantau Internet Anda upaya pemasaran.

Jika Anda memiliki pertanyaan, membutuhkan bantuan, atau ingin meninjau skenario tertentu untuk organisasi Anda. Tolong beritahu saya dan saya akan senang untuk membahas situasi khusus Anda.

Pelanggan Seumur Hidup


Nilai Pelanggan Seumur Hidup (CLV) vs Biaya Perolehan Pelanggan (CAC)
**www.skyglue.com/customer-lifetime-value-clv-vs-customer-acquisition-cost-cac/

Banyak usaha kecil dan perjuangan startups pada keseimbangan upaya pemasaran yang terbatas mereka antara meningkatkan nilai pelanggan seumur hidup / retensi & mencari pelanggan baru. Saya pikir mungkin ada baiknya untuk menulis posting di sini dan mendapatkan beberapa perspektif pembaca.

Pelanggan Lifetime Nilai (CLV), cukup cantumkan, adalah keuntungan yang Anda diharapkan untuk menerima dari penjualan dan layanan kepada pelanggan tertentu di masa depan. Hal ini didasarkan pada data historis, tetapi menceritakan pada masa depan. CLV dipengaruhi oleh umur yang diharapkan dari pelanggan tertentu dengan produk / jasa, pendapatan rata-rata per pengguna dalam setiap periode waktu dan marjin kotor Anda.

Pelanggan Biaya Perolehan (CAC) adalah biaya yang terkait dengan meyakinkan konsumen untuk membeli produk atau jasa Anda, termasuk penelitian, pemasaran, dan biaya iklan.

Tak perlu dikatakan, baik metrik sangat penting. Namun, jika Anda dibatasi oleh sumber daya, fokus pada nilai seumur hidup mungkin lebih bermakna. Jeremy dalam blognya menyebutkan beberapa alasan:

1, Sebagian besar perbaikan yang Anda buat untuk CLV akan meningkatkan CLV untuk semua pengguna, baik saat ini dan masa depan, dan terlepas dari saluran akuisisi. Di sisi lain, banyak perbaikan yang Anda buat untuk CAC spesifik saluran dan mereka tidak menguntungkan pelanggan yang sudah ada, hanya pelanggan baru. Anda lebih maksimal dari upaya Anda pada CLV dan kesepakatan yang lebih baik.

2, CLV adalah nilai seumur hidup pelanggan, dan itu biasanya lebih tinggi dari CAC, jadi sebuah x% peningkatan CLV memiliki dampak yang lebih kepada perusahaan dibandingkan pengurangan% di CAC.

Selain itu, saya ingin menambahkan titik tiga:

3. Para pelanggan senang dihasilkan dengan meningkatkan CLV akan membuka jalur akuisisi baru seperti arahan pelanggan, dan berfokus pada CLV awal akan membuat keputusan-keputusan pada saluran pemasaran yang lebih logis dan lebih hasil-didorong.

eric

Keuntungan yang Besar


Sasis Bisnis
Posted on  narrowwindows.com

Saya ingin memperkenalkan sasis bisnis. Konsep ini bukan hal yang baru, konsep tersebut telah digunakan oleh konsultan bisnis selama bertahun-tahun, terutama Action International yang menempatkan banyak penekanan pada hal itu.

Semua bisnis memiliki aspek-aspek dan saat Anda bekerja melalui unsur-unsur dan menerapkan konsep untuk bisnis Anda, Anda akan melihat bagaimana bahkan perubahan kecil menghasilkan peningkatan yang baik dalam keuntungan karena efek mengalikan.

The Chassis Bisnis

Memimpin

x

Konversi Tingkat

=

Pelanggan

x

Rata-rata Dollar Sale

x

Jumlah Transaksi

=

 Pendapatan

x

Profit Margin

=

Laba.

Membangkitkan Memimpin - Sebuah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan lead baru adalah penting karena merupakan langkah pertama dalam proses untuk menghasilkan keuntungan. Pemaparan banyak kita dapatkan melalui kegiatan periklanan, public relations dan pemasaran misalnya, semakin baik kesempatan kita menjual produk dan layanan kami.

Tingkat Konversi - Setelah bisnis telah diidentifikasi menyebabkan mereka perlu mengubah mereka dari calon pelanggan (yaitu memimpin), menjadi pelanggan. Hal ini biasanya dilakukan melalui proses penjualan kami. Sebagai contoh, kita mungkin memiliki script penjualan yang merupakan lapangan pra-tertulis yang telah dirancang untuk mengidentifikasi faktor-faktor membeli yang menarik bagi pelanggan potensial. Tentu saja hal ini, seperti semua materi pemasaran kami telah diuji dan terus dimonitor untuk efektivitas.

Jumlah Transaksi - Bisnis secara umum dapat dengan mudah menghitung rata-rata jumlah pembelian untuk pelanggan dalam jangka waktu tertentu. Dalam kasus sebuah pompa bensin, frekuensi pembelian mungkin mingguan sedangkan untuk Akuntan frekuensi pembelian mungkin rata-rata hanya tiga kali per tahun (untuk persiapan pengembalian keuangan dan GST beberapa kembali).

Dollar Sale rata - Semua bisnis memiliki penjualan dolar rata-rata untuk barang dan jasa yang mereka jual. Anda dapat mengambil total penjualan dan membaginya dengan jumlah transaksi untuk menghitung penjualan dolar rata-rata.

Profit Margin - Semua bisnis memiliki margin keuntungan untuk produk dan layanan mereka. Dimana ada beberapa lini produk atau penawaran layanan dalam bisnis Anda, Anda akan perlu menggunakan rata-rata.

Sebuah demonstrasi bawah menunjukkan efek dari peningkatan 10% dalam aspek kunci dari chassis Bisnis

Asli% Perubahan +10%

1.000 Memimpin 1.100 10%

x

30% Tingkat Konversi 33% 10%

=

300 Pelanggan 363 21%

x

100 Sale Dollar Rata-rata 110 10%

x

10 Jumlah% Transaksi 11 10

=

300.000 Pendapatan 439.230 46%

x

30% Profit Margin 33% 10%

=

90.000 Laba. 144.946 61% meningkat!



Apa yang dapat Anda lihat adalah bahwa dari sebuah peningkatan yang relatif kecil dari 10% di bidang berikut membawa peningkatan besar dalam keuntungan.

Membangkitkan Memimpin
Konversi Tingkat Jumlah Transaksi
Rata-rata Dollar Sale
Profit Margin
_________________________________

www.narrowwindows.com - Blog Bisnis NZ Improvement.