link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Minggu, 07 Oktober 2012

139. Dwika Sudrajat (Ir.) (Laki-laki) (47 th)


http://penataanruang.pu.go.id/ta/result.asp?cek=6

TENAGA AHLI KONSULTAN TERDAFTAR

1. Heri Pratikto (Ir) (Laki-laki) (57 th)Lihat Profil
2. A. Mukhlisin Rony (MSi) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
3. AAN Mayun Wirajaya (IR) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
4. Abdul Charis (SE) (Laki-laki) (38 th)Lihat Profil
5. Abdul Muis (S.Sos, MPM) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
6. Abdul Rauf (Drs.) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
7. Abdul Rauf (Drs) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
8. Achadiat Dristarto (Ir.,MT) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
9. Achmad Subarjo (IR) (Laki-laki) (56 th)Lihat Profil
10. Achmadi Sulaiman (IR) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
11. Adi Arghaposa (Ir) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
12. Adi Utomo (IR) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
13. Adih (SKom.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
14. Adolf Sidabutar (SH) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
15. Adwina (Sarjana) (Perempuan) (41 th)Lihat Profil
16. Agung Subyantoro (Ir.) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
17. Agus N (Ir.) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
18. Agus Nugraha (Drs.MA) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
19. Agus Permadi (IR) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
20. Agus Riyanto (Ir.,MT) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
21. Agus Setiawan (M. Sn) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
22. Agus Setiyawan (Amd-D3) (Laki-laki) (36 th)Lihat Profil
23. Agus Suparman, SH (Sarjana Hukum) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
24. Agustiawan Satrio Nugroho (Ir.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
25. Agustinus Riyadi Bari (Ir.) (Laki-laki) (60 th)Lihat Profil
26. Ahmad Fadhil Syazily (Ir) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
27. Ahmad Idjaz, Ir., MBA (Sarjana Planologi) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
28. Akh. Sholeh (IR.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
29. Akhmad Setiobudi (Ir.,MT) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
30. Akhmad Subekhi, SH (Sarjana Hukum) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
31. Ali Marasabessy (IR) (Laki-laki) (59 th)Lihat Profil
32. Aljusran (Ir.) (Laki-laki) (40 th)Lihat Profil
33. Amrah Hanifah (MT, SE) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
34. Amy Hardianto (Ir) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
35. Andi Satta Makarete (Ir.) (Laki-laki) (61 th)Lihat Profil
36. Andi Sungkowo (M.Si, IR) (Laki-laki) (57 th)Lihat Profil
37. Andi Tabrani (M.Si, SE) (Laki-laki) (42 th)Lihat Profil
38. Andres Panji Erawan (Ir) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
39. Andri Hernandi (Ir) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
40. Andu Nusantara (Ir.) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
41. Anggoro Wahyudiarso (IR) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
42. Anggoro Yuni Wiyasa, ST (Sarjana Teknik) (Laki-laki) (42 th)Lihat Profil
43. Anton Pasaribu (SH) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
44. Anwar Sanusi (Ir.) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
45. Any Susiani Yollanda (S1) (Perempuan) (44 th)Lihat Profil
46. Apriyanto P (Sarjana) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
47. Ardanti Ratna Widyastuti (S. Psi) (Perempuan) (39 th)Lihat Profil
48. Ari Djatmiko Eko Widodo (Ir., MT) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
49. Ari Murwani (S1, S2) (Perempuan) (47 th)Lihat Profil
50. Ariani Dwi Astuti (MT, IR) (Perempuan) (42 th)Lihat Profil
51. Arief Budiman (Ir.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
52. Aries Muslim (S.Komp) (Laki-laki) (42 th)Lihat Profil
53. Aries Priyadi (S.Sos) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
54. Aries Siti Fatimah (S1) (Perempuan) (50 th)Lihat Profil
55. Arif Fadilla ( SE, MT.) (Laki-laki) (40 th)Lihat Profil
56. Arif Wibowo (S.Sos) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
57. Arifin Sutrisno, SH, MH (Sarjana Hukum) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
58. Aris Ahmad Risadi (Ir, MM) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
59. Aris Tandi (IR) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
60. Arry Budiyanto (Drs.,MDevPlg.) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
61. Arti Soepardi (S1) (Perempuan) (52 th)Lihat Profil
62. Arum Rusmartini (ST,MT) (Perempuan) (46 th)Lihat Profil
63. Arum Rusmartini (ST, MT) (Perempuan) (40 th)Lihat Profil
64. AS. Haris Sumadiria (Drs., Msi.) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
65. Asbon Sinurat (Ir.) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
66. Asep Anwar Syarifudin (SE) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
67. Asep Darmansyah (Ir.,MSi.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
68. Asep Djuarsa (Ir) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
69. Asep Rusiyanto (ST) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
70. Asep Sjaefuddin (SE) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
71. Asnawi (Ir) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
72. B.M.A.S Anaconda (Ir., MM.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
73. balowat mohtong lantik (Ir.MSi) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
74. Bambang Hariyanto, ST, MT (S2 ) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
75. Bambang Haryanto (IR, M.Sc) (Laki-laki) (58 th)Lihat Profil
76. Bambang Setiawan (SSos.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
77. Bambang Warsito (Ir, MM) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
78. Basuki, SH (Sarjana Hukum) (Laki-laki) (69 th)Lihat Profil
79. Benjamin Abdurahman (Dipl.Ing.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
80. Benny Benyamin Suharto, (Ir, M.Studi Pembangu) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
81. Bhisma Kusnardi (ir) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
82. Bibit Mugijana (Ir) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
83. Blandina Mandiangan (Dra.) (Perempuan) (51 th)Lihat Profil
84. Bonny Sebayang (Ir) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
85. Budhi Cahyanta (ST) (Laki-laki) (40 th)Lihat Profil
86. Budhi Suhastian (Ir) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
87. Budi Arief (Ir, MM) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
88. Budi Murdono (Drs) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
89. Budi Prasetyo (IR) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
90. Budi Prasetyo (Ir.,MSP) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
91. Budi Saraswati (Ir) (Perempuan) (50 th)Lihat Profil
92. Budi Satriawan Adi (Ir.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
93. Budiman Ginting (Ir.) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
94. Budiono (Ir) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
95. Budy Sulistyo (S. Kom) (Laki-laki) (40 th)Lihat Profil
96. Busono Soewirdjo (Dr.) (Laki-laki) (68 th)Lihat Profil
97. C.B Herman Edyanto (DR.M.Eng) (Laki-laki) (59 th)Lihat Profil
98. Cahya Witriyatna (Ir) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
99. Cholid Sukajaya (S1) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
100. Christina Andys (Dra, M.PWK) (Perempuan) (48 th)Lihat Profil
101. Cupian (S1) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
102. Dadang Abdullah, SH (Sarjana Hukum) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
103. Daifi (Ir.) (Perempuan) (44 th)Lihat Profil
104. Dainsyah,S.Si (S.Si) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
105. Dantje Kardana N, Ir., MSc (Sarjana Teknik Sipil) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
106. Darmawan Listiya Cahya (MURP,MPA) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
107. Dasad Irsani (Ir) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
108. Dasmir Good (S.Sos) (Laki-laki) (61 th)Lihat Profil
109. DAULAT NAPITUPULU (S1) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
110. Dedi Suryana (Ir.) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
111. Dedy Purwanto (Drs.) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
112. Deni Susilawan (SE) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
113. Devi Retnowati (Ir.MT) (Perempuan) (48 th)Lihat Profil
114. Dhani Ichsanuddin (DR.SE.MM) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
115. Didid Adi Pamungkas (Ir, SE, MM) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
116. Didiet Mulyadi S (Ir.) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
117. Didik Susetyo (DR, M.Si, SE) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
118. Didit Eko Yulianto (M.Si, IR) (Laki-laki) (42 th)Lihat Profil
119. Dikdik Kusdiana (SE) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
120. Diki Kurniadi (Drs.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
121. Dinah Sati (Ir.) (Perempuan) (51 th)Lihat Profil
122. Dinar Dwi Anugrah Putranto (DR, M.SPj, IR) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
123. Dinar Sadya Budi Santosa (Drs) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
124. Dinarwan (Ir.,MSi.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
125. Diyatno (Ir) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
126. Djoko Harsono, S.Kom, MM (S2 Magister Manajeme) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
127. Djoko Subekti (Ir,Dipl.Ing, MM) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
128. Djoni Tjuarsa (Ir) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
129. Dominicus Martono (Drs) (Laki-laki) (60 th)Lihat Profil
130. Dr. Ir. Sofyan H. Nur, MS (S3 (Doktor)) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
131. Drs. Masnipal Marhum (Drs.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
132. Drs. Mohamad Natsir, MM (Sarjana Hukum) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
133. Drs. Puger Suryono, MTP (S2 Pasca Sarjana) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
134. Drs. Pupu Mahpudin (Drs) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
135. Dwi Abad Tiwi (DR,IR, MUP) (Perempuan) (56 th)Lihat Profil
136. Dwi Handoko Suparno (SE) (Laki-laki) (58 th)Lihat Profil
137. Dwi Panji N Kartasasmita (SE) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
138. Dwi Suwarto (SH) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
139. Dwika Sudrajat (Ir.) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
140. Dwinanta Utama (Ir, Msc) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
141. Eddy Mulyanto (S1) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
142. Eddy Nugroho (Drs.) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
143. Edhi Budiarso (Ir) (Laki-laki) (57 th)Lihat Profil
144. Edi Priyono (Ir.) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
145. Edi Waluyo (Ir.) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
146. Edrijani (ST) (Perempuan) (43 th)Lihat Profil
147. Edward Ibrahim (Ir.) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
148. Edward Siregar (Drs) (Laki-laki) (57 th)Lihat Profil
149. Efi Novara Efiadi (Ir.MM) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
150. Ellys Hilmiyah (IR) (Perempuan) (47 th)Lihat Profil
151. Emmy Rusianisyah, SH (S1) (Perempuan) (55 th)Lihat Profil
152. Encep Rukhiyat (ST) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
153. Endang Purnamaningsih (IR) (Perempuan) (46 th)Lihat Profil
154. Endang Rostiana (S1, S2) (Perempuan) (44 th)Lihat Profil
155. Endang Widjajanti (MT, IR) (Perempuan) (50 th)Lihat Profil
156. Enggia Arni (Ir, MT) (Perempuan) (45 th)Lihat Profil
157. Eni Nuraeni (IR) (Perempuan) (42 th)Lihat Profil
158. Enny Purwati Nurlaili (Ir.,MP) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
159. Epison (Ir.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
160. Erfanto Sanaf (S1) (Laki-laki) (59 th)Lihat Profil
161. Eri Krisna (Drs, MSi) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
162. Erlina Yuliastanti (Dra) (Perempuan) (37 th)Lihat Profil
163. Erni Susanti (Dra.) (Perempuan) (44 th)Lihat Profil
164. Erwin Djatmiko (Ir) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
165. Erwin Fahmi (DR,MURP,IR) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
166. Erwin Tasrif rahman (IR) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
167. Esti Yulitriani Tistaningtyas (Ir.,MT) (Perempuan) (48 th)Lihat Profil
168. Fadjar (Drs.) (Laki-laki) (81 th)Lihat Profil
169. Fadri Hambali (Amd-D3) (Laki-laki) (39 th)Lihat Profil
170. Fajar Rakhmat W (SE) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
171. Farid Muhidin (SH) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
172. Fatah Nugraha (Ir.,MT) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
173. Fathony Moehtadi (Drs, MPA) (Laki-laki) (57 th)Lihat Profil
174. Fathul Huda (S.Komp) (Laki-laki) (36 th)Lihat Profil
175. Firmansyah (Ir.,MT) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
176. FM Roemiyanto (Ir.,MT) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
177. Fraciskus Tri Dwi Budi Riyanto (Ir.) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
178. G. Haryuatmanto (Drs.) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
179. G. N. Purnama Jaya (Ir, MT) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
180. Ganif Wijayana (IR) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
181. Gerardus Asmoro Edy (MBA, IR) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
182. Godlin L. Toruan (Ir.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
183. Gunawan (MT) (Laki-laki) (57 th)Lihat Profil
184. Gustaaf Prihatin (IR) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
185. H. Agus Setiawan (Ir.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
186. H. Imron Fikri Astira (M.Sc, IR) (Laki-laki) (58 th)Lihat Profil
187. Habsari Kuspurwahati (SE.MA) (Perempuan) (56 th)Lihat Profil
188. Hadi Nurcahyo (Ir.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
189. Hani Burhanudin (Ir.) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
190. Happy PF Amalputra (Ir.,MT) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
191. Hariadi (Drs) (Laki-laki) (57 th)Lihat Profil
192. Harimurti S. (Ir.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
193. Harnaka Eka Prabawa (S1) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
194. Harry Musfiar (Ir.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
195. Hartono (Ir.) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
196. Haryono (Drs, Dipl.F) (Laki-laki) (60 th)Lihat Profil
197. Hasan Basri (IR) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
198. Hasan Mustafa Djajadiningrat (DR.Ir.MSc) (Laki-laki) (60 th)Lihat Profil
199. Helly Gemawati (Dra.) (Perempuan) (50 th)Lihat Profil
200. Helmi Agustam (SSi) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
201. Hendi Suhaendi (Dr, Ir) (Laki-laki) (62 th)Lihat Profil
202. Hendrarini Miasari (Ir) (Perempuan) (52 th)Lihat Profil
203. Hengky Atmaji (IR) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
204. Hengky Wiena Purwanto (Ir) (Laki-laki) (37 th)Lihat Profil
205. Heri Apriyanto (Ssi,MT) (Laki-laki) (42 th)Lihat Profil
206. Herjun J. Purba, S Kom (Sarjana Komunikasi) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
207. Herman (Ir.,MSc.) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
208. Herman Sutrisno (Ir.) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
209. Hermawan Prasetya, Ir, MT (S2 Studi Pembangunan) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
210. Heru Pambudi (Ir,M.Si) (Laki-laki) (56 th)Lihat Profil
211. Heru Partanto (Drs.) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
212. Heru Winarto (ST) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
213. Hexa Irawati (SH) (Perempuan) (45 th)Lihat Profil
214. Hilly Hilmawati Wiratmaja (IR) (Perempuan) (56 th)Lihat Profil
215. Hot Asi Simamora (MM, IR) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
216. I Gusti Ayu Ngurah Eka S (SH) (Perempuan) (45 th)Lihat Profil
217. I Ketut Ginarsa Putra (ST) (Laki-laki) (39 th)Lihat Profil
218. I Putu Oktavia (Ir.,MT) (Perempuan) (41 th)Lihat Profil
219. I Wayan Winarta (ST) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
220. Ida Ayu Tantri (IR) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
221. Ida Bagus Komang Antara (IR) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
222. IGGN Darma Putra (IR) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
223. Ign. Sukamdioko (SE,MM) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
224. Igoreski Ambiar (SE, MBA) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
225. Imam Indratno (ST.MT) (Laki-laki) (42 th)Lihat Profil
226. Ina Herliana (Ir.,MSc.) (Perempuan) (43 th)Lihat Profil
227. Indarti Komala Dewi (Ir, MSi) (Perempuan) (54 th)Lihat Profil
228. Indaryanto (Drs. M.Si) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
229. Indra Hermansyah (Drs.) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
230. Ir Edwin Aldrianto, MSi (Ir. M.si) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
231. Ir. Atje Giatwati Argasasmita (Ir) (Perempuan) (60 th)Lihat Profil
232. Ir. Burhanudin M, MSi (S2 (Master Sain)) (Laki-laki) (40 th)Lihat Profil
233. Ir. Deden Sudarma (Sarjana Sipil) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
234. Ir. Dikdik Suratman (S1 Planologi) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
235. Ir. Felicitas Tower Ivory (Ir) (Perempuan) (43 th)Lihat Profil
236. Ir. Ikhwan Bustomi (Sarjana Sipil) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
237. Ir. Isye Iswantini (S1) (Perempuan) (55 th)Lihat Profil
238. Ir. Maderiyanto (Sarjana Pertanian) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
239. Ir. Mahargianto (S1) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
240. Ir. Malonda C, Panjaitan, MM (S2 (Pasca Sarjana)) (Laki-laki) (56 th)Lihat Profil
241. Ir. Ramli P. Lumbanraja, MT (S2 (Pasca Sarjana)) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
242. Ir. Zulkifli ALi, MSc (S2 Pasca Sarjana) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
243. Ira Irawati (ST,MT) (Perempuan) (40 th)Lihat Profil
244. Irfan Nurachman (Ir) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
245. Irfan Setijono (Ir.) (Laki-laki) (39 th)Lihat Profil
246. Irwan Hardijono (Drs.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
247. Isbat (Ir.,MSi.) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
248. Isfandiary Djafaar (SE,M.Soc,SC) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
249. Iwa Ruswandi (Ir) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
250. Iwuk Sriharyuniwati (IR) (Perempuan) (52 th)Lihat Profil
251. J. Zakaria (SE,MSi.) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
252. Jajan Rohjan (ST) (Laki-laki) (42 th)Lihat Profil
253. Jamaluddin (IR) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
254. Jati Asmara (IR) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
255. Jaziar Radianti Hosen (Drs, MT) (Perempuan) (44 th)Lihat Profil
256. Jenny Ratna Suminar (S1) (Perempuan) (49 th)Lihat Profil
257. Jet Eswandi (Ir) (Laki-laki) (60 th)Lihat Profil
258. Joko Mulyanto (IR) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
259. Joko Soepriono (MT, IR) (Laki-laki) (59 th)Lihat Profil
260. Josef Ari Defianto (ST) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
261. Joy Irmanputhra (Ir.,MSi.) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
262. Juarni Anita (Ir.,MEng.) (Perempuan) (42 th)Lihat Profil
263. Junaidi Suwartojo (SE,MSi.) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
264. Jusron Halim (Drs.) (Laki-laki) (74 th)Lihat Profil
265. K. Yustinus (SE) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
266. Ken Martina Kasikoen (Ir.,MT) (Perempuan) (56 th)Lihat Profil
267. Ketut Gede Darma Putra (M.Sc, Drs) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
268. Kodrat Mahatma (Ir.) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
269. Koento Hartono Baiquni (M.Com) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
270. Koko Setioko (MT, IR) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
271. Krisnadjaja (Drs.,MSc.) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
272. Kurniawan (Drs) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
273. Kusman Kusumanegara (ST, Planologi & MRP) (Laki-laki) (57 th)Lihat Profil
274. L.Wahyudi Gatot Purwono (MM) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
275. Lamidi (Ir, MM) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
276. Langgeng R Panbudi (Ir.) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
277. Lestari (Dra.) (Perempuan) (44 th)Lihat Profil
278. Letty Hermawati (Dra.) (Perempuan) (49 th)Lihat Profil
279. Lili Mulyatna (Ir., MT) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
280. Lili Sumarliah (SH) (Perempuan) (48 th)Lihat Profil
281. Lissa Rukmi Utari (Dra.,DESS) (Perempuan) (43 th)Lihat Profil
282. Lovelli Ariesti (S.sas) (Perempuan) (31 th)Lihat Profil
283. Lucky Muchtar (SH) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
284. Lukito M Mashudi (Ir.) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
285. Lukman Djajapermana (S1) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
286. Luky Adrianto (Ir.,Msc.,PhD.) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
287. Lusina Walujati S, Ir, MSc (S1/S2 Planologi) (Perempuan) (58 th)Lihat Profil
288. Lutfhi Aziz Lubis (Ir.) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
289. M Adi Lelono (Ir.,MT) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
290. M Arief Ramadhan (SSos.) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
291. M. Adamsyah Wahab (Ir.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
292. M. Dandi Syukmadi (Ir.) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
293. M. Dermawan (SE) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
294. M. Giri Saptono (Ir) (Laki-laki) (42 th)Lihat Profil
295. M. Syawal (SH) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
296. M. Yudi Wahyono (SH) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
297. M.B.Sirait (Ir) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
298. M.Yusuf Abidin (IR) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
299. Marihot Sitorus (Ir.) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
300. Martin Darmasetiawan (IR) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
301. Maryadi (Ir,MA) (Laki-laki) (60 th)Lihat Profil
302. Maryogi Jass, SH (Sarjana Hukum) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
303. Milawati (Ir.) (Perempuan) (49 th)Lihat Profil
304. Moch. Yasir Sani (SSos.,MSi.) (Laki-laki) (38 th)Lihat Profil
305. Mochamad Nurdin (Ir.) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
306. Mochyidin (Ir.) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
307. Moh. Abdul Basyid (Ir.,MT) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
308. Mohammad Gufron, Ir (S1 Planologi) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
309. Muarif (Ir.,MSi.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
310. Muchdar Umar (Ir.) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
311. Muhamad Nur Hidayat (Ir) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
312. Muhamad Zainal Masngudi (Ir.) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
313. Muhammad Agung Ridlo (Ir.,MT) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
314. Muhammad Agus Baharudin (Drs.,MT) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
315. Muhammad Ramadhan (Ir) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
316. Munasik (Ir.,MSc.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
317. Murni Panjaitan (Drs.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
318. Muslihin Iriadi (Ir) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
319. Mustafa Lutfi (Ir, MT) (Laki-laki) (59 th)Lihat Profil
320. Mustopo (ST) (Laki-laki) (42 th)Lihat Profil
321. Mutiara Hutagalung (S1) (Perempuan) (49 th)Lihat Profil
322. Muya Avicienna (Ir) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
323. Namastra Probosunu (M.Si, Drs) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
324. Nico Syafrizal, ST (Teknik Informatika) (Laki-laki) (42 th)Lihat Profil
325. Ni'matul Mugniyah (Ir, MSi) (Perempuan) (44 th)Lihat Profil
326. Ninik Wara Lestari (SE,MSi.) (Perempuan) (53 th)Lihat Profil
327. NITA SARWANI (Ir., MT) (Perempuan) (46 th)Lihat Profil
328. Noordin Fadholie (Ir, MSi) (Laki-laki) (58 th)Lihat Profil
329. Nur Sulistiyo Budi (SH, M.Mum) (Perempuan) (52 th)Lihat Profil
330. Nurachmad (Ir) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
331. Nurlina Tarmizi (DR, M.Si, SE) (Perempuan) (63 th)Lihat Profil
332. Nursyawal (S.Sos) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
333. Oentoeng Effendi (Ir) (Laki-laki) (56 th)Lihat Profil
334. Oeripto (SH) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
335. Parsaoran Mahulae (Ir.) (Laki-laki) (58 th)Lihat Profil
336. PMG Jiwa Duarsa (MM, IR) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
337. Poltak Hutabarat (ST) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
338. Poniton Timbul (Ir.M.Sc) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
339. Poppy Setiawati (S.Sos.) (Perempuan) (41 th)Lihat Profil
340. Popy Suparwati (Ir.) (Perempuan) (44 th)Lihat Profil
341. Pringgo Dwiyantoro (SE,MM) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
342. Pudjo Winarto (Ir.) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
343. Pujiono (MT, IR) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
344. Purwo Ardoko (IR) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
345. Purwono (Ir.,MSi.) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
346. R Sapto Rushardi (SKomp.) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
347. R Yogie Nugraha (Ir.,MT) (Laki-laki) (38 th)Lihat Profil
348. R.B. Wahyu (Drs, M.Sc) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
349. R.Ismanadi (S.Hut) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
350. Rachman Aryana (IR) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
351. Rahmat Pintono (S1) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
352. Rahmat Syah Rizal (Ir.) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
353. Raminatha Puizi Uno (IR) (Perempuan) (43 th)Lihat Profil
354. Ramlan (Drs) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
355. Reddy RM. Hutahuruk (Ir.) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
356. Reny Savitry (Ir, MT) (Perempuan) (46 th)Lihat Profil
357. Restu Kurniato (IR) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
358. Reynaldi (Ir.) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
359. Reza Martani Surdia (Ir., MT) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
360. Richard Kadar Utomo (Ir.) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
361. Ridwan (Ir.) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
362. Ridwan P.P. Hutapea (IR) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
363. Rini Prihatini (Ir.) (Perempuan) (43 th)Lihat Profil
364. Rivaldi Bahar (Ir.) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
365. Roch Diardjo (IR) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
366. Roni Kustiawan (Ir.,MT) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
367. Rosmiati Hadijah Saleh (M.Si, SE) (Perempuan) (56 th)Lihat Profil
368. Rubby Zanuar (SKomp.) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
369. Ruddy Budiono (Ir, MURP) (Laki-laki) (58 th)Lihat Profil
370. Ruli Hasler (Ir) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
371. Rychef Subarmaga (ST) (Laki-laki) (42 th)Lihat Profil
372. Sadjatmiko Akbar Wibowo (Ir.) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
373. Safrullah (IR, MP) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
374. Sahabuddin (M.Si, SE) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
375. Sahrir A. (S1) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
376. Saneria Siregar (Dra) (Perempuan) (51 th)Lihat Profil
377. sapto handoyo sakti (Ir. MBA) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
378. Sapto Harjono Wahjoe Sedjati (S.Sos, MA ) (Laki-laki) (42 th)Lihat Profil
379. Sarmin (SE) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
380. Sarwo Handhogo (Ir) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
381. Sarwondo (S.Si) (Laki-laki) (37 th)Lihat Profil
382. Sentot Darminto (Ir) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
383. Septanto Nurhendi (AMd-d3) (Laki-laki) (39 th)Lihat Profil
384. Septiana Ayu Estri M (SE,MM) (Perempuan) (43 th)Lihat Profil
385. Siswadi Subardi (IR) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
386. Siti Anah Kunyati (Dra.,MSi.) (Perempuan) (52 th)Lihat Profil
387. Siti Hediati (Ir.) (Perempuan) (59 th)Lihat Profil
388. Socia Prihawantoro (SE,ME) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
389. Soetono Seotomo (Ir.,Dr.) (Laki-laki) (78 th)Lihat Profil
390. Soewarno Hasanbahri (Ir.,MS) (Laki-laki) (61 th)Lihat Profil
391. Sofyan Effendi (SE) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
392. Sofyan Nurifin (Ir,) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
393. Solehudin (Ir ) (Laki-laki) (60 th)Lihat Profil
394. Sri Rahayu Oktoberina (SH., MPA.) (Perempuan) (55 th)Lihat Profil
395. Sri Sukaeni (IR) (Perempuan) (55 th)Lihat Profil
396. Sri Wahyu Krida Sakti (Drs) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
397. Subarkah (Ir.) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
398. Sudadi (Drs) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
399. Sudaryanto, S (MM) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
400. Sugeng Budiharsono (DR, Ir.) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
401. sugeng riatomo (Drs.) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
402. Sugiyanta (Ir.,MSi.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
403. Sugri Muliaharto (Drs) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
404. Suharto (Drs.,MSi.) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
405. Suhendar (Ir) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
406. Sujidno Bimantoko (Ir.) (Laki-laki) (58 th)Lihat Profil
407. Sukrisno (SH) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
408. Sulaeman (Ir.) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
409. Sulistyono (Ir.,MT) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
410. Sumi Amareina Hamim (MT, ST) (Perempuan) (41 th)Lihat Profil
411. Sunar (DR, MSi, Ir. ) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
412. Sunartono (Drs) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
413. Sunarwan (S.Hut) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
414. Sunu Suworo (Drs) (Laki-laki) (56 th)Lihat Profil
415. Supratignyo Aji (Ir., MT) (Laki-laki) (58 th)Lihat Profil
416. Suryati (Ir.) (Perempuan) (49 th)Lihat Profil
417. Suryo Martono (Ir.) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
418. Susilo Hadi Wiyono (Drs) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
419. Suswanto (IR) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
420. Susy Susilowati (SH) (Perempuan) (53 th)Lihat Profil
421. Sutopo Purwo Nugroho (Ssi,MSi) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
422. Sutrisno (IR) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
423. Suwandi (MM) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
424. Suwendi (S1) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
425. Syaifullah (Drs) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
426. Syaifullah Iskandar MSI. M.M (S2 (Pasca Sarjana)) (Laki-laki) (60 th)Lihat Profil
427. Syawaluddin (IR) (Laki-laki) (61 th)Lihat Profil
428. Taqyuddin (SSi.,MHum.) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
429. Tarmizi A. Rasyid (SE) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
430. Taufik (DR, M.Si, SE) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
431. Taufik Rachmat (Ir.) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
432. Teguh Adiprasetyo (Ir.MSc.) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
433. Teguh Patria W (Ir.,MBA,MKom.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
434. Thia Jasmina (SE, MSc) (Perempuan) (41 th)Lihat Profil
435. Thomas Garnawan Ujiana (Ir) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
436. Thomas Kiswanto (Ir.) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
437. Tikwat Sudewo (Drs) (Laki-laki) (63 th)Lihat Profil
438. Tinggogoy Roddy (Ir.) (Laki-laki) (57 th)Lihat Profil
439. Titi Erman (Ir.) (Perempuan) (56 th)Lihat Profil
440. Titis Pratami (MT, IR) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
441. Toni Trigayana (Ir.) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
442. Topari (S. Sos) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
443. Toto Widyanto (Ir,M.Sc) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
444. Tri Boedi Santoso (Ir) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
445. Tri Lestari Hadiati (Dra.,MSi.) (Perempuan) (47 th)Lihat Profil
446. Tri Yuwono (Ir., MT.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
447. Triyono Puspitodjati (Ir, MSc) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
448. Tulus Tahi Hamonangan Tambunan (DR.) (Laki-laki) (56 th)Lihat Profil
449. Tumpak Bastian Pardede (Ir) (Laki-laki) (51 th)Lihat Profil
450. Tumpak Hotma Manaor P. (Drs.) (Laki-laki) (56 th)Lihat Profil
451. Tusnu Mulyono, Drs., MSi (S1 Adm. Negara) (Laki-laki) (70 th)Lihat Profil
452. Tuti Handayani (Dra.,MSi.) (Perempuan) (57 th)Lihat Profil
453. Udjang Djojo (SE) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
454. Udjianto (Ir.,MSi.) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
455. Ujang Suratno (SH) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
456. Ummu Sabriana (S.Sos) (Perempuan) (38 th)Lihat Profil
457. Uud Wahyudin (Drs.) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
458. Vella Polluxiana (Ir.) (Perempuan) (41 th)Lihat Profil
459. Vera Sadarviana (Ir.,MT) (Perempuan) (49 th)Lihat Profil
460. Vicky Arviono Haryono (IR) (Laki-laki) (53 th)Lihat Profil
461. Wahyu Purwanto (Ir.,MT) (Laki-laki) (38 th)Lihat Profil
462. Walden Ritonga (Ir.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
463. Walter Wanggur, SH (S1/S2 Hukum ) (Laki-laki) (46 th)Lihat Profil
464. Wanjat Kastolani (DR.) (Laki-laki) (50 th)Lihat Profil
465. Wawan G. (Ir.,MP) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
466. Wawan Rusiawan (Ir) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
467. Wawan Setiawan (Ir.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
468. Wawan Sutarjan (Ir) (Laki-laki) (58 th)Lihat Profil
469. Wayan Sudharta (SE,MSc.) (Laki-laki) (60 th)Lihat Profil
470. Widya Wijayanti (Ir.,MURP) (Perempuan) (59 th)Lihat Profil
471. Widyanti Moenir (Ir.) (Perempuan) (56 th)Lihat Profil
472. Widyawati (Ir. MSi) (Perempuan) (51 th)Lihat Profil
473. Woro Ari Prawoto,S.Psi (S.Psi) (Perempuan) (59 th)Lihat Profil
474. Woro Indriyati Rachmani (Dra, MT) (Perempuan) (50 th)Lihat Profil
475. Wrahastirto (M.Sc.) (Laki-laki) (73 th)Lihat Profil
476. Yadi Suryadi (Ir.,MT) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
477. Yahmanto (Ir.) (Laki-laki) (54 th)Lihat Profil
478. Yan Heldi (Ir.) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
479. Yayat Supriatna (Drs,MT) (Laki-laki) (47 th)Lihat Profil
480. YB. Galuh Adjar Pamungkas (SE,Ak.) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
481. Yohanes Triyuwono (Ir.) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
482. Yohanes Yudi Prabangkara (IR, MT) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
483. Yono Karyono (Drs.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
484. Yono Maryono (IR) (Laki-laki) (52 th)Lihat Profil
485. Yopie Lilies S (Dra.) (Perempuan) (45 th)Lihat Profil
486. Yosef Hendarata Pribadi (Ir.,MSc.) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
487. Yoyok Yusuf Arifin (Ir.) (Laki-laki) (48 th)Lihat Profil
488. Yudha Saptata (Drs.) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil
489. Yudi Mulyadi (Ir.) (Laki-laki) (41 th)Lihat Profil
490. Yun Hariyuana (ST) (Laki-laki) (44 th)Lihat Profil
491. Yusuf Supena (SH) (Laki-laki) (55 th)Lihat Profil
492. Yuyus Jayusman (Ir.) (Laki-laki) (49 th)Lihat Profil
493. Zainal Arifin (ST) (Laki-laki) (43 th)Lihat Profil
494. Zulkarnain Jusuf (MT. Ir.) (Laki-laki) (45 th)Lihat Profil

CARA MENGHADAPI KRISIS

Trs: Fwd: [alumni_bppn] CARA MENGHADAPI KRISIS< Prev  Next > 
Posted By:Offline Fri Dec 19, 2008 1:53 am  |


----- Pesan Diteruskan ----
Dari: lestari priyono <tariekuin@...>
Kepada: Hilman Sidabutar <hilman@...>; trihadiyanto sasongko <trihadiyanto@...>; Yani Siregar <dame_ria_yuliana@...>; Adi <adiquai@...>; Agustina Wiyanti <agustinawiyanti@...>; Ahadiyah Herdianti Pangestuti <s_01atr@...>; Aldy Germar <aldy.germar@...>; Anna Kusnadi <skusnadi@...>; Ali Akbar Siregar <aliakbar@...>; alabama@...; nike Tm Asri <anikameydita@...>; Sutikni Utoro <dempo_06@...>; Aris Basuki Hernowo <arisbasukih@...>; lustina denita <denita_lustina@...>; Didit Yasmedi <didit@...>; Dwinovantoro <dwinovantoro_sh@...>; eppy@...; Fatin Hindarsyah <fatin_bio@...>; Feri <feri_irawan@...>; gatot marhendradwita <gatot.marhendradwita@...>; utus Hardiyono <utush@...>; Menik <m.wahyuti@...>; Kusye <kartika.kusumaningsih@...>; lesti primandari <poetry_lhezthy@...>; Vita Hapsari <livein_thetrailer@...>; Sylvia M (Jakarta/EG) Sihombing <ssihombing@...>; rivai martapura <ripai68@...>; Nonnie Sofiena <nonce21@...>; Rati <rati_tuuut@...>; Yahya Rachmat <yahya_vif08@...>
Terkirim: Jumat, 19 Desember, 2008 12:58:53
Topik: Fwd: [alumni_bppn] CARA MENGHADAPI KRISIS

dear all;
 
Ini aku fwrd tips untuk menghadapi masa2 krisis, semoga bisa menjadi suatu spirit bagi kita semua...... repot memang.... tp jangan nyerah yah....
 
Tahun 2008 akan segera berlalu nih.. masa kondisi begini yang hrs kita bawa dalam menyongsong tahun 2009?Lahaula wallaa quwwata illa bilahil aliyyil adzhim : Tiada daya & kekuatan melainkan kekuatan dari Allah Yang Maha Tinggi  dan Maha Besar.
Kekuatan itulah yang dapat menyelamatkan kita semua ..... Semoga....
 
rgds
tari

Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@...> wrote:
To: IME <ime-alumni@yahoogroups.com>, bph-alumni-ftui-2008@yahoogroups.com,
employee@...
From: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@...>
Date: Thu, 18 Dec 2008 17:34:12 -0800 (PST)
Subject: [alumni_bppn] CARA MENGHADAPI KRISIS

Summary:
1. Jangan menyerah,sebab sangat mungkin sebenarnya
Anda sudah dekat sengan tujuan Anda.
2. Kegagalan, akan mengikat pola pikir satu dengan
lainnya, tersambung, dapat memecahkan masalah yang
sulit.
Salam,
Dwika

TIPS MENGHADAPI KRISIS
by: firman-wijaya

Setiap kesulitan, kesusahan, kegagalan, adalah guru
yang membuat anda semakin matang dan bijaksana dalam
meraih keberhasilan demi impian anda. Cobaan dan
deraan ketika mulai berbisnis sungguh-sungguh
menyakitkan.

Para milyader papan atas, sangat banyak yang merintis
usahanya saat mereka susah. Kolonel Sanders pendiri
KFC menjalani berbagai pekerjaan,mulai dari tukang
parkir, tujang tambal ban, kuli bangunan, dan
sebagainya.

Bob Sadino berani pulang ke Indonesia setelah hidup
mapan di Amerika. Di Indonesia tak ada yang bisa ia
lakukan. Dalam keadaan susah ia mencoba berternak ayam
dan menjual telur-telurnya. Karena ia bisa berbahasa
Inggris maka ia banyak kenal bule-bule Kemang. Dari
sinilah awal kesuksesannya sampai ia bisa membangun
super market Kem Chicks dan menjadi supplier garam,
gula, dll.

Sahid Gito Sardjono ke Jakarta hanya berbekal sepeda
dan uang receh di kantong. Ia memulai bisnis
kecil-kecilannya dari bilik gedek ukuran 3x3 m2. kini
ia menjadi pemilik Hotel Sahid Jaya. Dan di tanah
itulah dulu bilik gedek itu berada.

Saat kita menghadapi penderitaan resep Thomas Alpha
Edison sangat menarik, â€Å“Jangan menyerah,sebab sangat
mungkin sebenarnya Anda sudah dekat sengan tujuan
Anda.”
Anda hanya perlu bersiap, ketika Anda memutuskan
wirausaha, saat Anda menghadapi kegagalan dan
kesulitan, Anda mungkin akan menghadapi kepanikan,
stress, malu, terhina, dan sebagainya. Bersikap
tenang. Penderitaan adalah kawah candra dimukanya para
pengusaha dan orang-orang kaya.
Pola Pikir Meningkat

Otak manusia memang sangat luar biasa. Ketika manusia
menghadapi persoalan (kesalahan, kegagalan, kepahitan,
penderitaan) pikiran akan membentuk pola-pola dalam
otak manusia. Ia akan berusaha mengikat antara pola
pikir satu dengan lainnya sehingga menjadi tersambung.
Ketika pola-pola itu bersatu, seseorang akan dapat
memecahkan masalah yang sulit dengan mudah ketika ia
menghadapi persoalan yang sama.

Pembuktian bahwa cobaan dapat membuat manusia lebih
pintar, lebih bijak, dan lebih cerdas pernah
diujicobakan pada dua ekor tikus. Satu tikus
ditempatkan di kotak yang penuh dengan kamar-kamar
(labyrinth). Tikus dapat melihat makanan itu, tapi ia
harus memutar mencari jalan keluar untuk mencapai
makanan itu. Satu tikus lagi ditaruh di kotak tanpa
ruang-ruang. Makanan dengan mudah mereka lihat dan
dapatkan. Ketika diperiksa, otak tikus yang dimasukan
dalam kotak labyrinth memiliki sambungan otak atau
pola pikir 40x lebih banyak daripada tikus yang
ditempatkan di kotak tanpa labyrinth.

Kesempatan adalah Mutiara


http://profile.ak.fbcdn.net/profile6/488/47/q1502167460_5990.jpg


 Thursday, September 3, 2009 at 9:54am  
  

Peluang kecil memang bertebaran di mana-mana, kadang kita meremehkannya, bahkan, kita anggap keuntungannya sangat minim, padahal, jika diseriusi, untung yang kecil ini jika dikumpulkan bisa menjadi jauh berlipat ganda. 
wass, 

Dwika 


========================= 
Jangan Remehkan Peluang Sekecil Apapun 
Oleh : Agoeng Widyatmoko 

Dalam berbagai kesempatan, saya selalu bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang. Suatu ketika, saya bertemu dengan seorang pengusaha pakaian muslimah. Ia berjualan di Tanah Abang. Konternya selalu ramai dipadati pembeli. Orang yang memesan untuk dijual lagi pun banyak yang berdatangan ke konternya. Selain dikenal mempunyai produk baju-baju muslim yang berkualitas bagus, harga yang ditawarkannya pun termasuk murah. 

Ibu ini, sebutlah namanya Bu Suci, sebelumya adalah seorang pegawai di sebuah bank swasta. Menurut penuturannya, ia sebenarnya punya jenjang karir yang lumayan bagus di kantornya. Jabatan terakhirnya adalah senior manager bidang keuangan. Suatu ketika, ia membeli sebuah baju muslim di Tanah Abang yang akan digunakan untuk mengikuti pengajian di kantornya. Singkat cerita, ternyata rekan sekantornya banyak yang berminat untuk mendapatkan baju sejenis miliknya. Satu dua orang kemudian memesan untuk dibelikan baju yang sama. 

Untuk satu pesanan baju, ia menetapkan harga dengan selisih keuntungan sekitar Rp20 ribu per baju. Jika dinilai dengan upaya belanja ke Tanah Abang, keuntungan itu hanya untuk menutupi ongkos transportasi saja. Meski begitu, Bu Suci sudah merasa senang. Karena, ia merasa bahwa ternyata baju yang dibeli di Tanah Abang bisa dijual dengan harga lebih mahal. Maka, meski kecil untungnya, ia pun kemudian rajin menawarkan baju-baju model lain yang juga diperolehnya dari Tanah Abang ke rekan kerja atau tetangganya. 

Tak disangka, sambutan pasar pun makin baik. Dari satu dua pesanan, akhirnya jumlah pemesan pun makin banyak. Bahkan, jika mendekati hari raya, pesanan pembelian sangat berlimpah. Tak terasa, keuntungan yang diraih pun makin berlipat. Melihat keuntungan yang makin naik, Bu Suci pun akhirnya memutuskan untuk menekuni penjualan baju lebih serius. Ia pun kemudian menjadi agen tunggal beberapa merek yang dijual di Tanah Abang. Hubungannya dengan supplier penyedia baju-baju muslim makin bagus. Pesanan yang mengalir kepadanya kemudian tak hanya menjelang hari raya, namun juga tetap banyak di hari-hari biasa. 

Kini, Bu Suci akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya di bank dan kemudian menyeriusi usaha jual baju muslim. Ia menggunakan metode direct selling dengan menyebar brosur ke semua relasinya. Ia juga melayani pembelian online dari website yang dikembangkannya. Uniknya, sampai sekarang, ia tak pernah punya usaha penjahitan sendiri. Jadi, dari dulu, ia hanya menjualkan produknya orang lain. Namun, karena pasar yang sudah makin luas, ia bisa mengambil barang ke supplier-nya dengan mudah. Bahkan, fasilitas harus membayar cash seperti yang dulu harus dilakukan saat mengawali usaha ini, kini tak lagi dialaminya. Kepercayaan para supplier baju sudah sangat tinggi kepada Bu Suci. 

Saat ngobrol dengannya, saya pun bertanya kepadanya. Bagaimana Ibu bisa sampai memilih keluar kerja dan jadi pengusaha? Si Ibu enteng menjawab, "Karena saya merasa harus segera meraih peluang sekecil apapun yang ada di depan saya." 

Jawaban yang sepele. Namun, jika dilihat dari bukti nyata yang dialaminya, Bu Suci seolah menegaskan, kesempatan baginya adalah sebutir mutiara yang harus segera diambilnya. Lepas dari pertimbangan apapun yang dimiliki Bu Suci saat memilih keluar kerja, sebenarnya apa yang disebut Bu Suci sebagai peluang kecil itu memang bertebaran di mana-mana. Sayangnya, kadang kita meremehkannya. Atau, bahkan, kita takut untuk meraihnya karena dianggap keuntungannya sangat minim. Padahal, jika diseriusi, untung yang kecil ini jika dikumpulkan bisa menjadi jauh berlipat ganda. 

Maka, alangkah baik jika kita mulai saat ini tidak lagi meremehkan peluang, sekecil apapun, yang ada di depan kita. Bagi Anda yang punya bisnis percetakan misalnya. Jangan tolak pesanan kartu nama yang mungkin nilainya tak seberapa dari seseorang. Sebab, bisa jadi dari pesanan kecil itu, jika si pemesan puas, ia akan merekomendasikan usaha cetak Anda ke teman-temannya. Bagi Anda yang punya bisnis katering, jangan tolak pula pesanan-pesanan kecil yang masuk kepada Anda. Sebab, bisa jadi, dari pesanan yang sedikit, ia akan merekomendasikan katering Anda pada relasinya. Begitu seterusnya. Dari orderan kecil, dari peluang sekecil apapun, jika diseriusi, bisa jadi, akan terkumpul peluang-peluang lain yang jauh lebih besar, untuk memajukan usaha.
Updated about 4 months ago · Comment · LikeUnlike
Smile Eve likes this.
Qnoyz Bewizer
setuju banget dengan langkah mbok Suci, dan gw pernah mengalami ambience hikmah yg serupa di bisnis makanan :)
Masalahnya ketika sedang "menanjak" status bisnis makanan yg gw seriusin masih dalam scope internal dan itu sukses dalam 7 bulan!

Ketika gw mo menjajagi bisnis makanan tsb buat external scope diluar kantor BPPN, anak dan istri gw diserang cobaan sakit dan harus diopname 2 minggu berturut-turut, belum lagi masa istiraha intensif di rumah... , ditambah ketegangan di kantor karena menjelang asset disposal terakhir dan penyelesaian BPPN.
... See More
kondisi tsb menyisakan pelajaran, gw harus siap SDM pendukung dalam operasional secukupnya, shg gak idle ketika ada masalah... Pembelaan gw karena masih experimen ( 7 bulan yg menanjak ).... Ah rejeki dan musibah cuman Tuhan yg menentukan, dan sekarang gw jalani experimen usaha bidang konsultan integrasi konten/sistem bersama ex anak buah di SCTV, sudah hampir 1 tahun, gw jalanin metodologi yg ga awam, cukup sukses, tinggal kemasan politiknya ;)
September 4, 2009 at 3:39am ·
Dwika Sudrajat
Nice sharing knowledge, Qnoy.

Bagaimana Anda melakukannya


http://profile.ak.fbcdn.net/profile6/488/47/q1502167460_5990.jpg


 Wednesday, September 2, 2009 at 9:46am  
Kunci sukses bisnis sangat tergantung dari "bagaimana Anda melakukan produk yang diinginkan oleh pasar, produk yang jelas-jelas akan dibeli oleh customer", 
Pelajarilah bagaimana cara memperlakukan pelanggannya, pemasarannya, bagaimana suppliernya, merekrut teamnya, corporate culture nya. 
salam, 
Dwika 

======================================== 
Sukses Bisnis bukan Tentang Apa yang Anda Lakukan 
By Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp. 


Ketika suatu saat Anda ingin menjamu orang yang sangat penting bagi Anda, 
apakah itu rekan bisnis atau teman lama atau customer Anda, restoran 
mana kira - kira yang akan anda pilih? Hampir dapat dipastikan anda 
akan memilih restoran yang terbaik bukan? Restoran yang berkelas, yang 
menyediakan makanan enak dengan suasana yang menyenangkan. 

Dan yang hampir pasti anda tidak akan memilih Mc Donald untuk kepentingan 
Anda tersebut, karena Anda menganggap bahwa restoran yang terbaik itu 
jauh lebih baik makanannya ketimbang mc Donald. Di mc donald hanya ada 
ayam goreng biasa saja, seperti ayam goreng di restoran siap saji yang 
lain, tidak ada istimewanya, burgernya yang segede mangkok, kurang 
cocok untuk orang penting yang akan kita jamu. 

Kalau kita perhatikan mengapa banyak restoran yang kita anggap istimewa di masa 
lalu sekarang banyak yang tidak kita lihat lagi keberadaanya? Mengapa 
diantaranya banyak yang gulung tikar sedangkan mc Donald yang sejak 
dulu kita kenal, yang makanannya biasa-biasa saja itu masih terus 
mencetak uang bermilyar-milyar jumlahnya sampai hari ini. Saya punya 
teman salah satu pemasok ayam di salah satu gerai mc Donald yang buka 
24 jam, dia mengatakan penjualan gerai itu saja memerlukan ribuan ekor 
ayam setiap harinya! 

Banyak orang menganggap bahwa sukses bisnis sangat tergantung dari produk apa yang kita jual ke pasar, 

mereka menganggap bahwa semakin unik ide kita maka semakin besar peluang untuk 
sukses. Sehingga apa yang banyak dilakukan orang adalah mencari ide 
bagus, ide cemerlang, sesuatu yang belum ada di pasar, produk yang 
benar - benar unik. 

Banyak orang yang terjebak dalam ide yang mereka kembangkan sendiri. 
Seseorang dengan idenya ibarat seorang ibu dengan bayinya, 
mereka sangat mencintainya dan selalu menganggap ide mereka adalah ide terbaik. 

Mereka menganggap bahwa ide tersebut yang 
akan mengantarkannya kepada sukses dalam berbisnis. 

Kenyataannya tidak semua ide bagus mengantarkan kita pada sukses bisnis, bahkan 
dalam banyak kasus ide bagus membuat kita berdarah-darah, meluncurkan 
produk yang sama sekali belum dikenal pasar membutuhkan ekstra tenaga 
yang luar biasa. Pasar yang belum siap akan menjadi persoalan besar 
untuk kelangsungan bisnis kita. 

Apapun bisnis yang dijalankan, ada yang berhasil berkembang dengan baik dan ada yang mati di tengah 
jalan, ada yang menghasilkan uang buat kita dan ada yang justru 
menghabiskan uang kita. Kita lihat berapa banyak restauran padang 
yang ada di sekitar kita, berapa banyak warung tegal yang ada di 
sekitar kita, berapa banyak perusahaan yang menjual kacang tanah, 
menjual kripik, menjual air minum? mereka bukan pemain tunggal, dan 
yang pasti mereka tidak mengandalkan ide bagus sebagai produknya. 

Namun mengapa banyak diantara mereka yang berguguran? Atau mungkin diantara 
mereka ada yang berguguran karena produknya yang jelek? Mengapa 
diantara mereka banyak yang berhasil? Kunci sukses dalam bisnis tidak 
tergantung dari "apa yang anda lakukan", tetapi sangat tergantung dari 
"bagaimana anda melakukannya". 

Kalau anda akan memulai bisnis, 
ambilah salah satu produk yang anda kenal dengan baik, produk yang 
benar-benar diinginkan oleh pasar, produk yang jelas-jelas akan dibeli 
oleh customer, yang sudah ada pasarnya, yang pasarnya sedang 
berkembang, bangunlah keunggulan dengan cara "bagaimana anda 
melakukannya" 

Pelajarilah bagaimana pemain bisnis sukses dalam 
menjalankan bisnisnya, bagaimana cara mereka memperlakukan 
pelanggannya, bagaimana cara mereka melakukan pemasaran, bagaimana 
mereka berhubungan dengan suppliernya, bagaimana cara mereka merekrut 
dan memilih team mereka, bagaimana mereka membangun corporate culture, 
itulah yang menentukan sukses atau tidaknya sebuah bisnis. *)

Ide Peluang Usaha


http://profile.ak.fbcdn.net/profile6/488/47/q1502167460_5990.jpg


 Monday, August 31, 2009 at 9:09pm  
 
Sangat banyak peluang usaha yang bisa kita geluti dengan mencermati kemalasan dan kesibukan orang. Tinggal bagaimana usaha Anda mengubahnya dengan berbagai cara dan kesungguhan, disertai kerja keras dan keuletan, maka peluang yang ada itu bisa dijadikan usaha yang menguntungkan
salam,
Dwika

-----------------------------
Carilah Peluang Di Tengah Kemalasan
Oleh : Agoeng Widyatmoko

Judul ini mungkin terdengar aneh. Tapi, percayalah, dari sifat malas, tersembunyi banyak peluang. Hal ini berawal dari beberapa waktu lalu saat saya kehabisan masa berlaku nomor kendaraan. Mau tidak mau, saya harus mengurusnya. Sebagai wajib pajak yang taat, hal itu memang sudah biasa saya lakukan. Tapi, entah kenapa kemarin saya merasa malas untuk mengurus sendirian. Barangkali, karena alasan kesibukan yang belakangan menumpuk.

Saat itu, satu hal yang lantas tercetus di benak saya. Pergi ke calo jasa pengurusan STNK. Tak sampai seminggu, surat dan nomor baru kendaraan saya sudah siap di meja. Tanpa perlu banyak urusan, tinggal bayar sejumlah uang, semua terselesaikan. Itu belum cukup. Lagi-lagi dengan alasan kesibukan, saya memanggil office boy di kantor saya. Dengan imbalan sejumlah rupiah, nomor baru saya sudah terpasang di kendaraan tanpa repot-repot memasang sendiri.

Mungkin Anda juga salah satu yang pernah melakukan hal seperti kisah saya di atas. Ya, dengan alasan kesibukan, untuk tidak menyebutnya kemalasan, kita sering membayar orang untuk melakukan sejumlah pekerjaan bagi kita. Di sinilah peluang yang menurut saya sangat besar perputaran uangnya. Misalnya, untuk satu jasa pengurusan STNK, saat itu saya dikenakan uang jasa sekitar Rp100 ribuan. Bayangkan, jika dalam sehari ada lima kendaraan saja yang antri diuruskan suratnya. Sehari, biro jasa itu akan memetik keuntungan kotor minimal Rp500 ribu. Berapa dalam sebulan?

Nah, kemalasan-kemalasan seperti inilah yang perlu Anda cermati dalam mencari peluang. Misalnya, coba lihat tumpukan baju kotor Anda saat ini. Saat merasa sangat sibuk, ke mana Anda pergi untuk mencucikan baju-baju Anda? Ke laundry bukan? Ya, para tukang cuci itu dengan senang hati akan menerima baju-baju kotor Anda. Bukankah ini peluang yang diciptakan dari kemalasan mencuci baju?

Contoh lain adalah bisnis makanan. Kalau dilihat dari sudut pandang kemalasan, bukankah orang-orang pergi ke restoran kebanyakan karena malas masak? Atau, bisa jadi mereka juga malas cuci piring dan malas berepot-repot menanak nasi. Maka, jadilah bisnis restoran dan aneka makanan berada di mana-mana. Bahkan konon, bisnis makanan adalah bisnis yang tak bakal ada habisnya.

Masih banyak contoh lain bisnis yang berawal dari kemalasan itu. Bahkan, urusan menikah yang sangat sakral pun bisa jadi dibisniskan hanya karena alasan kepraktisan. Yah, hadirnya banyak wedding planner atau wedding organizer adalah contoh betapa kemalasan mengurus aneka macam urusan pernikahan bisa jadi bisnis yang sangat menggiurkan.

Maka, cobalah tengok, apa saja yang membuat Anda malas hari ini. Bisa jadi, di sanalah tersembunyi peluang yang bisa sangat menguntungkan. Pikirkan! Jika Anda malas bangun tidur, bisa jadi itu karena kenyamanan kasur, bantal, dan guling adalah hasil kejelian pengusaha kebutuhan tidur untuk memanjakan kemalasan Anda. Jika Anda sibuk sehingga tak bisa mengantar anak ke sekolah, ada pengusaha yang jeli membuat usaha antar jemput anak. Jika Anda tak bisa langsung bertemu dengan klien, lihatlah, ada pengusaha yang jeli menggeluti usaha di bidang teknologi yang memudahkan Anda untuk bisa mengangkat telepon dan semua bisa diselesaikan via handphone.

Begitulah. Sangat banyak peluang usaha yang bisa kita geluti dengan mencermati kemalasan dan kesibukan orang. Tinggal bagaimana usaha Anda mengubahnya dengan berbagai cara dan kesungguhan, disertai kerja keras dan keuletan, maka peluang yang ada itu bisa dijadikan usaha yang menguntungkan
Updated about 4 months ago · Comment · LikeUnlike

Sentuhan dari pasangan dan buah hati


http://profile.ak.fbcdn.net/profile6/488/47/q1502167460_5990.jpg


 Sunday, August 30, 2009 at 9:24am  

Hidup Anda akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi dengan sentuhan dari pasangan dan buah hati.
wass,
Dwika

-----------
Saat Sedang Lelah, Kecewa, Sedih, dan Terpuruk, Apa yang Bisa Membuat Anda Merasa Lebih Baik?
Oleh : Anastasia Ratih P. Tyas


Buat saya, perubahan mood mendadak dari kondisi senang menjadi sedih, adalah hal yang biasa. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi di hari yang baru. Jadi, hari yang terasa indah di awal, kadang bisa berakhir dengan kekecewaan. Siapa pun pasti pernah mengalaminya, termasuk Anda.

Namun, saya merasa sangat beruntung sebagai orang yang telah menikah, dan dikaruniai seorang putri kecil yang cantik. Setiap saya pulang bekerja, mereka selalu menyambut saya dengan senyuman dan pelukan hangat. Rasanya, semua beban pekerjaan yang masih menyangkut di pikiran, sirna begitu saja.

Bagi saya, pelukan dan sentuhan dari pasangan, atau pun sang buah hati, berati lebih dari sekadar sentuhan biasa. Begitu sarat kasih sayang dan cinta yang tulus. Maka itu, saya tidak akan pernah meremehkan hal ini. Sebisa mungkin, sebuah pelukan singkat saya berikan kepada anggota keluarga, karena saya sendiri sudah membuktikan efek positifnya bagi jiwa saya.
Seorang terapis keluarga dari luar negeri, Virginia Satir, mengatakan bahwa untuk bertahan hidup kita membutuhkan empat pelukan dalam sehari. Untuk kesehatan, diperlukan delapan pelukan per hari. Dan untuk pertumbuhan, awet muda, dan kebahagian kita membutuhkan 12 pelukan seharinya. Menakjubkan, ya?

Temuan tersebut didukung oleh beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa pelukan dapat menyembuhkan berbagai penyakit fisik dan psikis. Karena, disadari atau tidak, seseorang yang mendapat pelukan, atau yang memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan cinta inilah yang membuat kekebalan tubuh seseorang meningkat.
Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon ini membuat jantung dan pikiran menjadi sehat. Oxytocin baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat dan merasa damai serta tentram. 

Sekarang, coba Anda ingat-ingat, kapan terakhir kali Anda memeluk pasangan dengan kasih sayang yang tulus, bukan sekadar pelukan rutin biasa? Bila jawabannya, setiap hari, itu sudah bagus. Beberapa pasangan yang sudah menikah lebih dari 25 tahun, mengakui bahwa mereka sering menyentuh dan memeluk dalam kesehariannya. Dengan kebiasaan tersebut, mereka merasa keterikatan yang kuat dan saling membutuhkan antara satu dengan yang lain, tidak pernah hilang. 

Jangan remehkan juga sebuah sentuhan. Saat berjalan bersama pasangan di tempat umum, saya masih selalu bergandengan tangan layaknya ABG yang baru mulai berpacaran. Sebisa mungkin kebiasaan itu tidak akan saya hilangkan. Dia pun tidak ragu untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada saya di depan banyak orang, walaupun kami tida menunjukkannya secara berlebih. Hanya sekadar bergandengan tangan atau rangkulan di bahu atau pinggang. 

Sayangnya, beberapa teman mengaku risih melakukan hal tersebut, dengan alasan malu dengan umur. Kenapa harus malu? Untuk bersentuhan, berpelukan, dan menunjukkan kasih sayang kepada pasangan, tidak ada aturan yang membatasi usia seseorang yang boleh atau tidak boleh melakukannya. Ekspresikan cinta Anda, maka Anda pun akan senantiasa menerima perlakuan penuh cinta dari pasangan hidup Anda. 

Atau, kalau memang masih malu memperlihatkan kemesraan di depan umum, lakukanlah saat sedang berdua atau di rumah. Biarkan Anda yang memulainya. Sentuhan ringan di bahunya saat pulang kerja, elusan sayang di kepala ketika Anda lewat di dekatnya, atau hanya senyuman manis penuh rasa sayang. Hidup pun akan terasa semakin indah, bila kebiasaan menyentuh dan memeluk ini mulai dilakukan jug oleh pasangan Anda. 

Seorang master Reiki di Mumbai, India, berkata," Pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan, satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang, salah satu cara agar hubungan itu menghangat adalah dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi."
Updated about 4 months ago · Comment · LikeUnlike
Pramudya Yanuanto
Aku masih sering menggendong anakku ... kadang lupa kalau sudah 11 tahun lebih ...
August 30, 2009 at 9:52pm ·
Dwika Sudrajat
Ta' gendong kemana mana........
August 30, 2009 at 11:13pm ·

Keluhan ditanggapi penuh perhatian


http://profile.ak.fbcdn.net/profile6/488/47/q1502167460_5990.jpg


 Sunday, August 30, 2009 at 9:20am 

Tanpa adanya keluhan, maka kelemahan tidak akan bisa diketahui dan diperbaiki.
salam,
Dwika

-----------------
8 Steps To Satisfy Customer
Oleh : Peter Lim

"A building can be designed to satisfy "by the month" with the regularity of a provider. Or it can give satisfaction in a very different way, "by the moment," the fraction of a second, with the thrill of a lover." Richard Neutra 

Konsumen adalah raja. Itu adalah slogan yang sering diutarakan oleh para Businessman. Karena diposisikan sebagai raja maka : 
Wujud service yang diberikan, haruslah yang terbaik dan semaksimal mungkin di daya upayakan agar kekecewaan tidak sampai terjadi. 
Semua keluhan harus ditanggapi dengan perhatian penuh dan bijaksana. Selagi konsumen masih mau mengeluh, itu merupakan salah satu indikator bahwa konsumen masih : 
Ragu - ragu / tidak puas terhadap produk. 
Butuh informasi yang lebih detail

"If I discover within myself a desire which no experience in this world can satisfy, the most probable explanation is that I was made for another world". C.S. Lewis. 

Jika keluhan ditanggapi dengan penuh perhatian, serius dan bijaksana maka konsumen tidak akan beralih ke produk pesaing, alias tetap menjadi konsumen yang loyal. Hasil survey terhadap 26 Konsumen yang kecewa, hanya 1 Konsumen yang menyampaikan keluhan (25 % beralih ke produk competitor karena keluhan tidak tertangani dengan baik). 56 % keluhan yang tertangani dengan baik (memuaskan konsumen), membuat Konsumen menjadi semakin loyal. Adapun faktor - faktor yang mendasari "why" Konsumen enggan / tidak mau menyampaikan keluhannya adalah 
Kebanyakan tidak ditanggapi dengan serius.
Kebanyakan tidak ada manfaatnya karena tidak ada tindakan nyata.
Kebanyakan tidak tahu harus disampaikan kepada siapa.
Kebanyakan merasa malu menyampaikannya.
"The primary use of conversation is to satisfy the impulse to talk". George Santayana Di era yang serba kompetitif ini jika ingin survive dan progress, selain kwalitas produk nomor 1 (satu), service juga "harus" yang terbaik. Konsumen akan bisa memaklumi kekurangan produk jika mendapatkan service yang terbaik. Tetapi Konsumen akan segera beralih ke produk competitor jika mengalami ketidakpuasan atas service yang diterima.Adapun cara efektif untuk memuaskan Konsumen jika mengeluh adalah 
SMILE & SHAKE HAND. Smile, it's the second best thing one can do with one's lips. Secara psikologis (sesaat), senyuman akan mampu menyirnakan keluhan, ketidakpuasan atau kekecewaan. 
GIVE BUSINESS CARD. Sebelum diminta, segera berikan kartu nama dan salam yang hangat dengan langsung menatapi mata Konsumen. Katakan bahwa bisa melayani Konsumen adalah suatu kebahagiaan tersendiri. "Sinful and forbidden pleasures are like poisoned bread; they may satisfy appetite for the moment, but there is death in them at the end". Tryon Edwards 
OFFER ASSISTANCE. You keep customers by delivering on your promises, fulfilling your commitments and continually investing in the quality of your relationships. Brian Tracy. Jangan sekali - kali menawari hal - hal yang diluar dari kapasitas / tidak sesuai dengan policy perusahaan, yang mana akhirnya tidak bisa dipenuhi. Ini akan berdampak sangat jelek sekali bagi image perusahaan.
HEAR WITH EMPATHY. If your job is customer satisfaction, your real job title is Problem - Solver. Brian Tracy. Apakah keluhan tersebut benar atau salah, itu adalah nomor 2 (dua). Yang terpenting adalah didengar semuanya dengan penuh perhatian dan empati. 
REGRET FOR THE INCONVENIENCE. Minta maaf atas ketidaknyaman. Offer your customer a long term relationships, then do everything possible to build and maintain it. Brian Tracy. Pertama - tama, tidak ada ruginya mengutarakan kata "maaf", baik dikala benar atau salah. Jika benar, beri pengertian agar Konsumen bisa memahaminya. Jika salah, segera ralat dengan sopan dan santun (diplomasi).
TAKE ACTION & FIND OUT THE SOLUTION. Everyone is in the business of customer satisfaction. Who are your customers and how are they doing ? Brian Tracy. Jika pokok permasalahannya diketahui, ambil segera tindakan yang nyata. Jika dimungkinkan, langsung diadakan dihadapan Konsumen.
IDENTIFY THE CUSTOMER. Express your admiration for the traits, possessions or accomplishments of your customer. Little things mean a lot. Brian Tracy. Tujuannya adalah untuk mengulangi kembali kata "maaf" dan berjanji bahwa hal ini tidak akan terjadi lagi. Jika dimungkinkan, beri souvenir sebagai kenang - kenangan. 

THANKS FOR THE COMPLAIN. Attitude and personality are as important as experienced and ability. Choose wisely. Brian Tracy. Katakan bahwa tanpa adanya keluhan, maka kelemahan tidak akan bisa diketahui / diperbaiki.
Updated about 4 months ago · Comment · LikeUnlike
Charlita Florentina and Smile Eve like this.

Berikan impresi yang hebat




 Sunday, August 30, 2009 at 9:14am 

Kalau team bisa menjual kelebihan diri, customer akan datang ke kita bukan kita yang datang ke customer sehingga moment of truth.
salam,
Dwika


----------------
Cara Mudah Membuat Customer Terpesona
Oleh : Tom MC Ifle


Pernah dengar kata Moment of truth? Moment of truth adalah detik-detik saat anda dan bisnis anda bersentuhan dengan customer anda.Dimana Anda bisa memberikan impresi (kesan) yang hebat kepada customer Anda sehingga customer mendatangi kita bukan kita yang mendatangi customer. 

Saya ibaratkan customer seperti lebah. Ada dua cara menangkap lebah. Cara pertama, anda datang ke taman, cari lebah, kejar dia lalu tangkap. Apa yang terjadi ketika Anda mengejar lebah? Dia kabur. Kalau dia kabur biasanya dia akan beritahu teman-teman lebah lainnya. Cara kedua menangkap lebah adalah, pelihara taman bunga, rawat bunganya, pilih bunga yang cantik, tamannya di perindah dan dirawat dengan baik. Lebah dengan senang hati akan berkunjung dan menikmati keindahan bunga ini dengan sendirinya. 

Pertanyaannya adalah, apakah anda memelihara lingkungan perusahaan anda seperti bunga agar terlihat cantik dan menarik di tempat Anda? Apakah team anda mempercantik diri dengan perilaku dan budi pekerti yang disukai oleh customer anda? Mana yang dipilih oleh customer, membeli mobil dari Abdullah atau membeli mobil dari penjual yang wajahnya mirip Tamara? 

Itulah sebabnya mengapa iklan menggunakan artis cantik, tidak orang biasa yang mungkin bayarannya lebih murah. Ada guyonan yang menarik "Kenapa iklan sabun Lux pakai artis Deasy Ratna Sari?" Kenapa bukan Tessy. Padahal kalau digosok ke badan Deasy atau Tessy sabunnya sama-sama berbusa. Kalau team bisa menjual diri, customer akan datang ke kita bukan kita yang datang ke customer. Itu adalah moment of truth.
Updated about 4 months ago · Comment · LikeUnlike
Smile Eve and Budi Supriyatin like this.

Anda mengalami kegagalan


http://profile.ak.fbcdn.net/profile6/488/47/q1502167460_5990.jpg


 Sunday, August 30, 2009 at 9:02am 

Seimbangkan antara rencana dan tindakan. Jangan terlalu banyak berpikir untuk memulai usaha
salam,
Dwika

-------------
Rencana Tanpa Tindakan
Oleh : Firman Erry Probo


ini merupakan alasan kenapa banyak diantara kita mengalamai kegagalan. Rencana merupakan hal yang akan sangat membantu dalam proses pencapaian mimpi, karena akan memudahkan seseorang untuk mengambil tindakan. Namun rencana akan selamanya menjadi rencana, tidak akan memberikan pengaruh apa-apa apabila tidak disertai dengan action atau tindakan. Ada satu hal menarik tentang sifat orang pintar, saya menyebutnya sebagai ”Sindrom Orang Pintar”. Sindrom ini hampir menjangkit sebagian besar manusia pintar di bumi ini. Kebanyakan karena kepinterannya ia pandai sekali dalam menyusun konsep, menganalisa dan membuat peramalan marketing terhadap sebuah bisnis atau usaha yang akan dilakukan. 

Sebagai contoh ada seorang lulusan ahli ekonomi, ia mendapatkan predikat cumlaude dari perguruan tinggi dimana ia diluluskan. Ketika ia akan mendirikan sebuah jaringan bisnis franchise bakso, ia menganalisa bagaimana marketingnya, untung ruginya, kapan pengembalian modal dan lain-lain. Karena kepintaran dia menganalisa maka ia yakin bahwa bisnisnya akan mengalami kerugian, akhirnya munculah ketakutan yang besar untuk membuka usaha. Sehingga ia mengurungkan niatnya untuk membuka usaha untuk kini dan sepanjang masa. Inilah titik perbedaan antara orang yang pintar Vs orang yang biasa-biasa saja. Kebanyakan orang yang berpikir biasa-biasa saja ketika akan mendirikan sebuah usaha tidak pernah memikirkan resiko yang ada dibelakangnya akankah ia rugi ataukah untung. Ia asal saja dalam membuka bisnis, yang dibutuhkan hanya keNEKATan. 

Namun terbukti di lingkungan kita sendiri, dapat Anda perhatikan secara mendalam bahwa ternyata banyak orang-orang besar pemilik sebuah usaha adalah orang yang tidak berpendidikan tinggi dan mereka memperkerjakan orang-orang pintar untuk menjalankan dan memajukan usaha yang digelutinya. Sepatutnya kita mengambil pelajaran dari hal ini. Anda sebagai orang yang akan menjadi sukses harus bisa mengkombinasikan pemikiran orang-orang pintar dan orang biasa dengan menyeimbangkan antara rencana dan tindakan. Jangan terlalu banyak berpikir untuk memulai usaha, namun jangan terlalu nekat untuk memulai usaha. Kedua-duanya harus dilakukan secara seimbang. No action nothing happen, with action miracle happen!!
Updated about 4 months ago · Comment · LikeUnlike
Arif Munandar Ibrahim and Smile Eve like this.
Pramudya Yanuanto
Yang paling sulit mengubah norma pribadi ... kalau sudah biasa berdasi, akan berat merintis jualan pakai gerobak ... padahal misalnya saja beberapa orang akhirnya punya 10-25 gerobak dengan keuntungan 1-2 jt per gerobak ...
August 30, 2009 at 10:04pm ·
Dwika Sudrajat
Pada saatnya dasi harus dilepas.
Paling tidak pada waktu pensiun nanti.
Tidak lama lagi semua orang akan pensiun.
Mari berjualan yg halal
August 31, 2009 at 7:16pm ·

Keberhasilan yang langgeng


http://profile.ak.fbcdn.net/profile6/488/47/q1502167460_5990.jpg


 Sunday, August 30, 2009 at 8:54am 

Keberhasilan yang langgeng adalah keberhasilan yang didasarkan pada ketulusan.
wass,
Dwika

-------------
Tulus Pangkal Lulus
Oleh : Timotius Hendra Haes


Teori Marketing terus berkembang, dimana pada saat saat awal, marketing terlalu dekat dengan selling, sehingga pada era tahun 60 dan 70an , banyak perusahaan salah kaprah , menamakan Departemen Penjualan menjadi Departemen Pemasaran , padahal tidak ada obyek yang dipasarkan, melainkan hanya ada para petugas penjualan yang sedang melayani para pelanggan yang ada . 

Demikian pula halnya dengan hakikat Customer yang dulu selalu dikatakan bahwa Customer is King , lambat laun tidak lagi demikian , agak bergeser polanya menjadi hubungan pelayanan tetapi bukan pengabdian ( bukan sebagaimana rakyat dengan rajanya, dimana dalam banyak hal, rakyat tidak punya hak suara atau kalaupun ada terlampau kecil adanya ) . Akhir akhir ini rupanya ada pergeseran lebih lanjut dimana pemasaran yang berhasil adalah pemasaran yang didasarkan pada ( atau setidaknya bagaikan ) hubungan pertemanan. Bagaimana hubungan pertemanan ini dijalin , maka ada satu kata yang harus mendasarinya yaitu "ketulusan". Ujian dari pertemanan sejati adalah "ketulusan " . 


Saya masih ingat sekali ketika akan berangkat kursus di sore hari ( kala itu saya masih di bangku Sekolah Menengah Atas ) dan berangkat menggunakan jasa angkutan kota ( Mikrolet ) , karena masih sepi penumpang, saya duduk persis disebelah pengemudi, sambil ia banyak mengajak ngobrol bagaikan teman akrab saja . Kondisi jalan saat itu tidak macet tetapi panas terik sangat menyengat, ini membuat si pengemudi berhenti sebentar di depan warung rokok, untuk membeli teh dalam kemasan botol , yang saya herankan adalah secara tiba tiba dia pesan dua, mula mula saya bingung , untuk siapa yang satu botolnya . Lalu saat disodorkan, maka spontan yang satu botol diberikan ke saya , saya agak sungkan dan menolaknya , namun si pengemudi dengan sangat tulus dan simpatik mengatakan : " Tak apa apa dik, minum saja , pasti adik juga haus kan ?" . Saya pun langsung meminumnya dan menyampaikan rasa terima kasih . Apa yang ada dipikiran saya waktu itu ? Saya sudah berniat dalam hati, ketika saya turun di tempat tujuan, maka saya akan memberikan bayaran lebih kepada pengemudi ini, saya merasa sungkan kalau saya tidak melakukan ini. 


Maka ketika berhenti di tempat tujuan, saya segera memberikan ongkos lebih dari seharusnya , yang bahkan lebihnya itu mencapai 2 kali dari nilai teh botolnya, karena saya memang memberikan selembar uang kertas yang tidak saya mau ambil kembaliannya . Si pengemudi berkata : " Jangan dik, ini ambil saja kembaliannya , saya tak mau adik begitu". Sayapun segera menukas, tak apa apa pak , saya rela, karena abang telah begitu tulus dan baik terhadap saya ". " Kalau begitu saya terima dik , semoga adik kelimpahan berkat " , katanya . Ini sekedar contoh bagaimana si pengemudi, meskipun tanpa maksud memasarkan jasanya, tetapi tanpa disadari ia telah melakukan proses pemasaran yang ternyata menjadi methode pemasaran di kemudian hari. 


Keberhasilan yang langgeng adalah keberhasilan yang didasarkan pada ketulusan. Untuk kepentingan business yang sesaat, seseorang bisa saja melakukan tipu muslihat, yang biasa dikenal dengan hit and run, tetapi untuk business yang berkelanjutan. diperlukan ketulusan . Kadangkala memang secara materi bisa terjadi kerugian karena ketulusan ini, tetapi kerugian ini adalah sesaat saja , jauh sesudahnya , dalam waktu yang sangat panjang, akan ada keberhasilan demi keberhasilan yang dapat diraih. Jadikan motto ini sebagai penunjang bisnis anda :"Tulus pangkal lulus !". Jadikan juga pertemanan sebagai landasan pemasaranmu.