link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Minggu, 07 Oktober 2012

Teman se-Visi


http://profile.ak.fbcdn.net/profile6/488/47/q1502167460_5990.jpg


 Sunday, August 30, 2009 at 7:44am 

Kekuatan Jaringan juga wajib dimiliki seorang Entrepreneur. Kita mesti berusaha untuk mempunyai banyak teman...yang se-visi bisnis, sebab kan kita lagi menggalang dukungan untuk bisnis kita
salam,
Dwika

---------------
Rahasia Kekuatan Entrepreneur Sukses
Oleh : Wuryanano

Salam ENTREPRENEUR... 

Saya melihat sekarang ini...beberapa tahun belakangan ini, fenomena menggeliatnya entrepreneurship di Indonesia ini sangat membanggakan. Banyak bermunculan Young Entrepreneur, yang begitu bersemangat untuk memulai usaha atau bisnis sendiri. Ini memang patut untuk diacungi "Dua Jempol Tangan". Salut!!! 

Sebagai seorang yang punya usaha atau berbisnis sendiri, tentunya Anda menginginkan kesuksesan yang berkesinambungan bukan? Apalagi bagi Anda yang baru saja memulai membuka usaha atau baru bisnis sendiri, tentu punya harapan besar untuk selalu bisa bertahan dan semakin meningkatkan bisnis Anda sendiri secara berkesinambungan. Benarkah begitu? Pastilah Anda menjawab: BENAR!!! 

Nah, berkaitan dengan maraknya Dunia Entrepreneurship saat ini, Saya ingin berbagi dengan Anda, rekan-rekan Entrepreneur atau Anda yang mau terjun sebagai Entrepreneur...tentang beberapa hal yang semestinya dipunyai oleh setiap Entrepreneur, jika mereka menginginkan Kesuksesan yang Berkesinambungan. 

Di sini, Saya melihat ada 6 (Enam) Kekuatan Inti, yang harus dipunyai seorang Entrepreneur Sukses, yaitu:
1. KEKUATAN IMAN (Faith Power)
• Kekuatan Iman, "tidak bisa tidak"...merupakan hal paling pokok dan paling penting...nomer satu yang mesti dimiliki oleh Entrepreneur. Kekuatan Iman, selain mengartikan bahwa kita memang wajib percaya, bahwa ALLAH pasti akan menolong kita...juga mewajibkan kita untuk "mengimani" atau meyakini apa pun jalan yang telah kita tempuh itu memang benar adanya. Jangan jadi orang yang selalu ragu-ragu...begitu... Percaya Diri saja!
• Dengan Iman, kita akan menjadi makhluk yang selalu pandai bersyukur, senang membantu sesama, dan tidak pernah tinggi hati.
2. KEKUATAN PIKIRAN (Mind Power)
• Kekuatan Pikiran artinya, kita jangan gampang berpikir untuk menyerah, jangan mudah untuk berpikir tidak mampu. Karena apa pun yang kita pikirkan tersebut...benar adanya, dan pasti segera berwujud menjadi kenyataan. Karena, Ingatlah! pikiran kita punya kekuatan super... Super Mind Power!!! Pikirkanlah hanya hal-hal positif! Jadi jangan meremehkan pikiran kita sendiri ya...entar menyesal belakangan deh...
3. KEKUATAN KESEHATAN (Healthy Power)
• Kekuatan Kesehatan mengingatkan kita semua, agar selalu menjaga kesehatan fisik maupun psikis, kesehatan raga dan jiwa. Jangan sampai kita terlena dengan hanya berusaha dalam bisnis, sehingga melupakan kesehatan...akhirnya kita jatuh sakit secara fisik maupun psikis. Ini bisa menyebabkan bisnis kita hancur berantakan!!! Uang kita juga bisa habis hanya untuk berobat ke dokter, ke paranormal...ke dukun...
4. KEKUATAN IMPIAN (Dream Power)
• Kekuatan Impian tidak diragukan lagi, sebagai mesin penggerak menuju cita-cita kita. Tanpa impian, jangan harap kita bisa bergerak menuju kesuksesan. Dengan impian, kita menjadi bersemangat luar biasa prima saat bergerak menuju cita-cita. Tanpa impian, kita pastinya yaa diam aja di tempat...dan capee' deh...diam melulu!
5. KEKUATAN KEMAUAN (Will Power)
• Kekuatan Kemauan tentu saja juga harus kita punyai. Lha kalau tidak ada kemauan, bagaimana bisa ada jalan? Yaa nggak? Kata orang bijak kan begini: "Dimana Ada Kemauan, Disitu Ada Jalan". Dengan kemauan tinggi pula, kita bisa menjadi orang yang sangat kreatif. Sehingga selalu ada jalan keluar bagi setiap permasalahan. Berbagai ide-ide besar dan cerdas juga bisa keluar karena kekuatan kemauan yang tinggi.
6. KEKUATAN JARINGAN (Networking Power)
• Nah ini, Kekuatan Jaringan juga wajib dimiliki seorang Entrepreneur. Kita mesti berusaha untuk mempunyai banyak teman...gitu maksudnya. Tapi yaa nggak sembarangan teman lho, harus teman pilihan...mesti milih teman lah kita ini... Kalau nggak milih teman, wah...kita bisa keliru berteman dengan garong, maling, penyelundup, koruptor...berabe kan? Oleh karena itu, untuk membangun Kekuatan Jaringan ini kita wajib pilih teman yang se-visi bisnis (ini lebih diutamakan), sebab kan kita lagi menggalang dukungan untuk bisnis kita, yaa nggak? Jadi bangunlah Kekuatan Jaringan Bisnis...
Oke, saat ini baru Saya simpulkan ada 6 (Enam) Kekuatan Inti untuk menjadi Seorang Entrepreneur Sukses.
Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano

Rasa bangga, nyaman dan ada nilai tambahnya





 Sunday, August 30, 2009 at 7:39am 

Selagi konsumen MASIH mau bertanya maka peluang / kemungkinan membeli itu masih ada.
salam,
Dwika

-------------------
Tips For Sales Development
Oleh : Peter Lim

"Work is love made visible. And if you cannot work with love but only with distaste, it is better that you should leave your work and sit at the gate of the temple and take alms of those who work with joy". KAHLIL GIBRAN.

Produk / service yang berkwalitas dengan harga yang kompetitif tidaklah selalu menjamin PASTI sukses meraih market share. Masih ada beberapa factor yang menyebabkan konsumen tidak mau membeli dan untuk itu, ada beberapa tips yang bisa dijadikan acuan agar konsumen MAU membeli suatu produk (* Jadi Loyal), yang antara lain :
PROMOTE ONE THING AT A TIME.
Pada waktu yang sama, hanya 1 jenis produk / service yang dipromosikan agar konsumen selain tidak bingung tetapi juga lebih tertuntun / lebih fokus menentukan pilihannya pada saat tersebut juga. Persentase keberhasilan menjual akan lebih significant jika konsumen mampu langsung memberikan keputusan pada saat tersebut juga daripada keesokan harinya atau lusa. Karena keputusan pada keesokan harinya atau lusa, umumnya telah dicemari / dipengaruhi oleh pihak ketiga, yang mana bisa saja keputusan yang diambil adalah keputusan yang timbul (* Influence) dari pihak ketiga dan bukan kemauan user (* Pribadi konsumen). "If you don't do it excellently, don't do it at all. Because if it's not excellent, it won't be profitable or fun, and if you're not in business for fun or profit, what the hell are you doing there ?" ROBERT TOWNSEND
LEAD WITH YOUR BIGGEST BENEFIT.
Di era yang serba kompetitif ini, konsumen yang selain HARUS diperlakukan bagaikan RAJA tetapi juga semakin SMART dalam hal penentuan / pilihan untuk pemenuhan NEED - nya. Satu - satunya cara yang ter - efektif selain memperlihatkan karakteristik produk / service yang attractive, tetapi juga menjelaskan se detail mungkin manfaat - manfaat dari produk / service (* Added value), yang mana tidak akan dijumpai pada produk / service sejenis yang lain (* Competitor). "I am grateful for all my problems. I became stronger and more able to meet those that were still to come". J.C. PENNEY
PERSONALIZE YOUR APPROACH.
Customer Satisfaction akan berhasil diraih jika mampu mengadakan pendekatan pribadi dan memahami / mengerti dengan baik apa diinginkan oleh konsumen. Jika kepuasan konsumen berhasil diraih maka apapun yang ditawarkan dan berapapun harganya (* Konsumen Butuh), pasti akan dibeli dan tidak akan beralih ke produk / service pesaing. "A brand for a company is like a reputation for a person. You earn reputation by trying to do hard things well". JEFF BEZOS

PROVIDE SPECIFICS.
Data apapun yang dibutuhkan / diharapkan konsumen, segera berikan dan jelaskan selengkap mungkin. Beli atau tidak, jangan dipikirkan. Ingat selalu, selagi konsumen MASIH mau bertanya maka peluang / kemungkinan membeli itu masih ada. Jika Konsumen masih ragu dan bimbang maka persentase keberhasilan dalam menjual akan bisa jadi NOL. Semakin detail suatu produk / service dijelaskan maka akan semakin mudah konsumen memahami / mengerti akan produk / service tersebut. Jika kondisi ini telah bisa dipenuhi maka spontanitas pula buying signal akan timbul. "Whenever you are asked if you can do a job, tell them, 'Certainly, I can !' Then get busy and find out how to do it". THEODORE ROOSEVELT

DRAMATIZE FEELINGS.
Terakhir, kondisikan bahwa dengan memakai produk / service yang ditawarkan, konsumen PASTI akan senang dan bangga. Jika kondisi ini terpenuhi maka berapapun harganya, tidak akan menjadi pokok permasalahan. Contoh kasus : Semua orang tahu bahwa harga mobil Baby Benz bisa double atau triple jika dibandingkan dengan mobil buatan Jepang lainnya, mis. : Honda tetapi MENGAPA konsumen membelinya ? Faktornya, tiada lain adalah rasa bangga, nyaman dan ada nilai tambahnya (* Added value). "Don't limit yourself. Many people limit themselves to what they think they can do. You can go as far as your mind lets you. What you believe, remember, you can achieve". MARY KAY ASH.

Selamat mencoba dan semoga sukses.*

Nilai yang sukses



 Sunday, August 30, 2009 at 7:25am 

Anda juga harus mencari lingkungan, orang-orang yang mempunyai nilai- nilai yang sukses. Karena hal ini akan mempengaruhi Anda menjadi sukses pula.
salam,
Dwika

------------------------
Pilih Lingkungan Anda Untuk Sukses
Oleh : Tanadi Santoso


Keadaan sekeliling dan lingkungan kita dapat mempengaruhi kita. Keadaan jiwa juga dapat mempengaruhi kita. Keadaan suasana hati dapat pula mempengaruhi kita. Mempengaruhi untuk bersikap dan melakukan sesuatu tindakan.

Pada bulan puasa beberapa waktu lalu, saya diberitahu tentang banyaknya pengemis yang dapat penghasilan 1-2 juta per hari. Ibu-ibu tua, bahkan anak-anak di pinggir jalan tiba- tiba penghasilannya meningkat di bulan Ramadhan dan puncaknya pas lebaran. Karena hal ini pula seringkali mereka khusus datang dari desa ke kota hanya untuk mengemis.

Namun mengapa orang-orang begitu baik hati untuk beramal ? Kenapa mereka beramal sedemikian banyak pada waktu itu ? Semua karena hatinya yang menjadi khusyuk sewaktu menjalankan ibadah di bulan yang suci itu. Mereka begitu bersemangat menjalankan semua ibadah yang bisa dilakukan, termasuk banyak beramal.

Orang Amerika yang sering pergi ke Las Vegas, tahu-tahu ada kabar menikah di sana. Mendadak saja keinginan menikah mereka timbul. Hal ini dikarenakan suasana kota Las Vegas yang sering kali menikahkan dengan persyaratan dan tata cara yang begitu mudah. Katanya satu gereja sehari bisa menikahkan sampai 30 pasangan. Sampai antri segala.

Saya sering tanya ke teman-teman yang sering bepergian ke Singapura, "Kalau kamu ke Singapura, apakah kamu akan membuang sampah sembarangan ?" "Tidak," jawab mereka. "Lalu kenapa kalau di Indonesia masih membuang sampah sembarangan ?". "Ya, karena di sini semua begitu."

Apakah mereka tidak bisa disiplin ? Apakah mereka tidak bisa diajarkan yang seharusnya ? Bisa. Bahkan tidak usah diajarkan, suruh saja mereka ke Singapura. Begitu sampai di sana mereka sudah tidak mau membuang sampah sembarangan. Kenapa di Indonesia mereka melakukannya ? Karena mereka mengganggap di Indonesia sah-sah saja untuk melakukan seperti itu. Tidak apa-apa, tak ada tindakan. Beda dengan di Singapura yang bisa didenda sampai ratusan ribu rupiah.

Saya punya teman yang sangat pelit. Dia bahkan di awal-awal tinggal di Amerika tidak mau memberi tip, uang terima kasih untuk karyawan restoran. Namun setelah tinggal di sana selama 3-4 bulan, dia terbiasa untuk memberi tip 15% dari total pengeluaran, minimal 10%. Kok berubah ? "Saya bisa celaka kalau tidak memberi tip. Bisa dipanggil untuk dimintai," jawabnya.

Ternyata orang yang pelit yang biasanya tidak memberi tip, sampai di tempat dimana semua orang memberi tip, dia juga turut melakukannya. Hal ini karena lingkungan sekitarnya melakukan itu sehingga mempengaruhinya.

Suasana hati seperti bulan puasa, lingkungan seperti di Singapura, nilai-nilai budaya seperti di Amerika mau tidak mau mempengaruhi kita. Yang pelit menjadi beramal. Yang biasa tidak berderma menjadi berderma. Yang tidak disiplin menjadi disiplin.

Nah, demikian juga sukses. Sukses juga akan dipengaruhi oleh lingkungan, orang-orang sekeliling kita dan nilai-nilai buadaya yang dianut. Karenanya kita juga harus mencari lingkungan, orang-orang yang mempunyai nilai- nilai yang sukses. Karena hal ini akan mempengaruhi kita menjadi sukses pula.
Updated about 4 months ago · Comment · LikeUnlike
Smile Eve, Aya Haruz Tegar and 2 others like this.

Berani mengambil resiko dan tidak takut


 Sunday, August 30, 2009 at 7:17am 


Melalui kegagalan, akan diketemukan apa yang namanya sukses. 
Jangan menyerah dan pasrah,
salam,
Dwika

-----------------------------
Facing The Failure
Oleh : Peter Lim



"People are always blaming their circumstances for what they are. I don't believe in circumstances. The people who get on in this world are the people who get up and look for the circumstances they want, and, if they can't find them, make them". George Bernard Shaw 

Pepatah bijak mengatakan bahwa kegagalan adalah proses belajar yang harus dilalui. Tanpa adanya kegagalan, yang namanya keberhasilan tidak akan pernah diketemukan. Thomas Alfa Edison adalah contoh yang nyata. Setelah ribuan kali mengalami kegagalan untuk menemukan listrik, akhirnya beliau berhasil. Pemenang sejati adalah pemenang yang mampu mentoleransi kegagalan yang dialami serta berjuang untuk meraih keberhasilan dan bukannya menyerah pada keadaan. Disamping itu, keberhasilan akan diraih jika seseorang berani mengambil resiko dan tidak takut akan kehilangan / kegagalan. "Failures are divided into two classes - those who thought and never did, and those who did and never thought" John Charles Salak. 

MENGHADAPI KEGAGALAN 

Sadarilah bahwa : 
1. Kegagalan adalah suatu proses pembelajaran. Seyogianya, reaksi yang timbul dikala gagal, bukanlah menyalahkan orang - orang lain tetapi adalah diri sendiri melalui introspeksi. Metode ini, akan menimbulkan : 

Keinginan yang mendalam untuk mengetahui "mengapa" kegagalan ini terjadi. Setelah diketahui penyebabnya maka dicari solusi agar kegagalan ini tidak sampai terjadi lagi. "It is wise to keep in mind that no success or failure is necessarily final" Anonymous
Standard baku sebagai acuan dasar agar dimasa mendatang, kegagalan bisa diminimalkan atau tidak sampai terjadi lagi. "In order to succeed, you must first be willing to fail" Anonymous
Sukses sebagai hasil dari mau / berani menghadapi kegagalan dengan analisa / evaluasi dan memperbaikinya. "Success is not permanent. The same is also true of failure" Dell Crossword

Secara tidak langsung, kegagalan juga mengajarkan kepada kita bahwa jalur yang dilalui adalah jalur yang salah. Semua, tergantung kepada diri kita, mau menyerah atau maju terus. Jika menyerah berarti sampai kapanpun juga yang namanya keberhasilan "hanya" akan merupakan angan - angan tidak akan pernah ter - realisirkan. "Yesterday's failures are today's seeds. That must be diligently planted to be able to abundantly harvest Tomorrow's success" Anonymous 
2. Kegagalan adalah salah satu langkah menuju kesuksesan. Tanpa dialaminya kegagalan, seseorang akan sulit untuk menentukan langkah selanjutnya. Dengan adanya kegagalan, seseorang akan tahu pasti bahwa jalur ini dibenarkan sedangkan jalur itu tidak dibenarkan (karena telah pernah gagal). Apakah suatu kegagalan akan selalu berkonotasi negatif atau tidak, sangatlah ditentukan oleh sikap kita dikala menghadapinya. Jika dihadapi dengan sikap potitif maka konotasinya akan menjadi positif karena adanya perbaikan dan begitu pula sebaliknya. "Your failures won't hurt you until you start blaming them on others" Anonymous. 

3. Kegagalan bukanlah berarti akhir dari segala - galanya. Dengan dialaminya kegagalan, biasanya akan membuat seseorang semakin dewasa serta waspada / mawas diri. Setiap langkah atau tindakan akan di "filter" berkali - kali agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan. "Keep in mind that neither success nor failure is ever final" Roger Ward BaBson 

Kesimpulan : 
Kegagalan bukanlah suatu hal yang ditakuti atau dihindari tetapi harus dihadapi. Melalui kegagalan, akan diketemukan apa yang namanya sukses. Jangan menyerah dan pasrah, itulah kunci utama untuk menghadapi kegagalan. "When one door closes another door opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door, that we do not see the ones which open for us" Alexander Graham Bell.
Updated about 4 months ago · Comment · LikeUnlike
Smile Eve and Elisa Atm like this.

Berani melanjutkan tindakan


Sunday, August 30, 2009 at 7:10am 

Hidup Anda begitu berharga, mengapa Anda harus terbebani dengan masa lalu. 
Maju terus.
salam,
Dwika

---------------------
Rantai Gajah
Oleh : Ardian Syam


Mengapa seseorang diciptakan memiliki dua buah mata dan keduanya menghadap ke depan? Dalam sebuah milis, pertanyaan itu dijawab bahwa karena Tuhan tidak ingin kita terlalu sering melihat ke belakang. Karena seringkali masa lalu terus menghantui, sehingga apapun yang ingin kita lakukan akan selalu teringat tentang kegagalan masa lalu dan membuat kita tidak berani melanjutkan tindakan. Padahal mungkin tindakan yang akan dilaksanakan tersebut dapat memperbaiki kehidupan, meningkatkan karir, membahagiakan keluarga atau diri sendiri. 

Memang orang bilang bahwa pengalaman harus dijadikan guru yang sangat baik dan kita harus belajar dari pengalaman. Tetapi buat saya justru pengalaman termasuk guru yang buruk, karena dia membuat kita jatuh dulu, berdarah-darah dulu, baru mengajarkan sesuatu kepada kita. 

Yang lebih parah adalah ketika pengalaman buruk kita menjadi rantai gajah. Seekor gajah seringkali dirantai di salah satu kaki belakangnya ketika mulai remaja. Karena saat itu gajah masih sulit diatur tetapi sudah mulai memiliki tenaga yang cukup besar. Rantai tersebut biasanya juga dikaitkan pada sebuah tiang besar sehingga gajah hanya akan bisa bergerak sebatas radius rantai antara kaki belakangnya dengan tiang besar. 

Bila akan dilakukan latihan terhadap gajah, maka rantai dilepas. Setelah selesai rantai akan dipasang kembali. Begitu terus sehingga gajah menjadi dewasa dan lebih mudah dikendalikan dengan perintah suara dari pelatih atau pawangnya, baru rantai itu dilepas. 

Apa yang terjadi dengan sang gajah? Dalam waktu yang cukup lama, gajah itu hanya bergerak sejauh jarak rantai kakinya selama ini. Dia sudah menjadi sangat terbiasa untuk hanya bergerak sebatas yang selama ini dia lakukan. Tidak berani melangkah lebih jauh dari batas rantainya selama ini. 

Begitulah yang terjadi bila masa lalu masih terus mengikat Anda untuk tidak berani melangkah terlalu jauh, bila Anda tidak berani mencoba sesuatu yang baru. Anda akan seperti gajah yang dirantai kakinya sejak kecil. 

Anda mungkin pernah berbuat salah. Kesalahan itu bahkan mungkin sangat besar. Anda mungkin sangat menyesali kesalahan yang pernah Anda lakukan. Bahkan mungkin ada orang yang menjadi korban dari kesalahan Anda. 

Pertanyaan yang perlu Anda ajukan pada diri sendiri; Apakah Anda sudah minta maaf pada korban kesalahan Anda? Apakah Anda sangat yakin bahwa kesalahan tersebut tidak akan terulangi lagi? 

Sangat susah untuk menjawab ya bagi dua pertanyaan itu. Susah untuk menyatakan bahwa kita telah minta maaf pada korban kesalahan. Karena jauh lebih mudah mengakui dalam hati bahwa kita telah berbuat salah dibanding mengakui secara terang-terangan bahwa kita telah bersalah, apalagi bila harus minta maaf kepada orang yang menjadi korban kesalahan kita. 

Yakin tidak mengulangi? Pernah Anda coba tips untuk menuliskan semacam diary, setiap kesalahan yang kita lakukan untuk ke dua kali, ke tiga kalinya dan seterusnya? Maksud saya ketika sebuah kesalahan Anda lakukan, kemudian Anda ingat bahwa kesalahan sejenis pernah Anda lakukan sebelumnya, maka saat kesalahan itu Anda ulangi maka Anda tuliskan di diary Anda. Ketika kesalahan itu Anda ulangi lagi kemudian, Anda tetap tulis lagi di diary Anda. 

Dengan demikian diary khusus ini hanya berisi catatan kesalahan yang pernah Anda ulangi saja. Kemudian coba hitung ada berapa kesalahan yang pernah Anda lakukan hingga tiga kali atau lebih? Lalu Anda cari solusi agar menahan Anda untuk tidak melakukan kesalahan yang sama lagi. 

Misal, Anda sering telat datang ke rapat di tempat kerja Anda. Setiap kali telat, catatlah di diary hingga ke tempat rapat dan berapa lama Anda telat, serta penyebab keterlambatan Anda. Catatan yang menunjukkan penyebab keterlambatan Anda, akan membuat Anda mampu menahan diri untuk tidak mengulangi keterlambatan hadir. Bila tetap saja Anda tidak mampu, paling tidak Anda punya informasi jelas bahwa Anda tidak mungkin bisa hadir tepat, karena itu mengapa tidak minta rapatnya yang diundur. 

Baik, sekarang Anda sudah mendapatkan gambaran bagaimana menghalangi diri sendiri dari mengulangi kesalahan yang sama. Sehingga Anda sudah cukup yakin untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama. Anda juga sudah dengan ringan hati mengakui kesalahan yang Anda lakukan dan berhasil meminta maaf pada korban kesalahan Anda tersebut. Lalu mengapa Anda masih menjadi gajah? 

Tetapi orang yang menjadi korban kesalahan saya tidak bersedia memaafkan kesalahan saya, tidak mau menerima saya kembali menjadi sahabatnya, rekan bisnisnya, suaminya, atau apa saja hubungan Anda selama ini dengan dia? Lalu? 

Kok lalu? 

Ya, memang apa masalah Anda bila dia tidak bersedia menjalin hubungan kembali dengan Anda seperti dulu? Tidak ada masalah kan? Selain diri Anda, dia toh bukan satu-satunya orang yang hidup di dunia ini. Ada 6 milyar orang yang hidup di dunia ini. Ada lebih dari 250 juta orang yang hidup di Indonesia. Berapa orang yang hidup di provinsi tempat Anda tinggal? Berapa orang yang hidup di kota tempat Anda tinggal? Pasti ada lebih dari 100 ribu orang. Lalu mengapa Anda merepotkan hubungan dengan dia? Anda sudah yakin bahwa Anda tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, Anda juga sudah minta maaf atas kesalahan Anda. Jadi apakah seorang itu lebih berarti dari 100 ribu orang lebih yang ada di kota tempat Anda tinggal? Bahkan dia lebih berarti dari Pak atau Bu Walikota? Yang benar aja. 

Tidak perlu pula Anda melakukan hal yang dapat membuat dia rugi, bangkrut, hancur karir atau kehidupannya. Semakin Anda berusaha menghancurkan dia, semakin Anda menunjukkan bahwa Anda bukan orang yang punya harga diri - bukan orang yang punya kebanggaan. Biarkan saja dia hidup dengan caranya sendiri. Sementara Anda hanya perlu meneruskan hidup Anda, bergaul dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain, berbisnis dengan orang lain. 

Jadi setelah Anda tahu bahwa hidup Anda begitu berharga, mengapa Anda harus terbebani dengan masa lalu. Dengan orang-orang dari masa lalu. Anda jelas-jelas bukan seekor gajah yang hanya mau melangkah sebatas rantai yang membelenggu Anda, bahkan ketika rantai gajah sudah dilepas. Anda bukan gajah, atau Anda memang ingin menjadi gajah?

Warisan


Sunday, August 30, 2009 at 7:05am

Jangan tabu bicarakan warisan
oleh : Mike Rini Sutikno CFP


Dalam sebulan terakhir berita dukacita beberapa selebritas telah menjadi pembicaraan terhangat. Sebut saja musisi kelas dunia Michael Jackson, yang konon meninggalkan harta senilai US$1 miliar dan utang US$500 juta. Juga berita duka meninggalnya Mbah Surip, melejitkan rumor adanya royalti Rp4,5 miliar dari ring back tone lagu Tak Gendong. 

Tampaknya setelah seseorang meninggal ada banyak isu seputar keuangan yang harus diselesaikan. Siapa yang mendapatkan apa? Bagaimana nasib keluarga yang ditinggalkan? Apakah harta waris akan menjadi perselisihan di antara keluarga? 

Waris berdasar UU 

Kewarisan merupakan hal krusial dalam siklus hidup finansial seseorang. Kewarisan bisa timbul karena adanya tiga hal. Pertama, orang yang meninggal dunia yang disebut dengan pewaris. Kedua, harta peninggalan yang merupakan harta kekayaan si pewaris, disebut harta waris. Ketiga, orang yang menerima harta warisan yang disebut dengan ahli waris. Adanya pewarisan berarti adanya perpindahan ekonomi berupa harta benda dari si pewaris kepada ahli waris. 

Definisi dari hukum kewarisan, yaitu serangkaian peraturan yang mengatur mengenai sebab-sebab perpindahan harta kekayaan manusia serta beralihnya hak dan kewajiban atas kekayaan seseorang yang meninggal dunia kepada orang yang masih hidup. 

Masalahnya, berbicara tentang warisan sebelum seseorang meninggal masih dianggap tabu, tidak pantas. Sama saja dengan mengharapkan orang cepat meninggal, sebab kematian merupakan hal yang tak diharapkan layaknya musibah. 

Pembagian warisan sebenarnya sudah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, sehingga ketika seseorang meninggal tanpa meninggalkan surat wasiat maka harta warisnya otomatis dapat dibagikan sesuai dengan hukum yang berlaku. 

Dalam hukum perdata dibagi empat kelompok ahli waris menurut garis keutamaan, yaitu: (1) suami/istri, anak-anak atau keturunannya; (2) orang tua (bapak & ibu) dan saudara-saudara sekandung; (3) keluarga bapak dan keluarga ibu (paman & bibi); (4) saudara sepupu. 

Berdasarkan wasiat 

Kenyataan ketika harta waris dibagikan sesuai dengan hukum perdata, tetap saja menimbulkan perselisihan antarahli waris. Karena itu merencanakan bagaimana harta Anda akan dibagikan setelah meninggal juga dapat direncanakan melalui wasiat. Tentunya asalkan tidak berlebihan dan tidak menghapuskan hak para ahli waris. 

Adanya perencanaan warisan dapat memberikan stabilitas keuangan dan emosi bagi para ahli warisnya. Tanpa perencanaan warisan, harta kekayaan akan dibagikan sesuai dengan hukum yang berlaku, yang mana distribusinya belum tentu sesuai dengan harapan Anda. 

Surat wasiat berisi tentang keinginan dan tujuan pemilik kekayaan. Surat wasiat adalah surat yang memuat keinginan terakhir seseorang yang akan dilaksanakan apabila yang bersangkutan meninggal dunia. 

Lebih sering dalam wasiat seseorang memuat keinginannya yang terakhir berkaitan dengan harta yang dimilikinya yang hendak dia wariskan kepada orang-orang yang disayanginya, tetapi tidak jarang memuat keinginannya mengenai hal-hal lain seperti penguburannya kelak (yang dikenal sebagai kodisil). 

Pewaris boleh saja mewariskan kekayaan kepada pihak yang bukan ahli warisnya. Misalnya, kepada badan amal melalui cara wakaf, yaitu memberikan harta kekayaan kepada pihak lain untuk kepentingan sosial. 

Adapun, dalam agama Islam besarnya wakaf yang disarankan tidak melebihi dari 1/3 harta kekayaan pewaris. Pewaris juga boleh mensyarakat pembagian harta waris tidak sesuai dengan UU, tetapi hukum adat, hukum agama, atau dengan cara lainnya. Pengaturan mengenai wasiat ini berada di Pasal 930-953 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 

Pelunasan utang 

Setelah pewaris meninggal dan proses pemakaman selesai, hal yang pertama perlu diselesaikan adalah penyelesaian kewajiban (utang) piutang antara almarhum dan pihak lain. Perlu diidentifikasi terlebih dulu sah tidaknya utang tersebut, bila ternyata sah, kewajiban tersebut harus dibayar. 

Selanjutnya ahli waris mengusahakan untuk dapat mengeksekusi harta peninggalannya untuk melunasi utang almarhum. Kadang terjadi di mana kesepakatan tentang pembagian warisan belum terjadi, akibatnya aset berupa rekening bank, realestat, royalti, surat berharga masih belum dapat dicairkan. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengeksekusi aset tersebut. Kemungkinan ahli waris harus melakukan negosiasi dengan para kreditur untuk meminta keringanan jangka waktu pelunasan utang. 

Merencanakan warisan 

Pemilik kekayaan (pewaris) hendaknya mengetahui, mempersiapkan dan mendokumentasikan informasi penting berikut ini: 

Keterangan mengenai ahli waris: siapa saja yang dapat menerima harta waris dan bagaimana hubungannya dengan pewaris 

Daftar terperinci kekayaan. Daftar ini harus mengklasifikasi kategori kelas aset kekayaannya, misalnya aset kas (tabungan, deposito), aset keuangan (saham, obligasi, reksadana), properti (tanah, bangunan), logam mulia (emas, perak), barang koleksi, unit link, atau kepemilikan bisnis. Daftar ini juga harus memuat berapa nilai , status kepemilikan, lokasi di mana aset berada. 

Porsi pembagian harta waris. Pewaris dapat membagikan harta kekayaan sesuai dengan keinginannya, tetapi harus mempertimbangkan batasan pembagian mutlak. Yaitu bagian mutlak dari ahli waris (legitieme portie) yang tidak dapat disingkirkan. 

Selain itu tidak semua aset dapat dicairkan dan dibagikan langsung kepada para ahli waris. Beberapa instrumen keuangan memiliki peraturan sendiri mengenai hak waris, contoh: 

Polis asuransi, berapa jumlahnya dan siapa ahli waris yang tersebut dalam polis. 

Nominasi dana pensiun. Apakah dana pensiun dapat diambil tunai sekaligus dan dibagikan ke para ahli waris, atau telah ditunjuk ahli waris tertentu, atau diberikan sebagai penghasilan rutin kepada pasangan dan anak. 

Dana pendidikan. Apakah dana pendidikan baik berupa tabungan maupun asuransi dapat dibagikan sebagai harta waris, atau langsung ditunjuk seorang ahli waris tertentu. 

Royalti. Pada saat penandatanganan kontrak komersialisasi Hak Kekayaan Intelektual, Hak Cipta, Paten, dll. Pewaris umumnya diminta untuk langsung menunjuk ahli waris tertentu.

Peluang dari Trend


 Sunday, August 30, 2009 at 6:59am 
summary:
Carilah peluang dari trend yang sedang terjadi di Indonesia. Ikuti Trend tersebut, ciptakan produk baru untuk mendukung trend tersebut. 
salam,
Dwika

----------------
Indonesia 2010
Oleh : Bong Chandra

Sejak kerusuhan 1998 Indonesia mengalami badai ekonomi yang sangat dahsyat. Banyak bank yang terlikuidasi, pengusaha yang bangkrut, karyawan yang di PHK, perusahaan yang tutup dan lain sebagainya. Tampaknya memerlukan begitu banyak waktu untuk pulih 100%. Jumlah pengangguran di Indonesia tahun 2006 mencapai 39 juta orang lebih banyak 8 kali lipat dari jumlah penduduk Singapura yang hanya 5 juta orang. 

Badai ekonomi bukan hanya terjadi pada Negara Indonesia, melainkan Negara – Negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, bahkan Jepang sekalipun. Tapi waktu pemulihan Negara Indonesia relatif lebih lama dibanding Negara – Negara lain. Contohnya seperti Malaysia, Negara yang sempat meminjam guru – guru dari Indonesia. 

Apakah ini terjadi karena perbedaan genetis, letak geografis yang tidak menguntungkan? 
Tidak! Negara Indonesia merupakan salah satu negara terkaya di dunia yang memiliki sumber daya alam yang tidak terbatas. Indonesia juga diuntungkan secara iklim yang hanya memiliki 2 musim. Dibandingkan dengan Eropa yang tidak bisa bekerja saat musim dingin. Sekarang mari kita lihat apa masalahnya. 

Masalahnya terletak pada kurangnya jumlah Entrepreneur. 
Jumlah Entrepreneur di Amerika adalah 11% dari jumlah penduduk, jumlah Enterpreuner di Singapura mencapai 7% dari jumlah penduduk, lalu bagaimana dengan Indonesia? Ternyata jumlahnya hanya 0,18% dari jumlah penduduk. Survei membuktikan sebuah negara bisa dikatakan stabil jika jumlah Entrepreneur minimal adalah 2% dari jumlah penduduk. Dengan banyaknya jumlah Entrepreneur artinya akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran. 

Kami memiliki sebuah program untuk meningkatkan jumlah Entrepreneur di Indonesia. Program ini adalah ONE MILLION-ENTERPREUNER PROGRAM. Program ini merupakan program jangka panjang NON PROFIT sampai tahun 2010 dengan visi 1.000.000 Entrepreneur baru tahun 2010. Kami akan mengadakan ROADSHOW SEMINAR ke seluruh Indonesia dan EMAIL berantai berupa informasi dan tips mingguan bagaimana menjadi seorang Entrepreneur. Program ini tidak bisa berlangsung tanpa partisipasi dan dukungan dari masyarakat Indonesia. Sebarkan Artikel ini ke 10 teman Anda, semakin cepat informasi ini tersebar maka semakin cepat pula laju kemajuan ekonomi Indonesia. 

Berikut ini merupakan statistik menarik dari Leveraging Time to Create Wealth karya K.C. See.
Dari 100 orang kaya:
- 70% dari Bisnis
- 10% dari Profesional
- 10% dari karyawan
- 6% lain – lain (termasuk menang lotre)
Statistik sudah berbicara dan mengarahkan kita semua untuk mulai berbisnis. 

Berikut pertanyaan pertanyaan yang sering dilontarkan ketika orang ingin memulai bisnis; saya tidak punya modal? Dari mana saya harus mulai? Keterampilan apa yang harus saya miliki? Umumnya 3 pertanyaan ini yang paling sering ditanyakan. 

Anda tidak perlu khawatir karena dengan ONE MILLION ENTREPRENEUR PROGRAM Anda akan mendapatkan tips-tips menarik bagaimana menjadi seorang Entrepreneur yang handal. 

Tips pertama : Memulai sebuah bisnis dengan memanfaatkan TREND. 

Apa yang akan terjadi jika Anda membuka bisnis penyewaan video tape? Jelas ini tidak akan berhasil karena Anda akan melawan Trend. Teknologi Video tape yang dikembangkan 100 tahun tertelan oleh teknologi VCD player dalam waktu 4 tahun. Dunia berubah dengan sangat cepat jika Anda tidak mengikuti perubahan maka Anda akan punah seperti Dinosaurus. 

Jeff Bezos memanfaatkan Trend internet dan membuka toko buku di dunia maya yang bernama Amazon.com dan memecahkan rekor sebagai orang tercepat mengumpulkan USD $1 milyar.
Perbandingan dalam mencapai USD $1 milyar yang pertama adalah sebagai berikut:
- Henry Ford membutuhkan waktu 25 tahun
- Bill Gates membutuhkan waktu 12 tahun
- Jeff bezos hanya membutuhkan waktu 3 tahun 

Apa yang menjadi Trend di Indonesia saat ini? 
Carilah peluang dari trend yang sedang terjadi di Indonesia. Ikuti Trend tersebut, ciptakan produk baru untuk mendukung trend tersebut. Misalnya saat ketika terjadi demam pencarian emas di Amerika muncul Trend besar – besaran dimana orang bergerak ke arah barat untuk mencari emas. Orang yang paling sukses adalah orang yang memanfaatkan trend tersebut. Mereka adalah orang – orang yang menjual alat-alat pertambangan emas. Jika Anda melihat trend sebagai kesempatan maka Anda akan menjadi seorang Entrepreneur yang dahsyat. 

Untuk mendapat Tips-tips mingguan secara gratis, silahkan Email Nama, No HP, kota, & Pekerjaan Anda ke best_community@ymail.com (mohon tulis subject : TIPS) . Anda akan mendapat Tips dan informasi mingguan seputar Entrepreneurship yang akan dikirim ke Email Anda. 
Selamat mencoba GO ENTREPRENEUR!!
Updated about 4 months ago · Comment · LikeUnlike
Elisa Atm likes this.

Tipe-tipe entrepreneur


Sunday, August 30, 2009 
Summary:
Temukan yang mana tipe Anda, maka mulailah melakukan modelling dengan konsep ATM. Amati, Tiru, Modifikasi tipe-tipe entrepreneur, temukan, kembangkan tipe dan cara Anda sendiri untuk menjadi pebisnis yang sejati.
salam,
Dwika
--------------------------

Bagaimana Menerjuni Dunia Entrepreneur
Oleh : Ikhwan Sopa

Apakah Anda mau dan ingin menerjuni dunia bisnis, sekarang atau nanti? Jawabnya harus mau dan ingin. Sepertinya jawaban itu cukup memaksa Anda untuk mulai memikirkan tentang fenomena berikut ini.

Jika Anda bekerja pada orang lain, adalah baik jika Anda mempertimbangkan untuk terus meniti karir sampai ke puncak. Tapi sebagai pekerja, Anda juga pasti akan pensiun.

Jika Anda mengikuti pola dan alur pensiun yang normal dan alamiah, maka ketahuilah bahwa saat Anda pensiun, Anda juga pada dasarnya pensiun dari semua pemberi kerja, bukan hanya dari pemberi kerja Anda saat ini. Terlebih lagi, jika pola "normal" dan "alamiah" itu erat kaitannya dengan usia produktif.

Akan cukup sulit bagi Anda, setelah pensiun di usia 30, 40, atau bahkan 50 tahun, menemukan pemberi kerja yang mau mempekerjakan Anda. Dan sangat mungkin, Anda sendiri pun akan bosan dengan lagi-lagi bekerja untuk orang lain.

Apa yang pasti adalah; Anda jelas tak ingin setelah pensiun langsung mati. Sisa usia Anda mungkin masih 10, 20, atau malah 50 tahun juga.

Jadi, mau tidak mau, ingin tak ingin, Anda juga harus mulai berpikir tentang menerjuni dunia entrepreneur, baik sesegera mungkin atau segera setelah Anda pensiun.

Di Workshop E.D.A.N. kemarin, saya sempat berdiskusi ringan dengan salah seorang peserta yang menjadi founder, moderator, dan pembina di sebuah komunitas entrepreneurship. Dari diskusi itu, beberapa pelajaran bisa ditarik berkaitan dengan apa dan bagaimana seseorang bisa menerjuni dunia entrepreneur.

Saya kemudian mencoba memikirkannya sedikit lebih dalam, dan berikut inilah yang bisa saya temukan tentang tipe-tipe entrepreneur yang memulai dunia entrepreneurshipnya.

Early Birds

Inilah tipe entrepreneur yang sejak awal telah memproyeksikan dirinya menjadi entrepreneur. Mereka telah mempertimbangkan dunia entrepreneur sejak mereka masih di bangku sekolah. Bagaimanapun situasi dan keadaan sekolah mereka, cita-cita mereka setelah lulus adalah menjadi entrepreneur.

Mereka mungkin sudah mulai berbisnis sejak di sekolah. Atau mereka secara mandiri mempelajari dunia entrepreneurship.

Maka bagi mereka, siap tidak siap nantinya setelah selesai bersekolah, mereka tidak ingin bekerja pada orang lain, tapi sebaliknya berkeinginan besar menjadi pemberi kerja.

Beberapa dari mereka, bahkan tidak sempat menyelesaikan sekolahnya karena kesibukannya berbisnis.

Secara pribadi, saya sangat mengidam-idamkan keadaan di mana anak-anak Indonesia, sudah mulai diperkenalkan dengan dunia entrepreneurship sejak masih SMP atau SMU.

Alangkah bagusnya jika di SMP atau SMU, kita bisa melihat keberadaan radio sekolah, televisi sekolah, koran sekolah, majalah sekolah, koperasi sekolah, atau divisi bisnis sekolah, yang dikelola dengan profesional oleh anak-anak muda berusia belasan tahun.

Smooth Lander

Mereka adalah para profesional yang terus mengasah kemampuannya, sembari meniti karir ke jenjang yang setinggi-tingginya. Mereka menantikan peluang emas di mana para pemodal mau memberi mereka kesempatan untuk menjalankan sebuah bisnis.

Fenomena yang paling umum terjadi adalah pemupukan sumber daya dalam bentuk tabungan dan investasi yang menghasilkan berbagai macam passive income. Kita mengenal mereka sebagai orang-orang yang akrab dengan tantenya yaitu "Bude Ros".

Amphibi

Mereka adalah para profesional muda yang penuh dengan semangat, tapi cukup berhati-hati dalam menjalani petualangan bisnis.

Segera setelah memungkinkan, setelah berbagai kebutuhan dasar terpenuhi, mereka mulai melakukan berbagai bentuk gerilya. Mulai dari yang kurang mulus seperti ngobyek atau mencuri waktu dan kesempatan, atau yang cukup elegan dengan mulai membangun bisnis rumahan, bisnis online, atau bisnis jaringan.

Mereka mungkin membiayai keluarganya untuk mengoperasikan sebuah bisnis pemula. Mereka juga mungkin membuka kios atau memanfaatkan garasi rumahnya. Mereka juga mungkin membangun aliansi dengan teman sekerja, mendirikan perusahaan baru yang belum diterjuninya secara total.

Mereka akan segera menerjuni bisnis secara total, manakala berbagai parameter dan persyaratan pribadi mereka dianggap sudah terpenuhi. Misalnya punya cadangan yang setara dengan dua tahun gaji mereka selama ini, atau sudah punya sumber lain yang ajeg dan tetap, dan sebagainya.

Free Diver

Yang ini adalah benar-benar petualang. Mereka tak terlalu peduli tentang keamanan posisi cadangan dan sumber daya. Mereka benar-benar mengandalkan impian dan kekuatan kemauan. Mereka hanya tahu satu hal, yaitu keinginan, cita-cita, atau obsesi dan idealisme mereka.

Ships Burner

Mereka adalah orang-orang yang sejak dini telah membaktikan hidupnya untuk dunia bisnis. Bisa jadi, mereka bahkan tidak pernah mengenyam bangku pendidikan formal. Sekolah mereka adalah dunia bisnis yang nyata.

Mereka bergerak dan mengoperasikan bisnis demi bisnis. Jika sebuah bisnis belum berjalan sesuai harapan, mereka tak akan segan meninggalkannya dan menerjuni dunia bisnis yang lain, sekalipun dunia bisnis baru itu masih cukup gelap bagi mereka.

Jika sebuah bisnis ternyata membawa kebangkrutan atau tidak berkembang, setelah merasa cukup berupaya menyelamatkannya, dan itu tidak dianggap berhasil, mereka tak akan segan-segan "membakar" kapal mereka. Mereka akan membangun kapal yang baru, dan segera mengarungi samudera kembali.

Slow Surfer

Mereka adalah para pebisnis yang meyakini peribahasa "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit".

Mereka tidak ragu membangun bisnis yang dianggap orang lain kecil atau remeh. Mereka lebih berfokus pada pola pembelajaran. Mereka meyakini bahwa sekecil apapun itu, jika ditekuni pasti akan membawa hasil.

Revolusionist

Mereka adalah orang-orang yang sedikit banyak punya jiwa penjudi (dalam konteks positif tentu saja). Mereka meyakini yang satu ini: "Hanya diperlukan satu kesuksesan, untuk menciptakan rentetan kesuksesan sampai tujuh turunan".

Pelajarilah semua tipe di atas, refleksikan pada diri Anda. Jika Anda telah menemukan yang mana tipe Anda, maka mulailah melakukan modelling dengan konsep ATM. Amati, Tiru, Modifikasi.

Semua tipe-tipe entrepreneur di atas bukanlah harga mati. Sebab Anda, sangat mungkin menemukan dan mengembangkan tipe dan cara Anda sendiri, untuk menjadi pebisnis yang sejati.


Semoga bermanfaat.
Updated about 4 months ago · Comment · LikeUnlike
Hendradjaja Husin
saya mungkin kombinasi Smooth Lander dan Revolunionist......he...he....he.....
August 31, 2009 at 4:42am ·
Dwika Sudrajat

Melayani dan memenuhi kebutuhan orang

Pekerjaan kita adalah bagaimana kita bisa melayani dan memenuhi kebutuhan orang yang menggunakan produk yang kita hasilkan. 
Banyak orang yang tidak peduli pada kebutuhan orang lain kagi mereka yang terpenting adalah menyelesaikan pekerjaan sesegera mungkin dan mendapatkan uang. 
wass,
Dwika

-------------------------------------
Aku hanya peduli pada uangmu
oleh : Arvan Pradiansyah 

Suatu hari gigi saya terasa sakit sekali. Wah, ini benar-benar kabar buruk bagi saya. Betapa tidak, hari itu saya harus memberikan pelatihan untuk para eksekutif sebuah perusahaan besar. 

Berbicara sehari penuh, memberikan inspirasi, motivasi, berdiskusi, dan menjawab pertanyaan mereka dalam kondisi seperti ini benar-benar merupakan tantangan yang luar biasa bagi saya. 

Akan tetapi ada juga manfaatnya. Saya jadi lebih bisa berempati dengan orang yang sedang sakit gigi. Saya juga baru paham mengapa banyak orang bilang bahwa "sakit gigi bisa lebih sakit daripada sakit hati". 

Karena pelatihan masih akan berlangsung esok harinya, maka pada sore hari saya buru-buru berobat ke dokter gigi di sebuah rumah sakit terdekat. Dokter gigi yang saya jumpai bekerja dengan cepat dan tak banyak bicara. 

Ketika saya menjelaskan kondisi saya dia hanya diam saja dan dari pandangan matanya seolah-olah dia mengatakan, "Sudahlah tak usah Anda ceritakan pun saya sudah tahu apa yang terjadi. Saya kan sudah bertahun-tahun jadi dokter gigi." 

Hanya dalam waktu 15 menit, si dokter selesai melayani saya. Dia menambal gigi saya yang berlubang dengan tambalan permanen. "Masih terasa ada yang mengganjal, dok," kata saya sebelum meninggalkan dokter. "Tambalannya terasa kurang rata, bagaimana kalau dibuat rata saja," ujar saya. 

Dokter itu memandang saya dengan tak bergairah. Sambil bergegas seakan-akan sudah segera ingin pulang dia mengatakan, "Sudahlah, nanti juga akan baik sendiri." Saya pun segera pulang dan membayar biayanya yang ternyata cukup mahal. 

Namun, keesokan harinya sakit saya malah semakin parah. Kalau sebelumnya saya hanya merasa nyeri, sekarang rasanya sakit sekali, bahkan ketika gigi atas bersentuhan dengan gigi bawah yang ditambal si dokter. 

Seharian itu pun saya tidak bisa makan. Padahal pelatihan masih berlangsung. Namun demikian, saya berusaha untuk tetap semangat seolah-olah segala sesuatunya baik-baik saja. 

Sore harinya saya kembali ke rumah sakit yang sama, dan karena dokter itu tidak praktik, saya ditangani dokter lain. Begitu melihat gigi saya si dokter segera menyadari kesalahan yang dibuat koleganya. 

"Tambalan ini terlalu tinggi, jadi sudah pasti rasanya sakit sekali," katanya. Ia pun segera meratakan tambalan tersebut. Namun, ternyata bukan hanya itu kesalahan yang dibuat dokter pertama. 

Menurut dokter kedua, gigi saya sudah mengalami masalah dengan akarnya sehingga yang mestinya dilakukan bukanlah menambalnya melainkan melakukan perawatan syaraf. Menambal gigi ini apalagi dengan tambalan permanen malah hanya akan memperunyam masalah. Karena di rumah sakit ini setiap dokter mempunyai spesialisasi sendiri maka saya diminta untuk berobat ke dokter spesialis konservasi gigi. 

Beberapa hari kemudian saya menemui dokter yang dimaksud. Dokter ini masih muda, bersemangat dan berbicara dengan tempo yang cepat, tetapi tampaknya dia tidak suka mendengarkan orang lain. 

Ketika saya baru menjelaskan masalah yang saya hadapi, tiba-tiba dia memotong pembicaraan saya sambil berkata, "Sudahlah, saya sudah tahu apa yang terjadi pada you. Kalau you mau sembuh maka you harus mengikuti kata-kata saya." 

Saya terdiam sejenak. Ketika dia menyebutkan berapa banyak biaya yang harus saya bayar untuk perawatan syaraf gigi saya sudah tidak lagi berkonsentrasi pada pembicaraannya. 

Terus terang saya merasa kurang nyaman, bukan hanya karena si dokter tidak mau mendengarkan dan segera memotong kata-kata saya, melainkan juga karena dia menyebut saya dengan sebutan you. 

Bila ia berbicara pada saya dalam bahasa Inggris tentu saja you adalah cara menyapa seseorang yang wajar, tetapi karena dia bicara dalam bahasa Indonesia maka kata you terasa kurang pas di telinga saya. Bukankah akan lebih tepat bila kita menyapa seseorang dengan panggilan Anda? 

Pembaca yang budiman, ilustrasi di atas saya sampaikan kepada Anda untuk menggambarkan mengenai betapa sulitnya kita melayani orang lain. 

Ketika memberikan pelatihan di salah satu perusahaan perkebunan terbesar di Indonesia beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan banyak pertanyaan dari para peserta mengenai hal ini. "Bagaimana mungkin saya bisa melayani orang lain? Bukankah dalam pekerjaan saya di kebun atau di pabrik saya berinteraksi dengan benda-benda dan bukan dengan manusia?" 

Ini tentu saja sebuah pertanyaan yang menarik. Kawan-kawan yang bekerja di pabrik, perkebunan, pertambangan dan sebagainya pasti merasa bahwa sehari-hari pekerjaan mereka adalah berhubungan dengan benda bukan dengan manusia. 

Ini tentu saja berbeda dengan mereka yang bekerja di dunia perbankan, asuransi, sektor finansial, telekomunikasi, bagian penjualan, dunia hiburan, perhotelan, dan rumah sakit. Akan tetapi, apa benar kawan-kawan yang bekerja dengan benda ini tidak melayani manusia? Apakah ada pekerjaan yang tidak melayani manusia? 

Inilah pertanyaan yang perlu kita pikirkan dalam-dalam. Bukankah tidak ada pekerjaan di dunia ini yang tidak berkaitan dengan manusia? Bukankah pekerjaan itu justru hanya ada bila dia dibutuhkan oleh manusia? Karena itu bukankah bila ia tidak melayani manusia maka ia tidak dapat disebut sebagai sebuah pekerjaan yang benar? 

Karena itu kita seharusnya tidak hanya melihat pekerjaan sebatas aspek fisiknya. Aspek fisik hanyalah hal yang terlihat, padahal bukankah hakikat pekerjaan kita adalah bagaimana kita bisa melayani dan memenuhi kebutuhan orang yang menggunakan produk yang kita hasilkan? 

Yang lebih menarik lagi, bahkan walaupun suatu pekerjaan secara fisik langsung berhubungan dengan orang lain, hal itu tidaklah menjamin pelakunya bisa melihat pekerjaan tersebut sebagai upaya untuk melayani orang lain. 

Banyak orang yang tidak peduli pada kebutuhan orang lain sekalipun orang tersebut sedang berada di hadapannya. Bagi mereka yang terpenting adalah menyelesaikan pekerjaan sesegera mungkin dan mendapatkan uang. Dokter gigi saya hanyalah salah satu dari sekian banyak contohnya.

Realita Bisnis


Summary:
1. Realita berbisnis: Anda dapatkan banyak utang, tambahan modal terus-menerus, penjualan merosot, pembenahan penjualan, piutang membengkak, cash flow terganggu, inventory terlalu tinggi, macet di gudang, dan akhirnya cash flow menjadi masalah kembali.
2. Solusi: menjadi Entrepreneurs dituntut selalu belajar (pengetahuan), harus mencari mentor yang berhasil membangun bisnis (berketrampilan).

==========================
Ilmu dan Keterampilan Bisnis
By Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp.

ADA banyak alasan mengapa kita memulai bisnis. Namun ada tiga alasan utama
yang membuat kita mau memulai bisnis. Tiga alasan itu adalah Financial Freedom, Passive Income, dan More Time.

Financial Freedom,
kita memulai bisnis karena keinginan kita untuk terbebas dari masalah
keuangan dan keterbatasan kemampuan keuangan. Kita ingin mampu
memiliki segala sesuatu sesuai dengan keinginan, misalnya ingin membeli
rumah bagus, kendaraan, atau baju bagus tanpa harus menunggu saat ada
diskon. Atau ingin makan di restaurant favorit bersama keluarga dan
bebas memilih makanan kesukaan tanpa harus melihat besaran angka yang
ada di sebelah kanan menu yang kita inginkan.

Passive Income,
dengan memilili bisnis kita membayangkan akan memiliki penghasilan
tanpa harus selalu bekerja untuk mendapatkannya. Kita ingin bisnis yang
kita miliki mengirimkan uang secara terus menerus. Ingin memiliki
pendapatan yang terus mengalir selagi kita berlibur, selagi kita
bepergian, bahkan kalau perlu selagi kita tidur.

More Time, hampir sebagian besar orang yang memulai bisnis membayangkan akan
memiliki waktu yang lebih fleksibel. Tidak seperti ketika masih menjadi
pekerja yang sangat terikat dengan aturan dan disiplin, harus masuk
sesuai jam kerja lima hari dalam seminggu, bahkan kadang - kadang harus
masuk di hari libur. Dengan memiliki bisnis sendiri kita berharap bisa
berlibur kapan saja, mengantar dan menjemput anak ke sekolah, pulang
kampung (buat saya sesuatu yang istimewa), atau mau melakukan apapun
kapan saja tanpa harus izin sakit, izin ke ini, izin ke itu yang tidak
menyenangkan sama sekali.

Setelah kita memulai berbisnis, hampir semua entrepreneurs yang saya jumpai dan termasuk saya tentunya pada awal - awal saya berbisnis, bukannya mendapatkan tiga hal di atas malah
justru semakin jauh dari yang kita harapkan. Bukan Financial Freedom
yang kita dapatkan malah semakin hari semakin banyak utang yang kita
gali, bisnis seolah-olah tak pernah henti-hentinya membutuhkan
tambahan modal.
Bulan lalu kita menyuntik dana, bulan ini tak terhindarkan lagi kita
harus mencari utang kesana kemari untuk menutupi cash flow, kalau tidak
kita tutupi maka karyawan tidak gajian, maka supplier tidak akan
mengirimkan lagi barangnya kepada kita, dan begitulah terus tanpa ada
hentinya sehingga hutang semakin dalam.

Passive Income? Kita sudah lupa lagi bahwa kita pernah membayangkan memiliki passive income dari bisnis, karena setiap hari kita selalu disibukkan dengan berbagai
persoalan. Bulan lalu penjualan merosot sehingga bulan ini kita harus
fokus untuk membenahi penjualan. Ketika penjualan mulai kita tangani
dan membaik muncul masalah piutang yang membengkak sehingga cash flow
kita terganggu. Besok, inventory kita yang terlalu tinggi dan macet di
gudang, dan lagi- lagi cash flow selalu menjadi masalah.

Kita jadi frustasi karena tim kita sangat tergantung dengan kita, tidak bisa
memutuskan sendiri, tidak ada inisiatif, harus selalu kita kejar-kejar,
bahkan banyak perintah-perintah kita yang tidak berjalan atau tidak
dijalankan. Bukannya passive income yang kita dapat tetapi very very very active income yang ada.

Setelah berbisnis, bukan More Time atau waktu berlebih yang kita dapatkan, kita bahkan sudah tidak bisa lagi pulang sore seperti ketika kita menjadi pegawai dulu. Sabtu dan minggu
kadang kadang harus mengurusi bisnis, waktu untuk keluarga terganggu,
libur menjadi barang mahal bagi kita. Ketika menjadi pegawai, kita
senang kalau ada tanggal merah. Namun, setelah jadi entreprenuer justru
sebaliknya, sebal kalau ada tanggal merah, karena yang lain libur kita
tetap memikirkan pekerjaan sendirian.

Banyak entrepreneur yang kehilangan orientasi dalam berbisnis karena semakin peliknya situasi,
semakin dalamnya permasalahan dan semakin kompleksnya proses bisnis
yang dihadapi seiring dengan bertumbuhnya bisnis yang dimiliki. Umumnya
entrepreneur memulai bisnis dengan bekal semangat dan mimpi besar, dan
terus demikian semakin lama bisnisnya bertumbuh tanpa mengimbangi
dirinya dengan bekal pengetahuan dan ketrampilan dalam berbisnis secara
memadai.

Kalau kita lihat berbagai profesi yang ada dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, menjadi dokter, pengacara, dosen, guru, bahkan tukang
kayu, tukang las, ataupun pengemudi, semuanya memerlukan bekal
pengetahuan dan keterampilan. Pengemudi perlu pengetahuan tentang
jalan-jalan, pengetahuan tentang kendaraan yang dibawanya, dan juga
perlu keterampilan dalam mengemudi, menghadapi kemacetan, melewati
jalan menanjak, dan memberhentikan kendaraannya dengan aman.

Demikian juga dengan entrepreneur, kita tidak dapat membangun bisnis sesuai
dengan keinginan kita tanpa pengetahuan dan keterampilan, membangun
bisnis yang menjadi mesin pencetak uang bagi kita, bisnis yang jalan
tanpa setiap saat mengharuskan kehadiran kita, dan bisnis yang bisa
mengantarkan kita meraih impian-impian kita.

Pengetahuan dan Keterampilan, itulah kuncinya. Menjadi entrepreneurs dituntut untuk selalu menuntut
ilmu dan belajar, tidak hanya belajar dari pengalaman kita sendiri
tetapi juga harus belajar dari pengalaman orang lain, dengan membaca
buku, majalah, atau mencari mentor dari entrepreneur yang sudah
berhasil membangun bisnis. Dengan pengetahuan dan ketrampilan yang
kita miliki sebagai entreprenuer kita akan terhindar dari berbagai
persoalan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. *)
Updated about 4 months ago · Comment · LikeUnlike
Smile Eve likes this.
Sony Surya Nurcahya
good point, life time learning.