link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Kamis, 27 September 2012

Keberhasilan yang langgeng

Keberhasilan yang langgeng< Prev  Next > 
Posted By:Offline Wed Jun 15, 2011 8:40 am  |
Keberhasilan yang langgeng adalah keberhasilan yang didasarkan pada ketulusan.
be well,
Dwika


Tulus Pangkal Lulus

 03:19  blocknotinspire
Teori Marketing terus berkembang, dimana pada saat saat awal, marketing terlalu dekat dengan selling, sehingga pada era tahun 60 dan 70an , banyak perusahaan salah kaprah , menamakan Departemen Penjualan menjadi Departemen Pemasaran , padahal tidak ada obyek yang dipasarkan, melainkan hanya ada para petugas penjualan yang sedang melayani para pelanggan yang ada . 
Demikian pula halnya dengan hakikat Customer yang dulu selalu dikatakan bahwa Customer is King , lambat laun tidak lagi demikian , agak bergeser polanya menjadi hubungan pelayanan tetapi bukan pengabdian ( bukan sebagaimana rakyat dengan rajanya, dimana dalam banyak hal, rakyat tidak punya hak suara atau kalaupun ada terlampau kecil adanya ) . Akhir akhir ini rupanya ada pergeseran lebih lanjut dimana pemasaran yang berhasil adalah pemasaran yang didasarkan pada ( atau setidaknya bagaikan ) hubungan pertemanan. Bagaimana hubungan pertemanan ini dijalin , maka ada satu kata yang harus mendasarinya yaitu "ketulusan". Ujian dari pertemanan sejati adalah "ketulusan " .

Saya masih ingat sekali ketika akan berangkat kursus di sore hari ( kala itu saya masih di bangku Sekolah Menengah Atas ) dan berangkat menggunakan jasa angkutan kota ( Mikrolet ) , karena masih sepi penumpang, saya duduk persis disebelah pengemudi, sambil ia banyak mengajak ngobrol bagaikan teman akrab saja . Kondisi jalan saat itu tidak macet tetapi panas terik sangat menyengat, ini membuat si pengemudi berhenti sebentar di depan warung rokok, untuk membeli teh dalam kemasan botol , yang saya herankan adalah secara tiba tiba dia pesan dua, mula mula saya bingung , untuk siapa yang satu botolnya .Lalu saat disodorkan, maka spontan yang satu botol diberikan ke saya , saya agak sungkan dan menolaknya , namun si pengemudi dengan sangat tulus dan simpatik mengatakan : " Tak apa apa dik, minum saja , pasti adik juga haus kan ?" . Saya pun langsung meminumnya dan menyampaikanrasa terima kasih . Apa yang ada dipikiran saya waktu itu ? Saya sudah berniat dalam hati, ketika saya turun di tempat tujuan, maka saya akan memberikan bayaran lebih kepada pengemudi ini, saya merasa sungkan kalau saya tidak melakukan ini.
Maka ketika berhenti di tempat tujuan, saya segera memberikan ongkos lebih dari seharusnya , yang bahkan lebihnya itu mencapai 2 kali dari nilai teh botolnya,karena saya memang memberikan selembar uang kertas yang tidak saya mau ambil kembaliannya . Si pengemudi berkata : " Jangan dik, ini ambil saja kembaliannya , saya tak mau adik begitu". Sayapun segera menukas, tak apa apa pak , saya rela, karena abang telah begitu tulus dan baik terhadap saya ". " Kalau begitu saya terima dik , semoga adik kelimpahan berkat " , katanya . Ini sekedar contoh bagaimana si pengemudi, meskipun tanpa maksud memasarkan jasanya, tetapi tanpa disadari ia telah melakukan proses pemasaran yang ternyata menjadi methodepemasaran di kemudian hari.
Keberhasilan yang langgeng adalah keberhasilan yang didasarkan pada ketulusan. Untuk kepentingan business yang sesaat, seseorang bisa saja melakukan tipu muslihat, yang biasa dikenal dengan hit and run, tetapi untuk business yang berkelanjutan. diperlukan ketulusan .Kadangkala memang secara materi bisa terjadi kerugian karena ketulusan ini, tetapi kerugian ini adalah sesaat saja , jauh sesudahnya , dalam waktu yang sangat panjang, akan ada keberhasilan demi keberhasilan yang dapat diraih. Jadikan motto ini sebagai penunjang bisnis anda :"Tulus pangkal lulus !". Jadikan juga pertemanan sebagai landasan pemasaranmu.
Sumber: andriewongso.com

Bersaing dengan Diri sendiri

Fw: [ADW Employee] Bersaing dengan Diri sendiri< Prev  Next > 
Posted By:Offline Mon Nov 1, 2010 4:19 pm  |
Good read...
Sent from my Mobile®


-----Original Message-----
From: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@...>
Date: Mon, 1 Nov 2010 14:14:22
To: IME<ime-alumni@yahoogroups.com>; <bph-alumni-ftui-2008@yahoogroups.com>;
<employee@...>
Subject: [ADW Employee] Bersaing dengan Diri sendiri
Visi adalah gambaran umum dan global tentang apa yang ingin dicapai di masa
yang akan datang. Dengan visi yang jelas, maka kita akan dapat merumuskan misi
kita dan goal-goal yang akan dicapai.
salam,
Dwika

===========================
Anda ingin sukses dalam hidup anda?
*albiruni08.wordpress.com

Dalam menghadapi aktifitas sehari-hari kita seringkali dihadapkan dengan
segudang permasalahan yang membebani jiwa kita seperti halnya kejenuhan,
keletihan, stress akibat problem keluarga, keuangan, takut salah, takut diejek
dan lainnya. Masalah-masalah seperti ini jelas harus cepat diatasi dan
diselesaikan. Jika tidak, maka akan menghambat kreatifitas dan aktifitas kita
yang pada akhirnya akan menghalangi kesuksesan kita. Untuk itu kita harus
berusaha mengatasi masalah-masalah di atas dengan bijak dan cerdas. Berikut ini



kiat-kiat menggapai sukses dan mengatasi masalah-masalah di atas.

1.Mimpikan sebuah visi dalam hidup anda
Visi adalah gambaran umum dan global tentang apa yang ingin dicapai di masa
yang akan datang. Dengan visi yang jelas, maka kita akan dapat merumuskan misi
kita dan goal-goal yang akan dicapai. Sehingga dengan demikian kita tidak akan
merasa bingung terntang apa yang harus saya kerjakan sekarang. Karena tujuannya



jelas dan misi kita adalah menggapai visi di atas step by step. Tanpa visi
yang jelas kita akan menjadi manusia yang labil tidak punya prinsip dan
pendirian dan gampang terombang-ambingkan oleh lingkungan dan teman yang
mempengaruhi kita. Kita akan menjadi makanan empuk bagi orang lain dan keadaan
yang ada di sekitar kita.

Untuk itu kita harus merumuskan visi dan misi hidup kita yang dapat menerangi
jalan menuju kesuksesan kita. Semakin jelas dan detail visi dan misi kita, maka



akan semakin baik . Memang setiap orang memiliki visi yang berbeda-beda.
Sehingga tidak harus sama antara yang satu dengan yang lainnya. Karena tentunya



visi dan misi tersebut harus disesuaikan dengan minat, bakat, dan potensi yang
dimilikinya. Mungkin ada orang yang gagal dalam hidupnya meskipun telah
merumuskan visi dan misinya. Hal itu bisa terjadi karena salah dalm merumuskan



visinya. Atau karena tidak sesuai dengan minat, bakat dan potensi yang
dimilikinya.

Untuk itu dalam merumuskannya perlu memperhatikan hal-hal berikut ini :
a.Rumuskan visi dan misi secara jelas, gamblang, detail dan bisa dikerjakan
sesuai dengan kecenderungan dan kemampuan kita.
b.Rumuskan tujuan secara jelas baik tujuan jangka pendek 1 tahun atau
jangka panjang 5 tahun.
c.Gapailah tujuan dan goal di atas dari hari ke hari.
d.Berusahalah dengan sekuat tenaga dan jangan terpengaruh dengan
propaganda orang lain yang bertentangan dengan visi dan misi hidup anda.
e.Yakinilah bahwa kita bisa menggapainya dengan izin Allah swt.
f.Yakinilah bahwa Allah senantiasa membantu kita dalam
merealisasikannya.
g.Mimpikan dan bayangkan visi itu setiap saat sehingga dapat menjadi motivasi
dan suggesti bagi diri anda.
Berikut ini adalan contoh visi, misi dan tujuan yang harus dicapainya serta
upaya yang dilakukannya untuk menggoalkan tujuan-tujuan tersebut.

Visi dan misi: 30 tahun yang akan datang saya akan menjadi seorang
ulamarabbani, intelektual muslim , politikus muslim yang ulung, penulis buku
yang handal, pengusaha sukses dan memiliki keluarga yang harmonis. Sehingga
dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan manfaat kepada semua orang baik di
bidang ilmu pengetahuan, material dan spiritual untukmenggapai keridhaan Allah



swt.
Tujuan Akhir : Menggapai keridhaan Allah swt, sehingga dengannya kita akan
mendapatkan kebahagiaan yang hakiki baik di dunia maupun di akherat.

Tujuan jangka pendek 3 tahun :
1.Saya harus menyelesaikan studi sampai tamat SMA.
2.Saya harus menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggeris secara aktif dan pasif.
3.Saya harus menguasai materi-materi keagamaan/ umum yang saya sukai.
4.Dan lain-lain.
Dengan jelasnya tujuan-tujuan ini diharapkan semua usaha kita akan terfokus dan



terarah pada tujuan-tujuan di atas sehingga tidak melebar dan tidak labil
dalam

bekerja dan belajar.

2.Jalanilah hidup dengan sepenuhnya dan apa adanya.
Kehidupan yang kita jalani hari demi hari, bulan demi builan dan tahun demi
tahun adalah sebuah karunia yang sangat besar. Untuk itu kita harus
menjalaninya dengan sepenuhnya. Menjalani hidup dengan sepenuhnya memiliki dua
makna penting ; Pertama pergunakan waktu-waktumu sebaik mungkin. Ambil setiap
kesempatan yang datang kepadamu setiap saat. Tidak selayaknya kita
menyia-nyiakan dan melewatkanya begitu saja dan sia-sia.
Usahakan setiap detik dan menitnya memiliki arti dalam kehidupan kita. Semakin
banyak kita mengisi waktu-waktu kita dengan hal-hal yang bermanfaat maka
semakin banyak pula kesuksesan-kesuksesan yang kita dapatkan. Orang yang sukses



adalah orang yang bisa menghargai waktu-waktunya. Jangan biarkan satu
kesempatan yang datang pada kita diambil oleh orang lain. Karena
kesuksesan-kesuksesan kita di masa yang akan datang bukan datang dengan
langsung begitu saja. Namun ia hanyalah akumulasi dan kumpulan dari
kesuksesan-kesuksesan kita di masa sekarang ini. Ia sangat tergantung kepada
kita saat ini.

Satu hari bahkan satu jam sekarang ini dapat menentukan keberhasilan kita di
masa depan. Pelajaran tentang fail sekarang sangat berpengaruh terhadap masa
depan kita kelak. Bukankan sesuatu yang besar itu berasal dari sesuatu yang
kecil? Karena itu jangan sia-siakan waktumu sekarang ini untuk bermain dan
perbuatan yang sia-sia yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan visi misi
dan tujuan hidupmu.

Kedua, Jalanilah hidup apa adanya dan bersikap realistis serta rela terhadap
kenyataan-kenyataan hidup yang kadang pahit dan tidak sesuai dengan
keinginan-keinginan kita. Kalau tidak maka kita akan selalu mengeluh dan stress



setiap hari. Tidak ada yang kita dapatkan selain kelelahan jiwa dan pikiran.
Karena berapa banyak hal-hal yang tidak kita sukai terjadi pada diri kita.
Karena itu jalanilah hidup dengan penuh optimisme dan syukur akan semua karunia



Allah yang diberikan kepada kita. Dengan demikian hidup kita akan menjadi lebih



hidup dan bermanfaat serta memberikan kehidupan kepada orang lain. Ketahuilah
bahwa cara ampuh untuk menghadapi kesulitan hidup adalah menerimanya dengan
lapang dada tanpa harus merasa berkeluh kesah kecuali kepada Allah swt yang
memberikan problem dan permasalahan tersebut. Untuk itu perlu kesabaran,
ketabahan, tawakkal dan keyakinan tentang jalan keluardan solusi dari setiap
permasalahan yang kita hadapi.

3.Kejarlah hasil jangan kejar kesempurnaan.
Dalam melaksanakan pekerjaan kita kadang merasa takut akan hasil yang kita
capai; takut kalau hasilnya jelek sehingga dicemooah orang, atau takut gagal
atau lainnya. Ini sebenarnya yang sering kali menghambat aktifitas kita. Untuk
itu dalam melakukan suatu pekerjaan jangan terlalu mengharapkan hasil yang
sempurna dan exelence. Yang penting adalah pekerjaan itu dapat membuahkan
hasil. Dan kita harus puas dengan hasil yang kita raih walaupun jauh dari
kesempurnaan. Karena dengan demikian kita akan terpacu untuk meningkatkan
aktifitas dan kreatifitas kita dan pada akhirnya akan mengantarkan kita pada
kesempurnaan.
Atas dasar ini maka bekerjalah dan berkaryalah dan cobalah untuk selalu
melakukan eksperimen-eksperimen jangan takut salah. Karena justru dari
kesalahan-kesalahan inilah kita akan mendapatkan kebenaran. Inilah yang biasa
disebut dengan istilah trial and error (percobaan dan kesalahan). Kita mestinya



bangga dengan hasil yang kita raih walaupun kurang sempurna dan ada kesalahan.
Karena dengan kesalahan itu kita dapat mengambil pelajaran-pelajaran yang
sangat berharga. Tanpa ada aktifitas maka tidak akan ada pengalaman dan
pembelajaran. Semakin banyak anda mencoba dan beraktifitas maka semakin dekat
mahluk yang namanya sukses itu bagi anda.

4.Jangan menganggap sepele potensi anda
Manusia adalah mahluk yang memiliki berbagai potensi dalam dirinya yang tidak
dimiliki oleh mahluk lainnya. Untuk itu diri kita memiliki potensi yang luar
biasa yang harus digali dengan baik. Jika tidak maka potensi-potensi itu akan
tumpul dan tidak berguna. Semakin banyak potensi yang kita gali maka semakin
banyak hasil yang akan kita raih.

Oleh karenanya jangan sepelekan potensi diri anda. Anda memiliki potensi besar
untuk menjadi orang besar. Jauhkan semua persepsi dan pikiran-pikiran negative
dalam diri kita; seperti kita mengatakan : saya tidak bisa, tidak mampu, saya
bodoh, saya tidak punya dan lainnya. Karena anggapan semacam ini akan
melemahkan urat syaraf kita sehingga kita tidak berdaya untuk melakukan apapun.



Pikiran-pikiran diatas akan menjadi virus yang mematikan dan menghilangkan
semangat hidup kita. Mestinya kita harus berfikir positif dan menghargai diri
kita. Karena kalau kita tidak menghargai diri kita sendiri siapa lagi yang akan



menghargai diri kita. Mestinya harus kita katakan : saya bisa, saya mampu,
kalau orang lain bisa melakukannya kenapa saya tidak bisa, semua itu mudah,
bisa dikerjakan dan ungkapan-ungkapan lainnya yang bersifat positif.
Dengan positive thinking seperti ini, maka jiwa kita akan bangkit, sel-sel
darah kita akan mengalir dengan derasnya, anggota tubuh kita akan bergerak dari



ujung kaki sampai ujung rambut dan pikiran kita akan terbuka dan mencari jalan
untuk mengerjakan hal tersebut sekalipun sulit. Sebaliknya jika kita memiliki
negative thinking terhadap diri kita maka anggota tubuh kita dari ujung kaki
sampai ujung rambut menjadi loyo dan tidak berdaya. Kita tidak akan mampu untuk



menggerakkan tangan kita untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang kita anggap
tidak bisa melakukannya.

5.Bersainglah dengan diri sendiri jangan dengan orang lain.
Musuh yang paling besar adalah diri kita sendiri. Jika kita menang dalam
menghadapi diri kita ; ego kita, kemalasan kita, kelelahan kita, kejenuhan
kita, dan semua sifat-sifat negative yang ada pada diri kita niscaya kita akan
menjadi orang yang paling sukses. Oleh karenanya mestinya kita harus disibukkan



dengan diri kita, aib kita dan kelemahan diri kita untuk kita perbaiki dan kita



jadikan pelajaran dari hari ke hari.
Kita harus senantiasa berintrospeksi terhadap diri kita ; apa yang saya
dapatkan pada hari ini? Apa yang sudah saya lakukan pada hari ini? Ilmu apa
yang saya peroleh sekarang ini? Dan sederet pertanyaan serupa lainnya yang
harus kita jawab dengan tulus dan jujur. Jika jawabannya baik maka bersyukurlah



dan tingkatkan lebih baik lagi pada hari berikutnya. Jika jawabannya kurang
baik, maka beristigfarlah dan bangkitlah untuk memperbaikinya. Jika kita
senantiasa disibukkan dengan ini maka kita menjadi orang yang beruntung
sebagaimana sabda rasul saw beruntunglah orang yang disibukkan oleh kelemahan
dirinya sendiri dari pada kelemahan orang lain.
Maka orang yang senantiasa bersaing dengan dirinya sendiri seperti ini secara
otomatis dia akan menyaingi dan mengungguli orang lain dalam segala hal.
Namun apabila kita bersaing dengan orang lain, maka yang kita dapatkan hanyalah



capek dan letih saja. Kita akan terjebak dengan tipu daya syaithan dengan sifat



hasud, iri, dan berusaha menjatuhkan orang lain dengan segala cara. Dan justru
akan menjauhkan kita dari kesuksesan. Bahkan akan menyeret kita ke jurang
kesesatan.

6.Rela menanggung resiko
Setiap tindakan dan keputusan pasti memiliki resiko. Kadang resikonya sedikit
adakalanya besar. Yang kita butuhkan adalah ketrampilan kita untuk memilih
resiko yang kecil dan mendapatkan keuntungan yang besar. Namun demikian untuk
bukan berarti kita tidak boleh bertindak apapun. Justru untuk mendapatkan
kesuksesan kita harus banyak mengambil sebuah tindakan yang berani. Jangan
takut resiko yang diakibatkan. Kita harus rela menanggung resiko apapun yang
harus kita dapatkan setiap tindakan kita. Dengan demikian kita akan cepat
menjadi orang yang sukses. Karena kesuksesan itu didapatpenuh dengan resiko
dan tantangan.
Setiap kesempatan yang muncul maka kita harus cepat mengambilnya. Jangan
biarkan ia berlalu begitu saja karena kesempatan yang sama tidak akan terulang
untuk yang kedua kalinya. Semakin banyak kita mengambil sebuah resiko dan
tanggung jawab maka jiwa dan diri kita semakin terlatih untuk mengerjakan
hal-hal yang besar yang bias diraih oleh orang besar dan tokoh besar. Misalnya
kita diminta untuk menjadi ketua osis. Maka terima saja dan jalani sebisa
muingkin. Atau kita diminta untuk berceramah secara sepontan dihadapan
m,asyarakat pada acara mauled nabi. Maka terima saja dan begitu seterusnya.
Karena hal ini akan menambah pengalaman kita.

Dan semakin banyak pengalaman yang kita dapatkan maka semakin kuat rasa percaya



diri kita dan rasa percaya diri kita ini akan memberikan kekuatan positif pada
diri kita. Ia akan mengirimkan pesan ke alam bawah sadar kita bahwa kamu memang



orang besar, kamu orang handal, mampu dan lainnya. Jika pengaruh ini menguat
dalam diri kita maka kita akan menjadi orang yang kuat dan handal dalam
menghadapi tantangan apapun di masa mendatang.

Janganlah kita lari dari tugas dan tanggung jawab. Karena hal itu tidak akan
menyelesaikan masalah. Karena masalah yang sama yang kita hadapi sekarang akan
muncul lagi pada hari yang lain. Karena itu anggaplah semua tugas dan tanggung
jawab itu sebagai tangga menuju kesuksesan. Dan jangan sekali-kali kita takut
akan kegagalan karena kegagalan itu pada hakikatnya adalah kesuksesan yang
tertunda. Justru orang yang gagal adalah orang yang membiarkan kehidupan ini
terjadi pada orang lain. Tapi orang yang sukses adalah orang yang membuat
terjadinya kehidupan ini.

7.Percayalah pada mukjizat
Dalam kehidupan ini banyak hal yang sulit terjadi, namun pada kenyataannya bisa



terjadi. Hal itu jelas karena adanya pertolongan dan mukjizat dari Allah swt.
Untuk itu satu hal yang sangat penting lebih dari semua yang sebutkan di atas
adalah bahwa pertolongan Allah pada kita untuk menggapai impian-impian kita
sangat kita harapkan disamping usaha-usaha kita. Karena semua bisa terjadi atas



Izin dan kehendakNya. Dan untuk mendapat pertolongan dan mukjizat dari Allah
ini kita harus mendekatiNya bukan justru jauh dariNya.

Jangan harap kita akan mendapatkan pertolongan dari Allah sementara kita
memurkakanNya atau tergelimang dalam kemaksiatan kepadaNya. Untuk itu kunci
dari semuanya adalah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt. Orang yang
sukses yang mendapatkan kebahjagiaan di dunia dan diakherat adalah orang-orang
yang bertakwa. Tanpa ketakwaan kepada Allah maka keberhasilan dan kesuksesannya



tidak akan membawa berkah dan manfaat buat dirinya apalagi orang lain, tapi
justru akan menyengsarakan dirinya dan mencelakakan orang lain. Karen dia akan



dikuasai oleh hawa nafsu angkar murkanya yang senantiasa mengajaknya kepada
keburukan dan kejahatan dan pada kahirnya mengantarkan dia kepada kebinasaan.
Dengan kepercayaan pada pertolongan Allah dan keyakinannya bahwa Allah pasti
mengabulkan keinginan-keinginannya niscaya Allah akan memenuhi harapan-harapan
hambanya yang senantiasa berbaik sangka kepadaNya. Sebagaimana dalam hadis
kudsi disebutkan bahwa Allah berfirman : Aku tergantung sangkaan hambaku
kepadaku. Karena yakinilah bahwa Allah akan mengabulkan permintaanmu dan
berusahalah untuk senantiasa mengabdi kepadaNya dan mendekatkan diri kepadaNya



niscaya anda akan mendapatkan kesuksesan di masa yang akan datang amin.





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: employee-unsubscribe@...
For additional commands, e-mail: employee-help@...

Utang Menjadi Kekayaan

Utang Menjadi Kekayaan< Prev  Next > 
Posted By:Offline Tue Mar 22, 2011 7:58 pm  |

Utang adalah akses keuangan yang cepat. Dibandingkan menabung, maka utang bisa menyediakan uang dengan lebih cepat. Kecepatan memperoleh uang ini adalah keunggulan utang.

be well,
Dwika


Mengubah Utang Menjadi Kekayaan


Pak Hasan, kolega saya di Institut Kemandirian. Suatu ketika ia menyampaikan ceramah singkat setelah shalat zuhur. Ceramahnya tentang seorang pengusaha di Bandung. Suatu ketika, sang pengusaha ditimpa bencana. Ia pun down dan frustasi
Bisnisnya hampir-hampir hancur. Sang pengusaha lalu melakukan perjalanan dari mesjid ke mesjid. Dari perjalanan inilah, ia memperoleh pola pikir baru. Ia benar-benar tercerahkan.
Pencerahan yang ia alami adalah tentang shalat. Untuknya dulu, shalat adalah aktivitas jeda di tengah kesibukan bekerja. Sekarang berubah menjadi: ”Kerja adalah aktivitas selingan untuk menunggu shalat”.
Perubahan yang dilakukan sang pengusaha ini ternyata berhasil membuat bisnisnya meningkat lagi. Ia bahkan merubah sistem bisnisnya sesuai prinsip baru tersebut. Bisnisnya bisa kembali maju seperti semula.
Itulah isi ringkas dari ceramah Pak Hasan. Cerita tentang sang pengusaha itu menyentak hati saya. Saya dan semua jamaah shalat zuhur langsung berniat dan bertekad untuk juga membuat perubahan yang sama.
Nah saudara, itulah hebatnya pikiran. Ia menjadi awal dari tindakan yang bisa membuat perubahan menuju pada kesuksesan. Karenanya, gunakanlah pikiran anda untuk mendukung anda, bukan untuk mensabotase kesuksesan diri anda sendiri.
Dalam kaitannya dengan topik: ”Kaya dari berutang”, maka diperlukan beberapa pola pikir yang yang mendasarinya. Dengan pola pikir ini, maka kondisi kaya dari utang menjadi mungkin.
Penolakan pada pola pikir ini akan menjauhkan anda menggunakan utang sebagai alat menuju kaya. Anda akan menghindari utang. Langkah-langkah yang diterangkan berikutnya mungkin menjadi tak berarti. Itulah sebabnya, kenapa bagian ini menjadi bagian mendasar yang sangat penting.
Bagian kaya sejati memberikan gambaran pada anda tentang tujuan yang ingin diraih. Dari sana lah semuanya berasal. Setelah tujuan jelas, maka anda harus mempersiapkan diri. Inilah fungsinya bagian menjadi achiever. Dengan menjadi achiever berarti anda telah siap untuk melangkah menuju tujuan kaya sejati. Nah, sekarang saatnya anda memilih alat. Apakah anda mau gunakan mobil, motor, sepeda, kereta, pesawat terbang, kapal laut, atau hanya jalan kaki?
Naik pesawat terbang bisa lebih cepat menghantar anda ke tujuan. Tapi bila anda belum terbiasa menggunakan pesawat terbang, tentu tidak mudah juga. Apalagi bila di benak anda tersimpan file-file buruk tentang pesawat terbang. Misalnya tiketnya mahal, bahaya karena pesawat terbang bisa jatuh, ada tetangga yang meninggal karena kecelakan pesawat terbang, dan sebagainya.
Nah, untuk memutuskan menggunakan pesawat terbang, anda tentu saja harus mengganti file-file buruk di benak anda itu. Ganti lah file buruk itu dengan file baik. Misalnya, menggunakan pesawat terbang itu lebih nyaman, cepat, relatif aman dibanding yang alat transportasi lain, lebih bergengsi, terjamin asuransi, dan sebagainya.
Sama juga dengan utang. Untuk menggunakan utang sebagai alat meraih kualitas kaya sejati, maka anda harus mengganti file buruk di benak anda tentang untang dengan file baik. Dengannya, anda akan semangat melakukannya. Berbagai rintangan, hambatan dan masalah yang kemudian terjadi akan anda hadapi dengan lapang dada, kreatif dan fokus.
Lalu, apa saja file-file baik yang harus mengganti file-file buruk di benak anda. Bila menyangkut utang, maka ada lima file baik yang anda butuhkan bila anda ingin menggunakan utang. Berikut kelima file baik tersebut.
1. Utang itu baik-baik saja.
Berutang adalah hal yang baik-baik saja. Utang itu tidak buruk. Ia tergantung kepada orangnya. Utang bisa buruk di tangan orang yang lemah dan salah. Tapi utang bisa baik dan memperbaiki di tangan orang yang kuat dan benar. Itulah sebabnya, bila anda mau kaya dari utang, anda harus mempunyai kualitas achiever. Para achiever adalah orang-orang yang kuat dan teguh memegang kebenaran.
Suatu ketika, saya baca buku Pak Quraish Shihab. Judulnya Lentera Hati. Salah satu bab dalam buku itu menerangkan adanya kesamaan antara agama (dalam bahasa Arab istilahnya : Din) dengan utang (dalam bahasa Arab istilahnya: dain).
Akar kata agama dan utang ternyata sama. Pak Quraish menyimpulkan bahwa bila anda beragama dengan benar, maka hal itu sama saja seperti anda membayar utang pada Allah SWT. Apakah anda merasa berutang pada Allah karena telah memberikan banyak nikmat untuk anda?
Terus terang saja, uraian Pak Quraish mengagetkan saya. Hal itu adalah pencerahan baru untuk saya. Salah satu motivasi saya menulis buku ini adalah uraian tersebut. Selama ini di benak saya pun tersimpan file: ”Utang itu buruk”. Dengan begitu saya berusaha sekuat tenaga menghindarinya. Sekarang, file itu telah berganti menjadi: ”Utang itu baik-baik saja”.
Dengan yakin bahwa utang adalah hal yang baik-baik saja, maka anda sedang membuka pintu peluang menggunakan utang dengan sebuah rencana yang baik. Iya, kan? Mungkinkah anda membuat rencana yang baik akan sesuatu yang menurut anda buruk? Bagi anda yang masih manusia normal, nggak mungkin, kan?
Misalnya korupsi. Korupsi adalah sesuatu yang buruk. Apakah ada orang yang merencanakan korupsi dengan sangat baik sehingga tidak pernah terungkap? Banyak. Siapa mereka? Tentu saja mereka orang-orang yang jahat. Hanya orang jahat yang merencanakan keburukan dengan sangat baik dan rapi. Pernahkah anda korupsi? Bila pernah, bertaubatlah segera.
2. Utang adalah alat yang hebat.
Pernahkah anda mendengar istilah BODOL? Istilah ini kepanjangannya adalah Berani Optimis Duit Orang Lain. Istilah BODOL sering dilekatkan pada orang yang mau wirausaha tetapi nggak punya modal. Modal mereka adalah keberanian dan optimismenya saja.
Banyak orang yang sukses dengan prinsip BODOL ini. Tentu, pada prakteknya bukan hanya berani dan optimis saja modalnya, tapi juga didukung hal-hal lain, seperti kompetensi, komunikasi yang bagus, relasi yang banyak dan sebagainya.
Prinsip BODOL membuktikan bahwa utang adalah salah satu alat yang hebat. Nah, di dunia ini banyak alat hebat yang bisa membantu anda meraih sukses. Kita mengenal bola lampu yang ditemukan oleh Thomas Alfa Edison. Setelah melalui 10.000 kali kegagalan, Pak Edison berhasil ̢۪menerangi̢۪ dunia ini. Bola lampu membuat revolusi di dunia. Ia alat yang hebat.
Bola lampu adalah salah satu contoh. Contoh lain ada mesin cetak, motor, mobil, telepon, pesawat terbang, kapal laut, mikroskop, energi atom, lensa, komputer, internet dan sebagainya. Semua alat-alat ini membuat hidup manusia lebih mudah dan lebih nyaman.
Tapi itu semua hanya alat. Manusia di belakang alat itu lah yang menentukan apakah alat hebat itu bisa membangun atau menghancurkan. Pesawat terbang contohnya. Dengan pesawat terbang, anda bisa berpindah tempat di bumi ini dengan cepat, dibanding alat-alat lain. Ketika pesawat terbang digunakan untuk transportasi massal, maka ia bermanfaat besar.
Tapi ketika pesawat terbang digunakan untuk mesin perang, maka kehancuran yang terjadi. Pada perang dunia pertama dan kedua, pesawat terbang berperan sangat besar untuk menghancurkan lawan. Bom atom yang diledakkan Amerika di Nagasaki dan Hiroshima Jepang pada 1945, diangkut menggunakan pesawat terbang. Akibat bom atom itu, terjadi perusakan luar biasa di Jepang.
Sama juga dengan internet misalnya. Dengan alat ini, anda bisa berkomunikasi dengan lebih murah, cepat dan mudah. Tapi, internet juga bisa sangat merusak ketika banyak virus ̢۪dilepas̢۪ ke jaringan. Banyak komputer yang rusak, data hilang, dan sebagainya. Atau ketika internet itu dipenuhi situs-situs porno. Wah, dia benar-benar buruk dan merusak.
Demikian pula halnya dengan utang. Utang adalah akses keuangan yang cepat. Dibandingkan menabung, maka utang bisa menyediakan uang dengan lebih cepat. Kecepatan memperoleh uang ini adalah keunggulan utang.
Misalnya anda seorang karyawan yang ingin berbisnis kecil-kecilan. Modalnya Rp. 5 juta. Anda sebenarnya bisa menabung dari gaji anda sebesar Rp. 500 ribu per bulan. Nah, dengan menabung berarti anda harus menunggu sampai 10 bulan dulu agar uang Rp. 5 juta itu ada di tangan anda.
Bagaimana dengan utang? Dibutuhkan berapa lama untuk mendapatkan Rp. 5 juta? Mungkin tidak sampai satu bulan. Anda bisa menghubungi lembaga keuangan mikro untuk mendapatkan modal tersebut. Setiap bulan anda bayar utang itu dengan mencicil. Nah, karena uang Rp. 5 juta itu digunakan untuk bisnis, maka anda bisa mencicil utang itu bukan dari gaji anda, tapi dari hasil bisnis anda.
Anda mungkin bertanya: ”Oke lah utang itu lebih cepat, tapi resikonya kan juga lebih besar?” Yap, anda relatif benar. Mengapa relatif benar? Karena utang itu akan menimbulkan resiko besar, bila anda tidak siap. Tapi, bila anda siap, resiko itu jadi mengecil.
Berbisnis dengan modal dari utang akan beresiko besar bila anda belum tahu apa-apa tentang bisnis itu. Atau anda percayakan saja bisnis itu ke orang lain yang juga belum berpengalaman. Atau anda berbisnis di bidang yang sudah ditinggalkan orang lain. Atau lagi, anda berbisnis di bidang yang melawan pesaing yang sudah besar.
Tapi, resiko bisnis itu menjadi mengecil bila anda sudah berpengalaman di bisnis itu atau bekerja sama dengan orang yang sudah berpengalaman. Modal bisnisnya bukan semua dari anda, tapi ada juga dari orang lain. Atau anda membeli waralaba bisnis yang sudah terbukti kehandalan sistemnya. Nah, banyak kan cara untuk mengecilkan resiko bisnis. Bila demikian yang anda lakukan, maka anda berutang pun untuk dapat modal bisnis, kemungkinan anda untuk sukses menjadi lebih besar.
3. Utang adalah salah satu sumber kekayaan.
Siapa orang paling kaya yang anda tahu di Indonesia ini? Darimana beliau (orang kaya tersebut) memperoleh kekayaannya? Kerja keras? Pasti. Orangnya jujur terpercaya? Pasti. Beliau sangat kompeten? Pasti juga.
Hal-hal yang disebutkan di atas adalah fondasi bagi siapapun untuk meraih kekayaan. Tapi, apakah semua orang kaya itu benar-benar kaya? Belum tentu. Ada banyak orang kaya yang tidak benar-benar kaya. Kekayaannya bisa saja banyak, tapi cenderung tetap. Pertambahannya kecil.
Nah saudara, anda boleh percaya boleh tidak. Orang-orang yang benar-benar kaya adalah orang-orang yang mempunyai fondasi kekayaan tersebut, dan mereka menggunakan utang sebagai salah satu sumber kekayaannya. Orang kaya yang tidak menggunakan utang, maka kekayaannya sangat mungkin terbatas. Tapi orang kaya yang juga menggunakan utang, maka kekayaannya bisa bertambah dengan cepat.
Kenapa?
Karena ketika anda hanya mengandalkan kemampuan uang anda sendiri, maka anda akan terbentur oleh keterbatasan uang anda. Tapi, ketika anda menggunakan utang, maka batas jumlah uang anda itu menjadi tidak ada. Bila anda berbisnis, maka modal anda bisa dikatakan tidak berbatas bila menggunakan utang. Hasilnya? Ya,… juga tidak berbatas.
Inilah kunci orang-orang yang benar-benar kaya. Mereka gunakan utang sebagai alat meraih kekayaan. Mereka atasi ketakutan akan utang itu dengan perhitungan yang akurat dan kemampuan yang terasah. Mereka berani mencobanya. Pada kenyataannya, mereka juga gagal koq menggunakan alat ini. Tapi kegagalan itu lah yang justru menajamkan perhitungan mereka dan membesarkan keberanian mereka. Keseimbangan antara kebesaran keberanian dan ketajaman perhitungan akan utang ini lah yang membuka pintu kekayaan luar biasa.
Apakah anda sudah siap untuk jadi orang yang benar-benar kaya? Gunakan uang anda untuk itu. Dan gunakan juga utang!
4. Utang, dekatilah…
Saudara, anda sudah tahu sekarang tiga file baik tentang utang. Utang itu baik-baik saja, alat yang hebat dan sumber kekayaan. Karena itu, dekati lah utang saudara.
Anda, saya yakin, senang berdekatan dengan hal-hal atau orang-orang yang baik dan hebat, kan? Nah, tiga file baik sebelumnya telah membuktikan bahwa utang memenuhi kriteria baik dan hebat ini, kan? Karena itu, mulailah dekati utang.
Pada prakteknya, mulailah tidak alergi dengan lembaga-lembaga keuangan seperti bank. Bahkan, bukan hanya tidak alergi, tapi anda mulai senang dengan fungsi bank yang lain, yaitu memberi utang. Inilah sebenarnya fungsi bank yang lebih hebat dari memberikan keamanan pada uang anda yang anda simpan disana. Bank adalah sumber uang. Utang adalah jalannya.
Pada bab-bab berikutnya, anda akan dipandu untuk menggunakan kekuatan bank dalam memberikan utang ini untuk kesuksesan anda. Bukan hanya kesuksesan bank semata.
Pada prakteknya lagi, ternyata sumber utang itu bukan hanya bank, tapi juga orang-orang di sekitar anda. Orang-orang di sekitar anda kan punya uang, sedikit atau sebanyak apapun. Nah, itu berarti anda bisa gunakan uang tersebut melalui jalan sah dan halal yang namanya utang.
Anda boleh percaya atau tidak, orang-orang di sekitar anda sebenarnya sangat senang bisa memberi utang pada anda. Toh, anda teman mereka. Mereka tahu anda orang baik. Tentu, asal tujuan dan cara anda berutang adalah benar dan baik. Iya, kan?
5. Utang harus dikembalikan.
Ini pola pikir tentang utang yang sangat penting. Tanpa pola pikir ini, sebaiknya anda jangan pernah berutang. Bukannya kekayaan dan kesuksesan yang akan anda raih, tapi justru kecelakaan dan mungkin penjara. Itu bila anda berutang.
Bagaimana bila orang lain yang berutang?
Sama saja. Utang itu pun harus dikembalikan pada anda. Jadi, baik anda yang berutang atau orang lain yang berutang pada anda, maka utang itu harus dikembalikan. Inilah pola pikir dan prinsip sangat penting bila anda ingin kaya dari utang. Utang itu harus dikembalikan.
Bagaimana bila utang anda justru tidak ditagih oleh yang punya uang? Sama saja. Anda harus kembalikan.
Bagaimana bila utang anda justru dihadiahkan oleh yang punya uang? Saran saya: Tolak. Jangan mau. Katakan terima kasih padanya, lalu tolak. Anda mampu mengembalikan utang itu koq. Kenapa harus dihadiahkan? Dengan menolak, anda tetap mempertahankan nilai baik di mata semua orang. Tentu saja, dalam kasus ini, anda harus juga melihat kondisi anda. Bila kondisi anda memang sedang sangat susah, maka tidak apa-apa juga anda menerima hadiah itu. Tapi tetap dengan satu syarat. Bila anda lalu memiliki kemampuan, maka anda akan juga menghadiahi orang tersebut. Tidak mesti dalam bentuk uang. Bisa dalam bentuk hadiah barang. Dengan begitu, anda dan dia sudah sama-sama berbuat baik.
Bagaimana bila orang lain yang berutang pada anda. Lihatlah kemampuannya. Bila ia berada dalam keadaan susah, maka silakan menghadiahkan utang tersebut padanya. Semuanya atau sebagian. Dan yakinlah, tindakan anda tersebut adalah perbuatan mulia dan akan dibalas dengan balasan yang lebih baik lagi.
Terus terang saja, kalau tentang utang, banyak orang yang pola pikirnya justru berbeda. ”Pengennya dapat utang, tapi nggak mau atau malas mengembalikan”. Wah, dengan pola pikir begini, anda tidak akan pernah kaya dari utang.
Alasan penting kenapa utang harus dikembalikan adalah kepercayaan. Bila anda tidak atau telat mengembalikan utang, maka kepercayaan orang lain pada anda akan menurun dan akhirnya rusak. Ini kondisi yang sangat buruk. Bila orang-orang lain sudah tidak percaya pada anda, maka jalan anda menuju sukses makin kecil, terjal dan lebih banyak rintangannya. Awal dari kesuksesan anda adalah kepercayaan orang lain pada anda.
Sayangnya, banyak orang yang sudah ̢۪gila̢۪. Mereka menukar kepercayaan dengan uang. Sayang sekali. Padahal bila kepercayaan sudah ternoda, uang sebanyak apapun akan susah menggantinya.
Tekanan hidup di jaman sekarang ternyata bisa membuat orang menjadi ̢۪gila̢۪. Uang telah menjadi hal yang sangat penting. Sampai bisa lebih penting dari kepercayaan, keluarga, agama, gelar, ilmu, rasa malu, nilai-nilai luhur kemanusiaan dan sebagainya. Bila sudah begini, para orang ̢۪gila̢۪ ini bisa melakukan apa saja demi uang. Meski dengan resiko yang luar biasa besarnya.
Banyak kasus tentang utang di Indonesia yang bisa kita jadikan pelajaran. Ada pengusaha pertanian yang membuat program investasi yang nggak rasional. Bisa memberikan keuntungan sampai 30% per bulan dari modal.
Pada bulan-bulan pertama program itu berjalan lancar. Para investor benar-benar mendapatkan keuntungan sebesar 30% dari modal yang ditanamnya. Mereka pun berinvestasi lagi. Terus begitu. Sampai pada akhirnya, bisnis pertanian itu pun terbuka topengnya. Ternyata, bisnis itu hanya omong kosong. Lahan pertanian yang dikelola tidak seluas yang dipromosikan. Jelas hasilnya pun tidak memadai dibanding investasi yang didapat.
Keuntungan 30% dari modal dibayarkan dari dana investasi yang baru. Seperti gali lobang tutup lobang. Hanya saja lobang yang digali makin besar dari bulan ke bulan. Dan terbongkarlah topeng itu. Masyarakat tahu kebohongan bisnis itu. Dana investasi itu jadi utang yang harus dikembalikan. Ketika kemampuan bayarnya tidak ada, sang pemilik bisnis pertanian fiktif itu pun jadi buronan. Lalu diproses pengadilan dan menginaplah ia di hotel prodeo. Masyarakat yang kena tipu ternyata banyak sekali. Koq bisa ya?
Saudara, itulah lima pola pikir tentang utang yang bisa membuat anda menjadi kaya. Gantilah file-file buruk tentang utang di benak anda dengan lima file baik tersebut. Bila ini sudah anda lakukan, berarti anda sudah siap menggunakan utang sebagai alat meraih kekayaan. Langkah selanjutnya, anda harus mengetahui dan menguasai keterampilan mengelola utang ini.
Sumber : http://www.pengembangandiri.com/articles/9/1/5-Pola-Pikir-tentang-Utang-yang-Membuat-Kaya/Page1.html
Oleh : Supardi Lee
Pak Hasan, kolega saya di Institut Kemandirian. Suatu ketika ia menyampaikan ceramah singkat setelah shalat zuhur. Ceramahnya tentang seorang pengusaha di Bandung. Suatu ketika, sang pengusaha ditimpa bencana. Ia pun down dan frustasi. Bisnisnya hampir-hampir hancur. Sang pengusaha lalu melakukan perjalanan dari mesjid ke mesjid. Dari perjalanan inilah, ia memperoleh pola pikir baru. Ia benar-benar tercerahkan.
Pencerahan yang ia alami adalah tentang shalat. Untuknya dulu, shalat adalah aktivitas jeda di tengah kesibukan bekerja. Sekarang berubah menjadi: ”Kerja adalah aktivitas selingan untuk menunggu shalat”.
Perubahan yang dilakukan sang pengusaha ini ternyata berhasil membuat bisnisnya meningkat lagi. Ia bahkan merubah sistem bisnisnya sesuai prinsip baru tersebut. Bisnisnya bisa kembali maju seperti semula.
Itulah isi ringkas dari ceramah Pak Hasan. Cerita tentang sang pengusaha itu menyentak hati saya. Saya dan semua jamaah shalat zuhur langsung berniat dan bertekad untuk juga membuat perubahan yang sama.
Nah saudara, itulah hebatnya pikiran. Ia menjadi awal dari tindakan yang bisa membuat perubahan menuju pada kesuksesan. Karenanya, gunakanlah pikiran anda untuk mendukung anda, bukan untuk mensabotase kesuksesan diri anda sendiri.
Dalam kaitannya dengan topik: ”Kaya dari berutang”, maka diperlukan beberapa pola pikir yang yang mendasarinya. Dengan pola pikir ini, maka kondisi kaya dari utang menjadi mungkin.
Penolakan pada pola pikir ini akan menjauhkan anda menggunakan utang sebagai alat menuju kaya. Anda akan menghindari utang. Langkah-langkah yang diterangkan berikutnya mungkin menjadi tak berarti. Itulah sebabnya, kenapa bagian ini menjadi bagian mendasar yang sangat penting.
Bagian kaya sejati memberikan gambaran pada anda tentang tujuan yang ingin diraih. Dari sana lah semuanya berasal. Setelah tujuan jelas, maka anda harus mempersiapkan diri. Inilah fungsinya bagian menjadi achiever. Dengan menjadi achiever berarti anda telah siap untuk melangkah menuju tujuan kaya sejati. Nah, sekarang saatnya anda memilih alat. Apakah anda mau gunakan mobil, motor, sepeda, kereta, pesawat terbang, kapal laut, atau hanya jalan kaki?
Naik pesawat terbang bisa lebih cepat menghantar anda ke tujuan. Tapi bila anda belum terbiasa menggunakan pesawat terbang, tentu tidak mudah juga. Apalagi bila di benak anda tersimpan file-file buruk tentang pesawat terbang. Misalnya tiketnya mahal, bahaya karena pesawat terbang bisa jatuh, ada tetangga yang meninggal karena kecelakan pesawat terbang, dan sebagainya.
Nah, untuk memutuskan menggunakan pesawat terbang, anda tentu saja harus mengganti file-file buruk di benak anda itu. Ganti lah file buruk itu dengan file baik. Misalnya, menggunakan pesawat terbang itu lebih nyaman, cepat, relatif aman dibanding yang alat transportasi lain, lebih bergengsi, terjamin asuransi, dan sebagainya.
Sama juga dengan utang. Untuk menggunakan utang sebagai alat meraih kualitas kaya sejati, maka anda harus mengganti file buruk di benak anda tentang untang dengan file baik. Dengannya, anda akan semangat melakukannya. Berbagai rintangan, hambatan dan masalah yang kemudian terjadi akan anda hadapi dengan lapang dada, kreatif dan fokus.
Lalu, apa saja file-file baik yang harus mengganti file-file buruk di benak anda. Bila menyangkut utang, maka ada lima file baik yang anda butuhkan bila anda ingin menggunakan utang. Berikut kelima file baik tersebut.
1. Utang itu baik-baik saja.
Berutang adalah hal yang baik-baik saja. Utang itu tidak buruk. Ia tergantung kepada orangnya. Utang bisa buruk di tangan orang yang lemah dan salah. Tapi utang bisa baik dan memperbaiki di tangan orang yang kuat dan benar. Itulah sebabnya, bila anda mau kaya dari utang, anda harus mempunyai kualitas achiever. Para achiever adalah orang-orang yang kuat dan teguh memegang kebenaran.
Suatu ketika, saya baca buku Pak Quraish Shihab. Judulnya Lentera Hati. Salah satu bab dalam buku itu menerangkan adanya kesamaan antara agama (dalam bahasa Arab istilahnya : Din) dengan utang (dalam bahasa Arab istilahnya: dain).
Akar kata agama dan utang ternyata sama. Pak Quraish menyimpulkan bahwa bila anda beragama dengan benar, maka hal itu sama saja seperti anda membayar utang pada Allah SWT. Apakah anda merasa berutang pada Allah karena telah memberikan banyak nikmat untuk anda?
Terus terang saja, uraian Pak Quraish mengagetkan saya. Hal itu adalah pencerahan baru untuk saya. Salah satu motivasi saya menulis buku ini adalah uraian tersebut. Selama ini di benak saya pun tersimpan file: ”Utang itu buruk”. Dengan begitu saya berusaha sekuat tenaga menghindarinya. Sekarang, file itu telah berganti menjadi: ”Utang itu baik-baik saja”.
Dengan yakin bahwa utang adalah hal yang baik-baik saja, maka anda sedang membuka pintu peluang menggunakan utang dengan sebuah rencana yang baik. Iya, kan? Mungkinkah anda membuat rencana yang baik akan sesuatu yang menurut anda buruk? Bagi anda yang masih manusia normal, nggak mungkin, kan?
Misalnya korupsi. Korupsi adalah sesuatu yang buruk. Apakah ada orang yang merencanakan korupsi dengan sangat baik sehingga tidak pernah terungkap? Banyak. Siapa mereka? Tentu saja mereka orang-orang yang jahat. Hanya orang jahat yang merencanakan keburukan dengan sangat baik dan rapi. Pernahkah anda korupsi? Bila pernah, bertaubatlah segera.
2. Utang adalah alat yang hebat.
Pernahkah anda mendengar istilah BODOL? Istilah ini kepanjangannya adalah Berani Optimis Duit Orang Lain. Istilah BODOL sering dilekatkan pada orang yang mau wirausaha tetapi nggak punya modal. Modal mereka adalah keberanian dan optimismenya saja.
Banyak orang yang sukses dengan prinsip BODOL ini. Tentu, pada prakteknya bukan hanya berani dan optimis saja modalnya, tapi juga didukung hal-hal lain, seperti kompetensi, komunikasi yang bagus, relasi yang banyak dan sebagainya.
Prinsip BODOL membuktikan bahwa utang adalah salah satu alat yang hebat. Nah, di dunia ini banyak alat hebat yang bisa membantu anda meraih sukses. Kita mengenal bola lampu yang ditemukan oleh Thomas Alfa Edison. Setelah melalui 10.000 kali kegagalan, Pak Edison berhasil ̢۪menerangi̢۪ dunia ini. Bola lampu membuat revolusi di dunia. Ia alat yang hebat.
Bola lampu adalah salah satu contoh. Contoh lain ada mesin cetak, motor, mobil, telepon, pesawat terbang, kapal laut, mikroskop, energi atom, lensa, komputer, internet dan sebagainya. Semua alat-alat ini membuat hidup manusia lebih mudah dan lebih nyaman.
Tapi itu semua hanya alat. Manusia di belakang alat itu lah yang menentukan apakah alat hebat itu bisa membangun atau menghancurkan. Pesawat terbang contohnya. Dengan pesawat terbang, anda bisa berpindah tempat di bumi ini dengan cepat, dibanding alat-alat lain. Ketika pesawat terbang digunakan untuk transportasi massal, maka ia bermanfaat besar.
Tapi ketika pesawat terbang digunakan untuk mesin perang, maka kehancuran yang terjadi. Pada perang dunia pertama dan kedua, pesawat terbang berperan sangat besar untuk menghancurkan lawan. Bom atom yang diledakkan Amerika di Nagasaki dan Hiroshima Jepang pada 1945, diangkut menggunakan pesawat terbang. Akibat bom atom itu, terjadi perusakan luar biasa di Jepang.
Sama juga dengan internet misalnya. Dengan alat ini, anda bisa berkomunikasi dengan lebih murah, cepat dan mudah. Tapi, internet juga bisa sangat merusak ketika banyak virus ̢۪dilepas̢۪ ke jaringan. Banyak komputer yang rusak, data hilang, dan sebagainya. Atau ketika internet itu dipenuhi situs-situs porno. Wah, dia benar-benar buruk dan merusak.
Demikian pula halnya dengan utang. Utang adalah akses keuangan yang cepat. Dibandingkan menabung, maka utang bisa menyediakan uang dengan lebih cepat. Kecepatan memperoleh uang ini adalah keunggulan utang.
Misalnya anda seorang karyawan yang ingin berbisnis kecil-kecilan. Modalnya Rp. 5 juta. Anda sebenarnya bisa menabung dari gaji anda sebesar Rp. 500 ribu per bulan. Nah, dengan menabung berarti anda harus menunggu sampai 10 bulan dulu agar uang Rp. 5 juta itu ada di tangan anda.
Bagaimana dengan utang? Dibutuhkan berapa lama untuk mendapatkan Rp. 5 juta? Mungkin tidak sampai satu bulan. Anda bisa menghubungi lembaga keuangan mikro untuk mendapatkan modal tersebut. Setiap bulan anda bayar utang itu dengan mencicil. Nah, karena uang Rp. 5 juta itu digunakan untuk bisnis, maka anda bisa mencicil utang itu bukan dari gaji anda, tapi dari hasil bisnis anda.
Anda mungkin bertanya: ”Oke lah utang itu lebih cepat, tapi resikonya kan juga lebih besar?” Yap, anda relatif benar. Mengapa relatif benar? Karena utang itu akan menimbulkan resiko besar, bila anda tidak siap. Tapi, bila anda siap, resiko itu jadi mengecil.
Berbisnis dengan modal dari utang akan beresiko besar bila anda belum tahu apa-apa tentang bisnis itu. Atau anda percayakan saja bisnis itu ke orang lain yang juga belum berpengalaman. Atau anda berbisnis di bidang yang sudah ditinggalkan orang lain. Atau lagi, anda berbisnis di bidang yang melawan pesaing yang sudah besar.
Tapi, resiko bisnis itu menjadi mengecil bila anda sudah berpengalaman di bisnis itu atau bekerja sama dengan orang yang sudah berpengalaman. Modal bisnisnya bukan semua dari anda, tapi ada juga dari orang lain. Atau anda membeli waralaba bisnis yang sudah terbukti kehandalan sistemnya. Nah, banyak kan cara untuk mengecilkan resiko bisnis. Bila demikian yang anda lakukan, maka anda berutang pun untuk dapat modal bisnis, kemungkinan anda untuk sukses menjadi lebih besar.
3. Utang adalah salah satu sumber kekayaan.
Siapa orang paling kaya yang anda tahu di Indonesia ini? Darimana beliau (orang kaya tersebut) memperoleh kekayaannya? Kerja keras? Pasti. Orangnya jujur terpercaya? Pasti. Beliau sangat kompeten? Pasti juga.
Hal-hal yang disebutkan di atas adalah fondasi bagi siapapun untuk meraih kekayaan. Tapi, apakah semua orang kaya itu benar-benar kaya? Belum tentu. Ada banyak orang kaya yang tidak benar-benar kaya. Kekayaannya bisa saja banyak, tapi cenderung tetap. Pertambahannya kecil.
Nah saudara, anda boleh percaya boleh tidak. Orang-orang yang benar-benar kaya adalah orang-orang yang mempunyai fondasi kekayaan tersebut, dan mereka menggunakan utang sebagai salah satu sumber kekayaannya. Orang kaya yang tidak menggunakan utang, maka kekayaannya sangat mungkin terbatas. Tapi orang kaya yang juga menggunakan utang, maka kekayaannya bisa bertambah dengan cepat.
Kenapa?
Karena ketika anda hanya mengandalkan kemampuan uang anda sendiri, maka anda akan terbentur oleh keterbatasan uang anda. Tapi, ketika anda menggunakan utang, maka batas jumlah uang anda itu menjadi tidak ada. Bila anda berbisnis, maka modal anda bisa dikatakan tidak berbatas bila menggunakan utang. Hasilnya? Ya,… juga tidak berbatas.
Inilah kunci orang-orang yang benar-benar kaya. Mereka gunakan utang sebagai alat meraih kekayaan. Mereka atasi ketakutan akan utang itu dengan perhitungan yang akurat dan kemampuan yang terasah. Mereka berani mencobanya. Pada kenyataannya, mereka juga gagal koq menggunakan alat ini. Tapi kegagalan itu lah yang justru menajamkan perhitungan mereka dan membesarkan keberanian mereka. Keseimbangan antara kebesaran keberanian dan ketajaman perhitungan akan utang ini lah yang membuka pintu kekayaan luar biasa.
Apakah anda sudah siap untuk jadi orang yang benar-benar kaya? Gunakan uang anda untuk itu. Dan gunakan juga utang!
4. Utang, dekatilah…
Saudara, anda sudah tahu sekarang tiga file baik tentang utang. Utang itu baik-baik saja, alat yang hebat dan sumber kekayaan. Karena itu, dekati lah utang saudara.
Anda, saya yakin, senang berdekatan dengan hal-hal atau orang-orang yang baik dan hebat, kan? Nah, tiga file baik sebelumnya telah membuktikan bahwa utang memenuhi kriteria baik dan hebat ini, kan? Karena itu, mulailah dekati utang.
Pada prakteknya, mulailah tidak alergi dengan lembaga-lembaga keuangan seperti bank. Bahkan, bukan hanya tidak alergi, tapi anda mulai senang dengan fungsi bank yang lain, yaitu memberi utang. Inilah sebenarnya fungsi bank yang lebih hebat dari memberikan keamanan pada uang anda yang anda simpan disana. Bank adalah sumber uang. Utang adalah jalannya.
Pada bab-bab berikutnya, anda akan dipandu untuk menggunakan kekuatan bank dalam memberikan utang ini untuk kesuksesan anda. Bukan hanya kesuksesan bank semata.
Pada prakteknya lagi, ternyata sumber utang itu bukan hanya bank, tapi juga orang-orang di sekitar anda. Orang-orang di sekitar anda kan punya uang, sedikit atau sebanyak apapun. Nah, itu berarti anda bisa gunakan uang tersebut melalui jalan sah dan halal yang namanya utang.
Anda boleh percaya atau tidak, orang-orang di sekitar anda sebenarnya sangat senang bisa memberi utang pada anda. Toh, anda teman mereka. Mereka tahu anda orang baik. Tentu, asal tujuan dan cara anda berutang adalah benar dan baik. Iya, kan?
5. Utang harus dikembalikan.
Ini pola pikir tentang utang yang sangat penting. Tanpa pola pikir ini, sebaiknya anda jangan pernah berutang. Bukannya kekayaan dan kesuksesan yang akan anda raih, tapi justru kecelakaan dan mungkin penjara. Itu bila anda berutang.
Bagaimana bila orang lain yang berutang?
Sama saja. Utang itu pun harus dikembalikan pada anda. Jadi, baik anda yang berutang atau orang lain yang berutang pada anda, maka utang itu harus dikembalikan. Inilah pola pikir dan prinsip sangat penting bila anda ingin kaya dari utang. Utang itu harus dikembalikan.
Bagaimana bila utang anda justru tidak ditagih oleh yang punya uang? Sama saja. Anda harus kembalikan.
Bagaimana bila utang anda justru dihadiahkan oleh yang punya uang? Saran saya: Tolak. Jangan mau. Katakan terima kasih padanya, lalu tolak. Anda mampu mengembalikan utang itu koq. Kenapa harus dihadiahkan? Dengan menolak, anda tetap mempertahankan nilai baik di mata semua orang. Tentu saja, dalam kasus ini, anda harus juga melihat kondisi anda. Bila kondisi anda memang sedang sangat susah, maka tidak apa-apa juga anda menerima hadiah itu. Tapi tetap dengan satu syarat. Bila anda lalu memiliki kemampuan, maka anda akan juga menghadiahi orang tersebut. Tidak mesti dalam bentuk uang. Bisa dalam bentuk hadiah barang. Dengan begitu, anda dan dia sudah sama-sama berbuat baik.
Bagaimana bila orang lain yang berutang pada anda. Lihatlah kemampuannya. Bila ia berada dalam keadaan susah, maka silakan menghadiahkan utang tersebut padanya. Semuanya atau sebagian. Dan yakinlah, tindakan anda tersebut adalah perbuatan mulia dan akan dibalas dengan balasan yang lebih baik lagi.
Terus terang saja, kalau tentang utang, banyak orang yang pola pikirnya justru berbeda. ”Pengennya dapat utang, tapi nggak mau atau malas mengembalikan”. Wah, dengan pola pikir begini, anda tidak akan pernah kaya dari utang.
Alasan penting kenapa utang harus dikembalikan adalah kepercayaan. Bila anda tidak atau telat mengembalikan utang, maka kepercayaan orang lain pada anda akan menurun dan akhirnya rusak. Ini kondisi yang sangat buruk. Bila orang-orang lain sudah tidak percaya pada anda, maka jalan anda menuju sukses makin kecil, terjal dan lebih banyak rintangannya. Awal dari kesuksesan anda adalah kepercayaan orang lain pada anda.
Sayangnya, banyak orang yang sudah ̢۪gila̢۪. Mereka menukar kepercayaan dengan uang. Sayang sekali. Padahal bila kepercayaan sudah ternoda, uang sebanyak apapun akan susah menggantinya.
Tekanan hidup di jaman sekarang ternyata bisa membuat orang menjadi ̢۪gila̢۪. Uang telah menjadi hal yang sangat penting. Sampai bisa lebih penting dari kepercayaan, keluarga, agama, gelar, ilmu, rasa malu, nilai-nilai luhur kemanusiaan dan sebagainya. Bila sudah begini, para orang ̢۪gila̢۪ ini bisa melakukan apa saja demi uang. Meski dengan resiko yang luar biasa besarnya.
Banyak kasus tentang utang di Indonesia yang bisa kita jadikan pelajaran. Ada pengusaha pertanian yang membuat program investasi yang nggak rasional. Bisa memberikan keuntungan sampai 30% per bulan dari modal.
Pada bulan-bulan pertama program itu berjalan lancar. Para investor benar-benar mendapatkan keuntungan sebesar 30% dari modal yang ditanamnya. Mereka pun berinvestasi lagi. Terus begitu. Sampai pada akhirnya, bisnis pertanian itu pun terbuka topengnya. Ternyata, bisnis itu hanya omong kosong. Lahan pertanian yang dikelola tidak seluas yang dipromosikan. Jelas hasilnya pun tidak memadai dibanding investasi yang didapat.
Keuntungan 30% dari modal dibayarkan dari dana investasi yang baru. Seperti gali lobang tutup lobang. Hanya saja lobang yang digali makin besar dari bulan ke bulan. Dan terbongkarlah topeng itu. Masyarakat tahu kebohongan bisnis itu. Dana investasi itu jadi utang yang harus dikembalikan. Ketika kemampuan bayarnya tidak ada, sang pemilik bisnis pertanian fiktif itu pun jadi buronan. Lalu diproses pengadilan dan menginaplah ia di hotel prodeo. Masyarakat yang kena tipu ternyata banyak sekali. Koq bisa ya?
Saudara, itulah lima pola pikir tentang utang yang bisa membuat anda menjadi kaya. Gantilah file-file buruk tentang utang di benak anda dengan lima file baik tersebut. Bila ini sudah anda lakukan, berarti anda sudah siap menggunakan utang sebagai alat meraih kekayaan. Langkah selanjutnya, anda harus mengetahui dan menguasai keterampilan mengelola utang ini.
Sumber

Standard Hourly Rate Dwika Sudrajat


Experts & Consultants Available to Talk Now

For investors, consultants, analysts, entrepreneurs, lawyers, researchers, operating managers, recruiters...

Expert Profile

Zintro ID: http://www.zintro.com/expert/dwikasudrajat
expert picture
ITILv3 Services Management Certified, Enterprise Communications Research and
Consultant practice provides global industry analysis, custom consulting, growth
consulting (strategy consultant), and market research and forecasts that are
designed to help client grow. Our global teams of industry experts, business
consultants, market analysts, and research executives continuously monitor and
evaluate the enterprise routers and switches, enterprise TDM & IP telephony
systems, enterprise voice and unified messaging platforms, enterprise peer-to-peer
technologies and solutions, and speech technologies and solutions market sectors to
develop timely, strategic business market intelligence.
     - 
      Expert Terms & Conditions   Expert Guidelines