link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Rabu, 08 Februari 2012

Android Inc di Palo Alto,


Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.

Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.
Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).
Sejarah
Kerjasama dengan Android Inc.
Pada Juli 2000, Google bekerjasama dengan Android Inc., perusahaan yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat. Para pendiri Android Inc. bekerja pada Google, di antaranya Andy Rubi, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Saat itu banyak yang menganggap fungsi Android Inc. hanyalah sebagai perangkat lunak pada telepon seluler. Sejak saat itu muncul rumor bahwa Google hendak memasuki pasar telepon seluler. Di perusahaan Google, tim yang dipimpin Rubin bertugas mengembangkan program perangkat seluler yang didukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler.
2007-2008: Produk awal
Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010).
Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.
Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android

Kerjasama dengan Android Inc.

Android

Android
Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.

Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.
Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).
Sejarah
Kerjasama dengan Android Inc.
Pada Juli 2000, Google bekerjasama dengan Android Inc., perusahaan yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat. Para pendiri Android Inc. bekerja pada Google, di antaranya Andy Rubi, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Saat itu banyak yang menganggap fungsi Android Inc. hanyalah sebagai perangkat lunak pada telepon seluler. Sejak saat itu muncul rumor bahwa Google hendak memasuki pasar telepon seluler. Di perusahaan Google, tim yang dipimpin Rubin bertugas mengembangkan program perangkat seluler yang didukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler.
2007-2008: Produk awal
Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010).
Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.
Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android
From :http://tommysmartvon.wordpress.com

Android versi modifikasi dari kernel Linux versi 2.6

Android (Sistem Operasi) --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 13   Oleh : cqq    http://www.pendidikan-diy.go.id                        

 





Android adalah sistem operasi untuk mobile device yang berbasis Linux dan menggunakan bahasa pemrograman Java. Android dibangun menggunakan versi modifikasi dari kernel Linux versi 2.6. Sistem Android memungkinkan developer membangan aplikasi sendiri dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. Disamping itu Android juga menyediakan tools dan APIs yang dibutuhkan selama pembuatan program. Android juga dapat mengontrol peralatan bergerak seperti ponsel yang menjalankan aplikasi tersebut melalui Java libraries yang dikembangkan oleh Google. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Sebagai bagian dari upaya mendorong terciptanya standar terbuka (open standards) untuk teknologi perangkat bergerak, Google merilis sebagian besar dari kode-kode program Android dibawah Apache License, sebuah model lisensi untuk open source. Dengan lisensi Apache, vendor yang menggunakan platform Android (misalnya perusahaan pembuat ponsel) dapat menambahkan ekstensi atau program tambahan yang bersifat proprietary tanpa perlu mendaftarkan ekstensi tersebut ke komunitas open source. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar-benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).
Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar.
Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.
Untuk libraries yang dapat digunakan oleh komponen-komponen dalam sistem (penting buat para developer/pengembang program), Android menyediakan satu set C/C++ libraries sebagai bagian dari Android application framework, berupa:
  • System C library: Implementasi turunan BSD dari standard C system library (libc), di-"setel" untuk kebutuhan perangkat berbasis Linux
  • Media Libraries: Mengacu pada PacketVideos OpenCORE; media libraries pada Android mendukung kemampuan memutar dan merekam of berbagai format audio dan video, juga untuk membuka file-file image, antara lain format MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, dan PNG
  • Surface Manager: Mengelola akses ke display subsystem dan composites 2D and 3D graphic layers dari berbagai aplikasi
  • LibWebCore: Web browser engine yang mendukung Android browser untuk menjelajahi halaman web
  • SGL:2D graphics engine
  • 3D libraries: Implementasi berbasis OpenGL ES 1.0 APIs; 3D libraries pada Android menggunakan hardware 3D acceleration (jika tersedia pada ponsel/devices) dan software untuk 3D rasterizer
  • FreeType: Bitmap dan vector font rendering
  • SQLite: Database engine yang tersedia untuk semua aplikasi
Sejak rilis pertamanya, android telah mengalami beberapa updating, berikut adalah versi-versi dari android :
Android versi 1.1
Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.
Android versi 1.5 (Cupcake)
Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.
Android versi 1.6 (Donut)
Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.
Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps - aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.
Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.
Android versi 2.3 (Gingerbread)
Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.
Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom. Perangkat tablet dengan platform Android 3.0 akan segera hadir di Indonesia. Perangkat tersebut bernama Eee Pad Transformer produksi dari Asus. Rencana masuk pasar Indonesia pada Mei 2011.
*wikipedia, tutorial-dumbstrack

Android berbasis Linux

Mencicipi Android di PC






Logo Android
Logo Android - android.com

**http://mashendri.com



Android – bagi yang belum tahu – adalah jenis Operating system (OS) untuk jenis perangkat mobile berbasis Linux. Android menyediakan source code bagi developer untuk mengembangkan aplikasi yang digunakan dalam perangkat bergerak. Android secara normal hanya bisa dipakai untuk perangkat mobile/seluler. Terus, bagaimana kalau ingin mencoba menggunakan Android tapi kita tidak memiliki perangkat mobile khusus Android ? Berikut cara mencicipi Android ke dalam perangkat PC :
1. Melalui Android Live CD.
Dengan Android Live CD, Sistem Operasi Android dapat menjadi suatu OS portable di dalam perangkat PC. Kita bisa menjalankan melalui media CD, Flash Disc atau melalui Virtual machine (VMWare atau Virtual Box). Caranya :
  1. Download terlebih dahulu ISO Live Android di situs ini, file ISO terpecah menjadi 2 part yaitu liveandroidv0.3.iso.001 dan liveandroidv0.3.iso.002. Untuk menggabungkan menjadi satu file ISO, join menggunakan HJSplit (software bisa didownload di sini).
  2. File ISO berukuran sekitar 170 MB. Selanjutnya file tersebut harus kita burn ke dalam CD atau dengan menggunakan Aplikasi UnetBootin (software bisa didownload di sini) file ISO Android tadi bisa menjadi Live USB. Atau langsung bisa kita gunakan untuk virtual machine seperti VirtualBox.
  3. Booting komputer kita melalui CD/USB Flash Disc tadi atau silakan buat dan jalankan Virtual Machine kita.
  4. Android bisa kita nikmati di PC secara portable/virtual.
  5. Tips : gunakan Alt+F1 atau Alt+F7 untuk mengubah bentuk GUI (grafis) ke bentuk Console dan sebaliknya. Busybox telah ditambahkan dalam Android ini. Untuk komputer dengan koneksi LAN kita bisa setting IP Address dengan cara ketikkan :
  6. IP Address : ifconfig eth0 alamat-IP-Kamu netmask Subnet mask Kamu
    Default Gateway : route add default gw Alamat-Gateway-Kamu dev eth0
    DNS Address : setprop net.eth0.dns1 DNS-Kamu
    6. Untuk menginstall sebuah aplikasi (app) caranya :
  • Download file *apk langsung dari browser bawaan Live Android
  • Cari file *apk hasil download, tersimpan di sdcard/download
  • tekan ALT+F1 pada keyboard untuk masuk ke menu console
  • ketikkan perintah : cp /sdcard/download/* /system/app
  • kemudian set permission dengan ketikkan perintah chown 1000:1000 /system/app/*
  • kembali ke menu GUI dengan menekan tombol ALT + F7
  • You’ll see app now.
================================================================
2. Melalui/Membuat Emulator Android
Android Emulator sengaja disediakan gratis oleh pengembang Android untuk mencoba aplikasi dan menjalankan Android melalui PC Desktop. Langkah-langkah membuat Android Emulator adalah sebagai berikut :
1. Pastikan komputer sudah terinstall aplikasi Java, Java Runtime dan Java SE Development Kit. Jika belum silakan install aplikasi Java Development Kit terlebih dahulu, download aplikasinya di sini.
2. Install aplikasi Eclipse, download aplikasinya di sini. Pilih Eclipse IDE for Java Developers atau Eclipse Classic. Jika komputer sudah terinstall Eclipse pastikan minimal versi Galileo.
3. Download dan Install/Ekstrak Android SDK Starter Package. Download di sini. Jika kamu download file *.zip/*.tgz, cukup unpack/ekstrak file tersebut. Pada umumnya, setelah diekstrak akan terdapat folder android-sdk-[nama machine]. Ingat lokasi hasil ekstrakan. Hal ini akan dipakai ketika melakukan setting ADT Plugin atau memasang SDK Tool melalui command line.
4. Setting path Android, Untuk OS Linux, misal Android-sdk tadi diekstrak di /home/mashendri/android maka silakan edit file ~/.bash_profile atau ~/.bashrc, tambahkan export PATH=/home/mashendri/android/tools. Untuk Windows klik kanan My Computer > Properties > Tab Advanced > Environment Variables > double klik pada PATH, tambahkan lokasi dimana android-sdk berada (misal android-sdk diekstrak di c:/android maka path yang ditambahkan c:/android/tools). Setting PATH ini sebenarnya bersifat optional ketika kita ingin melakukan suatu konfigurasi android melalui console/command line.
5. Download Android SDK Platform-tools dan pilih versi Android yang dikehendaki. Jika menggunakan Android SDK Manager tinggal centang versi yang diinginkan > klik Install xxpackages (xx tergantung berapa yang harus terinstall). Selanjutnya pada window Choose packages to install > pilih Accept all > Install. Silakan tunggu proses downloading.
Alternatif (1) (Install Offline) :
  • Download Android SDK Platform tools di sini.
  • Download versi Android yang diinginkan. (  Froyo, Gingerbread, Honeycomb )
  • Buat folder baru di folder hasil ekstrak/install Android SDK (lih. tahap no 3) bernama temp.
  • Copy file Android SDK Platform tools dan Platform android yang diinginkan ke dalam folder temp tadi. Ingat jangan diekstrak, biarkan berekstensi *.zip.
  • Jalankan android SDK Manager. Install yang diperlukan saja yaitu Android SDK Platform Tools dan SDK Platform Android yang dipilih. Double klik paket yang tidak diinginkan agar tidak terinstall. Jangan klik Install.
  • Disable koneksi internet, karena kedua file (Android SDK Platform Tools dan SDK Platform Android) sudah kita download sebelumnya. Baru kemudian klik Install.
  • Jika muncul tampilan ADB Restart pilih Yes.
Alternatif (2) ( Pasang/tambahkan plugin untuk Eclipse, namanya ADT Plugin )
  • Jalankan Eclipse > Pilih workspaces (jadikan satu saja dengan folder android-sdk).
  • Klik Help > Install New Software
  • Klik Add pada pojok kanan atas, pada kolom Name isikan ADT Plugin sedangkan location isikan https://dl-ssl.google.com/android/eclipse/ | Jika koneksi internet lambat ganti https menjadi http > Klik OK
  • Tunggu sebentar sampai muncul pilihan Developer Tools > klik Next > Jendela Install detail > Klik Next
  • Ada 3 lisensi yang mesti kita perhatikan ( Apache licenses dan 2 BSD Licenses), pilih I accept the term…. > Finish.
  • Proses menginstall software. Tunggu sampai proses install selesai.
  • Jika proses selesai, klik menu Windows pada Eclipse> Android SDK and AVD Manager
  • Muncul jendela Android SDK dan AVD Manager > pilih Available packages > pilih/centang minimal Documentation For Android SDK, SDK Platform For Android, Samples for SDK (versi sesuai yang diinginkan) > tunggu proses download dan installasinya.
6. Jika semua paket sudah terinstall dengan benar pada Android SDK dan AVD Manager pilih Virtual Devices > pilih New…
7. Membuat AVD (Android Virtual Devices), yaitu tools untuk membuat perangkat bergerak secara virtual.
  • Name : isikan versi andrroid kita, misal Android Gingerbread
  • Target : pilih yang ada dan yang terbaru. Kalo Gingerbread berarti pilih Android 2.3 – API Level x (x = angka/pilih yang terbaru)
  • SD Card : isikan berapa (MiB) SD Card yang akan kita pasang dalam AVD. Isi minimal 2 GB/2000 MB
  • Terakhir, Create AVD.
8. Jalankan AVD dengan klik Start… pada list AVD yang telah kita buat di atas. Muncul jendela Launch Option > klik Launchs
9. Yup…!! Android Emulator telah selesai kita buat. Proses booting/start-up Android memang agak lama, jadi harap bersabar menunggu ya…!!!

Karena keterbatasan hosting, gambar penjelas proses pembuatan/panduan tidak dapat saya sertakan, harap maklum. Semoga panduan ini tetap tidak menyesatkan dan berguna. :)

Referensi Lain :
  • http://code.google.com/p/live-android/
  • http://developer.android.com/sdk/index.html
  • http://sochinda.wordpress.com/2011/04/28/step-by-step-guide-on-how-to-install-android-sdk-offline-not-completely-offline/
  • http://agusharyanto.net/wordpress/?p=187
  • http://fendix.wordpress.com/2011/02/25/emulator-android-for-pc-buat-ujicoba-sistem-operasi-android/
  • http://alfach.com/2010/03/10/emulator-android-di-pc/