link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Selasa, 16 Agustus 2011

Hubungkannya ke televisi

Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan

  by FastNCheap 
Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan ImageMobile Video HDD HV335T, sebuah portable media player yang dapat melengkapi home theater di rumah anda. Dengan alat ini, anda dapat memainkan musik, menonton video maupun melihat slide show dari gambar-gambar favorite anda tanpa harus menggunakan media lain seperti PC atau Notebook. Kehandalan  alat ini untuk memutar musik maupun video, menjadikan produk ini menarik untuk anda nikmati bersama keluarga anda.
Untuk konektifitas dari alat ini, jangan khawatir karena produk ini telah didesign kompatible dengan media lain seperti PC atau notebook. Selain itu, Mobile Video HDD HV335T ini juga dapat dikoneksikan ke sebuah system jaringan melalui konektor RJ45. Konektifitas jaringan yang didukung pun tidak tangung-tanggung, karena alat ini dapat diintegrasikan dengan protokol SAMBA, sebuah teknologi file sharing untuk jaringan besar dan kompleks. Untuk ekspansi, Mobile Video HDD HV335T juga dapat diintegrasikan dengan jaringan wireless, dengan ketentuan anda harus menyediakan sebuah USB wireless card sebagai alat untuk mengkoneksikannya.
Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
Pada paket penjualan dari Mobile Video HDD HV335T ini, pembeli akan mendapat sebuah adaptor sebagai pensupply daya, sebuah kabel HDMI untuk televisi, sebuah kabel USB untuk mengkoneksikannya dengan PC atau notebook. Selain itu, disertakan juga sebuah buku kecil yang dapat anda gunakan sebagai petunjuk penggunaan dari alat ini. Jika ingin lebih detai tentang cara penggunaannya, disertakan juga  sebuah CD yang isinya beberapa file PDF dalam beberapa bahasa yang isinya menjelaskan tentang tata cara penggunaan alat ini. Dan seperti media player portable yang lainnya, produk ini juga telah dilengkapi sebuah remote control untuk memudahkan anda dalam memakaiMobile Video HDD HV335T sebagai pelengkap dari home theater di rumah anda.
Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan ImageApabila anda ingin menggunakannya secara maksimal, anda harus membeli hardisk SATA I/SATA II sebagai media penyimpanan yang nantinya akan letakkan di dalam alat ini. Kapasitas maksimum hardisk yang disupport oleh produk ini juga tidak tanggung-tanggung karena, menurut situs resminya dapat menampung hardisk dengan kapasitas hingga 2TB (terabyte) untuk hardisk dengan merek Hitachi. Kapasitas yang sangat besar untuk sebuah perangkat media player.
Untuk file system yang didukung, produk ini telah mendukung dua format file system yaitu FAT32 dan NTFS. Kedua file system tersebut memang digunakan sebagai standard file system untuk windows. Dan karena itu juga, Mobile Video HDD HV335T ini support dengan sistem operasi Windows 2000, Windows XP, Windows Vista dan sistem operasi terbaru dari Microsoft, Windows 7.
Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
Agar kestabilan produk ini selalu terjaga saat digunakan, terlebih apabila digunakan selama berjam-jam, pihak vendor rupanya telah mensiasatinya dengan menambahkan sebuah kipas kecil di bagian belakang yang akan menjaga sirkulasi udara yang keluar dan masuk. Dan juga, kipas ini digunakan untuk menstabilkan suhu dari hardisk internal yang ada didalamnya.
Spesifikasi lengkap produk ini :
  • Playback multimedia files with internal Hard Drive or external USB storage device
  • Hard Drive, Support SATA I/SATA II
  • Support NTFS & FAT32  File System
  • Ethernet 10/100M RJ45 Connector
  • USB 2.0 Host Port
  • Supports full DVD function
  • Support OS Windows XP, Windows 2000, Windows Vista, Windows 7
  • Analog Output Composite Video and Stereo Audio Out (RCAx3) & Component video jack (Y/Pb/Pr) (RCA x 3)
  • Digital Output HDMI connector & Optical S/PDIF Output
  • Audio Support MP3, WAV, OGG, WMA, AAC, FLAC, Dolby Digital, DTS
  • Video Support MPEG, DAT, Blu-ray ISO, DVD Folder(IFO)/DVD ISO, RM/RMVB Resolutions up to 1920×1080 pixels
  • Support file extension AVI, MKV, MPG, VOB, IFO, TS, M2TS, MOV, M4V, WMV, FLV, RM, RMVB, ISO
  • Photo Support JPEG, GIF, PNG Resolutions up to 5120×3840 pixels
  • TV Out Standard NTSC/PAL
  • Power Supply input Input AC 100~240V, 50/60Hz Output DC 12V, 2.5A
  • 2 AAA Batteries for Remote Control
  • Manual CD & Quick User Guide
Untuk memanfaatkan alat ini, mungkin pengguna awam akan sedikit kesulitan dalam pemakaiannya. Tetapi dengan beberapa penjelasan di bawah ini mungkin akan membantu anda dalam menggunakannya.
Bagaimana memasang sebuah Hardisk ke dalam alat ini?
  • Atur posisi Mobile Video HDD HV335T secara terbalik
    Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
  • Buka bagian depan dari tutupnya agak kesamping secara perlahan, kemudian angkat semua bagian bawahnya
  • Masukkan hardisk SATA I/SATA II ke dalamnya dengan terbalik
  • Rapatkan hardisk dengan baut hardisk ini dengan baut yang telah disediakan pada paketnya
    Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
  • Taruh tutup tadi pada posisi terbalik, kemudian gabungkan dua bagian tersebut dengan posisi terbalik saat membukanya
    Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
  • Beri baut bagian bawah dan samping casing Mobile Video HDD HV335T dengan baut yang telah disediakan. Saat merapatkan baut, jangan posisikan alat ini secara menyamping karena menggoyahkan posisi hardisk di dalamnya.
    Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan ImageMobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
  • Posisikan pada posisi semula dan anda dapat mencoba menggunakan alat ini
Bagaimana menghubungkannya ke televisi?
Untuk menghubungkan dengan televisi, ada beberapa sambungan yang dapat digunakan. Pertama melalui composite audio/video connection, kedua melalui port HDMI, ketiga melaui SCART video connection dan yang terakhir melalui component video connection (Y/Pb/Pr).
Untuk lebih jelasnya, ikuti petunjuk berikut ini :
  • Composite video/audio connection, menggunakan kabel RCA dan hampir semua televisi mendukung koneksi ini karena koneksi RCA merupakan koneksi standard video dan audio. Sebelum memasang, pastikan anda tahu tentang funsi warna pada kabel. Warna kuning untuk sinyal  video, putih untuk channel audio kiri dan merah untuk channel audio kanan. Anda juga dapat menghubungkan channel audio ke sebuah amplifier atau sebuah speaker aktif
    Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
  • Kedua melalui port HDMI, dengan hanya menggunakan sebuah kabel HDMI, koneksi audio dan video dapat diterima dengan mudah. Untuk lebih jelasnya, lihat pada gambar.
    Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
  • Untuk televisi yang support dengan koneksi SCART dapat menggunkan port ini untuk berkomunikasi dengan Mobile Video HDD HV335T. Sayangnya, untuk SCART adaptor, tidak disediakan pada pembelian produk ini, jadi anda harus membelinya terlebih dahulu di toko elektronik.
    Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
  • Yang terakhir, konkesi melalui component video connection (Y/Pb/Pr). Dengan koneksi ini, anda akan mendapatkan kualitas video yang lebih baik dari pada anda menggunakan kabel RCA. Tetapi untuk mndapatkannya televisi yang anda miliki harus support dengan koneksi ini dan kualitas dari file video memang baik.
    Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
Sebagai tambahan, ada port tambahan Optical Audio Connection. Dengan port ini, anda dapat bereksperimen lagi dengan audio keluaran dari alat ini. Tetapi, untuk mendapatkan kabelnya, anda harus membelinya di tempat lain karena vendor tidak menyertakan kabel ini pada paket penjualannya.
Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
Bagaimana memainkan musik, video maupun gambar pada Mobile Video HDD, HV335T pada televisi?
  • Hubungkan alat ini dengan menggunakan kabel RCA atau HDMI sesuia dengan jenis televisi anda
  • Hidupkan Mobile Video HDD HV335T
  • Tekan tombol Standby pada remote control
  • Cari musik, video atau gambar yang ingin anda mainkan dengan menekan tombol anak panah, kemudian tekan tombol Play/Enter untuk memainkannya
Bagaimana mengkoneksikan alat ini dengan PC atau Notebook melalui kabel USB dan mengcopy file ke dalamnya?
  • Hubungkan adapter ke alat ini dan hubungkan ke stop kontak dari tegangan listrik
  • Sambungkan alat ini dengan kabel USB yang tersedia ke PC atau notebook. Jangan sampai salah, hubungkan ujung kabel USB tipe B ke port bagian belakang (cari ujung kabel yang mirip dengan kabel yang dihubungkan dengan port printer dan kemudian ujung yang satunya, yang seperti ujung Flash Disk,  hubungkan dengan PC atau notebook)
    Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
  • Hidupkan alat ini dengan cara menekan tombol ON di bagian depan
  • Secara otomatis, PC atau notebook akan secara otomatis akan mendeteksi alat ini seperti halnya mendeteksi sebuah hardisk eksternal atau flash disk
  • Copykan file yang ingin anda copy ke hardisk internal yang ada pada alat ini
  • Sesudah mengcopy semua file, disconnect alat ini dari PC atau notebook dengan menggunakan safe remove seperti yang biasa anda lakukan pada  Flash Disk
Sebagai tambahan, jika anda ingin menformat hardisk pada Mobile Video HDD HV335T, anda pun dapat melakukannya seperti saat menformat Flash Disk. Peringatan, proses ini akan menghapus semua data anda. Pastikan anda telah membackup file-file penting yang ada pada hardisk internal ini.
Bagaimana cara mengkoneksikan alat ini menggunakan LAN/Ethernet Card?
  • Gunakan konektor RJ45 dan kabel jaringan sebagai media untk mengkoneksikan dengan Router atau Hub. Atau, anda dapat menghubungkannya langsung dengan kartu jaringan yang ada di PC dengan syarat anda harus menggunakan kabel LAN dengan sambungan silang/Cross (coba konsultasikan dengan teknisi jaringan/komputer untuk mendapatkan kabel dengan sambungan Cross)
    Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
  • Hubungkan alat ini dengan televisi anda
  • Hidupkan alat ini dengan menekan tombol power di bagian depan
  • Tekan tombol Standby pada Remote Control
  • Mobile video HDD akan secara otomatis melakukan konfigurasi sesuai dengan konfigurasi jaringan yang ada. Setelah itu, anda dapat memainkan file musik, video atau gambar yang telah di-share pada jaringan tersebut.
Sesuai dengan yang tertera pada manualnya, Mobile Video HDD HV335T telah mendukung jaringan DHCP dan protokol SAMBA untuk konektifitasnya, sehingga anda dapat menggunakannya pada jaringan yang kompleks sekalipun. Untuk mendapatkan support tambahan, coba konsultasikan dengan administrator yang menangani jaringan di tempat anda sebelum memasang alat ini.
Bagaimana mengkoneksikan alat ini dengan jaringan Wireless?
Sebelum mengkoneksikan Mobile Video HDD HV335T dengan jaringan wireless, harus anda ketahui produk ini hanya support dengan wireless controler 802.11g (Realtek RTL8187B) dan 802.11n (RTL8192/RTL8191SU). Selain dari itu, perangkat wireless tidak akan kompatibel dengan produk ini. Jadi konsultasikan dulu dengan pihak vendor/distributor untuk mndapatkannya. Langkah-langkah untuk mengkonesikan alat ini dengan wireless adalah sebagai berikut :
  • Koneksikan wireless dengan USB port yang ada di bagian depan (di sebelah kanan bawah dari tombol power)
  • Hubungkan alat ini dengan televisi anda
  • Hidupkan televisi anda dan atur agar input device berasal dari Mobile Video HDD HV335T
  • Nyalakan Mobile Video HDD HV335T dengan menghubungkan kabel power ke tegangan listrik, kemudian tekan tombol power di depan dan tekan tombol Standby pada remote control
  • Ketika menu Home muncul di layar televisi anda, pilih Setup dan tekan tombol Enter pada Remote Control
  • Pilih Network dan tekan tombol Enter pada Remote Control
    Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan Image
  • Alat ini akan mencari dan memunculkan daftar dari jaringan wireless yang tersedia. Pilih jaringan yang akan anda gunakan dan tekan tombol Enter pada Remote Control. Beberapa jaringan wireless akan meminta anda untuk memasukkan username dan password. Apabila diminta, pada layar televisi anda akan muncul sebuah virtual keyboard yang dapat anda gunakan untuk memasukkan username dan password. Virtual keyboard ini hanya mndukung huruf kecil, huruf besar dan angka dan tidak mendukung karaktr simbol seperti %,#,@ dan simbol-simbol yang lainnya. Jadi, jika password yang anda gunakan menggunakan kombinasi simbol, mintalah pada administrator untuk mnggantinya dengan angka atau huruf kemudian gunakan alat ini.
  • Setelah semua proses selesai, silahkan kembali ke menu utama dan gunakan alat ini bersama jaringan wireless yang telah anda konfigurasi.
Mobile Video HDD HV335T, Multimedia Player Mengagumkan ImageKesimpulan pengujian yang kami lakukan, Mobile Video HDD HV335T ini mempunyai kualitas baik. Ketersediaan koneksi USB dan LAN memudahkan kita untuk mengcopy dari PC atau notebook ke alat ini. Ditambah lagi, dukungan dari pihak vendor yang menyediakan sebuah teknologi yang support untuk digunakan dengan protokol SAMBA memudahkan kita untuk mengeksplorasikannya pada sebuah system jaringan yang kompleks sekalipun.
Adanya port USB untuk flash disk atau HDD eksternal, juga menjadi sebuah keunggulan dari alat ini. Jadi dengan sebuah USB flash disk atau HDD eksternal, kita dapat mengkoneksikan alat ini tanpa harus menghubungkanya dengan sebuah PC atau notebook.
Banyaknya format file yang didukung, mulai dari video, audio maupun gambar, tidak akan menyulitkan kita untuk mengkopikan file multimedia favorite ke alat ini kita tanpa harus mengkonvertnya terlebih dahulu ke bentuk yang lain.
Sayangnya, mengoptimalkan penggunaan alat ini, anda harus menyediaakan dana tambahan untuk membeli sebuah Hardisk SATA mengingat pada paket penjualan produk ini, tidak sediakan sebuah hardisk didalamnya. Oleh karena itu juga, produk ini dibandrol dengan harga yang tidak begitu mahal meskipun memiliki banyar fitur menarik dan kualitas yang baik.
Semua tergantung konsumen, ingin memiliki Mobile Video HDD HV335T ini untuk melengkapi home theater di rumah anda dengan syarat harus menyediakan dana tambahan untuk membeli sebuah Hardisk SATA, atau ingin mencoba produk yang lainnya?

Home Theater

Buffalo Home Theater

Buffalo Home Theater ImagePada artikel sebelumnya, kami telah me-review 3 produk buffalo yaitu Buffalo Wireless N150 Router WCR-GN Technology, Buffalo Link Station Live dan Buffalo Link Theater LT-V100 Network HD Media Player. Sekarang kami akan mencoba membuat tutorial bagaimana membuat ketiga alat ini bekerja secara bersamaan dan membuat sebuah home theater di rumah anda.
Persiapkan ketiga produk ini dan sipakan sebuah monitor atau televisi yang support dengan analog audio-video input. Lebih bagus lagi kalau anda menyiapkan sebuah monitor atau televisi yang support dengan HDMI input yang akan membuat kualitas dari video home theater lebih mantap (Tentunya, kualitas video file aslinya harus bagus karena tidak akan menghasilkan efek apa-apa jika anda menyipakan sebuah file video dengan kualitas rendah tetapi menginginkan kualitas video yang bagus dari HDMI).
Persipakan juga sebuah notebook atau PC yang punya perangkat wireless sebagai media yang akan kita gunakan sebagai control utama dari semua perangkat. Notebook atau PC ini hanya diperlukan saat setting IP address, copy data pada buffalo link station hardisk drive dan beberapa setting wireless router.
Buffalo Home Theater Image Buffalo Home Theater Image Buffalo Home Theater Image
Pertama kali, yang harus anda lakukan adalah merencanakan range IP address yang akan digunakan. Tentukan juga subnet mask dri IP address yang anda gunakan karena akan mempermudah anda untuk mengkoneksikan ketiga peralatan ini. Oke, kita tentukan subnet mask dan IP address dari ketiga alat ini.
  • Subnet mask : 255.255.255.0
  • Range IP address : 192.168.11.xxx (xxx mencakup angka 1 sampai dengan 254)
  • IP address Buffalo Wireless N150 router : 192.168.11.1 (Default IP address dari Buffalo Wireless N150 router)
  • IP address Bufalo Link Station Live : 192.168.11.100 (Kita gunakan IP address 192.168.11.xxx, mengikuti range dari IP yang kita tetapkan)
  • IP address Buffalo Link Theater LT-V100 Network HD Media Player : 192.168.11.111 (Anda bisa menggunakan IP yang lain antara 1 s/d 254 asal belum terpakai alat yang lain)
  • Wireless PC/Notebook : 192.168.11.48 (Angka ini hanya selera kami saja, anda bisa menggunakan angka lain).
Selanjutnya, atur IP address perangkat masing-masing sesuai dengan IP address yang kita tetapkan.
Setting IP address dan subnet mask Buffalo Wireless N150 router dengan menggunakan web admin yang di sediakan. Jangan lupa juga untuk setting wireless sesuai dengan kondisi jaringan di tempat anda. Jika anda belum mengetahui bagaimana cara melakukannya, baca 7 langkah pertama Internet Connection Sharing pada Buffalo Wireless N150 Router WCR-GN Technology.
Buffalo Home Theater Image
Kemudian, setting IP  address dan subnet mask dari Bufalo Link Station Live dengan menggunakan software Buffalo NASNavigator. Gunakan sebuah kabel LAN untuk setting IP address pada Buffalo Link Station Live.
Buffalo Home Theater Image
Anda juga bisa menggunakan web admin untuk mengatur IP address dari Buffalo Link Station Live.
Buffalo Home Theater Image
Test semua koneksi dengan melakukan ping ke peralatan yang telah anda setting.
Buffalo Home Theater Image
Hubungkan perangkat Buffalo Link Theater LT-V100 dengan monitor atau televisi yang telah anda persiapkan. Anda punya dua pilihan apakah menggunakan HDMI atau video analog. Sesuaikan dengan kondisi monitor atau televisi yang anda gunakan.
Kemudian, setting IP address dan subnet mask dari Buffalo Link Theater LT-V100 dengan menggunakan remote control yang disediakan. Pilih menu Setup, Network, Wired LAN Setup, FIX IP (Manual) dan tentukan IP address dengan menggunakan tombol anak panah ke bawah dan ke atas untuk merubah. Pilih OK dan pilih Confirm.
Buffalo Home Theater Image
Setelah semua IP address di tetapkan, hubungkan Wireless N150 router dengan menggunakan kabel LAN dan konektor RJ45. Hal yang sama harus anda lakukan pada Buffalo Link Theater LT-V100 Network HD Media Player. Gunakan port warna hitam pada wireless N150 router untuk menghubungkan keduanya.
Buffalo Home Theater Image
Ketiga perangkat sudah terhubung, sekarang yang perlu anda lakukan adalah mencoba mentransfer data dari PC atau Notebook ke Buffalo hard disk drive. Caranya, koneksikan wireless pada notebook atau PC ke Wireless N150 router. Jika ingin lebih stabil, setting manual IP address pada PC atau notebook dengan 192.168.11.48 dan subnet mask 255.255.255.0.
Buffalo Home Theater Image
Buffalo Home Theater Image
Sekarang buka share file pada Buffalo Link Station Live dengan cara klik Start, Run kemudian ketikkan \\92.168.11.100 kemudian tekan enter. Buka folder share dan copy-kan file musik, movie atau image seperti biasa.
Buffalo Home Theater Image
Sekarang, coba cari file yang telah anda copy tadi dengan menggunakan menu pada layar menggunakan remote control. Buka menu All, Network Folder, WorkGroup, LS_CHL_V***, share dan file yang telah anda copy-kan tadi. Coba buka file yang telah anda copy dan mainkan dengan Buffalo Link Theater LT-V100 Network HD Media Player.
Kesimpulan :
Sebuah home theater telah tersaji di depan anda. Mungkin agak ribet, tetapi dengan ketiga perangkat ini anda tidak perlu lagi kesulitan untuk memainkan video, musik maupun melihat foto tanpa perlu menggunakan sebuah PC atau notebook. Jika ingin lebih simple, gunakan Buffalo Link Theater LT-V100 Network HD Media Player dengan sebuah flash disk atau media penyimpan data lain seperti Bufalo Link Station Live.
Buffalo Home Theater Image
Selamat mencoba dan jadikan buffalo sebagai home theater yang akan mengisi kebahagiaan di rumah anda bersama keluarga tercinta.

HDMI (High-Definition Multimedia Interface)

HDMI = Kabel Koneksi Standar Masa Depan

  

      Belakangan ini mungkin kita sering mendengar mengenai koneksi HDMI (High-Definition Multimedia Interface). Apa sih itu sebenarnya?
      HDMI adalah sebuah kabel HD untuk menghubungkan beberapa peralatan elektronik mulai dari home entertainment sampai komputer tetapi bedanya HDMI bisa menggantikan fungsi beberapa kabel sekaligus.
     Contoh paling mudahnya seperti ini, bila anda ingin menghubungkan DVD player dengan TV, biasanya minimal anda butuh 2 kabel yaitu kabel untuk audio dan satu lagi kabel untuk video. Dengan HDMI maka kedua kabel tersebut bisa digabungkan menjadi satu sehingga instalasi lebih mudah dan tidak repot.
       Anda yang pernah membeli mesin konsol seperti PS3 dan XBox 360 pasti familiar dengan HDMI. HDMI atau High Definiton Multimedia Interface adalah salah peralatan audio/video digital tanpa kompresi yang didukung oleh industri.
Ketika membeli konsol, penjual sering menawarkan anda untuk membeli kabel konektor HDMI. Tawaran pun beragam mulai dari yang murahan hingga yang mahal (premium). Konon, kabel HDMI premium berharga mahal karena menggunakan lapisan emas murni sebagai konduktornya. Emas, dikatakan merupakan logam penghantar listrik yang mumpuni, sehingga kualitas gambar HDMI yang dihasilkan konsol ke layar akan berbeda.
       Namun penyelidikan terbaru dari Digital Foundry (DF) menunjukkan fakta yang mengejutkan. Ternyata, kabel HDMI premium memberikan kualitas yang sama saja dengan kabel HDMI biasa / murah. Bahkan kabel HDMI resmi dari SONY dikatakan tidak perlu memiliki lapisan emas.
Penyebabnya sederhana, hal ini dikarenakan sifat HDMI yang digital. Sehingga kualitas akan terus terjaga karena sifat digital yang “1″ (nyala) dan “0″ (mati).
       Akan tetapi dari hasil tes yang dilakukan oleh DF, ditemukan adanya artifak digital. Artifak adalah distorsi grafis yang menyebabkan gambar pada game yang dimainkan menjadi tidak rata (ini juga ditemukan pada game PC, terutama pada PC yang VGA nya sudah berumur atau mengalami kerusakan).
       Dengan kabel HDMI maka ada beberapa transmisi yang bisa dilakukan yaitu pengganti kabel video, kabel suara/ audio dan terakhir adalah data.
Keberadaan HDMI disini tidak terbatas hanya sebagai kabel serba bisa tetapi juga mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan kabel biasa yaitu:

Kecepatan

Mempunyai kecepatan transfer data sampai 10.2 GB per detik sehingga   akan menghasilkan kualitas gambar dan suara yang lebih baik.

Komunikasi 2 arah

    HDMI juga mampu berkomunikasi secara 2 arah sehingga antara alat yang satu dengan yang lainnya dapat berinteraksi. Dalam hal ini, misal sebuah HDTV (High Definition TV) dengan DVD Player, singkatnya dapat saling berkomunikasi untuk mendapatkan setting terbaik agar gambar tampil secara optimal.
       Penggunaan kabel HDMI tentu saja tidak bisa digunakan secara langsung karena sebelumnya anda harus memastikan bahwa alat yang anda miliki sudah mendukung koneksi HDMI ini. Tetapi seiring perkembangan teknologi ini sendiri, koneksi HDMI akan menjadi koneksi standar seperti sebuah koneksi USB yang sudah ada di semua komputer.
       Perkembangan terakhir dari teknologi HDMI ini yang ditandai dengan peluncuran HDMI ver. 1.4 yang mampu menjadikan kabel HDMI sebagai  pengganti kabel ethernet.
       Di sini kami menyediakan kabel HDMI standar untuk PS3, XBOX 360, dan DVD full HD dengan harga promo. temen2 semua bisa pesan lewat komentar di posting ini, atau lewat facebook. atau sms/tlpn ke 085722290465 (agung).

Harga HDMI 1m standar Rp 70.000,-



HDMI 1.4

3D, ARC and Ethernet capable HDMI 1.4 hardware announced, still a long way off

The new HDMI 1.4 spec adds a host of new features (and, most likely, a lot of new ways to get scammed on cable purchases) but for those excitedly anticipating Audio Return Channel, HDMI Ethernet Channel and 3D over HDMI should know Silicon Image has announced its first line of chips supporting them. Destined for HDTVs, receivers, Blu-ray players and the like, the new port processor and transmitter have the extremely specific sample delivery date of "second half of 2009" so while we certainly don't expect to see any actual hardware until well into next year, keep an ear to the ground if you're considering an upgrade before then.

HDMI Cables Yield Different Results


Why 2 Short HDMI Cables Yield Different Results

Why did two relatively inexpensive 1-meter cables yield different results when tested by DPL Labs?


image
When it comes to HDMI performance, let me restate that reliability has been the major issue, and it usually surfaces with people breaking the rules.

This is not new, we’ve been following specification rules since the invention of the wheel, so why has it now taken such a toll?

In our experience, some manufacturers have shown a lack of competency in making HDMI products right the first time and continuing that over the products’ life span. It is absolutely false that all cables are the same, even at short lengths.

DPL Labs is more than just a certification company. It offers additional services that manufacturers, vendors, retail operations and even distribution firms look deep into when they are either buying or building products to verify that the integrity is what they were promised.

These are called PDRs (Provisional Design Reviews). This service provides testing and examination of cables, Blu-ray players, switchers, A/V receivers and baluns from many firms.

Here’s an example: Two relatively inexpensive 1-meter cables came in for testing. They were being used with cable TV, so not such a big deal. When tested with one TV, however, only one of the cables worked, but with another TV they both worked. They were from two different manufacturers, and we were supplied two of each cable.

Upon testing and inspection we found that the integrity of the serial interface used to communicate the HDCP and EDID on one cable proved to be substantially slower in response compared to another cable that did work. By using different loads we were able to see, by way of an oscilloscope, that the rise times of these serial channels were very different. In an effort to expose why, we dissected each product.

Neither cable supported a shielded wrap around the video channels … that’s a first no-no. They both don’t twist the serial wires … sort of a no-no. However, the one that failed used a very thin solid gauge wire size for the HDCP/EDID channel compared with the cable that worked. The HDCP/EDID wires within the cable that failed are at least two times smaller in diameter than the one that worked. That smaller diameter HDMI cable was easy to bend and connect, but the consequences were dire, because the installer had no other cables to replace these, and it took yet another trip to the site to clear it all up.

Could the cable company still have made a thinner diameter cable with enough integrity for it to work with more devices? Yes! All it had to do was determine the intended cable length and predict, to some standard, the gauge of wires needed to support the video, supply voltage and the HDCP/EDID lines. Of course, the cable would not be the best cable in the world, but it sure would have had a better chance by decreasing the gauge of the video wires and increasing the gauge to the HDCP/EDID wires. When you make a product that sells for cheap, it becomes a give-and-take.

This example is not to say you must go out and purchase the most expensive cable either.

So what do you do? Buy from the people that can explain their differences with factual data, and not from the jacket style, color or price alone. Remember, one return visit can cost you time, money and grief.

HDMI 1.4 Delivers Ethernet

HDMI 1.4 Delivers Ethernet and Upstream Audio Over 1 Cable

IP-enabled A/V products no longer need an Ethernet cable to connect; HDMI 1.4 does it all, including two-way audio.


image
HDMI 1.4 delivers two big features that earlier specs lacked: data and bi-directional audio. The new capabilities could eliminate the need for extra Ethernet and audio cables -- a single HDMI can do the trick.

Two-Way Data


With transfer speeds of up to 100 Mbps, the HDMI Ethernet Channel (HEC) will enable countless IP-based applications that previously required a dedicated Cat 5 cable connected to the home network.

Now, instead of running Ethernet to every component in an A/V stack, only one device needs to be connected to the network via Cat 5+. The rest of the devices get their IP connectivity over HDMI.

Internet connection sharing is one of the "clear" applications that will come out of the new feature set, according to Steve Venuti, president of HDMI Licensing LLC. "But I honestly think we don't know all of the applications people will come up with."

The HDMI group itself is not creating applications for the Ethernet channel. The functionality will come from UPnP and other providers, Venuti says. "This is pure pipe."

Research firm Instat reports that 24% of all consumer electronic devices will require Ethernet in 2009. All game consoles and digital media adapters will be networked in 2009, along with 80% of Blu-ray devices and 72% of PVR/DVRs, Instat estimates.

Assuming all of those devices are also connected via HDMI to other components, consumers could eliminate that many Cat 5 cables from the clutter.

image
HDMI without HDMI Ethernet Channel (left); HDMI 1.4 with HEC

HEC requires much more than a firmware update or other quick fix. The solution will need to be implemented in HDMI cables as well as the components.

The architecture of the cable changes little. "The difference in cable is not visible to the naked eye," Venuti says. "but you will need a cable that says 'high-speed with Ethernet.'"

HDMI developers have always reserved extra pins for data, he explains; they're just now getting around to implementing.

Upgrading devices to HDMI 1.4 will take some effort. Manufacturers will need a new chip and possibly some kind of Ethernet switching mechanism.

The group anticipates that some TV and settop box manufacturers may "go all out," Venuti says, possibly with built-in processors and software to stream content to and from other sources.

Two-Way Audio


As long as you're losing an Ethernet cable, why not drop the audio cable as well?

HDMI 1.4 provides for an audio return channel (ARC) that enables upstream audio over HDMI.

"What if you have a built-in tuner at the TV?" Venuti says. "How would you get the audio back to the receiver? You would need a separate cable like an S/PDIF."

Not anymore. HDMI 1.4 can handle the audio both upstream and downstream … along with HD video and two-way data.

image
HDMI without audio return channel (left); HDMI 1.4 with ARC.

HDMI 1.4 Roll-out


Venuti anticipates that the roll-out of HDMI 1.4 will mirror that of 1.3 in terms of adoption rates among A/V vendors.

The spec will be available for download by the end of June and and we'll probably see some compatible products in time for CES in January 2010.

In addition to Ethernet and upstream audio, HDMI 1.4 supports:
  • HD resolutions up to 4096x2160
  • 3D up to 1080p definition
  • "Real-Time Content Recognition" (adjusting video settings automatically based on connected device)
  • Additional color spaces, especially for digital still cameras
  • Micro connectors
  • Automotive connectors
(Read the HDMI 1.4 press release.)

What a development! HDMI 1.3 didn't bring anything discernible to the everyday TV viewer.

"1.3 was more about bandwidth, more of the same," says Venuti. "This, I think, is a whole new paradigm. It gives us a whole new ability to do things we've never done before.

HDMI Ethernet

HDMI Ethernet Channel

**www.hdmi.org
HDMI Ethernet Channel technology consolidates video, audio, and data streams into a single HDMI cable, combining the umatched signal quality and convenience of HDMI connectivity with the power and flexibility of home entertainment networking. It incorporates a dedicated data channel into the HDMI link, enabling high-speed, bi-directional networking at up to 100 Mb/sec.

With networking capabilities now available in a wide range of IP-enabled home entertainment devices, from TVs and gaming consoles to DVRs and more, adding an Ethernet channel is a big step forward in the evolution of the HDMI standard. Consumers can enjoy all the benefits of Ethernet connectivity via HDMI, and further simplify their systems by eliminating the need for separate Ethernet cables.
  • Accommodates current and future IP-based networking solutions for consumer electronics, including DLNA, IPTV, LiquidHD, and UPnP.
  • Allows multiple connected devices to share an Internet connection.
  • Enables native-format content distribution between connected devices, including recording and playback across a networked system.
  • Provides a true one-cable solution for all your home entertainment needs, offering HDMI’s world-class quality and reliability plus all the benefits of home entertainment networking in one powerful connection.
How to Ensure HDMI Ethernet Channel functionality in your Home Theater System
  • Look for devices that include HDMI Ethernet Channel functionality.
  • Be sure to connect devices with one of the new cables designed to support HDMI Ethernet Channel functionality, either the Standard HDMI Cable with Ethernet or the High Speed HDMI Cable with Ethernet. (more)
  • Connect your devices through HDMI Ethernet Channel-enabled HDMI ports. HDMI Licensing has strongly recommended that Adopters label all HDMI Ethernet Channel-enabled HDMI ports with the letters "HEC" for easy identification, but does not require manufacturers to do so. Please check with your manufacturer to determine which HDMI ports (if any) will support HDMI Ethernet Channel functionality.

Key Benefits

  • Consolidation of HD video, audio, and data in a single cable
  • Enables high speed bi-directional communication
  • Enables IP-based applications over HDMI
  • Transfer speeds up to 100 Mb/sec

Senin, 15 Agustus 2011

Hitung Subnetting



Cara Menghitung Subnetting


Berikut Adalah bahan Bacaan  Tentang Perhitungan Subnetting, yang menurut saya bagus untuk di jadikan referensi.

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
  5. Subnet
    192.168.1.0
    192.168.1.64
    192.168.1.128
    192.168.1.192
    Host Pertama
    192.168.1.1
    192.168.1.65
    192.168.1.129
    192.168.1.193
    Host Terakhir
    192.168.1.62
    192.168.1.126
    192.168.1.190
    192.168.1.254
    Broadcast
    192.168.1.63
    192.168.1.127
    192.168.1.191
    192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
  5. Subnet
    172.16.0.0
    172.16.64.0
    172.16.128.0
    172.16.192.0
    Host Pertama
    172.16.0.1
    172.16.64.1
    172.16.128.1
    172.16.192.1
    Host Terakhir
    172.16.63.254
    172.16.127.254
    172.16.191.254
    172.16.255.254
    Broadcast
    172.16.63.255
    172.16.127.255
    172.16.191.255
    172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan 
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya 
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2
Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.
Source Mas Rommy.
REFERENSI
  1. Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
  2. Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
  3. Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.
Berikut soal latihan, tentukan :
a) Alamat Subnet Mask,
b) Alamat Subnet,
c) Alamat Broadcast,
d) Jumlah Host yang dapat digunakan,
e) serta Alamat Subnet ke-3

dari alamat sebagai berikut:
1. 198.53.67.0/30
2. 202.151.37.0/26
3. 191.22.24.0/22

Saya coba berhitung-hitung seperti demikian 

1. 198.53.67.0/30 –> IP class C:

Subnet Mask: /30 = 11111111.11111111.11111111.11111100 = 255.255.255.252
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22 – 2 = 2 host
Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
jadi blok Subnet: 0, 4, 8, 12, dst…
Host dan broadcast yang valid:


Maka dari perhitungan diperoleh:

  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.252
  • Alamat Subnet: 198.53.67.0, 198.53.67.4, 198.53.67.8, 198.53.67.12, … , 198.53.67.252
  • Alamat Broadcast: 198.53.67.3, 198.53.67.7, 198.53.67.11, 198.53.67.15 … 198.53.67.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 64×2 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 198.53.67.8
2.202.151.37.0/26 -> IP class C
Subnet Mask: /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000 = 255.255.255.192
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 22 = 4 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet: 256 – 192 = 64, blok berikutnya: 64+64 = 128, 128+64 = 192
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 64, 128, 192
Host dan broadcast yang valid:



Maka dari perhitungan diperoleh:

  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.192
  • Alamat Subnet: 202.151.37.0, 202.151.37.64, 202.151.37.128, 202.151.37.192
  • Alamat Broadcast: 202.151.37.63, 202.151.37.127, 202.151.37.191, 202.151.37.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 4×62 = 248
  • Alamat Subnet ke-3: 202.151.37.128
3.191.22.24.0/22 –> IP class B
Subnet Mask: /22 = 11111111.11111111.11111100.00000000 = 255.255.252.0
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22– 2 = 2 host
Jumlah Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 4, 8, 12, 16, dst…

Alamat host yang valid:

  • Alamat Subnet Mask: 255.255.252.0
  • Alamat Subnet: 191.22.24.0, 191.22.24.4, 191.22.24.8, …, 191.22.24.252
  • Alamat Broadcast: 191.22.24.3, 191.22.24.7, 191.22.24.11, …, 191.22.24.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 2×64 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 191.22.24.8

HDMI pada Ponsel Pintar

Demo kabel HDMI pada Ponsel Pintar (by Otakku.com)

Pada review Sony Ericsson Xperia ARC yang lalu kami tidak sempat mendemokan fitur HDMI yang ada di ponsel Android ini dikarenakan tidak ada yang jual kabel HDMI untuk ponsel ini pada saat itu. Dengan penggunaan kabel HDMI ini membuat kita tidak repot karena kabel ini boleh dibilang menggabungkan 2 buah fungi yaitu untuk sebagai kabel audio dan video (silahkan baca tentang HDMI kalau belum jelas).

Fitur HDMI yang ada di ponsel pintar belakangan ini membuat kita dengan mudah menyambungkannya ke sebuah HDTV yang memang port HDMI sudah menjadi standar. Kami membeli kabel HDMI yang punya panjang kabel 1,5 m dan kami beli dengan harga sekitar hampir Rp. 400.000 ketika kami di Jepang sana. Memang agak telah nih membahasnya. :-)
Tidak perlu repot-repot, cukup colok kabel HDMI ke ponsel dan HDTV, tekan tombol HDMI yang ada di remote TV dan semua tampilan ponsel akan pindah ke layar TV. Tujuannya apalagi untuk bisa bermain, browsing dan paling penting bisa menunjukkan foto dan video liburan anda di layar HDTV dibandingkan di layar ponsel. Sayangnya ketika kita menyambungkan ke HDMI, otomatis layar berubah ke horisontal dan tidak bisa ditampilkan vertikal tetapi bukan masalah juga karena memang lebih nyaman dengan posisi horisontal.
Seperti kami singgung diatas, selain bisa menampiilkan gambar, kabel HDMI ini juga bisa mentransmisikan sinyal audio sehingga apa yang kita dengar di ponsel bisa didengar langsung di HDTV sehingga saat nonton video atau dengar musik jauh lebih nyaman dengan HDMI ini.
Silahkan lihat video yang kami buat diatas. :-)
 
 
 
Sumber berita
HDMI Cable for Smartphone (by Otakku.com)

Port HDMI


Apa Itu Port HDMI (Hing Definition multimedia Interface)...........?


Belakangan ini mungkin kita sering mendengar mengenai koneksi HDMI (High-Definition Multimedia Interface). Konektor ini juga dapat ditemukan pada laptop tipe terbaru. HDMI adalah sebuah kabel HD untuk menghubungkan beberapa peralatan elektronik mulai dari home entertainment sampai komputer tetapi bedanya HDMI bisa menggantikan fungsi beberapa kabel sekaligus.
Contoh paling mudahnya seperti ini, bila anda ingin menghubungkan DVD player dengan TV, biasanya minimal anda butuh 2 kabel yaitu kabel untuk audio dan satu lagi kabel untuk video. Dengan HDMI maka kedua kabel tersebut bisa digabungkan menjadi satu sehingga instalasi lebih mudah dan tidak repot.



Dengan kabel HDMI maka ada beberapa transmisi yang bisa dilakukan yaitu pengganti kabel video, kabel suara/ audio dan terakhir adalah data.
Keberadaan HDMI disini tidak terbatas hanya sebagai kabel serba bisa tetapi juga mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan kabel biasa yaitu:
Kecepatan
Mempunyai kecepatan transfer data sampai 10.2 GB per detik sehingga akan menghasilkan kualitas gambar dan suara yang lebih baik.
Komunikasi 2 arah
HDMI juga mampu berkomunikasi secara 2 arah sehingga antara alat yang satu dengan yang lainnya dapat berinteraksi. Dalam hal ini, misal sebuah HDTV (High Definition TV) dengan DVD Player, singkatnya dapat saling berkomunikasi untuk mendapatkan setting terbaik agar gambar tampil secara optimal.
Penggunaan kabel HDMI tentu saja tidak bisa digunakan secara langsung karena sebelumnya anda harus memastikan bahwa alat yang anda miliki sudah mendukung koneksi HDMI ini. Tetapi seiring perkembangan teknologi ini sendiri, koneksi HDMI akan menjadi koneksi standar seperti sebuah koneksi USB yang sudah ada di semua komputer.
Perkembangan terakhir dari teknologi HDMI ini yang ditandai dengan peluncuran HDMI ver. 1.4 yang mampu menjadikan kabel HDMI sebagai pengganti kabel ethernet.
Tetapi mungkin sebagai kabel data, HDMI memiliki satu kekurangan yaitu panjang kabel HDMI ini sendiri direkomendasikan antara 7 – 30 m saja sedangkan untuk lebih dari itu, dibutuhkan alat tambahan lain.

VGA to HDMI


Atlona VGA to HDMI: konverter sinyal VGA ke HDMI

Saat ini, banyak sekali yang mau menyambungkan komputer/ notebooknya ke TV LCD/ HDTV tetapi karena keterbatasan koneksi maka keinginan punya layar besar selalu urung dilakukan. Atlona VGA to HDMI Scaler/Converter (USB Powered) adalah sebuah alat konversi daru VGA ke HDMI yang memanfaat daya listrik yang berasal dari koneksi USB.

Dengan ini, kita bisa menyambungkan sebuah HDTV yang biasanya hanya punya koneksi HDMI melalui port VGA yang ada di notebook atau komputer. Untuk ouput suara juga bisa dilakukan di satu alat ini karena sudah tersedia kabel jack audio 3.5 mm jadi tidak perlu repot lagi untuk alat tambahan untuk mengeluarkan suara ke HDTV.
AT-HDView bisa menghasilkan resolusi oputput ke HDTV anda dengan berbagai macam resolusi mulai dari 480p@60, 720p@60, 1080p@60, 1280×800@60, 1366×768@60, 1920×1200@60.
AT-HDView dijual dengan harga US$ 119 (sekitar Rp. 1.15 juta).
 
Sumber berita
Atlona VGA to HDMI Scaler/Converter (USB Powered)

Versi kabel HDMI


Penjelasan kabel HDMI – versi kabel HDMI

**kabelaudio.com
Blu-ray Disc di perkenalkan pada tahun 2006, mampu menghadirkan fitur format audio HD yang membutuhkan koneksi HDMI untuk hasil terbaik. Dolby Digital Plus (DD+), Dolby TrueHD, dan DTS-HD Master Audio memerlukan kapasitas koneksi yang melebihi kapasitas transfer kabel S/PDIF. Kabel HDMI 1.3 dapat menyalurkan sinyal data DD+, TrueHD, dan nd DTS-HD yang masih terkompres (belum di decode) sehingga AV receiver yang telah memiliki fasilitas decode format tersebut dapat meng-decode data audio dalam bentuk terkompresi.
Konten kepingan Blu-ray dapat memerintahkan Blu-ray disc player untuk mencampur sinyal audio terkompres dengan sinyal audio yang telah di-decode dan kedua sinyal ini dapat bersamaan disalurkan oleh kabel HDMI. Beberapa alat pemain Blu-ray selalu men-dekode sinyal digital menjadi sinyal audio analog dengan keluaran LPCM dan sinyal audio analog multi channel ini dapat disalurkan melalui kabel HDMI dengan syarat AV receiver men-supports input audio multi-channel LPCM dengan koneksi HDMI. Selanjutnya kabel HDMI juga men-supports format HDCP, yang menghasilkan repro audio resolusi tinggi yang hanya dapat disalurkan dengan kabel HDMI 1.3.
HDMI VERSI
HDMI Vibrate
KETERANGAN TABEL:
A. 36-bit support is mandatory for Deep Color compatible CE devices with 48-bit support being optional.
B. Maximum resolution is based on CVT-RB blanking which is a VESA standard for non-CRT based displays.[86] Using CVT-RB blanking 1920×1200 would have a video bandwidth of 3.69 Gbit/s and 2560×1600 would have a video bandwidth of 8.12 Gbit/s.
C. Using CVT-RB blanking would have a video bandwidth of 8.12 Gbit/s.
D. Using CVT-RB blanking would have a video bandwidth of 7.91 Gbit/s.
E. Using CVT-RB blanking would have a video bandwidth of 7.39 Gbit/s.
F. Even for audio bitstream formats that a given HDMI version cannot transport it may still be possible to decode the bitstream in the player and transmit the audio as PCM with no loss of quality.
G. CEC has been in the HDMI specification since version 1.0 but has only begun to be used in CE products with HDMI version 1.3a.
H. Playback of SACD may be possible for older HDMI versions if the signal source (such as the Oppo 970) converts to LPCM. For those receivers that have only PCM DAC converters and not DSD this means that no additional resolution loss occurs.
I. Large number of additions and clarifications for CEC commands. One addition is CEC command allowing for volume control of an AV receiver.

Koneksi HDMI: akan menjadi koneksi standar di masa depan

Belakangan ini mungkin kita sering mendengar mengenai koneksi HDMI (High-Definition Multimedia Interface). Apa sih itu sebenarnya?
HDMI adalah sebuah kabel HD untuk menghubungkan beberapa peralatan elektronik mulai dari home entertainment sampai komputer tetapi bedanya HDMI bisa menggantikan fungsi beberapa kabel sekaligus.
Contoh paling mudahnya seperti ini, bila anda ingin menghubungkan DVD player dengan TV, biasanya minimal anda butuh 2 kabel yaitu kabel untuk audio dan satu lagi kabel untuk video. Dengan HDMI maka kedua kabel tersebut bisa digabungkan menjadi satu sehingga instalasi lebih mudah dan tidak repot.
Dengan kabel HDMI maka ada beberapa transmisi yang bisa dilakukan yaitu pengganti kabel video, kabel suara/ audio dan terakhir adalah data.
Keberadaan HDMI disini tidak terbatas hanya sebagai kabel serba bisa tetapi juga mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan kabel biasa yaitu:
Kecepatan
Mempunyai kecepatan transfer data sampai 10.2 GB per detik sehingga   akan menghasilkan kualitas gambar dan suara yang lebih baik.
Komunikasi 2 arah
HDMI juga mampu berkomunikasi secara 2 arah sehingga antara alat yang satu dengan yang lainnya dapat berinteraksi. Dalam hal ini, misal sebuah HDTV (High Definition TV) dengan DVD Player, singkatnya dapat saling berkomunikasi untuk mendapatkan setting terbaik agar gambar tampil secara optimal.
Penggunaan kabel HDMI tentu saja tidak bisa digunakan secara langsung karena sebelumnya anda harus memastikan bahwa alat yang anda miliki sudah mendukung koneksi HDMI ini. Tetapi seiring perkembangan teknologi ini sendiri, koneksi HDMI akan menjadi koneksi standar seperti sebuah koneksi USB yang sudah ada di semua komputer.
Perkembangan terakhir dari teknologi HDMI ini yang ditandai dengan peluncuran HDMI ver. 1.4 yang mampu menjadikan kabel HDMI sebagai  pengganti kabel ethernet.
Tetapi mungkin sebagai kabel data, HDMI memiliki satu kekurangan yaitu panjang kabel HDMI ini sendiri direkomendasikan antara 7 – 30 m saja sedangkan untuk lebih dari itu, dibutuhkan alat tambahan lain.
Semoga artikel ini cukup berguna. :-)