link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Jumat, 23 September 2011

SAP

Konsep Database – RDBMS di SAP

April 27, 2011 Leave a comment
Mungkin rekan-rekan semua sudah tau jika salah satu komponen wajib di SAP adalah database (alias basis data) :)
Secara umum database ini merupakan tempat menyimpan semua data yang digunakan dan diakses oleh system SAP. Data yang disimpan tidak hanya data data transaksi, tetepi juga data system seperti program dan konfigurasi paramenter system. Lha untuk “mewadahi” database functionality, maka dalam susunan “tier” SAP (silakan dibaca posting terdahulu) ada blok database instance (atau populer juga disebut database server dalam kondisi database dan applikasi sap berada dalam mesin yang berbeda)
Salah satu keunggulan SAP adalah mereka cukup terbuka dengan berbagai macam platform database. Beberapa tipe database kelas dunia sudah kompatible dengan SAP seperti Oracle, MS SQL, IBM DB2, MAX DB dll. Tentu saja masing masing platform database memiliki kelebihan, kekurangan dan “harga” yang berbeda beda :)
Database Server yang digunakan oleh Sistem SAP merupakan Relational Database Management System (RDBMS). Kita dapat menerjemahkan RDBMS sebagai server yang mengatur hubungan antara data satu dengan yang lain dalam satu database system. Secara umum RDBMS dapat melakukan beberapa fungsi sebagai berikut :
  • Me-manage data dalam ukuran yang cukup besar untuk dapat diakses oleh banyak user sekaligus dalam waktu yang bersamaan
  • Me-maintain hubungan antar data dan table
  • Menjamin ketersediaan fungsi fungsi keamanan data berdasarkan konsep autorisasi (user dan object)
  • Mampu melakukan recovery data ke kondisi normal saat terjadi inconsistecy data 
  • Mampu melakukan pemrosesan banyak data dalam kecepatan tinggi
Dalam implementasinya di environment SAP, hanya administrator database boleh melakukan akses langsung ke database. Semua aktivitas data processing di SAP yang dilakukan oleh user akan dikendalikan sepenuhnya oleh workprocess di SAP (salah satu kernel aplikasi SAP) dimana untuk koneksi dari SAP application server ke SAP database server akan memanfaatkan functionality dari database client.
Semoga membantu,
-  Radityo Yudhiarto -

Document untuk SAP Goods Movements

April 5, 2011 Leave a comment
Masih terusan posting sebelumnya :)
When you enter a goods movement, you can work with or without a reference document. You can enter a goods receipt, for example, with reference to a production order or to a purchase order. However, you can also enter all  the necessary data manually. Documents that are created for posting goods movements and are the basis for the quantity and value update also serve as verification for the movement. The bookkeeping principle no posting without document is valid here.
Material document
The material document serves as verification for the goods movement and as a source of information for all subsequent applications. The material document consists of a header and at least one item. The header contains general data about the movement type, such as the date and delivery note number. The items describe the individual movements.A material document is identified by the document number and the material document year.
Accounting document
If the movement is relevant for Financial Accounting (in other words, if the movement leads to an update of the G/L accounts) the system creates an accounting document parallel to the material document.
In some cases — for example, for two material document items with different plants that belong to different company codes — the system creates several accounting documents for one material document. The G/L accounts affected by a goods movement are updated by automatic account determination.An accounting document is identified by the company code, the document number, and the fiscal year
Semoga membantu,
- Radityo Yudhiarto - 
Categories: SAP MM, Umum

Definisi SAP Goods Movement

April 5, 2011 Leave a comment
Co Pas dari MM training module, refresh dulu dari teknikal :)
Goods movements include both external”and internal movements. In general, a transaction that causes a stock change is marked as a goods movement. You can distinguish between goods receipts, goods issues, stock transfers, and transfer postings.
 A goods receipt (GR) is a goods movement in which the receipt of goods from both an external vendor and from production is posted. A goods receipt leads to an increase of warehouse stock.
A goods issue (GI) is a goods movement in which a material withdrawal, goods issue, material consumption, or goods shipment is posted to a customer. A goods issue leads to a decrease of warehouse stock.
A stock transfer is removal of materials from a particular storage location and placement into another storage location. Stock transfers can take place both within the same plant and between two plants.
A transfer posting is a superordinate term for stock transfers and changes the stock identification or qualification of a material, regardless of whether the posting is linked to a physical movement or not. Examples of a transfer posting include the release of the stock for quality inspection, the transfer posting from material to material, or the transfer of consignment material.
Semoga bermanfaat,
- Radityo Yudhiarto -
Categories: SAP MM, Umum

SAP Data Archiving System = Mengarsipkan Data SAP

April 4, 2011 6 comments
Kali ini coba share tentang SAP Archiving ya, mumpung keinget :)
Ketika SAP sudah mulai aktif, maka hal yang otomatis bertambah adalah data, baik master data maupun data transaksi. Klo master data berhubungan data data yang merupakan variable tetap, maka data transaksi merepresentasikan semua hal yang dimiliki, dikelola dan dimanfaatkan oleh satu company, so kebayangkan klo ada supermarket yang menjual berbagai macam barang harus mencatat mulai datangnya barang, disimpan dimana, dimasukkan toko kapan, dibeli dengan harga berapa, uang yang bergerak berapa, tenaga kerja digaji berapa dll (hehehe bayangin aja dah pusing).
Untuk itu management data menjadi sangat penting, mana data yang masih dipakai untuk day to day reporting misal, mana data yang masih diperlukan untuk kepentingan audit, dan data mana yang benar benar sudah tidak diperlukan. Setelah verifikasi data, maka step berikutnya adalah didefinisikan cara me-reduce database size strategi data mana yang bisa dibuang dan data mana yang harus dijadikan arsip alias di  archive, pertanyaan berikut pasti, apa sih archive? Archiving SAP secara bebas bisa didefinisikan sebagai memindahkan data dari database system ke server file system ataupun ke external storage (gak papa ya rada teknis nih bahasanya). Jadi secara fisik data hilang dari database, tetapi secara fungsi, data masih dapat di retrieve kapanpun dibutuhkan. Alasanya biasanya adalah kebutuhan system audit :)
Berikut flow dari aktivitas SAP Archiving. Transaction Code tidak banyak kok cuma SARA untuk manage archiving process dan SARI untuk data archive explorer plus AOBJ untuk create archiving object dan DB15 untuk kalkulasi database space yang bisa di reduce

Semoga membantu, klo ada yang pengin tau lebih detail, please comment ya
- Radityo Yudhiarto -

Definisi SAP NetWeaver

January 8, 2011 Leave a comment
Alhamdulillah bisa posting lagi :) dah lama bener rasanya gak buka blog ini. Edisi perdana tahun 2011 ambil co-pas dari training aja, buat yang masih bingung silakan comment nanti bisa jadi bahan diskusi, hehehe berhubung co-pas jadi masih basa inggris. Silakan buat yang membutuhkan
SAP NetWeaver is a comprehensive technology platform, which can be integrated smoothly into existing systems. Because of the minimum amount of expenses of internal company integration, the operating costs of your entire IT landscape are reduced. With SAP NetWeaver, you can flexibly implement, execute and improve business processes. In this way, you can pursue growth strategies and, at the same time, react quickly to changes.
SAP NetWeaver is the technical basis of the solutions from mySAP Business Suite and the Composite Applications, the SAP xApps. Furthermore, SAP NetWeaver is the core of the Enterprise Services Architecture, SAP’s basic concept for Web Service solutions.
SAP NetWeaver is therefore an extensive, strategic integration and application platform that allows you to reduce the Total Cost of Ownership (TCO) of your SAP landscape. SAP NetWeaver helps you to bring together and organize people, information, and business processes across system and organization boundaries.
All mySAP solutions will be based on SAP NetWeaver in the future. At the same time, SAP NetWeaver supports the execution of cross-application software, so-called xApps. xApps are the new class of integrative standard software. xApps enhance existing (heterogeneous) IT landscapes with new business processes. SAP NetWeaver therefore provides the technical foundation for an Enterprise Services Architecture. Different software interfaces ensure full interoperability of applications that are running on Microsoft .NET and IBM WebSphere.
semoga membantu :)
- radityo yudhiarto -

harus SAP kah?

January 29, 2010 2 comments
Klo menurut saya pribadi sebagai user SAP, ada beberapa alasan kenapa kita “terpaksa” memilih menggunakan sap :
1.  SAP memiliki kemampuan untuk integrasi antar modul yang sangat baik. Saat ini SAP sudah mampu mencakup hampir semua kebutuhan bisnis baik di bidang financial controling, logistic (management, sales distribution, plant maintenance, suplay chain etc)  sampai HRD (rekruitment, payrol, time management dll) ini juga nasih ditambah implementasi beberapa solusi lain seperti SRM, CRM, dkk .  sebagai catatan integrasi antar modul hanya bisa berjalan baik jika pada implementasi benar benar dikerjakan dengan benar, tidak mengambil part by partnya saja.
Untuk studi kasus, dalam perusahaan skala kecil dan menengah kita sering menggunakan beberapa aplikasi sekaligus untuk menjalankan proses bisnis. semisal aplikas A untuk aplikasi pembukuan akunting, aplikasi B untuk transaksi jual beli, aplikasi X untuk aplikasi penyimpanan barang, aplikasi Z untuk database karyawan. Seringkali kita menjadi kesulitan ketika masing masing aplikasi harus di sinkronkan hasilnya saat tutup buku akhir tahun, hasil dari aplikasi jual beli harus sesuai dengan aplikasi pembukuan akuntansi, demikian juga jumlah asset yang disimpan juga harus sesuai dengan apa yang tercatat dalam akun akun general ledger.
2.  SAP dengan netweaver platform mempunyai range aplikasi yang sangat luas, mulai dari solusi ERP sendiri, kemudian datawarehousing (dg SAP BW), Company Portal (dg SAP EP), Mobile Apps dll. Klo punya duit dan bisa mengoptimalkan semua feature yang ditawarkan SAP, pasti akan sangat membantu kelancaran bisnis suatu perusahaan.
3. Dari sisi administrator, walaupun banyak problem, SAP menawarkan banyak sekali bantuan, mulai dari help yang cukup komplit (sap.help.com), notes untuk bug (service.sap.com/notes), sampai raise message untuk remote support dari sap marketplace (service.sap.com/support). Hehehe tapi tetep aja klo gak mudeng problemnya ya tetep aja pusing.
4. Sales SAP jago jago, walaupun implementasi nya muaahhaal, license nya pun muahhaaall, terus hardware server spec requirement nya juga muaahhhaaall, tetapi mereka tetep bisa tuh jualan sap, mulai dari perusahaan kelas menengah sampai perusahaan elite :)
sumonggo ditambakan klo ada ide lain :)

- radityo yudhiarto -


Categories: Umum

New Blog SAP Basis

January 15, 2010 Leave a comment
Buat rekan rekan yang pengin baca-baca tentang dasar dasar sap yang lebih spesifik ke SAP Basis, silakan mengunjungi http://sap-jogja.blogspot.com  Di blog ini rencananya akan lebih banyak cerita tentang pekerjaan-pekerjaan di sap basis. Karena banyak istilah-istilah yang lebih enak disampaikan dalam bahasa aslinya (inggris) maka untuk awal awal saya lebih banyak menggunakan bahasa inggris di blog ini.
matur nuwun dan ditunggu kunjungannya.
- radityo yudhiarto-
Categories: Umum

SAP Landscape dari IT Point of View

December 9, 2009 Leave a comment
Tadi pagi penasaran browsing browsing di SDN ketemu satu artikel tentang Landscape implementasi SAP Netweaver. Lumayan buat belajar belajar.  hehehe cukup kompleks komprehensif tapi yang baca pasti juga bakal pusing karena bahasannya juga kemana mana, mulai dari strategi SAP netweaver landscape, networking, check available matrix untuk database dan operating system sampai ke virtualisasi hardware.
Sedikit pengantar bagi yang nanti baca mungkin rada gak nyambung dengan dua tulisan sebelum tentang SAP landscape karena artikel ini lebih diarahkan ke sisi IT infrastruktur yang dibutuhkan untuk membuat satu landscape SAP.
sumonggo di unduh saja filenya  IT_Landscape_for_SAP_Implementation
- radityo yudhiarto -
Categories: SAP Basis, Umum

SAP Landscape (II)

December 8, 2009 Leave a comment
Melanjutkan postingan sebelumnya. Berikut kami mencoba memberikan sedikit ilustrasi dan dan alasan kenapa SAP merekomendasikan menggunakan 3 layer landscape (Development-QAS-Production).
Alasan utama SAP merekomendasikan ada beberapa layer system landscape adalah terciptanya sebuah environment yang ideal dalam artian tidak saling mengganggu antara proses development by developer team, proses testing by key user dan day to day transaction di production system. Dengan adanya beberapa layer, production system tidak akan terganggu ketika developer melakukan perubahan field table, begitu pula ketika key user posting ribuan line data testing.
Alasan ke dua adalah dengan menggunakan beberapa layer, kita akan semakin aware terhadap perubahan yang akan dilakukan terhadap production system yang sedang berjalan. mekanisme tiga layer landscape memebuat setidaknya dilakukan dua kali testing sebelum satu perubahan diimplementsikan di production system. testing pertama adalah saat perubahan selesai dibuat di development, testing akan dilakukan oleh developer yang melakukan perubahan. sementara testing kedua akan dilakukan di QAS system, dimana disana key user akan melakukan functionlity testing yang menentukan apakah perubahan boleh dibawa ke Production atau tidak.
Dalam ilustrasi ini terlihat ada empat blok sistem. Ada tiga blok yang saling terhubung (berada dalam satu transport layer) dan satu blok terpisah (sebagai sandbox system).  kami coba jabarkan sebagai berikut :
Sandbox System : merupakan “tempat bermain” bagi tim developer. Dalam kondisi ideal seharusnya sandbox direfresh dengan meng-copy dari sistem production secara reguler. Karena kebutuhannya yang kurang terlalu penting pada prakteknya sistem sandbox benar benar menjadi sistem untuk experiment saja, seperti apply support package baru, apply notes, apply kernel, kutak katik program dan coba coba configurasi baru, namanya juga experiment klo ok ya lanjut jadi project baru di sistem development.
Development System : merupakan bagian dasar dari sebuah system landscape SAP. semua perubahan program dan konfigurasi hanya boleh dilakukan di sistem Development ini. Login di sistem ini hanya diperuntukan bagi administrator dan sap developer team. Output dari sistem development adalah perubahan yang sudah di bundle dalam satu change request atau lebih dikenal sebagai transport request.. lha transport request ini lah yang nanti akan dibawa ke QAS dan Production.
QAS System : merupakan system yang dalam kondisi ideal dibuat semirip mungkin dengan kondisi production. Harus mirip karena di QAS system ini akan dilakukan functionality testing oleh user. dengan kondisi yang mirip dengan production maka hasil testing di QAS seharusnya akan sama dengan normal operation di Production. Output dari QAS system tentu saja approval untuk meneruskan perubahan yang telah ditest ke production system
Production System : merupakan puncak dari SAP landscape. Di layer ini user bekerja untuk melaksanakan tugas harian mereka dengan SAP seperti membaca report ataupun posting transaksi. Selalu berada pada awareness yang tertinggi terhadap setiap gangguan yang muncul, sehingga mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa seperti daily backup, tidak boleh sembarang mati, filter terhadapa semya perubahan dll. Hal ini dilakukan karena jika Production System sampai down maka tidak akan ada transaksi yang bisa dijalankan secara otomatis tercatat semua kembali manual process so bisa dibayangkan berapa kerugian yang bisa ditimbulkan karena unplanned shutdown ataupun unplanned error :)
Sedikit catatan, sistem QAS dan Production merupakan sistem yang secara default restricted terhadap perubahan manual (user login kemudian change program atau configurasi). Perubahan yang diperbolehkan adalah perubahan melalui change/transport request yang sudah direlease di development system sebelumnya.
Semoga bisa membantu menjelaskan :)
- Radityo Yudhiarto -
Categories: Umum

SAP Landscape (1)

November 16, 2009 2 comments
Wah maaf nih lama gak posting, kangen juga nulis nulis setelah hampir 5 bulan off. 
Kyanya untuk yang sesi comeback ini blum bisa nulis banyak, idenya sih mo maparin landscapenya SAP karena bagi kami mungkin landscape yang dipropose oleh SAP cukup menarik untuk dibahas. Landscape disini bisa diterjemahkan bebas sebagai tata kelolanya suatu aplikasi SAP.  Sedikit berbeda dengan beberapa aplikasi IT yang lain di SAP lanscape, kita bisa bertemu dengan environment Development, kemudian environment Quality Assurace, baru kemudian environment Production, bahkan dalam beberapa case kita juga bisa menemukan environment Sandbox. 
Kenapa kami mengatakan sedikit berbeda adalah karena biasanya aplikasi IT yang lain cuma memiliki satu atau dua environment saja. ada yang cukup dengan satu environment yang berarti kita develop di sistem A setelah selesai maka sistem A dibuka untuk untuk user, demikian juga ketika dibutuhkan perubahan di sistem A, maka sistem A akan ditutup sementara karena sedang “under maintenance” dan kemudian dibuka lagi untuk user saat sudah ready.  Dalam kasus yang lain adakalanya kita membeli aplikasi jadi dari suatu vendor aplikasi, kita bisa menjumpai setidaknya environment Development dan Production disini. Environment Development adalah tempat si Vendor me-ngoprek oprek aplikasi mereka sesuai kenginan user, setelah dirasa OK maka user akan melakukan persetujuan terhadap application deployment.  Lha disini si vendor akan men Deploy aplikasi yang telah mereka buat ke dalam Environment Production yang nantinya akan dipakai oleh user user perusahaan pemesan.
Dari ilustrasi di atas sudah bisa kebayang ya kenapa SAP propose untuk setidaknya ada 2 tier environment (Dev-Prod), dan merekomendasikan untuk punya 3 tier envionment (dev-qa-prod), … (bersambung ke jilid2 )

Tidak ada komentar: