link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Rabu, 14 Agustus 2013

Potensi Diri

Anda boleh saja terjatuh dan gagal dalam hidup ini, tetapi pastikanlah Anda akan terus bangkit setelah itu.
Justru dengan kegagalan Anda dapat belajar tentang banyak hal yang membuat Anda berkembang jauh lebih baik ke depannya nanti.
Anda harus berani untuk keluar dari kegagalan masa lalu dan menghadapi hari esok menuju yang lebih cerah.
Keberhasilan merupakan suatu proses yang indah, jadi nikmatilah semua proses yang terjadi.
I Deliver Happiness,
Dwika







by eddy prasetyo


The Power Of Kepepet Untuk Maksimalkan Potensi Diri

Contoh anda menjadi dua orang yang punya IMPIAN memperoleh uang Rp 20 Juta sedangkan saldo tabungan anda 0 Rupiah.
Coba bayangkan jika tiba - tiba seseorang yang kita kasihi jatuh sakit karena usus buntu dan harus segera dioperasi dengan biaya sekitar Rp 20 Juta dan besok harus dibayarkan kepada rumah sakit,
Saya yakin sekarang juga anda akan benar - benar antusias mencari uang tersebut dan besok anda akan mendapatkan uang Rp 20 Juta itu.

Kepepet Untuk Maksimalkan Potensi Diri
Cara dapatkan impian memperoleh uang Rp 20 Juta: Carilah cara agar diri anda kepepet raih impian anda, sehingga kita tidak punya pilihan lain !

IMPIAN memperoleh uang Rp 20 Juta
Lain halnya contoh ke-2 ; Jika sekarang anda bertemu dengan teman yg sudah sukses sedang menawarkan bisnis yg Wow dan bisnis ini membutuhkan modal Rp 20 Juta dan hasilnya 100% pasti didapat, Tetapi jika anda tidak yakin dengan kemampuan anda, belum tentu besok anda mendapatkan uang Rp 20 Juta itu.

Kepepet Untuk Maksimalkan Potensi Diri

Apakah anda bisa mendapatkan uang 5 juta – jam 9 esok hari?
Seandainya sekarang anda tidak memiliki uang tabungan, penghasilan pun kurang dari 1 juta sebulan. Apakah anda bisa mendapatkan uang 5 juta – jam 9 esok hari?
Jika kondisi normal dengan penghasilan 1 juta perbulan, jika menabung 200 ribu perbulan, maka butuh 25 bulan untuk mendapatkan 5 juta. wkwkwk,,, :2 tahun menabung Bro:
Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya hari ini, orang yang paling Anda sayangi, mendadak sakit keras. Dokter mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi esok pagi.
Jika tidak, maka (maaf) nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya bisa dilaksanakan jika anda menyerahkan uang tunai sejumlah 5 juta rupiah sebelum jam 9 esok hari.
Bagaimana? Apakah anda masih akan mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, "Harus bisa". Kenapa? Karena KEPEPET, jika tidak, nyawa orang yang kita cintai tersebut akan melayang. - Jaya Setiabudi
Maka buatlah impian yang dapat memepet diri kita sehingga kita tidak punya pilihan lain, selain kita harus mendapatkan impian tersebut.

The Power Of Kepepet Untuk Maksimalkan Potensi Diri

Seperti pernah saya baca di 13 Langkah Maksimalkan Potensi Diri | Komunitastnol.co.id

1. Pilihlah untuk berbahagia.
Kita tidak harus menunggu semua persoalan terselesaikan untuk bahagia. Kita tidak harus menunda kebahagiaan sampai kita kembali mendapatkan apa yang pernah kita miliki.

2. Lepaskan masa lalu.
Anda mungkin saja sudah kehilangan segalanya yang mungkin tidak patut untuk dialami. Namun, membawa beban masa lalu hanya akan memberatkan langkah untuk maju.

3. Temukan kekuatan dalam diri.
Katakan pada diri sendiri, “Saya boleh saja jatuh beberapa kali dalam hidup ini, tapi saya tidak akan terus tinggal di bawah sana.”
Kita semua menghadapi tantangan dalam hidup ini, kita semua pasti pernah mengalami hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan kita.

4. Temukan kekuatan di balik pikiran dan perkataan kita.
Pintu menuju bahagia dan sukses adalah pikiran kita sendiri. Pikiran menentukan perilaku, sikap dan gambar diri kita.

5. Gambarkanlah impian atau cita-cita Anda secara mendetail.
Menurut banyak penelitian yang telah dilakukan, orang orang yang telah meraih kesuksesan, jauh sebelum itu mereka telah memiliki impian yang jelas terhadap apa yang ingin mereka raih.
Milikilah impian yang jelas dan visualisasikan hal tersebut dengan media yang nyata. Seperti menuliskannya dalam sebuah buku yang disertai dengan gambar-gambar detail beserta target waktu yang diperlukan dalam usaha meraih hal tersebut.

Maksimalkan Potensi Diri

"TULISKAN SELALU IMPIANMU, cita-citamu, keinginan agungmu, harapan-harapanmu. Jangan biarkan ia hanya ada dalam pikiranmu, catatkan ia dalam lembaran-lembaran buku catatan harianmu."

6. Perluaslah wawasan Anda.
Setelah Anda mempunyai gambaran yang jelas terhadap hal yang menjadi impian Anda, janganlah berhenti sampai pada tahap seorang pemimpi saja.
Tiada kesuksesan tanpa perjuangan, tiada orang yang menjadi pintar tanpa belajar. Orang-orang yang ingin berhasil haruslah berani untuk belajar, mencoba sesuatu hal yang baru untuk mengembangkan wawasannya.
Karena dengan wawasan tersebut ia dapat menjadi orang yang berguna bagi masyarakat banyak.

7. Kembangkanlah pikiran positif dalam diri Anda secara terus-menerus.
Setelah Anda melakukan tindakan nyata dalam pengembangan diri Anda, yaitu dengan memperluas wawasan dan pengetahuan Anda. Maka langkah berikutnya adalah berpikir positif.
Yakinlah bahwa apa yang telah Anda lakukan itu merupakan suatu proses yang benar untuk membawa Anda menuju kesuksesan yang Anda impikan.
Lakukan hal ini dengan merelaksasikan tubuh dan pikiran Anda dalam kesendirian, lalu diikuti dengan mengucapkan kata-kata positif. Hal ini terutama dilakukan di pagi dan malam hari menjelang tidur.

Untuk Maksimalkan Potensi Diri
8. Lakukanlah tindakan nyata yang mendekatkan Anda pada impian.
Tidak ada satu teori pun yang dapat dibandingkan dengan tindakan nyata yang Anda lakukan. Jadi lakukanlah tindakan-tindakan sekecil apapun yang mendekatkan diri pada impian Anda.

9. Bayangkanlah apa yang Anda lakukan ketika Anda berhasil meraih impian
Teknik membayangkan ini juga merupakan bagian penting. Sebab, hal itu akan menentukan tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menunjukkan bahwa Anda tidak akan pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai diri Anda sendiri.
Jika membayangkan saja Anda tidak berani, bagaimana Anda dapat merealisasikan hal itu menjadi kenyataan? Bayangkanlah di dalam benak Anda, dalam percakapan Anda, dalam perbuatan Anda, dan semua indera yang Anda punyai dan resapilah sampai ke pikiran alam bawah sadar Anda.

10. Selalu berpikir positif dan bertemanlah dengan orang-orang positif.
Seperti kata pepatah lama, jika ingin berhasil maka belajarlah dengan yang sudah berhasil. Jika ingin memaksimalkan potensi diri Anda, maka betemanlah dengan orang-orang yang mempunyai impian dan cita-cita besar seperti itu juga.
Pikiran Anda bertindak layaknya antena radio yang menangkap sinyal dengan frekuensi yang Anda pilih sendiri. Semakin dekat pemancarnya, semakin bagus suara yang dihasilkan. Maka pilihlah frekuensi dari orang-orang positif yang berada di dekat Anda.

11. Teruslah bangkit ketika Anda mengalami kegagalan ataupun menemui rintangan.
Anda boleh saja terjatuh dan gagal dalam hidup ini, tetapi pastikanlah Anda akan terus bangkit setelah itu.
Justru dengan kegagalan Anda dapat belajar tentang banyak hal yang membuat Anda berkembang jauh lebih baik ke depannya nanti. Anda harus berani untuk keluar dari kegagalan masa lalu dan menghadapi hari esok menuju yang lebih cerah.

12. Memberi dengan sukacita.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah godaan untuk mementingkan diri sendiri. Namun, terkadang kita lupa dan terjebak dalam perilaku mementingkan diri sendiri. Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak suka-cita dari yang pernah dibayangkan apabila kita mau berbagi dan memberi secara tulus pada orang lain.

13. Lakukan semua hal secara ikhlas, sungguh-sungguh, dan penuh suka cita! Keberhasilan merupakan suatu proses yang indah, jadi nikmatilah semua proses yang terjadi.
Bukankah setiap hal yang kita lakukan di dunia ini adalah untuk meraih kebahagian ataupun membahagiakan orang-orang yang kita cintai? Jadi merupakan suatu hal yang tidak tepat jika kita malah bersedih, berkeluh-kesah dan menderita dalam proses kesuksesan yang sedang kita perjuangkan. Hadapilah semuanya dengan senyum dan bersemangatlah. Janganlah Anda menunda kebahagiaan sampai Anda mencapai semua sasaran.

Sumber : www.tnol.co.id/tips-trik/20045-13-langkah-memaksimalkan-potensi-diri.html
*Segala penggunaan nama, logo, ataupun gambar yang berkaitan dengan The Power Of Kepepet mungkin saja memiliki hak cipta.

Semoga bermanfaat - Maksimalkan Potensi Diri

Selasa, 13 Agustus 2013

Mau kaya raya

Anda mau kaya raya…
Anda memang Harus Mata Duitan terlebih dulu.
Canangkanlah di dalam pikiran dan perasaan Anda, bahwa Anda harus memiliki uang dan harta kekayaan berlimpah, sehingga ini memicu dan memacu Anda segera membuat rencana-rencana tindakan untuk meraihnya, dan Anda benar-benar Take Action untuk meraih sukses berkelimpahan materi yang Anda impikan itu.
I Deliver Happiness,
Dwika



Mau KAYA RAYA, Harus Mata DUITAN

Mau KAYA RAYA, Harus Mata DUITAN
Seringkali saya geli kalau ketemu orang-orang, yang menginginkan sukses kaya raya, tapi apa yang diucapkannya bertolak belakang dengan keinginannya. Dalam sebuah sesi Seminar Entrepreneurship, saya sempat melontarkan anjuran, bahwa jika kita mau sukses kaya raya, syarat pertamanya adalah, Kita Harus Mata Duitan … artinya dipikiran dan perasaan kita harus berisi duit-duit-duit …dan… duit-duit-duit-duit… hehehehe…
Tahukah tanggapan spontan sebagian besar peserta seminar saya itu? Wah… Pak Nano kok ngajarin kita jadi mata duitan sih… kan nggak benar tuh. Kan nanti kita bisa menghalalkan segala cara… Nanti kita bisa lupa diri kan, Pak Nano… Kan sukses itu bukan ditentukan oleh banyaknya duit kita ya… Yang penting kan kita bisa bahagia, meskipun nggak punya duit… Banyak duit tapi hutangnya juga banyak kan ya repot toh, Pak Nano… dan masih banyak tanggapan serupa itu.
Inilah hebatnya sebagian besar dari kita orang Indonesia. Tanggapan spontanitas atas suatu permasalahan selalu bernuansa moralitas dan agamis yang sangat kuat. Sepertinya mengesankan bahwa mereka ini memang sangat kuat dan sangat baik mentalitas moralnya maupun ketaatannya kepada ajaran agamanya. Harapan saya, semoga saja memang benar begitu adanya.
Nah, akhirnya saya menjawab berbagai pernyataan spontan dari para peserta tadi. Pertama saya katakan kepada mereka, bahwa UANG atau DUIT memang bukan hal utama yang menentukan bahagia atau tidak bahagianya seseorang. TAPI, uang bisa lebih mempermudah kita untuk menjalani kehidupan ini. Setuju?? Semua peserta menjawab setuju sambil malu-malu. Coba bayangkan saja jika Anda tidak memiliki uang? Hayoo…Anda bisa apa tanpa uang di tangan Anda? Hayoo… siapa bisa jawab?? Tidak ada satu pun peserta yang mau menjawab pertanyaan saya itu. Padahal menjawab kan nggak pakai uang ya …hahahaha…
Inilah yang jadi penekanan saya saat Seminar Entrepreneurship beberapa waktu lalu. Satu hal saya ingatkan kepada setiap peserta yang hadir, bahwa saya ini sedang berhadapan dengan orang-orang yang tentunya beragama semuanya, dan menjalankan perintah agamanya yang pasti tujuannya untuk kebaikan… dan, tidak ada yang atheis.
Reaksi spontan menanggapi pernyataan saya bahwa “Kita Harus Mata Duitan”, sudah jelas menunjukkan bahwa mereka ini secara mentalitas moral sangat bagus, menyadari pentingnya moral dan agama untuk menjaga segala tindakannya dari hal-hal yang merugikan orang lain, selalu waspada terhadap bisikan syaitan yang terkutuk. Benarkah begitu?? Mereka serentak menjawab, IYA… Nah, jadi tidak perlu lagi kita berkutat dan berdebat dengan hal-hal yang mempertanyakan kualitas mental, moral maupun keimanan kita…toh Anda ini semuanya orang yang beriman dan bermoral, iya kan?
Ok, kembali ke topik “Kita Harus Mata Duitan”. Sekarang semua peserta seminar sudah setuju tidak perlu mempertanyakan dampak dari “Kita Harus Mata Duitan”, karena semuanya sudah punya iman dan moral yang sangat baik, jadi gak mungkin membuat mereka jadi jahat jika sudah “Mata Duitan”…hehehehe… resiko ditanggung penumpang…
Sebagian besar dari kita, mungkin disebabkan pendidikan dan pengalaman masa lalu mengenai UANG atau DUIT, yang cenderung bernuansa negatif, jelek, bahkan jahat, pada akhirnya menyebabkan pikiran dan perasaan mengenai uang menjadi TIDAK TEPAT, jadi “ill-feel” gitu… jika dengar kata UANG. Inilah yang harus Anda pahami dan luruskan kembali kepada norma yang baik dan benar tentang uang.
UANG tidak punya kesalahan apa pun kepada diri Anda, justru uang seringkali membantu Anda jika Anda memerlukannya. Ini sebuah realita, tanpa uang kita bisa apa? Jadi jika seseorang tetap menistakan uang di dalam pikirannya, bagaimana dia bisa didatangi oleh uang? Benar apa Betul?
So… untuk memperoleh uang, dalam Seminar Entrepreneurship ini, saya tandaskan bahwa salah satu cara terbaiknya adalah Anda harus berani memulai bisnis sendiri sebagai Entrepreneur. Bahkan bagi umat Islam, khazanah Entrepreneurship ini sudah sejak awal ditekankan oleh ajaran Islam.
Rasulullah Muhammad sendiri sudah mulai giat mencari uang saat usianya masih sangat muda, baru belasan tahun… dan, pada usia 18 tahun beliau sudah menjadi pedagang sukses dan terkenal di Persia, Romawi, dan Syam. Ada anjuran di dalam sebuah Hadits: i’mal li dunyaka ka annaka ta ‘isyu abadan, wa i’mal li akhiratika ka annaka tamut ghadan. Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besuk pagi.
Bukankah uang sangat penting bagi kehidupan dunia dan akhirat? Rasulullah telah mencontohkan semangat entrepreneurship yang luar biasa prima. Saat masih berusia belasan tahun saja, beliau sudah bisa berbisnis sendiri. Kalau jaman sekarang mungkin beliau masih seusia anak-anak SMA atau yang sederajat…yang mana, sebagian besar anak-anak seusia ini pada jaman sekarang lebih banyak yang bersantai-santai saja, lebih senang hang-out ke plaza, mall maupun kong-kow di cafe…daripada mencoba mulai bisnis…
So what…? Jika Anda mau kaya raya…Anda memang Harus Mata Duitan terlebih dulu. Canangkanlah di dalam pikiran dan perasaan Anda, bahwa Anda harus memiliki uang dan harta kekayaan berlimpah, sehingga ini memicu dan memacu Anda segera membuat rencana-rencana tindakan untuk meraihnya, dan Anda benar-benar Take Action untuk meraih sukses berkelimpahan materi yang Anda impikan itu. Dan selalu ingatlah, Anda adalah seorang yang punya iman kuat dan bermoral baik.
Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano

Terasa begitu sulit

Sun Aug 11, 2013 4:36 pm (PDT) . Posted by:

"Rendi Nazahar" rendi_nz

Terima kasih untuk sharing artikel yg bagus ini.

Salam,
Rendi

Sent from Huawei Mobile


<dwikasudrajat@yahoo.com>
----- Forwarded Message -----
From: Dwika Sudrajat 
To: Trisula <sdTrisula-pegangsaantengah-79@yahoogroups.com>
Sent: Monday, August 12, 2013 6:32 AM
Subject: Terasa begitu sulit

Pernahkah……kamu berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?
Itu adalah Tuhan yang mengingatkan kamu bahwa kamu sudah mulai melupakan-Nya dalam kesenangan.
I deliver Happiness,
Dwika



Pernahkah?

http://shantywiryahaspati.blogspot.com/
Pernahkah……saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang? Itu adalah Allah, yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk hatimu [QS. 4 : 114, 2 : 195, 28 : 77)

Pernahkah……saat kau sedang sedih, kecewa, tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati? Itulah saatnya di mana Allah sedang rindu padamu dan ingin agar kamu berbicara pada-Nya [QS. 12 : 86]

Pernahkah……kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu dan tiba-tiba orang tersebut muncul, atau kamu bertemu dengannya atau menerima telepon darinya? Itu adalah kuasa Allah yang sedang menghiburmu. Tidak ada yang namanya kebetulan [QS. 3 : 190 – 191]

Pernahkah……kamu mengharapkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kamu inginkan tapi sulit untuk di dapatkan? Itu adalah Allah yang mengetahui dan mendengar suara batinmu. Dan hasil dari benih kebaikan yang kamu taburkan sebelumnya [QS. 65 : 2 – 3]

Pernahkah……kamu berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan? Itu adalah Allah yang mengingatkan kamu bahwa kamu sudah mulai melupakan-Nya dalam kesenangan [QS. 47 : 31, 32 : 21]

Sering Allah mendemonstrasikan Kasih dan Kuasa-Nya di dalam area, di mana saat manusia merasa dirinya tak mampu. Tidak ada yang kebetulan. Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu…..rasakan kehadiran-Nya….dengarkan suara-Nya yang berkata : “Jangan khawatir, Aku ada di sini bersamamu” [QS. 2 : 214, 2 : 186, 50 : 16]

Buat sahabatku yang sudah mengirimkan pesan ini, makasih atas perhatiannya.


Artikel kiriman seorang sahabat

Senin, 12 Agustus 2013

eBook of Today

eBook of today, designed 5 years ago.



Jumat, 09 Agustus 2013

Benar-benar bahagia

Orang yang benar-benar bahagia menyadari bahwa kekayaan yang sesungguhnya berada di dalam diri kita sendiri.
Kekayaan yang berlimpah tidak dapat membeli apa yang tidak di jual.
Puaslah dengan rejeki yang di karuniakan oleh Nya kepada kita, sehingga kita akan menjadi manusia paling bahagia.
Semoga rejeki yang sedikit yang dapat membahagiakan kita, bukan rejeki banyak yang menyengsarakan kita.
I Deliver Happiness,
Dwika


Harta Bukanlah Segalanya


 
Kita semua tahu kalau harta memang di butuhkan oleh semua orang dalam menjalani kehidupannya. Tapi harus kita ingat bahwa harta tidak selalu memberikan kebahagiaan kepada setiap orang. Pastinya banyak orang yang berpikiran kalau banyak harta, dia akan merasa bahagia. Itu pemikiran yang salah menurutku, karena tidak sedikit orang kaya yang iri kepada mereka yang miskin. Merekapun bertanya-tanya, kok bisa hidup serba kekurangan tapi masih terlihat bahagia, suasana keluarganya pun hangat. Itulah yang aku katakana, harta tidak selalu memberikan kebahagiaan.

Banyak kasus di mana orang kaya hidupnya tidak tenang karena uang yang di dapatkannya ia peroleh dengan cara yang tidak baik atau tidak halal. Hatinya akan selalu merasa gelisah, jikalau semua perbuatannya terungkap, atau suatu kondisi di mana orang kaya merasa hidupnya hampa, kosong, padahal uang yang di dapatkannya ia peroleh melalui jalan dan cara yang baik serta halal.  Walaupun banyak harta yang di milikinya, namun hatinya tidak merasa bahagia. Contoh lain, seorang anak yang selalu di manjakan orang tuanya dengan materi, tapi hatinya tidak bahagia, malah merasa kesepian. Mungkin anak tersebut terlihat senang-senang saja, tapi aku yakin jauh di dalam lubuk hatinya banyak sekali kekosongan dan rasa kesepian. Kenapa begitu? Karena harta tidak bisa menggantikan sebuah kasih sayang orang tua, perhatian dan rasa peduli yang mereka butuhkan sebagai seorang anak. Banyak orang tua yang berpikir, dengan memberi anak mereka materi yang banyak dan memanjakannya dengan barang-barang yang mewah, itu bukti kasih sayang mereka dan bahkan asumsi mereka bahwa kalau mereka sudah tercukupi kebutuhannya. Mereka salah besar, karena seorang anak bisa merasa bahagia kalau dia benar-benar merasakan ketulusan kasih sayang orang tuanya walaupun dengan cara yang sangat sederhana. Mungkin kebutuhan materi mereka bisa mereka penuhi, namun kebutuhan batin yang justru sangat penting, selalu mereka abaikan, dengan alasan apa yang mereka lakukan juga untuk kebaikan, kebahagiaan dan masa depan anak-anak mereka. Pemikiran yang sangat salah menurutku.

Kalau saja mereka melihat kenyataan yang sering terjadi, di mana anak-anak mereka menjadi sangat nakal dan selalu membuat ulah, pemberontak dan berani terhadap orang tua, itulah dampak dari memanjakan dengan materi dan tidak terpenuhinya kebutuhan batin mereka. Apa yang di lakukannya adalah sebagai bentuk mencari perhatian orang tuanya. Aku hanya bisa berpesan pada semua orang tua, jangan sampai apa yang nanti anak-anak mereka alami, akan membuat mereka menyesalinya.

Harta juga tidak selamanya membuat hubungan rumah tangga suami istri menjadi bahagia. Banyak kisah nyata yang menggambarkan kondisi itu. Di mana sang suami mendapatkan promosi atau naik jabatan di kantor tempatnya bekerja. Tentu saja perubahan kondisi itu di iringi perubahan dalam materi juga. Semakin banyaknya tanggung jawab yang harus di jalaninya terkadang membuat suami menjadi tidak seperti sebelumnya. Jarang berada di rumah sehingga istri dan anak-anak merasakehilangannya. Bahkan mungkin saja mereka berharap, lebih baik tetap berada di kondisi sebelumnya walaupun dengan materi yang tidak berlebihan. Tidak sedikit juga suami yang tiba-tiba menjadi kaya, cenderung melakukan perselingkuhan. Kasus dari pihak istri, harta yang berlebih dan posisi yang lebih tinggi dari suami bisa membuat dia menjadi tinggi hati. Dia bisa saja merasa mampu membiayai keluarga dan dirinya sendiri, sehingga tidak adanya lagi rasa hornat dan menghargai suaminya. 

Kita bisa melihat dengan jelas kan bahwa harta tidak selalu memberikan kebahagiaan. Persepsi itu hanya berlaku bagi segelintir orang yang di kuasai nafsunya dalam menjalani hidup. Merasa bahwa harta membuatnya bisa melakukan atau membeli apapun. Kalaupun itu terjadi, hal itu tidak akan berlangsung lama apalagi selamanya, karena satu hal yang tidak bisa di beli dengan uang yaitu apapun yang berhubungan dengan kebutuhan batin kita, yang berupa cinta, kasih sayang, dan hati. Kita memang memerlukan harta untuk hidup, tetapi bukan berarti kita harus hidup demi harta.

Bersukurlah dengan harta yang kita punya saat ini. Puaslah dengan rejeki yang di karuniakan oleh Allah kepada kita, sehingga kita akan menjadi manusia paling bahagia. Dan semoga rejeki yang sedikit yang dapat membahagiakan kita, bukan rejeki banyak yang menyengsarakan kita.

Kekayaan yang berlimpah tidak dapat membeli apa yang tidak di jual. Orang yang benar-benar bahagia menyadari bahwa kekayaan yang sesungguhnya berada di dalam diri kita sendiri.

By. Shanty Wiryahaspati
“Kata Bijak ; Kun Fayakuun; Berbagai Sumber