link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Kamis, 09 Mei 2013

Maksimalkan


Re: Maksimalkan

Posted by: "aseprahmat66@yahoo.com" aseprahmat66@yahoo.com  aseprahmat66

Sat Aug 21, 2010 7:28 am (PDT)



Suatu masukan yg posif dan universal. 

Dalam istilah yg lebih universal adalah apa yg disebut dengan "Rahmatan lil alamin" (Rahmat bg semesta alam). 
(Bukan karena nama saya Asep Rahmat lo !!) 
Apa yg disebutkan dibawah adalah Rahmat yg dipancarkan kpd sesama manusia. 
Sesungguhnya hal yg sama berlaku juga kepada seluruh alam semesta. 
Bila kita memancarkan Rahmat kepada seluruh alam semesta maka seluruh alam semestapun akan memancarkan rahmatnya kepada kita, maka selamat dan bahagialah kita didunia dan akhirat. 
Semua yg mempunyai nama mempunyai jiwa dan berhak mendapatkan Rahmat. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... ! 

-----Original Message----- 
From: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@ yahoo.com> 
Sender: elektro85@yahoogrou ps.com 
Date: Fri, 20 Aug 2010 15:02:37 
To: IME<ime-alumni@yahoogro ups.com> 
Reply-To: elektro85@yahoogrou ps.com 
Subject: [Elektro85 UI] Maksimalkan 

Bersikap sopanlah pada setiap orang yang Anda kenal, tidak peduli status dan 
kedudukan mereka. Perlakukanlah setiap orang dengan tata krama. 
salam, 
Dwika-VIDE,Inc 

============ ========= = 
Seni Memaksimalkan Daya Tarik 
Oleh: Anne Ahira 

Memiliki kepribadian yang menarik pasti 
diidamkan setiap insan. Saya, Anda, 
maupun siapa saja. Kehadiran pribadi 
yang menarik selalu dinanti-nantikan 
banyak orang. Ketiadaannya dirindukan. 

Pertanyaannya, kualitas istimewa APA 
yang ada pada manusia, yang bisa 
membuat orang lain kagum dan terpesona? 
Dan... ANDA-kah orangnya? 

Sebagian orang mungkin berpikir hanya 
orang-orang yang cantik, ganteng secara 
fisik, pintar, atau bahkan kaya yang 
memiliki daya tarik? Sebenarnya tidak 
demikian! 

Setiap orang berpotensi untuk menjadi 
seorang insan yang memiliki daya tarik 
tinggi, menjadi sosok yang dielu dan 
diharapkan. Termasuk Dwika sendiri! 
Pesona Dwika bisa ditumbuhkan dan 
diciptakan dengan energi positif yang 
Dwika miliki. 

Bagaimana memunculkan aura positif Dwika 
agar membuat ketertarikan bagi yang 
lainnya? 

Berikut adalah 7 Seni Memaksimalkan 
Daya Tarik: 

Terus berbuat baik tanpa pernah 
menghitungnya 

Lakukan kebaikan layaknya menulis di 
atas pasir dan pahatlah di batu untuk 
setiap kesalahan yang Anda lakukan. 

Artinya, lupakan setiap kebaikan Dwika 
kepada orang lain, tak perlu 
menghitung. Sikap seperti ini akan 
melatih keikhlasan, dan pada saat 
terbiasa, Dwika akan merasakan arti puas 
yang sejati. 

Merendahlah Agar Dwika Menjadi Tinggi 

Orang yang merendah justru banyak 
disenangi orang lain. Lain halnya 
dengan orang yang sombong, kerendahan 
hati merupakan perwujudan dari 
toleransi dan memiliki nilai yang 
tinggi. 

Kerendahan hati dan kedamaian saling 
bertautan. Percayalah pada diri 
sendiri, dan singkirkan keinginan untuk 
selalu ingin membuktikan pada orang 
lain. 

Jagalah Kemurnian 

Tampilah 'apa adanya'. Jadilah diri 
sendiri. Untuk memiliki daya tarik 
kita tidak perlu menjadi orang lain. 
Menjadi diri sendiri jauh lebih 
bernilai ketimbang kita selalu ingin 
tampil 'seperti orang lain'. 

Jadilah Orang Yang Penuh Minat 

Apa yang Dwika katakan pada diri sendiri 
tentang kehidupan dan diri Dwika 
sendiri, dari hari ke hari, adalah efek 
yang luar biasa. 

Sepanjang waktu, lihatlah diri Dwika 
sendiri sebagai pribadi yang menarik. 
Pertahankan perasaaan itu sejelas 
mungkin dalam pikiran. 

Dengan sendirinya, 'alam' akan menarik 
segala hal yang penting untuk 
menyempurnakan perasaan dan pandangan 
Dwika itu. 

Jadilah orang yang selalu ceria, penuh 
harapan, dan buat dunia ini terpikat 
pada Dwika! 

Wajah Ceria 

Tertawa itu sehat. Buat wajah Dwika 
selalu ceria. 

Saat kita tersenyum, otak akan bereaksi 
dan memproduksi endorphin (zat alami 
yang memindahkan rasa sakit). Selain 
itu, senyuman akan membuat Dwika bisa 
rileks. Senyuman juga akan menebarkan 
kegembiraan pada orang lain. 

Tekankan dalam pikiran, saat Dwika 
bersama orang lain, bahwa senyuman 
dapat memperpendek 'jarak' antar orang 
lain. 

Antusias dan Hasrat 

Dua hal ini merupakan ibu yang 
melahirkan sukses. Antusias dan hasrat 
dapat mendatangkan uang, kekuatan dan 
pengaruh. Hal besar tak akan dapat 
dicapai tanpa antusias. 

Yakin selalu pada apa yang Dwika 
kerjakan. Kerjakan tiap pekerjaan Dwika 
dengan penuh cinta. Masukan antusias 
dalam pribadi Dwika, maka ia akan 
menciptakan hal yang luar biasa buat 
Dwika. 

Tata Krama 

Tingkah laku, kesopanan dan kebaikan 
bisa membuat orang lain percaya pada 
kita. Tata karma yang baik akan membuat 
orang lain merasa nyaman dengan kita. 

Tata karma merupakan sumber kesenangan, 
memberikan rasa aman, dan ini dilakukan 
dengan menunjukan penghormatan pada 
oran lain. 

Bersikap sopanlah pada setiap orang 
yang Dwika kenal, tidak peduli status 
dan kedudukan mereka. Perlakukanlah 
setiap orang dengan tata krama. 

Nah, bagaimana Dwika, tidak sulit bukan? :-) 

Nantikan tulisan saya yang lain minggu 
depan! :-) 

Temanmu, 
Ahira 

Hidup yang penuh keberkah-an


Re: Hidup yang penuh keberkah-an

Posted by: "Asep Rahmat" aseprahmat66@yahoo.com   aseprahmat66

Tue Aug 31, 2010 9:13 am (PDT)



Thanks infonya boz wika

Sent from my iPhone

On Aug 31, 2010, at 8:31 PM, Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@ yahoo.com> wrote:

Anda bukanlah pemilik tunggal kekayaan dan harta yang dibawa mati sesungguhnya benar-benar hanya amal ibadah. Sementara harta duniawi akan Anda tinggalkan sama sekali dan menjadi milik para ahli waris.
salam,
Dwika-VIDE.Inc.

============ ========= ========

Pengelolaan keuangan Islami

Oleh: Mike R. Sutikno 

"Macet luar biasa dan saya baru berbuka di rumah pukul 8 malam. Hanya sempat meminum teh manis dan salat Isya, langsung ketiduran dan baru terbangun jam 5 pagi. Walaupun semaput, saya tetap berpuasa."

Nyaris tak percaya pada cerita teman saya, karena kami sama-sama penggemar berat sahur. Sulit membayangkan bagaimana runyamnya untuk tetap bertahan di kantor dalam keadaan dehidrasi dan kelaparan.

"Iman" ini mungkin yang mendorong seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu bukan atas dasar dia ingin atau tidak ingin, atau semata-mata demi kepentingannya, tetapi karena berharap keridhoan Tuhannya.

Begitulah juga spirit yang melandasi Islamic Financial Planning, yang meyakini bahwa hanya pengelolaan kekayaan yang sesuai dengan tuntunan Allah SWT sajalah yang akan membawa seseorang kepada hidup yang penuh keberkah-an (Hayatan Thoyibah). 

Hubungan horizontal dan vertikal

Bisakah kita hidup sehat di tengah-tengah kondisi lingkungan yang buruk. Pasti sulit, cepat atau lambat Anda merasakan dampak buruknya. Seperti virus, kerusakan di satu tempat akan menyebar ke tempat lain.

Namun, mari kita coba andaikan sebaliknya, seseorang tak dikenal tersenyum dengan sopan pada Anda ketika berpapasan di jalan. Berapa besar kemungkinan Anda akan memukul orang tersebut karena senyumannya? Paling-paling Anda akan balas tersenyum, walaupun terheran-heran dengan tingkahnya. Nah, kebaikan juga bisa menular, tetapi tidak seperti virus yang merusak.

Perencanaan keuangan Islami melandaskan prinsipnya pada fungsi manusia sebagai pemimpin di muka dunia (khalifah) dan sebagai hamba Allah SWT. Amanat sebagai pemimpin adalah membawa kemakmuran bagi seluruh umat manusia dengan tunduk patuh mengikuti tuntunan Allah SWT.

Untuk memenuhi ke dua fungsi ini maka seseorang harus memiliki hubungan baik dengan sesama manusia serta alam sekitar, juga hubungan baik dengan Tuhannya. Hubungan horizontal - vertikal ini, dikenal dengan istilah hablum minannas (sesama manusia) dan hablum minallah (individu dengan Tuhan).

Dengan begitu perencanaan keuangan Islami dalam praktiknya mengedepankan cara-cara yang manusiawi dan berke-Tuhanan. Karena itulah praktik riba, spekulasi, judi, monopoli, korupsi, dan berbagai tindakan kriminal dalam mendapatkan uang diharamkan. Semata-mata karena kerusakan yang ditimbulkannya bukan hanya menimpa segolongan orang tertentu, tetapi bencana untuk seluruh umat manusia.

Untuk itu ada tujuh hal yang membangun kerangka dasar perencanaan keuangan Islami, sebagai berikut:

· Penghasilan yang didapat dengan cara halal. 
Perencanaan keuangan Islami dimulai dari proses penciptaan kekayaan yang pertama, yaitu didapatnya sumber penghasilan melalui aktivitas bekerja atau usaha yang halal. Berarti dari proses awal sampai akhir baik dari aktivitasnya, materi yang digunakan, konsep usaha, promosi, dan lain-lain harus sesuai dengan syariah. Tidak diperkenankan menzalimi orang lain dan hanya menggunakan materi yang halal.

· Pembelanjaan yang dikeluarkan dengan cara yang baik. 
Dalam menggunakan uang pun Islam mendorong orang untuk bersikap bersahaja dan tidak berlebihan. Memprioritaskan kebutuhan daripada pemuasan keinginan berdasarkan rencana pembelanjaan (budgeting), mengutamakan fungsi daripada gengsi. Objek yag dibelanjakan pun harus memenuhi kriteria halal dan tujuan pembelanjaan pun demi kebaikan . 

· Tolong-menolong dalam kebaikan (kesulitan). 
Pada dasarnya segala bentuk musibah dan bencana terjadi karena ulah manusia sendiri. Sayangnya kerusakan yang disebabkan segolongan tertentu hampir selalu mengorbankan orang lain yang tidak bersalah. Jika musibah dan bencana ini terjadi, tidak saja kerugian harta benda, tetapi juga kesehatan bahkan kehilangan nyawa.

Saat peristiwa-peristiwa ini terjadi, Islam meng-inginkan umatnya untuk membangkitkan solidaritas dan tolong-menolong antara sesama pada saat kesulitan dengan menggalang Dana San-unan untuk mengantisipasi kerugian finansial.

Konsep tolong-menolong ini istilahnya Takaful, atau di sini lebih dikenal dengan asuransi syariah. Motivasi tolong-menolong ini sangat berbeda dengan motivasi transfer risiko pada asuransi konvensional, yang mana hanya meng-untungkan satu pihak dan cenderung spekulatif. 

· Pembiayaan yang produktif. 
Utang atau pinjaman dalam Islam hanya diperuntukkan bagi kaum yang tidak mam-p/dhuafa, atau bagi mereka yang kepepet. Ka-rena sifatnya darurat maka dianggap tidak manusiawi jika pemberi pinjaman mengambil keuntungan dari kesulitan orang lain melalui riba.

Utang dengan demikian dikembalikan sesuai jumlah yang dipinjam pada waktu yang ditetapkan. Berbeda dengan pinjaman yang bertujuan menambah aset. Misalnya pembelian rumah, kendaraan, mesin produksi, atau operasional usaha.

Peminjaman uang seperti ini lebih tepat disebut pembiayaan yang dilakukan untuk suatu tujuan ekonomi. Karena itu selayaknya ada mekanisme perhitungan tingkat keuntungan yang dikenakan.

Mekanisme riba yang memberikan tambahan keuntungan semata-mata dari peminjaman uang, di sini tidak lagi manusiawi. Adapun skema bagi hasil, jual beli dan sewa-menyewa dalam pembiayaan syariah mendasarkan perhitungan keuntungan berdasarkan objek tujuan pembiayaan, yang mana menjadi lebih adil baik bagi pihak yang dibiayai maupun yang membiayai.

· Investasi yang berkah dan menguntungkan. Konsep masa depan dalam perencanaan keuangan menimbulkan konsekuensi alokasi penghasilan dan harta untuk menabung dan berinvestasi.

Dalam konteks duniawi tujuannya adalah untuk mengakumulasi kekayaan. Namun, masa depan dalam Islam juga berlaku dalam konteks adanya kehidupan setelah mati atau akhirat.

Karena itu alokasi penghasilan dan harta untuk kepentingan ibadah (contoh: wakaf, qurban dan haji) adalah salah satu cara yang dianjurkan dalam rangka mengakumulasi pahala. Inilah tabungan dan investasi akhirat Anda.

Agar tabungan dan investasi dunia akhirat ini memberikan keberkahan lagi menguntungkan maka harus diiringi dengan perencanaan investasi yang efektif serta terbebas dari unsur riba, spekulasi, judi, dan sifat riya.

· Penyucian harta. 
Seseorang itu tidak memiliki hak mutlak untuk kekayaan yang dimilikinya, karena dalam Islam, kekayaan yang dipercayakan kepada manusia adalah sebagai amanah.

Dalam proses mengakumulasi kekayaan kita tidak mungkin melakukannya sendiri tanpa peranan pihak lain baik tenaga maupun harta mereka. Bahkan kemungkinan tanpa disadari ada hak orang lain dalam proses tersebut yang terabaikan karena kepentingan kita.

Konsep penyucian harta adalah untuk mengembalikan hak orang lain dalam harta kita. Caranya adalah melalui mekanisme zakat, infak dan memberikan amal (sedekah). Membayar zakat adalah wajib untuk muslim, sementara memberikan sedekah dan infak adalah perbuatan yang sangat dianjurkan.

· Perwarisan. 
Kita bukanlah pemilik tunggal kekayaan dan harta yang dibawa mati sesungguhnya benar-benar hanya amal ibadah. Sementara harta duniawi akan kita tinggalkan sama sekali dan menjadi milik para ahli waris.

Islam memiliki mekanisme perwarisan, tetapi dianjurkan bagi orang yang berharta untuk merencanakan (berwasiat) bagaimana hartanya akan dibagikan (diwariskan) setelah dirinya meninggal.

Tujuannya adalah kesinambungan pelaksanaan keuangan Islami ke generasi berikutnya (ahli waris) melalui harta waris. Selain itu juga untuk mencegah terjadinya perselisihan pada saat harta waris dibagikan.

Makna Kehidupan


From: Onny_Indrianto
To: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@yahoo.com>
Sent: Wednesday, April 17, 2013 8:00 AM
Subject: RE: Makna Kehidupan

Tks Dwika menginspirasi sekali…

From: Dwika Sudrajat [mailto:dwikasudrajat@yahoo.com]
Sent: 16 April 2013 18:07
To: elektro85@yahoogroups.com
Subject: Makna Kehidupan

Meraih prestasi dalam belajar, atau apa saja yang kita inginkan,tidak jarang usaha kita menemui bebrbagai rintangan, cobaan, hambatan, dan terkadang hasilnyapun kurang memuaskan sesuai yang kita harapkan, 
janganlah katakan bahwa usaha kita “SUDAH BERAKHIR”, 
yang terpenting itu bukanlah mengatakan Ini Sudah Berakhir , 
“BAGAIMANA CARA KITA MENGAKHIRINYA”, 
apakah kita akan Tetap Tegar dan berusaha bangkit/ kita akan putus asa kemudaian tidak berusaha lagi.
Janganlah Putus Asa, 
Karena sesunguhnya Tuhan senantiasa bersama orang-orang yang bersabar..!
I Deliver Happiness,
Dwika




Sebuah Game / Permainan yang memberikan “Makna Kehidupan”


balon racingWaktu itu adalah hari libur, kebetulan juga bahwa waktu itu adalah jadwal saya untuk mengikuti suatu acara Training yang diselengarakan oleh pihak kampus, acara itu dihadiri sekitar 746 Mahasiswa se-Fakultas di Auditorium Universitas dan berlangsung selama 2 hari. saya dan teman-teman sesama mahasiswa baru angkatan 2011 mengikuti seluruh kegiatan yang telah dijadwalkan sedemikian rupa .
Namun Hingga hari kedua saya mengikuti acara tersebut, semuanya terkesan biasa-biasa saja tak ada yang sepecial dalam acara tersebut, akan tetapi ada 1 kegiatan yang paling menarik menurut saya, sebuah Game yang benyak mengajarkan nilai-nilai moral dalam kehidupan, jujur saya sangat terkesan dengan Game itu, namanya adalah Racing Balon (Balapan Balon).

Dalam Game Racing Balon itu, beberapa dari kami dimohon Pemateri untuk maju kedepan diatas panggung dan berberis dengan sejajar, kemudian masing-masing dari kami diberi sebuah balon yang masih kosong. Setelah kami semua dipastikan memegang 1 balon Tak lama kemudian muncul dari belakang panggung seorang Pemateri lagi yang membawa sebuah Piala yang sangat bagus, Pemateri yang membawa Piala itu kemudian berdiri persisi didepan kami dengan jarak kurang lebih 10 meter saja. Terus Pemateri yanag membawa Piala tersebut menginstruksikan kepada kami untuk bersiap-siap memulai lomba,

Pemateri itu bilang:
Pemateri : “Kepada Teman-teman yang ada didepan..! kalian semua sudah memegang balon satu-satu kan? ”
Kami : “Iya… Sudah..!” ( jawab kami serempak)
Pemateri : “Baiklah, disini saya akan menjelaskan bagaimana peraturan mainnya, saya akan berdiri tepat didepan teman-teman dengan jarak kurang lebih 10 meter, setalah saya bilang MULAI, kalian semua harus mulai meniup balon masing kemudian melepasnya ke arah saya berdiri, siapa yang balonnya sampai lebih duluan, itulah yang berhak mendapatkan Piala ini. Dengan syarat, balon itu tidak boleh kalian lemparkan, hanya boleh kalian arahkan saja agar menuju ke saya, jika nanti jalannya melenceng? Ambil dan tiup kemudian lepaskan lagi ke arah saya.. bagiamna jelas semuanya? ”

Kami : “Jelas kak… ” (jawab kami semangat, yang tak sabar lagi memeperebutkan piala megah itu)
Waktu itu saya berfikir itu adalah game yang sangat mudah, hanya perlu meniup balon kemudian melepaskannya ke garis finish,itu hanya butuh waktu kurang dari 1 menit. Namun apa yang terjadi ? kami semua butuh waktu lebih dari 5 menit hanya untuk meluncurkan balon ke garis finish yang jaraknya hanya 10 meter. Bagaimana tidak? Balon yang sudah kami tiup kemudian kami arahkan ge gerus finish ternyata lajunya kemana-mana, ada yang ke atas, ke samping kanan kiri, ke bawah, bahkan ada juga yang malah melaju ke arah belakang, sehingga kami harus lari kesana kemari untuk mengambilnya lagi, meniupnya lagi dan mengarahkannya ke garis finsh.

Finally… salah satu dari kami berhasil mengantarkan balonnya gegaris Finsh, dan dia berhak mendapatkan pialanya atas keberhasilanya itu, dia pun mendapatkan tepuk tangan dari semua yang hadir dalam acara itu.
Beberapa saat kemudian, setelah menyuruh pemenang duduk kembali bersama teman-temanya, Pemateri datang dan naik kepanggung, beliau berkata;
Pemateri : “Teman-teman yang saya banggakan, dalam Game Racing balon tadi kita bisa mengambil hikmah yang sangat besar, apa Hikamahnya”
Kami :( Masih terdiam dan tanda tanya didalam fikirannya, hikmah apa yang ada di game tadi ya?)

Pemateri : ”belum ada yang tau? Baiklah, akan saya jelaskan pada anda, bahwa didalam game tadi adalah Analogi (mensamakan) dengan Makna Kehidupan, bagaimana bisa..!!? Ya,, jelas bisa, begini
1. Balon = diri kita sendiri
2. Meniup balon= usaha kita
3. Mengarahkan ke garis finish = Harapan kita
4. garish finish = tujuan
5. Piala = hasil yang kita capai

Benarkan teman-teman..? ”
Mahasiswa : “Benar” (sambil mengangukan seraya berkata iya, ya..)
Pemateri : “tapi beginilah kehidupan yang kita jalani, meskipun usaha kita sudah maksimal, tujun kita sudah pasti, harapan kita sudah besar,kadang-kadang kita usaha kita kurang membuahkan hasil seperti tadi meskipun kita sudah mengarahkannya kegaris finish, namun lajunya masih saja berbelok, itulah perumpamaaan usaha kita, meski kita berusaha sebaik apapun, tidak jarang usaha kita belum berhasil.

Tapi lihatlah,, bagi orang-orang yang terus mencoba, berusaha terus menerus dalam ketertudaan keberhasilannya, maka dia akan mendapatkan penghargaan yang setimpal, yaitu Piala tadi, begitu pula usaha kita dalam meraih cita-cita, meskipun banyak cobaan yang menghadang, jika tetap Sabar dan Ikhlas dalam menjalaninya maka PASTI ALLAH AKAN MEMBERIKAN SESUAI YANG KITA INGINKAN, kata mutiara bilang : Man Shobaro washola; barang siapa bersabar maka pasti akan smpai pada tujuan kita, Semoga Allah memberkahi Kita semua…!!!! tepuk tangan untuk kalian semua…..!!! ”
The End….

Teman-teman yang saya hormati, dalam mencapai sebuah tujuan, entah itu meraih cita-cita didunia, meraih Ridha Allah dalam hidup kita, Meraih prestasi dalam belajar, atau apa saja yang kita inginkan,tidak jarang usaha kita menemui bebrbagai rintangan, cobaan, hambatan, dan terkadang hasilnyapun kurang memuaskan sesuai yang kita harapkan, tetapi janganlah katakan bahwa usaha kita “SUDAH BERAKHIR”, karena yang terpenting itu bukanlah mengatakan Ini Sudah Berakhir , tetapi “BAGAIMANA CARA KITA MENGAKHIRINYA”, apakah kita akan Tetap Tegar dan berusaha bangkit/ kita akan putus asa kemudaian tidak berusaha lagi. Memangnya dengan tidak berusaha lagi, apakah itu akan mengantarkan kita pada tujuan kita? Tidak kan..!
Jangnlah Putus Asa, Karena sesunguhnya Allah senantiasa bersama orang-orang yang bersabar..!
Hidup yang Allah berikan selalu penuh dengan pilihan, sekarang tinggal kita, apakah kita akan memilih untuk meraih keberhasialan atau menyerah pada kegagalan dalam usaha-usaha kita meraih Ridha Allah SWT, selalu ada pilihan, BAHKAN KETIKA KITA TAK MEMILIH-PUN, MAKA ITU SEBENARNYA ADALAH PILIHAN KITA UNTUK “TIDAK MENGAMBIL PILIHAN” Maka pastikanlah kita selalu memilih yang terbaik, baik disisi Allah, bagi diri kita sendiri , bagi orang tua kita, bagi sahabat-sahabat kita.
Semoga Allah selalu Meridhai dan Merahmati kita baik didunia maupun di Akhirat, semoga Allah selalu membimbing kita agar senantiasa hidup dijalan yang Di ridhai-NYA
Amin,,, Amin,,, ya Robbal ‘Alamin..

Nilai ekonomis


From: Onny_Indrianto
To: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@yahoo.com>
Sent: Monday, May 6, 2013 7:38 AM
Subject: RE: Nilai ekonomis

Pasion dan Energy/Spirit juga sepertinya ya..…Tks Dwika..for share nya..

From: Dwika Sudrajat [mailto:dwikasudrajat@yahoo.com]
Sent: 05 Mei 2013 15:29
To: elektro85@yahoogroups.com
Subject: Nilai ekonomis

Lakukan bisnis sesuai passion tapi tetap memiliki nilai ekonomis. 
I Deliver Happiness,
Dwika


Bisnis Happynomics
http://wanitawirausaha.femina.co.id
Dua tahun lalu, dunia kuliner tanah air dimarakkan oleh kemunculan rainbow cake yang kemudian menjadi fenomena. Seolah tak ingin ketinggalan tren, hampir semua bakery di kota-kota besar berlomba-lomba menciptakan kudapan berwarna pelangi itu dalam berbagai macam bentuk. Menurut creative consultant Yoris Sebastian dan pakar marketing Yuswohady, fenomena latah di dunia bisnis bukan hal aneh. Bahkan, sulit memisahkan antara bisnis dan latah. 

Dalam memulai bisnis, seorang pengusaha sebaiknya memilih bidang yang sesuai dengan ketertarikan. Hal itu penting, karena bisnis yang dilakukan berdasarkan passion  hasilnya akan lebih optimal. “Bila Anda suka bidang kuliner, pilih bisnis makanan atau minuman. Jangan malah terjun ke bidang fashion karena Anda tak akan merasa nyaman melakukannya,” tutur Yoris.
            Dengan moto tersebut, Yoris menciptakan istilah happynomics, yang berarti melakukan bisnis sesuai passion tapi tetap memiliki nilai ekonomis. Sebab, menurut Yoris, bila perasaan senang sudah didapat, keuntungan dan kesuksesan pun akan mengikuti dengan sendirinya. “Bisa dibilang, happy menjadi moto dasar dalam berbisnis. Bisnis yang didasari oleh rasa happy akan lebih total, plus menghasilkan nilai ekonomis yang sepadan,” tutur pria yang dikenal memiliki pemikiran out of the box ini. 
            Rasa happy biasanya memengaruhi kesuksesan berbisnis. Sayangnya, menurut Yoris, pelaku bisnis yang merasa sudah berada di puncak keberhasilan cenderung berpuas diri dan berhenti melakukan inovasi. Kalaupun ada keinginan berinovasi, hal tersebut tak segera dilakukan. “Teori bisnis memang mengajarkan bahwa inovasi baru bisa dilakukan di saat grafik penjualan bergerak menurun,” jelasnya.
             Yoris tak menyarankan untuk mengikuti teori tersebut, Ia justru menyarankan trik lain, yaitu melakukan inovasi di saat grafik penjualan berada di atas. “Inovasi itu justru harus dilakukan saat penjualan sedang bagus-bagusnya. Jangan menunggu kurva bisnis menurun. Bila memang ada produk baru di saat kurva penjualan naik, segera luncurkan. Sebab, itulah saat tepat untuk berinovasi,” jelasnya. 
            Strategi yang cenderung ‘melawan arus’ itu pernah dilakukannya ketika menjadi General Manager Hard Rock Café, tahun 2003 silam. Kala itu, di saat Hard Rock Café banyak digemari kalangan anak muda tanah air, ia tak ragu meluncurkan konsep I Like Monday, yakni mengadakan pertunjukan musik pada hari Senin. Ternyata, konser musik di hari Senin itu direspons positif. Tak hanya berhasil meningkatkan angka penjualan kafe, konsep I Like Monday yang diusungnya itu kemudian ditiru oleh beberapa perusahaan besar. “Beberapa mal kemudian ramai-ramai memberikan diskon kepada pelanggan yang berbelanja pada hari Senin. Jaringan bioskop Indonesia pun ikut-ikutan meniru konsep I Like Monday lewat program nomat,” tutur Yoris.  

            Sebaliknya, apabila ide inovasi tak segera diwujudkan, maka bisa menyebabkan kegagalan berbisnis. Hal itu terjadi pada perusahaan kamera film Kodak, yang akhirnya jatuh karena kalah dengan eksistensi kamera digital. Padahal, Kodak-lah yang sesungguhnya menciptakan kamera digital pertama di dunia. Karena khawatir mengganggu penjualan kamera film yang saat itu sedang berada di puncak, Kodak malah menghentikan produksi kamera digital. Ironisnya, tak lama setelah itu, kamera digital produksi kompetitor justru meledak. Masyarakat juga mulai beralih dari kamera film ke kamera digital. 
         Kondisi itu membuat Kodak tak bisa berkutik, hingga akhirnya mengalami kemerosotan bisnis. “Maka dari itulah, jangan tunda berinovasi sebelum akhirnya produk Anda dimakan pesaing,” tambah Yoris.
            Lalu, bila ide berinovasi sudah ada di kepala, hal apa lagi yang harus dilakukan agar pelaksanaannya lebih total? Menurut Yuswohady, dalam berinovasi yang penting adalah menentukan functional value. Hal inilah menjadi fondasi, baru kemudian dibarengi dengan emotional value. Agar bisnis bertahan lama, kedua nilai tersebut harus saling menunjang. 
        Starbucks misalnya. Menurut Yuswohady, kedai kopi asal Seattle, Amerika Serikat, ini sebagai salah satu produk yang sukses menyeimbangkan nilai fungsional dan emosional. “Sebagai perusahaan kopi, Starbucks sukses menghasilkan nilai fungsional, yakni rasa kopinya yang lezat. Hal itu dibarengi dengan emotional value lewat konsep kafetaria yang nyaman. Sehingga, pelanggan yang mengunjungi Starbucks tak hanya untuk menikmati kopinya, tapi juga untuk nongkrong sekaligus bergaya,” katanya. 
            Bagi Yuswohady, produk yang dijual dengan nilai fungsional dan emosional yang tepat terbilang lebih long lasting daripada produk yang hanya memenuhi nilai fungsionalnya saja. “Nilai fungsional memang menjadi dasar. Tetapi, akan lebih baik lagi apabila ditunjang dengan nilai emosional, supaya produk tersebut tak gampang dilupakan konsumen,” jelas Yuswohady.
            Nah, tunggu apa lagi? Segera wujudkan ide inovasi bisnis sekarang juga, sebelum para pesaing di luar sana ‘merampas’ ide Anda. 

Rizka Azizah

Pasangan Bahagia


From: Onny_Indrianto
To: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@yahoo.com>
Sent: Tuesday, May 7, 2013 7:27 AM
Subject: RE: Pasangan Bahagia

Sepertinya harus kembali kemasa2 lalu ya…Good remind, Dwika Tks

From: Dwika Sudrajat [mailto:dwikasudrajat@yahoo.com]
Sent: 06 Mei 2013 21:04
To: elektro85@yahoogroups.com
Subject: Pasangan Bahagia

Jangan meremehkan pentingnya kegiatan yang dapat anda lakukan bersama-sama dimana anda berdua dapat menikmatinya. Jika anda tidak menemukan kesenangan bersama, pasangan yang bahagia akan mencari dan mengembangkannya.
I Deliver Happiness,
Dwika





10 Kebiasaan Pasangan Bahagia

by admin
pasangan bahagia
Apa yang dibutuhkan untuk menjadi bahagia dalam suatu hubungan? Jika anda sedang berusaha untuk meningkatkan kualitas pernikahan anda, berikut ini adalah 10 kebiasaan pasangan yang bahagia. Semoga bermanfaat.
1. Pergi tidur pada saat yang bersamaan.
Ingat ketika masa-masa awal hubungan anda, ketika anda tidak bisa menunggu untuk pergi ke tempat tidur bersama-sama untuk bercinta? Pasangan yang bahagia akan menahan godaan untuk pergi tidur pada waktu yang berbeda. Mereka akan pergi tidur pada waktu yang sama, meskipun jika salah satu pasangan kemudian bangun untuk melakukan suatu hal sementara pasangan mereka tidur.
2. Membangun kesenangan bersama.
Jangan meremehkan pentingnya kegiatan yang dapat anda lakukan bersama-sama dimana anda berdua dapat menikmatinya. Jika anda tidak menemukan kesenangan bersama, pasangan yang bahagia akan mencari dan mengembangkannya. Pada saat yang sama, pastikan untuk menumbuhkan minat anda sendiri, hal ini akan membuat anda lebih menarik bagi pasangan anda dan mencegah anda dari ketergantungan.
3. Berjalan beriringan atau berdampingan.
Daripada satu pasangan tertinggal atau terseret di belakang pasangan lainnya, pasangan yang bahagia akan berjalan bergandengan tangan atau berdampingan. Mereka tahu bahwa lebih penting untuk berdampingan bersama-sama dengan pasangan mereka daripada melihat pemandangan sepanjang jalan.
4. Buatlah rasa percaya dan memaafkan jadi kebiasaan anda.
Ketika mereka memiliki perbedaan pendapat atau argumen, dan jika mereka tidak bisa menyelesaikannya, pasangan yang bahagia akan mempercayai dan memaafkan satu sama lain dibanding curiga dan benci.
5. Lebih berfokus pada apa yang pasangan anda lakukan benar daripada apa yang dia lakukan salah.
Jika anda mencari hal-hal dimana pasangan anda berbuat salah, anda akan selalu dapat menemukan sesuatu. Jika anda mencari apa yang dia lakukan benar, anda selalu dapat menemukan sesuatu juga. Jadi itu semua tergantung pada apa yang anda ingin cari. Pasangan yang bahagia akan menonjolkan sisi yang positif.
6. Berpelukan segera setelah anda melihat satu sama lain setelah pulang bekerja.
Kulit kita memiliki memori “sentuhan yang baik” (dicintai), “sentuhan buruk” (disalahgunakan) dan “tidak ada sentuhan” (diabaikan). Pasangan yang menyapa dengan saling berpelukan akan menjaga kulit mereka tetap berada di “sentuhan yang baik,” yang dapat menyuntik semangat anda melawan anonimitas di dunia.
7. Katakan “aku sayang padamu” setiap pagi.
Ini adalah cara yang bagus untuk menabung kesabaran dan toleransi dimana setiap pasangan masing-masing mungkin akan menghadapi kemacetan, kemarahan pelanggan dan gangguan-gangguan lain setiap harinya.
8. Katakanlah “selamat malam/tidur” setiap malam, terlepas dari apapun perasaan anda.
Hal ini memberitahu pasangan anda bahwa terlepas dari betapa sedih anda dengannya, anda masih ingin berada dalam hubungan. Hal ini mengatakan juga bahwa apa yang anda dan pasangan miliki adalah lebih besar daripada sebuah kejadian yang menjengkelkan.
9. Lakukan pengecekan “cuaca” di siang hari.
Hubungi pasangan anda entah ketika berada di rumah atau di tempat kerja untuk melihat bagaimana harinya berjalan. Ini adalah cara yang bagus untuk menyesuaikan harapan anda dan pasangan sehingga anda lebih sinkron ketika bertemu setelah bekerja. Misalnya, jika pasangan anda memiliki hari yang mengerikan, mungkin masuk akal jika mengharapkan sesuatu yang baik terjadi pada anda.
10. Banggalah jika dilihat bersama-samaan dengan pasangan anda.
Pasangan yang bahagia sangat senang jika dilihat sedang bersama-sama dan melakukan beberapa jenis kontak kasih sayang, seperti: memegang tangan, tangan di bahu atau di belakang leher. Mereka tidak bermaksud memamerkan melainkan hanya mengatakan bahwa mereka saling memiliki satu sama lain.
Pasangan bahagia jelas memiliki kebiasaan yang berbeda dari pasangan yang tidak bahagia. Kebiasaan adalah perilaku yang anda lakukan secara otomatis dan membutuhkan sedikit usaha untuk mempertahankannya. Dibutuhkan setidaknya 21 hari pengulangan dari sebuah perilaku baru untuk akhirnya menjadi kebiasaan. Jadi pilih salah satu perilaku dalam daftar di atas dan lakukanlah berturut-turut selama 21 hari dan simsalabim, itu akan menjadi sebuah kebiasaan … dan tentu saja akan membuat anda lebih bahagia bersama keluarga. Dan jika anda lalai, jangan putus asa, minta maaflah pada pasangan anda, dan berkomit untuk menempatkan perilaku tersebut kembali pada kebiasaan.

Menjadi Mudah


From: Onny_Indrianto <Onny_Indrianto>
To: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@yahoo.com>
Sent: Wednesday, May 8, 2013 7:29 AM
Subject: RE: Menjadi Mudah

Tks Dwika…from good to great…inspiratif sekali..

From: Dwika Sudrajat [mailto:dwikasudrajat@yahoo.com]
Sent: 07 Mei 2013 20:21
To: alumni_bppn@yahoogroups.com
Subject: Menjadi Mudah

“Do What You Love. Love What You Do”, agar anda bisa sukses dalam karir anda.
I Deliver Happyness,
Dwika



Bagaimana Membuat Tugas Sulit Menjadi Mudah

by admin
tugas
Foto oleh Troop 353 Scouts
Kita seringkali menghadapi tugas yang ‘menyeramkan’, dan yang tak kalah sering kita malah menundanya. Di sisi lain kita justru sibuk mengecek email yang masuk, padahal kita baru mengeceknya 5 menit yang lalu, dengan harapan ada email penting yang memerlukan perhatian kita segera. Sangatlah kontras. Ada tugas yang membutuhkan penanganan segera sementara kita malah menunggu tugas lain yang belum tentu ada.
Jika anda tidak pernah merasakannya, mungkin anda tahu seseorang yang berlaku seperti ini.
Ini sebetulnya adalah masalah yang umum yang sering kita hadapi di pekerjaan sehari-hari. Kita berusaha menghindari tugas-tugas yang sulit karena kita takut untuk menghadapi/menjalaninya.
Pertanyaan yang sering menghantui adalah :
1. Bagaimana jika saya menyerah di tengah jalan?
2. Bagaimana jika saya tidak dapat melakukannya sendirian?
3. Bagaimana jika saya malah tampak bodoh melakukan tugas tersebut?
4. Bagaimana …..
5. Bagaimana ….. dst.
Pertanyaan-pertanyaan yang negatif ini dapat membunuh motivasi anda seketika bahkan orang-orang yang kuat sekalipun, khususnya jika pertanyaan-pertanyaan tersebut tertanam lama di dalam diri orang-orang itu.
Dibawah ini adalah sebuah konsep yang bisa anda gunakan jika anda menghadapi sebuah tugas yang sulit :

Lakukan saat ini juga.

Ini sama halnya ketika anda harus mencuci piring karena pembantu pulang kampung. Semakin anda menundanya, semakin banyak piring yang harus dibersihkan dan semakin malaslah juga anda. Loncatlah dari sofa malas anda sekarang juga dan mulailah segera.
Percayalah hukum momentum …… wah apa lagi tuh hukum momentum?
Untuk mempermudahnya saya akan menjelaskan dengan contoh, yaitu ketika anda mendorong sebuah mobil. Awalnya pasti sangat berat sekali mendorong sebuah mobil yang sedang dalam posisi diam. Namun sekali mobil tersebut bergerak, dorongan anda akan semakin ringan dan lama kelamaan anda bisa mendorongnya dengan sangat cepat.
Saya paling sering merasakan hukum momentum ini ketika akan menulis sebuah artikel. Wah, rasanya setiap kali akan menulis malas sekali untuk memulainya. Namun ketika saya mulai menulis, rasanya tidak dapat dihentikan, sampai kadang-kadang lupa bahwa saya sudah mengetik selama 2-3 jam.
Sekali anda memulainya, anda juga kemudian dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anda.
Memecah tugas tersebut menjadi beberapa tugas kecil akan tampak lebih mudah untuk dikerjakan.

Pisahkan bagian-bagian yang sulit dari bagian-bagian yang mudah.

Setiap tugas selalu mempunyai bagian yang sulit dan bagian yang mudah. Ketika anda dapat memisahnya menjadi 2 bagian, anda dapat melakukan tugas tersebut sesuai dengan mood anda. Katakan saja, anda bekerja dengan energi 1000% saat pagi hari, maka pilihlah bagian yang sulit untuk anda kerjakan di pagi hari. Jika energi anda mulai berkurang di siang hari, mulailah kerjakan bagian-bagian yang mudahnya.

Nikmati tantangan yang dihadapi.

Tugas-tugas yang sulit umumnya dihindari karena penderitaan atau tekanan mental yang mungkin timbul. Anda begitu khawatirbagaimana jika anda nanti frustasi, marah-marah atau sedih. Sisi baiknya, mengetahui perasaan-perasaan ini adalah langkah pertama yang baik dalam membangun kekuatan emosi anda.
Teman saya pernah bercerita, sebelum memiliki anak, kesabarannya sangat minimal. Namun setelah memiliki 2 anak, dia memilikikesabaran seperti seorang pertapa. Saya terkagum dengan tingkat kesabarannya ketika dia meminta anaknya dengan lembut untuk berhenti menangis sementara dia sedang berbicara di telepon.
Anda dapat memanfaatkan tugas-tugas sulit tersebut untuk melatih anda menjadi lebih sabar dan lebih rileks. Jadikanlah ajang pengembangan diri setiap tugas-tugas yang dihadapi.

Bayangkan bagaimana tugas tersebut akan membantu membentuk masa depan anda.

Apakah seorang Rudi Hartono dapat menjuarai 7 kali All England karena melewati latihan-latihan yang ringan?
Apakah seorang Andrie Wongso dapat menjadi top speaker terkenal di Indonesia karena melewati perjuangan yang mudah?
Ya, tugas-tugas sulitlah yang akan membentuk karakter anda sehingga anda bisa menjadi seseorang yang anda inginkan di masa depan nanti.
Jadi bergembiralah jika anda mendapatkan tugas-tugas yang sulit. Tanpa tugas-tugas yang sulit, anda tidak akan pernah berkesempatan untuk mengeluarkan kemampuan anda sepenuhnya dan kelak anda akan menjadi orang yang biasa-biasa saja.

Temukan seseorang yang dapat membantu anda.

Mungkin anda trauma dengan tugas-tugas sulit yang sebelumnya pernah anda hadapi. Anda merasa bahwa sepertinya anda tidak dapat melakukan tugas tersebut sendiri. Itulah mengapa menemukan seseorang yang dapat membantu anda sangat penting untuk kesehatan emosi anda.
Temukan seseorang yang memiliki kekuatan/kelebihan yang berbeda dengan anda, sehingga anda bisa saling mengisi dengan rekan anda tersebut.

Tanyalah pada diri anda sendiri, “Apakah saya orang yang tepat untuk tugas tersebut?”

Ada beberapa tugas yang tidak cocok dengan kemampuan anda. Anda tidak bisa menjadi orang yang serba bisa untuk apapun. Jika saat ini anda menjadi seorang karyawan dan anda seringkali diberikan tugas/proyek yang tidak anda suka, anda harus segera melakukan perubahan. Diskusikan dengan atasan anda, jika tidak memungkinkan anda mendapat tugas yang anda sukai, pertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain. Ingat ungkapan ini : “Do What You Love. Love What You Do”, agar anda bisa sukses dalam karir anda.

Diskusikan pemikiran anda dengan orang lain.

Salah satu keuntungan anda melakukan tugas sulit adalah pengetahuan yang akan anda terima. Cobalah mendiskusikan pengetahuan tersebut dengan orang lain, entah itu lewat blog, forum, telepon atau bertatap muka langsung. Anda akan menyukai reaksi dari para pendengar anda.

Kunci bertindak


From: "yos@citilink.co.id" <yos@citilink.co.id>
To: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@yahoo.com>; IME <ime-alumni@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, May 8, 2013 11:13 PM
Subject: Re: Kunci bertindak

Tks Ka, loe selalu memberi inspirasi,,

yos
From: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@yahoo.com>
Date: Wed, 8 May 2013 03:32:08 -0700 (PDT)
To: IME<ime-alumni@yahoogroups.com>
ReplyTo: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@yahoo.com>
Subject: Kunci bertindak

Jadilah jenis orang yang “Saya memulai sekarang juga”.
Berpikirlah dalam pengertian sekarang. Hindari kebiasaan menunda. Besok, minggu depan, nanti, dan kata-kata serupa kerap merupakan sinonim dari kata kegagalan tidak pernah.
I Deliver Happiness,
Dwika

8 pokok-pokok kunci bertindak yang merupakan ciri-ciri wirausaha yang berhasil.

**company.web.id
1. Jadilah “aktivionis”. Jadilah orang yang berbuat. Jadilah pelaksana, bukan sebaliknya.
2. Jangan menunggu hingga keadaannya sempurna seperti orang yang gagal. Semua itu tidak akan pernah terjadi. Harapkan penghalang dan kesulitan yang akan menghadang dan pecahkan semuanya ketika muncul.
3. Ingat, gagasan saja tidak akan memberikan keberhasilan. Gagasan atau ide bisnis akan mempunyai nilai hanya jika anda melaksanakannya.
4. Gunakan tindakan untuk menghilangkan ketakutan dan mendapatkan kepercayaan diri. Kerjakan apa yang anda takutkan dan ketakutan pun menghilang. Coba dan lihat hasilnya.
5. Mulai mesin mental anda secara mekanis. Jangan menunggu hingga jiwa anda menggerakan anda. Ambil tindakan, galilah, dan anda menggerakkan jiwa anda.
6. Berpikirlah dalam pengertian sekarang. Hindari kebiasaan menunda. Besok, minggu depan, nanti, dan kata-kata serupa kerap merupakan sinonim dari kata kegagalan tidak pernah. Jadilah jenis orang yang “Saya memulai sekarang juga”.
7. Segeralah bertindak. Jangan membuang-buang waktu menyiapkan diri untuk bertindak. Mulailah bertindak.
8. Ambil inisiatif. Jadilah polopor. Ambillah inisiatif dan laksanakan. Jadilah sukarelawan. Perlihatkan bahwa anda mempunyai kemampuan dan ambisi untuk berbuat. ( Sumber : majalah pengusaha Muslim Indonesia )