link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Selasa, 05 Februari 2013

Dibukukan

    Date: Tue, 5 Feb 2013 11:09:32 +0700
    From: Imam Santoso <isantoso07@yahoo.com>
Subject: Re: [ITxARCO] MEMBANGUN KERAJAAN
      To: "ITxARCO@yahoogroups.com" <ITxARCO@yahoogroups.com>
      Cc: "dwika@andercakrabuana.com" <dwika@andercakrabuana.com>

Mas Dwika, tulisan2 ini kalau dibukukan bagus loh dan sangat memotivasi
Salam
is

Sent from my iPhone

On Feb 4, 2013, at 8:40 PM, Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@yahoo.com> wrote:


> Lakukan apa yang Anda nikmati dan percaya akan gagasan-gagasan Anda.
> Anda telah mewujudkan impian-impian Anda jauh melebihi harapan Anda yang paling muluk.
>  I care About You,
> Dwika




> Tulisan dari ‘Walt Disney (Disneland)’ Kategori

> WALT DISNEY : “MEMBANGUN KERAJAAN HIBURAN KELUARGA”






> Rate This

> The Wonderful World of Disney dan merupakan gambaran seseorang yang telah berhasil mencapai segala sasaran cita-citanya. Kehidupan Walt Disney dapat diringkas dalam pedoman yang diikuti oleh semua orang kaya. Barang siapa ingin suskes, harus bekerja berat, pantang menyerah, dan lebih mengikuti kegandrungan. Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada tanggal 5 Desember 1901. Ibunya, Flora Call, adalah wanita Jerman, sedangkan ayahnya, Elias Disney, seorang keturunan Irlandia Kanada

> Namun ada satu gagasan yang selalu mengusik pikiran Walt Disney gagasan bekerja sendiri terutama karena ia telah mendengar bahwa sebagian karyawan akan tidak diperlukan bila musim sibuk berlalu. Ia gembira dengan prospek itu karena dua hal. Pertama, ia ingin berdiri sendiri, dan kedua, ia sangat ingin melakukan sesuatu yang baru dan orisinil, tidak hanya memenuhi keinginan bos dan para pelanggan. Disney, bersama dengan seorang teman, Ube Iwerks, mendirikan agen seni periklanannya yang pertama. Pelanggannya yang pertama adalah suatu rangkaian restoran. Disney dan temannya berhasil membuat kesepakatan dengan restoran untuk membangun bengkel kerjanya di bangunan restoran baru itu tanpa membayar sedikit pun. Sebagai imbalan, mereka harus membuat poster-poster iklan untuk restoran itu.

> Di samping bekerja untuk memenuhi kontrak ini, mereka bebas untuk mengerjakan proyek lain. Untuk menarik pelanggan, Walt merancang suatu rencana khusus. Ia akan pergi ke suatu toko atau perusahaan dan mencari tahu apakah mereka mempunyai suatu bagian seni. Orang yang memegang pimpinan mungkin menjawab bahwa bagian itu tidak diperlukan. Lalu Walt akan menawarkan jasanya atas dasar freelance, hubungan lepas. Kalau perusahaan itu tidak mempunyai pekerjaan yang harus dikerjakannya, tidak apa-apa. Tetapi kapan pun ada pekerjaan semacam itu yang harus dikerjakan, Walt dan temannya siap memberikan jasanya. Dalam waktu singkat, cara kerja semacam itu memungkinkan Walt dan temannya menabung cukup banyak uang yang tak mungkin dikumpulkannya andaikan mereka bekerja pada satu perusahaan saja.

> Bisnis ini tampak memberikan harapan besar, tetapi pada suatu hari Walt menemukan suatu iklan dalam koran yangmenyatakan bahwa Kansas City Film Ad Company memerlukan seorang kartunis. Ia menghadapi dilema: Apakah ia akan mempertahankan bisnisnya dengan Ube atau akan mencoba memenuhi impian sejak masa kanak-kanaknya untuk membuat animasi kartun? Sekali ia telah menguasai kemahiran baru, tak ada yang akan menghalangi dia memulai usahanya sendiri kembali.

> Pertimbangan ini mendorong dia memberatkan menerima pekerjaan itu. Pada tahun 1920, Disney akhirnya memasuki dunia animasi kartun. Ia akan segera menciptakan sebuah nama bagi dirinya di bidang itu, dan tokoh-tokoh perannya akan menjadi populer di seluruh dunia.

> KC Film Ac Company memegang tanggung jawab atas segala aspek iklan film dan tak berapa lama menyadari kemampuan kartunis muda ini. Tak lama sesudah mulai, Walt diberi tugas membuat poster seorang pria yang mengenakan topi menurut mode mutakhir. Walt menggambar poster itu, tetapi hidung orang itu digantikan dengan gambar bohlam! Ketika poster itu ditampilkan di layar, bos berseru: “akhirnya muncul sesuatu yang baru di tempat ini: Saya sudah bosan dengan wajah-wajah cantik ini.”

> Keorisinilan dan visi Walt tentang barang-barang di sekelilingnya membuat beberapa teman dan atasan kurang senang. Mereka sebenarnya iri dan menganggap dia pengacau. Oleh sebab itu, mereka tidak mau membiarkan dia mencoba suatu teknik baru untk menyempurnakan kartun-kartunnya. Ia mempunyai gagasan cemerlang membuat beberapa lukisan dan seluloid, lalu memotretnya dan menumpuknya dan akhirnya memfilmkannya. Pimpinan tidak mau mendengar hal semacam itu. Mereka merasa bahwa cara kerja mereka yang lama sudah cukup memberikan hasil sampai saat itu. Mereka tidak melihat alasan untuk mengubah teknik-teknik mereka, karena dengan cara itu pun para pelanggan sudah puas. Walt Disney tahu bahwa dia benar. Setelah berbulan-bulan membujuk bosnya, Walt akhirnya diperbolehkan membawa pulang salah satu kamera perusahaan untuk melakukan beberapa percobaan. Sejak saat itu, Walt Disney tidak pernah lagi berpaling ke belakang.

> Di sebuah garasi kosong yang sudah dirombak jadi studio, ia mulai membuat film-film animasi pendek dengan menggunakan teknik hasil rekaannya. Ia kemudian memperlihatkan hasilnya kepada seorang pemimpin bisokop terkenal. Orang itu sangat terkesan. Sketsa-sketsa dan teknik film Walt sangat berbeda dengan yang sudah-sudah. Film kartunnya yang pertama segera diputar di bioskop-bioskop.

> Pada mulanya kartun-kartun ini dimaksudkan untuk menggantikan iklan-iklan agar penonton terus menikmati apa yang muncul di layar selama selang waktu. Walt menyebut film-film itu “Laugh-O-Grams.” Film-film kartun Walt disenangi penonton dan sejak itu di Kansas City Walt Disney tidak lagi diejek sebagai si orang muda eksentrik” tetapi disegani. Gajinya naik. Dalam waktu singkat Disney menjadi orang terkenal di kota itu.

> Ia mengembalikan kamera yang dipinjamnya dan membeli kamera sendiri dengan uang simpanannya. Film-film kartun menjadi semakin populer. Walt Disney menyewa ruang kantor yang lebih luas untuk usaha kecilnya, Laugh-O-Grams Corporation dengan modal awal sebesar $15.000. Ia mempekerjakan beberapa magang dan seorang salesman untuk mempromosikan Laugh-O-Grams di New York City. Impiannya untuk mandiri menjadi kenyataan pada waktu ia baru berumur 20 tahun.

> Ia kemudian memutuskan untuk keluar dari KC Film untuk bekerja sendiri sepenuhnya. Tetapi sukses tidak terjadi dengan sendirinya. Biaya produksi tinggi dan sikap perfeksionis Walt Disney (yang membuat dia menanamkan kembali semua uang hasilnya untuk memperbaiki hasilnya), disamping pasaran yang sangat terbatas, segera mengakibatkan kebangkrutan.

> Ini merupakan masa suram dalam hidupnya; ia telah beranggapan bahwa masa sulitnya akhirnya berlalu. Ia tidak beruang sedikitpun dan terpaksa tinggal di bengkel dengan makan dan tidur di sebuah bangku kecil, satu-satunya perabot yang dia miliki. Lebih jelek lagi, sekali seminggu ia harus pergi ke stasiun kereta api untuk mandi.

> Akhirnya ia berhasil mendapatkan kontrak pembuatan kartun animasi untuk mendidik anak-anak pentingnya menyikat gigi. Pada suatu malam, dokter gigi yang memesan kartun ini datang menemuinya dan mengajak dia ke kantornya. “Tidak bisa,” jawab Disney. “Mengapa?” tanya dokter itu. “Karena saya tidak punya sepatu. Satu-satunya sepatuku ada di tempat tukang sepatu untuk direparasi, dan saya tidak punya uang untuk mengambilnya.”

> Walaupun menghadapi keadaan yang serba menyusahkan. Walt Disney tidak putus asa. Ada sebuah gagasan di otaknya. Pada suatu malam bulan Juli 1923, dengan membawa semua uang di dalam saku baju setelan tuanya dari kain minyak berwarna abu-abu, pemuda kurus kering ini naik kereta api menuju Hollywood. Ia bertekad kuat untuk menjadi orang penting dalam dunia perfilman.

> Ketika tiba di Hollywood, Walt Disney hanyalah satu di antara banyak orang yang mengharapkan mewujudkan cita-citanya. Kakaknya Ray telah tinggal di California beberapa waktu lamanya, dan ia  dengan senang hati mengundang adiknya tinggal di rumahnya. Walt mulai mengunjungi studio-studio film satu per satu. Ia bersedia bekerja apa saja asal ada hubunganya dengan berfilman.

> Untuk maju dalam suatu bidang keahlian khusus, orang harus masuk ke dalamnya apa pun pengorbanannya. Disney segera menyadari betapa sulitnya masuk ke studio-studio film Hollywood.Banyak orang lain sebelum dia telah melamar kerja, tetapi ditolak. Walt Disney tidak menjadi patah semangat karenanya. Kalau ada orang lain yang berhasil masuk, mengapa ia tidak? Di matanya, ada dua macam orang: Mereka yang merasa kalah dan terlantar bila mereka tak dapat menemukan pekerjaan dan mereka yang dapat mencari penghasilan dengan cara apa pun dalam masa sulit. Disney selalu berusaha keras agar termasuk dalam golongan kedua.

> Pengalaman mengajar dia bahwa orang harus sepenuhnya mengandalkan diri sendiri. Ia kembali ke papan gambar dengan kemauan keras untuk mencari tempat bagi dirinya. Ia menggambar film-film komik dengan maksud dijual kepada pengusaha bioskop. Ia hanya menggunakan kembali pengalaman yang sudah diperolehnya di Kansas City dengan Laugh-O-Grams. Ada seorang pemilik gedung bioskop yang begitu tertarik sehingga ia membeli berseri-seri film komik. Ia bahkan memesan rangkaian cerita Alice in Wonderland yang telah mulai dibuat oleh Walt Disney di Kansas. Kepada Disney ditawarkan uang $1.500. Jumlah sebesar itu jauh lebih besar daripada yang diharapkan. Rangkaian seri Alice in Wonderland ini diputar berurutan sampai tiga tahun. Dengan hasil penjualannya Walt Disney bisa membeli rumah dan bahkan membangun studio filmnya sendiri. Sesudah film-film Alice in Wonderland, Walt ingin menciptakan sesuatu yang baru dan yang benar-benar orisinil. Maka lahirlah makhluk kecil cerdik yang disebutnya “Mickey Mouse”, nama yang diberikan oleh istri Disney, Lillian Bounds. Mickey Mouse dengan cepat menjadi bintang tenar di seluruh dunia, dan bahkan lebih terkenal daripada banyak bintang Hollywood. Walaupun demikian, pada mulanya para produser menyambut kedatangan Mickey dengan kurang bersemangat.

> Kira-kira pada waktu itu, film berbicara mulai muncul dan orang mulai memboikot film bisu. Disney pun bereaksi. Dengan kelompok pembantunya, ia memperkenalkan suatu metode baru untuk mensikronkan suara dan animasi. Walt terus mencari teknik-teknik baru untuk memperbaiki kemahirannya. Ia menerapkan pula proses: “teknikolor” yang baru. Dengan teknik baru ini ia tidak perlu lagi menggunakan kombinasi dua warna. Dalam film Bambi, ia menggunakan 46 rona warna hijau untuk hutannya. Kartun berwarnanya yang pertama, Silly Symphony, membuat para penggemar film kegirangan.

> Disney makin menyadari bahwa kalau ia mau terus berkarya dengan skala yang lebih besar, ia harus membangun suatu kelompok berotak cerdar, artinya ia harus mengelilingi dirinya dengan asisten-asisten orang pintar yang mampu menawarkan produk bermutu. Untuk memantapkan diri, kami tahu bahwa kami harus melatih sendiri para asisten.

> Disney merasa bahwa para kartunis yang bekerja padanya terlalu sering menggunakan cara-cara tipu daya kuno. Ia tahu bahwa satu-satunya cara mengubah keadaan ini adalah dengan mengadakan kursus-kursus latihan bagi mereka. Tujuannya sederhana: memperbaiki mutu lukisan dan teknik animasi. Ketika perusahaannya terus bertambah besar, ia memutuskan pada tahun 1930 untuk mendirikan sekolahnya sendiri, tempat ia akan mengajarkan segala teknik animasi kartun kepada calon-calon kartunis. Sekolah itu segera mulai tampak seperti kebun binatang. Soalnya, untuk membuat tokoh-tokoh kartunnya lebih realistic Disney telah mengubah ruang kelasnya menjadi laboratorium biologi kehidupan nyata dengan berbagai binatang yang diamati oleh para siswa dalam aneka perilaku dan sikapnya selagi tidur, jaga, makan, dan lain-lain. Pengamatan ini akan membantu dia pula untuk membuat film-film dokumenter tentang keajaiban alam pada waktu yang akan datang. Pada tahun 1938, Disney memperkenalkan film animasi panjang tajuk karangannya yang pertama, Snow white. Untuk membuat film ini ia membutuhkan waktu dua tahun penuh kerja keras. Film tersebut merupakan salah satu karya besarnya.

> Tidak lama sesudah itu, ia membangun studio film modern di Burbank, California. Di tempat itu ia akan mempekerjakan sebanyak 1.500 orang. Sampai di situ ia tampaknya telah mencapai apa yang diimpikannya. Setahap demi tahap ia menjadi apa yang diinginkannya dahulu. Saya hanya bekerja dengan baik kalau ada hambatanm yang harus kuatasi. Saya khawatir bila segala sesuatu berjalan dengan terlalu lancar karena saya takut terjadinya perubahan mendadak dalam situasi ini.

> Setelah Perang Duinia II, Ray dan Walt Disney menerima beberapa kontrak dari ketentaraan untuk membuat film dokumenter dan poster perang. Begitu perang selesai, bisnis makin sibuk bagi Disney Studios, dan Walt semakin mencurahkan perhatiannya pada keahlian seninya. Ia sering bekerja sampai larut malam. Konon, ia sering membongkar-bongkar keranjang sampah kertasnya untuk melihat isinya. Pada keesokan harinya ia akan menyuruh aistennya untuk meneliti apa yang ditemukannya; katanya, potongan-potongan kertas ini sering kali mengandung gagasan besar. Pada masa itulah Walt Disney menciptakan kebanyakan film besarnya, antara lain Cinderella, Peter Pan dan Bambi.

> Pada tahun 1950-an, impian fantasmagorik Walt Disney-Disneyland mulai berkembang. Pada waktu itu, semua temannya, terutama bankir-bankirnya, menyatakan bahwa proyek ini gila-gilaan. Sekali lagi, Disney akan menunjukkan bahwa impian manusia dapat menjadi kenyataan.

> Gagasan menciptakan Disneyland muncul, ketika ia berjalan-jalan di taman dengan kedua putrinya, Sharon dan Diana. Ia membayangkan sebuah taman wisata sangat luas tempat anak-anak dapat bertemu dengan tokoh kartun yang mereka sayangi. Ketika Walt Disney akhirnya memutuskan untuk proyek tersebut, tidak ada seorang pun atau apa pun dapat mengubah keputusannya.

> Disneyland akhirnya terwujud di Anaheim, California, pada tahun 1955. Hari itu hari besar bagi Walt Disney. Ia berkata: Andaikata saya mendengarkan saya sendiri, tamanku ini tidak akan selesai. Inilah, akhirnya, sesuatu yang dapat saya sempurnakan terus-menerus. Pada tahun 1985, Disneyland menyambut pengunjungnya yang ke-250 juta. Ketika Walt Disney meninggal pada tahun 1966, bioskop kehilangan salah seorang penciptanya yang paling besar. Dua prinsip penting telah memotivasi seluruh hidupnya: melakukan apa yang dia nikmati dan percaya akan gagasan-gagasannya. Tanpa prinsip-prinsip ini, ia tak akan pernah menjadi Walt Disney yang besar: penerima 900 tanda kehormatan, 32 Oscar, lima Emmy, dan lima doktor honoris causa, perintis sejarah animasi dan salah seorang manusia terkaya di dunia. Ia telah mewujudkan impian-impiannya jauh melebihi harapannya yang paling muluk.

Selasa, 29 Januari 2013

Kehidupan kita



Wed Jan 23, 2013 5:20 pm (PST) . Posted by:

"Palansa" saifalah_2005

setuju

Wed Jan 23, 2013 5:14 pm (PST) . Posted by:

"Dany Nugraha Kustiadi" jasnikom

Very Good Topik, bravo 4 dwika.....

Sesuai dg apa yg diajarkan oleh agama islam dan sabda rasul, bahwa kita
Tidak Boleh shu-uzon alias syak wasangka alias
berburuk sangka alias berfikiran negatif. Mengapa? karena yg pertama adalah
berdosa jika kita shu uzon, yg kedua adalah merusak
jiwa. Kita diharuskan ber khusnu-zon alias berbaik sangka alias berfikiran
positif. Mengapa? karena yg pertama, dg berbaik sangka
maka Allah memberi pahala. Yang kedua, berbaik sangka itu menyehatkan jiwa.

Lanjutkan boz Dwika !!!!

2013/1/24 Dwika Sudrajat dwikasudrajat@ yahoo.com>

> Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan sepanjang hari, karena
> memang semua perbuatan yang kita lakukan selalu diawali oleh pikiran.
> Kita semua adalah pelukis bagi kehidupan kita masing-masing. "Lukisan"
> hidup seperti apa yang Anda lihat dan rasakan saat ini, itu berasal dari
> pikiran Anda selama ini.
> Anda merasa bahagia dan positif, itu menandakan bahwa Anda selalu berpikir
> positif.
> Perbaikilah terlebih dahulu cara berpikirnya. You Are What You Think!
> I Care About You,
> Dwika
>
>
>
>
>
> You Are What You Think
Oleh Sigit Risat
> [image: Lowongan kerja dan Semangat] 
http://id.jobsdb. com/id>
>
> "Orang yang mengeluarkan pikiran positif akan mengaktifkan dunia
> sekitarnya secara positif dan kembali kepadanya dengan hasil yang
> positif." Itulah kutipan yang disampaikan oleh Norman Vincent Peale dalam
> bukunya yang sangat melegenda, The Power of Positive Thinking. Pesan untuk
> selalu berpikir positif tentu saja tidak hanya disampaikan oleh Norman
> Vincent Peale, melainkan juga bisa ditemukan dalam kitab-kitab suci dan
> ajaran-ajaran spiritual tentang kebaikan. Bahkan dalam mitologi Yunani juga
> kita mengenal kisah Pygmalion yang secara jelas menggambarkan dampak
> berpikir positif. Sekedar mengingatkan Anda, berikut kisah Pygmalion itu.
>
> Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sangat
> piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi
> bukan keahliannya itu Dia dikenal dan disukai oleh teman dan tetangganya.
> Melainkan karena Pygmalion dikenal sebagai orang yang selalu berpikir
> positif. Ia selalu memandang segala sesuatu dari sudut pandang yang baik,
> sudut pandang yang positif.
>
> Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi
> Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini".
> Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan
> Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata,
> "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih
> perlu". Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat.
> Ia malah merasa iba, "Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikanhttp://id.jobsdb. com/id/id/ industry/ pendidikan/ 1?JSSRC=HPJC> dan
> makanan yang cukup di rumahnya."
>
> Itulah pola pikir Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari sisi
> buruk, melainkan justru dari sisi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk
> tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik
> dibalik perbuatan buruk orang lain.
>
> Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang
> sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah selesai,
> patung itu tampak benar-benar seperti manusia. Wajah patung itu tersenyum
> manis menawan, tubuhnya elok menarik.Kawan- kawan Pygmalion berkata,
> "Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu." Tetapi
> Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia sungguhan. Berkali-kali
> patung itu ditatapnya dan dielusnya.
>
> Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap
> Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,
> yaitu mengubah patung itu menjadi manusia. Begitulah, Pygmalion hidup
> berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di
> seluruh negeri Yunani. Berdasarkan cerita itulah nama Pygmalion dikenang
> hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir positif. Kalau kita
> berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, maka hasilnya
> betul-betul menjadi positif.
>
> Kazuo Murakami, Ph.D. seorang ahli genetika terkemuka dunia, pemenang Max
> Planck Research Award dan Japan Academy Prize, berdasarkan penelitianhttp://id.jobsdb. com/id/id/ job-list/ ilmu-pengetahuan -lab-researchdev elopment/ riset-pengembang an/1?JSSRC= HPJC> yang
> ditulis dalam bukunya berjudul The Divine Code of Life, dengan rendah hati
> Dia mengungkap temuannya bahwa pemahaman umum bahwa gen manusia adalah
> bersifat tetap dan tidak bisa diubah atau turun temurun ternyata tidak
> sepenuhnya benar. Ternyata, gen seseorang bisa berubah dari negatif menjadi
> positif dengan melakukan tiga kebiasaan, yaitu: Memulai apa pun dengan niat
> mulia, Hidup dengan penuh rasa syukur, dan selalu berpikir positif. Pada
> dasarnya ketiga faktor penyebab gen menjadi positif itu menyangkut pola
> pikir.
>
> Jadi kesimpulan sederhananya adalah, kita akan menjadi seperti apa yang
> kita pikirkan sepanjang hari, karena memang semua perbuatan yang kita
> lakukan selalu diawali oleh pikiran. Anda membaca tulisan ini juga bukankah
> terlebih dahulu Anda memutuskan dalam pikiran ingin membacanya? Seperti
> sebuah lukisan, apakah itu lukisan pemandangan alam yang indah, lukisan
> wajah perempuan cantik, lukisanserdadu sedang berperang, lukisan sebuah
> keluarga yang sedang tertawa riang, lukisan seorang ibu yang sedang
> menangis sedih, atau lukisan hantu berwajah seram, bukankah sebelum lukisan
> itu tertuang di atas kanfas, awalnya gambar itu berada dalam benak atau
> pikiran si pelukisnya ?
>
> Ya, kita semua adalah pelukis bagi kehidupan kita masing-masing. "Lukisan"
> hidup seperti apa yang Anda lihat dan rasakan saat ini, itu berasal dari
> pikiran Anda selama ini. Jika Anda merasa hidup Anda penuh dengan hal-hal
> yang negatif, itu artinya selama ini pikiran Anda didominasi oleh
> pikiran-pikiran negatif. Begitu juga sebaliknya, jika Anda merasa bahagia
> dan positif, itu menandakan bahwa Anda selalu berpikir positif. Merujuk
> pada hukum kekuatan pikiran ini, jika Anda ingin memperbaiki hidup, maka
> perbaikilah terlebih dahulu cara berpikirnya. You Are What You Think!
> *Sigit Risat*

Minggu, 06 Januari 2013

Presentasi itu adalah Anda

 Presentasi itu adalah Anda, dan selebihnya hanya alat bantu.
Alat bantu visual yang terbaik, adalah yang paling sederhana. 
Sebab, alat bantu visual adalah alat bantu. Bukan presentasi itu sendiri.
I Care About You,
Dwika






Lebih Efektif Dengan Flip Chart
QA-Communication


Terjemahan bebas dari materi oleh:
Lenny Laskowski
LJL Seminars

Alat bantu visual yang terbaik, adalah yang paling sederhana. Sebab, alat bantu visual adalah alat bantu. Bukan presentasi itu sendiri. Presentasi itu adalah Anda, dan selebihnya hanya alat bantu.

Salah satu alat bantu yang telah terbukti baik dan masih digunakan hingga saat ini adalah flip chart. Flip chart cocok digunakan di depan audience yang cukup kecil, 30 sampai 50 orang atau kurang.

Keuntungan flip chart adalah:

1. Tidak perlu listrik. Anda tidak perlu pusing dengan kabel atau khawatir tentang mati lampu;

2. Ekonomis. Anda tidak memerlukan film atau printer untuk menghasilkan bahan presentasi;

3. Warna bisa ditambahkan dengan mudah. Spidol sudah cukup;

4. Peluang untuk spontanitas. Setiap kemungkin di detik terakhir bisa tetap diekspresikan dengan baik.

Tips:

1. Flip chart yang baik punya penjepit di bagian atas, dan mampu menampung segala jenis bahan yang biasa digunakan;

2. Yakinkan bahwa kertas atau bahan -- jika Anda membawanya sendiri dari rumah -- dapat muat pada penjepit dan flip chart itu sendiri dapat berdiri dengan tegak dan stabil. Perhatikan bahwa beberapa jenis penjepit menggunakan lubang;

3. Bahan atau kertas flip chart biasanya dijual satu paket. Bahan ini bisa polos atau bergaris-garis (matriks). Bahan bergaris dapat digunakan untuk menggambar garis lurus, dan menjaga teks agar tetap rata. Jika penjepit pada flip chart menggunakan lubang, sesuaikan dengan bahannya. Susah payah dalam melepaskan bahan untuk diganti dengan yang baru, adalah pemandangan yang lucu di depan audience. Perhatikan bahwa di Indonesia, yang biasa digunakan adalah jenis yang langsung bisa dibalik ke belakang;

4. Jika Akan menggambar sesuatu yang cukup rumit atau perlu presisi, siapkan "contekannya" di kertas biasa;

5. Jika memungkinkan, gambarlah "draft" terlebih dahulu menggunakan pensil. Jangan gunakan huruf besar semua. Kombinasi yang benar akan memudahkan audience membacanya. Pakailah aturan 7 x 7. Tujuh kata per baris dan tujuh baris per halaman;

6. Gunakan spidol yang benar. Jangan gunakan spidol yang meleleh, atau kertas yang dapat membuat spidol meleleh atau tembus ke belakang. Waspadai baunya. Jangan terlalu keras. Ada spidol yang aromanya buah-buahan. Ini bisa jadi lebih menarik;

7. Hindari warna kuning, pink, atau oranye. Warna ini sangat sulit dilihat oleh audience dalam segala kondisi pencahayaan. Jangan buat audience Anda mengernyitkan matanya. Hindari warna yang terlalu banyak, cukup satu warna gelap dan satu warna aksen;

8. Anda bisa menulis tipis dengan pensil, setiap poin yang Anda perlukan untuk "contekan". Audience tidak akan melihatnya. Anda juga bisa menulis tentang poin berikutnya. Dengan ini, Anad bisa memperkenalkan halaman berikutnya dengan manis;

9. Jika ada yang salah, Anda bisa mencoretnya. Untuk kesalahan yang memakan ruang peraga lebih besar, gunakan flip chart pengganti;

10. Gunakan kertas kosong atau bahan penyekat antar halaman, jika bahan Anda cenderung tembus pandang;

11. Jika Anda membawa sendiri bahan Anda, lindungi sejak dari rumah atau dari kantor. Rawat baik-baik. Kena hujan bisa berabe.

Membuat flip chart sendiri -- bukan spontan, akan memakan waktu. Perhitungkan soal waktu termasuk untuk melakukan review dan perbaikan. Jika bahan Anda adalah print-out komputer, Anda harus memahami bagaimana perilaku printer Anda.

QA-Communication

Saling percaya

REFERENSI PENGALAMAN yang paling penting untuk eksposisi dalam konteks public speaking. 
Pola ini secara langsung mengaitkan sesuatu hal, dengan berbagai pengalaman yang dialami oleh audience Anda. Manfaatkan pola ini untuk  membangun rasa saling percaya dan saling terbuka dengan audience Anda.
I care About You,
Dwika






Mempengaruhi Audience (Eksposisi)
QA-Communication


Sebagai pembicara, Anda jelas ingin mempengaruhi audience Anda. Dan Anda harus tahu apa saja yang bisa digunakan, untuk mempengaruhi mereka. Apa saja karakteristiknya dan bagaimana cara kerjanya. Anda ingin audience Anda terpengaruh dan menjadi pengikut Anda.

Mempengaruhi audience bisa dilakukan dengan banyak cara. Cara yang paling umum adalah:

1. Eksposisi;
2. Deskripsi;
3. Narasi;
4. Sugesti;
5. Argumentasi;
6. Persuasi.

Pada dasarnya, Anda sebagai pembicara telah meramu semuanya ke dalam sesi bicara. Anda sadari, atau tidak Anda sadari. Anda telah melakukannya. Dan bila Kita mempelajari bagaimana dan apa seluk beluknya, Kita akan bisa lebih efisien dan efektif sebagai pembicara.

Kita akan memulainya dengan eksposisi. Tips berikut adalah ringkasan dari BAB XIX buku Dale Carnegie, "The Arts of Public Speaking".

KARAKTER EKSPOSISI
Eksposisi, berasal dari kata "ekspos" yang kurang lebih artinya adalah menelanjangi, membuka penutup atau tirai, atau menunjukkan fakta yang ada di dalam. Dengan kata lain, eksposisi adalah penjelasan, yang sebisa mungkin sejelas-jelasnya.

Jangan gunakan eksposisi tidak menggambarkan sesuatu, karena itu akan menjadi deskripsi. Eksposisi adalah menjelaskan pengertian "mobil" dengan terminologi yang spesifik, menamai berbagai karakter yang merupakan "spare part mobil", dan menjelaskan bagaimana cara kerjanya.

Jangan jelaskan jawaban dari pertanyaan "bagaimana itu terjadi" dengan eksposisi, karena itu namanya narasi.

Jangan gunakan eksposisi untuk berurusan dengan alasan dan keterkaitan antar hal. Itu namanya argumentasi. Jika menjelaskan bagaimana sebuah mobil lebih baik dari mobil yang lain, itu argumentasi.

Robert E Peary menemukan kutub utara. Ia menjelaskan instrumen yang digunakannya untuk menentukan garis lintang dan bujur dengan eksposisi. Ia menggambarkan peralatan yang digunakannya itu dengan deskripsi. Ia menceritakan petualangannya dengan narasi. Kemudian, ia menggunakan semuanya saat diwawancarai oleh media massa.

Eksposisi sepenuhnya berada di wilayah intelektual dan "tanpa perasaan". Anda mengatakannya, hanya sekedar untuk memberi informasi tentang fakta. Atau, Anda hanya melakukan penggalian fakta dan menguraikannya untuk mereka. Dan, eksposisi akan selesai manakala Anda dan audience Anda telah sepakat mengenai sesuatu. Setelah itu, sesi bicara baru bisa dilanjutkan.

PENTINGNYA EKSPOSISI
Secara sederhana, tujuan atau sasaran eksposisi adalah menyamakan informasi dasar agar tidak muncul salah tangkap atau salah persepsi. Dalam hal ini, ada semacam jebakan yang harus diwaspadai, yaitu eksposisi yang terlalu pendek dan eksposisi yang terlalu panjang.

Eksposisi yang terlalu pendek akan mengakibatkan keragu-raguan di sisi audience. Dengan begitu, berbagai interaksi Anda dan mereka di tahap berikutnya, akan berkemungkinan tulalit.

Eksposisi yang terlalu panjang akan mengakibatkan rasa tidak enak di sisi audience, karena mereka, merasa Anda anggap rendah intelektualitasnya.

KEGUNAAN EKSPOSISI
Eksposisi berguna untuk penyamaan persepsi tentang suatu informasi. Ia hanya menjelaskan sesuatu apa adanya, tanpa emosi dan tanpa rasa. Dengan metode ini, apa yang ingin Anda capai adalah kesepahaman dasar sebelum pembicaraan dilanjutkan lebih jauh.

Berikut ini adalah berbagai metode yang dapat Anda gunakan dalam menyampaikan eksposisi.

DEFINISI
Ini klasik. Anda memberi penjelasan atas berbagai batasan alias limitasi. Anda bisa memulainya dari segi bahasa dan akar kata. Ini yang paling umum. "Menurut kamus Webster, arti ... adalah ..."

KONTRAS DAN ANTITESIS
Ini untuk memperkuat definisi. Caranya, Anda menunjukkan perbedaan sesuatu dari sesuatu yang lain. Dalam praktek public speaking, disadari atau tidak, model inilah yang mendominasi eksposisi. Secara alamiah, Anda sebagai pembicara akan memperluas dan mempertajam berbagai definisi yang telah Anda sampaikan.

CONTOH-CONTOH
Ini juga merupakan cara untuk memperkuat definis ke tingkat yang lebih bisa diterima. Anda kemukakan saja berbagai contoh yang menurut Anda paling akurat.

ANALOGI
Ini adalah salah satu metode yang paling bermanfaat dalam teknik eksposisi. Sebab, ia bisa menjelaskan suatu informasi dalam cara dan tingkat pengetahuan yang lebih bisa diterima secara luas. Dengan kata lain, Anda menggunakan "bahasa" yang sama dengan "bahasa" audience Anda.

DISCARDING
Anda menyingkirkan atau mengeluarkan sesuatu dari berbagai batasan atau definisi yang sudah Anda sampaikan. Dengan kata lain, apa saja yang tidak termasuk atau tidak sama dengan definisi Anda. "Di dalam pengertian ..., tidak termasuk ...".

KLASIFIKASI
Anda melakukan pengelompokan. Berdasarkan urutan proses, kesamaan sifat, kemiripan karakter, atau kesamaan tabiat dan perilaku sesuatu. "Di masyarakat, tradisi ini dikenal dengan sebutan ..."

ANALISIS
Anda memperbedakan berbagai bagian yang dianggap penting. Pembedaan bisa dilakukan berdasarkan waktu, tempat, atau logika.

DIVISI
Anda "mempreteli" bagian demi bagian, yang sengaja Anda lakukan agar sesi bicara bisa lebih fokus dan bisa lebih nyaman dinikmati. Satu per satu. Cirinya, Anda sering menggunakan elemen transisi "Berikutnya..","Yang ke dua..."

GENERALISASI
Anda menjelaskan prinsip-prinsip dasar tentang sesuatu. Anda menurunkannya dari karakteristik berbagai hal yang individual sifatnya. Dalam ilmu logika, ini biasa disebut dengan metode induksi.

REFERENSI PENGALAMAN
Inilah yang paling penting untuk eksposisi dalam konteks public speaking. Karena, pola ini secara langsung mengaitkan sesuatu hal, dengan berbagai pengalaman yang dialami oleh audience Anda. Manfaatkan pola ini untuk membangun rasa saling percaya dan saling terbuka dengan audience Anda.

Jangan lupakan eksposisi. Ini penting agar Anda dan audience berada di arena yang sama. Tidak perlu terlalu pendek, jangan juga terlalu panjang.
QA-Communication

Batin Anda

Berilah makanan untuk batin Anda. Suplailah jiwa Anda. Taklukkan otak dan perasaan Anda dengan kekayaan jiwa.
Saat Anda bangun, ungkapkan pernyataan yang meng-afirmasi diri sendiri.
"Saya siap!""Saya bisa!" "Sebab Saya sudah berdoa, Shalat Dhuha dan membaca Basmallah."
I care About You,
Dwika





Bicara Internal Untuk Mengurangi Stress
Terjemahan bebas dari materi oleh:
Suzanne Zoglio, Ph.D.
Motivational Speaker

Zaman ini adalah zaman edan. Zaman yang penuh kegilaan. Zaman yang penuh kejutan. Tak terduga, menyentak jiwa, dan menyakitkan tentu saja. Zaman ini adalah zaman di mana orang mengalami stress. Mengalami tekanan jiwa yang tak pernah diduga sebelumnya. Tak terbayangkan akan menimpa diri kita. Dan biasanya kita akan bertanya "Kok Saya?"

Bagaimana memanfaatkan kemampuan dasar kita dalam berkomunikasi untuk membantu keadaan ini?

Berbicara, tidak dilakukan dengan hanya membuka mulut dan bersuara. Sebab, itu berbicara untuk didengar orang lain. Pernahkah kita berbicara pada diri sendiri? Jika kita sudah jarang melakukannya, maka latihlah lagi kemampuan dasar ini agar kita selamat dari prahara dan anarki. Bicaralah pada diri sendiri. Inilah kekuatan dasar Anda yang akan sangat menentukan kualitas eksternal Anda. Berkomunikasilah secara internal.

Dan tentu saja, ini ada ilmu dan tekniknya. Ada tips dan triknya juga.

1. METODE JIKA
Coba lakukan ini suatu hari. Setidaknya hanya untuk hari itu saja. Ubahlah "pernyataan pembatasan" Anda, menjadi "pernyataan strategi".

"Saya nggak bakal dapat promosi."

Ubah batasan itu menjadi:

"Saya bisa dapat promosi suatu hari, JIKA Saya bisa berprestasi dan menonjol di suatu sisi."

2. METODE BERTANYA
Belajarlah untuk mengalihrupakan setiap keluhan (Anda dan orang di sekitar Anda) menjadi suatu pertanyaan. Keluhan adalah tanda kekalahan. Pertanyaan di sisi yang lain, adalah tuntutan untuk suatu jawaban. Dan jawaban itu, bermuara pada solusi.

"Setiap orang jelek sekali moodnya hari ini!"

Ubah kekalahan itu menjadi:

"Apa yang bisa Saya lakukan untuk menceriakan suasana?"

3. METODE BAHASA
Waspadai bahasa Anda. Seperti dua contoh di atas, bahasa dan bicara adalah sesuatu yang teramat penting untuk dijaga. Bicara baik atau diam. Mulutmu harimaumu. Dan sebagainya. Anda mungkin bisa mengatakan ini:

"Dasar idiot! Kamu selalu saja melakukannya!"

Berhentilah seketika, saat Anda mulai melukai orang lain secara pribadi.

Ubah serangan itu menjadi:

"Ya sudahlah. Dalam situasi ini, kamu sudah mencoba sebisanya."

Jika Anda masih belum puas dan merasa masih ingin "membahasnya", lakukan dengan cara yang sama. Ganti setiap serangan dengan pertanyaan yang sehat dan permakluman.

4. METODE "MENGAPA TIDAK?"
Kondisi mood dan "cuaca" hati seringkali membuat kita menjadi malas. Dan Anda, mulai merasa "harus" melakukan sesuatu. Ubahlah keharusan itu menjadi keinginan. Menjadi pilihan dan keikhlasan. Jika Anda mulai mempertimbangkan opsi dan pilihan, dari pada bereaksi mengikuti bad mood, Anda akan mulai menemukan jalan.

Selalulah bertanya:

"Mengapa tidak?"
"Apa salahnya Saya melakukan itu?"
"Apa ruginya?"
"Emang bisa ngelukain Saya?"

5. METODE PENGUJIAN "YA!"
Jika Anda menemukan diri Anda berpikir:

"Saya sebenarnya nggak mau, tapi Saya benar-benar harus melakukannya."

Tolong pikirkan ulang sekali lagi, dan jangan jadikan "ya" sebagai kebiasaan yang otomatis. Anda harus melakukannya dengan penuh kesadaran. Bertanyalah sekali sebelum melangkah lebih lanjut:

"Apa permintaan itu memang tepat?"
"Apakah Saya memang orangnya?"
"Apakah Saya bisa menegosiasi deadlinenya?"

Jika Anda tetap bisa menjawab "ya", maka silahkan teruskan. Jika tidak, tolak saja.

6. METODE "RENCANA 1 MENIT"
Ada saatnya di mana Anda merasa seperti pembalap F-1 di sirkuit. Bedanya, hari itu Anda sedang memacu hidup Anda sendiri. Waspadalah, sebab jika tidak, Andalah yang akan mematahkan batang leher sendiri.

Jika Anda merasa sedang berperilaku demikian, beri waktu sekitar 1 menit untuk menyusun rencana. Dalam 1 menit itu, inilah yang perlu Anda lakukan:

- Tulis 10 hal yang harus Anda lakukan, capai atau selesaikan hari itu;
- Bagi dalam tiga blok besar sesuai dengan tingkat kepentingannya. 1-3, 4-6, dan 7-10;
- Mulailah men-tackle (musim bola nih!) yang ranking pertama.

Prioritas atau first thing first menurut Covey.

7. METODE "ISTIRAHAT 1 MENIT"
Ini adalah resep 3x sehari. Lakukan setidaknya tiga kali sehari. Lakukan 1 menit istirahat untuk sekedar "memperbaiki" pernafasan Anda. Sungguh, kondisi stress pasti menyelewengkan proses normal cara bernafas Anda.

Berdiri tegak, ambil nafas panjang dan dalam, gunakan pernafasan perut. Lakukan hitungan enam detik. Enam detik menarik, enam detik menahan dan enam detik mengeluarkan. Jika Anda tidak bisa enam detik, kayaknya Anda harus ke dokter untuk memeriksakannya. Stress Anda sudah melewati ambang batas. Lakukan aktivitas ini dalam lima siklus.

Kita mungkin sering lupa melakukannya, tapi percayalah, apapun akan bisa Anda lakukan dengan lebih efisien di menit berikutnya.

8. METODE MENGHADAPI "BLAME GAME"
Di zaman ini, "blame game" sudah menjadi tren tersendiri.

"Kamu ini gimana sih!"
"Cewek itu bikin darah Gua mendidih!"
"Ngobrol ama Dia bikin pening sampe ke ubun-ubun!"
"Rusak dah hari Gua!"
"Ini kantor bikin sumpek!"

Perhatikanlah bahwa jika Anda melakukannya, Anda telah menyumbang 'sesuatu' di sana. Yaitu, Anda telah memicu dan mendongkrak stress Anda sendiri. Orang lain tidak akan bisa membuat Anda stress tanpa bantuan Anda. Jika tidak berhati-hati, Anda malah meng-empower-nya.

9. METODE "UJI EKSPEKTASI"
Otak Anda mungkin menjerit, "Cepetan dong! Lambreta nih!" Uji lagi ekspektasi Anda.

- Apakah 'to do list' Anda memang do-able?
- Apakah semua itu memang aturable?
- Apakah itu realistis?

Cobalah Anda tengok daftar 'done' Anda lagi. Dengan hanya mundur selangkah dan melihat apa yang telah Anda capai, lakukan atau selesaikan, Anda akan segera tahu bahwa Anda sebenarnya mengalami kemajuan. Selangkah mundur, adalah break Anda yang membantu agar Anda sendiri tidak mengalami 'break'.

10. METODE POMPA
Berilah makanan untuk batin Anda. Suplailah jiwa Anda. Taklukkan otak dan perasaan Anda dengan kekayaan jiwa.

Saat Anda bangun, ungkapkan pernyataan yang meng-afirmasi diri sendiri.

"Saya siap!"
"Saya bisa!"
"Sebab Saya sudah berdoa, Shalat Dhuha dan membaca Basmallah."
"Maka: Insya Allah!"

Catatan moderator:Di sinilah bedanya ilmu barat yang sekuler dan humanis, dari ilmu ketimuran yang penuh dengan nilai religi. Mereka sering meletakkan nilai-nilai tinggi di tempat rendah, hanya karena persoalan sekuler, ilmiah dan humanis. Saran Saya, jadikan tips nomor 10 ini sebagai tips yang pertama, karena begitulah yang seharusnya. BTW, Saya sering utak-atik yang beginian dalam buku Saya "Berpikir Diagonal" -- yang sampai saat ini baru BAB III dan entah kapan selesainya.

Ingatlah bahwa satu harian ini, dari pagi sampai matahari tenggelam nanti, Anda akan dibombardir dengan berbagai 'pesan' positif dan negatif. Oleh sebab itu, setup-lah filter Anda, dan pilihlah pesan mana yang ingin Anda olah dan menjadi bagian dari hidup Anda.

Latihan dasar berkomunikasi secara internal ini, menentukan bagaimana Anda berkomunikasi secara eksternal.
QA-Communication

Libatkan emosi

Dari keseluruhan deskripsi Anda, bagian awal dan bagian akhir harus menjadi bagian-bagian yang paling mengesankan, dan penting untuk diingat berlama-lama.
Setiap gambaran deskripsi haruslah bulat, jelas dan jernih. Libatkan setiap emosi yang sesuai dengan gambaran Anda. Kemudian, upayakan agar emosi-emosi itu juga diproduksi pada saat yang sama di kepala mereka. Ingatlah bahwa deskripsi adalah panas dan emosional.
I care About You,
Dwika






Mempengaruhi Audience (Deskripsi)
QA-Communication


Tips ini adalah ringkasan dari Bab XX buku Dale Carnegie "The Art of Public Speaking", sebagai kelanjutan dari Tips #72: Mempengaruhi
Audience dengan Eksposisi.

KARAKTER
Mendeskripsikan, berarti memanggil kembali berbagai gambaran dan bayangan yang ada di kepala audience. Mendeskripsikan, berarti memberi visualisasi. Alat dan kelengkapannya, adalah segala apa yang ada hubungannya dengan artis pelukis. Kuas, cat, warna, cahaya, stroke, garis, bidang (topinya yang lucu...). Deskripsi bicara tentang efek, dan tidak tentang struktur teknis.

Eksposisi:Umum, ide, abstrak, internal, angka, jumlah, intelektual, non personal.

Deskripsi:Khusus, membendakan, kongkrit, eksternal, huruf, tulisan, kata, panca indera, personal.

Mendeskripsikan sesuatu, berarti memvisualisasikan segala hal yang pernah dilihat sendiri oleh pembicara (personal-subjektif). Melihat sendiri dengan "mata" atau melihat sendiri dengan "mata batin". Penekanannya, ada di "mata batin".

Deskripsi:- Scientific description;
- Artistic description.

METODE
Deskripsi pada dasarnya tidak hanya "mengatakan", lebih dari itu deskripsi adalah "mengusulkan" gambaran atau bayangan tentang sesuatu hal kepada pikiran audience. Oleh sebab itu, kemampuan mendeskripsi sangat tergantung pada keahlian memberi usulan dan masukan.

Berikut ini adalah macam-macam bentuk deskripsi.

PETUNJUK SEDERHANA
"Kucing itu lebat sekali bulunya."

GAMBARAN EFEK
"Pemandangan itu tak urung membuatnya pucat pasi."

JULUKAN ATAU GELARAN
"Tinggi tubuhnya yang di atas rata-rata tinggi orang Indonesia, membuat teman-teman Rudi memanggilnya 'tiang listrik'".

KATA KIASAN
"Saat ini, Indonesia sedang menjadi bulan-bulanan kemarahan buminya sendiri."

LANGSUNG
"Gelas itu tersenggol sikunya, jatuh ke lantai, dan pecah berkeping-keping."

Deskripsi langsung dari sebuah even langsung (live show), dengan satu atau dua paragraf, seringkali menjadi catatan sejarah. Komentar seorang komentator olah raga, bisa menjadi contoh yang menarik:

"Somad mengejar bola. Dudung mengambil posisi di kiri. Oper ke Budi. Terlalu rendah saudara-saudara. Disundul!. Bola melenceng ke arah kiri dan keluar. Mahmud melempar bola ke dalam. Direbut Jangkung! Terjadi sengketa di mulut gawang... Goooool!."

Pada pertandingan yang amat memikat, deskripsi seperti di atas bisa bertahan puluhan tahun. Dan pada saat diceritakan kembali, ia tak seperti masa lalu, melainkan seperti kejadian nyata yang berlangsung tepat di hadapan audience.

Sekarang, apa saja tips terbaik untuk menyampaikan deskripsi Anda?

PUTUSKAN SUDUT PANDANG
Jika Anda bercerita tentang situasi dan keadaa Gunung Merapi yang sedang murka, pendengar Anda tidak bisa membayangkan 'melihat' Gunung Merapi dari semua sisi. Oleh sebab itu, penyebutan hal-hal spesifik, seperti nama desa atau arah mata angin misalnya, menjadi hal yang penting dan tidak boleh dilupakan. Desa Kinaharjo, Kawasan Kaliurang, Kali Gendol dan seterusnya. Ambil sudut pandang, dan jangan lupa memberitahu saat Anda berpindah ke sudut pandang yang lain.

"Sekarang kita beralih ke Desa Sentul di Utara Gunung Merapi."

PILIH SIKAP TERHADAP SUBJEK
Jangan menceritakan soal Gunung Merapi yang sedang menyemburkan 'wedhus gembel' dan membuat orang-orang desa berlarian dengan panik, dengan wajah ceria atau sambil tertawa.

"He...he...lihatlah para pemirsa, mereka berlarian jungkir balik seperti dunia ini mau kiamat saja."

Itu sama sekali tidak lucu.

SESUAIKAN MOOD
Kurang lebih sama dengan yang di atas. Mood, berkaitan dengan ekspresi internal. Sikap, berkaitan dengan ekspresi eksternal atau penampakan fisik.

PERHATIKAN URUTAN DAN KEMULUSAN
Berikan gambaran yang logis dan mulus saat menggeser deskripsi dari:

- Maju dan mundur;
- Jauh dan dekat;
- Dulu, sekarang, nanti;
- Umum dan khusus;
- Besar dan kecil;
- Penting dan tidak penting;
- Fisik dan mental.

Begitulah yang berlaku untuk proses bolak-balik dari satu ekstrem ke ekstrem lainnya. Percampuran dan ketidakteraturan atau ketidakurutan dalam deskripsi, akan membuat audience Anda terbingung-bingung mengikuti Anda.

BUANG YANG TAK BERGUNA
Pilihlah gambaran yang memang signifikan. Pilihlah menjadi 'usulan', apa-apa yang paling kuat untuk divisualisasi oleh audience Anda. Begitu pula, buang segala kata atau kalimat yang tidak berguna. Ingatlah bahwa segala hal berpotensi memperkuat atau memperlemah gambaran Anda.

SESUAIKAN DENGAN ISI KEPALA MEREKA
Berikanlah uraian yang memang mungkin menjadi bahan baku untuk gambaran audience Anda. Usahakan agar 'usul gambar' Anda memang bisa dicerna dan diterima sebagai gambaran yang masuk akal bagi mereka.

BULAT DAN TIDAK MBULAT
Setiap gambaran deskripsi haruslah bulat, jelas dan jernih. Libatkan setiap emosi yang sesuai dengan gambaran Anda. Kemudian, upayakan agar emosi-emosi itu juga diproduksi pada saat yang sama di kepala mereka. Ingatlah bahwa deskripsi adalah panas dan emosional.

Terakhir, ingatlah bahwa dari keseluruhan deskripsi Anda, bagian awal dan bagian akhir harus menjadi bagian-bagian yang paling mengesankan, dan penting untuk diingat berlama-lama.


Senyum dan bahagia

Bicaralah dengan senyum dan bahagia. Itu menghilangkan gugup dan takut Anda. Itu membuat audience menyukai Anda. Dan itu membuat Anda berdua bahagia.
Jadikan diri Anda sendiri sebagai objeknya. Tentu saja, tanpa merendahkan harga diri Anda sendiri. Dan itu, ada banyak cara. Jangan jadikan orang lain sebagai objek humor Anda, kecuali Anda menjadikan mereka anonim. Itupun, bukan orang yang ada di hadapan Anda.
I Care About You,
Dwika



MELUCU DENGAN BIJAK
QA-Communication
Terjemahan bebas dari materi oleh:
Paul Joslyn, Professional Speakers Association

Melucu atau bercanda secara berlebihan, adalah terlarang. Akan tetapi, sesi bicara Anda juga tidak semestinya kering dan kerontang. Sebab itu akan jadi membosankan, atau setidaknya datar-datar saja. Humor atau candaan digunakan untuk membuat psikologis audience tetap awas dan segar. Dan dengan begitu, apa yang disampaikan pembicara juga akan lebih mudah diterima. Lihatlah bagaimana Aa Gym pun menggunakan canda. Itulah salah satu sebabnya, orang tak tertidur saat mendengar tausiahnya. Sekali lagi, tanpa berlebihan.

HINDARI APA YANG HARUS DIHINDARI
Hindari topik humor yang rasis, gender, atau humor yang audience akan berkeberatan mendengarkannya. Mereka akan kecewa, atau bahkan marah kepada Anda. Cara ini tidak cerdas, melainkan kasar. Siapasih dari kita yang senang dipermainkan?

RELEVANSI
Gunakan humor yang relevan dengan sesi bicara.

ANDA OBJEKNYA
Jadikan diri Anda sendiri sebagai objeknya. Tentu saja, tanpa merendahkan harga diri Anda sendiri. Dan itu, ada banyak cara. Jangan jadikan orang lain sebagai objek humor Anda, kecuali Anda menjadikan mereka anonim. Itupun, bukan orang yang ada di hadapan Anda.

BUKAN ORANG LAIN OBJEKNYA
Jangan jadikan bahan humor orang-orang yang menjadi panitia acara, boss, atasan, eo, direksi, atau orang lain yang juga menjadi pembicara. Jika Anda lakukan, humor Anda akan menelan Anda bulat-bulat.

MINTA BANTUAN PROFESIONAL
Jika memungkinkan, Anda bisa meminta bantuan penulis komedi. Di negara maju, ini sudah jadi profesi. Jika belum ada, Anda malah bisa memulainya, seperti orang-orang Republik BBM. Gunakan kemampuan bercanda Anda dengan bijak. Anda mungkin lucu, tapi jelas tak akan lucu lagi, jika Anda sampai melukai hati orang lain.

Melucu, ternyata ada tekniknya.

PILIH YANG TEPAT
Anda lebih baik menggunakan bahan yang orisinal, atau tidak terlalu lucu, akan tetapi Anda bisa menyampaikannya dengan menyegarkan. Sesuatu yang tingkat kelucuannya tinggi, bisa jadi tidak lucu jika tidak sesuai dengan gaya Anda. Orang mungkin tertawa, tapi mungkin juga, karena kasihan pada Anda. Ini jadinya: Anda lucu karena tidak lucu.

BANGUN SECARA SITUASIONAL
Ini yang terbaik. Spontan dan situasional. Humor Anda akan menyatu dengan sesi bicara. Anda bisa membangun cerita, tapi ingat keterkaitannya dengan sesi dan topik bicara.

PERHATIKAN WAKTU
Latihlah timing dari joke Anda. Pelajari lamanya joke. Perhitungkan untuk melakukan pause, dan memberi kesempatan kepada audience untuk tertawa. Biarkanlah mereka mengalaminya. Bukan tidak mungkin, untuk hal seperti itulah mereka mau membayar dan menghadiri sesi bicara Anda. Mungkin di luar sana, mereka tak sempat tertawa.

Senyum dan tertawa adalah terapi, dan ini membuat hampir setiap orang merasakan mood yang nyaman dan segar.

Di sini kita bisa melihat, bahwa joke dalam public speaking adalah salah satu bab serius yang harus dipelajari. Mungkin secara "ilmiah". Anda tahu berapa otot wajah yang bergerak jika Anda tersenyum? Kalau tidak salah 27 atau lebih. Anda tahu berapa yang berkontraksi jika Anda marah? Hanya belasan.

Tertawa adalah senam yang menyehatkan jiwa dan raga. Selama tidak berlebihan.

BE CREATIVE
Latihlah diri Anda menerpakn konsep ATM untuk humor. Amati, Tiru, Modifikasi. Setiap humor punya struktur, dan Anda bisa menginovasinya. Makin sering, Anda akan makin terampil.

JIKA BISA BERCERITA LUCU
Jika Anda sudah di tingkat ini, ingatlah untuk memanfaatkannya secara kreatif. Humor Anda akan orisinal, dan itulah yang dicari orang.

TIPS PALING PENTING
Jika Anda menghadiri seminar, kemudian pembicara menceritakan sesuatu yang lucu, hindari tertawa terbahak-bahak sambil bergulingan di lantai. Nanti Anda dikira gila.

Bicaralah dengan senyum dan bahagia. Itu menghilangkan gugup dan takut Anda. Itu membuat audience menyukai Anda. Dan itu membuat Anda berdua bahagia.

Dan ingat, tidak perlu berlebihan.


Kontribusi Anda

Kontribusi Anda bisa terlihat dan terdengar relevan dengan isu yang Anda bicarakan. 
Ada waktunya untuk bicara dan ada waktunya untuk diam. 
Adalah lebih baik diam daripada bernyanyi dengan nada yang fals.
I Care About You,
Dwika




Berbicara Untuk Dimengerti
Yakinkan Kata-kata Anda Selalu Bisa Dimengerti

Kellie Fowler
Mind Tools Ltd.

Secara umum, kata-kata yang bisa dimengerti mencakup:

- Jelas
- Telah dipersiapkan
- Hidup dan menyala
- Alamiah
- Ringkas

Persiapan seringkali diremehkan. Faktanya, persiapan adalah hal paling dalam kesuksesan berkomunikasi. Bila mungkin, aturlah waktu bicara di muka, sehingga Anad punya waktu untuk mempersiapkan diri. Dengan memperhatikan pentingnya tahap persiapan, Anda sedang meyakinkan bahwa komunikasi Anda akan lebih efektif dan bisa dimengerti.

TANYAKAN PADA DIRI SENDIRI: WHO? WHAT? HOW? WHEN? WHERE? WHY?
Kepada siapakah Anda berbicara? Apa yang menarik bagi mereka? Apa nilai-nilai yang mereka anut? Apa yang mereka biasa sharing dengan orang lain? Bagaimana keunikan dan kekhasan mereka masing-masing?

Apa yang ingin Anda komunikasikan? Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan bertanya pada diri Anda sendiri tentang "kriteria sukses". Setahu Anda, bagaimana dan kapan Anda berhasil mengkomunikasikan isi kepala Anda?

Bagaimana cara yang terbaik untuk mengkomunikasikan pesan Anda? Bahasa sangat penting di sini, seperti juga tanda-tanda non verbal. Pilihlah kata-kata dan tanda-tanda non verbal dengan melibatkan audience di pikiran Anda. Rencanakan bagian pembuka, isi dan penutup. Jika waktu dan tempat memungkinkan, pertimbangkanlah pemanfaatan alat bantu visual.

Kapan? Timing adalah sangat penting. Kembangkanlah kemampuan timing yang baik, sehingga kontribusi Anda bisa terlihat dan terdengar relevan dengan isu yang Anda bicarakan. Ada waktunya untuk bicara dan ada waktunya untuk diam. Adalah lebih baik diam daripada bernyanyi dengan nada yang fals.

Di mana? Apa yang menjadi konteks fisik dari komunikasi yang Anda bangun? Anda mungkin perlu mengunjungi ruang tempat Anda akan berbicara, dan mungkin saja Anda merasa perlu mengatur kembali kursi-kursi. Ceklah berbagai hal yang berkaitan dengan "availability" dan "visibility". Alat bantu audio atau visual misalnya.

Mengapa? Dalam rangka mengubah "pendengar" menjadi "penyimak", Anda perlu mengetahui mengapakah mereka harus menyimak Anda - dan katakan mengapa jika perlu. Apa yang membuat mereka bersedia menyimak, yang mengimplikasikan bahwa Anda sendiri juga mengetahui mengapa Anda ingin berkomunikasi dengan mereka? Ini berkaitan dengan nilai atau manfaat atau daya tarik dari apa yang akan Anda bicarakan.

Jadilah ringkas dan jelas. Gunakan kata dan kalimat yang pendek.
QA-Communication

Tersenyum, Gesture terbuka, Salaman

TANDA KEBERHASILAN BICARA ANDA: Tersenyum, Gesture terbuka, Salaman, Menghadapkan wajah secara penuh perhatian, Mempertahankan jarak bicara yang nyaman.
I Care About You,
Dwika



MEMECAH KEBEKUAN BICARA
Terjemahan bebas materi oleh:
Dr Helen Z. Landon, PhD

Saat berbicara dengan seseorang atau sekelompok orang, Anda mungkin mengalami kesulitan dalam menemukan bahan pembicaraan. Apalagi, jika orang atau orang-orang itu baru saja Anda kenal.

Dalam situasi itu, Anda punya dua pilihan. Pertama, Anda bisa memecahkan kebekuan, atau kedua, Anda terus-menerus tersiksa saat harus bertemu dan berhadapan dengan orang-orang baru.

Berikut ini adalah tips yang bermanfaat agar Anda bisa menjadi "pemecah es" yang hebat.

I. MEMPERSIAPKAN DIRI
BERHENTILAH MELABELI NEGATIF DIRI SENDIRI

"Saya emah pecundang."
"Aku nggak bakal pernah punya teman."
"Saya memang kuper."
"Saya nggak pernha bakal tahu gimana memulai percakapan."

STOP!!!

IDENTIFIKASI KEKUATAN DIRI
Identifikasi, selidiki, pahami, dan ulangi setiap kali.

UBAH KONSEP SOSIAL
Ubahlah konsep Anda menjadi begini: Bersosialisasi tak pernah merugikan. Itu adalah silaturahim dengan saudara. Nothing to loose jika harus bertemu dengan orang-orang baru. Nikmati saja, tidak usah dipikirkan. Lakukan.

HENTIKAN BENTUK-BENTUK PENOLAKAN
Terima semua tawaran sosialisasi yang Anda anggap bermanfaat. Ambil semua peluang bicara. Jangan tolak ajakan yang membuka peluang networking, berkenalan, berbicara, berguna dan bermanfaat.

II. MEMECAH ES KEBEKUAN
TANYAKAN PERTANYAAN STANDAR
"Maaf, boleh tahu nama Bapak?"
"Apa kabar?"
"Anda kerja di sini?"
"Bapak sudah lama kenal dengan tuan rumah acara kita?"

Jadilah ingin tahu.

TANYAKAN INFORMASI
"Maaf, toiletnya di mana ya?"
"Kantor administrasinya yang mana sih?"
"Mau narok payung di mana ya?"

BERI PUJIAN
"Waw, mobil Bapak baru ya?"
"Duilee.. kayaknya yang ini bintangnya ya?"
"Amboi.. Anda percaya diri banget!"

KOMENTARI SITUASI
"Kayaknya, lampu di sini terlalu gelap ya?"
"Kok nggak mulai-mulai ya, acaranya?"
"Kita ini menghadap ke arah mana ya? SUdirman itu sebelah mana?"

GUNAKAN HUMOR
"Mas, mas, Bapak itu kok kayak kutu loncat aja ya?"
"Mas, tau nggak artinya "pembicara?"

CAMKAN INI
Bertanya
Mendengar aktif
Cerita tentang diri sendiri
Focus pada situasi - ini anti tulalit
Ambil risiko, jadilah orang yang pertama bicara
Pelihara rasa ingin tahu - yang sehat
Bicara dua arah
Jadi diri sendiri
Cari kesamaan

TANDA KEBERHASILAN(Ada pada lawan bicara)

Tersenyum
Gesture terbuka - tidak berkacak pinggang, tidak seperti berjaga atau bertahan
Bersandar dengan santai
Bersentuhan - salaman, menepuk bahu (hati-hati dengan yang ini!!!)
Kontak mata - hati-hati juga khususnya untuk lawan jenis
Cara menegakkan kepala yang rileks
Menghadapkan wajah secara penuh
Mempertahankan jarak yang nyaman

LATIHAN
Minta tolong teman, keluarga saudar dan sebagainya
Praktekkan dalam berbagai situasi bicara (kondanga, pesta, meeting dsb)
Visualisasikan skenario yang berbeda - visualisasikan sukses
Visualisasikan perubahan diri, dari menolak menjadi menerima.
QA-Communication