link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Selasa, 29 Maret 2011

Domain Dan Hosting Gratis

Cara Membuat Domain Dan Hosting Gratis

Ditulis oleh Dedhy Kasamuddin di/pada 18 Maret 2009
Cara Membuat Domain Gratis adalah Pembahasan kita kali ini… :D Ada beberapa penyedia domain dan hosting gratis dengan kapasitas penyimpanan data yang cukup besar. Proses pembuatannya pun relatif mudah, cukup mengisi formulir yang disediakan maka dalam dua hari domain dan hosting dapat dimiliki secara gratis.

Membuat Domain dan Hosting Gratis
  1. Langsung saja, pertama kali mendaftarkan domain pada website penyedia domain gratis dan hosting gratis di http://www.blinxer.com. Kemudian klik sebuah link untuk registrasi.proses11
  2. Masukkan beberapa informasi yang dibutuhkan. Perlu diingat, pada kolome Username akan digunakan sebagai alamat website. Jika Username-nya slametriyanto maka alamat websitenya adalah http://slametriyanto.blinxer.com. Dan pastikan alamat email yang digunakan masih aktif karena informasi aktifasi akan dikirim melalui email tersebut. Jika sudah yakin, klik tombol Registered.proses21
  3. Jika muncul sebuah informasi untuk konfirmasi, klik tombol Click Me to Continue. Selanjutnya akan muncul verifikasi. Masukkan kode yang nampak ke kolom yang disediakan. Jika salah memasukka kode maka proses registrasi tidak akan dilanjutkan. Jika sudah yakin, klik tombol Register untuk melanjutkan.proses31
  4. Sebuah informasi muncul, bahwa akun aktifasi telah dikirimka melalui email.proses41
  5. Periksa email Anda, kemudian klik sebuah link untuk aktifasi.proses51
  6. Informasi tentang hosting telah dibuat, lengkap dengan nama pengguna untuk database, FTP, dan nama domain yang telah didaftarkan. Pada bagian paling atas terdapat informasi bahwa proses pembuatan domain dan hosting $0 alias gratis.prosess6
  7. Simpan informasi tersebut dengan cara mengklik teks Saved. File akan tersimpan dalam bentuk PDF.prosess7
  8. Setelah tersimpan, klik link Click here to log into your VistaPanel untuk masuk ke Vista Panel. Tampilan halaman utama Vista Panel seperti nampak pada gambar berikut.prosess8
Membuat Database
Setiap web dinamis pasti memiliki sebuah database untuk menyimpan data, baik berupa teks, gambar, maupun file lainnya. Begitu pula dengan blog yang dibuat menggunakan WordPress sebagai aplikasinya. Sebelum melakukan instalasi wordpress secara online, terlebih dulu harus membuat database.
  1. Langsung saja, untuk membuat database klik link MySQL databases.proses1-b
  2. Masukkan nama database, misal: myblog kemudian tekan tombol Create database. Database baru telah terbentuk. Perhatikan, nama database secara otomatis ditambahkan. Mengapa begitu ? Karena hosting dan domain yang kita daftarkan bersifat gratis dan sebagai sub domain.proses2-b
  3. Perhatikan, informasi pengguna untuk FTP dan MySQL. Informasi tersebut akan digunakan saat melakukan instalasi WordPress.proses4-b
Menginstal Wodpress
Setelah semua informasi didapatkan, langkah selanjutnya adalah menginstal WordPress secara online melalui fasilitas layanan Fantastico.
  1. Klik sebuah link Fantastico type installer untuk memilih beberapa layanan script untuk berbagai kebutuhan berdasarkan kategori script.proses1-c
  2. Terdapat beberapa script untuk membangun website.proses2-c
  3. Pilih WordPress 2.7.1. lalu tekan link Clik to Install.proses3-c
  4. Klik tombol Complete Install.proses4-c
  5. Proses instalasi dimulai, masukkan nama database, nama pengguna, password, dan database host. Dari mana informasi tersebut didapat? Jawabnya: dari informasi Vista Panel. Jika sudah yakin, klik tombol Submit.proses5-c
  6. Tunggu beberapa saat, sistem akan mengubungkan ke database. Jika berhasil, maka muncul informasi untuk melanjutkan proses instalasi. Klik tombol Run the Install.prosess6-c
  7. Masukkan informasi untuk Blog yang telah dibuat lalu klik tombol Install WordPress.prosess7-c
  8. Proses instalasi berhasil. Secara default, username = admin dan password dibuat secara random. Ingat! Catatlah password agar tidak lupa saat ingin masuk ke halaman admin.prosess8-c
  9. Tampilan standar halaman utama blog Anda menggunakan WordPress.proses9-c
sumber: http://slametriyanto.net

PROSEDUR KEBERANGKATAN KE LUAR NEGERI

PROSEDUR KEBERANGKATAN KE LUAR NEGERI (BUAT YANG BLANK BANGET TTG OVERSEAS TRIP DI AIRPORT)

Hallo semuanya~~
Hari ini saya mau bagi-bagi pengalaman.. mudah2an bisa bermanfaat bagi temen-temen yagn belum/ baru mau keluar negeri untuk pertama kalinya…

Langusng aje ye..

1) Print out ticket sebaiknya di foto kopi sebanyak mungkin
2) Jangan lupa di tas kamu harus ada pulpen..
3) Document yang wajib dipegang ditangan
· Passport
· Ticket
· NPWP (selipin aja di buku sampul passport)
4) Siapkan uang 2.5 juta bagi yang ga punya NPWP (optional)
5) Siapkan uang 150rb untuk bayar airport tax di loket tiket


Pertama2…
1) ke Bandara Soekarno Hatta menuju terminal 2D atau 2E (ini terminal untuk keberangkatan Luar negeri)

Sub Terminal 2D: AirAsia, Air China, Batavia Air, Cathay Pacific, Cebu Pacific, China Airlines, China Southern Airlines, Emirates, Eva Air, Japan Airlines, Jetstar, Kuwait Airlines, Lufthansa, Malaysia Airlines, Mandala Airlines, Philippine Airlines, Qantas, Qatar Airways, Saudi Arabian Airlines, Singapore Airlines, Thai Airways International, Valuair, dan Yemenia.
Sub Terminal 2E: Garuda Indonesia, Etihad, KLM Royal Dutch Airlines, Korean Air, Lion Air, dan Royal Brunei.




2) Lalu masuk menuju loket tiket penerbangan yang akan kamu naiki.. di sana kamu harus check in.. serahkan Passport, dan Tiket pesawat.. di sini kamu boleh request untuk duduk dimana (misalnya mau dekat dengan jendela/ atau duduk dekat lavatory), lalu setelah itu si petugas di loket tiket akan meminta kmu membayar 150rb untuk airport tax.. dan kamu serahkan juga koper/barang bawaan yang akan mau dimasukan ke dalam bagasi pesawat ke petugas itu.. lalu selanjutnya kamu akan diberi boarding pass, dan kartu imigrasi.












3) Cari tempat duduk.. lalu isilah kartu imigrasinya.. Kartu imigrasi dibagi menjadi dua bagian yang dapat dirobek. Depature dan Arrival (Pemberangkatan, dan Kedatangan). Isi dengan seksama, selipkan ke dalam passport, kemudian petugas gerbang (gate) tempat lo akan menunggu pesawat nanti akan merobek bagian depature. Ingat kartu imigrasi ini jangan sampe ilang. Karena lo wajib memberikan potongan kartu arrival (kedatangan) lainnya, sekembalinya lo ke Indonesia sehabis melancong nanti
4)
Stelah ini kamu harus mencari LOKET FISKAL, di sana serahkan kartu NPWP kamu dan tiket pesawat kmu… jika NPWP kamu valid.. di belakang tiket akan diberi sticker.. “BEBAS FISKAL”




5) Menuju imigrasi… jangan lupa .. antri lah di tempat imigrasi “INDONESIA” jangan di foreigner… hehee.. saya udah dua kali nih salah ngantri.. entah kenapa selalu berdiri di antrian FOREIGNER… =))
6) Perhatikan baik2 di boarding pass kamu, ada tercetak GATE berapa.. misalnya GATE D-4… berarti kamu ikuti aja penunjuk jalan sampai kamu menemukan GATE D dan cari pintu yang bertuliskan 4… mudahkan?
7) Setelah sampai di Gate tujuan dan kamu berhasil masuk melalui scanning gate, kamu akan dipersilakan untuk duduk di ruang tunggu hingga pramugari/pramugara menyuruh kamu memasuki pesawat.. biasanya penumpang yang persilakan duluan adalah penumpan VIP, atau business class dulu… lalu setelah itu penumpang economy.. dan aturan masuknya pun seringkali di atur.. misalnya dan biasanya pramugari akan memberitahukan.. “PENUMPANG DENGAN NOMOR DUDUK 40-70 silakan memasuki pesawat… lalu begitu seterusnya.. kita tugngu aja smp mereka memanggil nomor duduk kita..
8) Nah.. setelah di pesawat.. jagna lupa sering-sering perhatikan pengumuman dari pilot.. selama take off dilarang menghidupkan alat2 elektronik… namun saat sudah lepas landas.. kita boleh kog menghidupkan Laptop, handycam , mp3, portable PS (psp), kecuali HP.. (selain ga ada sinyal ya buat apa juga..)

Have a nice flight..


Nah sesampainya di Bandara di luar negeri..
Keluarlah secara teratur.. dan setelah kita menginjak bandara tersebut.. carilah LAYAR MONITOR PENGUMUMAN.. biasanya dan hampir semua merk nya SAMSUNG (bukannya promosi. Tapi saya emagn digaji sama SAMSUNG.. wkwkwkw)
Di layer itu.. cari nama penerbangan kamu.. dan liat lokasi baggage claim kamu..
Misalnya penerbangan MH72 => 14..
Berarti kamu harus menuju claim baggage 14,, di sana kamu tunggu barang2 kamu/koper yang kamu taro di bagasi pesawat..

Lalu cari EXIT… dan taraaaaa.. sampai lahhhhhhh tinggal cari taxi, atau bis menuju tempat yagn dituju… have a nice trip guys ;)

Senin, 28 Maret 2011

Visa ke Australia


Syarat-Syarat Pengajuan Visa Australia

Sebagai manusia Indonesia jaman (katanya) modern, saya seharusnya tidak boleh berangan-angan mendapatkan kemudahan saat melakukan pengurusan dokumen – bahkan meskipun itu hanya sebuah KTP (Kartu Tanda Penduduk). Tapi, siapa yang berhak melarang saya ketika saya berasumsi bahwa pengurusan visa ke luar negeri itu mudah? Tidak ada. Dan jangan coba-coba. :-D
Jadi, saya jelas harus mengaku salah saat memiliki asumsi di atas. Hal ini tengah saya alami dalam pengajuan visa saya ke Australia. Sulit? Tidak juga. Hanya saya cukup tercengang dengan persyaratan yang harus saya penuhi untuk mengajukan visa ini.
Kemarin sore, sebuah email masuk ke mailbox saya:
Dengan hormat,
berikut ini adalah syarat-syarat pengajuan visa ke Australia:
  1. passport yang masih berlaku minimum 6 bulan
  2. 2 lembar foto berwarna dan terbaru ukuran 4×6
  3. surat sponsor dari perusahaan (akan kami siapkan di Jakarta)
  4. salinan SIUP dan NPWP (akan kami siapkan di Jakarta)
  5. bukti keuangan perusahaan 3 bulan terakhir (akan kami siapkan di Jakarta)
  6. salinan Kartu Keluarga (KK) dan salinan Akte Nikah
  7. surat undangan (invitation letter) dari instansi negara tujuan (Australia)
Menurut saya, syarat nomor 1, 2, 3, dan 7 masih relevan dengan pengajuan visa saya. Namun saya cukup bingung dengan syarat-syarat nomor 4, 5, dan 6.
Apa hubungannya pengajuan visa saya dengan bukti (mungkin maksudnya laporan ya?) keuangan dan salinan SIUP dan NPWP? Ritual pengajuan visa seolah-olah berubah menjadi audit keuangan. :-D
Yang lebih parah, apa hubungannya KK dan Akte Nikah dengan visa ya? Mungkin artinya lebih mengingatkan bahwa saya sudah punya istri dan anak di rumah sehingga saya akan dijaga 1×24 jam agar tidak ada wanita Australia yang berkeinginan untuk menikah dengan saya. :-D
end

Bangkok Map MRT BTS Train

http://www.urbanrail.net/as/bang/bangkok.htm
BANGKOK
 Thailand

Bangkok Mass Transit Map © UrbanRail.Net
 System
The present Bangkok mass transit system comprises two different types of metros: 1) the elevated BTS system, the so-called Skytrain -rot fai fah in Thai, and 2) the underground MRT subway. Although BTS and MRT use similar technology (trains, signalling & train control), there is no track connection between them. All MRT stations are equipped with platform-screen-doors, which does not apply to any BTS station.
Besides the mass transit rail systems, Water Buses provide a fast transport service on the Chao Phraya River; at present, transfer to the BTS system is only possible at Saphan Taksin station.
  Green Lines (BTS-Skytrain) 
This is a completely elevated system built by Siemens as a turnkey project, opened in 1999, initially 23 km long with 23 stations, and finally extended for the first time in 2009. The BTS system consists of two lines:
the Sukhumvit Line (16.8 km) and
the Silom Line (8.5 km).

Track gauge is 1435 mm and power supply is via third rail at 750 V DC. 3-car trains are 65 m long (a fourth car being added to all trains between 2012 and 2013), air-conditioned and run at an average speed of 35 kph. Saphan Taksin station on the Silom Line was only planned as a temporary station, but as it offers an excellent connection to the Water Buses on Chao Phraya River, it remains open after the extension to Wongwian Yai, although the single-track section at Saphan Taksin station limits the capacity on the Silom Line. The elevated Green Line depot is connected to Mo Chit station.
Photo © Neil Madhvani Photo © Neil Madhvani Photo © Neil Madhvani Photo © Neil Madhvani
Photos © Neil Madhvani
  Blue Line (MRTA) 
In August 1997 construction work began on this 21 km underground full metro with 18 stations; it finally opened for trial service in April 2004. In December 2001, Siemens was awarded the contract to build 19 three-car trains for this line and to provide the necessary operating equipment.
A 1-station extension from Bang Sue to Tao Pun is planned to create an interchange with the future Purple Line; the Blue Line would be on surface at Tao Pun station.
The standard Blue Line station has an island platform on level -3. Sam Yan, Silom and Lumphini stations have side platforms on different levels, each with trains to Bang Sue on level -2, and trains to Hua Lamphong on level -4, whereas Bang Sue and Khlong Toei stations have two side platforms on the same level. Thailand Cultural Centre is much bigger than other comparable stations: the Blue Line stops on level -3, while level -2 is prepared to accommodate the Orange Line in the future. The surface Blue Line depot is connected directly to both Thailand Cultural Centre and Phra Ram 9 stations. A track connection between Blue and Orange Lines will be made via this depot.
Phetchaburi © Neil Madhvani  Phetchaburi © Neil Madhvani  Phetchaburi © Neil Madhvani  Phetchaburi © Neil Madhvani  Inside Subway train © Neil Madhvani
Phetchaburi station © Neil Madhvani

  City Line & Airport Rail Link 
28 km elevated line with 8 stations, standard gauge, from Phrayat Thai via Makkasan/City-Terminal to Suvarnabhumi Airport), every 15 minutes, shared with special non-stop airport express which departs from Makkasan/City-Terminal, opened for commercial operation on 23 August 2010.
 History
05 Dec 1999 - BTS network
- Sukhumvit Line Mo Chit - On Nut
- Silom Line National Stadium - Saphan Taksin
13 April 2004 - Blue Line trial service
03 July 2004 - Blue Line Bang Sue - Hua Lampong (normal revenue service)
15 May 2009 - Silom Line Saphan Taksin - Wong Wian Yai
23 Aug 2010 - City Line & Airport Rail Link
 Projects
BTS Light Green Line (Sukhumvit)East:1) On Nut Station to Bearing, 5.25 km (E10-E14) (construction started in 2007, opening Aug 2011)
2) Bearing to Samut Prakan, 13 km 9 stations (E15-E23) (Planned),  
North:1) Mo Chit station to Saphan Mai, 11.4 km 11 stations (N9 – N20)2) Saphan Mai to Lam Lukka, 14 km 9 stations (N21-N28), (Planned)
Dark Green Line (Silom)
South: 
1) Wong Wian Yai to Bang Wa (Phetkasem road), 5.3 km - 4 stations (S9 - S12) only to be built as the viaduct is already completed
(Construction started end of 2010, opening early 2013) 
SRT: Suburban Rail System (elevated, 1000 mm gauge):
1) Bang Sue - Taling Chan (narrow gauge): 5 stations, 15 km. Construction commenced early 20092) Bang Sue - Rangsit (narrow gauge): 8 stations, 26 km. 
MRTA:
1) Purple Line (Tao Pun - Phra Nangklao - Bang Yai): 16 stations, 23km. Construction started early 2010.
2) Blue Line extension (Ring Line):
a) Tao Pun - Tha Phra - Lak Song, elevated 21.5km. 
b) (Hua Lamphong - Sanam Chai - Tha Phra) , underground, 4 stations, 5.4km. 
c) (Bangsue - Taopoon)1 station, 1.2 km underground extension to connect with the Purple Line. 
See detailed diagram and map for more details.
 Photos
Skytrain © Ron Morris Skytrain © Ron Morris Skytrain © Ron Morris Skytrain © Ron Morris Skytrain © Ron Morris
Photos © Ron Morris
 Practical Info
The Thai capital has some 5.5 million inhabitants in the metropolitan area (1992)
- OPERATION
06:00 - 24:00, every 7 minutes, with extra trains during peak hours.
Photo © Neil Madhvani Photo © Neil Madhvani Photo © Neil Madhvani Photo © Neil Madhvani
Photos © Neil Madhvani
- FARES
BTS (Green Lines):
Single fare between 15 and 40 baht, depending on distance, paid with BTS SKY SmartPass
1-Day Tourist Pass - 120 baht
MRT (Blue Line):
Single fare 16-41 baht, depending on distance travelled. Stored Value Card available, offering discounts.
1-Day Tourist Pass - 120 baht