link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Minggu, 10 September 2017

Obat gatal gatal kulit di apotik yang ampuh

Berikut beberapa nama 

1. Salep Miconazole 2%

salep miconazole

Obat miconazole adalah obat anti jamur yang memiliki spektrum luas yang efektif terhadap bermacam jenis jamur. Selain memiliki aktivitas anti jamur obat ini juga memiliki efek bakterisidal terhadap beberapa bakteri gram positif. Obat ini biasa digunakan dalam beberapa jenis salep kulit seperti Daktarin dan kalpanak. Pada artikel kali ini akan dijelaskan mengenai miconazole itu obat apa secara lebih rinci.
Bersumber dari: Miconazole : Kegunaan, Dosis, Efek Samping - Mediskus

Obat ini bermanfaat untuk mematikan jamur yang biasanya menjadi penyebab datangnya gatal pada kulit khususnya mulut dan kemaluan. Tapi bisa juga digunakan untuk mengusir jamur yang bersarang pada kulit. Akibat dari pemakaian popok pada bokong bayi dan kuku (baik kuku bayi atau orang dewasa). Sesuai dengan anjuran dokter pada umumnya, miconazole ini dipakai tidak lebih dari waktu 3 minggu. Tergantung apakah sudah mereda atau belum. Tapi sebaiknya terus dipakai sampai habis saja, agar infeksi jamur tidak gampang kambuh kembali.

Obat ini biasanya bersifat fungistatik dan dapat bersifat fungsidal pada konsentrasi yang tinggi atau pada jamur yang rentan terhadap obat ini seperti Candida. Obat ini memiliki aktivitas anti jamur dengan spektrum luas mencakup banyak jamur termasuk dermatofit dan ragi seperti Candida albicans, Candida guilliermondii, Candida tropicalis, Epidermophyton floccosum, Microsporum canis, Trichophyton mentagrophytes, dan Trichophyton rubrum. Selain itu obat ini juga memiliki aktivitas bakterisidal terhadap bakteri gram positif seperti Staphylococcus aureus. Obat ini dapat mengalami resistensi silang dengan anti jamur golongan azol lainnya. Indikasi Obat Miconazole dapat digunakan untuk mengobati penyakit – penyakit berikut ini: Pengobatan penyakit kulit tinea corporis (kurap tubuh), tinea cruris (gatal atlet) dan tinea pedis (kutu air) yang disebabkan oleh Epidermophyton floccosum, Trichophyton mentagrophytes, atau Trichophyton rubrum Pengobatan penyakit kulit tinea versikolor atau panu yang disebabkan oleh Malassezia furfur atau Pityrosporum ovale. Baca juga: Obat panu paling ampuh Pengobatan penyakit kandidiasis kulit yang disebabkan oleh Candida albicans Pengobatan penyakit kandidiasis vulvovaginal tanpa komplikasi yang kemungkinan besar disebabkan oleh Candida albicans Pengobatan penyakit kandidiasis oral yang disebabkan oleh Candida albicans, mislanya pada kasus lidah putih (oral trush) Kontraindikasi Obat ini tidak boleh digunakan pada penderita yang diketahui memiliki riwayat hipersesitivitas atau alergi terhadap obat miconazole atau komponen obat Dosis Obat ini diperjualbelikan di apotik dalam beberapa bentuk sediaan sebagai berikut : Miconazole cream yang mengandung miconazole nitrat 2 % Miconazole salep yang mengandung miconazole nitrat 2 % Miconazole oral gel yang mengandung miconazole nitrat 2 % Sediaan kapsul vagina yang mengandung miconazole nitrat 200 mg Miconazole tablet mulut yang mengandung miconazole nitrat 50 mg Adapun dosis obat Miconazol yang umum digunakan dan dianjurkan yaitu : Untuk mengobati penyakit kulit dapat dilakukan dengan cara mengoleskan miconazole cream atau miconazol salep dengan secukupnya pada bagian kulit yang terinfeksi sebanyak 2 sampai 3 kali sehari Untuk mengobati kandidiasis oral dapat dilakukan dengan cara mengoleskan miconazole oral gel dengan secukupnya pada bagian mulut yang terinfeksi sebanyak 4 kali sehari setelah makan atau dengan menggunakan satu tablet miconazole buccal 50 mg Untuk mengobati kandidiasis vulvovaginal dapat dilakukan dengan menggunakan satu kapsul miconazole 200 mg yang dimasukkan ke dalam vagina yang diberikan selama 7 sampai 14 hari Efek Samping Miconazole Beberapa efek samping miconazole yang pernah dilaporkan antara lain: Rasa gatal pada kulit Rasa sakit pada kepala Rasa kering pada mulut Rasa sakit pada gigi Rasa sakit dan bengkak pada gusi Perubahan rasa di lidah Rasa mual pada perut Diare atau mencret Informasi Keamanan Penggunaan obat miconazole harus berhati – hati pada : ibu hamil dan ibu menyusui dan harus dengan resep dokter anak – anak usia kurang dari 12 tahun dan harus dalam pengawasan orang dewasa orang tua karena keamaanan dan kemanjuran yang belum dievaluasi Obat miconazole merupakan inhibitor lemah CYP2C9, hati – hati penggunaan obat yang dimetabolisme oleh CYP2C9 karena konsetrasi plasma mungkin mengalami peningkatan.
Bersumber dari: Miconazole : Kegunaan, Dosis, Efek Samping - Mediskus



2. Loratadine - tablet

Fungsi Obat

Loratadine Tablet: 10 mg mengobati gatal-gatal, diminum sehari sekali

Nama Generik: Loratadine Merek: Alernitis, Alloris, Clarihis, Cronitin, Dayhist, Inversyn, Lesidas, Logista, Lorihis, Picadin, Pylor, Rihest, Soneryl, Winatin, Xepalodin, Allohex, Anhissen, Anlos, Claritin, Clatatin, Folerin, Glodin, Gradine, Imunex, Inclarin, Klinset, Lolergi, Loran, Lorapharm, Loratadine Hexpharm, Loratadine Indo Farma, Nosedin, Nufalora, Rahistin, Sohotin, Tinnic, Urtilardanloratadine-obat.

Untuk apa Loratadine?

Loratadine adalah obat antihistamine untuk mengobati gatal-gatal, ingusan, mata berair, dan bersin karena alergi. Loratadine tidak dapat mencegah gatal-gatal atau mengobati reaksi alergi yang serius (seperti syok anafilaktik). Jangan gunakan loratadine sebagai pengganti suntikan epinefrin.
Jika Anda mengobati diri Anda sendiri dengan menggunakan obat ini, sangat penting untuk selalu membaca instruksi yang tertulis pada kemasan agar Anda tahu kapan harus konsultasi ke dokter atau apoteker. Jangan gunakan obat ini kepada anak-anak di bawah 6 tahun  
Dosis loratadine dan efek samping loratadine akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana aturan minum Loratadine?

Jika Anda menggunakan produk tanpa resep dokter, baca semua petunjuk pada kemasan produk sebelum menggunakannya. Jika dokter telah meresepkan obat ini, ikuti petunjuk dan instruksi dokter sesuai resep. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
Minum loratadine dengan atau tanpa makanan, biasanya sehari sekali atau sesuai dengan arahan dokter atau pada kemasan produk. Jika Anda memilih tablet kunyah, kunyah masing-masing tablet dengan baik dan telan. Dosis didasarkan pada usia Anda, kondisi dan respon terhadap pengobatan. Jangan menaikkan dosis atau meminum obat ini lebih sering dari yang disarankan.
Jangan minum loratadine melebihi dari yang direkomendasikan berdasarkan umur Anda. Beritahu dokter jika alergi Anda tidak menjadi lebih baik setelah 3 hari melakukan pengobatan atau jika gatal-gatal berlangsung lebih dari 6 minggu. Minta bantuan medis jika kondisi Anda memburuk atau Anda berpikir ada masalah medis yang serius.

Bagaimana cara penyimpanan Loratadine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Loratadine untuk orang dewasa?

  • Standar dosis loratadine untuk gatal-gatal: 10 mg diminum sehari sekali

Bagaimana dosis Loratadine untuk anak-anak?

Standar dosis loratadine untuk gatal-gatal pada anak-anak
  • 6 tahun ke atas: 10 mg diminum sehari sekali (tablet, kapsul, tablet disintegrasi)

Dalam dosis apakah Loratadine tersedia?

Tablet: 10 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Loratadine?

Efek samping loratadine yang cukup umum di antaranya adalah:
  • Sakit kepala
  • Gugup
  • Merasa lelah atau mengantuk
  • Sakit perut, diare
  • Mulut kering, tenggorokan sakit
  • Mata merah, pandangan kabur
  • Hidung berdarah
  • Ruam kulit
Hubungi dokter segera jika Anda mengalami efek samping yang lebih serius seperti:
  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Merasa seperti akan pingsan
  • Sakit kuning (menguning pada bagian kulit atau mata)
  • Kejang-kejang
Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Loratadine?

Sebelum menggunakan Loratadine,
  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap loratadine, obat lain, atau bahan-bahan yang terkandung dalam loratadine. Periksa daftar bahan pada kemasan
  • Beri tahu dokter dan apoteker resep dan nonresep obat, vitamin, suplemen nutrisi dan produk herbal yang akan dan sudah Anda gunakan. Pastikan beritahu obat untuk demam dan alergi
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah punya penyakit asma, ginjal, atau hati
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil ketika menggunakan loratadine, hubungi dokter
  • Jika Anda menderita phenylketonuria, Anda harus mengetahui merek-merek dari disintegrasi tablet yang mungkin mengandung aspartame yang membentuk phenylalanine

Apakah Loratadine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan loratadine pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Namun, obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (tidak berisiko berdasarkan sejumlah penelitian) menurut US Food and Drugs Administration (FDA)
Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :
  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui
Loratadine dapat disalurkan melalui ASI dan dapat berbahaya bagi bayi. Jangan gunakan obat ini tanpa persetujuan dokter jika Anda sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Loratadine?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.
Loratadine mirip dengan desloratadine. Jangan gunakan obat yang mengandung desloratadine selama mengonsumsi loratadine.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Loratadine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.
  • Jus grapefruit

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Loratadine?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:
  • Diabetes mellitus tipe 2⎯berisiko terkena penyakit jantung atau masalah pada pembuluh darah bagi pasien penderita diabetes
  • Pembesaran prostat
  • Sulit buang air kecil
  • Glaukoma
  • Penyakit jantung atau pembuluh darah
  • Tekanan darah tinggi⎯dapat menaikkan tekanan darah dan mempercepat detak jantung
  • Penyakit ginjal⎯dapat meningkatkan efek samping karena tingkat darah yang tinggi dari hasil loratadine
  • Penyakit hati
  • Tiroid overaktif
  • Retensi urin⎯kondisi semakin buruk dengan penggunaan pseudoephedrine

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.
Tanda-tanda overdosis termasuk:
  • Detak jantung berdegup cepat
  • Merasa lelah
  • Sakit kepala
  • Pergerakan badan yang aneh

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Jumat, 07 April 2017

Griseofulvin 125mg 1x4 = 500mg x1


Griseofulvin adalah obat dengan fungsi untuk mengobati infeksi seperti kurap, kaki atlet, gatal atlet, dan infeksi jamur di kulit kepala, kuku tangan, atau kuku kaki. Griseofulvin adalah obat antijamur untuk infeksi yang disebabkan oleh jamur.

Griseofulvin adalah obat yang diminum untuk mengobati infeksi jamur pada kulit misalnya di selangkangan, paha, serta kulit kepala. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk infeksi jamur yang menyerang kuku kaki dan tangan.
Griseofulvin masuk ke daftar obat-obatan utama Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Badan ini mengategorikan griseofulvin sebagai salah satu obat terpenting yang dibutuhkan dalam sistem kesehatan dasar. Griseofulvin tersedia dalam bentuk tablet dan cairan yang diminum.
griseofulvin-alodokter
Tentang Griseofulvin
Jenis obat Anti jamur
Golongan Obat resep
Manfaat Mengobati infeksi yang disebabkan oleh jamur pada kulit dan kuku
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat Tablet dan cairan yang diminum
Peringatan:
  • Griseofulvin sebaiknya tidak digunakan oleh wanita hamil atau menyusui.
  • Jika Anda adalah pasangan yang sedang berencana memiliki anak, kehamilan hanya boleh terjadi setelah masa pengobatan griseofulvin selesai. Untuk wanita, Anda baru boleh hamil setidaknya sebulan setelah masa pengobatan selesai. Sedangkan untuk pria, Anda baru boleh membuahi pasangan setidaknya 6 bulan setelah masa pengobatan selesai.
  • Tanyakan dosis griseofulvin untuk anak-anak kepada dokter.
  • Harap berhati-hati jika Anda menderita penyakit lupus, gangguan hati, dan porfiria.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.
Dosis GriseofulvinUntuk orang dewasa, dosis griseofulvin berkisar antara 500-1000 mg per hari. Dosis ini biasanya untuk sekali minum per hari, namun tidak menutup kemungkinan dokter akan membaginya. Dosis biasanya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, kondisi kesehatan, dan respons pasien terhadap obat.
Untuk pasien anak-anak, dosis juga akan disesuaikan dengan berat badan mereka.

Mengonsumsi Griseofulvin dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan griseofulvin sebelum mulai mengonsumsinya.
Telanlah tablet griseofulvin dengan dibantu air minum. Obat ini sebaiknya dikonsumsi setelah makan agar bisa diserap secara maksimal oleh tubuh.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi griseofulvin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi griseofulvin, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Tapi jangan menggandakan dosis griseofulvin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
Durasi pengobatan dengan griseofulvin bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Pengobatan bisa berlangsung beberapa minggu atau bulan.
Jangan mengonsumsi alkohol ketika menggunakan griseofulvin karena efeknya dikhawatirkan dapat berbahaya bagi tubuh.
Pada beberapa kasus, griseofulvin dapat membuat kulit penggunanya menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jika Anda mengalami hal ini, lindungilah kulit dari sinar matahari saat melakukan aktivitas di luar dan gunakan losion tabir surya.
Penting bagi Anda untuk tetap menggunakan griseofulvin walau kondisi tampak sudah membaik atau paling tidak hingga dua minggu setelah gejala infeksi hilang. Hal ini dilakukan untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh dan tidak kembali.
Ketika Anda menjalani pengobatan dengan griseofulvin, usahakan untuk tetap rutin menemui dokter agar perkembangan kondisi Anda bisa diketahui.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Griseofulvin
Sama seperti obat-obat lain, griseofulvin juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang biasa terjadi setelah mengonsumsi obat anti jamur ini adalah:

Domperidone 10mg 2x1


Domperidone merupakan obat golongan anti-emetik yang dapat meredakan rasa mual, muntah, gangguan perut, rasa tidak nyaman akibat kekenyangan, serta refluks asam lambung.  Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk penggunaan jangka pendek.
domperidone-alodokter
Dalam meredakan rasa mual, domperidone mempercepat pencernaan makanan di dalam perut agar lanjut ke usus dan dengan demikian mencegah muntah. Meski begitu, penggunaan obat ini harus dilakukan secara hati-hati karena berisiko mengganggu detak jantung, terutama pada orang-orang yang telah berusia lanjut.

Tentang Domperidone

Jenis obat Anti-emetik
Golongan Obat resep
Manfaat Meredakan mual dan muntah, gangguan pencernaan, dan refluks asam lambung
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak di atas usia 16 tahun
Bentuk obat Tablet, cairan yang diminum, dan suppositoria

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil, sesuaikan penggunaan domperidone dengan anjuran dokter. Namun bagi wanita yang sedang menyusui, obat ini tidak disarankan.
  • Tanyakan dosis domperidone untuk anak-anak kepada dokter.
  • Harap berhati-hati jika menderita gangguan ginjal, hati, memiliki tumor pada kelenjar pituitari, memiliki masalah pada jantung, dan memiliki masalah pada sistem pencernaan, seperti pendarahan atau penyumbatan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Domperidone

Dosis yang biasanya direkomendasikan bagi orang dewasa dan remaja di atas 16 tahun adalah 10 mg dengan frekuensi konsumsi maksimal tiga kali sehari. Dilarang mengonsumsi domperidone melebihi 30 mg dalam waktu satu hari. Jangka waktu maksimum umumnya adalah 2 minggu.

Mengonsumsi Domperidone dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan domperidone sebelum mulai mengonsumsinya. Domperidone sebaiknya dikonsumsi 30 menit atau satu jam sebelum makan agar efek kerjanya terasa. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.Pengobatan dengan domperidone biasanya hanya berlangsung dalam jangka pendek, yaitu tidak lebih dari dua minggu. Jika setelah lewat satu minggu Anda masih merasakan gejala mual dan muntah, sebaiknya hentikan penggunaan domperidone dan temui kembali dokter yang meresepkannya.

Cotrimoxazole 400+80mg 2x1



Cotrimoxazole


Cotrimoxazole adalah antibiotik kombinasi trimethoprim dan sulfamethoxazole yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Kombinasi ini dengan perbandingan satu bagian trimethoprim dan lima bagian sulfamethoxazole.  Antibiotik ini bekerja dengan cara menghambat enzim metabolisme asam folat pada bakteri yang peka.
Trimethoprim sendiri adalah bakterisida sedangkan sulfamethoxazole adalah bakteriostatik.
Dalam bentuk kombinasi, antibiotik ini berfungsi sebagai bakterisida.
Cotrimoxazole bermanfaat untuk mengobati infeksi-infeksi oleh bakteri yang resisten sulfamethoxazole tapi masih peka terhadap trimethoprim.

kemasan



cotrimoxazole tablet

cotrimoxazole tablet
Antibiotik ini umumnya dipasarkan dengan kemasan berikut :
  • dos 10 x 10 tablet
Tersedia juga sediaan-sediaan berikut :

kandungan


Setiap tablet Cotrimoxazole mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :
  • trimethoprim 80 mg
  • sulfamethoxazole 400 mg

Indikasi


Kegunaan cotrimoxazole adalah untuk pengobatan infeksi- infeksi berikut :
  • Infeksi saluran pernafasan : otitis media akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae. Eksaserbasi akut bronchitis kronis yang disebabkan oleh pneumoniae atau H. influenzae, sebagai obat alternatif jika obat golongan penicillin tidak dapat digunakan.
  • Infeksi saluran pencernaan : sebagai pencegahan traveller diare yang disebabkan oleh bakteri E. coli, sebagai alternatif antibiotik golongan quinolon.
  • Infeksi saluran kemih : obat ini juga bermanfaat untuk pengobatan infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri coli, Klebsiella, Enterobacter, Morganella morganii, Proteus mirabilis, atau P. vulgaris.
  • Brucellosis dan kolera : obat ini adalah antibiotik alternatif untuk pengobatan brucellosis untuk pasien yang tidak bisa menggunakan tetracycline (misalnya anak-anak).
  • Infeksi mikobakteri : infeksi kulit yang disebabkan oleh Mycobacterium marinum juga bisa menggunakan antibiotik ini.
  • Pertusis : sebagai alternatif erythromycin.
  • Demam tifus dan infeksi Salmonella lain : umumnya demam tifus diobati dengan antibiotik golongan quinolon atau cephalosporin generasi ketiga seperti ceftriaxone dan cefotaxime, namun cotrimoxazole sering digunakan sebagai alternatifnya.
  • Selengkapnya lihat dosis.

Kontra indikasi 


  • jangan menggunakan antibiotik ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap  trimethoprim dan sulfamethoxazole, obat-obat golongan sulfonamide lainnya.
  • Penggunaan obat ini untuk pasien dengan gangguan hati dan ginjal yang berat sebaiknya dihindari.
  • Jangan digunakan untuk wanita hamil terutama menjelang kelahiran, anak < 2 tahun (kecuali untuk pengobatan atau pencegahan pneumocytosis jiroveci (P. carinii) pada bayi dari usia empat minggu atau lebih).
  • Obat ini diketahui ikut keluar bersama air susu ibu, oleh karena itu pemakaian selama menyusui sebaiknya dikonsultasikan pada dokter.

Efek Samping cotrimoxazole


Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat menggunakan antibiotik ini :
  • Efek samping cotrimoxazole yang umum seperti mual, muntah, ruam, diare , demam, gatal nyeri otot dan sendi.
  • Reaksi alergi yang parah bisa terjadi bagi orang-orang yang sensitif terhadap obat-obat golongan sulfonamide termasuk cotrimoxazole, seperti sindrom stevens-johnson, nekrolisis epidermal toksik, nekrosis hati fulminan, agranulositosis, anemia aplastik, dan diskrasia darah lainnya.
  • Hati-hati terhadap kemungkinan super infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur atau bakteri pada pencernaan.
  • Obat ini bisa menyebabkan hemolisis pada pasien yang kekurangan enzim glukosa-6-fosfat  dehidrogenase (enzim yang berperan dalam produksi sel darah merah), terutama jika diberikan pada dosis yang tinggi.
  • Pada pasien lanjut usia, efek samping lebih rentan terjadi misalnya penekanan sumsum tulang dan penurunan trombosit (terutama jika obat ini diberikan bersamaan dengan diuretik jenis tiazid).

Perhatian  


Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :
  • Penggunaan antibiotik ini harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma bronkial.
  • Orang-orang yang kekurangan folat seperti pasien lanjut usia, pecandu alkohol, sedang menggunakan obat anti konvulsan, atau oang-orang yng mengalami malnutrisi, jika menggunakan cotrimoxazole harus mendapatkan perhatian serius.
  • seperti antibiotik lainnya obat ini harus digunakan sampai dosis yang disarankan habis. Jangan menghentikan pemakaian sebelum waktunya untuk menghindari terjadinya resistensi.
  • Pasien yang menggunakan antibiotik ini harus mengkonsumsi cukup cairan untuk mencegah kristaluria.

Penggunaan cotrimoxazole oleh wanita hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan cotrimoxazole kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :
Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.
Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung cotrimoxazole oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

interaksi obat


Berikut adalah interaksi cotrimoxazole dengan obat-obat lain :
  • ACE inhibitor seperti captopril, enalapril, lisinopril, dan ace inhibitor lainnya jika diberikan bersamaan cotrimoxazole, berpotensi terjadi hiperkalemia.
  • Obat-obat antiaritmia : cotrimoxazole meningkatkan resiko aritmia ventrikel pada pasien yang menggunakan amiodarone. Sedangkan pemberian bersamaan dengan obat dofetilide terjadi peningkatan resiko perpanjangan Interval QT.
  • Kalium aminobenzoate menghambat efek obat-obat golongan sulfonamide (seperti sulfamethoxazole).
  • Obat-obat golongan sulfonilurea meningkatkan efek farmakologi cotrimoxazole.
  • Cotrimoxazole menghambat metabolisme phenytoin sehingga meningkatkan waktu paruhnya.
  • Diuretik : obat-obat diuretik terutama golongan tiazide meningkatkan potensi terjadinya penurunan kadar trombosit, terutama untuk pasien usia lanjut.
  • Cotrimoxazole menghambat klirens obat-obat antikoagulan dan meningkatkan protrombin time (PT) sehingga meningkatkan efek obat-obat ini.
  • Jika diberikan bersamaan dengan siklosporin dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal pada pasien penerima transplantasi ginjal
  • Cotrimoxazole meningkatkan kadar digoxin dalam plasma terutama pada pasien usia lanjut.
  • Antibiotik ini juga meningkatkan konsentrasi plasma obat-obat antivirus seperti lamivudine dan zalcitabine.
  • Indomethacin meningkatkan konsentrasi sulfamethoxazole dalam plasma.
  • Berpotensi meningkatkan efek samping berupa hipoglikemia pada pemakaian anti dibetes oral, seperti glibenclamide.
  • Efek samping anemia megaloblastik terjadi ketika pemberian bersamaan cotrimoxazole dan pyrimethamine.
  • Pemberian bersamaan rifampisin dan cotrimoxazole menyebabkan kadar rifampisin dalam plasma meningkat di sisi lain terjadi penurunan kadar trimethoprim.
  • Antibiotik ini menyebabkan peningkatan konsentrasi plasma procainamide dan amantadine sehingga meningkatkan toksisitasnya.
  • Jika diberikan bersamaan dengan clozapine dan antipsikotik lainnya, resiko efek samping hematologis meningkat.

Dosis Cotrimoxazole


Cotrimoxazole diberikan dengan dosis berikut :
  • Dosis dewasa : 2 x sehari 2 tablet.
  • Dosis anak usia 5-12 tahun : 2 x sehari 1 tablet.
  • Dosis anak usia 1-5 tahun : 2 x sehari ½ tablet.
  • pada kondisi infeksi yang lebih berat, dosis dapat ditingkatkan.

Dosis Lazim yang sering digunakan


Dosis antibiotik ini sangat tergantung pada masing-masing penyakit, kondisi pasien meliputi usia, keparahan, dan lain-lain. Berikut dosis untuk tiap penyakit :

  • Dosis lazim dewasa untuk pneumocystis pneumonia :

15 – 20 mg / kg / hari (trimethoprim ) secara oral atau intravena dibagi dalam  3 – 4 dosis setiap 6 – 8 jam, selama 14 – 21 hari
  • Dosis lazim dewasa untuk pneumocystis pneumonia profilaksis :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral 1 x sehari.
  • Dosis lazim dewasa untuk infeksi saluran kemih :

  1. Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole 160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam selama 10 – 14 hari.
  2. Infeksi berat: 8 – 10 mg / kg / hari (trimethoprim ) intravena dibagi dalam 2 – 4 dosis setiap 6, 8, atau 12 jam selama 14 hari. Dosis maksimum (trimethoprim ) adalah 960 mg / hari
  • Dosis lazim dewasa untuk pielonefritis (infeksi saluran ginjal) :

Tanpa komplikasi : Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam selama 7 – 14 hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk eksaserbasi akut bronchitis kronis :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam selama 14 hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk traveller diare :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam selama 5 hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk otitis media :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam selama 10 – 14 hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk cystitis profilaksis :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole 80 mg / 400 mg secara oral 1x sehari menjelang tidur.
  • Dosis lazim dewasa untuk meningitis :

5 mg / kg (trimethoprim) intravena setiap 6, 8, atau 12 jam selama 21 hari – 6 minggu. Bisa dikombinasikan dengan chloramphenicol jika pasiem alergi dengan antibiotik golongan betalaktam.
  • Dosis lazim dewasa untuk pneumonia :

2,5 mg – 5 mg / kg (trimethoprim) secara oral atau intravena setiap 6, 8 atau 12 jam. Lama pengobatan selama 21 hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk prostatitis :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam. Jangka waktu pengobatan, akut : 10 – 14 hari; kronis :1 – 3 bulan.
  • Dosis lazim dewasa untuk sinusitis :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg) secara oral setiap 12 jam. Selama 10-14 hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk infeksi saluran pernapasan atas :

Cotrimoxazole (trimethoprim / sulfamethoxazole  160 mg/800 mg)  secara oral setiap 12 jam.
  • Dosis lazim pediatric untuk otitis media :

Usia ≥ 2 bulan : 4 mg / kg (trimethoprim) secara oral setiap 12 jam selama 10 hari.
  • Dosis lazim pediatric untuk infeksi saluran kemih :

  1. Usia ≥ 2 bulan : 4 mg / kg (trimethoprim) secara oral setiap 12 jam selama 10 – 14 hari.
  2. Infeksi berat : 8 – 10 mg / kg / hari (trimetoprim) injeksi intravena dibagi dalam 2 – 4 setiap 6, 8, atau 12 jam selama 14 hari. Dosis maksimum trimethoprim adalah 960 mg/ hari.
  • Dosis lazim pediatric untuk pneumocystis pneumonia :

Usia ≥2 bulan : 15 – 20 mg / kg / hari (trimethoprim) secara oral atau injeksi intravena dibagi dalam 3 – 4 dosis,  setiap 6 – 8 jam selama 14 – 21 hari.
  • Dosis lazim pediatric untuk pneumocystis pneumonia profilaksis :

Usia ≥2 bulan : 75 mg / m2 (trimethoprim) secara oral 2x sehari. Dosis harian total (trimethoprim) tidak melebihi 320 mg.
ii. Infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh Shigella flexneri, Shigella sonnei termasuk diare akibat infeksi E. coli. Sehingga obat ini termasuk sebagai obat disentri. Infeksi saluran pernapasan atas
Bersumber dari: Cotrimoxazole : Kegunaan, Dosis, Efek Samping | Mediskus
Cotrimoxazole : Kegunaan, Dosis, Efek Samping Cotrimoxazole adalah obat antibiotik yang memiliki spektrum luas yang efektif terhadap kuman gram positif dan gram negatif. Obat ini biasa diresepkan oleh dokter untuk mengatasi penyakit infeksi baik infeksi saluran napas atas, infeksi saluran kemih dan infeksi saluran cerna seperti diare. Di sini akan dijelaskan mengenai cotrimoxazole itu obat apa secara lebih rinci. Mengenal Cotrimoxazole Cotrimoxazole adalah antibiotik dengan kombinasi dua macam komponen obat yaitu sulfamethoxazole 400 mg trimethoprim 80 mg. Maka banyak kemasan obat yang mencantumkan sebagai cotrimoxazole 480 mg. Kombinasi kedua komponen obat tersebut menciptakan efek bakterisidal dan bakteriostatik. Efek bakterisidal berarti membunuh bakteri, hal ini diperantarai oleh Trimethoprim yang bekerja pada dua tahap pembentukan asam nukleat dan protein yang penting bagi bakteri. Sedangkan efek bakteriostatik berarti menghentikan perkembang biakan bakteri, hal ini diperentarai sulfamethoxazole. Dengan mekanisme kerja tersebut maka cotrimoxazole memiliki aktivitas antibakterial yang luas terhadap bermacam – macam kuman seperti Streptococcus sp, Staphylococcus so, Pneumococcus sp, Klebsiella, Neisseria, Bordetella. Shigella sp dan Vibrio cholerae serta terhadap beberapa bakteri yang diketahui resisten terhadap antibiotik jenis lain seperti Haemophillus influenzae, Escherichia. coli. Proteus mirabilis, Proteus vulgaris dan bebeberapa strain Staphylococcus. cotrimoxazole Indikasi Obat cotrimoxazole dapat digunakan untuk mengobati penyakit – penyakit berikut : Infeksi pada saluran kemih dan saluran kelamin yang disebabkan oleh Esherichia coli. Klebsiella sp, Enterobacter sp, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, dan Morganella morganii. Infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh Shigella flexneri, Shigella sonnei termasuk diare akibat infeksi E. coli. Sehingga obat ini termasuk sebagai obat disentri. Infeksi saluran pernapasan atas dan bronkitis kronik yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae. Infeksi saluran telinga bagian tengah yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae, dan Haemophilus influenzae. Misalnya pada Otitis media Infeksi saluran napas bawah atau pneumonia yang disebabkan Pneumocystis carinii.
Bersumber dari: Cotrimoxazole : Kegunaan, Dosis, Efek Samping | Mediskus

Ambroxol 30mg 3x1

Ambroxol adalah salah satu obat yang masuk ke dalam golongan mukolitik, yaitu obat yang fungsinya adalah mengencerkan dahak. 

Ambroxol umumnya digunakan untuk mengatasi gangguan pernapasan akibat produksi dahak yang berlebihan pada kondisi seperti bronkiektasis dan emfisema. 

Dengan obat mukolitik, dahak yang diproduksi akan lebih encer sehingga lebih mudah dikeluarkan dari tenggorokan saat batuk. 

Dengan demikian, pipa saluran pernapasan pun lebih terbuka dan terasa lega.

Ambroxol

Jenis obat Obat mukolitik
Golongan Obat resep
Manfaat Mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan melalui batuk sehingga melegakan saluran pernapasan. Obat ini digunakan dalam beberapa kondisi yang menghasilkan banyak dahak seperti:
  • Bronkiektasis
  • Emfisema
  • Bronkitis kronis dan akut
  • Bronkitis asmatik
  • Pneumokoniosis bronkitis
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak

Chlorpheniramine 4 mg 3x1

Untuk apa chlorphenamine?

Chlorpheniramine yang juga dikenal sebagai chlorfenamin, adalah obat yang berfungsi "mengurangi gejala seperti kemerahan, gatal, mata berair, bersin, hidung gatal atau tenggorokan gatal, dan hidung meler yang disebabkan oleh alergi, demam, dan flu biasa". 
Chlorpheniramine termasuk dalam kelas obat yang disebut antihistamin. 
Ia bekerja dengan menghalangi aksi histamin, suatu zat dalam tubuh yang menyebabkan gejala alergi. 
Kaki gatal kemerahan.

dosis chlorphenamine untuk orang dewasa?

Dosis chlorphenamine untuk alergi
Gunakan 4 mg setiap 4-6 jam. Max: 24 mg sehari (tablet).


Prednisolone 5mg 3x1

Untuk apa Prednisolone?

Prednisolon adalah obat dengan fungsi untuk mengobati kondisi seperti arthritis, masalah darah, gangguan sistem kekebalan tubuh, kulit dan kondisi mata, masalah pernapasan, kanker, dan alergi parah.
Prednisolon adalah obat buatan manusia yang meniru bahan alami (hormon kortikosteroid) yang dibuat oleh kelenjar adrenal.
Obat ini "mengurangi respon sistem kekebalan tubuh Anda terhadap berbagai penyakit untuk mengurangi gejala reaksi alergi seperti nyeri dan pembengkakan".
Dosis prednisolon dan efek samping prednisolon akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Dosis Dewasa biasa untuk Anti-inflamasi
Natrium fosfat:
Oral: 5-60 mg per hari dalam dosis terbagi 1-4 kali / hari.
Intravena atau intramuskular: 4-60 mg / hari