link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Selasa, 24 September 2013

Medali Perunggu OSN Nasional 2013


Selamat Kepada Siswa-Siswi SMA Negeri 61 Jakarta yang lulus seleksi OSN Tahap I 
Tk. Propinsi DKI Jakarta Tahun 2013 

NO
NAMA
KELAS
BIDANG OSN
KET
1
GITA PERMATA ARIANA
XI IPA 2
Matematika

2
DISNIYANTO ALDI DWIKA
X 4
Fisika

3
LEWI HANSEL PANJAITAN
XI IPA 1
Fisika

4
ANDIKA NUR FADHILAH
XI IPA 1
Biologi

5
MUHAMMAD FARHAN MAULANA
XI IPA 2
Biologi

6
SITI MUTHMAINAH SYARIFAH
X 6
Ekonomi

7
NADYA ESTEFANI
XI IPS 1
Ekonomi

8
IVAN DEVARA
XI IPS 1
Ekonomi

9
MUHAMMAD RIZKI
X 6
Kebumian

10
MUHAMMAD RIMAN IRFANTO
X 4
Astronomi

11
MUHAMMAD REZKY
XI IPA 2
Astronomi

12
WISNU TEGUH WICAKSONO
X 1
Komputer

13
FAQIH ROHMATULLOH
XI IPA 2
Geografi


Dwika Junior meraih medali perunggu OSN Nasional 2013.
Semoga menjadi anak yang berguna bagi lebih dari 1 juta orang.
Aamiin.

13 kali Trial Beasiswa




Mon Sep 23, 2013 3:41 pm (PDT) . Posted by:
Terima kasih bung Dwika atas infonya , mohon ijin sharing untuk anak saya
Muhammad Hudi alumni Teknik Mesin Perkapalan FTUI 2012 yang akan mencari
beasiswa S2 di perguruan tinggi Eropa.

Salam,
Satrio Wibowo.

2013/9/23 Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@ yahoo.com

  ****************************************************************************************************
 
 
  Setelah 13 kali melakukan percobaan, akhirnya Anda mendapat keberhasilan.
  Pepatah hingga kini “*dimana ada kemauan di situ ada jalan*“.
  Apakah Anda tidak mau menempuh jalan itu?
  “Trial and error” bukan hanya milik anak burung yang sedang belajar
  terbang, Anda juga boleh mencobanya.”
  I Deliver Happiness,
  Dwika
 
 
link:
  http://motivasibeasiswa.org/2013/09/18/arif-habibal-umam-ke-jerman-setelah-13-kali-trial-and-error/


Arif Habibal Umam: “Ke Jerman setelah 13 kali Trial and Error”


Aku mengenal blog motivasi beasiswa untuk pertama kalinya di penghujung tahun 2010. Saat itu aku masih menjadi seorang pemburu beasiswa yang galau. Beruntung, google menuntunku menemukan blog ini. Pada waktu itu, hanya ada kurang dari 15 motivator beasiswa yang menuliskan pengalaman-pengalama serunya. Blog ini pun masih sangat baru. Aku membaca salah satu tulisan sang motivator yang memberi banyak motivasi, dan menjadi kata kunci yang tidak sengaja aku temukan di google.
Takdir akhirnya membuatku menjadi juniornya pada program beasiswa yang sama. Saat membaca tulisan-tulisan lainnya, semangatku untuk beranjak dari Indonesia semakin menggebu-gebu. Aku dibuat iri oleh seorang senior di Fakultas Biologi UGM yang sedang melanjutkan studinya di Arab Saudi dan berfoto-foto di depan Masjidil Haram, lalu mereka – mereka yang pernah merasakan putih dan dinginnya salju, melihat keindahan arsitektur Eropa, atau berfoto-foto di depan gedung opera Sydney, di bawah menara Eiffel dan beragam landmark lainnya. Atau sesuatu yang tak pernah terbayangkan olehku sendiri, berbicara bahasa asing dengan penutur asal di negerinya.
Sejak mengenal blog berkualitas ini, aku berjanji pada diriku sendiri, entah kapan waktu itu tiba, aku akan menuliskan pengalaman-pengalamanku sendiri di sini. Ketika aku sudah menikmati bagaimana kehidupan di luar negeri, tentunya dengan beasiswa pula. Aku semakin tekun mencari informasi mengenai tawaran beasiswa dari berbagai lembaga internasional, nasional ataupun lokal. Setidaknya aku pernah menderita 12 kali kegagalan sebelum akhirnya aku dapat memenuhi janjiku pada diri sendiri untuk berbagi pengalaman di sini.
Baiklah teman, beasiswa pertama yang aku apply di tahun 2010 adalah beasiswa dari King Abdul Aziz University (KAUST). KAUST sebenarnya merupakan sebuah universitas baru di Arab Saudi. Aku mungkin angkatan ke tiga (ini kalau tidak keliru) seandainya diterima di kampus KAUST tahun itu. Jurusan yang aku apply yaitu marine engineering. Tapi sayang sekali, ketika pengumuman, aku hanya diberi jatah dalam daftar tunggu atau waiting list, ~begitulah kira-kira judul email dari pihak panitia yang masuk ke emailku~. Jadi aku hanya memiliki kesempatan masuk ke daftar utama program tersebut seandainya ada kandidat yang telah lulus tapi mengundurkan diri. Aku mengganggap peluangku hanya 50 persen. Jadi, aku sudah menganggap ini kegagalan pertamaku. Aku sadar, kesalahanku karena tidak melengkapi persyaratan Bahasa Inggris sesuai yang diminta, aku bahkan tidak menyerahkan sertifikat TOEFL hingga batas waktu yang ditetapkan. Di sini, aku telah bernegosiasi dengan penyedia beasiswa untuk pertama kali.
Sebenarnya pada saat yang bersamaan, aku juga mendaftar beasiswa bergengsi Uni Eropa, Erasmus Mundus. Para pelamar boleh mendaftar maksimal 3 program untuk action 2 dan 1 program untuk action 1. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku mendaftar sampai batas maksimal, 4 program sekaligus. Beruntungnya lagi, kebanyakan beasiswa Erasmus Mundus diperuntukkan untuk bidang life sciences seperti biologi dan ekologi, sesuai latar belakang keilmuanku. Untuk action 1, aku mendaftar program yang bernama MAHEVA (ilmu lingkungan), sementara untuk action 2 aku mendaftar program EMAE (ekologi terapan), MIND (ekologi industri), dan MESPOM (ilmu lingkungan).
Satu hal yang perlu diperhatikan saat mendaftar Erasmus Mundus, jangan pernah mendaftar programnya melebihi jatah yang diizinkan, jika tidak ingin aplikasi beasiswa ditolak mentah-mentah oleh konsorsium. Selain itu persaingan memperebutkan beasiswa Erasmus Mundus untuk program-program yang ditawarkan di action 1 dan action 2 berbeda. Action 1 hanya diperuntukkan bagi mahasiswa atau alumni dari universitas negara berkembang yang memiliki kerja sama dengan universitas di Eropa. Sedangkan action 2 memiliki jangkauan yang lebih luas, karena diperuntukkan bagi seluruh lulusan negara ke tiga yang tidak terbatas pada ada tidaknya ikatan kerjasama.
Ketika itu, program MAHEVA – action 1 lebih cepat mengeluarkan pengumumannya. Sayang sekali, aku mendapat surat penolakan dari konsorsium. Tidak ada penjelasan mengapa aplikasiku di tolak. Selanjutnya konsorsium MESPOM juga menolak aplikasiku mentah-mentah. Sedangkan untuk program MIND, aku lulus seleksi berkas tahap 1, namun aku gagal ketika di tahap selanjutnya yaitu penilaian dokumen seperti motivation letter dan reference letter. Sedangkan untuk program EMAE, pengumuman dikeluarkan sekitar bulan maret 2011. Aku hanya diberitahu konsorsium bahwa aku mendapatkan kursi di tempat ini, namun tidak mendapatkan beasiswa. dengan kata lain aku hanya mendapatkan letter of acceptance (LoA). Tetapi pembiayaannya harus dilakukan sendiri. Apabila dikonversi ke rupiah, jumlah beasiswa yang ditawarkan mencapai 700 juta rupiah, sehingga mustahil aku menyediakan dana sebesar itu. Aku menganggap ini adalah kegagalan ke dua, ketiga, keempat, sekaligus ke limaku dalam urusan beasiswa.
Bagi seseorang yang memiliki kehidupan mulus seperti yang akupunya, kegagalan seperti itu sangat setia membuatku semakin penasaran untuk kembali berjuang merebut beasiswa. Lalu, di awal 2011 aku juga mendaftar beasiswa Panasonic Indonesia ke Jepang, beasiswa ini digadang- gadang sebagai beasiswa prestisius karena berjumlah besar dan hanya diperuntukkan untuk 3 orang Indonesia setiap tahun. Layaknya kuis berhadiah atau lomba-lomba, ada tiga tahapan utama yang harus dilewati untuk memenangi beasiswa ini, yaitu seleksi berkas tahap 1 atau penyisihan yang berupa formulir pendaftaran, lalu seleksi berkas tahap dua atau semifinal, dokumen yang dinilai contohnya surat rekomendasi, motivasi dan IPK. Dan yang terakhir adalah tahap tiga atau final, proses seleksi yang dilakukan pada tahap ini seperti FGD, dan wawancara.
Pengumuman tahap awal dikirimkan via email. Aku berhasil masuk ke semifinal bersama seorang teman dari biologi UGM. Namun sayangnya aku tidak melanjutkan proses aplikasi Beasiswa Panasonic. Pengumuman beasiswa ini bertepatan dengan kejadian tsunami dan kegagalan reaktor nuklir di Fukushima, Jepang, pada maret 2011 lalu. Aku sudah cukup merasakan tsunami tahun 2004 serta segala kesulitan-kesulitannya di kampung halamanku, Meulaboh. Karenanya, aku sudah tidak berniat melanjutkan aplikasi Beasiswa Panasonic. Ini adalah kegagalan ke enamku dalam waktu yang sangat berdekatan. Tapi teman, aku seseorang paling idealis untuk urusan mimpi yang telah aku cipta. Karena itu, aku belum patah arang untuk terus mencoba berbagai beasiswa lain. Cita-citaku sederhana saja, aku mau bermain-main salju, aku ingin segera kuliah di luar negeri.
Tahun pertama setelah lulus S1 aku dedikasikan untuk melakukan “trial and error” pendaftaran beasiswa. Sangat beruntung jika bisa langsung diterima, namun jika gagal, aku tidak merasa telah buang-buang waktu, karena aku bisa memperbaiki aplikasi untuk periode selanjutnya. Setelah itu, aku mendapat informasi dari seorang teman kampus bahwa pemerintah Perancis membuka penerimaan beasiswa untuk studi ke negara Bonaparte itu, nama beasiswanya BGF, lengkapnya Bourse de Gouvernement de France. Aku tak ketinggalan mencoba peruntungan di beasiswa ini.
Sejauh ini, BGF adalah beasiswa yang tidak bertele-tele. Hanya ada dua tahapan seleksi, seleksi pertama adalah penilaian berkas layaknya beasiswa lainnya. Yang membedakan hanyalah dokumen yang harus diupload, seperti fomulir pendaftaran yang hanya berjumlah 2 lembar ~sangat efisien dibandingkan formulir beasiswa lain yang terkadang mencapai belasan, bahkan puluhan halaman~, lalu tidak pula diminta sertifikat bahasa asing seperi TOEFL dan IELTS. Walaupun pelamar harus mencantumkan perolehan nilai Bahasa Inggris di kolom formulir pendaftaran, dan sedikit essay rencana studi atau penelitian di Perancis. Tahap terakhir beasiswa BGF adalah wawancara di Jakarta. Aku berhasil dipanggil interview BGF bersama 30 peserta lainnya pada April 2011, mereka berasal dari berbagai latar keilmuan. Kebanyakan peserta memilih master degree sedangkan sisanya mendaftar untuk program doktor. Ini merupakan kali pertama wawancara berbahasa Inggris yang telah aku ikuti. Sejauh ini aku belum pernah punya pengalaman diwawancara dengan bahasa asing, aku merasa gugup tapi aku paksakan rileks dan berusaha mempersiapkan sebaik mungkin. Setelah aku selidiki, ternyata keunggulan aplikasiku terletak pada LoA dari salah satu kampus prancis yang telah aku punya sehingga bisa dipanggil wawancara. LoA yang telah aku peroleh dari Poitiers, sebagai salah satu konsorsium EMAE di beasiswa Erasmus Mundus aku pakai untuk mendaftar BGF.
Pada saat wawancara, aku bernegosiasi dengan para pewawancara, bagaimana jika aku tetap mendaftar Erasmus Mundus dengan program yang harus diselesaikan tidak hanya di Perancis, tetapi juga di Portugal, Inggris atau Jerman, tetapi pendanaannya disediakan oleh BGF. Aku masih mengingat jelas bagaimana seorang interviewer melakukan hitung-hitungan terhadap jumlah dana yang dibutuhkan untuk program EMAE tersebut, angka yang menurut mereka cukup fantastis. Kesimpulan akhirnya biaya untuk program itu terlalu tinggi. Aku bahkan memberikan solusi lain, bagaimana jika biaya tersebut hanya ditanggung setengahnya oleh BGF sedangkan sisanya dari pihak ketiga. Interviewer kembali sibuk dengan angka-angka. Tetap saja dianggap mahal. Pertanyaan wawancara untuk beasiswa BGF bisa kupastikan adalah pertanyaan-pertanyaan standar menyangkut aplikasi beasiswa, sama seperti proses interview kebanyakan beasiswa lainnya.
Saat bernegosiasi ini, aku melakukan kesalahan fatal dengan tidak memberikan sebuah pilihan akhir kepada interviewer. Aku sangat terpaku dan terlena pada satu program yaitu EMAE, padahal kami sepakat jika program itu membutuhkan biaya mahal. Aku benar-benar lupa mengatakan jika aku juga bersedia jika hanya kuliah di Perancis saja, dengan program yang murni dari BGF. Di sinilah kekeliruan itu berbuah petaka, kegagalan yang tak perlu seandainya aku cermat.
Selesai interview, aku di persilahkan menunggu hasil seleksi yang akan dikirimkan ke email masing-masing. Pengumuman BGF pun tiba. Sebuah email dari panitia seleksi telah kubaca. Dengan sangat menyesal aplikasi BGF ku ditolak. Tetapi, mereka sangat sopan dalam memberi keterangan-keterangan mengapa aplikasiku tidak bisa diterima sehingga aku sangat berlapang dada untuk BGF. Salah satu alasan yang disampaikan adalah program master yang ingin aku ikuti berbiaya sangat mahal dan tidak sesuai anggaran BGF. Tidak lupa, mereka menyarankan aku untuk memperdalam Bahasa Perancis lalu mendaftar program master berbahasa Perancis yang lebih murah, kemudian bisa mengikuti BGF tahun depan. Aku kembali gagal untuk ke tujuh kalinya, tapi aku merasa puas dan mendapat satu pengalaman baru. “Trial and error” belum berakhir.
Hanya berselang dua hari setelah interview BGF di jakarta, aku dipanggil mengikuti wawancara dengan DAAD di Banda Aceh. Padahal sebelum BGF, aku baru saja pulang dari Jogjakarta ke Banda Aceh setelah menyelesaikan kursus Bahasa Perancis di sana.
Duit yang aku punya semakin menipis karena dalam waktu seminggu aku harus bolak balik Jogjakarta-Jakarta -Banda Aceh sebanyak dua kali. Tetapi orang tua tetap mendukungku karena beasiswa DAAD adalah peluang aku kembali ke Eropa, kali ini ke Jerman. Aceh menjadi sangat beruntung setelah tsunami. Setahuku hingga kini ada 11 negara yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh untuk menyelenggarakan beasiswa bagi putra putri terbaiknya. Salah satunya Jerman melalui lembaga pertukaran akademiknya, yaitu DAAD.
Aku memasukkan lamaran beasiswa yang disebut ASOE ini, atau Aceh Scholarship of Excellence hasil kerjasama pemprov Aceh dengan DAAD. Karena Aku dipanggil wawancara hanya 2 hari setelah proses seleksi BGF berakhir. Pengalaman yang aku dapat saat mengikuti wawancara BGF menjadi sumber kekuatanku mengikuti wawancara DAAD-ASOE. Aku menjadi lebih yakin, percaya diri dan tahu bagaimana tipikal pertanyaan “bule” ketika menguji kandidat penerima beasiswanya. Aku diwawancara oleh seorang representatif DAAD, seorang Jerman yang menjadi dosen tamu salah satu universitas ternama di pulau Jawa. Isi interviewnya sebenarnya mirip dengan BGF. namun, latar belakang keilmuaanku di bidang biologi-ekologi benar benar diuji. Misalnya, ada pertanyaan-pertanyan yang menyangkut pengetahuan polusi dan metode sampling. Selebihnya tidak jauh berbeda dengan BGF. Aku berbicara layaknya rekan kerja, tidak lupa aku bernegosiasi dengan LoA-EMAE yang masih aku bawa kemana mana. Termasuk saat wawancara tersebut.
Aku berharap bisa kuliah di CAU-Kiel, Jerman. Salah satu konsorsium EMAE, dengan bantuan beasiswa ASOE ini. Namun jawaban sang interviewer sama saja saat aku mengemis- ngemis di BGF. Jumlah biaya yang dibutuhkan terlalu tinggi. Tapi kali ini aku tidak lupa mengatakan, aku tetap bersedia mengikuti skema normal program DAAD-ASOE yaitu mencari jurusan baru yang lebih murah, serta bersedia mengikuti pelatihan Bahasa Jerman. pengumuman kelulusan masih dua bulan lagi.
Aku mempersiapkan aplikasi beasiswa lainnya. Setelah sebelumnya berkali-kali gagal ke Eropa, aku mencoba mengadu nasib ke selatan. Kali ini pilihanku Australia dengan beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) nya. Beasiswa ADS termasuk beasiswa rumit dan membutuhkan waktu lama hingga pengumuman kelulusan, namun aku berpikir tidak ada salahnya mencoba. Ini masih tahun pertama kelulusanku, aku masih punya jatah untuk melakukan “trial and error”. Setelah mengisi formulir dan mencoba melengkapi semua peryaratannya. Aku mengirim lamaran ADS melalui pos ke kantor ADS di Jakarta. Setelah itu hanya menunggu pengumuman selanjutnya, jika berhasil akan dipanggil ke tahap berikutnya, interview.
Sambil menunggu pengumuman ADS, pada bulan juni 2011 aku mendapat berita gembira karena aku diterima program beasiswa DAAD-ASOE, namun proses masih panjang, aku bersama awardee lainnya masih harus mengikuti pelatihan Bahasa Jerman dari level dasar A1 hingga level mittelstufe (pertengahan) B2 di Goethe Institut, Jakarta. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai level B2 kira-kira 8 bulan jika dilakukan secara intensif, kursus Bahasa Jerman ini dilakukan setiap hari senin hingga jumat sejak pukul 8:00 hingga pukul 12:30. Setiap level, kami harus mengikuti tes untuk mengetahui apakah kami lulus atau tidak dalam tingkat tersebut. Layaknya tes IELTS atau TOEFL IBT, materi yang diuji meliputi kemampuan mendengar, berbicara, dan menulis. Aku belum boleh mengatakan sudah lulus 100 persen beasiswa DAAD – ASOE, karena jika tidak lulus kursus Bahasa Jerman minimal level B1 atau yang disebut zertifikat deutsch, maka beasiswa akan dicabut dan tidak jadi diberangkatkan ke Jerman.
Perilaku orang – orang Jerman yang sistematis dan antisipatif tercermin pada beasiswa ini. Walaupun aku tidak berencana mengambil program master berbahasa Jerman, aku bersama Awardee tetap harus mengikuti pelatihan bahasa sesuai level yang telah ditentukan, sejak November 2011 hingga Juli 2012. Selain itu, walaupun sudah memiliki nilai TOEFL, kami pun masih harus mengikuti tes IELTS. Tujuan pelatihan bahasa yang diadakan selama itu agar kami mudah berkomunikasi dengan warga Jerman saat berada di sana, serta lebih mudah mendaftar kuliah karena kebanyakan kampus Eropa termasuk Jerman meminta IELTS sebagi prasyarat.
Ketika mengikuti pelatihan Bahasa Jerman di Jakarta, aku mendapat informasi mengenai pengumuman ADS. Aplikasiku ditolak. Pengumuman tersebut dikirimkan secara langsung melalui pos ke alamat rumahku di Aceh. Namun sebenarnya panitia seleksi telah menghubungiku via telepon, mereka sebelumnya masih memberiku waktu untuk melengkapi dokumen IELTS yang masih kurang. Ini kegagalan ke delapanku, Teman.
Aku sama sekali tidak menyesal terhadap “trial and eror” yang aku lakukan. Aku mempersiapkan tes IELTS dengan mengikuti kursus terlebih dahulu di Jogjakarta, perjuangan menghadapi beasiswa DAAD ini merupakan proses sulit yang pernah aku ikuti. Terlalu banyak persyaratan yang harus kupenuhi. Termasuk mencari Letter of Acceptance dari Universitas di Jerman. Ketika berada di Jogjakarta awal 2012, kesehatanku malah memburuk karena kelelahan. Aku terserang demam berdarah dan harus di rawat di rumah sakit selama satu minggu. Di sinilah pikiranku kembali kacau, aku benar-benar khawatir beasiswa akan dicabut dan tidak jadi diberangkatkan. Aku mengantisipasi dengan mendaftar kembali beasiswa Erasmus Mundus untuk kedua kalinya. Program yang aku apply saat itu adalah LOTUS (ekologi manusia) untuk action 1 dan 3 program lainnya untuk action 2 yaitu EMAE, MIND dan EMBC (marine biology).
LOTUS dan EMBC merupakan program baru yang aku apply, karena tahun sebelumnya aku belum pernah mendaftar program ini. Berbekal pengetahuan Erasmus Mundus saat pertama kali daftar di tahun 2010, aku lebih mudah menyiapkan aplikasi. Walaupun di tengah DBD yang kuderita. Aku dengan mudah memperbaiki lamaran yang masih tersimpan rapi di laptopku. Aku benar- benar lupa memikirkan kondisi tubuhku yang begitu kelelahan dan sakit akibat DBD. Yang ada dipikiranku, aku harus segera bermain main salju di Eropa.
Saat itu, trombosit tubuhku mencapai titik terendahnya! hanya 9000 sel/ mm3, jauh dari batas normal 150.000 sel/mm3. Tetapi kekuatan impian ternyata sangat dahsyat, Teman. Disaat begitu terpuruk dengan penyakitku, aku masih menyempatkan online dan menekan tombol submit untuk mengirimkan 4 aplikasi Erasmus Mundus yang telah aku perbaiki itu. Kemudian aku tinggal menunggu pengumuman dari masing- masing program tersebut.
Hampir tiga bulan setalah itu, pengumuman Erasmus Mundus tiba. Aku pun telah sembuh total dari DBD yang kuderita. aku menerima email dari konsorsium ke empat program Erasmus Mundus tersebut. kali ini aku sedikit mengalami peningkatan hasil, ke empat aplikasiku tersebut dihargai sebagai reserve list dari Indonesia. Dengan kata lain, aku dapat menerima beasiswa jika ada yang mengundurkan diri dari main list. Ini adalah kegagalan ke sembilan, sepuluh, sebelas, dan kedua belas yang telah aku alami, kali ini aku tidak gagal total. Berbekal “trial and error” yang aku lakukan, aku memproleh peningkatan hasil dalam proses lamaran beasiswa. Aku menjadi semakin tahu mengenai aplikasi berbagai beasiswa. Aku mendapatkan LoA dari salah satu program Erasmus yang dapat aku pakai untuk beasiswa DAAD-ASOE. Akhirnya aku fokus kembali kepada beasiswa yang telah aku peroleh sebelumnya, DAAD-ASOE. Aku lulus tes Zertiikat Deutsch sesuai yang telah ditentukan sehingga aku dapat berangkat ke Jerman bersama Awardee lainnya pada awal agustus 2012.
Setiba di Jerman, kami kembali mengikuti persiapan Bahasa Jerman selama tiga bulan di Dortmund, sebuah kota yang terkenal dengan klub sepakbola Borussia Dortmund-nya, sebelum akhirnya kami berpencar ke berbagai kota di Jerman untuk melanjutkan studi di universitas yang berbeda.
Sekarang aku sedang menempuh pendidikan master perencanaan lingkungan di Technische Universität Berlin. Kini aku sedikit lega karena telah memenuhi janji pada diriku sendiri untuk ikut menulis di sini, janji yang terucap ketika pertama kali membaca kisah- kisah yang menggetarkan jiwa dari para motivator beasiswa lainnya dan selalu berhasil membakar semangatku. Begitulah kisah tentang “trial and error” yang aku lakukan dalam aplikasi beasiswa.
Setelah 13 kali melakukan percobaan, aku akhirnya mendapat salah satu keberhasilan. Pepatah hingga kini belum berubah bunyinya “dimana ada kemauan di situ ada jalan“. Lantas, apakah kamu tidak mau menempuh jalan itu? “Trial and error” bukan hanya milik anak burung yang sedang belajar terbang, manusia juga boleh mencobanya.” Selamat berburu beasiswa!
Kisah ini ditulis di Berlin, sebuah kafe di Meulaboh. Aku tulis kembali untuk mengingat segala jerih payah sehingga tiba di Berlin yang sesungguhnya dan memberi sedikit motivasi kepada para pemburu beasiswa lainnya.

Minggu, 22 September 2013

Maag Ranitidine Tukak lambung dan usus 12 jari



Ranitidine Tablet 150 mg
Rating: ♥♥♥♥. 
http://www.dechacare.com/Ranitidine-Tablet-150-mg-P527.html
Ranitidine Tablet 150 mg
Indikasi:
- Tukak lambung dan usus 12 jari
- Hipersekresi patologik sehubungan dengan sindrom Zollinger-Ellison"


Kontra Indikasi:
- Penderita gangguan fungsi ginjal
- wanita hamil dan menyusui


Komposisi :
- Tiap tablet salut selaput mengandung:
Ranitidine hidroklorida setara dengan ranitidine basa 150 mg.

Farmakologi :
Ranitidine menghambat kerja histamin pada reseptor-H2 secara kompotitif, serta menghambat sekresi asam lambung.

Dosis :
- Dosis yang biasa digunakan adalah 150mg, 2 kali sehari
- Dosis penunjang dapat diberikan 150mg pada malam hari
- Untuk sindrom Zollinger-Ellison : 150mg, 3 kali sehari, dosis dapat bertambah menjadi 900mg.
- Dosis pada gangguan fungsi ginjal:
Bila bersihan kreatinin (50ml/menit): 150mg tiap 24 jam, bila perlu tiap 12 jam.
Karena Ranitidine ikut terdialisis, maka waktu pemberian harus disesuaikan sehingga bertepatan dengan akhir hemodialisis.

Efek Samping :
- Efek samping ranitidine adalah berupa diare, nyeri otot, pusing, dan timbul ruam kulit, malaise,nausea.
- Konstipasi
- Penurunan jumlah sel darah putih dan platelet ( pada beberapa penderita ).
- Sedikit peningkatan kadar serum kreatinin ( pada beberapa penderita)
- Beberapa kasus ( jarang ) reaksi hipersensitivitas (bronkospasme, demam, ruam, urtikaria, eosinofilia.

Peringatan dan Perhatian:
- Dosis harus dikurangi untuk penderita dengan gangguan fungsi ginjal
- Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi hati.
- Keamanan dan keefektifan pada anak-anak belum diketahui dengan pasti.
- Pengobatan penunjang akan mencegah kambuhnya ulkus tetapi tidak mengubah jalannya penyakit sekalipun pengobatan dihentikan.
- keamanan pada gangguan jangka panjang belum sepenuhnya mapan, maka harus dihentikan untuk secara berkala mengamati penderita yang mendapat pengobatan jangka panjang.

Interaksi Obat :
hasil penelitian terhadap 8 penderita yang diberikan ranitidin menunjukkan perbedaan dengan simetidine, ranitidine tidak menghambat fungsi oksidasi obat pada mikrosom hepar.terhadap 5 penderita normal yang diberikan dosis warfarin harian secara subterapeutik, dengan penambahan dosis ranitidine menjadi 200mg, 2 kali sehari selama 14 hari tidak menunjukkan adanya perubahan pada waktu protrombin atau pada konsentrasi warfarin plasma.

Jenis: Tablet

Produsen: PT OGBdexa

Famotidin tukak usus 12 jari



OBAT MAAG 2

 Posted by Doktor http://farma.webs.com/apps/blog/show/7619409-obat-maag-2
gasfamin 40mg
CODE:
Harga Per Satuan Terkecil : Rp5,300.00
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu
GASFAMIN®
Tablet Salut Selaput



KOMPOSISI:

Tiap GASFAMIN 20* tablet salut selaput mengandung, Famotidin.............................................................................20 mg
Tiap GASFAMIN 40° tablet salut selaput mengandung, Famotidin.............................................................................40 mg



CARA KERJA OBAT :

Famotidin merupakan antagonis Ha yang bekerja dengan cara menghainbat sekresi asam lambung melalui penghambatan kompetitif terhadap kerja histamin pada H2 reseptor histamin di sel-sel parietal. Famotidin juga menghambat sekresi asam lambung yang dirangsang oleh makanan dan pentagastrin.



INDIKASI:

-   Pengobatan jangkapendekpada tukak usus 12jari aktif.
-   Terapi pemeliharaan pada penderita tukak usus 12 jan yang baru sembuh dari tukak aktif.
-   Pengobatan pada kondisi hipersekresi patologis seperti Sindroma Zollinger Ellison dan Adenoma Endokrin.



KONTRA INDIKASI:

Penderita yang hipersensitif terhadap Famotidin.



PERINGATAN DAN PERHATIAN:

-   Dosis Famotidin pada penderita dengan gangguan fungsi. ginjal yang berat perlu dikurangi.
-   Pengalaman panggunaan pada wanita hamil. menyusui dan anak-anak belum mencukupi.
-   Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan gangguan hati.



EFEK SAMPING:

Konstipasi, diare, mual. arupsi kulit, sakit kepala, pusing, trombositopenia dan artralgia.



INTERAKSI OBAT:

-   Pemberian Famotidin bersama-sama dengan obat-obat lain yang dimetabolisme melalui sistem enzim sitokrom P-450 liati (seperti Teofilin, Warfarin, Diazepam, dll.), tidak menimbulkan efek yang bermakna pada disposisi obat-obat tersebut.
-   Dengan Ketoconazole dapat menurunkan absorpsinya sehingga penderita dianjurkan minum Famotidin paling sedikit 2 jam setelah Ketoconazole.



ATURAN PAKAI:

Tukak usus 12jari
Terapi akut : sehari 1 x 40 mg sebelum tidur atau
sehari 2 x 20 mg biasanya pengobatan dilakukan selama 4 minggu.
Terapi pemeliharaan : sehari lx 20 mg sebelum tidur.
Kondisi hipersekresi patologis; 20 mg setiap 6 jam.
Dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan.



KEMASAN:

GASFAMIN 20* tablet salut selaput Dus isi 5 strip @ 6 tablet salut selaput No. Reg.: DKL 9615609117 Al
GASFAMIN 40* tablet salut selaput Dus isi 5 strip @ 6 tablet salut selaput No.Reg.:DKL9615609117Bl



HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Simpan di tempat sejuk. kering dan terlindung dari cahaya

CD
p.t. msproform
INDONESIA


 

Maag ANTASIDA & PENGHAMBAT SEKRESI ASAM LAMBUNG



MEMILIH OBAT MAAG YANG TEPAT

menulis topik ini saya harus riset kecil dan baca empat buku (niat banget ya).
rekan saya bercerita tentang penyakit maag yang tak sembuh meski telah berobat mahal. setelah konsultasi dengan saya terus sembuh. ini bukan obat ajaib tapi tepat milihnya. mana mungkin duodenal ulcer diobati dgn gastric ulcer.
sakit maag dibagi tiga yaitu Esophageal ulcer (esophagus), Gastric ulcer (stomach), Duodenal ulcer (duodenum). untuk jelasnya saya akan bahas di postingan selanjutnya (lagi pake opera mini :-o ).
cara mudah membedakan, Esophagus ulcer jika ada rasa terbakar di leher, sakit/nyeri didada waktu menelan. Gastric ulcer15 menit setelah makan semua bagian perut perih, rasa terbakar. Duodenal ulcer rasa nyeri agak lambat sekitar 1-4 jam setelah makan, hanya satu titik yang sakit, bisa ditunjuk letaknya. jika perut diisi makanan tidak perih. jadi udah tau kan bedanya? saya tergolong kena duodenal ulcer :)
penggolongan obat ada 8 yaitu antasida, penghambat sekresi asam lambung, mucosaprotectiva, antibiotik, penguat motilitas, penenang, pembantu dan anti emetika. saya jelasin dua terbanyak.
1. ANTASIDA
guna menetralkan asam lambung, tidak mengurangi volume asam tapi meningkatkan pH akan penurunan aktifitas pepsin. pH tadinya 2 bisa langsung naik 3-4.
obat nya seperti mylanta, polycrol, acitral, promag. isinya
antasid adalah kombinasi aluminium hidroksida, magnesium stearat, simethicone. biasanya antasid lebih banyak digunakan untuk penderita gastric ulcer. diminum sebelum makan karena pH lambung perlu di netralisir dan setelah makan karena dalam proses pencernaan ada kecenderungan asam lambung meningkat.
2. PENGHAMBAT SEKRESI ASAM LAMBUNG
dibagi dua bagian, yaitu:
A. H2 BLOKER obatnya simetidin, ranitidin, famotidin.
B. PROTON PUMP INHIBITOR obatnya omeprazol, lansoprazol, pantoprazol
Proton pump inh harus dalam bentuk enteric coated sehingga tahan menghadapi asam lambung dan pecah di usus halus lalu masuk melalui sel parietal dan mengikat enzim KHATPase. jadi kalo dapat resep ome, lanso, panto jangan digerus/ dijadiin puyer karna khasiatnya hilang.
untuk H2 BLOKER menempati sekektif di permukaan sel parietal sehingga sekresi asam dan pepsin dikurangi.
pemilihan obat yg palimg mudah diberi simetidin atau ranitidin seperti Rantin®, jika belum sembuh diberi famotidin seperti
Promag double strenght karna famotidin 3 kali lebih kuat dari Ranitidin. jika ingin yang lebih murah pake generik saja karna khasiat sama n sudah BABE approved

OMEPRAZOLE

Obat apabila ada tukak lambung

Dosis dewasa : tablet 20 mg sekali sehari selama 4-8 minggu.

OMEPRAZOLE
Rating: ♥♥♥. 
http://www.dechacare.com/OMEPRAZOLE-P561.html
OMEPRAZOLE
Indikasi:
OMEPRAZOLE diindikasikan untuk:
- Pengobatan jangka pendek pada tukak usus 12 jari, tukak lambung dan refluks esofagitis erosiva.
- Perawatan sindroma Zollinger - Ellison.

Kontra Indikasi:
Hipersensitivitas terhadap Omeprazol.

Komposisi:
Tiap kapsul mengandung:
Omeprazol..........................................................................20 mg

Cara Kerja Obat:
OMEPRAZOLE termasuk kelas baru senyawa anti-sekresi, suatu benzimidazol tersubstitusi, yang menekan sekresi lambung melalui penghambatan spesifik terhadap sistem enzim H+/K+ ATPase pada permukaan sekresi sel parietal lambung. Karena sistem enzim ini merupakan pompa asam (proton) dalam mukosa lambung, Omeprazol digambarkan sebagai penghambat pompa asam langbung yang menghambat tahap akhir pembentukan asam lambung.
Efek ini berhubungan dengan dosis dan menimbulkan penghambatan terhadap sekresi asam terstimulasi maupun basal tanpa dipengaruhi stimulus.
OMEPRAZOLE tidak menunjukkan efek antikolinergik atau sifat antagonis histamin H2.
Percobaan pada hewan menunjukkan bahwa setelah keluar dengan cepat dari plasma, Omeprazol dapat ditemukan di dalam mukosa lambung selama sehari atau lebih.

Aktivitas Antisekresi
Sesudah pemberian oral, mula kerja efek antisekresi Omerazol terjadi dalam 1 jam, maksimum 2 jam.
Penghambatan sekresi kira-kira 50% dari maksimum dalam 24 jam dan proses penghambatan berlangsung sampai 72 jam.
Efek antisekresi Omeprazol lebih lama dari yang dapat diperkirakan berdasarkan waktu paruh dalam plasma yang sangat pendek (< 1 jam), kemungkinan disebabkan oleh pengikatan enzim H+/K+ ATPase dalam sel parietal yang lebih lama.
Bila obat dihentikan, aktivitas sekresi sedikit demi sedikit kembali normal lebih dari 3 - 5 hari. Efek penghambatan Omeprazol terhadap sekresi asam meningkat dengan pengulangan dosis sekali sehari mencapai puncaknya setelah 4 hari.
OMEPRAZOLE diabsorpsi dengan cepat dalam kadar maksimum pada plasma dicapai antara 0,5 - 3,5 jam.
Bioavailabilitas absolut kira-kira 30% - 40% pada dosis 20 - 40 mg, disebabkan sebagian besar mengalami metabolisme presistemik.
Waktu paruh dalam plasma dicapai 0,5 - 1 jamdan bersihan tubuh total 500 - 600 ml/menit.
Omeprazol terikat dalam protein plasma kira-kira 95%. Bioavailibilitas Omeprazol sedikit meningkat pada pemakaian berulang. Sebagian kecil obat dalam bentuk utuh disekresikan melalui urin. Sekitar 77% dieliminasi melalui urin paling sedikit sebagai enam metabolit, sisanya ditemukan dalam feses.

Efek Samping:
Umumnya dapat ditoleransi dengan baik.
Efek samping berikut biasanya ringan dan bersifat sementara serta tidak mempunyai hubungan yang konsisten dengan pengobatan.
Mual, sakit kepala, diare, konstipasi, kembung, ruam kulit, urtikaria, pruritus jarang terjadi.

Perhatian: 

  • Apabila diduga ada tukak lambung, kemungkinan malignansi harus ditiadakan sebelum pengobatan dengan Omeprazol, karena dapat meringankan gejala-gejala dan memperlama diagnosanya.

  • Sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil kecuali benar-benar diperlukan.

Interaksi Obat:
Omeprazol dapat memperpanjang eliminasi diazepam, penitoin dengan warfarin. Dianjurkan untuk memantau penderita yang mendapat pengobatan warfarin atau atau fenitoin dan penurunan dosis warfarin atau fenitoin mungkin perlu jika Omeprazol ditambahkan pada pengobatan.
Tidak ditemukan interaksi dengan teofilin, propanolol, metoprolol, lidokaina, kuinidina, amoksisilin atau antasida.
Absorpsi Omeprazol tidak dipengaruhi oleh alkohol atau makanan.

Dosis: 

  • Dosis lazim untuk penderita tukak usus 12 jari atau tukak lambung ringan adalah 20 mg sehari. Penyembuhan dapat dilakukan setelah 4 minggu untuk penderita tukak usus 12 jari dan 8 minggu untuk penderita tukak lambung ringan.
    Pada kasus yang berat dosis dapat dinaikkan menjadi 40 mg sekali sehari.

  • Dosis yang dianjurkan untuk refluks esofagitis erosiva adalah 20 mg sekali sehari selama 4 minggu.
    Bagi penderita yang belum sembuh sepenuhnya sesudah tahap awal, penyembuhan biasanya terjadi selama 4 - 8 minggu kemudian.

  • Pada penderita refluks esofagitis yang sulit disembuhkan dengan pengobatan lain, diperlukan dosis 20 mg sekali sehari.

  • Dosis awal yang dianjurkan bagi penderita sindroma Zollinger Ellison adalah 60 mg sekali sehari.
    Dosis harus disesuaikan untuk masing-masing individu dan pengobatan berlangsung selama indikasi klinis.
    Penderita dengan penyakit berat dan yang kurang memberikan respon terhadap pengobatan lain, dapat dikendalikan dengan efektif pada dosis 20 - 120 mg sehari.
    Untuk dosis lebih dari 80 mg sehari, harus diberikan 2 kali sehari.

  • Penyesuaian dosis tidak diperlukan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal, hati atau untuk lanjut usia.

  • Penggunaan pada anak-anak belum ada pengalaman.


Kemasan:
Dus isi 3 strip @ 10 kapsul.

Penyimpanan:
Simpan di tempat sejuk dan kering.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Jenis: Capsul

Produsen: PT Sanbe Farma

Nyeri Lambung Nyeri ulu hati satu titik Nyeri Usus halus






Belajar Mengobati Sakit Maag (bag II)


Seperti tulisan saya terdahulu disini, tidak semua sakit maag dapat diatasi dengan golongan antasida (seperti minum Mylanta, promag biasa) tetapi ada beberapa golongan lain seperti H2 Antagonis/ H2 Blokers dan Proton Pump Inhibitor serta  obat tambahan lainnya seperti Sucralfate, Rebamipide, Fucoidan. Biar tidak terlalu texbook kaya kuliahan, saya langsung pada aplikasinya saja. Gambar diambil disini.
1. Nyeri Lambung pake antasida = seperti "mylanta, promag" biasa ( isinya Al(OH)2, Mg(OH)2, Simetikon)
2. Nyeri Esofagus (nyeri ulu hati disatu titik) bisa pake H2 Antagonis = seperti Ranitidine, Famotidine.
3. Nyeri Usus halus (duodenum/intestine) pake Proton Pump Inhibitor = seperti Lanzoprazole, "Omeprazole", Pantoprazole.
Quote ini harus dicatat dan diingat ya!.
Ada beberapa hal dasar yang harus diketahui. Pertama, mengapa obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPi) mengobati hanya di usus halus? karena obat golongan PPI  berbentuk coated (disalut) agar tidak pecah di asam lambung melainkan baru akan pecah obatnya diusus halus, jadi obat ini tidak boleh digerus.
Kedua, kapan saya harus minum H2 anatagonis? Jika terjadi nyeri di ulu hati. Biasanya saat makanan berada dilambung, dapat terjadi reflux (keluarnya isi lambung keatas) sehingga isi lambung yang bersifat asam dapat melukai dinding esofagus, makanya sakitnya hanya disatu titik saja.
Ketiga, kenapa kalo minum antasida (promag) harus dikunyah dulu sebelum ditelan? karena obatnya dirancang untuk mengembang dulu dimulut biar lebih cepat bekerja untuk menurunkan asam lambung. Kalo ga mau dikunyah, bisa coba dengan Mylanta cair yang suspensi.
Nah, sudah makin megerti kan sekarang. Biar tambah pinter kita belajar contoh kasus ya. Saya ambil dari pertanyaannya Joanna.
Saya mngalami sakit maag sudah 3bulan lebih, hamper tiap hari nyeri atau tdk enak di ulu hati, kalo nyeri dilambung tidak selalu. Bolak balk kedokter dikasi pantozol,vosedon,neciblok,mozuku kadang dikasi socid omeprazole,motilium. Saya mau tanya,
1. Obat apa yg cocok utk jenis maag saya?
2. Pd saat nyeri sekali, obat apa yg bs lgsg meringankan?
3. Apakah tdk apa2 obat2 tsp sy konsumsi jangka panjang (sudah 3bulan & masih terus sy lanjutkan)
4. Obat alami tepung tapioka, singkong rebus,lidah buaya,kunyit,kunir,jelly gamat,jus noni apakah bisa menyembuhkan/memperparah?
Terimakasih banyak atas kebaikan ibu, tq
Wah, pastinya sudah punya gambaran jenis apa sakitnya dan bisa ditebak pengobatan yang tepat. Untuk nama obatnya saya kasih tahu bahan aktif didalam obat tersebut. Pantozol (Pantoprazole) ,Vosedon (Domperidone), Neciblok (sucralfate), Mozuku(Fucoidan),  Socid (Omeprazole), Motilium (Domperidone). Ini dia jawabannya.
1. Obat apa yg cocok utk jenis maag saya?
Menurut saya pengobatan yang tepat untuk nyeri ulu hati dengan menggunakan obat golongan H2 Antagonis.
2. Pd saat nyeri sekali, obat apa yg bs lgsg meringankan?
Sebaiknya kamu ke apotek untuk membeli Ranitidine atau Famotidine. Famotidine 20mg aja dech, diminum 2 X sehari terutama pada saat nyeri. Kalo sudah tidak nyeri obat boleh dihentikan pemakaiannnya.
3. Apakah tdk apa2 obat2 tsp sy konsumsi jangka panjang (sudah 3bulan & masih terus sy lanjutkan)
Kalo sakitnya masih berlanjut mungkin pengobatannya yang salah atau cara minum/ aturan pakai sayang tidak benar. Karena jenisnya H2 anatagonis, sebaiknya obat diminum sebelum makan. Selain itu agar tidak memperparah harus mengubah pola hidup yang lebih sehat. Kurangi makan makanan yang pedas, asam, panas, berlemak, gorengan. Cukupi kebutuhan air dan serat tubuh.
4. Obat alami tepung tapioka, singkong rebus,lidah buaya,kunyit,kunir,jelly gamat,jus noni apakah bisa menyembuhkan/memperparah?
Sebaiknya tidak usah mengkonsumsi yang aneh-aneh. Obat yang dari dokter dihentikan saja pemakaiannya kecuali Sucralfate dan Domperidone. Sucralfate (Mereknya: Inpepsa, Propepsa, Neciblok) boleh diminum setiap hari sebelum makan karena gunanya melapisi dinding mucosa lambung sehingga mengurangi nyeri.
Sementara Famotidine dan Domperidone bisa diminum saat kamu merasa nyeri karena domperidone bekerja mengurangi reflux esofagus. Domperidonenya diminum 3 Xa sehari sesudah makan.
Kesimpulan membeli obat yang tepat:
R/ Famotidine 20mg X = Diminum 2 X sehari setengah jam sebelum makan
R/ Domperidone 10mg X = Diminum 3 X sehari setengah jam sesudah makan
kedua obat diminum untuk mengurangi nyeri di ulu hati.
Untuk pencegahan agar baik pencernaannya boleh diminum setiap hari atau kondisi tidak nyaman.
R/ Sucralfate suspensi 500mg = Diminum 1 X sehari di pagi hari.
Terimakasih. Semoga Cepat sembuh ya. Apa kamu punya sakit maag yang gejala lain? Please share.
Update Februari 24, 2012
Selain contoh kasus diatas, saya juga ingin menginformasikan penyakit maag yang lain yaitu GERD. Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi dimana cairan isi lambung yang sangat asam naik keatas lambung menuju esophagus. Ciri-cirinya nyeri pada ulu hati, perut sebelah kiri bagian atas sakit, badan terasa mual muntah, sakit tembus kebelakang, penafasan menjadi sesak terkadang disertai nyeri pada jantung.
Pengobatan GERD ini harus dilakukan setidakanya 6-8 minggu bahkan terkadang samapai 12 minggu. Pasti kebayangkan kalosakitnya ketika esofagus terkena cairan asam lambung :cry :cry: . Untuk itu jika kamu merasakan nyeri pada lambung jangan disepelekan. Segerlah berobat kedokter dan berobat sampai tuntas.
Pengobatan dengan terapi kombinasi  Proton Pump Inhibitor dan H2 Antagonis dapat meringankan nyeri pada penderita GERD. Selain itu dapat juga tetap disertakan dengan Mucosa protecta seperti Rebamipide atau Sucralfate.  Selama pengobatan berlangsung hindari makan makanan pedas, asam, terlalu panas, berlemak/ santan dan gorengan. Semoga cepat sembuh.