link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Sabtu, 05 Januari 2013

Sangat sederhana

Menghentikan panik ternyata sangat sederhana. 
Apa yang perlu Anda lakukan adalah menghentikan sinyal darurat, sehingga sinyal itu tidak sampai ke kelenjar keringat. 
Pelajari empat langkah berikut ini, dan panik Anda hanya akan berlangsung tiga menit saja. 
Sekali Anda memahaminya, Anda tak perlu mengalami panik lagi.
I care About You,
Dwika



EMPAT LANGKAH MENGHENTIKAN PANIK
QA-Communication


Terjemahan bebas materi oleh:
Pati McDermott, CHT

Saat bicara di depan audience, Anda mungkin saja diserang panik yang datang mendadak. Mungkin karena lupa, mungkin karena ada yang mengganggu Anda, atau mungkin karena terjadi begitu saja. Anda terdiam seribu bahasa.

PANIK ITU SOAL BIASA
Banyak sekali orang mengalami serangan panik. Mereka sering mengalaminya. Mereka mencoba menghindari situasi hidup yang menakutkan, dan dalam banyak hal, mereka melakukannya dengan cara yang irasional. Padahal, panik adalah soal biasa. Anda bisa berlatih menghilangkannya, hanya dalam tiga menit!

APA ITU PANIK?
Panik adalah sebuah kondisi di mana adrenalin disemprotkan ke dalam aliran darah Anda. Pesan takut dan kekhawatiran diantarkan lewat signal-signal ke kelenjar keringat, dan mendeklarasikan adanya situasi emergensi.

Kelenjar itu besarnya hanya sebiji kacang kapri. Letaknya persis di atas ginjal Anda. Mereka dipenuhi adrenalin yang - saat disemprotkan ke dalam tubuh Anda - membuat Anda lebih mampu merespon kondisi emergensi. Inilah sisi positifnya, itulah saat di mana Anda punya kemampuan lebih.

Kondisi emergensi itu sendiri, akan memunculkan gejala-gejala fisik yang banyak orang justru salah dalam menginterpretasikannya. Mereka mengira itu adalah serangan jantung atau kondisi fisik serius lainnya. Kesalahan interpretasi inilah yang menyebabkan rasa takut dan khawatir terus berlanjut.

BEGINI CARA KERJANYA
Adrenalin menyebabkan jantung memompa lebih banyak darah. Darah yang mengalir deras ini memompa otot Anda. Positifnya, ini dapat membuat Anda berlari lebih cepat dan membuat tangan Anda lebih kuat. Selain itu, darah juga terpompa lebih deras ke otak. Inilah yang meningkatkan kemampuan Anda untuk lebih baik dalam merespon situasi emergensi.

Dibutuhkan waktu sekitar tiga menit, sejak otak Anda mendeklarasikan situasi emergensi, sampai seluruh tubuh Anda ter-adrenalisasi dengan lebih banyak darah di kaki, tangan dan otak. Dalam tiga menit itu, jantung Anda berdegup lebih kencang dan berdetak lebih keras. Anda merasakan betapa darah Anda mengalir lebih deras.

Selama kelenjar keringat Anda masih menerima sinyal darurat, alat tubuh itu akan terus memproduksi dan menyemprotkan adrenalin. Saat otak Anda berhenti mengirimkan sinyal darurat, kelenjar keringat Anda akan menghentikan aksinya.

HANYA BUTUH TIGA MENIT UNTUK MENGHENTIKAN PANIK
Tiga menit yang diperlukan untuk merasakan panik, tiga menit juga untuk menghentikannya. Jika Anda menghentikan panik sesegera mungkin, reaksi kepanikan itu hanya akan berlangsung tiga menit saja.

SANGAT SEDERHANA
Menghentikan panik ternyata sangat sederhana. Apa yang perlu Anda lakukan adalah menghentikan sinyal darurat, sehingga sinyal itu tidak sampai ke kelenjar keringat. Pelajari empat langkah berikut ini, dan panik Anda hanya akan berlangsung tiga menit saja. Sekali Anda memahaminya, Anda tak perlu mengalami panik lagi.

Tulislah empat langkah ini di kartu atau di SMS Anda. Bukalah saat Anda mengalami kepanikan.

LANGKAH PERTAMA: RILEKS
Ambil nafas perlahan dan dalam, sambil mengingat bahwa yang Anda alami hanya gejala kepanikan, dan tidak ada hal lain yang lebih serius untuk  dikhawatirkan. Teruskan proses ini sampai tubuh Anda rileks.

Rileks adalah langkah pertama untuk menghentikan aliran adrenalin.

LANGKAH KEDUA: BERHENTILAH BERPIKIR NEGATIF
Katakan dalam hati dan kepala Anda dengan sangat keras: "Stop!!!" "Teriakan" ini akan menghentikan pesan darurat yang dikirim otak ke kelenjar keringat. Orang yang terjebak dalam kepanikan, adalah orang yang terjebak dalam lingkaran tanpa henti dari komunikasi otak - kelenjar keringat ini. Komunikasi internal yang penuh dengan informasi negatif, penuh dengan informasi tentang bencana.

Menghentikan lingkaran komunikasi ini, memunculkan kesempatan untuk mengganti informasi yang dikandung dengan informasi lain yang lebih menenangkan.

LANGKAH KETIGA: INJEKSIKAN INFORMASI PENENANG
Yaitu pernyataan positif yang setidaknya berbobot sama dengan informasi negatif yang digantikannya.

Contoh:

1. "Oh My God, Gue kena serangan jantung. Mati aku..!"
2. "Stop!!!"
3. "Bah. Ini panik aja. Ini akan segera berakhir dalam tiga menit."

1. "Hii. siapa di belakang Saya? Tengah malam di trotoar sepi begini.
2. "Stop!!!"
3. "Gue udah ratusan kali lewat sini. Itu orang lain yang lewat juga."

1. "Ya Allah, apa lagi yang harus Saya katakan... Saya lupa!"
2. "Stop!!!"
3. "Aku kan udah latihan, ngelotok luar kepala. Nanti juga inget."

Latihlah dengan mencoba berbagai macam komunikasi internal negatif, yang biasa terdengar di kepala Anda saat panik. Latihlah untuk menggantinya dengan berbagai statemen positif yang setara atau lebih tinggi bobotnya.

Note: Jika komunikasi negatif itu mencerminka bahaya yang nyata, mendingan Anda ke dokter aja.

LANGKAH KEEMPAT: TERIMA PERASAAN ANDA
Menerima atau merasakan perasaan sendiri adalah sangat penting. Membiasakan diri menghindarinya, malah akan mengabadikannya.

Mulailah dengan mengindentifikasi, emosi seperti apa yang Anda alami. Hampir semua panik disebabkan oleh rasa khawatir atau takut akan sesuatu.

Identifikasikan dan temukan sebabnya. Mengapa Anda merasakannya?

Validasikan sekali lagi rasa dan penyebabnya. Jika Anda panik sebelum bicara, Anda takut karena itu menakutkan menurut Anda. Jika Anda panik karena lupa, itu hanya karena lupa saja. Tidak lebih. Lupa itu "skalar" bukan "vektor". Ia hanya titik, bukan besaran yang terukur. Untuk sementara ia terhubung menjadi rantai, tapi tetaplah ia rapuh dan mudah patah.

Jika Anda takut serangan jantung, takut itu memang wajar karena setiap orang juga pasti mengalaminya. Jika Anda takut dengan suara langkah kaki di belakang Anda, ketakutan Anda memang beralasan karena Anda khawatir akan bahaya dari orang tak dikenal.

Dalam semua kasus yang terakhir itu, lakukan langkah pencegahan. General checkup misalnya. Berjalanlah di sisi trotoar yang terang-benderang. Berjalanlah dengan tegar dan bukan seperti korban.

Rasa takut dan gugup adalah emosi yang positif. Ia mengingatkan Anda agar Anda take care of yourself. Dengarkan dan rasakan perasaan Anda. Take care. Jagalah emosi agar sesuai proporsi dan situasi. Jaga dengan perspektif dan sudut pandang yang benar.

Hentikan panik, lanjutkan bicara!


Mulailah dari yang logis

Esensi dari bicara publik adalah ini: memberi nilai kepada audience.
Mereka menghargai Anda, mereka mendukung Anda. Untuk sukses dan berhasil.
Mulailah dari prinsip yang paling logis bagi Anda! Lainnya, nanti akan mengikuti.
I care About You,
Dwika






Menaklukkan Gugup dan Takut Berbicara
QA-Communication


Terjemahan bebas dari materi oleh:
Morton C. Orman, M.D

Bagi setiap orang, berbicara publik adalah penyebab stress yang sudah umum. Banyak dari kita yang lebih suka menghindari berbicara di depan publik. Namun demikian, trik ini sulit dilakukan karena dalam faktanya, ada banyak sekali aktivitas atau kegiatan kita sehari-hari, yang justru menuntut kita tampil di depan publik dan berbicara. Lebih jauh lagi, jika kita ingin mencapai prestasi yang lebih tinggi, menjadi pemimpin atau meningkatkan pencapaian dalam hal apapun di dalam hidup kita, kita diharuskan untuk berbicara di depan sekelompok orang.

Inilah yang BENAR tentang public speaking: Ia tidak perlu menjadi sumber stress!

Jika Anda bisa memahami dengan benar sebab-sebab di belakang stress yang menyertai bicara Anda, dan jika Anda bisa memahami prinsip-prinsip di bawah ini, bicara publik bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi Anda.

PENTING: Mulailah dari prinsip yang paling logis bagi Anda! Lainnya, nanti akan mengikuti.

PRINSIP I: BICARA PUBLIK TIDAK TERCIPTA DENGAN MEMBAWA STRESS
Sebagian besar dari kita sudah terlanjur percaya, ada banyak stress yang kita bawa sejak lahir. Malah, kita diajari bahwa hidup ini sendiri penuh dengan stress. Ini tidak benar.

Hidup, termasuk fenomena berbicara, tidak diciptakan dengan membawa stress di dalamnya. Ada ribuan - mungkin jutaan orang yang berhasil mengatasi stress saat akan atau sedang berbicara di depan publik. Kemampuan ini adalah kemampuan manusiawi. dan ingat, Anda adalah manusia. Jika mereka bisa, Anda juga pasti bisa!

Saya adalah satu contoh dari ribuan orang itu. Saya tidak mencapainya dalam semalam, tapi Saya mencapainya. Apa yang Saya lakukan, adalah dengan memilih pendekatan yang tepat bagi Saya.

PRINSIP II: ANDA TIDAK PERLU BRILIAN ATAU SEMPURNA UNTUK MENCAPAI SUKSES
Banyak dari kita sering melihat public speaker yang bagus. Kita mengatakan, "Wow, kayaknya Saya nggak bakal pernah bisa kayak begitu..." Anda keliru. Anda hanya perlu menjadi rata-rata seperti juga banyak orang lain. Anda boleh melakukan kesalahan, Anda boleh terselip lidah, atau melupakan poin-poin yang akan disampaikan. Anda, bahkan bisa berbicara tanpa humor sama sekali dan tetap SUKSES!

Semuanya tergantung pada bagaimana Anda dan audience Anda mendefinisikan "sukses". Percayalah, audience Anda tidak menuntut kesempurnaan. Jadi, Anda tidak perlu menyiksa diri. Latihan adalah wajib, tapi tidak perlu berlebihan.

Esensi dari bicara publik adalah ini: memberi nilai kepada audience.

Jika audience pulang dengan membawa nilai yang Anda sampaikan, maka menurut mata audience, Anda sudah SUKSES. Jika mereka pulang dengan merasa lebih baik, merasa bisa lebih mampu menghadapi pekerjaan dan hidup, Anda sudah SUKSES. Jika mereka pulang dengan senang dan terhibur, maka mereka menganggap bahwa waktu yang mereka habiskan bersama Anda adalah sangat bernilai bagi mereka. Sekalipun dalam bicara Anda, Anda melakukan berbagai kesalahan yang manusiawi.

Mereka bahkan tidak membutuhkan rasa enak atau nyaman untuk melabel Anda SUKSES. Termasuk, jika Anda mengkritik seseorang yang tidak membuatnya nyaman saat itu, tapi kemudian ia menyadarinya setelah waktu berlalu.

PRINSIP III: ANDA HANYA PERLU DUA ATAU TIGA POIN
Audience hanya dapat mengingat, mencerna dan mengendapkan sedikit saja dari apa Anda bicarakan.

Saya pernah berbicara dengan skrip 20 halaman. Sejalan dengan waktu, Saya mengetahui bahwa skrip Saya hanya perlu 5 halaman. Begitu pula, dari 15 cue card pada bicara Saya yang pertama, kini ternyata hanya dibutuhkan satu saja.

Hanya tiga poin yang dapat merubah hidup mereka. Prinsip ini akan membuat bicara publik menjadi mudah dan tentu saja, fun!

PRINSIP IV: ANDA PERLU ALASAN YANG TEPAT UNTUK BICARA
Prinsip ini amat penting. Tidak benar jika Anda selalu berpikir bahwa jika Anda akan berbicara, apa yang hendak Anda capai adalah audience yang sepakat dengan isi kepala Anda. Keragaman manusia adalah hal yang biasa. Makn banyak kepala, makin kaya ragamnya. Dan mereka, datang dengan pendapat, reaksi dan penilaiannya sendiri-sendiri. isa positif, dan bisa negatif. Ini soal biasa.

Jangan berharap setiap orang dari audience, akan mencintai Anda. Alasan yang terbaik untuk bicara adalah: memberi NILAI kepada audience. GIVE NOT GET!

Apapun yang akan Anda sampaikan, Anda harus GIVING dan bukan GETTING. Jika Anda bicara bagus, Anda akan mendapatkan ketenaran, respek, sales, klien baru, bisnis baru dan sebagainya. Tapi ingat, jangan pernah jadikan hal-hal semacam ini sebagai alasan. Jika Anda melakukannya, Anda melakukan KESALAHAN TERBESAR dalam dunia bicara. Mungkin akan ada orang yang tetap menolak "pemberian" Anda. Tapi sekali lagi, itu soal biasa.

PRINSIP V: JANGAN ANGGAP DIRI ANDA SEBAGAI PUBLIC SPEAKER
Ini seperti paradoks. Tapi begitulah adanya. Jika kita berpikir bahwa kita adalah publik speaker, Anda akan segera membebani diri seberat-beratnya. Rahasianya, adalah dengan mengingat bahwa Anda hanya perlu menjadi diri Anda sendiri. Beri izin pada diri Anda sendiri untuk tampil apa adanya, untuk maju dengan tanpa beban, dan untuk bicara tanpa hambatan. Tanpa jaim, tanpa topeng. Dengan begitu, Anda punya peluang untuk tampil dengan berbagai sisi dari diri Anda. Kehebatan seorang publik speaker adalah kehebatan dalam menjadi DIRI SENDIRI.

PRINSIP VI: RENDAH HATI DAN HUMOR AKAN MEMBANTU ANDA
Siapa yang tidak pernah tersenyum? Humor adalah bahasa yang paling universal. Setiap orang memahaminya, tahu rasanya, dan tentu saja: menikmatinya. Gunakan bahasa universal ini, dan Anda tahu, Anda pasti pernah bercanda.

Menjadi rendah hati, adalah menjadi diri sendiri, menjadi manusiawi, dengan segala kelemahan, keterbatasan, dan berbagai kesalahan -- yang manusiawi tentu saja. rendah hati akan menaikkan kredibilitas Anda, menaikkan rasa percaya kepada Anda sebagai manusia. Anda akan menuai respek, Anda akan lebih mudah untuk connect. Untuk ini, Anda tidak perlu berpura-pura. Rendah hatilah dengan sesungguhnya.

PRINSIP VII: SAAT BICARA, TIDAK ADA "HAL BURUK" YANG AKAN TERJADI
Jika Anda berbicara, apa itu membuat Anda pingsan? Menjadikan Anda bodoh? Membuat karir Anda rusak atau hancur? Meruntuhkan langit? Membuat dunia kiamat? TIDAK! Mungkin Anda mengkhawatirkan audience akan keluar satu-persatu, dan dalam 10 menit semuanya sudah pulang ke rumah masing-masing. Dalam faktanya, ini amat-sangat jarang terjadi. Dan jika ini akan mungkin terjadi, Anda tetap bisa menyiapkan berbagai strategi. Secara alamiah Anda akan melakukannya.

Apapun yang terjadi, Anda tetap bisa berhenti dan mengassess situasi. Dan ini, akan membuat Anda tetap dihargai oleh audience yang tersisa. Lebih dari itu, Anda bisa belajar bagaimana caranya mempengaruhi orang lain agar tetap duduk selama Anda bicara.

PRINSIP VIII: ANDA TIDAK PERLU MENGONTROL PERILAKU AUDIENCE
Mereka manusia dengan segala atribut dan karakternya. Biarkan saja. Anda tidak bisa mengontrolnya. Yang perlu Anda pelajari, adalah menanganinya.

Ada hal yang lebih penting untuk Anda kontrol, yaitu pikiran Anda sendiri, persiapan Anda sendiri, organisasi dan urut-urutan presentasi Anda sendiri, dan seterusnya. Apapun yang mereka lakukan, adalah "sempurna" bagi Anda yang pembicara.

PRINSIP IX: TERLALU BANYAK PERSIAPAN AKAN MAKIN BURUK HASILNYA
Persiapan itu perlu, tapi hanya seperlunya. Anda bukan akan menghafal. Anda akan berbicara. Anda tentu tidak menginginkan setiap kata akan mendapatkan tepuk tangan. Dan jika Anda memaksa, Anda bisa gila. Apa yang terpenting, adalah Anda menguasai subjeknya. Salah satu cara terbaik, adalah dengan meningkatkan jam terbang Anda.

PRINSIP X: AUDIENCE INGIN ANDA SUKSES
Hampir seluruh audience tahu apa yang Anda rasakan. Mereka juga pasti gugup dan takut jika berbicara publik. Dengan pengetahuan itu, mereka lebih respek kepada Anda yang dengan berani maju ke muka dan tampil bicara. Mereka menghargai Anda, mereka mendukung Anda. Untuk sukses dan berhasil.

Selanjutnya, Anda hanya perlu latihan dan latihan. Ambil kesempatan sebanyak-banyaknya. Maju dan bicaralah!


Fokuslah pada yang Anda kenal

Fokuslah pada wajah-wajah yang Anda kenal atau menunjukkan keramahan dan ketulusan. 
Anda harus melakukan hal ini sampai Anda merasa nyaman, untuk kemudian berbagi pandangan dengan semua orang di dalam audience.
I care About You,
Dwika




Menaklukkan Cemas dan Takut Berbicara
QA-Communication


Terjemahan bebas dari materi oleh:
Arnold Sanow, MBA, CSP

Anda diminta untuk berbicara di depan sekelompok orang. Apa yang terjadi? Jantung berdegup, telapak tangan Anda berkeringat, perut Anda mual dan merasa ingin muntah, setiap sebentar pergi ke kamar kecil untuk "mendownload" sesuatu, dan setersunya. Gejala ini seperti gejala yang muncul pada berbagai penyakit berat. Padahal, bukan itu yang sesungguhnya sedang terjadi. Anda "hanya" sedang dilanda penyakit takut berbicara.

Anda ingin mentransformasi diri Anda menjadi pembicara yang lebih baik? Anda ingin menaklukkan ketakutan dan kegugupan berbicara? Anda sudah merasa percaya diri dan ingin meningkatkan level kemampuan Anda?

Berikut adalah tips dari Arnold yang didasarkan pada kisah nyatanya.

1. BERGABUNG DENGAN MILIS BICARA
Bergabung dengan kelompok interest yang mengkhususkan diri dalam pengembangan kemampuan berbicara, adalah langkah pertama yang harus Anda tempuh. Seperti juga Toastmaster yang sudah mendunia, Milis Bicara dibentuk untuk menampung para peminat "bicara" atau orang-orang yang berkepentingan untuk bicara di sepanjang hidupnya. Uniknya, Milis Bicara dikhususkan untuk orang-orang yang berbahasa Indonesia.

Lebih dari itu, Milis Bicara adalah perkumpulan praktek dan bukan teori saja. Hanya saja, sampai dengan saat ini, Milis Bicara baru berhasil satu kali mengadakan temu darat untuk berpraktek bicara.

Bagaimana Anda memikirkan hal ini bersama-sama?

2. HILANGKAN PERILAKU DAN KEPERCAYAAN YANG MEMICUNYA
Banyak dari kita yang mengalami "sakit bicara" karena pola-pola pemikiran yang "tidak terjamin" dan "tidak bisa dibenarkan".

Contoh:
"Berbicara itu berbahaya untuk diri Saya"

"Saya sudah pernah gagal sebelumnya. Saya sangat mungkin akan gagal lagi."

"Survey menunjukkan bahwa 'takut bcara' adalah ketakutan nomor 1 di mana-mana di seluruh dunia. Maka, ia juga menjadi ketakutan nomor 1 Saya."

"Audience berbahaya untuk Saya."

"Saya akan terlihat bodoh. Gengsi dong."

"Dari pada malu, mending nggak usah saja."

"Saya tidak memadai secara fisik. Saya juga tidak sealamiah yang dipersyaratkan untuk menjadi pembicara. Bakat dan 'penampakan' Saya tidak memungkinkan untuk itu."

"Saya mungkin akan melakukan kesalahan. Saya bakal tidak kuat menanggungnya."

"Tantowi Yahya, Michael Jackson, Ronald Reagen, Dale Carnegie pun mengakuinya. Apalagi Saya."

Mohon maaf, Anda salah dalam hal ini. Abraham Lincoln mengatakan "You are what you think".

Dan bahkan Tuhan pun, mengatakan hal yang sama. Dan jika Anda sangat bergantung pada-Nya, maka itu semua sangat bergantung pada bagaimana Anda melihat dan memikirkan diri Anda. Ubah pola pikir Anda menjadi lebih positif.

Metode EDAN yang ditawarkan di Milis Bicara bisa membantu Anda. Anda bisa mengikuti workshop sehari dan menjalani metode EDAN, untuk tampil keesokan harinya dengan lebih percaya diri.

Satu hari (tanpa biaya - penawaran ini sudah tidak berlaku), dan kemudian tampil percaya diri. Bagaimana Anda memikirkan hal ini?

3. LATIHAN, LATIHAN DAN LATIHAN
Memikirkan semua tips di Milis Bicara, tidak serta-merta membangun percaya diri Anda untuk bicara. Sebab bicara adalah soal pengalaman, perbuatan dan tindakan. Dengan terus berlatih, Anda akan makin berjaya.

Anda boleh melihat orang belajar berenang atau naik sepeda sampai bisa. Tanpa melakukannya, bisakah Anda seperti mereka?

Ambil setiap kesempatan untuk bicara. Apa yang perlu Anda ingat hanya sederhana, yaitu bicara yang baik, atau diam.

4. FOKUS PADA WAJAH-WAJAH RAMAH
Jika Anda berdiri di muka dan mulai bicara, fokuslah pada wajah-wajah yang Anda kenal atau menunjukkan keramahan dan ketulusan. Anda harus melakukan hal ini sampai Anda merasa nyaman, untuk kemudian berbagi pandangan dengan semua orang di dalam audience.

Lakukan ini, setidaknya pada satu orang.

5. VISUALISASIKAN AUDIENCE DENGAN SESUATU YANG BISA MEMBUAT ANDA SENANG
Percaya atau tidak, Winston Curchill menggunakan ini: Ia "melihat" audiencenya hanya mengenakan pakaian dalam.

Buat orang Indonesia, cara itu mungkin kurang cocok karena justru bisa membuat Anda bertambah nervous karena persoalan moral dan etika. Gunakan cara lain yang punya efek sama. Apa yang terbaik, ya lihat saja mereka apa adanya. Orang Indonesia sangat terkenal karena wajah ramahnya. Inilah poin Anda. Intinya, pahamilah bahwa audience adalah sama dengan Anda.

6. ALOKASIKAN 90% SUMBER DAYA UNTUK BERENCANA
Seperti juga aktivitas lain, rencana yang baik dan matang sangat menentukan hasilnya. Untuk itu, kerjakan semua PR ini:

- Audience analysis;
- Riset topik;
- Outline yang baik;
- Pembukaan dan penutupan yang dikuasai.

7. "LIHATLAH" KESUKSESAN ANDA
Jika Anda ingin sukses, Anda harus bisa "melihatnya" sekabur atau samar apapun ia. Bagaimanakah Anda bisa mencapai ujung jalan dalam kabut yang sangat tebal? Lihatlah jalan Anda! Majulah setapak demi setapak. Anda tidak melihat ujung jalan dengan bola mata saja. Anda juga tetap bisa melihatnya dengan radar pikiran dan keyakinan Anda. Anda tetap bisa "melihatnya" dengan pikiran Anda.

Putarlah film tentang kata-kata pembuka Anda, isi bicara Anda, dan penutupannya. Di dalam film itu setiap orang dari audience tersenyum, nyaman mendengar, dan puas dengan materi Anda.

Sulit melakukannya? Lupakah Anda, bahwa Anda adalah sang sutradara! Ingatlah ini: WYSIWYG.

8. LAGI-LAGI JADILAH "GUE BANGET"
Tak perlu repot-repot. Jika Anda tidak bisu, maka Anda telah berlatih bicara sepanjang hidup Anda. Benarkan? Sejak Anda berusia 2 tahun! Dan jika dalam latihan puluhan tahun itu, Anda tidak banyak berkata kotor, buruk atau kata dan ungkapan lain yang berbahaya, maka tak ada bahayanya bicara untuk Anda.

Menurut AA Gym, Anda adalah teko yang mengeluarkan isinya. Jika "isi" Anda jernih, maka yang keluar adalah jernih. Soal keluarnya belepotan dan muncrat kemana-mana, untuk tahap awal bukanlah masalah besar.

Audience Anda toh tidak terlalu memperhatikan struktur bicara Anda. Merekapun tidak akan terlalu memperhatikan kata-kata Anda (ingat hukum 3 dan dan hukum 17?). Mereka hanya perlu memahami pesan Anda. Itupun, hanya tiga poin saja.

Menjadi "gue banget" adalah menjadi satu-satunya. Dan jika Anda adalah satu-satunya, maka Anda adalah pemimpin di depan audience Anda. Dan pemimpin, adalah orang yang harus didengar bicaranya. Jika Anda mencoba meniru gaya orang lain, Anda hanya akan menjadi nomor dua.

9. DATANG LEBIH AWAL
Dalam sesi bicara apapun yang melibatkan Anda, sekalipun Anda hanya akan mendengar, datanglah lebih awal. Apalagi, jika Anda akan bicara. Datanglah lebih awal.

10. RELAKSASI
Ya. Anda punya banyak cara. Anda bisa sholat, bisa berdoa, bisa merenung sejenak, bisa bermeditasi dan memikirkan hal positif. Apapun yang bisa membuat Anda lebih rileks.

Itulah yang bisa dipetik dari referensi kita.

Arnold Sanow, MBA, CSP berhasil mengatasi ketakutan berbicara. Ia kini menjadi pembicara profesional, dengan 150 sesi bicara berbayaran besar setiap tahun, di berbagai perusahaan atau organisasi pemerintah. Ia telah memperoleh CSP (Certified Speaking Professional) yang hanya didapat oleh kurang dari 300 orang di seluruh dunia.

Apapun target dan sasaran Anda, Anda akan menempuh jalan yang sama. Apapun profesi dan jalan hidup Anda, Anda akan berada di rel yang sama. Anda mungkin tidak perlu CSP, Anda hanya perlu mampu berbicara lebih baik. Itu saja.

Dan berkaca dari Mas Arnold, sebelumnya Ia biasa saja.

Seperti kita-kita juga.


Percaya diri

Mulailah segala keberhasilan Anda dengan percaya diri saat berbicara.
Jika Anda sedang berpresentasi, maka Anda bisa dipastikan sedang menjual sesuatu. 
Dan karena Anda sedang berusaha menjual sesuatu, maka Anda pasti berupaya untuk memimpin audience, agar mendengarkan Anda, agar menyimak presentasi Anda, agar memahami maksud dan tujuan Anda, dan agar teryakinkan sesuai tujuan presentasi Anda.
I care About You,
Dwia





Mengapa Harus Percaya Diri?
QA-Communication



Percaya diri itu seni. Jika Anda merasa belum percaya diri, maka Anda bisa menjadi percaya diri. Jika Anda sudah merasa percaya diri, maka Anda bisa menjadi lebih percaya diri.

Percaya diri itu dinamis, ia bisa naik dan turun, berubah dan berkembang. Apa yang perlu Anda lakukan, adalah menjaganya agar tetap berada di tingkat yang optimal dan sehat.

UNTUK APAPUN, ANDA HARUS BERBICARA
Dalam aktivitas apapun yang Anda lakukan, Anda akan melakukan tiga hal berikut ini:

1. Memimpin;
2. Menjual;
3. Mempresentasikan.

Dalam faktanya, Anda bahkan mungkin melakukan ketiganya sekaligus.

Jika Anda sedang memimpin, maka Anda pasti sedang menjual sesuatu agar diikuti oleh orang-orang yang Anda pimpin. Dan dalam melakukannya, Anda akan menyajikan atau mempresentasikan berbagai hal yang relevan.

Jika Anda sedang menjual sesuatu, Anda sedang mengupayakan posisi memimpin, agar prospek Anda mau mengambil keputusan sesuai dengan yang Anda inginkan sebagai pihak yang menjual. Dan sekali lagi, Anda pasti mempresentasikan berbagai hal yang relevan.

Jika Anda sedang berpresentasi, maka Anda bisa dipastikan sedang menjual sesuatu. Dan karena Anda sedang berusaha menjual sesuatu, maka Anda pasti berupaya untuk memimpin audience, agar mendengarkan Anda, agar menyimak presentasi Anda, agar memahami maksud dan tujuan Anda, dan agar teryakinkan sesuai tujuan presentasi Anda.

Dalam melakukan semua aktivitas di atas, media paling umum yang akan Anda gunakan adalah komunikasi verbal alias berbicara.

Muara dari semua aktivitas itu, atau hasil akhir dari semua aktivitas itu, akan sangat ditentukan oleh kualitas bicara Anda. Sebelum sampai ke persoalan teknis seperti struktur bicara, intonasi, gaya bahasa atau bahkan pilihan kata dan kalimat, aspek mendasar dari kualitas bicara Anda adalah tingkat percaya diri Anda saat melakukannya.

Singkatnya, Anda harus menaburkan aura percaya diri saat berbicara. Karena dari situlah segala hasil akhir akan ditentukan.

Jadi, titik awal Anda untuk semua aktivitas itu, adalah meraih rasa percaya diri yang lebih baik.

Berikut ini adalah kompilasi berbagai alasan untuk percaya diri, yang dikumpulkan dari para pakar manajemen, kepemimpinan, komunikasi dan motivasi.

PERCAYA DIRI BERARTI TAHAN BANTING
Jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih tahan terhadap berbagai tekanan, karena punya tempat berpijak dan cara berpikir yang kokoh dan kuat.

Jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih mampu menghadapi variasi dari situasi pribadi, sosial dan bisnis yang makin ketat dan makin keras belakangan ini.

Jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih tahan untuk berhadapan dengan orang lain yang makin hari makin kritis. Ingatlah bahwa tekanan yang makin kuat tidak hanya dialami oleh diri Anda sendiri, melainkan juga oleh setiap orang lain yang hidup bersama Anda di dunia ini.

Jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih mampu menghadapi orang lain yang makin hari makin keras dan bukan tidak mungkin makin menyebalkan.

Jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih mampu menghadapi berbagai apresiasi yang realistik dan objektif.

Pada akhirnya, jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih memiliki kontrol terhadap berbagai situasi dan keadaan yang penting untuk apapun kepentingan Anda.

PERCAYA DIRI BERARTI MAMPU MENGONTROL
Percaya diri Anda dibangun dengan berlatih untuk mengontrol berbagai hal. Dengan tingkat percaya diri yang makin baik, akan Anda akan lebih mampu mengontrol berbagai hal. Dengan percaya diri yang lebih tinggi, Anda akan mampu mengontrol berbagai aspek dari kehidupan Anda.

Dengan mampu mengontrol berbagai aspek diri pribadi Anda, Anda akan lebih jernih dalam melihat dan mengatur tujuan dan sasaran pribadi Anda. Dengan kejelasan dalam tujuan dan sasaran Anda, maka Anda akan lebih mampu dalam mengarahkan perilaku Anda menuju kepada keberhasilan Anda.

PERCAYA DIRI BERARTI TAHU KAPASITAS DIRI
Dengan percaya diri, Anda akan memahami seluk beluk dan tingkat kapasitas yang Anda miliki. Dengan mengetahui kapasitas diri, Anda akan mampu melakukan analisis SWOT untuk diri pribadi Anda.

Dengan memahami aspek SWOT diri Anda sendiri, maka Anda akan tahu persis dari mana harus memulai dan kemana akan berakhir.

PERCAYA DIRI BERARTI SUCCESS ORIENTED
Dengan percaya diri, Anda menggeser fokus diri dari jebakan ketakutan akan kegagalan dan kerugian, ke cara pandang yang optimis tentang berbagai kesempatan dan keberhasilan. Anda akan menjadi orang yang success oriented.

Dengan percaya diri, Anda tidak akan merasa cukup hanya dengan 'positive thinking', tapi lebih dari itu, Anda akan menuntut 'positive knowing'.

Dengan 'positive knowing', Anda akan menjadi orang yang ahli di bidangnya. Anda akan menjadi orang yang expert, ahli dan pakar. Itulah jalan menuju kesuksesan Anda.

PERCAYA DIRI BERARTI PERBAIKAN KUALITAS NETWORKING
Dengan percaya diri, Anda akan meningkatkan kualitas personality Anda. Dengan kenaikan personality Anda, maka Anda juga akan menaikkan kualitas 'relationship' Anda.

Seorang pemimpin atau pengusaha atau pejabat yang memulai dari bawah, kemudian terus naik sampai ke tingkatan tertentu di bidangnya, tidak hanya berhubungan dengan orang-orang di bawahnya. Lebih dari itu, ia juga akan meningkatkan kualitas networkingnya ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih luas.

Ia akan terlibat dengan orang-orang yang juga lebih tinggi kualitasnya, lebih tinggi keahliannya, dan lebih baik tingkat percaya dirinya. Dengan itu, percaya dirinya akan makin meningkat. Dan dengan itu semua, peluang keberhasilannya juga akan meningkat.

Dengan percaya diri, Anda akan bertemu dengan orang yang lebih menyenangkan, orang yang lebih baik kualitasnya, orang yang lebih terdidik, orang yang lebih memberi kesempatan dan peluang, orang yang lebih menarik, dan orang yang lebih nikmat bagi Anda untuk berhubungan dengan mereka.

PERCAYA DIRI BERARTI KONTROL TEMPERAMEN YANG LEBIH BAIK
Di dalam ilmu sosial, ada istilah 'hukum korespondensi', yang mengatakan bahwa 'dunia luar' di luar diri Anda, adalah sebuah cermin sempurna dari 'dunia dalam' di dalam diri Anda.

Percaya diri Anda harus dimulai dari dalam. Dan jika Anda berhasil memperbaiki kualitas 'dunia dalam' Anda, maka 'dunia luar' akan mengikutinya.

Jika Anda sukses dengan berhasil meraih percaya diri, maka kesuksesan juga akan terjadi pada 'dunia luar' Anda. Jika Anda berhasil meraih percaya diri, maka Anda berpeluang besar untuk meraih keberhasilan dalam kehidupan diri pribadi, kehidupan sosial, kehidupan pendidikan, dunia karir dan dunia bisnis Anda.

Keberhasilan meraih percaya diri, berarti keberhasilan meraih kontrol terhadap temperamen pribadi. Itu berarti, Anda juga punya peluang besar untuk mengontrol temperamen 'dunia luar' Anda.

Ingat ini:

- Indahnya bulan ada di hati Anda;
- Pemandangan langit dan lautan luas beserta bintang gemintang, ada di mata Anda. Batasannya pun, tergantung kualitas penglihatan Anda;
- Panasnya terik matahari dan api, ada di kulit Anda;
- Bau busuk dunia ini, adanya di hidung Anda;
- Pedasnya cabai dan panasnya merica, ada di lidah Anda;
- Dunia dan seisinya, ada di dalam diri Anda.

Jika Anda punya kontrol terhadap temperan diri, maka Anda pantas mengontrol temperamen dunia dan seisinya. Ramah atau tidaknya dunia ini pada Anda, Anda sendiri yang menentukannya.

Dan untuk mencapainya, mulailah dengan mempercayai diri Anda sendiri. Tuhan telah menciptakan Anda dengan sempurna, dan Ia menginginkan Anda mempercayai hal itu.

PERCAYA DIRI BERARTI MAMPU MENGHAMBAT UPAYA SABOTASE DIRI
Percayalah bahwa setiap hambatan, hampir bisa dipastikan datang dari dalam diri sendiri. Setiap hambatan akan men-sabotase dengan mencegah diri Anda dari mengambil tindakan.

Tindakan adalah segala aktivitas yang membuat hidup Anda menjadi lebih baik. Resep keberhasilan adalah tindakan, dan untuk bisa bertindak, Anda perlu percaya diri.

PERCAYA DIRI BERARTI HIDUP SISTEMATIS
Sistematis berarti efisien dan efektif. Dengan percaya diri, Anda akan bertindak. Dan bertindak atas dasar percaya diri, akan membuat Anda mampu mengambil keputusan dan menentukan pilihan. Dengan kemampuan itu, tindakan Anda akan tepat, akurat, efisien dan efektif.

PERCAYA DIRI BERARTI PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR
Hidup Anda adalah sekolah Anda. Cara belajar Anda mengikuti dua pola, yaitu shaping alias pembentukan dan modelling alias teladan. Percaya diri akan membuat Anda menjadi orang yang lebih mampu dalam melakukan self development, pengembangan dan perbaikan, dan lebih mampu dalam mengambil suri tauladan serta melakukan berbagai inovasi sebagai kelanjutannya.

PERCAYA DIRI BERARTI YAKIN AKAN FUNGSI DIRI
Dengan percaya diri, Anda akan lebih yakin bahwa keseluruhan diri Anda akan berfungsi dengan baik. Dengan percaya diri Anda akan mampu mendorong diri Anda untuk total, maksimal dan optimal. Dengan semua itu, Anda akan mencapai kemandirian dan kemerdekaan.

PERCAYA DIRI BERARTI FOKUS PADA DUNIA LUAR
Tidak percaya diri disebabkan oleh kesibukan dalam mengkhawatirkan diri sendiri. Dengan percaya diri, Anda akan disibukkan oleh dunia luar. Dengan percaya diri Anda akan menjadi orang yang lebih melayani, lebih bermanfaat, dan lebih memberi nilai kepada dunia luar.

Dengan percaya diri Anda akan berorientasi keluar. Dengan percaya diri, Anda akan lebih berhasil dalam memimpin dan menjual.

PERCAYA DIRI BERARTI HIDUP YANG LEBIH NYAMAN DAN MENYENANGKAN
Dengan percaya diri Anda akan lebih menikmati diri sendiri, lebih menikmati dunia luar. Hidup Anda akan penuh dengan kegembiraan, dengan hanya sedikit kekhawatiran. Dunia Anda akan lebih nyaman dan menyenangkan. Dengan percaya diri, Anda bisa membuat 'hidup lebih hidup'.

PERCAYA DIRI BERARTI PESAN POSITIF
Dengan percaya diri, Anda akan mengkomunikasikannya kepada dunia di luar Anda. Dengan percaya diri, Anda akan membuat orang lain menjadi percaya diri. Dengan percaya diri, Anda akan lebih meyakinkan. Percaya diri adalah pesan. Pesan yang amat penting untuk dikomunikasikan kepada orang yang terlibat dengan Anda. Dengan percaya diri, sekali lagi Anda akan berhasil dalam memimpin dan menjual.

PERCAYA DIRI BERARTI PELUANG UNTUK MENUMBUHKAN KHARISMA
Dengan percaya diri, Anda berpeluang besar untuk menumbuhkan tingkat maksimal dari percaya diri, yaitu kharisma. Dengan percaya diri, Anda akan menciptakan jalan untuk menjadi orang yang selalu didengar kata dan perintahnya.

DARI MANA DATANGNYA PERCAYA DIRI?
Percaya diri datang dari kemampuan berkomunikasi secara verbal, dengan berbicara.

Dengan berbicara, Anda akan berbicara pada diri sendiri dan berbicara pada orang lain.

Berbicara kepada diri sendiri akan menjalankan proses manajemen diri. Andalah orang yang paling tahu harus mengatakan apa pada diri sendiri.

"Saya bisa" atau "Saya tidak bisa".
"Saya akan berhasil" atau "Saya akan gagal".
"Saya harus melakukan ini" atau "Saya memang menginginkan ini".
"Saya yang menentukan" atau "Bukan Saya yang menentukan".
"Saya yang memilih" atau "Orang lain yang memilih".
"Terserah Saya" atau "Terserah orang lain".

Berbicara kepada orang lain akan menjalankan proses manajemen diri orang lain.

"Anda harus begini atau harus begitu".
"Saya meminta Anda melakukan ini atau itu".
"Saya ingin hasilnya begini atau begitu".
"Saya yang menentukan, bukan Anda yang menentukan".
"Saya yang memerintah Anda yang mengikuti".
"Saya yang menjual dan Anda yang membeli".
"Jika Anda ingin berhasil, ikuti saran Saya".

Jadi, mulailah segala keberhasilan Anda dengan percaya diri saat berbicara.

Ilustrasikan poin-poin Anda

Gunakan gaya cerita dengan efek visual yang kuat. Ilustrasikan poin-poin Anda -- bagaimana sekarang, bagaimana nantinya -- dengan cerita yang membuat audience bisa "melihat"nya. 
Bagi lima menit Anda ke dalam tiga bagian. 
Sajikan permasalahan, imbal baliknya, dan sudut pandang Anda.
I Care About You,
Dwika




Bicara Publik Menurut Fripp
QA-Communication


Patricia Fripp, CSP, CPAE
Presiden NSA (National Speaker Association)

FILOSOFI BERBICARA
Berikut adalah sebagian filosofi bicara dari Fripp Public Speaking School.

1. Tidak ada topik pembicaraan yang membosankan. Yang ada adalah pembicara yang membosankan.

2. Untuk bisa sukses, poin bicara Anda harus bisa masuk ke dalam sudut pandang audience.

3. Kualitas bicara Anda akan meningkat secara drastis bila Anda memasukkan teknik akting, teknik drama, teknik menulis, teknik mendengar, teknik visual dan apapun teknik yang terkait dengan efektifitas berkomunikasi.

4. Seni berbicara adalah menyembunyikan seninya.

5. Latihan adalah intinya, relaksasi adalah unjuk kerjanya.

6. Apakah akan membantu jika audience Anda selalu ingat apa yang Anda katakan?

7. Apakah bisa membantu jika mereka bisa mengulangi poin-poin bicara Anda dua minggu kemudian?

8. Apakah menguntungkan jika klien potensial mengetahui mengapa Anda yang dipilih untuk berbicara?

KATAKAN DENGAN SEDIKIT KATA
Anda dapat kesempatan untuk sebuah presentasi bicara publik yang hebat, dan tiba-tiba Ada diminta untuk menuntaskannya hanya dalam lima menit! Jangan panik. Untuk "generasi televisi" seperti sekarang ini, suara yang menyengat dapat lebih berbicara daripada sebuah disertasi yang panjang. Berikut adalah cara untuk mengkompres pembicaraan Anda tanpa kehilangan dampak yang Anda harapkan.

Jangan meminta maaf atau menunjukkan bahwa biasanya Anda diberi waktu lebih lama. Yakinlah bahwa Anda bisa berkomunikasi dalam lima menit. Mulailah dengan cepat. Awali dengan kata pembukaan yang menarik perhatian, seperti "Pekerjaan Anda akan punah lima tahun dari sekarang, atau dalam lima menit ke depan Saya akan meyakinkan Anda bahwa tindakan terbaik yang dapat Anda lakukan adalah..." Gunakan gaya cerita dengan efek visual yang kuat. Ilustrasikan poin-poin Anda -- bagaimana sekarang, bagaimana nantinya -- dengan cerita yang membuat audience bisa "melihat"nya. Bagi lima menit Anda ke dalam tiga bagian. Sajikan permasalahan, imbal baliknya, dan sudut pandang Anda: "Satu-satunya advis yang bisa Saya berikan hari ini adalah..." dan baris kalimat untuk pelarian Anda adalah, apa jadinya jika mereka mengikuti saran Anda!

RILEKS BERBICARA
Jika Anda mencari suatu metode yang paling murah dan efektif untuk mempromosikan produk atau jasa Anda, berkonsentrasilah pada hasil-hasil positif dari presentasi. Pikirkan tentang kontak-kontak dan klien-lien prospektif yang akan Anda dapatkan dengan hanya berbicara duapuluh menit di depan suatu audience.

Dalam kasus mengaksentuasikan hal-hal positif itu, tidaklah cukup hanya dengan merasakan apa yang bergolak di dalam perut Anda, sebelum Anda ke depan dan berbicara. Gunakan waktu untuk berlatih diri agar Anda bisa mengubah semua ketegangan itu menjadi energi.

Persiapan fisik: Lakukan pemanasan dan buatlah rileks tubuh dan wajah Anda. Jika sepatu Anda tidak nyaman, copot saja. Sekarang, berdirilah dengan satu kaki dan goyangkan kaki lainnya. Saat Anda meletakkan kembali kaki Anda, Anda akan merasakan bahwa ia lebih ringan daripada kaki lainnya. Sekarang, lakukan untuk sebelah kaki yang satu lagi. Anda menginginkan energi yang buruk pindah ke lantai dan keluar dari kepala Anda. Kesannya memang klenik sekali; tapi tidak. Ini adalah teknik praktis yang biasa digunakan para aktor.

Goyangkan tangan Anda.. dengan cepat. Letakkan di atas kepala, legnkungkan lengan dan siku dan kembalikan posisi tangan Anda. Tangan Anda akan lebih natural nanti.

"Panaskan" otot-otot wajah Anda dengan pura-pura mengunyah sesuatu. Putar bahu dan leher Anda. Bayangkan Anda melihat jarum jam. Lihatlah jam 12, tarik wajah Anda ke atas semaksimal mungkin. Sekarang lihatlah ke jam 3, lakukan yang sama. Teruskan ke jam 6 dan terakhir jam 9.

Semua latihan di atas akan menghangatkan Anda dan membuat Anda lebih rileks. Semua gerakan itu akan memudahkan pergerakan Anda dalam berbicara dengan mengikuti arus gerak yang alamiah.

Sekarang berkonsentrasilah pada calon customer Anda, tidakkah Anda merasa lebih hangat dengan hanya memikirkannya?

Majulah -- bicaralah di depan mereka dan dapatkan keuntungan dari pengalaman ini.


Anda bersedekah dengan Tersenyum

ANDA TERSENYUM DAN BERWAJAH CERAH yang akan menciptakan keintiman dan afeksi. 
Senyum adalah alat paling powerful untuk membangun keintiman, dengan itu Anda sudah bersedekah. 
Di telepon pun, Anda harus tersenyum sejak pertama kali Anda menekan tombol-tombol angka.



Pembicara yang Disukai Audience
QA-Communication


Terjemahan bebas dari materi oleh:
Susan Berkley
"The Voice Coach"

Berhasil-tidaknya Anda berbicara, ditentukan oleh apa yang bisa dirasakan oleh audience yang mendengarkan Anda. Lebih tepat lagi: setiap orang dari mereka.

Apakah mereka bisa merasakan bahwa Anda berbicara kepada mereka, satu per satu dan personal? Apakah mereka bisa merasakan bahwa Anda berbicara kepada mereka, seperti sedang berbicara secara pribadi? Apakah mereka, sulit membedakannya dari berbicara berdua saja dengan Anda?

Berikut ini adalah ciri-ciri Anda, jika Anda adalah pembicara yang berhasil membangun rapport alias keintiman dengan audience Anda. Tak peduli, apakah Anda berbicara di podium, di depan sebuah seminar, di televisi, di corong radio atau bahkan di ujung telepon dalam sebuah konference jarak jauh.

1. ANDA MELIHAT MEREKA SEBAGAI INDIVIDU-INDIVIDU DAN BUKAN SEKELOMPOK ORANG

Audience tidak mendengarkan Anda bicara secara berbarengan. Mereka melakukannya sendiri-sendiri. Jadi, perlakukan mereka sebagai individu-individu. Pelajarilah mereka. Seperti apa mereka sebagai orang per orang.

Pemahaman Anda tentang profil mereka, akan membantu Anda membangun visualisasi. Semakin akurat, akan semakin baik untuk kepentingan bicara Anda.

Tentunya, Anda tidak bisa benar-benar memahami mereka satu per satu. Akan tetapi, Anda pasti bisa memahami gambaran umum tentang karakter mereka. Cara yang paling mudah, adalah dengan memahami profesi dan pekerjaan mereka.

Jika Anda makin kaya dalam pemahaman ini, maka Anda bisa makin memperluas "pasar" Anda.

2. ANDA MELIHAT MEREKA DUDUK DI KURSI, DI TERAS ATAU DI RUANG KELUARGA
Teras atau ruang keluarga mewakili keintiman. Bayangkan mereka adalah orang-orang yang Anda undang makan malam, atau sebaliknya, Anda bertandang di teras rumahnya.

Anda berbicara dengan gaya casual, familiar dan nyaman. Mereka santai, rileks dan khusuk mendengar.

3. ANDA MENYADARI APA YANG TERJADI PADA WAJAH, TANGAN, PAKAIAN DAN RUMAH MEREKA
Jika upaya profilisasi dan karakterisasi Anda tentang mereka cukup akurat, Anda akan bisa berbicara banyak hal dengan lebih spesifik. Dengan begitu, Anda akan lebih "nyambung" dengan segala persoalan, kebutuhan dan masalah mereka.
Latihlah diri Anda dalam memahami bahasa tubuh mereka.

4. SUARA DAN EKSPRESI WAJAH ANDA SAMA SEPERTI SAAT ANDA BICARA DENGAN TEMAN
Suara dan wajah punya kaitan yang sangat erat. Keduanya saling mempengaruhi dan membangun komunikasi. Komunikasi yang hangat, intim dan kuat.

5. SAAT BICARA KEPALA ANDA TEGAK MENGHORMAT DAN TANGAN ANDA BERGERAK ALAMIAH
Orang sering mengira bahwa berbicara adalah "mulut-sentris". Itulah perkiraan yang melenceng sejauh-jauhnya. Yang sebenarnya, Anda berbicara dengan seluruh tubuh Anda. Bahkan, dengan seluruh jiwa dan raga Anda.

6. ANDA TERSENYUM DAN BERWAJAH CERAH SEPERTI BENAR-BENAR DI RUANG KELUARGA
Ini akan menciptakan keintiman dan afeksi. Senyum adalah alat paling powerful untuk membangun keintiman. Dan tentu saja, dengan itu Anda sudah bersedekah. Di telepon pun, Anda harus tersenyum sejak pertama kali Anda menekan tombol-tombol angka.

Kini Anda mengerti, kenapa Anda bisa membaca semua tips ini, HANYA dari email pribadi Anda. Ups, ketauan deh... :)

BTW: Cukup berhasilkah Saya?

Profesi yang Anda pilih


Profesi yang Anda pilih merupakan perjalanan, di mana Anda berharap imbalan dan menikmati perjalanan itu. 
Hidup Anda adalah perjalanan. 
Bekerja keras memang perlu, tapi Anda tentunya tidak ingin berperlaku yang mengakibatkan Anda terjerumus. 
Nikmati "petualangan" Anda.
I care About You,
Dwika







Pembicara yang Juara
Ron Kurtus
School For Champions

Menjadi pembicara yang juara tidak berarti bahwa Andalah yang terbaik dalam bidang ini. Melainkan, bahwa Anda mengikuti filosofi untuk menghargai apa yang Anda miliki, hidup sebagai juara, dan menikmati "petualangan" hidup dengan membantu orang lain menikmati apa yang mereka punya.

Pertanyaan:

- Apa yang harus dihargai?
- Bagaiman hidup sebagai juara?
- Mengapa menolong orang lain?

PENGHARGAAN
Hargai dan berterimakasihlah untuk segala sesuatu yang Anda miliki. Hargai apa saja yang Anda miliki sebagai orang yang berbicara atau orang yang punya karir dan berbicara. Jangan jalani semua itu dengan sekedarnya. Pekerjaan yang paling buruk sekalipun tetaplah lebih baik dari pada menjadi pengangguran.

Jika anda baru saja di-PHK hargai teman dan keluarga Anda. Bersikaplah penuh terimakasih karena Anda memiliki keahlian dan kemampuan. Sikap ini teramat penting untuk bisa menggapai titik yang lebih tinggi selanjutnya.

HIDUP SEBAGAI JUARA
Hidup sebagai juara artinya menjalani hidup dengan sehat lahir dan batin, berpengetahuan dan berilmu, mengupayakan kesempurnaan, berpegang pada nilai-nilai dan terhormat serta mulia.

KESEHATAN
Anda tidak akan bisa berbicara dengan efektif jika anda tidak sehat. Jagalah kesehatan fisik dan emosional Anda, sehingga Anda tetap bisa melakukan apa yang ingin dan harus lakukan. Jika Anda sehat lahir dan batin, secara otomatis Anda akan merasa baik.

PENGETAHUAN, ILMU dan KEAHLIAN
Seorang pembicara perlu untuk secara kontinyu memperbaiki pengetahuan dan ilmunya dalam teknik dan wawasan berbicara. Jika Anda berilmu, berpengetahuan dan ahli dalam bidang Anda, percaya diri Anda akan tumbuh dan berkembang.

PATOKAN KESEMPURNAAN
Lakukan segala sesuatu dengan yang terbaik yang Anda punya dan yang Anda bisa untuk mencpai sasaran Anda. Persistensi dan kesadaran adalah penting. Jika Anda menyelesaikan segala sesuatu dengan sempurna, Anda pasti akan percaya diri.

Ada modifikasi rumus Einstein yang berbunyi begini:

E = mC2

Di mana E adalah Excellency, m adalah Manusia dan C adalah Character. Karakterlah yang lebih menentukan kesempurnaan.

TATA NILAI
Anda harus punya tata nilai yang Anda yakini agar Anda juga bisa memberi nilai kepada audience Anda. Pembicaraan Anda sudah seharusnya merupakan sesuatu yang mereka inginkan dan butuhkan. Jika pembicaraan Anda bernilai, Anda akan dipertimbangkan sebagai pembicara yang bernilai.

KARAKTER
Anda harus memelihara posisi yang dihormati, terhormat, jujur dan mulia dalam berinteraksi, menangani dan memperlakukan orang lain. Dengan cara ini, Anda bisa sedikit menegakkan kepala dan dihargai karena integritas Anda.

MENIKMATI ALIAS BERSYUKUR
Hidup adalah perjalanan. Profesi yang Anda pilih juga merupakan perjalanan, di mana Anda berharap imbalan dan menikmati perjalanan itu. Bekerja keras memang perlu, tapi Anda tentunya tidak ingin berperlaku yang mengakibatkan Anda terjerumus kepada kenistaan. Nikmati "petualangan" Anda.

MEMBERI
Sebagian dari menikmati dan bersyukur adalah memberi dan menolong orang lain untuk menikmati "petualangan" mereka. Bukalah selalu mata, telinga dan tetnu saja hati untuk menemukan tempat-tempat di mana Anda bisa menolong orang lain. Bantulah rekan kerja, tolonglah tetangga, bimbinglah yang lebih muda. Memberi dan menolong akan meningkatkan kenikmatan Anda sebagai juara di dalam hidup.
QA-Communication

Berlatih setiap hari

Jadilah bandel, percayalah pada kemampuan Anda sendiri. 
Berlatih setiap hari, bicaralah di setiap kesempatan. 
Tapi ingat, bicara baik atau diam.
Anda mungkin berpikir bahwa Anda sudah cukup bandel dengan hanya berdiri dan mulai bicara. 
Memang, tapi Anda bisa melihat sendiri bahwa banyak pembicara hanya berhenti di situ.
I care About You,
Dwika





7 Cara Untuk Menjadi Pembicara hebat
QA-Communication


Terjemahan bebas dari materi oleh:Jim Allen
Pembicara, Penulis, Life Coach

1. JADILAH DIRI SENDIRI
Melihat pembicara lain yang hebat, melihat bagaimana mereka bekerja dan melakukannya, adalah sesuatu yang menarik dan menggoda. Untuk menjadi pembicara yang hebat dan tetap menjadi diri sendiri, Anda harus mengembangkan gaya Anda sendiri, untuk berbicara dengan suara Anda sendiri. Jadilah diri sendiri saat berbicara dan Anda akan sukses.

2. JADILAH ANAK BANDEL
Anda mungkin berpikir bahwa Anda sudah cukup bandel dengan hanya berdiri dan mulai bicara. Memang, tapi Anda bisa melihat sendiri bahwa banyak pembicara hanya berhenti di situ. Jadilah lebih bandel, percayalah pada kemampuan Anda sendiri. Berlatih setiap hari, bicaralah di setiap kesempatan. Tapi ingat, bicara baik atau diam.

3. JADILAH ORANG YANG BERBEDA
Pembicara yang sukses tidak sama dengan orang lain. Ada sesuatu yang membuat mereka berbeda. Membuat mereka menonjol. Merka adalah orang yang melakukan lebih dari sekedar berdiri di depan dan berbicara kepada Anda.

4. JADILAH ORANG YANG LUCU
Pembicara sukses tahu bagaimana menjadi lucu, artinya: mereka tahu kapan dan di mana harus menggunakan humor dalam presentasinya... dan mereka tidak takut melakukannya.

5. JADILAH ORANG YANG TERLIBAT
Mendengarkan orang lain berbicara, bagi sebgian besar orang adalah aktivitas yang pasif. Pembicara yang sukses melibatkan audience dan bercakap-cakap dengan mereka, sehingga yang terjadi adala percakapan dan bukan ceramah.

6. JADILAH ORANG YANG POSITIF
Apapun subyek pembicaraannya, pembicara yang sukses selalu bersikap positif terhadap audience. Mereka menolong audience belajar tentang melakukan sesuatu dan bukan TIDAK melakukan sesuatu. Mereka berfokus pada yang baik dan bukan yang buruk.

7. JADILAH PENANTANG
Terakhir, pembicara hebat selalu menantang audience untuk melakukan hal-hal hebat. Lagi-lagi, tak peduli apapun subyeknya. Pembicara sukses memberi Anda know-how dan menantang Anda untuk menciptakan hidup yang lebih baik dan memperkaya lehidupan itu sendiri.


Anda percaya diri

Gugup dapat membuat Anda berat bernafas - yang tidak akan mendukung getaran dan proyeksi suara Anda. 
Bernafaslah! 
Segelas air minum di dekat Anda akan bisa membantu. 
Dan kala Anda meneguknya, Anda mungkin akan terlihat percaya diri.
I Care About You,
Dwika






16 Tips Dari "61 Jalan Untuk Menjadi Pembicara Terbaik"
QA-Communication


Olivia Stefanino
Professional Speakers Association

1. Mantapkan kredibilitas Anda dan diri Anda sebagai "penguasa" dari topik pembicaraan. Yakinkan bahwa Anda menguasai topiknya. Jelaskan kepada audience mengapa mereka harus mendengarkan dan percaya kepada Anda. Lakukan ini dengan tidak lebih dari tiga kalimat.

2. Pahamilah bahwa dengan persiapan yang cukup, Anda menghargai audience Anda secara efektif. Anda seperti berkata "Anda semua penting bagi Saya sehingga Saya memutuskan untuk meluangkan waktu mempersiapkan ini semua." Mengatakan bahwa Anda tidak punya waktu untuk mempersiapkan diri, atau meminta maaf di muka karena merasa tidak siap, adalah tindakan yang ofensif, membuat Anda terlihat malas dan tidak profesional. Jangan meminta maaf atas siap-tidaknya Anda.

3. Jika hal tak terduga terjadi, dan Anda merasa gamang, maka gamanglah - tapi jangan ceritakan kepada audience. Anda tidak akan mendapat simpati dari mereka; dan lagi-lagi, Anda akan terlihat tidak profesional.

4. Jangan pernah, memulai pembicaraan dengan mengatakan bahwa Anda gugup, atau bahwa Anda belum pernah melakukan hal ini sebelumnya... Anda hanya akan menarik perhatian mereka ke hal-hal yang semestinya tidak Anda perlihatkan. Percayalah, audience Anda akan segera mulai mencari bukti-bukti untuk mendukung pernyataan Anda itu.

5. Bernafaslah! Gugup dapat membuat Anda berat bernafas - yang tidak akan mendukung getaran dan proyeksi suara Anda. Segelas air minum di dekat Anda akan bisa membantu. Dan kala Anda meneguknya, Anda mungkin akan terlihat percaya diri.

6. Jadilah enerjik. Sebelum Anda bicara, Anda bisa membayangkan bahwa audience sangat puas dengan presentasi Anda. Cara yang paling mudah, bacalah lagi SMS-SMS yang menyenangkan di HP Anda. Ini akan membuat Anda merasa lebih berenergi.

7. Gunakan suara dari perut Anda dan bukan dari dada Anda. Proyeksi suara Anda akan lebih baik. Anda hanya bisa melakukannya jika Anda rileks. Dengan ini, Anda terdengar lebih percaya diri. Anda bisa melatih ini - tentu saja di rumah - dengan menekan perut Anda ke tembok dan berbicaralah dengan cukup keras. Anda akan merasakan bagaimana seharusnya.

8. Perhatikan makanan Anda sebelum berbicara. Para pembicara, punya "manajemen MCK" mereka sendiri. Sehari sebelumnya, jangan pernah makan pempek palembang super pedas misalnya. Jangan pula memakan makanan yang buruk untuk suara, coklat atau gorengan misalnya.

9. Berdirilah saat bicara. Ini, dengan segera membuat Anda merasa punya otoritas.

10. Duduklah di posisi yang dominan. Bukankah Anda pembicaranya?

11. Ketahuilah bahwa kesan pertama sangat diperhitungkan. Dan Anda, tidak akan mendapat kesempatan kedua untuk melakukannya.

12. Berinvestasilah untuk pakaian dengan warna yang paling cocok untuk Anda. Sepatu dengan jempol yang nongol menimbulkan kesan kurang profesional. Usahakan menghindari kaus kaki dengan warna putih atau abu-abu, mendingan hitam sekalian.

13. Berpakaianlah yang sesuai dengan pesan yang ingin Anda sampaikan dan sesuai pula dengan audience yang akan mendengarkan.

14. Jangan jadi Tony Blair! Gunakan deodoran atau parfum yang tidak meninggalkan bercak pada pakaian Anda. Ini soal kecil, tapi Tony Blair pun bermasalah karenanya.

15. Waspadalah bahwa berkomunikasi dengan orang lain adalah lebih dari sekedar perkataan Anda. Faktanya, hanya 7% dari kata-kata Anda yang "dianggap" orang. Sisanya, hanya dipahami dari tekanan suara dan bahasa tubuh Anda.

16. Ingatlah bahwa pikiran utama audience Anda adalah "apa yang bisa saya ambil dari sini?" Berikan jawaban ini saat Anda memperkenalkan diri. Mereka akan menyorongkan badannya sampai ke pinggir kursi untuk mendengar Anda.


Kendala komunikasi bisnis

Kendala komunikasi bisnis Anda bisa bermacam-macam. Dengan kehati-hatian dan kecermatan, sebagian besar kendala itu bisa diatasi dengan mudah.
I care About You,
Dwika




Enam Kendala Komunikasi Bisnis
Materi oleh:
Lee Hopkins
Pakar Komunikasi

Dalam berbisnis, Anda perlu berkomunikasi. Dalam mengkomunikasikan bisnis, Anda mungkin punya masalah. Ada enam kendala yang mungkin muncul dalam mengkomunikasikan bisnis Anda. Berikut ini adalah rincian kendala itu dan cara untuk mengatasinya.

1. Struktur komunikasi yang buruk
2. Penyampaian yang lemah
3. Penggunaan media yang salah
4. Pesan yang campur aduk
5. Salah audience
6. Lingkungan yang menganggu

STRUKTUR KOMUNIKASI YANG BURUK
Struktur sebuah komunikasi adalah faktor esensial, yang menentukan baik-buruknya komunikasi bisnis Anda. Tidak penting apakah audience Anda hanya satu orang atau ribuan orang, struktur komunikasi yang baik tetaplah yang terbaik di tengah bisingnya lingkungan bisnis dan pemasaran saat ini. Pesan Anda, tetap harus 'terdengar' di tengah riuh-rendahnya semua itu.

Struktur komunikasi yang baik mengikuti pola:

- Pembukaan
- Isi
- Penutup

Kemudian: Umum -> khusus -> umum, atau global -> detil -> global

PENYAMPAIAN YANG LEMAH
Tidak terlalu masalah apakah pesan komunikasi Anda penting atau impresif, jika Anda menyampaikannya tanpa 'tonjokan', Anda tidak bisa meyakinkan orang sesuai yang Anda harapkan. Lebih dari itu, jika 'tonjokan' Anda sudah telak pun, tetaplah pesan Anda perlu waktu untuk punya efek.

Pesan Anda harus bertenaga. Pesan Anda tidak boleh seperti lawakan yang tidak lucu.

Janganlah Anda campuradukkan antara penyajian dan penyajinya. Penyajinya mungkin pemalu, tapi jika pesannya bisa menonjok, maka audience akan bergantung pada setiap kata yang keluar dari mulutnya. Jadi, tidak usah ragu tentang siapa diri Anda. Khawatirlah tentang pesan Anda. 'Menonjok'kah, atau hanya sekedar 'mengelus-elus' saja.

SALAH MEDIA
Tak perlu Anda menyelenggarakan sebuah meeting besar dengan menghadirkan semua orang dalam organisasi, hanya untuk memberitahukan bahwa para pegawai kini tidak lagi mendapatkan ballpoint gratis dari kantor. Memo kecil yang diedarkan sudah lebih dari cukup.

Begitu pula, pilihlah dengan tepat media komunikasi bisnis Anda. Jika koran, apakah koran lokal atau koran nasional? Jika TV apakah TV lokal atau TV nasional? Jika majalah, apakah semua majalah atau majalah bisnis saja? Jika billboard, apakah memang perlu di setiap sudut jalan? Apa yang menjadi pengecualian, mungkin hanya internet, karena murahnya biaya.

Dalam berpresentasi, jika Anda menggunakan PowerPoint, apakah memang perlu menjejalinya dengan segala data dan bagan yang terkait? Apakah itu memang perlu atau bisa dilakukan hanya dengan selembar atau dua lembar fotokopi?

Jika pesan Anda kompleks, maka berilah ruang lebih untuk audience agar mereka bisa mencerna pesan Anda dengan lebih leluasa. Di kamar tidur, di kamar mandi, di restoran, di mobil saat hendak ke kantor, sambil berlari di treadmill, dan sebagainya. PowerPoint, hanya digunakan di ruangan tempat Anda bicara. Waktu audience sempit, dan mereka tidak punya infocus di kamar mandinya.

Berilah ruang lebih bagi audience agar bisa mencerna pesan Anda sesuai kecepatan mereka.

PESAN YANG CAMPUR ADUK
Jika pesan Anda campur aduk, maka Anda tidak merengkuh audience, melainkan mengasingkan mereka ke sebuah pulau terpencil di kutub selatan sana.

Berhati-hatilah Anda dengan dua hal ini:

1. Menggunakan jargon yang mungkin dikenal, tapi sulit dicerna dan dipahami.
2. Mencoba menghemat waktu dan kertas dengan menjejalkan lebih dari satu pesan menjadi pesan tunggal.

Contoh 1:
Anda membuat pengumuman tentang pemotongan anggaran untuk biaya telepon, yang di dalamnya managemen meminta para pegawai untuk mengambil sikap dan perilaku tertentu, kemudian Anda sekaligus juga mengumumkan tentang family gathering perusahaan.

Contoh 2:
Anda mengumumkan tentang larangan untuk memberi hadiah kepada klien, dan pada saat yang sama Anda memberikan PENGECUALIAN untuk klien baru tertentu yang berpotensi besar bagi perusahaan. Dan Anda, sama sekali tidak memberi rincian dan pedoman tentang pengecualian untuk "klien baru berpotensi" itu.

SALAH AUDIENCE
Salah audience, pasti dimulai dari diri Anda sendiri. Misalnya, Anda memberikan topik A yang menurut Anda sedang hot di pasaran. Dalam presentasi, Anda menyampaikan berbagai hal yang justru sedikit sekali hubungannya dengan topik A. Menurut Robert Cialdini, presenter yang demikian disebut dengan 'smuggler of influence'. Jika hal demikian memang disengaja, maka Anda bisa disebut sebagai 'penjahat presentasi'.

Dalam faktanya, jika pun Anda sudah mati-matian memilih topik yang menurut Anda tepat, tetaplah Anda berpeluang untuk menuai audience yang salah. Dan jika kesalahan itu tak tertebus sampai dengan akhir presentasi Anda, alias audience tidak memperoleh 'keuntungan substitusi' dari presentasi Anda, maka Anda akan disesali oleh audience Anda.

QA Communication pun mengalami hal ini. Topik workshop yang berjudul "CARA EDAN: LEBIH PERCAYA DIRI BERBICARA KUNCI SUKSES MEMIMPIN, MENJUAL, DAN BERPRESENTASI", masih menuai audience yang berharap bahwa workshop itu adalah tentang teknik presentasi, atau setidaknya tentang mencapai percaya diri dengan teknik presentasi. Padahal, workshop itu adalah tentang fenomena booster untuk rasa percaya diri berbicara, yang jauh lebih penting dari persoalan teknis presentasi semata. Dan padahal, topik itu juga telah diupayakan agar bisa menuai audience yang netral, yaitu siapapun yang ingin percaya diri dalam berbicara. Di workshop berikutnya (ParaSpeaking dan Performance Speaking), barulah mereka akan mendapatkan hal-hal yang lebih teknis sifatnya. Gitu lho...

Hati-hati juga, jika Anda akan berpresentasi di sebuah event di mana ada banyak penyaji selain Anda. Anda bisa terpengaruh untuk 'melakukan penyesuaian' di detik-detik terakhir sebelum Anda maju dan berbicara. Waspadalah karena Anda bisa terjebak pada perubahan yang justru tidak Anda inginkan. Tahan diri Anda, sekalipun topik dari penyaji lain memang lebih menarik menurut Anda.

Salah audience, bisa menjadi kesia-siaan bagi Anda dan tentu saja... audience Anda.

Pilihlah audience Anda dahulu, baru pilihlah topik Anda.

LINGKUNGAN YANG MENGGANGGU
Lingkungan yang mengganggu jelas kendala komunikasi bisnis buat Anda. Suara nada sambung handphone saat Anda bicara adalah contohnya. Apapun bentuknya, gangguan dari lingkungan akan membuat bicara Anda tidak bisa optimal didengar.

Beberapa hal ini perlu Anda perhatikan:

- Suara Anda tidak terlalu keras
- Banyak audience yang mengobrol saat Anda bicara
- Suara dari luar ruangan, dari jalanan, raungan sirine dari ambulan, pemadam kebakaran atau polisi
- Suara dari ruangan sebelah
- Bunyi handphone dari kantong audience
- Interupsi
- Sesi bicara yang terlalu menegangkan
- Pikiran audience yang melanglang buana (lihat mata mereka)
- Slide Anda (atau isinya) terlalu kecil atau layarnya terlalu jauh
- Terlalu banyak daya tarik dari luar ruangan karena pintu yang terbuka atau jendela yang tembus pandang
- AC ruangan terlalu dingin atau bahkan tidak menyala
- Maaf, ada yang kentut di dalam ruangan yang tertutup

Apapun harus Anda lakukan demi fokusnya audience Anda. Sebab gangguan lingkungan, bisa membuat presentasi Anda hanya berjarak selangkah dari 'nothing'.

KESIMPULAN
Kendala komunikasi bisnis Anda bisa bermacam-macam. Dengan kehati-hatian dan kecermatan, sebagian besar kendala itu bisa diatasi dengan mudah. Dan presentasi Anda, akan lebih bermakna.

Dengan kendala yang bisa diminimalisir, presentasi Anda akan bermuara pada situasi terbaik audience untuk mendengar dan mengerti apa yang menjadi MDA Anda.

MDA = Most Desired Action
QA-Communication

Mendengar adalah elemen penting

Mendengar, adalah bagian tak terpisahkan dari suatu sesi bicara. 
Mendengarlah yang membuat sebuah sesi bicara menjadi hidup dan tak redup. 
Mendengar adalah elemen penting yang menjadi sebuah sesi bicara dingat dan dikenang, sebuah sesi bicara yang membawa manfaat dan mencerahkan.
I Care About You,
Dwika




Berbicara Sambil Mendengar
QA-Communication


Terjemahan bebas dari materi oleh:
Oscar Bruce
Pakar Komunikasi

Pengantar Moderator:

MENDENGAR SAMA PENTINGNYA DENGAN BERBICARA
Menjadi pembicara yang baik, bukanlah hanya menjadi pembicara yang terus berbicara dan lupa mendengar. Dengan hanya berbicara dan tidak mendengar, seorang pembicara hanya akan menjadi pembicara yang membosankan dan arogan. Pembicara seperti itu hanya akan menjadi corong, tape recorder dan sekaligus audio player. Pembicara seperti ini, biasanya adalah pembicara yang terjebak dalam krisis "flight or fight", kurang persiapan atau percaya dirinya runtuh dan pridenya jatuh.

Mendengar, adalah bagian tak terpisahkan dari suatu sesi bicara. Mendangarlah yang membuat sebuah sesi bicara menjadi hidup dan tak redup. Mendengar adalah elemen penting yang menjadi sebuah sesi bicara dingat dan dikenang, sebuah sesi bicara yang membawa manfaat dan mencerahkan.

Dalam uraian berikut ini, ada beberapa kutipan penting dari orang-orang yang penting. Saya menambahkannya dengan satu hal, yaitu peringatan Rasulullah SAW: Bicara Baik atau Diam. Bicaralah yang baik dengan cara yang baik, atau diam. Mengutip Gde Prama: Speak Good, or Be Silent. Ini memang benar.

Jika kita bicara baik dengan cara yang baik, maka orang akan mendengarkan. Jika tidak, kitalah yang semestinya mendengar. Dengan ini, sebuah sesi pembicaraan akan menjadi transaksi dan pertukaran yang sehat dan menyehatkan.

Sekali lagi, Anda mungkin perlu membaca artikel kendala mendengar ini:

http://www.indodigest.com/indonesia-special-article-48.html

Dan ingatlah, mendengar dengan efektif jauh lebih sulit daripada berbicara. Jika Anda pembicara, belajarlah mendengar. Sebab mendengar sama pentingnya dengan berbicara. Menurut pakar, pembicara terbaik adalah pendengar terbaik.

ANDA BUKAN LUPA MELAINKAN TIDAK MENDENGAR
"Dr. Oscar yang baik. Apa yang terjadi pada diri Saya? Seseorang memperkenalkan diri kepada Saya. Saya memperkenalkan diri Saya, lalu tiba-tiba Saya tidak bisa mengingat lagi namanya! Apa yang terjadi?"

Saya mengatakan, "Sederhana saja, Anda tidak lupa pada nama mereka. Anda hanya tidak pernah mendengarkannya dengan seksama sejak awal bicara. Anda hanya berfokus pada diri sendiri, dan bukan pada orang lain."

GESER FOKUS DARI DIRI SENDIRI KE ORANG LAIN
Ada ungkapan Zen yang mengatakan, "Untuk bisa melihat gambar, Anda harus keluar dari gambar." Ingat, Anda berada di tengah-tengah gambaran diri Anda sendiri. Bagaimakah cara yang paling tepat untuk bergeser sehingga bisa berfokus pada orang lain?

Psikolog besar, Carl Rogers mengatakan, "Mendengar adalah kekuatan terbesar yang dikenal manusia untuk membebaskan potensi dari diri orang lain. Komunikasi yang nyata hanya terjadi bila kita mendengar untuk mengerti dan memahami. Untuk melihat ide dan sikap dari kacamata orang lain. Inilah kunci untuk menjadi master motivator dan persuader."

Stephen Covey si pengarang "Seven Habits" itu mengungkapkan, "most people do not listen with the intent to understand; they listen with the intent to reply". Mendengar dengan lebih baik secara nyata akan membuka kemungkinan munculnya berbagai peluang baru.

Dale Carnegie, pakar berpikir positif, mengatakan "Anda bisa menciptakan lebih banyak teman baru dalam dua bulan, dengan menumbuhkan rasa tertarik dan keinginan mendengar dari mereka, ketimbang berusaha keras selama dua tahun, untuk mencoba menarik perhatian orang lain."

Selama lebih dari 40 tahu pengalaman Saya sebagai trainer komunikasi, Saya belajar bahwa hidup yang sukses dan berbahagia sangat ditentukan oleh hubungan antar personal. Dan dalam konteks itu, tidak ada yang lebih besar dampaknya daripada keinginan untuk mendengarkan.

MENDENGAR ADALAH SENI YANG TERLUPAKAN
Bukankah fenomena ini unik: Seseorang yang sudah tahu berbagai jawaban sebelum pertanyaan diajukan? Orang ini adalah orang yang "almugada" -- "apa lu mau gua ada". Dari segi negatifnya, ini menunjukkan kenyataan bahwa banyak sekali orang yang mendengar tidak untuk tujuan memahami dan mengerti. Mereka mendengar hanya untuk bisa membalas percakapan.

Jika saatnya kita harus mendengar, dengar! Itu saja, dan jangan dulu berpikir tentang me-reply, sampai apa yang didengar selesai terlaksana.

Pembicara "almugada" tidak menjadikan ke"almugada"annya untuk memborong sesi bicara. Ke"almugada"annya adalah bagian dari persiapan dan antisipasi, yang hanya akan dikeluarkan dari gudangnya, saat ia memang diperlukan. Selebihnya, pembicara itu, hanya akan bicara dengan baik: atau diam.

BUATLAH AUDIENCE MERASA DIMENGERTI
Ada sebentuk latihan, namanya "uji persepsi". Cobalah dengan teman atau orang lain yang Anda percaya.

Orang IMulailah berbicara tentang suatu topik dengan 4 atau 5 kalimat.

Orang IISaat orang I berhenti bicara, ulangi apa yang menurut orang II dibicarakan oleh orang I.

Mulailah dengan frasa seperti ini:

"Saya ingin meyakinkan bahwa Saya mengerti yang Anda bicarakan" atau
"Jika Saya tidak salah mendengar, Anda mengatakan..."
"Apa yang Anda katakan menurut Saya adalah..."

Frasa dengan paraphrasing semacam itu akan sarat dengan makna. Orang akan menyukai seseorang yang bisa membuat mereka merasa spesial. Mendengarkan orang lain, akan membuat orang lain itu merasa spesial. Sebab, ini akan menunjukkan bahwa Anda tertarik padanya.

Kesimpulannya. Bicaralah kepada audience. Bicaralah kepada mereka dengan baik. Atau, diam dan dengarkan mereka. Dengarkanlah dengan seksama. Dengarkanlah dan mengertilah mereka.

Dengar mereka, dan jadikanlah audience orang-orang yang istimewa. Maka Anda akan jadi pembicara yang sangat istimewa.


Rabu, 02 Januari 2013

Sekarang dan Nanti

Berfokuslah pada nilai-nilai kehidupan masyarakat dari dulu, sekarang dan masa depan. 
Bicara Anda mestilah menjadi simbol dari "sekarang dan nanti".
Sambutan penghargaan, dilakukan untuk menghormati dan memperkuat tata nilai yang dianut oleh seseorang, kelompok, institusi atau organisasi, tempat, kejadian, ide atau subjek tertentu. 
I Care About You,
Dwika




Berbicara di Kondangan
Anda pasti pernah diundang oleh saudara, teman atau kolega. Anda biasa menyebutnya kondangan. Anda datang dengan pakaian yang khusus, batik, kebaya atau baju koko.

Dalam perkembangan yang mutakhir, Anda bahkan sering menyeragamkan pakaian Anda sekeluarga. Sewarna dan senada. Apa artinya itu? Artinya, Anda memperlakukan undangan atau kondangan sebagai sebuah sesi khusus. Itu sebabnya, acara-acara yang demikian sering disebut dengan acara khusus atau special occasion. Acara yang punya makna khusus, bagi si penyelenggara acara dan bagi para undangannya.

(Konon, kata "kondangan" berasal dari kata "ke undangan")

Pernahkah Anda diundang untuk berbicara di sebuah kondangan? Jika Anda merasa sedikit bingung tentang apa maksud kondangan dalam hal ini, maka berikut ini adalah contoh-contoh acara yang bisa Anda sebut dengan kondangan:

- Undangan makan malam;
- Selamatan;
- Syukuran;
- Cukuran/Marhaban;
- Tunangan atau Tukar Cincin;
- Kawinan;
- Ngunduh Mantu;
- Ulang tahun;
- Commemorative;
- Commencement;
- Eulogies;
- Inspirasional;
- Khatam Quran;
- Sunatan;
- Pindah rumah;
- Tahlilan;
- Naik pangkat;
- Kelulusan Sekolah;
- Tolak bala';
- Ruwatan;
- Berangkat dan Pulang dari Haji;
- Arisan Keluarga dan arisan lainnya;
- Majelis Ta'lim;
- Dan sebagainya.

BERBICARA DI KONDANGAN ADALAH PUBLIC SPEAKING
Ya. Berbicara dalam semua sesi di atas, dengan maju ke depan dan tampil di hadapan hadirin dan kemudian berbicara, adalah termasuk public speaking. Artinya, seperti juga bentuk-bentuk public speaking lainnya, bicara model ini juga bisa dibuatkan outlinenya, dan sekaligus bisa juga dilatih keterampilannya.

Bagaimanakah yang disebut dengan "bicara kondangan" yang baik?

Aturan dasar yang berlaku untuk bicara dalam kondangan adalah sama dengan aturan dasar dalam public speaking secara umum, yaitu:

- Hubungan yang jelas antara bicara dengan tujuan atau sasaran acara;
- Terpenuhinya kriteria informatif dan persuasif dari topik;
- Berbagi pemikiran tentang sasaran dan konteks dari acara.

BERTANYALAH SEPERTI BIASA
Yaitu bertanya pada diri sendiri dengan metode 5W dan 1H: What, why, to whom, when, where, dan how long.

CHECKLIST UNTUK TOPIK
Berikut ini adalah checklist untuk menemukan topik yang tepat bagi kondangan yang tepat.

1. MENGAPA?
Apa tujuan dari kondangan itu?
Mengapa kondangan itu spesial?
Apa yang diinginkan dan diharapkan oleh orang yang mengundang?
Apakah ada permintaan dan persyaratan khusus untuk menghadirinya?
Misalnya tentang berpakaian atau keharusan membawa pasangan?
Apa yang terpikir pertama kali oleh Anda, saat Anda diundang untuk hadir di sana?
Apakah mereka mengundang Anda berkaitan dengan keahlian, profesi atau jabatan Anda?
Sebagai saudara?
Sebagai teman dekat?
Apa yang Anda ketahui tentang orang-orang yang akan hadir dan keragamannya?
Apa yang Anda ketahui tentang adat dan istiadat yang diberlakukan di dalam kondangan itu?
Mengapa Anda menerima undangan itu dan tidak menolaknya?
Apa yang Anda inginkan untuk diingat oleh para hadirin?
Untuk dipertimbangkan, untuk didukung, untuk diubah atau untuk dipercaya?

Intinya: Apa sih, tujuan dari bicara Anda di kondangan itu?

Sebelum Anda memutuskan sasaran yang spesifik, tentukanlah terlebih dahulu sasaran besarnya. Apakah Anda akan menghibur dan menyenangkan para hadirin? Atau Anda akan menjadi tetua yang memberi wejangan formal?

2. PERAYAAN ATAU PENGHORMATAN?
Tanyakan pada diri Anda sendiri: Siapa atau apa yang dihormati atau diposisikan sebagai "penganten" dalam kondangan itu? Karena apa? Pencapaian prestasi? Khataman? Kenaikan pangkat? Lulus dan mendapatkan titel? Menikah? Kelahiran anak? Sunatan? Atau musibah?

Jika yang jadi "penganten" adalah orang: Bagaimana pengaruh dari hidup dan kerja orang itu terhadap orang lain? Misalnya, dalam kondangan untuk pencapaian prestasi, topik yang Anda bawakan semestinya memperkuat penghormatan atau semangat hadirin atas pencapaian itu. Pada dasarnya, perayaan adalah berbagi kebahagiaan dengan orang banyak berkaitan dengan kesuksesan dan pencapaian.

Commemorative speech atau sambutan penghargaan, dilakukan untuk menghormati dan memperkuat tata nilai yang dianut oleh seseorang, kelompok, institusi atau organisasi, tempat, kejadian, ide atau subjek tertentu. Dalam hal ini, berfokuslah pada nilai-nilai kehidupan masyarakat dari dulu, sekarang dan masa depan. Bicara Anda mestilah menjadi simbol dari "sekarang dan nanti".

Eulogies, biasa diselenggarakan untuk merayakan dan sekaligus menghormati seseorang yang pensiun atau mengakhiri masa jabatan atau masa baktinya. Dalam hal ini, ceritakanlah pada hadirin, apa yang bisa dipelajari dari orang itu dan ungkapkan mengapa Anda dan hadirin pantas berterimakasih kepadanya.

3. INSPIRASI
Bicara yang sasarannya untuk menginspirasi dalam kondangan, berkaitan dengan kebijakan atau tata nilai yang diklaim. Bicara jenis ini di dalam kondangan, biasanya dilakukan untuk mendongkrak moral hadirin dan organisasi.

Apa yang ingin Anda capai bersama mereka? Bagaimana Anda bisa mempersuasi audience dan hadirin untuk percaya, ikut merasakan, atau berpikir sebagaimana yang Anda minta?

Di dalam sebuah sesi commencement, alias sesi untuk memulai sesuatu seperti peresmian atau pembukaan organisasi, toko atau gedung misalnya, Anda bisa menawarkan pemahaman atau pengetahuan dengan mengungkapkan ide dan pemikiran pribadi Anda. Anda juga bisa memberi daftar tentang standar perilaku yang diharapkan, tingkat pencapaian yang diinginkan, dan bagaimana cara mencapai dan memperkuatnya.

4. AGENDA SOSIAL
Anda bisa juga menyampaikan sebuah agenda sosial di dalam kondangan. Anda sebagai pembicara, bisa menyampaikan sasaran atau target baru yang hendak dicapai. Dalam hal ini, Anda harus bisa menyampaikannya dengan antusiasme dan emosi penuh.

5. AUDIENCE DAN HADIRIN
Siapa pendengar Anda? Apa payung organisasi mereka? Apa keluarga besar mereka? Apa marganya? Siapa yang jadi "penganten"? Berapa banyak yang akan hadir? Dari mana saja mereka? Dari lingkungan kampung? Seluruh Indonesia? Atau seluruh dunia? Bahasa apa yang harus Anda gunakan? Bahasa Indonesia? Atau bahasa daerah?

6. KAPAN
Apakah Anda akan diperkenalkan terlebih dahulu sebelum bicara? Berapa orang yang akan berbicara? Aturlah agar Anda tidak membicarakan hal yang sama dengan pembicara lain. Waspadalah jika jumlah pembicaranya cukup banyak dan Anda bukan yang pertama akan bicara.

7. DI MANA
Bagaimana situasi tempat Anda akan berbicara? Bisakah Anda mempertahankan atmosfer yang sesuai dengan topik Anda? Seberapa besarnya ruangan tempat kondangan itu diadakan? Apakah pembicara akan menggunakan podium? Duduk? Sambil berdiri? Sambil duduk atau bersila? Dengan atau tanpa mikrofon? Bagaimana adat tuan rumah mengaturnya?

8. BERAPA LAMA
Jika Anda diminta bicara secara mendadak atau impromptu, bersiaplah sebisanya dengan mencatat beberapa kata kunci penting. Ini perlu diwaspadai, karena bicara di kondangan biasanya tidak perlu berlama-lama. Kecuali tentu saja, jika Anda adalah ustadz atau penasehat perkawinan misalnya.

OUTLINE BICARA KONDANGAN
1. PEMBUKAAN
- Bangkitkan minat;
- Nyatakan statement utama yang spesifik;
- Kaitkan statement itu dengan para hadirin;
- Beri daftar poin utama dari isi bicara.

2. ISI BICARA
Berdasarkan poin utama di pembukaan, bangun urut-urutannya, pro dan kontranya, tata nlai yang terkait, contoh-contoh, cerita lucu atau humor, kisah, dan cerita inspirasional. Waspadailah agar tidak melukai adat-istiadat dan tradisi, atau tata nilai organisasi. Jangan membicarakan SARA.

3. SIMPULAN
Akhir yang cocok untuk bicara di sesi kondangan, adalah segala hal yang menghibur atau menyemangati para hadirin.

Pengantennya berbahagia, hadirin berbahagia. Dan mungkin, Anda pulang dengan membawa besek atau berkat seperti hadirin, atau malah ditambah amplop sekedarnya!

Siapkah Anda bicara di kondangan?
QA-Communication