link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Sabtu, 29 Oktober 2011

nComputing

Review nComputing U170

E-mailPrintPDF
Share/Save/Bookmark
NComputing
NComputing U170
Kita akan melihat bagaimana si nComputing U170 bisa secara hemat dan sederhana memanfaatkan komputer desktop kita dan menambahkan display kedua, ketiga, dan seterusnya.
Tambah.info sudah membahas mengenai solusinComputing satu PC dipakai ramai ramai, sekarangIndoAsiaTeknologi menyediakan satu unit nComputing U170 untuk kita test. Mari kita lihat potensi dari alat mungil ini.
Bentuk U170 mungil dengan kelengkapan koneksi 2 buah USB ke keyboard dan mouse, koneksi USB ke komputer induk, koneksi ke monitor, dan masing masing sebuah koneksi audio in dan audio out.
01-ncomputing-u170-front
01-ncomputing-u170-front
02-ncomputing-u170-back
02-ncomputing-u170-back
03-ncomputing-u170-box-above
03-ncomputing-u170-box-above
04-ncomputing-u170-box-below
04-ncomputing-u170-box-below
05-ncomputing-u170-inthebox
05-ncomputing-u170-inthebox
06-ncomputing-u170-device-up
06-ncomputing-u170-device-up
07-ncomputing-u170-device-up
07-ncomputing-u170-device-up
08-ncomputing-u170-ports
08-ncomputing-u170-ports
09-ncomputing-u170-back
09-ncomputing-u170-back
Apa yang dijanjikan oleh alat ini adalah kemudahan dan penghematan menambah hingga 10 display komputer dengan kekuatan hanya sebuah komputer induk lewat koneksi USB. Selain produk berbasis koneksi USB, nComputing juga menyediakan produk seri L berbasis LAN dan seri X berbasis PCI card.

Instalasi Software vSpace

Kami mengetes instalasi di sistem operasi Windows XP Professional SP2 dan Windows 7 Home Basic. Kita mulai dengan membuat user tambahan di Windows.
Di Windows XP Professional user baru bisa dibuat dengan mengikuti menu Start >> Control Panel>> User Accounts.
ncomputing u170 reviewncomputing u170 review
Membuat user baru di Windows XP
Memberikan hak administrator kepada user lain jika diperlukan.
ncomputing u170 reviewncomputing u170 review
Login screen di komputer induk
Login screen di komputer U170
Instalasi software vSpace dari CD yang disertakan di paket penjualan berjalan mudah. Alat U170 sendiri ditancapkan setelah instalasi software selesai untuk menjaga agar pencarian driver berjalan dengan lancar. Software untuk Windows 7 tidak disertakan di CD paket penjualan U170 yang kami uji dan harus didownload dari website ncomputing.com. Versi software vSpace untuk Windows 7 yang dicoba oleh Tambah.info adalah 5.4.1.
ncomputing u170 reviewncomputing u170 review
Menu nComputing vSpace
Registrasi harus dilakukan. Jika tidak koneksi terputus dalam 1 jam.
ncomputing u170 review
Login screen di U170 di Win 7
Aplikasi yang sukses dicoba di Windows XP Pro dan Win 7 Home Basic :
  • Microsoft Office 2007
  • OpenOffice 2.4
  • Browser Opera versi terbaru 10.53. Beberapa game berbasis flash seperti yang ada di website y8.com juga dengan sukses bisa dimainkan tanpa masalah.
  • GOM Player untuk memutar DVD ( tidak full screen )
  • Adobe Photoshop CS4, Dreamweaver CS4 dan Adobe Acrobat 9 Pro.
Aplikasi yang tidak sukses di Windows XP Pro maupun Win 7 Home Basic :
  • Aplikasi game World of Warcraft karena aplikasi ini membutuhkan percepatan graphics 3D yang tidak didukung oleh aplikasi nComputing.
  • Aplikasi pendidikan anak anak Bobby Bola dan aplikasi dari Bamboomedia.net. Aplikasi seperti ini membutuhkan akses langsung ke CD ROM.
  • Pemutaran video dengan GOM Player fullscreen. Kami diinformasikan bahwa memutar video full screen bisa dilakukan tapi dengan Windows Media Player versi Classic. Beberapa media player lain juga disebutkan bisa memberikan tayangan video full screen.

Kecepatan

Dalam test ini kami menggunakan sebuah notebook Acer Aspire 4715Z berusia 3 tahun dengan prosessor Intel Pentium Dual Core T2310 dan memory sebesar 2.5 GB. nComputing tidak menyarankan pemakainya untuk menggunakan notebook sebagai komputer induk karena keterbatasan port dari USB 2.0 serta spesifikasi listrik yang bisa disediakan oleh masing masing port USB di notebook tersebut. Kami sendiri tidak melihat alasan untuk menghindari penggunaan notebook jika kita hanya akan mengkoneksikan hanya 2 buah U170 saja. Tentu saja notebooknya nantinya tidak bisa lagi seenaknya dibawa bawa jika tidak ingin diprotes oleh pengguna yang telah menempel dengan notebook itu.
ncomputing u170 reviewncomputing u170 review
Beban pada Windows XP
Beban pada Windows 7
Dengan prosessor yang berkecepatan 1.46 Ghz dan cache memory sebesar 1 MB, maka dengan mudah prosessor itu dibuat sibuk oleh dua pengguna yang menjalankan beberapa aplikasi sekaligus. Aplikasi browsing dengan banyak tab dijalankan. Video diputar dan kita juga menonton video di YouTube. Jelas untuk beban seperti ini maka notebook yang digunakan hanya bisa mendukung 1 pengguna tambahan ( total 2 pemakai ). Untuk penggunaan yang lebih kalem untuk melakukan browsing dan word prosessing saja maka total 3 pengguna mestinya bisa berjalan bersamaan dengan kecepatan memadai.
Bisa dilihat dari gambar diatas bahwa beban memori untuk Windows XP lebih ringan dengan pemakaian hanya sekitar 500 MB. Task Manager di Windows XP sebelah kiri adalah keadaan sebelum beban video jalan. Task Manager di Windows XP sebelah kanan adalah saat video dimainkan dikedua tempat.Beban memori untuk Windows 7 jauh lebih tinggi dengan pemakaian 3 kali lipat untuk kurang lebih banyak aplikasi yang sama.

Spesifikasi nComputing U170

  • Hingga 9 buah U170 bisa dikoneksikan ke sebuah PC dengan bantuan hub USB yang bertenaga listrik.
  • Mendukung resolusi hingga 1600 x 1200 atau 1600 x 1050 dengan warna 32-bit.
  • Bisa dipasang dibelakang monitor LCD dengan bantuan mounting VESA.

Hal Yang Perlu Diperhatikan

  • Aplikasi Gaming Tidak Bisa. Dari pengujian singkat diatas terlihat bahwa aplikasi gaming yang membutuhkan akselerasi 3D belum bisa didukung di nComputing. Jika kita merencanakan membeli U170 untuk menambah pengguna gaming, maka hal ini tidak bisa dilakukan.
  • Browsing dan Office OK. Dilain pihak jika yang kita lakukan adalah menjalankan aplikasi browser dan aplikasi office, maka memang disitulah potensi nComputing bisa dimaksimalkan. Aplikasi basis Adobe Flash di web berjalan dengan baik.
  • Mulai Dari OS Bersih. Jika hendak melakukan penambahan U170 dirumah anda, mulailah dengan sistem operasi yang masih bersih belum diinstalasikan terlalu banyak aplikasi. Kemungkinan konflik dengan aplikasi kita yang sebelumnya sudah terpasang selalu ada.
  • Ada Aplikasi Yang Tidak Bisa Jalan. Beberapa aplikasi seperti iTunes tidak jalan dilingkungan nComputing. Beberapa aplikasi lain membutuhkan setting khusus sehingga bisa digunakan oleh beberapa pemakai sekaligus. Kunjungi web ncomputing.com bagian Support >> Knowledge Base. Ujilah aplikasi yang anda butuhkan sebelum memutuskan pemakaian nComputing. Cari dokumen dengan kata kunci "U170 vSpace Release" dan "Configuring a U170 Shared Computing Environment"
  • Lisensi. Sistem operasi Windows XP, Vista, dan 7 adalah aplikasi yang hak gunanya adalah untuk satu user. Penggunaan sistem operasi Windows Server dan kelengkapan lisensi sejumlah yang kita pakai harus diperhatikan.

Kesimpulan

  • Pengguna rumahan saja bisa dengan mudah tertarik untuk membeli U170 apalagi pengguna perusahaan kecil dan menengah serta sekolah. Enak sekali perasaan yang muncul saat kita bisa menambah satu lagi pengguna komputer tanpa diikuti oleh suara komputer kedua yang mendengung ramai. Bila komputer kita satu dan anak kita dua, maka kita bisa pergi membeli U170 seharga Rp. 1jt-an, sebuah monitor, sepasang keyboard dan mouse, dan anak kita yang kedua bisa segera bermain komputer tanpa harus berebut. Penghematan tempat dan penghematan listriknya luar biasa. Instalasinya juga mudah.
  • Untuk lingkungan sekolah dan kantor kecil maka solusi nComputing dengan USB ini juga praktis sekali. Memang seri L dan X akan lebih fleksibel untuk jumlah pemakai dan jarak antar pemakai yang lebih jauh, tapi untuk kesederhanaan, tidak ada yang bisa mengalahkan U170 ini.

Jumat, 28 Oktober 2011

Keunikan Anda

Anda harus mencoba segala hal tentang keunikan Anda, pada akhirnya akan membedakan hasil karya Anda dengan orang lain. Ini adalah dasar dari marketing Anda yang sebenarnya. Sesuatu yang “Anda banget”, karena berawal dari sesuatu yang benar-benar Anda sukai. Be well, Dwika – Managing Consultant



Bukan Kimi
by Fauzi Rachmanto
“Kacamata nya Kimi Raikkonen yang mana Mas?” tanya saya di sebuah toko kacamata di Bandung. Si Mas langsung mengambilkan sebuah kacamata dari tempat yg terkunci rapih. Sebuah kacamata bergagang merah yg sangat bagus diserahkan dengan hati-hati ke saya. Saya langsung mencoba, dan bercermin. Hmm … sepertinya ada yang aneh. Saya melirik ke poster Kimi di samping saya, tersenyum manis dengan kacamata yg sama. Ganteng sekali juara dunia Formula-1 tahun 2007 itu. Saya bercermin lagi, hmm … tetap aneh. Kacamatanya seperti kesempitan. Wajah saya terlalu bulat, dan gagang-nya yg melengkung indah itu serasa tidak pas di telinga saya. Saya lirik Kimi lagi. Masih tetap ganteng. Saya bercermin lagi. Duh, tetap saja aneh. Kacamata saya copot, saya nyerah. Ah, saya memang bukan Kimi.
Memang manusia diciptakan sungguh unik. Dari sekian milyar penduduk bumi, kok ya tidak ada yang sama persis. Bahkan mereka yang terlahir kembar, konon tetap memiliki perbedaan. Apalagi antara saya dan Kimi Raikkonen, jelas beda sekali. Perbedaan-perbedaan yg cukup ekstrim juga saya temukan antara saya, Brad Pitt, Nico Rosberg ataupun Zac Efron, hehehe … ya iya laah, masa ya iya doong.
Jadi sepertinya percuma saja saya pakai kacamata Kimi Raikkonen, gak akan ngaruh apa-apa di wajah saya. Apalagi pengaruh ke skill mengemudi. Kacamata seperti punya Kimi tidak akan menjadikan saya menjadi pembalap. Saya ya saya, Kimi ya Kimi. Kami berdua, seperti juga Anda, adalah individu yang masing-masing unik. Tidak ada dua nya di dunia.
Tapi justru keunikan masing-masing individu ini yang membuat dunia ini begitu indah. Coba bayangkan kalau seluruh laki-laki di dunia diciptakan berwajah Brad Pitt semua. Atau seluruh wanita di dunia diciptakan seperti Angelina Jolie semua. Pasti sangat membosankan, membingungkan, bahkan sedikit menakutkan. Apalagi kalau cara bicara, gaya, perilaku dan kemampuan-nya dibuat sama semua. Pasti sangat menakutkan.
Alhamdulillah Tuhan menciptakan manusia dengan keunikan masing-masing. Ada yang jago balap, ada yang pandai membuat mobil, ada yang pandai menjual, ada yang pandai memasak, bahkan ada juga yang jago makan. Masing-masing punya keunikan dan kelebihan. Keunikan ini yang membuat dunia ini “berputar”. Saling melengkapi dengan indah-nya. Si jago masak, sepandai apapun, akan membutuhkan para jago makan. Si jago balap, percuma membalap kalau tidak ada yg mengemas olah-raga balapan dalam bisnis yang melibatkan jutaan penonton. Inilah indahnya kehidupan. Terdiri dari keunikan-keunikan yang saling melengkapi.
Kalau kita demikian unik, mengapa kita harus mengabaikan keunikan diri kita dengan mencoba menjadi orang lain?
Mihaly Csikszentmihaly, pencetus gagasan “Flow” dalam bekerja dan berbisnis, bahkan menyebut bahwa menemukan keunikan diri kita adalah salah satu pilar kebahagiaan. Saking unik-nya kita, maka konon dipastikan masing-masing kita sebenarnya menyimpan potensi luar biasa untuk melakukan “sesuatu” dengan cara yang lebih baik dari orang kebanyakan.
Orang-orang seperti Kimi Raikkonen, Fernando Alonso, Michael Schumacher atau Lewis Hamilton tahu persis bahwa mereka memiliki keunikan, yaitu kemampuan menyetir mobil dengan kecepatan tinggi, jauh dari rata-rata kebanyakan orang. Demikian juga dengan orang-orang seperti Bill Gates, Donald Trump atau Warren Buffet memiliki keunikan dalam melakukan bisnis.
Namun, pertanyaannya pentingnya adalah, bagaimana kita bisa menemukan keunikan kita? Berikut beberapa tips yang bisa saya share:
Pertama: Mulailah dari “passion” Anda.
Passion adalah energi yang Anda rasakan meluap-luap ketika Anda melakukan sesuatu. Energi yang demikian membakar dari dalam diri Anda untuk melakukan sesuatu yang demikian Anda sukai. Anda tidak perlu diminta untuk melakukan, Anda dengan senang hati akan melaksanakan. Kimi Raikkonen, Lewis Hamilton atau Schumacher, dari kecil sudah memiliki passion yang kuat pada olah raga balap mobil. Donald Trump, memiliki passion yang kuat dalam mengembangkan bisnis. Itu mereka. Lalu, kalau Anda, apa passion Anda? Coba tulis saja.
Masih belum bisa? Coba jawab pertanyaan ini: Apa yang akan anda lakukan dengan senang hati sebagai pekerjaan atau kegiatan sehari-hari, seandainya uang bukan masalah. Seandainya, apapun yang Anda lakukan, hidup Anda akan berkelimpahan.
Hmmm … Masih belum bisa? Atau bagaimana kalau Anda memiliki banyak passion? Tidak apa-apa, tulis saja semua passion Anda tadi. Misalnya: Passion saya adalah: menulis, mengembangkan bisnis, public speaking, dan berwisata.
Hmmm … Masih belum bisa? Wah, Anda sepertinya kurang-gairah … Hehehe … Pasti bisa, karena setiap orang pasti punya hasrat terpendam dalam diri-nya.
Kedua: Merangkai Passion Anda.
Jika Anda memiliki banyak passion. Dan kenyataanya hampir semua orang memiliki banyak Passion. Maka tentukanlah dahulu passion utama Anda. Ini adalah yang paling membuat Anda bergairah, dibandingkan passion yang lain. Misalnya, dari passion saya: menulis, mengembangkan bisnis, public speaking, dan berwisata, saya memilih passion utama saya adalah Menulis. Karena saya sangat bersemangat ketika menulis. Karena saya bisa bangun tidur dan langsung kepengen menulis dengan penuh semangat. Mungkin sama bersemangatnya dengan Lewis Hamilton kecil selalu ingin membalap go-kart.
Lalu bagaimana nasib passion-passion yang lain? Dibuang? Sabar, jangan dibuang dulu. Passion-passion yang lain ini justru akan menjadi faktor penentu keunikan kita. Jadi mari kita rangkai saja. Karena saya senang menulis dan mengembangkan bisnis, bagaimana kalau saya kombinasikan dua passion: menulis tentang pengembangan bisnis? Karena saya suka menulis dan public speaking, bagaimana kalau saya menulis buku dan menyampaikannya dalam seminar-seminar? Ah, atau bagaimana kalau saya menulis buku pengembangan bisnis, mengadakan seminar tentang buku saya, diselenggarakan di tempat-tempat wisata bisnis? Wow … mau meledak otak saya memikirkan kemungkinan-kemungkinan-nya.
Ini baru dari empat passion yang saya identifikasikan. Bagaimana kalau saya rangkai dengan passion-passion terpendam saya yang lain? Pasti luar biasa!
Dan ini akan menjadi sesuatu yang unik. Sesuatu yang “Gue banget”, karena berawal dari sesuatu yang benar-benar saya sukai.
Anda juga harus mencobanya. Karena keunikan Anda, pada akhirnya akan membedakan hasil karya Anda dengan orang lain. Ini adalah dasar dari marketing yang sebenarnya.
Jadi, ternyata benar, saya adalah saya. Kimi adalah Kimi. Tidak perlu memakai kacamata Kimi Raikkonen, toh saya sudah menemukan sesuatu yang luar biasa. Sesuai keunikan yang saya miliki. Anda juga sudah menemukan keunikan Anda? (FR)

Punya semangat dan keberanian

Anda seseorang yang memiliki AQ tinggi yang lebih mampu mewujudkan cita-citanya dibandingkan orang yang AQ-nya rendah. Satu kecerdasan baru selain IQ, EQ, SQ yakni AQ. Menurutnya, AQ adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan. Bagaimana mengubah hambatan menjadi peluang. 
salam,
Dwika



==========

Adversity Quotient by Paul G Stoltz

by: Nafis Mudrika



Masih ingat cerita Thomas Alva Edison (1847 – 1931) ??? Ia akhirnya berhasil menemukan bohlam lampu setelah melewati sekitar 50.000 percobaan dan bekerja selama 20 tahun. Tak heran kalau ada yang bertanya, “Mr. Edison, Anda telah gagal 50.000 kali, lalu apa yang membuat Anda yakin bahwa akhirnya Anda akan berhasil?” Secara spontan Edison langsung menjawab, “Berhasil? Bukan hanya berhasil, saya telah mendapatkan banyak hasil. Kini saya tahu 50.000 cara yang tidak berfungsi!” Wow, sebuah pernyataan yang sangat luar biasa. Kegagalan menurut orang lain dianggapnya sebagai sebuah keberhasilan.



Definisi Adversity Quotient (AQ)

Setelah 19 tahun melewati penelitian yang panjang & mengkaji lebih dari 500 referensi, Paul G. Stoltz mengemukakan satu kecerdasan baru selain IQ, EQ, SQ yakni AQ. Menurutnya, AQ adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan. Bagaimana mengubah hambatan menjadi peluang. Atau dengan kata lain, seseorang yang memiliki AQ tinggi akan lebih mampu mewujudkan cita-citanya dibandingkan orang yang AQ-nya rendah.

Sebagai gambaran, Stoltz memakai terminologi para pendaki gunung. Dalam hal ini, Stoltz membagi para pendaki gunung menjadi tiga bagian:1. quitter (yang menyerah).

Para quitter adalah mereka yang sekadar bertahan hidup. Mereka mudah putus asa dan menyerah di tengah jalan.

2. camper (berkemah di tengah perjalanan)

Mereka berani melakukan pekerjaan yang berisiko, tetapi risiko yang aman dan terukur. Cepat puas, dan berhenti di tengah jalan.

3. climber (pendaki yang mencapai puncak).

Berani menghadapi risiko dan menuntaskan pekerjaannya. Merekalah yang berada di puncak.



Hubungan AQ dengan Sukses

Dalam kehidupan nyata, hanya para climbers-lah yang akan mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan sejati. Sebuah penelitian yang dilakukan Charles Handy terhadap ratusan orang sukses di Inggris memperlihatkan bahwa mereka memiliki tiga karakter yang sama.

Pertama, mereka berdedikasi tinggi terhadap apa yang tengah dijalankannya. Dedikasi itu bisa berupa komitmen ,passion, kecintaan atau ambisi untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik.



Kedua, mereka memiliki determinasi. Kemauan untuk mencapai tujuan, bekerja keras, berkeyakinan, pantang menyerah dan kemauan untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.

Terakhir, selalu berbeda dengan orang lain. Orang sukses memakai jalan, cara atau sistem bekerja yang berbeda dengan orang lain pada umumnya.

Dari ciri-ciri tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dua dari tiga karakter orang sukses erat kaitannya dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan.



Penelitian longitudinal yang dilakukan oleh Thomas J Stanley (2003) yang kemudian ditulisnya dalam sebuah buku berjudul; “The Millionaire Mind” menjelaskan hal yang sama, bahwa mereka yang berhasil menjadi millioner di dunia ini adalah mereka dengan prestasi akademik biasa-biasa saja (rata-rata S1), namun mereka adalah pekerja keras, ulet, penuh dedikasi, dan bertanggung jawab, termasuk tanggung jawab yang sangat besar terhadap keluarganya.



Implementasi AQ

Dalam dunia pendidikan, kita bisa menggunakannya untuk menganalisa perbedaan para siswa yang manja dengan mereka yang terus berjuang. Para siswa yang malas dalam belajar dengan mereka yang gigih belajar. Para siswa yang suka menggunakan cara-cara curang dan instant untuk meraih nilai tinggi dan memastikan kelulusan dengan mereka yang tidak kenal lelah untuk terus mencoba dan terus bertahan. Walaupun mungkin nilai mereka jelek dan tidak lulus namun mereka terus mencoba dan terus mencoba lagi. Tentang bagaimana cara siswa dalam menetapkan tujuan, mengambil resiko, perjuangan meraih cita-cita serta persaingan dalam seleksi masuk perguruan tinggi.

Untuk dunia pekerjaan dan kehidupan sangatlah jelas. Banyak pekerja yang intelektualnya (IQ) rendah bisa saja mengalahkan mereka yang ber IQ tinggi tetapi tidak punya semangat dan keberanian untuk menghadapi masalah dan bertindak. Dengan AQ dapat dianalisis bagaimana para karyawan / pekerja mampu mengubah tantangan menjadi sebuah peluang yang akan meningkatkan produktifitas dan keuntungan perusahaan.

Itu tadi uraian singkat tentang Adversity Quotient. Bagaimana dengan Anda?



“winner never quit and quitter never win”

(Nafis Mudrika)