link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Minggu, 18 September 2011

LG 3D, Samsung 3D, Sony 3D


Pilih Mana, LG CINEMA 3D, Samsung 3D TV, atau Sony 3D TV? (Part 1)

http://hidupku-senang.blogspot.com
Tidak dapat dipungkiri kalau saat ini teknologi 3D sudah mengalami kemajuan yang pesat. 3D seperti sudah menjadi suatu keharusan termasuk kalau kita ingin menonton film. Saat ini orang pasti akan lebih memilih menonton tayangan atau film 3D karena gambarnya terlihat lebih nyata, dan itu membuat kita serasa berada di dalam tayangan atau film tersebut.

Tentu saja hal ini berpengaruh pada produk-produk yang berhubungan dengan 3D seperti TV 3D. Kali ini saya ingin membahas mengenai TV 3D yang kini sedang nge-trend di masyarakat. Akan tetapi saya tidak ingin membahas semua produk melainkan saya ingin membahas tiga produk TV 3D yang saat ini bersaing ketat di kancah persaingan bisnis TV 3D.

LG CINEMA 3D

FILE GAMBAR : CINEMA 3D



IKLAN KOMERSIL CINEMA 3D


Yang pertama saya ingin membahas mengenai produk TV 3D milik LG yakni CINEMA 3D. CINEMA 3D adalah produk TV 3D terbaru dari LG yang memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh produk TV 3D lain.

CINEMA 3D ini hadir dengan satu teknologi terbaru yang mampu memenuhi apa yang diinginkan oleh para penikmat TV 3D, yakni kenyamanan dalam menonton tayangan 3D. CINEMA 3D ini menggunakan Kacamata 3D dengan teknologi terbaru, FPR 3D dimana teknologi Kacamata 3D ini sudah tidak lagi menggunakan lensa shutter lagi melainkan menggunakan lensa kacamata dengan sistem polarisasi seperti layaknya Kacamata 3D yang sering kita gunakan di bioskop untuk menonton film 3D.

Dengan teknologi FPR 3D ini, CINEMA 3D menjadi TV 3D pertama di dunia yang bebas kedipan gambar atau flicker free dan gambar berbayang serta tumpang tindih atau No Crosstalk. Lebih dari itu, berkat teknologi FPR 3D pula keluhan-keluhan terhadap kesehatan seperti mata lelah, pusing, dan mual tidak akan lagi ditemui.


FILE GAMBAR : KACAMATA FPR 3D


FILE GAMBAR : KACAMATA FPR 3D


FILE GAMBAR : KACAMATA FPR 3D CLIP


Kacamata 3D ini juga mempunyai bentuk design yang bisa dibilang fashionable karena didesain selayaknya kacamata sehari-hari yang sering dipakai orang. Bahannya yang pun terbuat dari bahan plastic dove yang sangat ringan sehingga kita tidak akan merasakan leher yang lelah ketika menonton tayangan 3D melalui CINEMA 3D ini.

Yang menggembirakan juga, Kacamata FPR 3D ini tidak memerlukan penggunaan baterai dan transmitter apapun karena lensa polarnya itu. Jadi saya tidak akan perlu merasa takut kehilangan bagian penting dari film atau tayangan 3D yang sedang saya tonton hanya karena takut kehabisan baterai di tengah-tengah film.

FILE GAMBAR : KONVERSI 2D KE 3D

Selain itu untuk para pencinta game, CINEMA 3D ini sudah bisa dikoneksikan langsung dengan perangkat game yang dimiliki tanpa harus menginstal aplikasi apapun ataupun membeli alat tambahan lagi. Fitur konversi 2D ke 3D yang dimiliki CINEMA 3D ini pun sudah bisa dikatakan mendekati sempurna untuk tampilan visual hasil konversinya sehingga sangat memungkinkan para pencinta game untuk memainkan game 2D yang dimiliki dalam tampilan 3D tanpa keluhan yang berarti.

Sedangkan untuk pengguna iPod atau iPhone seperti saya, boleh bergembira karena CINEMA 3D sudah menyediakan alat koneksinya dalam paket pembelian yang bisa langsung digunakan tanpa harus menginstall aplikasi tambahan apapun ke CINEMA 3D.

 FILE GAMBAR : HARD PANEL IPS


Untuk tampilan gambar 3D yang dihasilkan pun CINEMA 3D menurut saya jauh unggul dari merek TV 3D lain karena sudah menggunakan teknologi layar HARD PANEL IPS yang menyajikan gambar dengan warna yang sangat akurat dan lebih jelas dari berbagai sudut pandang.

 FILE GAMBAR : HARD PANEL IPS VS PANEL VA

Dengan menggunakan teknologi Hard Panel IPS ini juga yang menyempurnakan teknologi TV 3D terbaru dari LG ini karena dengan menggunakan HARD PANEL IPS dan Kacamata FPR 3D maka Anda akan bisa mendapatkan tayangan 3D yang berkualitas tinggi dengan tingkat ketajaman gambar yang jauh di atas rata-rata, serta kenyamanan dalam menonton karena Anda bisa menonton tayangan 3D tidak hanya persis dari depan tv saja melainkan bisa dari sisi kiri, kanan, sambil selonjoran di sofa, atau bahkan sambil tiduran sekalipun dan gambar yang ditonton pun tidak akan hilang dari Kacamata 3D Anda.

Dari segi harga pun CINEMA 3D – untuk Kacamata 3D nya ini memberi harga yang sangat bersahabat dengan kantong para penikmat TV 3D karena harganya yang terjangkau. Sebagai perbandingan saya akan memberi bocoran harga Kacamata FPR 3D yang dijual dipasaran yakni hanya berkisar dari Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu rupiah per pieces. Sementara Kacamata 3D SG merek lain dijual dengan harga di atas Rp 1 juta per piecesnya. Jadi sudah bisa kebayang kan kalau nantinya seluruh keluarga akan bisa menikmati secara bersama-sama tayangan atau film 3D tanpa harus mengantri giliran menonton hanya jumlah Kacamata 3D yang terbatas.

3D TV - LG vs SAMSUNG


Mega Battle 3D TV - LG LX9500 vs SAMSUNG UA46C8000



Jum'at, 29 Oktober 2010 10:13
KapanLagi.com - Gadget Indonesia
Gadget Indonesia
Ini adalah bentuk gambaran dari masa depan industri televisi. Keajaiban 3D yang dulu seolah menjadi barang mahal dan eksklusif, kini hadir di tengah-tengah ruang keluarga Anda. Menemani waktu santai Anda dengan hiburan futuristik berpoles tiga dimensi. Dari semua vendor televisi yang membenamkan label 3D, sejatinya baru Samsung saja yang produknya sudah beredar di pasaran. Wajar jika itu terjadi, mengingat Samsung menjadi pionir ketika mereka melakukan mass product untuk TV 3Dnya. Lalu apa yang dilakukan para pesaingnya, tentu saja mereka tidak patah arang. Salah satunya adalah LG, dua vendor dari negara yang sama ini seolah sedang berlari di lintasan seratus meter. Masing-masing coba menyalip dan mendahului dengan seabreg fitur yang ditawarkannya. Mana yang lebih baik? Simak ulasan kami berikut ini.
LG LX9500
LG LX9500
SPECIFICATIONS
Display Type:LED TV
Screen Size (Inch ):47
Resolution:1920x1080
BLU Type (Backlight):Full HD
Dynamic Contrast Ratio:10,000,000:1
Viewing Angle Degree:178/178
Colors Reproduction (R,G,B):10bit
Response Time (MPRT):1ms
WCC (Wide Color Control):Yes
Full HD:Yes
Borderless Design:Yes
Dual XD Engine:Yes
Aspect Ratio Correction:8 Modes (l6:9/JustScan/Original/4:3/l4:9/Zoom/Cinema Zoom/Full Wide)
Color Temperature Control:(Cool/Medium/Warm)
Picture Status:Mode
Panjang:1085,9mm
Lebar:255mm
Tinggi:710,6mm
Berat:26,7kg
Samsung UA46C8000
Samsung UA46C8000
SPECIFICATIONS
Screen Size:46" (116cm)
Resolution:1920x1080
Clear Motion Rate:800
Dolby:Dolby Digital Plus, Dolby pulse
SRS:SRS TheaterSound
Picture Engine:3D HyperReal Engine
Wide Color Enhancer Plus:Yes
Clear Motion Rate:800
Slim Type:Ultimate Slim
Front Color:Brushed Titanium
Light Effect (Deco):No
Stand Type:Quad (4 Legs)
Swivel (left/right):Yes
Panjang:1090,8mm
Lebar:303mm
Tinggi:723,8mm
Berat:22,9kg
The Battle Begin..
Dari segi desain, C8000 dikemas dengan polesan titanium dan frame yang sangat tipis. Diagonalnya 46 inci. Sementara LX9500 memiliki diagonal 47 inci dibalut warna hitam, dengan konsep borderless.
Kaki penopang yang dimiliki C8000 terlihat sangat kokoh, selain terbuat dari besi, kaki penopangnya dibuat mengarah ke empat titik, sehingga posisi TV lebih stabil. Lain halnya dengan penopang LX9500 yang terbuat dari kaca dengan kaki berbentuk persegi panjang.
Remote yang dihadirkan cukup unik. Samsung mendandani remotenya dengan teliti. Dengan sentuhan akhir glossy. Awalnya kami menyangka remote menggunakan panel sentuh, ternyata tetap harus ditekan. Lain lagi dengan LG, kemasannya TV 3Dnya dengan dua remote sekaligus. Remote yang kedua diberi nama Magic Remote, yang memiliki fungsi seperti kontroler Nintendo Wii.
Bagi kedua TV ini, remote menjadi satu hal yang sangat vital. Meski ada panel sentuh untuk navigasi di masing-masing TV, menu 3D hanya bisa diakses melalui remote. Baik LG maupun Samsung menggunakan kacamata 3D jenis active shutter. Letak perbedaannya ada pada variasi kacamata yang dimiliki. Samsung mempunyai dua jenis kacamata active shutter. Kacamata 3D yang pertama menggunakan baterai internal. Jika baterainya habis, Anda bisa mengisi ulang melalui koneksi micro USB yang disediakan. Sementara kacamata 3D yang kedua adalah jenis yang menggunakan baterai. Umum digunakan pada jam tangan dan perangkat gadget lain, jadi Anda tidak perlu repot mencari gantinya jika baterai habis. Adapun LG, memiliki satu jenis kacamata 3D active shutter yang mengandalkan port USB sebagai satu-satunya cara untuk mengisi ulang baterainya.
Tentu Anda sudah bisa menduga kualitas warna dan ketajaman dari TV milik Samsung dan LG ini. Utamanya ketika menampilkan tayangan 3D. Dalam setting normal, C8000 akan menjadi sebuah televisi resolusi tinggi 1080p. Untuk mengubahnya menjad 3D cukup menekan tombol 3D pada remote. Sejurus kemudian, tampilan tayangan akan berubah menjadi 3D. Sementara l_X9500 sudah mengadopsi teknolog motion hingga 480Hz yang membuat gambar 3D kecepatan tinggi begitu detil saat beraksi di hadapan Anda. Namun interpolasi gambar 3DTV ini kurang terasa dibandingkan milik Samsung, meski dihidupkan pada ruangan minim cahaya sekalipun. Kembali ke TV, jangan lupa untuk mengaktifkan kacamata Anda. Jika tidak menggunakan kacamata 3D, gambar akan menjadi blur.
Kenapa blur? Teknologi active shutter memecah gambar menjadi dua. Satu untuk mata kanan, dan satu untuk mata kiri. Di mana masing-masing mata mendapatkan gambar dengan frame rate 120 fps yang menghasilkan persepsi gambar yang 'dalam.' Jika Anda tidak menggunakan kacamata, gambar ; akan terlihat berbayang.
Salah satu kelebihan TV 3D Samsung adalah kemampuannya untuk mengkonversi tayangan 2D menjadi 3D. Begitupun sebaliknya. Jadi kalau suatu hari kacamata 3D Anda rusak, atau habis baterai, sementara Anda bisa menyaksikan film dalam format 2D. Kualitasnya tentu tidak menurun. Lagipula terlalu lama menonton 3D bisa membuat kepala Anda pusing.
Masalah selanjutnya yang muncul adalah peletakan TV. Karena Anda tidak bisa menyimpan sembarangan. Terkena cahaya matahari langsung akan membuat kacamata menujukkan gejala flicker. Sebagai vendor yang serius dalam industri 3D, Samsung melengkapi jajaran produk 3D nya dengan 3D Blu-ray player. Blu-ray player biasa tidak akan bisa digunakan untuk memutar Blu-ray dalam format 3D. Pun demikian, panel TV C8000 sanggup mengkonversi standar Blu-ray dan DVD menjadi 3D.
Design
Jika Samsung dikemas dalam balutan titanium, maka LG memilih untuk memolesnya dengan warna hitam pekat. Sementara Samsung menawarkan kesan futuristik, LG memberikan kesan elegan. Yang perlu diperhatikan adalah penopangnya. Samsung C8000 tampak lebih kokoh dengan penopang besi dimana kaki-kakinya mengarah ke empat titik berbeda. Sementara LG LX9500 mengandalkan kaki yang bertumpu di satu titik.
3D Glasses
Keduanya menggunakan kacamata 3D jenis shutter glass. Sama-sama bisa diisi ulang melalui USB. Bedanya, Samsung menyediakan alternatif kacamata yang menggunakan baterai biasa. Kacamata LG sedikit lebih ketat di sekitar kepala dan telinga, meski itu tidak berpengaruh ke kualitas gambar. Jika memiringkan kepala, kedua kacamata akan sama-sama semakin gelap, dan akan gelap total pada sudut 90°. Satu hal yang tidak mungkin terjadi pada TV 3D jenis plasma.
Port
Portnya sama-sama lengkap, tapi sayang posisi port input TV LG mengarah ke belakang, menyulitkan ketika hendak mount TV di dinding.
Remote
Baik LG ataupun Samsung sama-sama menyiapkan remote berkelas. Desainnya memang lebih 'mahal' Samsung, tapi remote LG tidak kalah inovatif.
3D Picture and Depth
Keduanya memberikan kualitas 3D yang dalam. Secara visual, kedalaman objek yang berada di depan dan yang berada di background bisa dihadirkan dengan detail. Samsung memiliki gambar 3D yang entah kenapa lebih gelap dibandingkan LX9500. Hal ini membuat tampilan menjadi lebih intense dan kualitas 3D kian tajam.
Reproduksi warna LX9500 lebih terang dengan level brightness yang lebih tinggi, maksimal ketika menyaksikan sajian 3D di siang hari. Pun demikian C8000 memungkinkan Anda untuk mengatur level backlight di modus 3D. Kaca LX9500 cukup reflektif, mengganggu jika Anda menyaksikan film 3D dalam kondisi terang. Samsung bekerja lebih baik terhadap pantulan, termasuk sinar matahari dan lampu.
Cipratan air, serpihan kertas bisa tersaji apik baik di LG LX9500 maupun Samsung C8000. Seolah serpihan tadi ada di depan mata Anda. Akan lebih menarik jika Anda menggunakan TV 3D dalam kondisi kurang cahaya. Samsung C8000 memungkinkan Anda untuk mengatur atau menyesuaikan tampilan gambar ketika modus Standar (full HD) ataupun modus 3D. Sementara pada LX9500 Anda hanya dapat menyesuaikan gambar pada modus standar saja.
Convertion
Mengubah tayangan biasa menjadi 3D itu keajaiban yang dimiliki C8000. Pun sekiranya Anda tidak memiliki 3D Blu-ray player, Anda masih bisa menyaksikan tayangan 3D. Sementara LG LX9500 tidak bisa berbicara banyak. Karena LX9500 tidak memiliki fitur yang bisa mengkonversi tayangan 2D menjadi 3D. C8000 jelas menang telak.
Aksesoris
Ok. Samsung cukup serius menangani aksesoris, untuk melengkapi C8000 dan jajaran TV 3Dnya, sebuah 3D Blu-ray player dihadirkan. Lengkap dengan alternatif kacamata 3D yang menggunakan baterai terpisah. LX9500 di lain sisi, sampai saat ini masih belum melengkapi koleksi TV 3Dnya dengan aksesoris yang menunjang kepuasan dalam menyaksikan 3D.
And the winner is?
Untuk menyaksikan tayangan 3D ada beberapa faktor yang bisa dipenuhi. Pertama, tentu saja tv yang Anda miliki harus support 3D. Kedua, keberadaan pemutar cakram padat yang sudah mendukung teknologi 3D adalah sebuah keharusan. Terakhir tentunya sebuah teknologi yang bisa mengkonversi tayangan 2D ke 3D. Ketiganya adalah faktor yang saling melengkapi. Jika tv Anda sudah bisa mengkonversi 2D ke 3D Anda bisa mengulur waktu untuk membeli pemutar cakram 3D.
Di atas kertas, kualitas 3D yang ditampilkan kedua vendor saling menyusul. Satu dan lainnya saling melengkapi kekurangan yang dimiliki. Beragam variabel memang, tapi kami memutuskan untuk memilih Samsung sebagai pemenang di Mega Battle kali ini. Keduanya memang menawarkan harga yang relatif mahal. Tapi dari beragam fitur yang dihadirkan, Samsung lebih lengkap, pun dengan asesoris yang dimilikinya, di mana Samsung telah melengkapi koleksi 3Dnya dengan 3D Blu-ray player.(Gadget/roc)
Scores:
LG LX9500Samsung UA46C8000
Design:55
3D Glasses:24
Port:24
Remote44
3D Picture and Depth:24
Conversion:14
Accessories:24
Price:3 (IDR 38.000000,-)4 (IDR 34.000.000,-)
"Samsung memiliki banyak keunggulan yang tidak Anda akan temukan diTV3D lainnya. Namun bisa didapatkan dengan harga terjangkau."
Source: Gadget Indonesia, Agustus 2010, halaman 42

LED 3D TV


Majalah Riset Amerika Pilih CINEMA 3D Sebagai LED 3D TV Terbaik di Dunia

picture5
Sepertinya LG tidak henti-hentinya membuat semua orang terkejut dengan inovasi-inovasi dari produk-produknya. Belum lama ini, saya membaca sebuah artikel berita tentang kesuksesan LG di Consumer Reports — terutama untuk produk terbarunya, LED 3D TV.
Consumer Reports adalah majalah Amerika Serikat yang diterbitkan setiap bulan oleh penerbit Consumer Union sejak tahun 1936. Majalah ini menerbitkan review dan perbandingan produk dan jasa berdasarkan hasil laporan dan uji coba di laboratorium.
Consumer Reports juga menerbitkan tips-tips dan pembelian umum. Consumer Reports tidak mencetak iklan luar, tidak menerima produk sample gratis, dan tidak mengijinkan penggunaan komersial dari produk-produk yang dijualnya karena Consumer Reports tidak akan pernah berpihak ke pihak manapun dalam melakukan penilaian.
Semua produk yang diuji, dibeli langsung oleh pihak Consumer Reports bukan sample dari perusahaan terkait dan dites secara langsung juga oleh Consumer Reports. Pengujian yang bersifat independen dan adil ini membuat Consumer Reports menjadi acuan yang paling terpercaya di Amerika Serikat bahkan di dunia dalam memilih suatu produk untuk dibeli.
picture1
ARTIKEL TENTANG KESUKSESAN CINEMA 3D SEBAGAI BEST BUY DI USA

LG Meraih Predikat Best Buy dari Consumer Report untuk produk TV 3D terbarunya, CINEMA 3D
LG Meraih Predikat Best Buy dari Consumer Report untuk produk TV 3D terbarunya, CINEMA 3D
Dan kini dengan reputasi Consumer Reports yang begitu hebat, sudah sepantasnya menjadi hal yang sangat patut diacungi jempol dari LG selain kesuksesan produk terbarunya CINEMA 3D yang sukses merebut hati para pencinta TV 3D, CINEMA 3D untuk seri LW5600 47” sukses meraih gelar sebagai produk terbaik edisi online majalah US, Consumer Reports.
Dengan nilai rata-rata tertinggi yakni 76 poin, LG CINEMA 3D pun patut mendapatkan peringkat sangat baik untuk gambar 3D yang dihasilkan karena terasa begitu nyata untuk ukuran tampilan 3D di TV dan ternyata dari segi audio pun CINEMA 3D mendapat peringkat yang sangat baik.
Penggunaan fitur-fitur dan kelengkapannya juga sukses mengantarkan CINEMA 3D menjadi produk terbaik menurut majalah tersebut. Dengan hasil ini LG CINEMA 3D berhasil mengunguli para kompetitornya seperti Samsung atau Sony.
Pengujian dan penilaian terhadap produk TV 3D ini dilakukan terhadap 13 produk dari enam merek produsen TV 3D, mereka adalah LG, Samsung, Sharp, Sony, Toshiba, dan Vizio. Penilaian yang dilakukan oleh Consumer Reports ini meliputi beberapa aspek di antaranya efek 3D, kualitas gambar HD, pengujian remote control, tampilan menu, dan lain sebagainya. Dari beberapa aspek tersebut, LG mengungguli produk TV 3D lain yang ikut diuji.

SONY 3D TV
SONY 3D TV

SHARP 3D TV
SHARP 3D TV


VIZIO 3D TV
VIZIO 3D TV

TOSHIBA 3D TV
TOSHIBA 3D TV

SAMSUNG 3D TV
SAMSUNG 3D TV
LG CINEMA 3D juga berhasil mendepak TV 3D Samsung ke urutan terendah hanya dengan nilai 57. LG meraih nilai tertinggi dihampir semua kategori yang dinilai seperti efek 3D meraih 4 poin, kualitas gambar HD meraih 5 poin, remote control meraih 5 poin, tampilan menu meraih 5 poin, dan keberagaman fungsi 5 poin.

Untuk kategori keberagaman fungsi, TV 3D Vizio bersaing ketat dengan TV 3D LG untuk menjadi yang terbaik. TV 3D Vizio memiliki kemampuan yang cukup bagus untuk bisa terkoneksi dengan game console dan Blu-ray DVD player. Tapi sayangnya, Vizio justru kurang bisa dipercaya kemampuan koneksinya manakala harus berhubungan dengan iPhone atau iPad. Sementara LG, meski dikejar Vizio, mampu menjadi yang terbaik di aspek penilain keberagam fungsi ini.Pasalnya selain mudah terkoneksi dengan game console, iPhone atau iPad, dan Blu-Ray DVD Player TV 3D LG bisa terhubung langsung dengan peralatan tambahan tersebut tanpa harus menginstall aplikasi tambahan.

ARTIKEL TENTANG KESUKSESAN CINEMA 3D SEBAGAI BEST BUY DI USA
ARTIKEL TENTANG KESUKSESAN CINEMA 3D SEBAGAI BEST BUY DI USA
Sementara itu Samsung Electronics dengan produk Samsung 3D TV nya yang mendapat nilai terendah menuai kritikan yang cukup tajam dari segala aspek.. Layarnya menuai kritikan yang cukup tajam karena dianggap tidak menunjukkan konsistensi dari tingkat kecerahan, tepi layar TV yang dianggap mengganggu, dan hilangnya warna bahkan gambar jika dilihat dari samping.

Komparasi Kacamata 3D
Komparasi Kacamata 3D
Selain itu dari segi Kacamata 3D pun, oleh para konsumen TV 3D, Kacamata 3D milik TV 3D lain tadi dianggap tidak seperti Kacamata 3D milik LG yang ringan dan sangat nyaman untuk dipakai. Kacamata 3D berteknologi SG dari Samsung, Sony, Sharp, dan lainnya ternyata menimbulkan keluhan sakit kepala dan mata yang berair begitu selesai menonton tayangan 3D.
Kacamata 3D SG dari merek-merek selain LG itu juga mendapat keluhan soal baterainya yang sering sudah habis ditengah-tengah film hingga menurunkan mood orang yang sedang menonton dan dalam hal ini tentu saja membuat merek lain, kalah telak dari LG CINEMA 3D karena Kacamata 3D dari LG sudah tidak menggunakan baterai karena sudah menggunakan sistem polarisasi. U.S Magazine tersebut juga mengakui keunggulan kacamata FPR 3D dari LG ini dan ini kali pertama majalah itu menilai produk 3D TV secara keseluruhan.

CINEMA 3D Sangat Mendukung Para Pencinta Game Karena Tampilan Gambarnya Yang Hampir Sempurna Untuk Game Bertampilan HD
CINEMA 3D Sangat Mendukung Para Pencinta Game Karena Tampilan Gambarnya Yang Hampir Sempurna Untuk Game Bertampilan HD
Selain itu, LG CINEMA 3D juga mempunyai kualitas terbaik dalam Konversi 2D ke 3D terutama untuk tontonan dengan gambar yang cukup dinamis pergerakannya seperti film action, bermain game petualangan, dan tontonan berupa acara musik seperti dance battle atau konser musik.
Kualitas gambar hasil Konversi 2D ke 3D LG CINEMA 3D memiliki tingkat blur dan overlapping gambar yang sangat tinggi. Para kompetitornya juga mempunyai fitur yang sama seperti Samsung yang juga mempunyai fitur ini, akan tetapi hasilnya malah lebih menambah keluhan pada kualitas gambar 3D yang dihasilkan dimana kualitas gambar hasil Konversi 2D ke 3D milik Samsung lebih nge-blur dan overlapping gambarnya terlihat jelas sehingga membuat penikmat TV 3D yang menggunakan TV 3D dari Samsung banyak merasa tidak nyaman dengan fitur Konversi 2D ke 3D yang diberikan oleh Samsung.

ARTIKEL TENTANG KESUKSESAN CINEMA 3D SEBAGAI BEST BUY DI USA
ARTIKEL TENTANG KESUKSESAN CINEMA 3D SEBAGAI BEST BUY DI USA
Dengan hasil dari U.S Magazine – Consumer Reports tersebut membuat LG semakin percaya diri mempromosikan LED 3D TV nya itu. Untuk pembaca sekalian, berikut adalah komparasi akan TV 3D yang bisa Anda nilai langsung melalui video yang saya ambil dari youtube berikut ini:

ARTIKEL TENTANG KESUKSESAN CINEMA 3D SEBAGAI BEST BUY DI USA
ARTIKEL TENTANG KESUKSESAN CINEMA 3D SEBAGAI BEST BUY DI USA
Jadi apabila merujuk dari hasil riset, pengujian, dan penilaian yang diberikan oleh Consumer Reports akan berbagaikelebihan yang dimiliki TV 3D LG, pantaslah kalau menyebut CINEMA 3D dari LG itu menjadi TV 3D terbaik di dunia untuk saat ini.

Sumber gambar :