link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 05 Januari 2013

Tumbuh dan besar

Anda tumbuh dan besar, maka Anda telah tumbuh dengan separuh pujian dan separuh kritik. 
Anda yang hidup sekarang ini, adalah Anda yang separuh 'rusak'. 
Anda bisa melakukan sesuatu untuk memperbaiki berbagai kebimbangan, ketakutan, kemarahan, dan perilaku yang menghambat diri.
I Care About You,
Dwika







Kata-Kata Anda Menjadikan Anda
QA-Communication


Materi oleh: Chuck Gallozzi

PENGARUH KATA-KATA DALAM MEMBENTUK DIRI ANDA
Pernahkah Anda merasa terluka karena kata-kata seseorang? Pernahkan Anda merasa mendapat dorongan dari seseorang karena kata-katanya? Ya tentu saja. Itulah kekuatan dari kata-kata. Kata-kata dapat mengangkat atau menghempaskan Anda. Kata-kata dapat mempertajam, membentuk atau mematahkan Anda.

Pesan berbentuk kata-kata yang secara konstan diulang dan disampaikan kepada kita sebagai anak-anak, telah membentuk diri kita saat ini. Semua pesan itu tenggelam ke dalam alam bawah sadar kita, dan secara otomatis akan di-replay dalam pikiran kita sebagai 'berbicara pada diri sendiri'.

ANDA ADALAH MANUSIA SEPARUH RUSAK
Jika secara konstan Anda dipuji, maka Anda akan lebih percaya diri. Jika secara konstan Anda dikritik, Anda akan merasa tak punya kekuatan, rendah diri, tak berharkat dan tidak bermartabat. Jika Anda tumbuh dan besar seperti umumnya kita, maka Anda telah tumbuh dengan separuh pujian dan separuh kritik. Itu artinya, Anda yang hidup sekarang ini, adalah Anda yang separuh 'rusak'.

Sekali Anda menyadari sebab dari berbagai kebimbangan, ketakutan, kemarahan, dan perilaku yang menghambat diri, maka Anda bisa melakukan sesuatu untuk memperbaiki semua itu.

APA YANG BISA ANDA LAKUKAN?
Apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki segala kerusakan yang telah terjadi, adalah mengganti semua pesan negatif yang berseliweran di dalam kepala Anda dengan pesan-pesan positif. Pesan positif itu disebut dengan afirmasi. Dan dengan pengulangan secara konstan, pesan itu akan menembus ke alam bawah sadar Anda.

Sekali pesan itu tiba di tempatnya, maka ia akan mulai membentuk berbagai kepercayaan baru, dan akhirnya bermuara pada berbagai perilaku yang baru, yang positif dan konstruktif.

Haruskah Anda melatih afirmasi? Tak peduli apakah Anda mau atau tidak melatih afirmasi, Anda telah melakukannya selama ini. Secara konstan, selama ini Anda jelas telah sangat sering berbicara kepada diri sendiri. Dan jika selama ini Anda mengobrolkan berbagai hal yang positif dengan diri Anda sendiri, selamat dan pertahankanlah!

Akan tetapi, bila Anda terbiasa mengucapkan berbagai pesan negatif kepada diri sendiri, maka semua pesan negatif itu akan menjebak Anda. Kinilah saatnya Anda mengambil alih kontrol. Inilah saatnya bagi Anda untuk mengafirmasi apapun yang Anda inginkan di dalam hidup, dan menentukan nasib Anda sendiri. Anda bisa melakukannya dengan menciptakan dan mengulangi berbagai pesan positif untuk diri Anda sendiri.

Bagaimana caranya? Berikut ini adalah prinsip-prinsip dasarnya.

1. CARA MENYUSUN AFIRMASI
Berfokuslah pada apa yang Anda inginkan, BUKAN pada apa yang ingin Anda hindari. Contoh, jika Anda ingin menghentikan kebiasaan bergunjing, jangan katakan "Saya mau berhenti menggunjing" sebab kalimat itu justru berfokus pada perilaku yang ingin Anda hindari. Dengan kata lain, jika Anda terus menerus memikirkan kata "bergunjing", maka Anda cenderung makin menikmati dalam hal ini tentu ada tambahan berupa tiupan-tiupan dari setan). Berfokuslah pada apa yang Anda inginkan dengan mengatakan "Saya ingin menjadi orang yang mulutnya bersih". Kini, Anda telah berfokus pada perilaku yang sehat dan positif, orang yang mulutnya bersih dari gunjingan.

Tidak usah terlalu khawatir. Alam bawah sadar Anda ada gunanya, dan ia akan segera menjalankan tugasnya. Sekali pesan Anda itu sampai ke alam bawah sadar Anda, alam yang satu itu akan segera memahami pentingnya berhenti menggunjing agar mulut Anda bisa bersih. Dan secara otomatis, alam bawah sadar Anda akan menciptakan hasrat untuk berhenti.

Buatlah afirmasi Anda singkat.

Jika Anda mencoba membuat afirmasi yang kompleks, maka Anda akan kehilangan fokus. Berfokuslah hanya pada SATU isu di suatu saat. Segera setelah afirmasi Anda mulai terkapitalisir (menurut riset sekitar tiga minggu), maka Anda sudah bisa bergerak ke afirmasi berikutnya.

Gunakan 'present tense'.

Jangan katakan "Saya AKAN menjadi orang yang percaya diri" sebab alam bawah sadar Anda justru akan selalu menunda tugasnya. Katakan saja "Saya SEDANG dalam proses menjadi orang yang percaya diri".

Buatlah spesifik.

Jangan katakan "Saya sedang menurunkan berat badan" sebab alam bawah sadar Anda tidak tahu berapa kilogram yang harus diturunkan. Katakan "Saya sedang menurunkan berat badan 15 kilogram dalam tiga bulan per 25 Oktober tahun 2006 ini".

Gunakan kata ganti orang pertama, kedua dan ketiga.

Saat Anda berbicara pada diri sendiri, gunakan kata ganti orang pertama, dan jangan lekatkan itu dengan kata negatif. Contoh, jika Anda mengatakan "SAYA goblok", maka itu akan membuat orang lain mengatakan "ANDA goblok". Begitu pula "RUDI goblok". Lekatkanlah kata ganti itu dengankata positif. "SAYA ganteng. ANDA ganteng. RUDI ganteng."

2. MENGHINDARI KONFLIK
Jika saya menggunakan kalimat "Saya percaya diri", bukannya itu berarti bahwa saya justru tidak percaya diri? Jika ini persoalannya, bukankah afirmasi justru menipu? Bagaimana saya bisa mempercayai kebohongan? Ada lima cara untuk merekonsiliasi konflik semacam ini.

Pertama, susunlah ulang kata-kata afirmasi sehingga menjadi sesuatu yang bisa dipercaya. Gantilah "Saya percaya diri" dengan "Saya punya bibit untuk percaya diri, saya menanamnya setiap hari dan saya juga memanennya setiap hari." Atau, "Setiap hari saya menjadi orang yang lebih percaya diri." kata persisnya tidaklah terlalu penting. Yang penting, Anda sendiri bisa mempercayainya.

Kedua, sadarilah bahwa afirmasi Anda BUKANLAH pernyataan tentang fakta, melainkan pengumuman tentang target Anda. Itu bukan fakta, akan tetapi itu adalah langkah pertama dalam memanifestasikan impian Anda.

Ketiga, gunakan penolakan. Gantilah "Saya percaya diri" dengan "Saya tidak pernah menjadi pengecut. Saya selalu percaya diri." Ingat, jangan hanya mengatakan "Saya tidak pernah menjadi pengecut" sebab itu akan berfokus pada perilaku negatif. Segeralah ikuti kata itu dengan "Saya selalu percaya diri." Dengan begitu, pernyataan itu akan menjadi positif kembali. Penolakan dengan kalimat "Saya selalu percaya diri" akan mengatakan kepada alam bawah sadar Anda bahwa "Saya pengecut" adalah tidak benar.

Keempat, dan teknik ini powerful. Gunakan dua lembar kertas. Di satu kertas tulislah afirmasi Anda sekitar 2-30 kali. Setiap kali Anda menulis afirmasi, segeralah tuliskan di kertas yang satunya lagi, apapun yang terpikir di dalam kepala Anda berkaitan dengan afirmasi itu. Terus begitu, afirmasi - respon, afirmasi - respon. Anda akan menemukan bahwa respon Anda di kertas kedua secara perlahan akan berubah. Respon itu akan menjadi semakin positif. Misalnya:

"Kayaknya nggakbisa deh" bergeser menjadi:
"Bisa jadi" bergeser menjadi:
"Kalo dilatih sih pasti bisa" bergeser menjadi:
"Gua emang pengen bisa" bergeser menjadi:
"Gua tahu kalo gue bisa" bergeser menjadi:
"Kalo gue mau pasti bisa"

Kelima, adalah dengan mengganti afirmasi Anda menjadi sebuah pertanyaan. Gantilah "Saya percaya diri" dengan "Apa yang gue butuhin supaya keberanian gue tumbuh?" Atau "Gimana caranya supaya gua tambah PD?" Jika Anda mengganti afirmasi Anda menjadi pertanyaan, maka alam bawah sadar Anda akan bekerja dan menginspirasikan rencana tindakan.

MELATIH AFIRMASI
Sebelum mulai berlatih, rileks dan jernihkan pikiran Anda. Putuskan isu yang akan Anda tangani, kemudian buatlah afirmasi Anda. Selanjutnya, berlatihlah menuliskan afirmasi dan respon Anda (cara keempat di atas) sekitar 2-30 kali. Lakukan hal ini setiap malam sebelum tidur. Pengembaraan pikiran Anda akan Anda bawa ke alam tidur. Itulah saatnya alam bawah sadar Anda menyerap pesan Anda dan menginspirasikan perubahan perilaku.

Lakukan latihan ini setiap hari untuk setidaknya tiga minggu sebelum melanjutkan ke afirmasi berikutnya. Buatlah jurnal dan catatan tentang segala perubahan dan kejadian yang terjadi akibat afirmasi Anda. Ini akan membuat Anda fokus, diperkuat dan dipercepat. KUNCINYA adalah persisten dan pengulangan. Jangan pernah ketinggalan satu haripun. Jadikan ini bagian dari rutinitas keseharian.

Suntik afirmasi Anda dengan emosi. Apa rasanya setelah Anda mencapai hasil yang Anda inginkan? Rasakan perasaan itu sembari memvisualisasikan sukses Anda. Afirmasi Anda akan semakin bertenaga dan mulai membuahkan hasil.

MEMANIFESTASIKAN AFIRMASI
Janganlah hanya duduk dan menunggu. Jangan hanya menunggu afirmasi Anda merubah hidup Anda. Mulailah menciptakan berbagai hal hari ini juga. Tindakan dan afirmasi Anda saling memperkuat. Jika afirmasi dan tindakan dilakukan secara berbarengan, maka kekuatan yang luar biasa besar akan menyembur dari dalam diri Anda. Di titik ini, sukses Anda akan terjamin. Itu sebabnya, lakukan tindakan dan afirmasi secara berbarengan.

Misalnya saya pemalu. Kemudian saya membuat afirmasi "Saya tidak lagi pemalu. Saya merasa nyaman berbicara dengan orang lain." Sambil mengafirmasi diri, saya mengambil tindakan dengan tidak lagi menghindari orang lain, dan malah menyapanya "Hai apa kabar?". Saat saya berpapasan dengan orang lain pun, saya juga menyapa "Hai apa kabar?". Tidak ada proses yang terhenti.

Dengan terus mengafirmasi diri dan terus mengambil tindakan-tindakan kecil, saya mulai senang karena menemukan bahwa bertegur sapa dengan orang lain ternyata lebih mudah dari yang saya bayangkan. Segera setelah 'penemuan' itu, saya siap untuk meng-extended 'obrolan' saya. Dari sekedar "Hai apa kabar?" menjadi "Hai apa kabar? Apakah Anda senang hari ini?" Saya masih pemalu, tapi saya telah mengalami progres!

Saya terus mengembangkannya. Dan seseorang, akan mulai bertanya lebih jauh kepada saya "Anda mau kemana". Dan tanpa keraguan, saya akan menjawab "Saya mau ke perpustakaan."

Wow!!! Ajaib! Ajaib! Saya sudah mengobrol dengan seseorang.

MEMPERKUAT AFIRMASI
Ada beberapa cara untuk memperkuat afirmasi. Cara yang mudah adalah dengan merekam afirmasi Anda. Rekamlah afirmasi Anda sekitar 10 menit. Gunakanlah kata ganti orang pertama, kedua dan ketiga. Putarlah rekaman Anda itu selagi Anda mengerjakan hal lain. Anda tidak perlu secara sengaja mendengarkannya. Yakinkan saja bahwa rekaman Anda itu cukup terdengar. Tidak pula terlalu keras terdengar. Asal sampai ke telinga Anda saja. Jadikan afirmasi itu sebagai lagu background saat Anda mengerjakan sesuatu.

Anda juga bisa menulis afirmasi Anda di kartu khusus, kemudian tempelkan di kaca kamar mandi. Tempelkan di atas monitor komputer. Jadikan sebagai screensaver. Taruh di dalam dompet di sebelah uang atau kartu Anda. Di manapun Anda bisa segera melihatnya. Ingat, Anda tidak perlu sengaja untuk melihatnya, biarlah pesan afirmasi Anda sekedar 'terlihat'.

Di dunia ini ada dua kekuatan.
Yang satu positif dan yang satu lagi negatif.
Keduanya seiring dan sejalan tanpa pernah bertemu satu sama lain.
Keduanya adalah masing-masing sisi di rel yang sama.
Waspadalah untuk menggunakan 'monorel' yang mana.
Positif atau negatif.
Apapun yang menjadi tujuan Anda.
Pastilah positif bagi Anda.
Kata-kata punya kekuatan dan kemampuan.
Untuk melaju di 'monorel' yang mana.
Kata-katalah yang membentuk diri Anda.
Pilihlah hanya yang positif untuk diri Anda.
Melajulah di 'monorel' yang positif.
Maka jadilah Anda orang yang positif.
Jadilah Anda orang yang sampai ke tujuan.
Dengan afirmasi yang positif.


Tidak ada komentar: