link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 29 Januari 2013

Kehidupan kita



Wed Jan 23, 2013 5:20 pm (PST) . Posted by:

"Palansa" saifalah_2005

setuju

Wed Jan 23, 2013 5:14 pm (PST) . Posted by:

"Dany Nugraha Kustiadi" jasnikom

Very Good Topik, bravo 4 dwika.....

Sesuai dg apa yg diajarkan oleh agama islam dan sabda rasul, bahwa kita
Tidak Boleh shu-uzon alias syak wasangka alias
berburuk sangka alias berfikiran negatif. Mengapa? karena yg pertama adalah
berdosa jika kita shu uzon, yg kedua adalah merusak
jiwa. Kita diharuskan ber khusnu-zon alias berbaik sangka alias berfikiran
positif. Mengapa? karena yg pertama, dg berbaik sangka
maka Allah memberi pahala. Yang kedua, berbaik sangka itu menyehatkan jiwa.

Lanjutkan boz Dwika !!!!

2013/1/24 Dwika Sudrajat dwikasudrajat@ yahoo.com>

> Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan sepanjang hari, karena
> memang semua perbuatan yang kita lakukan selalu diawali oleh pikiran.
> Kita semua adalah pelukis bagi kehidupan kita masing-masing. "Lukisan"
> hidup seperti apa yang Anda lihat dan rasakan saat ini, itu berasal dari
> pikiran Anda selama ini.
> Anda merasa bahagia dan positif, itu menandakan bahwa Anda selalu berpikir
> positif.
> Perbaikilah terlebih dahulu cara berpikirnya. You Are What You Think!
> I Care About You,
> Dwika
>
>
>
>
>
> You Are What You Think
Oleh Sigit Risat
> [image: Lowongan kerja dan Semangat] 
http://id.jobsdb. com/id>
>
> "Orang yang mengeluarkan pikiran positif akan mengaktifkan dunia
> sekitarnya secara positif dan kembali kepadanya dengan hasil yang
> positif." Itulah kutipan yang disampaikan oleh Norman Vincent Peale dalam
> bukunya yang sangat melegenda, The Power of Positive Thinking. Pesan untuk
> selalu berpikir positif tentu saja tidak hanya disampaikan oleh Norman
> Vincent Peale, melainkan juga bisa ditemukan dalam kitab-kitab suci dan
> ajaran-ajaran spiritual tentang kebaikan. Bahkan dalam mitologi Yunani juga
> kita mengenal kisah Pygmalion yang secara jelas menggambarkan dampak
> berpikir positif. Sekedar mengingatkan Anda, berikut kisah Pygmalion itu.
>
> Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sangat
> piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi
> bukan keahliannya itu Dia dikenal dan disukai oleh teman dan tetangganya.
> Melainkan karena Pygmalion dikenal sebagai orang yang selalu berpikir
> positif. Ia selalu memandang segala sesuatu dari sudut pandang yang baik,
> sudut pandang yang positif.
>
> Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi
> Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini".
> Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan
> Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata,
> "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih
> perlu". Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat.
> Ia malah merasa iba, "Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikanhttp://id.jobsdb. com/id/id/ industry/ pendidikan/ 1?JSSRC=HPJC> dan
> makanan yang cukup di rumahnya."
>
> Itulah pola pikir Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari sisi
> buruk, melainkan justru dari sisi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk
> tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik
> dibalik perbuatan buruk orang lain.
>
> Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang
> sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah selesai,
> patung itu tampak benar-benar seperti manusia. Wajah patung itu tersenyum
> manis menawan, tubuhnya elok menarik.Kawan- kawan Pygmalion berkata,
> "Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu." Tetapi
> Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia sungguhan. Berkali-kali
> patung itu ditatapnya dan dielusnya.
>
> Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap
> Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,
> yaitu mengubah patung itu menjadi manusia. Begitulah, Pygmalion hidup
> berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di
> seluruh negeri Yunani. Berdasarkan cerita itulah nama Pygmalion dikenang
> hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir positif. Kalau kita
> berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, maka hasilnya
> betul-betul menjadi positif.
>
> Kazuo Murakami, Ph.D. seorang ahli genetika terkemuka dunia, pemenang Max
> Planck Research Award dan Japan Academy Prize, berdasarkan penelitianhttp://id.jobsdb. com/id/id/ job-list/ ilmu-pengetahuan -lab-researchdev elopment/ riset-pengembang an/1?JSSRC= HPJC> yang
> ditulis dalam bukunya berjudul The Divine Code of Life, dengan rendah hati
> Dia mengungkap temuannya bahwa pemahaman umum bahwa gen manusia adalah
> bersifat tetap dan tidak bisa diubah atau turun temurun ternyata tidak
> sepenuhnya benar. Ternyata, gen seseorang bisa berubah dari negatif menjadi
> positif dengan melakukan tiga kebiasaan, yaitu: Memulai apa pun dengan niat
> mulia, Hidup dengan penuh rasa syukur, dan selalu berpikir positif. Pada
> dasarnya ketiga faktor penyebab gen menjadi positif itu menyangkut pola
> pikir.
>
> Jadi kesimpulan sederhananya adalah, kita akan menjadi seperti apa yang
> kita pikirkan sepanjang hari, karena memang semua perbuatan yang kita
> lakukan selalu diawali oleh pikiran. Anda membaca tulisan ini juga bukankah
> terlebih dahulu Anda memutuskan dalam pikiran ingin membacanya? Seperti
> sebuah lukisan, apakah itu lukisan pemandangan alam yang indah, lukisan
> wajah perempuan cantik, lukisanserdadu sedang berperang, lukisan sebuah
> keluarga yang sedang tertawa riang, lukisan seorang ibu yang sedang
> menangis sedih, atau lukisan hantu berwajah seram, bukankah sebelum lukisan
> itu tertuang di atas kanfas, awalnya gambar itu berada dalam benak atau
> pikiran si pelukisnya ?
>
> Ya, kita semua adalah pelukis bagi kehidupan kita masing-masing. "Lukisan"
> hidup seperti apa yang Anda lihat dan rasakan saat ini, itu berasal dari
> pikiran Anda selama ini. Jika Anda merasa hidup Anda penuh dengan hal-hal
> yang negatif, itu artinya selama ini pikiran Anda didominasi oleh
> pikiran-pikiran negatif. Begitu juga sebaliknya, jika Anda merasa bahagia
> dan positif, itu menandakan bahwa Anda selalu berpikir positif. Merujuk
> pada hukum kekuatan pikiran ini, jika Anda ingin memperbaiki hidup, maka
> perbaikilah terlebih dahulu cara berpikirnya. You Are What You Think!
> *Sigit Risat*

Tidak ada komentar: