link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 24 Oktober 2012

What The Customer Thinks



Buatlah SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis. Sehingga Anda dapat memberikan perhatian khusus kepada karakteristik produk Anda dan Anda dapat memahami model dari pelanggan Anda, serta hal-hal yang membedakan  perusahaan Anda dari kompetitor. Apa yang membuat produk Anda itu Unik ? Ambillah waktu untuk memikirkan perbedaan  ataupun keunikan dari produk Anda yang berbeda dari kompetitor Anda.
be well,
Dwika



How To Increase Profits Dramatically With UVP ( Unique Value Proposition )

Sumber : vibizmanagement.com
Unique Value Proposition ( UVP )  bisa dikatakan  sama dengan USP  atau Unique Selling Proposition /  Unique Selling Point. Unique Value Proposition / Unique Selling Proposition (UVP  /  USP) adalah suatu strategi pesan yang unik atau powerful.  Suatu  pesan / massage yang powerful adalah suatu pesan yang :


- Dapat menjelaskan bagaimana uniknya produk Anda dibandingkan dengan kompetitor Anda
- Dapat memberikan penjelasan yang efektif  kepada pasar bagaimana produk Anda dan servis yang Anda berikan

Jika Anda sulit untuk mendefinisikan UVP / Unique Value Proposition Anda, maka dapat dipastikan bahwa customer potensial Anda akan mengalami kesulitan juga. Bagaimana customer akan membeli produk Anda jika mereka tidak mengerti keunikan dari produk yang Anda tawarkan ? Dan apakah kegunaan  mereka membeli produk Anda ?

Anda harus menunjukkan kepada pelanggan  bahwa produk Anda berbeda dan unik sehingga pelanggan akan memilih produk Anda.   Kenalilah  dan gunakanlah  UVP Anda. Secara singkat dapat diketahui bahwa tanpa suatu  Unique Value Proposition ( UVP ) maka perusahaan Anda ada dalam satu bahaya dimana perusahaan Anda akan tenggelam di tengah-tengah lautan persaingan bisnis yang ketat di masa ini.

Apakah  Unique Value Proposition dari produk Anda?.  

“ Mengapa customer  membeli produk Anda dan bukan produk kompetitor Anda ?"

Jika Anda tidak bisa mengerti  pelanggan Anda, maka Anda tidak akan dapat menghitung dan mengkualifikasikan UVP Anda. Anda harus mengenali customer Anda, sehingga Anda dapat memahami hambatan atau kendala  yang menghalangi customer membeli produk Anda.  Cobalah untuk megidentifikasi apa yang membuat bisnis Anda dapat tetap berjalan ditengah-tengah persaingan bisnis yang ketat pada saat ini. Dan apa saja yang membuat produk Anda menjadi pilihan  utama dari pelanggan.

Jika UVP Anda tidak masuk akal, ataupun jika Anda berusaha menyelesaikan suatu permasalahan dari customer tetapi tidak berhasil  menjawab kebutuhan mereka,  ataupun jika harga produk Anda setinggi langit, maka segeralah untuk mengambil tindakan. Anda tidak dapat terus bertahan. Hal-hal unik  dari produk Anda harus mampu menarik perhatian  para customer. Karena  pada  saat ini customer semakin cerdas dan cermat didalam memilih suatu produk.

Secara sederhana UVP adalah mengapa prospek harus membeli produk Anda.

Element-element dalam UVP  tersebut adalah :

    * Identification of your target market
    * The primary benefit your target market receives by working with your business
    * An indication of your products and services
    * What makes you unique

Selanjutnya dari element-element diatas, Anda dapat menggambarkan / membuat UVP Anda dan bagaimana untuk meraihnya dalam rencana bisnis Anda dan strategi-strategi marketing apakah yang Anda akan buat, serta strategi  dalam sales / penjualan Anda.  UVP Anda haruslah ringkas / simple.

What Steps Can You Take?

Think Internally

Apa yang membuat produk Anda itu Unik ?

Ambillah waktu untuk memikirkan perbedaan  ataupun keunikan dari produk Anda yang berbeda dari kompetitor Anda.

Buatlah SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis. Sehingga Anda dapat memberikan perhatian khusus kepada karakteristik produk Anda dan Anda dapat memahami model dari pelanggan Anda, serta hal-hal yang membedakan  perusahaan Anda dari kompetitor.

Think Externally

Apa yang penting untuk klien Anda ? Berpikirlah seakan-akan Anda adalah customer yang menggunakan produk yang Anda tawarkan.  Hanya berpikir seperti mereka saat Anda memposisikan diri Anda sebagai customer. Apakah tawaran  seperti : 'increasing lifetime value' or 'profitability' or 'increasing efficiencies' dapat mengakibatkan pelanggan membeli produk Anda ?  Jika jawabannya adalah “ Ya “,  maka  penting untuk Anda menggunakan bahasa ini ketika mendefinisikan UVP  Anda.

Sekarang Anda tahu siapa pelanggan Anda, Anda perlu menentukan apa yang pelanggan Anda butuhkan.

• Informasi apa yang pelanggan Anda cari ?
• Apa produk utama  yang pelanggan Anda  butuhkan?
• Kebutuhan apakah dari pelanggan yang dapat diberikan oleh perusahaan Anda  ?

Ingin Berbeda Dari Yang Lain ?

Tanyakan kepada pelanggan Anda dan karyawan Anda, bagaimana anggapan mereka terhadap produk  Anda dan bagaimana mereka akan menentukan UVP Anda. Hal ini akan  menjadi pengalaman yang  paling baik yang dapat Anda ataupun perusahaan Anda lakukan.

Anda akan mendapatkan suatu penilaian secara jujur mengenai produk Anda.  UVP Anda tidak dapat menutup kekurangan dalam bisnis Anda atau membangun kemampuan yang Anda inginkan. UVP Anda bukanlah  apa yang Anda katakan atau apa yang Anda inginkan. UVP Anda adalah seperti apakah produk  Anda sesungguhnya.

Intinya adalah untuk berbicara kepada pelanggan  Anda secara  relevan  - selain  juga bagaimana  cara yang Anda dan produk  Anda akan tawarkan akan menonjol di tengah-tengah kompetisi yang ada. Setelah Anda mendefinisikan UVP Anda, maka Anda dapat  menggunakan seluruh usaha untuk memasarkan produk Anda,  baik dengan iklan, sales, dan komunikasi layanan pelanggan. Karena Anda telah mengetahui  strategi yang tepat dan jitu untuk  menarik lebih banyak pelanggan yang tepat / potensial.

Bernhard Sumbayak, founder and chairman VIBIZ GROUP menyarankan bahwa secara periodik sebaiknya management mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk memastikan apakah Unique Value Proposition  yang dimaksud oleh management sama dengan UVP yang ada pada benak konsumennya. Kadang-kadang kenapa sebuah produk laku bukan karena  keunikan yang didisain perusahaan itu, tetapi krarena kebutuhan konsumen yang diluar perkiraan perusahaan pembuat produk.

Ingatlah pesan ini : What The Customer Thinks Is Much More Important Than What Management Thinks Is Important. Train yourself to see through your customers' viewpoint and you will increase profits dramatically

Mari kita lihat beberapa success story dibawah ini :

Hyundai merupakan satu contoh yang fantastis dari satu perusahaan yang  dapat secara cerdas memposisikan produknya dari awalnya. Penjualan Hyundai meningkat secara mengagumkan mengalahkan saingan-saingannya.  Oleh karena Hyundai sanggup menemukan cara dalam berinovasi dan mengembangkan UVP mereka.

Fed Ex: “When your package absolutely, positively has to get there overnight.”
Fed Ex sanggup mengguncang dunia bisnis pengiriman barang dimana Fed Ex sanggup memberikan layanan pengantaran barang hanya kurang dalam satu malam maka sudah sampai di tempat tujuan.

Domino’s Pizza: “You get fresh, hot pizza delivered to your door in 30 minutes or less … or it’s free.”

7-Up memposisikan produknya sebagai minuman  “ Uncola “, yang ditujukan kepada pelanggan yang tidak ingin mengkonsumsi  minuman “ Cola “.  Memang bagi pelanggan yang menyukai minuman Cola, maka 7-Up tidak menarik bagi mereka. Tetapi itu tidak menjadi masalah, sebab 7-Up memiliki target marketnya tersendiri. 

Swatch adalah contoh produk jam yang terkenal di dunia ini. Swatch memposisikan produknya sebagai “ fashion watch “ dengan ukuran lebih besar daripada ukuran jam dipasaran yang ada. Penjualan  Swatch dapat mengalahkan jam-jam buatan Jepang yang dipatok dengan harga yang rendah. 

Demikianlah jika Anda hendak meningkatkan  profit Anda secara  dramatically, strategi yang penting adalah Anda harus dapat mengembangkan  UVP Anda secara cerdas dan tepat.

Tidak ada komentar: