link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 16 September 2012

HDTV



Introduction to 3D
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=13965170#20
Resolusi pada HDTV
Spoiler for 
Jika akan membeli sebuah HDTV, maka akan sering melihat istilah “720p” dan “1080p” yang dipakai untuk menerangkan resolusi pada TV tsb. Dibawah ini coba diterangkan tips praktis tentang resolusi yang ada pada HDTV.

Bila gambar pada sebuah High Definition TV (HDTV) terlihat lebih tajam dan jernih dibandingkan TV umumnya, hal ini disebabkan karena HDTV memiliki resolusi yang lebih tinggi. Resolusi diukur dalam pixel, maka pada resolusi TV yang lebih tinggi akan memiliki lebih banyak pixel.

Pada TV standart (model lama) memiliki sekitar 300.000 pixel, sedangkan HDTV, pada saat ini, dapat memiliki 1 sampai 2 juta pixel – atau 6 X lebih banyak. Dengan tambahan pixel yang sangat banyak ini, maka akan sangat meningkatkan kualitas gambar di TV secara nyata.



Gambar diatas – sebelah kiri – mensimulasikan resolusi gambar dari TV model standart / lama, sedangkan gambar sebelah kanan, mensimulasikan kualitas gambar dari HDTV. Harap diperhatikan adanya ‘soft edges dan jagged lines’ pada gambar sebelah kiri (TV standart).

Bila membicarakan tentang kualitas dari suatu gambar, maka sebenarnya kita bicara tentang 2 hal yaitu :
a) resolusi dari layar TV
b) resolusi dari sumber yang dipakai, misalnya dari DVD player, cable box,Blu-ray Player, Media Player dll).

Kedua hal ini sama penting karena masing2 akan sama2 menentukan kualitas gambar yang dilihat.
a) Resolusi pada layar TV
Spoiler for 
Hampir semua HDTVs mempunyai fitur "fixed-pixel displays," maksudnya layar tsb menggunakan jumlah pixel yang tetap untuk menghasilkan sebuah gambar.

Semua “fixed panel display” mempunyai native resolution yang menunjukan level maksimum dari suatu detail gambar yang dapat dihasilkan oleh TV tsb.

Terdapat 2 resolusi yang umum pada HDTV, yaitu resolusi dengan 720p dan 1080p. Dimana sering juga ditulis secara lebih persisi untuk menunjukkan berapa jumlah pixel sesungguhnya pada TV tsb, misalnya "1366 x 768 pixels" untuk 720p atau "1920 x 1080 pixels" untuk 1080p.

Angka pertama menunjukkan resolusi horisontal sedangkan angka kedua untuk resolusi vertikal. Jumlah perkalian kedua angka tsb menggambarkan jumlah total pixel pada layar tsb. Sebagai contoh 1920 x 1080 = 2,073,600 pixels, yang umumnya digampangkan menjadi 2 juta pixel, sedangkan 1366 x 768 = 1,049,088 pixels — biasanya dibulatkan menjadi 1 juta pixel.



Gambar grid diatas, mensimulasikan pixel yang berbeda yang biasa terdapat pada resolusi layar TV, dari 480i (resolusi pada TV model standart ) sampai TV high-definition 720p and 1080p. Dengan meningkatnya resolusi, maka pixel menjadi lebih kecil, hal ini memungkinkan untuk mendapatkan detail gambar yang lebih baik sehingga gambar akan ditampilkan lebih akurat.
b) Resolusi pada Video
Spoiler for 
Resolusi HD video, umumnya terdiri dari 2 jenis yaitu 720p dan 1080i. Resolusi yang paling umum digunakan adalah 1080i, tetapi kedua format mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Format 1080i memiliki lines dan pixel lebih banyak sehingga menghasilkan gambar yang lebih detail, Hal ini sangat baik untuk menonton program / acara yang mempunyai gerakan lambat yang banyak menampilkan gambar ‘close up’.

Tetapi perlu diingat faktor “i” (interlaced format) yang menghasilkan video frame per detik yang lebih sedikit, maka format ini kurang baik dalam mengoperasikan video ‘fast moving” sebaik yang dihasilkan oleh format 720p.

Tulisan “p” pada 720p, berarti format progressive scan, dimana dapat menampilkan gerakan ‘fast moving’ lebih jelas. Ini akan sangat ideal untuk acara sport, film action serta video games.
2. Arti "i" dan "p" dan bagaimana implikasinya terhadap tingkat kejelasan gambar
Spoiler for 
Seperti diceritakan sebelumnya, dimana “I” berarti interlaced-scan dan "p" berarti progressive-scan. Istilah ini diambil ketika TV masih menggunakan tabung gambar, dan gambar di scan secara line demi line sepanjang layar.

Gambar pada teknik Interlaced scan memerlukan 2 kali untuk menghasilkan sebuah frame video yang complete, sedangkan progressive scan menampilkan seluruh frame dengan hanya 1 kali proses scan.

Sebuah frame rate pada interlaced video sebesar 30 frames per second maka pada video dengan progressive scan akan menghasilkan 60 frames per second.



Pada interlaced scan akan membagi setiap frame video menjadi “2 buah field” dimana melakukan proses scanning untuk semua line horisontal genap (2,4,6…) pada periode 1/60 detik kemudian diikuti oleh proses scanning untuk semua line horisontal ganjil (1,3,5…) pada periode 1/60 detik berikutnya.

Sedangkan pada progressive scan, dapat menampilkan seluruh line (1,2,3,4…) dalam 1 kali proses scanning. Dibawah ini ada gambar sebuah frame yang komplit ditampilkan dalam 1/60 detik.

2a) Jumlah pixel per detik
Spoiler for 


Grafik diatas menunjukkan jumlah total pixel dari setiap resolusi per detik. Untuk format 1080p yang mempunyai resolusi layar tinggi dan memakai progressive scan memerlukan pixel yang jauh lebih besar dibanding metoda yang lain, hal ini akan menghasilkan gambar yang lebih jernih dan lebih halus.

Perlu diperhatikan bahwa dengan metoda progressive, maka akan memerlukan informasi sebanyak 2 kali dibandingkan dengan metoda interlaced dan ini akan menghasilkan tamplilan yang lebih ‘solid’ dan stabil.

Format HD 1080p, sangat populer saat ini, karena mempunyai kemampuan resolusi super 1080 dengan kemampuan scan progressive. Content 1080p didapat dari Blu-ray player dan video game console seperti Xbox 360 dan PS3. Untuk 1080p, umumnya lebih merefer kepada kemampuan resolusi layar TV dibandingkan ke source (media).

Tidak ada komentar: