link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 06 September 2012

DROP CALL


DROP CALL PADA BTS

Sebelum mengacu pada pembahasan judul artikel ini ada baiknya kita mengenal benda yang bernama “BTS” ini.
  • Apa sih BTS itu?????
BTS merupakan singkatan dari Base Transceiver Station. Sebuah Base Transceiver Station (BTS) mempunyai fungsi untuk menerima akses telekomunikasi dari sebuah handset / MS (Mobile Stasion) yang ingin berkomunikasi dengan pengguna yang lain. Dilanjutkan proses pensinyalan dan juga pengiriman data menuju BSC untuk diolah lebih lanjut. Selain proses pengiriman dan penerimaan data, maka sebuah BTS juga bertugas untuk menghandle proses handover. Handover adalah mekanisme handling sebuah handset yang berpindah dari suatu area coverage BTS satu pada BTS yang lain. Di Indonesia dikenal berbagai macam vendor BTS yang cukup populer, seperti Alcatel, Ericsson, Huawei, Motorola, Siemens dan Nokia. Kesemuanya memasarkan produk yang relatif serupa kepada para klien, yakni operator selular. Siemens merupakan vendor terbesar untuk pangsa radio station dan switching di Indonesia, dengan menguasai sekitar 60 persen dari pangsa pasar. Dimana Siemens memasok seluruh dari ribuan BTS Telkomsel, sebagian BTS Satelindo dan Excelcom.
  • Ada apa aja sih di BTS itu??????
BTS sendiri sebenarnya terdiri dari tiga bagian utama. Yakni, tower, shelter dan feeder. Dari ketiga komponen utama itu, towerlah yang paling jelas terlihat.
  • Tower
Jika mendengar nama tower tentulah kita sudah mengenal benda tersebut, Tower yaitu sebuah tiang pemancar dari sebuh BTS. Di Indonesia banyak sekali jenis-jenis tower pemancar ada tergantung dari vendor BTS nya. Fungsi dari Tower itu sendiri adalah untuk memancarkan (Transceiver ) dan menerima (receiver) sinyal ,baik dari MS maupun menuju ke BSC (Base Stasion Control).
  • Shelter
Jika kita melihat sebuah tower pasti di sekitarnya kita melihat  benda yang berbentuk kotak, nah itulah yang dinamakan shelter. Shelter merupakan  tempat untuk menyimpan  berbagai perangkat penting, diantaranya adalah module combiner, module per carrier, core module (module inti), power supply, fan (kipas) pendingin, dan AC/DC converter. Rectifier,Baterei , Microwave system,AntenaSectoral antena microwave
  • Feeder
Feeder adalah kabel yang menghubungkan antara antenna yang terdapat diatas tower menuju ke shelter.
  • Lantas apa hubungannya BTS dengan Drop Call??????
Perlu kita ketahui sistem komunikasi radio GSM adalah dupleks penuh (full duplex): komunikasi dua arah. BTS memancarkan sinyal broadcast, seperti stasiun radio FM, ke handphone-handphone pelanggan. Sebaliknya handphone-handphone pelanggan juga bisa memancarkan sinyal yang bisa dan harus diterima oleh BTS-BTS. Baik BTS maupun handphone pelanggan memancar dengan kanal frekuensi yang terpisah sehingga tidak terjadi delay atau interferensi. .
Kanal frekuensi yang dipakai oleh BTS untuk berkomunikasi dengan handphone-handphone pelanggan dikenal dengan kanal fekuensi downlink sedangkan kanal frekuensi yang dipakai oleh handphone untuk berkomunikasi dengan BTS disebut sebagai kanal frekuensi uplink
Mengapa handphone pelanggan (MS) perlu berkomunikasi dengan BTS? Ingat, handphone dibuat bukan hanya melihat apakah ada sinyal atau coverage saja, tetapi untuk tujuan utama yakni melakukan percakapan. Untuk memulai percakapan, handphone pelanggan harus meminta akses kepada BTS, yang selanjutnya akan di-follow-up oleh BTS dengan menyediakan satu jalur khusus percakapan buat pelanggan yang meminta akses percakapan tadi. Dalam proses ini baik dari MS menuju BTS ataupun sebaliknya sering terjadi masalah yang disebut drop call. Drop call itu sendiri adalah proses terputusnya percakapan yang diakibatkan oleh Low signal strength dan Bad quality /interferensi.
Apa sih yang menyebabkan drop call????
Penyebab drop call terbagi menjadi 2, karena interferensi uplink dan downlink.
Uplink interverensi :
Uplink Interference – Kemungkinan Penyebab:
Poor MS Power
regulationMS yang berada di area border sel diinterferensi oleh MS lain pada co-channel atau adjacent channel sel border pada saat MS transmit ke semua arah.Bad Frequency
planInterferensi uplink mungkin tidak terlihat oleh utomatic
Frequency planning tool. Alasannya diasumsikan ormalnya link radio adalah resiprokal, uplink sama dengan downlink. Terkadang kasusnya mungkin tidak sama.No BTS
DiversityKurangnya BTS diversity memungkinkan loss sensitifitas sebesar 3-4 dB.Fault BTS
ReceiversSensitifitas receiver bisa lebih rendah daripada spesifikasinya.High Antenna
positionBisa menyebabkan co-channel site diudara.
Downlink interferensi
Downlink Interference – Kemungkinan Penyebab:
Poor MS Power
regulationBTS power regulation yang tidak bekerja akan meningkatkan interferensi pada co-channel sel.Bad Frequency
planInterferensi uplink mungkin tidak terlihat oleh automatic Frequency planning tool. Alasannya diasumsikan normalnya link radio adalah resiprokal, uplink sama dengan downlink. Terkadang kasusnya mungkin tidak sama.Low BTS output
powerDaya output lebih kecil dari nilai yang seharusnya.
Penginterferensi co-channel akan terdengar.Faulty BTS
transmitterSensitifitas transmiter lebih rendah dari spesifikasinya.Feeder problemUdara di feeder bisa menyebabkan gangguanEnvironmentKawasan
Berikut adalah flowchart Drop call pada BTS

Semoga artikelnya bermanfaat dan makin menambah wawasan……………..^.^
Daftar Pustaka :
[1] http://amilus.wordpress.com/2009/04/24/drop-call/
[2] http://elreg-01.blogspot.com/
[3] http://tekno-rf.blogspot.com/
[4] http://s-wied.blogspot.com/2010/08/bts.html
[5] http://my.opera.com/kumanz…/blog/surat-cinta-bts-engi
[6] http://dwikasudrajat.blogspot.com/2009/04/bts.html

Tidak ada komentar: