link: Mananging Consultant

Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 21 Februari 2011

HD, DVDRip, BD, Xvid, x264


Terminologi Film – Apa itu HD, DVDRip, BD, Xvid, Scr, x264, MKV, PDTV, DDC, AC3 etc..

  
Rate This

Apakah anda telah mengetahui istilah2 dalam dunia perdownloadtan film ? seperti HD, DVDrip, MKV, AVI dll…. nah pada halaman ini 21com ingin memberikan sedikit pencerahan kepada anda yang belum mengetahuinya, dengan mengetahui istilah atau kode tersebut diharapkan anda tidak akan kecewa setelah mendownload film, selamat menikmati….

I. Berdasarkan R.I.L.I.S film

CAM Atau CAMRip
Adalah kualitas video yang bersumber dari video/film yang diputar dibioskop, untuk kualitas gambarnya kebanyakan sangat jelek dibandingkan dengan DVDRip, DVDScr dan R5 tapi bisa saja berkualitas baik jika si perekam ketika di bioskop meletakkan kamera beserta tripod nya di tempat yang benar dan tidak terganggu dengan hal lain seperti lalu-lalang orang-orang dibioskop dan lain-lain.
Untuk kualitas suaranya tergantung pada jarak si perekam apakah dekat dengan sumber suara atau jauh dari sumber suara, efeknya adalah ketika si perekam dekat dengan sumber suara maka kejernihan suara akan baik dan ketika si perekam jauh dari sumber suara hasilnya sebaliknya. Bukan hanya itu kualitas kamera saat mengambil gambar sangat berpengaruh pada hasil.

TELESYNC (TS)
Sama seperti kualitas CAM berasal dari rekaman bioskop hanya saja pada saat perekaman si perekam meletakkan alat audio recording dekat dengan sumber suara yang kemudian suara tersebut disatukan dengan hasil rekaman videonya menggunakan software video editor sehingga kualitas suara yang dihasilkan dari jenis video ini bisa dikatakan lumayan baik daripada kualitas CAM diatas, dan untuk kualitas gambar sama saja dengan kualitas CAM tergantung dari peletakan kamera pada saat merekam.

TELECINE (TC)
Adalah proses perekaman video menggunakan alat untuk menyalin film dari projector ke format digital atau biasa disebut alat Telecine. Untuk kualitas audio dan videonya lumayan sangat baik.

Workprint (WP)
Video ini biasanya dibuat dari versi film yang belom jadi alias setengah matang.. Biasanya tipe ini kehilangan effect2 film, tanpa teks, msh ada “time index marker”, terkadang ada watermark, dll. Biasanya versi ini keluar jika film tersebut adalah film yang dinanti2 alias calon box office sehingga orang niat aja gitu menyebarkan / mendistribusikan versi setengah matang agar orang ngga mati penasaran hehehe…
Yang paling heboh dulu Film Man In Black II (MIIB) dimana versi WP-nya beredar dengan semua alien2-nya ngga ada, karena blom selesai di-render pake komputer.. bingung2 dah tuh yg nonton..!


SCREENER (SCR)
SCR itu merupakan pre-release sebuah film yang biasanya direkam dalam format kaser VHS yang didistribusikan oleh pembuat film ke toko2 rental, media, televisi untuk tujuan promosi. Ciri utamanya adalah ditengah2 film suka ada teks berjalan (ticker) yang berisi kata-kata yang bersifat promosi ata informasi tentang film tsb. Terkadang cuma tampil bbrp detik tapi ada juga yang tampil sepanjang film. Paling rese kalo tulisannya gede2 gan hahaha…

DVDscr / DVDscreener / BDscr
Sama halnya sama SCR gan cuma ini biasanya dalam format DVD. Kalo ripper-nya jago biasanya tulisannya bisa dihilangkan.. Tipe ini biasanya didistribusikan dalam bentuk SVCD (dijualin tukang bajak) atau DivX/XviD (di tempat2 donlot film). Nah kalo BDscr itu jarang ditemui.. ini versi BluRey-nya

VHSRip
Merupakan hasil copyan dari kaset VHS yang sudah dirilis secara resmi. Jaman sekarang sudah mulai jarang tapi paling banyak jenis ini adalah video olahraga, rekaman TV dan tentunya bokep.

DVDRip
Ini merupakan hasil copyan dari DVD yg sudah dirilis secara resmi. Kualitas ini menyamai DVD aslinya dimana biasanya informasi region dan proteksi copy sudah dilumpuhkan oleh si ripper sehingga DVDRip ini mudah untuk di distribusikan. Tipe ini biasanya didistribusikan dalam bentuk SVCD & DVD (dijualin tukang bajak) atau DivX/XviD (di tempat2 donlot film).

TVRip : TVRip (analog)
Ini merupakan film yang direkam dari TV menggunakan peralatan recording seperti recorder VHS, Betacam atau DVR. Jadi sumber capturenya dari koneksi coaxial/composite/s-video port. Itu loh kabel merah, kuning, putih yang suka ada dibelakang TV/VCD/DVD Player agan. Kalo yang s-video bentuknya kabel tunggal berwarna hitam dimana port-nya banyak pin-nya.
Jenis film-nya sangat variatif.. mulai dr beneran film, dokumenter, tv show, konser musik, video clip, etc.. Kalo si ripper-nya tipe pemalas, semua sama iklan2-nya turut direkam..

HDTV / HD.TVrip
Biasanya film ini merupakan siaran TV episode yg biasanya direkam secara digital dari jaringan siaran TV Kabel / TV digital / TV Satelit. Ciri2 film ini biasanya adanya flicker pada film dan beberapa bagian mengandung artefak (Itu loh yang kayak VCD ngadat trus gambarnya kotak2..). Karena disiarkan melalui TV Cable, biasanya ada tayangan2 extra yg tidak terdapat pada edisi TV biasanya. Semisal, behind the screen, komentar, etc.. TVrip biasanya diencoding menjadi resolusi fullscreen 512×384

DSR / DSRip (Digital Satellite) / STV
PDTV (Pure Digital) adalah TVrip yg direkam menggunakan TV PCI card digital (pake komputer gan nge-capture-nya). Hasilnya yang terbaik dibanding TVrip yang lain. PDTV biasanya diencoding menjadi resolusi fullscreen 512×384 dan 640×352 untuk widescreen

DVBRip
Merupakan tipe DSrip hanya saja sumbernya adalah dari TV satelit bertipe DVB-s. Satelite DVB-s inilah yang sekarang ngetrend untuk menerima siaran2 InternetTV. Beberapa provider internet bahkan menggunakan satelit DVB-s ini untuk downlink channel internet mereka dengan alasan penghematan

HR.HDTV
HRHDTV / HR.HDTV (High Resolution High Definition) merupakan film yang direkam dari siaran TV High Defenition.
Namun ada beberapa kesalahan persepsi tentang terminologi ini. Beberapa menyebutnya Half-Resolution High-Definition. Hal ini karena resolusi HRHD hanya 3/4 tinggi resolusi aslinya dan lebarnya di downsampling ke resolusi 720p. Sehingga secara luas resolusi, gambar HRHD hanya 56.25% dari siaran HD yang biasanya. HR.HDTV biasanya diencoding menjadi resolusi 640×352 (360p) dan 960×528 (540p)

720p HDTV
720p HDTV (High Definition – 1280×720 resolution) merupakan film yang mempunyai resolusi High Defenition alias 1280×720 (720p). Biasanya dikemas dalam format Blu-Ray Disk

DDC
DDC = Digital Distribution Copy merupakan versi film yang diambil dari situs2 pendonlotan film semacam Netflix. Film ini merupakan film resmi / legal dan didistribusikan melalui internet.

PPV & VOD
PPV = Pay Per View dan juga VOD = Video-On-Demand merupakan film yang direkam menggunakan peralatan rekaman digital yang sumbernya diambil dari saluran khusus dimana untuk menontonnya harus berbayar. Biasanya siaran berbayar ini ada di Hotel2 berbintang, klub film, organisasi2 khusus (seminar / workshop), TV kabel, etc..

DivX Re-Enc
DivX re-enc merupakan film yang diambil dari VCD / DVD asli dan di re-encode menjadi file yang lebih kecil bertipe DivX. Tipe ini banyak didapat di hosting file-sharing (rapid*share, hotfile, mediafire, indowebster, etc..) maupun torrent. Kualitas film ini pas-pas-an dan banyak diminati karena ukuran filenya yang kecil.

R5
R5 maksudnya DVD yang dirilis khusus untuk region 5 (area bekas Uni Soviet, India, Africa, North Korea & Mongolia). Perbedaan mendasar R5 dg versi biasa adlh bahwa versi ini diproduksi dgn transfer langsung telecine / TC tanpa adanya proses pengolahan gambar / rendering / encoding.
Karena tidak ada standar khusus untuk bajakan R5 biasanya bajakan versi ini dilabeli dengan Telecines (TC), DVD Screeners (DVDscr), atau bahkan DVDrips. beberapa pe-rilis bajakan versi ini seperti DREAMLiGHT, mVs & PUKKA melabeli rilis mereka dgn ekstensi file “.R5″.

Unrated
Unrated version = the version you couldn’t see at theatre.
Maksudnya, adegan atau scene yang ga boleh ditayangin dibioskop bisa kamu liat di dvd, seperti adegan nudity, strong sexual, strong violence, dll. Untuk porno tidaknya relatif. Untuk film2 seperti American Pie ya emang isinya jadi hampir semua porno-pornoan. Tapi untuk film seperti The Hills Have Eyes isinya jadi lebih sadis dari versi bioskop/rated. Kalo gw sih malah suka cari yang Unrated version, karna lebih lengkap tanpa adanya pemotongan jadi malah kayak nonton Extended Versionnya.

II. Berdasarkan F.O.R.M.A.T film

Magnetic Tape / Kaset : VHS
VHS = Video Home System merupakan format film paling laris dan paling bertahan lama untuk kelas kaset (pake pita magnetik) gan.. Kehadiran format Betamax dengan versi kaset yang lebih kecil pun tak bisa menyurutkan popularitasnya sampai kemudian ia dilindas oleh kehadiran digitalisasi video dalam format keping cakram padat (Compact Disc). VHS yang pita-nya bisa kusut, pitanya bisa berjamur, nontonnya harus sequensial, butuh peralatan khusus dan mahal untuk proses editing akhirnya harus mengalah pada jaman dan sebentar lagi akan punah.. Oh iya gan… VHS ini ada 2 jenis yakni resolusi 352×240 pixel (NTSC) dan 352×288 (PAL/SECAM).
Pake format inilah pertama kali namanya film bisa di-distribusikan hingga kerumah-rumah. Kalo yang hidup di tahun 90-an pasti tau dong dan sering rental dong kaset VHS yang warna merah dan VHS yang warna biru ? Yes… dari sinilah asal muasal adanya sebutan film biru untuk bokep / XXX karena kaset fimnya adalah VHS berwarna biru.


VCD : VCD, CD-i DV, XVCD, KVCD, DVCD
VCD = Video Compact Disc adalah salah satu penemuan paling spektakuler di bidang media gan.. setelah era pita bertahan cukup lama, kehadiran Compact Disc (CD) memulai era baru di dunia digitalisasi media. VCD berbasis format kompresi MPEG1 dengan bitrate yang konstan (1150kbit) pada resolusi yang sama dgn VHS yakni 352×240 pixel (NTSC) dan 352×288 (PAL/SECAM) karena penemuan ini memang ditujukan untuk menyamai kualitas video VHS. Namun karena kualitas kompresi yang belum begitu baik, kualitas gambar VCD bisa dibilang buruk. Kalo pada VHS gangguan gambar bisa berupa noise atau stripping akibat kerusakan pada pita, maka pada VCD gangguannya berupa artifact (gambar ngadat dan gambar-nya kotak-kotak).
Varian format VCD ada 4 lagi gan yakni CD-i Digital Video, XVCD (eXtended Video CD) , KVCD (K Video Compression Dynamics) dan DVCD (Double VCD). satuan ukuran pada era VCD familiar dengan waktu (menit) bukan kapasitas (MB).


SVCD : SVCD, CVD, XSVCD, RSVCD, MVCD
SVCD = Super Video Compact Disc merupakan pengembangan VCD dan merupakan cikal bakal lahirnya DVD. Kalo VCD menggunakan codec MPEG1 maka SVCD menggunakan codec MPEG2 yang memperbolehkan peningkatan bitrate hingga 2500kbits dan resolusi 480×480 (NTSC) yang kemudian di kompresi ke aspek rasio 4:3 ketika diputar (play). Karena bitrate bersifat variabel, maka durasi menit pada satu keping CD bisa tidak sama. Bisa 35 s/d60 menit. Bitrate yang bersifat variabel inilah yang memungkinkan peningkatan kualitas pada gambar. Dimana jika scene detil maka bitratenya akan tinggi dan sebaliknya. Analogi gampangnya, jika scene adalah gambar ruangan, pasti akan mengandung bitrate lebih tinggi (karena detail-nya banyak) dibanding ketika scene hanya menyorot dinding warna putih misalnya.
Varian format SVCD ada CVD (China Video Disc), XSVCD (eXtended Super VCD), RSVCD (RoBa SVCD) dan MVCD (Mole VCD).
DivX = Digital Video Express dan XviD merupakan format yang paling sering dipakai untuk meng-encoding serta distribusi film saat ini. Format ini paling digemari karena mimiliki kemampuan kompresi yang sangat baik tanpa banyak kehilangan kualitas gambar.
DivX adalah versi pertama dan paling populer sampai kemudian DivX, Inc. (sebelumnya DivXNetworks, Inc.) memutuskan untuk mengkomersialkan codec ini maka orang-orang beralih ke versi XviD (tandingannya) yang tidak saja bersifat Open Source tapi juga mempunyai kelebihan dibanding DivX.
Ada 2 jenis codec DivX yaitu MPEG-4 Part 2 (DivX codec standar) dan H.264/MPEG-4 AVC (DivX Plus HD codec).
Di era kemunculan, DivX & XviD ini hanya bisa dimainkan di komputer dan butuh aplikasi DivX player. Namun sekarang ini sudah hampir semua player bisa memutar format ini bahkan DVD portabel yang dijual di pasaran walau distribusi format ini banyak dilakukan di internet (bukan dalam keping CD)

x264
Seperti diterangkan sebelumnya gan, bahwa x264 merupakan salah satu dari jenis codec DivX / XVid untuk meng-encoding video ke bentuk H.264/MPEG-4 AVC (Advanced Video Coding) stream.

DVD : DVD-R, DVD+R, MiniDVD & DVD-RAM
DVD = Digital Versatile Disc / Digital Video Disc merupakan peningkatan dari media CD sebelumnya. Bentuk ini digemari karena ia menggunakan seluruh kemampuan codec MPEG2 sehingga diperoleh kualitas video-audio yang maksimal. Besaran kapasitas DVD lebih dari 6X lipat dibanding media CD (VCD, SVCD) yakni sebesar 4,7GB. Dikemudian hari juga ditemukan sistem penulisan DVD dual layer (DL) sehingga memungkinkan penyimpanan data meningkat 2X lipat menjadi 8,5GB per keping.
DVD-R (minus) & DVD+R (plus) hanyalah masalah perang standar. Bahwa DVD- adalah standar dari Konsorsium DVD sementara DVD+ adalah standar dari ISO. Dulu konsumen sempat direpotkan oleh hal ini tapi belakangan semua vendor kompak mengeluarkan DVD Drive (pembaca DVD) yang bisa membaca kedua-duanya.
Oh iya gan.. di awal kemunculannya, versi DVD ini dibagi menjadi beberapa region karena urusan hak cipta / DRM (Digital Right Management). Ada region 0 sampai 8. Cuma yang beredar di pasaran adalah region 1 sampai 6. Untuk tau area mana aja yang mencakupi tiap region bisa di cek disini
MiniDVD sendiri adalah versi mungil dari keping DVD dimana kapasitasnya hanya 1,4GB per keping untuk Single Layer (SL)dan 2,8GB untuk Dual Layer (DL). Penggemar movie tidak menyukai format ini karena kapasitasnya yang kecil namun biasanya format ini digunakan oleh para videografer amatir / handycam user.
DVD-RAM = DVD–Random Access Memory merupakan standar baru yang dikeluarkan Forum DVD dimana ia memiliki sistem built-in error control, defect management dan sistem aksesnya yang hampir menyerupai Hard Disk. Kekuatan utamanya ada di umur. Karena fisiknya yg tersimpan rapi dan ada kontrol kesalahan ia diharapkan dapat menyimpan data sekitar 30 tahun. Dan ini yang menyebabkan format ini lebih disukai sebagai media penyimpanan arsip / data dibanding untuk distribusi film.

BluRay
BluRay = BD / Blu-ray = Blue-Violet Laser merupakan peningkatan optical disc sebelumnya yakni DVD. Karena kapasitasnya yang sangat besar (25GB per layer dan dapat ditulis hingga 2 layer) ia sering digunakan sebagai media penyimpanan untuk High Defenition Video, tentunya selain untuk penyimpanan data dan kaset PlayStation / PS3.
Berbeda dengan media DVD yang disinari dengan Red Laser dgn panjang gelombang 650nanometer, maka laser biru-ungu menggunakan panjang gelombang 405 nanometer sehingga dimungkinkan untuk penulisan / burn data yang lebih rapat. Hal ini yang membuat secara teoritis BluRay Disk mampu menampung hingga 100GB / layer di kemudian hari.
Berikut perbandingan resolusi format video digital :
* 352×288/240 (250 lines at low-definition): Video CD (PAL/NTSC)
* 720×576/480 (500 lines): DVD, miniDV, Digital8 (PAL/NTSC)
* 720×576/480 (380 lines): Widescreen DVD (PAL/NTSC)
* 1280×720 (680 lines): Blu-ray, D-VHS
* 1440×1080 (760 lines): miniHDV, D-VHS
* 1920×1080 (1020 lines): Blu-ray
Kelihatan kan BluRay dapat menampung video yang high definition..


III.Berdasarkan C.O.N.T.A.I.N.E.R (TIPE FILE) film

AVI >> .avi
AVI, RIFF, CODEC, Indeo, Cinepak, VDOWave, QPEG, MPEG-4
AVI = Audio Video Interleave merupakan container multimedia (video+audio) yang diperkenalkan oleh microsoft taon 1992 sebagai bagian dari teknologi Windows untuk video gan.. Sebelumnya, AVI ini dikembangkan oleh Matrox OpenDML Group di taon 96 tapi kurang tenar. Makanya AVI yg sekarang beredar luas dikenal sbg AVI 2.0. AVI ini mendukung streaming video dan audio secara multiple dan dapat di mainkan (playback) secara synchronous. Container ini bisa dikenali dengan ekstensi file .avi
AVI ini adalah turunan / pengembangan dari format RIFF (Resource Interchange File Format) dimana untuk menghasilkan file ini dibutuhkan proses digitalisasi yang sering disebut dgn encoding / decoding. Software inti untuk pemroses ini sering disebut CODEC yang merupakan singkatan dari (en)coder/decoder. Berbagai metode dikembangkan untuk memperoleh hasil AVI yang paling baik sehingga melahirkan banyak varian dan pengembangan dari AVI versi awal. Beberapa codec untuk AVI yang terkenal antara lain :
- Full Frame (Uncompressed) (ini file-nya yang segede2 gaban gan…)
- Intel Real Time (Indeo)
- Cinepak
- Motion JPEG
- Editable MPEG
- VDOWave
- ClearVideo / Real Video
- QPEG
- MPEG-4 (ini yang tingkat kompresi-nya paling kecil)
Walau varian2 AVI ini sudah cukup banyak, masihlah ia punya berbagai kelemahan gan terutama di tingkat kompresi dan penggunaannya di era Internet. Untuk mengatasi masalah tersebut lahirlah bbrp format baru seperti Matroska, Ogg, MP4, FLV yang nanti akan dijabarkan satu persatu.

MPG : MPEG1, MPEG2, MPEG3, MPEG4
MPEG = Moving Picture Experts Group adalah kumpulan para ahli yang dibentuk oleh ISO untuk membuat suatu standar bagi kompresi audio dan video dan mulai tenar sekitar taon 2005.
MPEG-1 (1993) di desain agar video dan audio di-encoding ke dalam bitrate Compact Disc. Pertama kali digunakan untuk VCD (Video CD), kemudian SVCD dan untuk DVD low quality.
MPEG-2 (1995) di desain untuk container siaran televisi berkualitas broadcast (Televisi Digital). Namun penggunaannya paling tenar adalah untuk DVD. Kelebihannya dibanding MPEG-1 adalah mendukung interlacing dan high defenition sehingga scope penggunaannya lebih luas.
MPEG-3 diperuntukkan untuk container HDTV sehingga ia redundant dan disatukan ke standar MPEG-2. Jadi MPEG-3 dilenyapkan. Jangan bingung dengan istilah MP3 (audio).. itu tidak sama gan..! MP3 adalah MPEG-1 Audio Layer 3.
MPEG-4 (1998) lebih kompleks dr yg sebelumnya dan mempunyai faktor kompresi yang lebih tinggi dan lebih ditujukan untuk standar multimedia pada perangkat fixed dan mobile web.
Varian dari tipe ini adalah MPEG-4 Part 2 (Simple and Advanced Simple Profile) dan MPEG-4 AVC (or MPEG-4 Part 10 or H.264). Ini yang digunakan untuk HD DVD dan juga BluRay Disc.

Masih ada standard MPEG yang lain untuk tujuan spesifik seperti :
MPEG-7 (2002) merupakan standar untuk pencarian & deskripsi content multimedia
MPEG-21 (2001) merupakan framework multimedia
dan MPEG-A, MPEG-B, MPEG-C, MPEG-D, MPEG-E, MPEG-M, MPEG-U, MPEG-V, MPEG-M, MPEG-U yang jarang kita temukan namun banyak dipakai untuk tujuan2 spesifik.

Quicktime >> .mov .qt .qtvr
QuickTime merupakan framework multimedia yang dikempangkan oleh Apple Inc. dengan kemampuan untuk menjadi container bagi video digital, 3d Models, suara, text, animasi, musik, gambar panorama dan multimedia interaktif. Versi terakhir dari Quicktime yakni versi X (10.0) hanya tersedia untuk operating system (OS) MacOs X. Container ini biasa kita kenali dengan file ekstensi .mov, .qt dan .qtvr.
Karena ia bersifat framework maka ia bisa menampung container lain seperti :
Audio :
* Apple Lossless
* Audio Interchange (AIFF)
* Core Audio File (CAF)
* Digital Audio: Audio CD – 16-bit (CDDA), 24-bit, 32-bit integer & floating point, and 64-bit floating point
* MIDI
* MPEG-1 Layer 3 Audio (.mp3)
* MPEG-4 AAC Audio (.m4a, .m4b, .m4p)
* DRM-protected audio from the iTunes store
* QDesign Music
* Qualcomm PureVoice (QCELP)
* Sun AU Audio
* ULAW and ALAW Audio
* Waveform Audio (WAV)
Video :
* 3GPP & 3GPP2 file formats
* AVI file format
* Bitmap (BMP) codec and file format
* DV file (DV NTSC/PAL and DVC Pro NTSC/PAL codecs)
* Flash & FlashPix files
* GIF and Animated GIF files
* H.261, H.263, and H.264 codecs
* JPEG, Photo JPEG, and JPEG-2000 codecs and file formats
* MPEG-1, MPEG-2, and MPEG-4 Video file formats and associated codecs (such as AVC)
* Quartz Composer Composition (.qtz, Mac OS X only)
* QuickTime Movie (.mov) and QTVR movies
* Sorenson Video 2 and 3 codecs
* Other video codecs: Apple Video, Cinepak, Component Video, Graphics, and Planar RGB
* Other still image formats: PNG, TIFF, and TGA
* Cached information from streams: QTCH
Untuk film, format ini jarang digunakan.. QuickTime banyak digunakan untuk distribusi video2 e-learning, tutorial, trailer film, etc..

ASF >> .asf .wmv .wma
ASF = Advanced Systems Format (sebelumnya Advanced Streaming Format, Active Streaming Format) merupakan container multimedia buatan Microsoft khusus untuk streaming media. ASF merupakan bagian dari Windows Media Framework. Karena ia diperuntukkan untuk streaming, maka selain bisa di play di PC, ia ditujukan dapat dimainkan pada Server Media Digital maupun server HTTP. ASF File yang paling sering kita lihat adalah Windows Media Audio (WMA) dan Windows Media Video (WMV).
Kelebihan format ini (tentunya selain kompresi) ialah bahwa ia bisa menyimpan metadata (seperti ID3tag-nya MP3) sehingga ia dapat menyimpan data seperti siapa artisnya, albumnya, genre-nya, director-nya etc.. Selain itu ia juga dipersenjatai dgn DRM (Digital Rights Management) untuk perlindungan Hak Cipta (***ini yang membuat tipe ini ngga diminati).
ASF ini sempat naik daun untuk streaming di Internet melalui protocol MMS & RTSP. Namun sejak kemunculan FLVServer, format ini banyak ditinggalkan.. APa itu FLV, lanjut dulu gan bacanya…!
Oh iya, satu lagi yang buat format ini makin tak diminati adalah untuk encoding ia membutuhkan framework DMO (DirectX Media Objects) untuk mendampingi codec-nya. Dgn kata lain, itu mahal kapten !

DMF >> .divx .xvid
DMF = DivX Media Format atau DivX 6 adalah format file yang paling diminati saat ini dalam distribusi film underground. Ia tidak lagi jadi sekedar codec atau player tapi juga sbg container multimedia yang biasa kita jumpai sebagai file .divx
Adapun fitur dari DMF antara lain :
o Interactive video menus
o Multiple subtitles (XSUB)
o Multiple audio tracks
o Multiple video streams (for special features like bonus/extra content, just like on DVD-Video movies)
o Chapter points
o Other metadata (XTAG)
o Multiple format
o Partial backwards compatibility with AVI
Ada 2 jenis codec DivX yaitu MPEG-4 Part 2 (DivX codec standar) dan H.264/MPEG-4 AVC (DivX Plus HD codec).
Varian lain dari DMF ini adalah DivX VOD (Video on Demand) yang menambahkan digital rights management (DRM) di dalamnya untuk urusan hak cipta.
Pada awal maret 2010 (barusan gan..), DivX sudah memasuki versi 8.
Perbedaan antara divX dan Xvid adalah DivX merupakan versi pertama dan paling populer sampai kemudian DivX, Inc. (sebelumnya DivXNetworks, Inc.) memutuskan untuk mengkomersialkan codec ini maka orang-orang beralih ke versi XviD (tandingannya) yang tidak saja bersifat Open Source tapi juga mempunyai kelebihan dibanding DivX.

DivX HD : H.264 + AAC
DivX Plus HD sebenarnya adalah nama marketing untuk tipe file yang menggunakan standar Matroska dimana ia mengandung H.264 video bitstream, AAC surround audio dan sejumlah tag XML untuk metadata. Codec untuk tipe ini dikenal dengan H.264/MPEG-4 AVC dan ia masih bagian dari DMF (lihat keterangan DMF diatas gan..)

3GP >> .3gp .3g2
3GP (3GPP file format) adalah container multimedia yang dibuat oleh Third Generation Partnership Project (3GPP) untuk jaringan multimedia bertipe 3G UMTS. Ini banyak dipakai untuk distribusi file multimedia di perangkat handheld / handphone 3G. Walau begitu, ia tetap dapat dijalankan di jaringan telepon 2G maupun 4G.
Sementara 3G2 (3GPP2 file format) persis sama dengan 3GP tapi dikhususkan untuk jaringan 3G CDMA2000.
Container 3GP menyimpan video sebagai MPEG-4 Part 2 atau H.263 atau MPEG-4 Part 10 (AVC/H.264), dan audio sebagai AMR-NB, AMR-WB, AMR-WB+, AAC-LC, HE-AAC v1 atau Enhanced aacPlus (HE-AAC v2).
3GP ini sering digunakan untuk IP Multimedia Subsystem (IMS), Multimedia Messaging Service (MMS), Multimedia Broadcast/Multicast Service (MBMS) dan Transparent end-to-end Packet-switched Streaming Service (PSS).
Namun entah kenapa, karena dukungan provider telekomunikasi yang lambat (nyediain MMS aja lama bgt) ia hanya diminati untuk pertukaran file antar handphone dengan menggunakan protokol Bluetooth terutama untuk tuker2an film bokep.

relasi antara ISO, MP4, 3GP dan 3G2

AVCHD >> .mts .m2tsAVCHD = Advanced Video Coding High Definition dikembangkan oleh Sony & Panasonic dan merupakan container untuk high defenition video. Mulainya ia digunakan untuk format penyimpanan pada camcorder / handycam dimana medianya bisa berupa Mini-DVD, har-disk drive dan removable flashmedia seperti SD/SDHC dan dan Memory Stick. Selanjutnya, Canon dan JVC mengikuti jejak mereka mengadopsi tipe ini ke produk2 keluaran mereka. AVCHD sering kita jumapi sebagai file ber-ekstensi .mts atau .m2ts dan kompatibel dengan format Blu-ray disc dan HD-DVD.
AVCHD menggunakan kompresi video dari codec MPEG-4 AVC/H.264 (AVC) untuk video dan Dolby AC-3 (Dolby Digital) atau linear PCM untuk audionya.
Dan untuk kualitas gambar, AVCHD selalu menggunakan format high defenition baik itu 720p, 1080i maupun 1080p.

Real Media >> .rm .rmvb
RealMedia merupakan containar buatan RealNetworks yang biasa kita jumpai dalam file ber-ekstensi .rm. Tipe ini dikeluarkan untuk menandingi ASF keluaran Microsoft dalam memperebutkan kue streaming internet. Streaming .rm ini menggunakan kompresi constant bitrate (CBR).
Sekarang, RealNetworks mengembangkan container baru dengan kompresi variable bitrate (VBR) yang disebut RMVB (RealMedia variable bitrate). RMVB menggunakan codec x264 dan popular dalam distribusi film2 asia di komunitas2 file sharing seperti BitTorrent, eDonkey dan Gnutella
Semenjak kemunculan FLVServer, tipe ini pun turut dilibas..

Matroska >> .mkv .mka .mks
Matroska = Matroska Multimedia Container adalah container paling yahut saat ini. Selain ia merupakan Open Standard dan FREE ia juga dapat menampung video, audio, gambar dan subtitle dengan jumlah UNLIMITED pada 1 file. Matroska mempunyai kemiripan dengan AVI, MP4 atau ASF hanya saja ia bersifat open specification dan banyak diiimplementasikan bersama aplikasi2 open source.
Matroska sering kita jumpai dalam bentuk file .MKV untuk video (termasuk audio dan subtitle), .MKA untuk audio saja dan .MKS untuk subtitle saja.
Matroska merupakan bhs serapan english dari bahasa rusia matryoshka (????????) yang maksudnya nesting doll.

OGG >> .ogv .oga .ogx .ogg .spx
OGG juga open standar dan FREE namun ia dikelola oleh Xiph.Org Foundation. Dia ditujukan untuk streaming multimedia yang lebih efisien dan memanipulasi fiel multimedia berkualitas tinggi.
Pada Ogg, video diencoding dengan codec Theora dan layer audio oleh codec Vorbis untuk model lossy (menurunkan kualitas video sumber). Untuk yang looseless (tanpa pengurangan kualitas) ia memakai codec OggUVS untuk video dan FLAC / OggPCM untuk audionya.
Dulu, Ogg-Vorbis, Ogg versi audio saja, sempat menantang keberadaan format musik MP3. Ia lebih baik dalam hal kompresi (besar file) dan kualitas suara (bitrate). Namun kadung MP3 duluan populer, Ogg-Vorbis ini kurang dilirik orang.
Karena kepopuleran Ogg justru dibawa oleh audionya, maka Xiph.Org pada 2007 hanya menggunakan file ekstensi .ogg untuk Ogg-Vorbis (audio) saja. Sementara untuk videonya dibuat ekstension baru yakni .ogv untuk video+suara, .oga hanya untuk audio (sama dgn .ogg), .ogx untuk aplikasi dan .spx untuk keperluan experimental.

Flash Video >> .flv .f4v .f4p .f4a .f4b .swf
Flash Video merupakan container streaming bikinan Adobe (dulunya dikembangkan Macromedia namun Macromedia akhirnya diakuisisi oleh Adobe). FLV baru muncul pada versi Adobe Flash Player versi 6 dimana versi-versi sebelunya ditujukan untuk pembuatan animasi flash di web (swf).
Sekarang ada 2 tipe Flash video yakni FLV dan F4V.
Video dan audio dalam FLV diencoding dengan ycara yang sama dengan file SWF (Animasi Flash) sementara F4V berbasis ISO dan baru di dukung pada flash player versi 9.
Format ini di intrenet paling merajalela dan dikenal dengan idiom “tube” karena ia pertama kali booming oleh YouTube dan kemudian diikuti oleh Google Video, Yahoo! Video, Vimeo, metacafe, Reuters.com, dll..
jenis file flash video saat ini ada 4 macam takni :
.f4v = Video untuk Adobe Flash Player,
.f4p = Video terproteksi untuk Adobe Flash Player
.f4a = Audio untuk Adobe Flash Player
.f4b = Audio Book untuk Adobe Flash Player
Tipe media yang di dukung FLV adalah :
* Video: On2 VP6, Sorenson Spark (Sorenson H.263), Screen video, H.264
* Audio: MP3, ADPCM, Linear PCM, Nellymoser, Speex, AAC, G.711 (reserved for internal use)
sementara Tipe media yang di dukung F4V adalah :
* Video: H.264
* Images (still frame of video data): GIF, PNG, JPEG
* Audio: AAC, HE-AAC, MP3

IV. Berdasarkan S.C.E.N.E — T.A.G.S film

PROPER
Aturan main di kalangan uploader movie underground itu yang pertama ngerilis Telesync (TS) itulah pemenangnya. Namun adakalanya kualitasnya ngga bagus2 amat. Nah kalo grup uploader merilis film yang sama dgn kualitas yg lebih bagus, maka ditambahkan tags PROPER pada judul thread gan..
Jadi tags PROPER ini sangat subjektif gan, terkadang kita ngga tau bedanya dengan rilis pertama. Bahkan ada yang sengaja nge-tag PROPER biar uploader ngga kelihatan malu kalo terlambat ngerilis film terbaru. Satu yang pasti, uploader sejati selalu menyertakan alasan kenapa di tag PROPER pada NFO file

SUBBED / UNSUBBED
SUBBED adalah tag untuk film yang mengandung subtitle gan..
Ada 3 jenis SUBBED yakni :
- HARDSUB / open subtitles dimana subtitle-nya disatukan langsung pada videonya gan frame by frame. Jadi ngga perlu alat / aplikasi khusus untuk menampilkan subtitlenya karena sudah jadi satu kesatuan dengan videonya.
Pada VCD bahkan ada yang sampai bikin dua sampai 3 subtitle pada videonya sampe menuh2in layar gan. Pada SVCD paling ditemui 1 subtitle karena ia sudah mendukung switching subtitle.
gambar penampakan dual subbed:

Kelebihannya :
Karena ia menyatu dengan videonya maka subtitlenya bisa diberi special FX semacam ditebelin, dimiringin, dikasih warna, ganti font, etc.. Ini yang digemari di cd/dvd karaoke.
Kekurangannya :
Subtitlenya ngga bisa dihilangkan
- PRE-RENDERED SUBS dimana subtitle dipisahkan dari frame video namun di overlay (ditimpakan) diatas video streaming ketika dimainkan (playback). Model ini yang digunakan pada DVD sehingga dapat menampung sekian bahasa dalam satu film. Peran hardware diperlukan disini untuk menampilkan atau mematikan subtitlenya gan..tau hardwarenya apaan gan ?

Yupe..!! remote gan hehehehe…
- SOFTSUB / Closed Subtitles dimana subtitle berbentuk file yang didalamnya ada text yang diberi tanda2 khusus dan tanda waktu (timestamp) yang akan ditampilkan selama dimainkan (playback). File ini membutuhkan dukungan dr player untuk menampilkannya. Ini yang sering di pake untuk fansubs film2 anime.
Biasanya softsub ini dikenali dengan adanya file2 tambahan pada film yang dikenal dengan subrib. Filenya biasanya dengan ekstensi .srt , .ass , .ssa , .sub+.idx. Atau lebih lengkapnya dapat dilihat disini.
UNSUBBED
Jika suatu film udah pernah dirilis dengan versi SUBBED, maka versi UNSUBBED (tanpa subtitle) dapat di rilis kemudian.

HARDSUB / SOFTSUB
Istilah ini udah diterangkan di bagian SUBBED/UNSUBBED gan..

LIMITED
Tag LIMITED biasanya disematkan ke film yang seyogyanya di pertontonkan di sedikit teater / bioskop atau bilanglah peredarannya terbatas atau dibatasi. Biasanya ngga lebih dr 250 bioskop. Biasanya, selain karena filmnya ekslusif juga karena filmnya berdurasi singkat atau bisa juga karena bersifat indie.. Kalo agan2 pernah mendengar festifal film JIFFEST, nah kalo filmnya beredar pasti di tag LIMITED sama si uploader.


INTERNAL
Seperti namanya, rilis film dengan tag INTERNAL adalah film yang dirilis untuk keperluan Internal saja. Ada beberapa alasan kenapa dibuat INTERNAL. Antara lain, karena rilis film tersebut belum memenuhi standar2 rilis film seperti belum ada subtitle, encoding yang salah, etc.. Sehingga film ini hanya di distribusikan / dipertukarkan di kalangan grup uploader itu sendiri atau site tertentu aja. Skenario contoh misalnya, si A udah dapat film Matrix yang belum ada subtitle-nya maka ia akan rilis film itu di grupnya dia. Nanti si B punya subtitlenya maka akan di gabung ke film tersebut dan siap di rilis ke publick atas nama group mereka.

STV
STV = Straight To Video adalah film yang tidak pernah dikeluarkan ke bioskop. Oleh karenanya, film STV jarang diminati karena biasanya kurang promosi

WS / FS
WS = Widescreen dan FS = Fullscreen adalah aspek rasio atau perbandingan panjang : lebar resolusi film .

Untuk yang WS aspek rasionya adalah 16 : 9. Kalo untuk FS itu 4 : 3.

RECODE
RECODE adalah rilis sebelumnya yang di encoding ulang biasanya menggunakan aplikasi TMPGenc untuk membuang subtitel, merubah aspek rasio gambar, memperbaiki warna, etc..

REPACK
Kalau suatu grup uploader sebelumnya merilis film yang jelek (bad rip) maka mereka akan merilis versi REPACK yang memperbaiki masalah tersebut. Untuk membedakannya dengan PROPER, biasanya PROPER itu untuk masalah kualitas gambar sementara REPACK ke masalah kesalahan teknis semisal aspek rasio yg salah, gambar lag atau patah2, lypsinc (suara sama mulut ngga sinkron), etc..

DUPE
Tags DUPE disematkan kalo film itu adalah duplikasi / copyan rip yang sudah ada. Biasanya tag ini disematkan oleh pihak ketiga. Misal si uploader X mengupload film Hulk di website anu. Trus si uploader Y entah nemu dimana mengupload film yang sama di website anu juga. Maka biasanya si Moderator atau user yang udah kadung mendownload jadi tau kalo itu sama dan akan memberi tahu / mengganti langsung judul thread dengan DUPE atau *DUPE*

NUKED
Adalah film yang dirilis tapi jelek akhirnya di bom nuklir (NUKE) hehehe.. hiperbola ya.. maksudnya sih ini fim jangan di donlot deh.. Banyak alasan kenapa suatu film dilabeli dengan NUKE / NUKED antara lain BAD FPS, BAD A/R, BAD IVTC & INTERLACED.. Penjelasannya liat dibawah ya gan..

BAD FPS
Adalah film yang dirilis tidak memenuhi standar frame rate video yakni sekitar ~24fps.

BAD A/R
Adalah film yang dirilis tidak memenuhi standar aspek rasio video yang bener.
Bad IVTC (inverse telecine) adalah film yang kualitas gambarnya menurun / buruk sebagai akibat mengkonversi film dari frame rate 30fps ke 24fps untuk memperkecil file.
INTERLACED
Adalah film yang gambarnya ada garis2 hitam yang disebut dengan INTERLACING akibat encoding yang gak bener sehingga pergerakan tata letak field order jadi ngaco..

DC
Adalah rilis film masih berupa DC = Director Cut = Editan si Director film. Biasanya belum masuk badan sensor atau final release. Karena setelah masuk badan sensor atau sebelum dirilis biasanya ada bbrp adegan yang dipotong untuk menyesuaikan dengan etika, jam tayang, etc..
Be the first to like this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*


Tidak ada komentar: